<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Indahnya Puasa (2): “Sholat didalam Sholat”</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-%e2%80%9csholat-didalam-sholat%e2%80%9d.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-%e2%80%9csholat-didalam-sholat%e2%80%9d.html</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 16:14:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Public Blog Kompasiana&#187; Blog Archive &#187; Indahnya Puasa (2): “Sholat didalam Sholat”</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-%e2%80%9csholat-didalam-sholat%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-334</link>
		<dc:creator>Public Blog Kompasiana&#187; Blog Archive &#187; Indahnya Puasa (2): “Sholat didalam Sholat”</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:11:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=463#comment-334</guid>
		<description>[...] http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-“sholat-didalam-sholat”.html [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-“sholat-didalam-sholat”.html" rel="nofollow">http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-“sholat-didalam-sholat”.html</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yulyanto</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-%e2%80%9csholat-didalam-sholat%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-181</link>
		<dc:creator>yulyanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 11:14:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=463#comment-181</guid>
		<description>@Salam kenal buat mas Andy,

Terimakasih telah berbagi cerita melalui blog ini, mudah-mudahan saja bisa mengetuk pintu hati para pengurus masjid ya mas, sangat memprihatinkan kalo hal itu pernah terjadi di MAsjid yang katanya sudah menjadi kebanggaan masyrakat bekasi tsb.

Tx again:-)

Salam
yulyanto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Salam kenal buat mas Andy,</p>
<p>Terimakasih telah berbagi cerita melalui blog ini, mudah-mudahan saja bisa mengetuk pintu hati para pengurus masjid ya mas, sangat memprihatinkan kalo hal itu pernah terjadi di MAsjid yang katanya sudah menjadi kebanggaan masyrakat bekasi tsb.</p>
<p>Tx again:-)</p>
<p>Salam<br />
yulyanto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andy Haidar</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/08/22/indahnya-puasa-2-%e2%80%9csholat-didalam-sholat%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-175</link>
		<dc:creator>Andy Haidar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 04:04:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=463#comment-175</guid>
		<description>Assalamualaikum, saya mau berbagi cerita sedikit...Alkisah pada 3 Ramadan 1430 H ini, sekitar jam 9 pagi dari stasiun kereta Bekasi saya berniat mampir ke &quot;Masjid Agung Al-Barqah” untuk solat Dhuha. Katanya sih ini masjid termegah dan termasuk yang  terbesar di Bekasi. Jadi harapan saya akan menemui suasana masjid yang ramai dengan jamaah yang lagi i&#039;tikaf. Sampai di area masjid, kok sepi ya?   Agak bingung mencari pintu masuk karena pagar masjid dikunci, kemudian saya bertemu dengan bapak satpam yang sedang tidur di posnya. Beberapa kali mengucapkan salam, akhirnya pak satpam bangun, dan (tidak membalas salam) menanyakan keperluan saya (dengan muka kesal, mungkin karena tidurnya terganggu, maaf ya pak satpam), baru kemudian menyuruh orang lain untuk membuka pagar masjid. Setelah berwudu, saya pun mencari pintu masuk ke dalam masjid. Tetapi begitu kaki kanan mau melangkah masuk, saya ditanya lagi oleh satpam masjid, &quot;Mau apa, pak?&quot; Saya jawab: mau solat. Kata bapak satpam masjid: Ngga boleh pak, masjidnya lagi dibersihkan. Memang saya lihat di area tengah masjid lagi banyak orang sedang membersihkan lampu, tetapi di sudut kanan kiri depan belakang di masjid yang termasuk terbesar di Bekasi ini kosong melompong. Saya sampai bertanya sekali lagi, apa benar ngga boleh solat? Saya jadinya seperti terusir dari masjid. Baru kali ini mau solat di masjid (yang katanya besar dan megah), tapi ngga boleh. Apakah kebijakan Masjid Agung Al-Barqah memang seperti itu? Apakah salam dan senyum juga tidak diajarkan di masjid Al-Barqah? Mungkin ini juga salah satu sebab masjidnya sepi di bulan yang suci ini. Saya pikir bagaimana syiar Islam bisa berkembang kalau di bulan Ramadan pun, masjidnya tertutup untuk umat. Sedih juga ya dengan kondisi seperti ini...Wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, saya mau berbagi cerita sedikit&#8230;Alkisah pada 3 Ramadan 1430 H ini, sekitar jam 9 pagi dari stasiun kereta Bekasi saya berniat mampir ke &#8220;Masjid Agung Al-Barqah” untuk solat Dhuha. Katanya sih ini masjid termegah dan termasuk yang  terbesar di Bekasi. Jadi harapan saya akan menemui suasana masjid yang ramai dengan jamaah yang lagi i&#8217;tikaf. Sampai di area masjid, kok sepi ya?   Agak bingung mencari pintu masuk karena pagar masjid dikunci, kemudian saya bertemu dengan bapak satpam yang sedang tidur di posnya. Beberapa kali mengucapkan salam, akhirnya pak satpam bangun, dan (tidak membalas salam) menanyakan keperluan saya (dengan muka kesal, mungkin karena tidurnya terganggu, maaf ya pak satpam), baru kemudian menyuruh orang lain untuk membuka pagar masjid. Setelah berwudu, saya pun mencari pintu masuk ke dalam masjid. Tetapi begitu kaki kanan mau melangkah masuk, saya ditanya lagi oleh satpam masjid, &#8220;Mau apa, pak?&#8221; Saya jawab: mau solat. Kata bapak satpam masjid: Ngga boleh pak, masjidnya lagi dibersihkan. Memang saya lihat di area tengah masjid lagi banyak orang sedang membersihkan lampu, tetapi di sudut kanan kiri depan belakang di masjid yang termasuk terbesar di Bekasi ini kosong melompong. Saya sampai bertanya sekali lagi, apa benar ngga boleh solat? Saya jadinya seperti terusir dari masjid. Baru kali ini mau solat di masjid (yang katanya besar dan megah), tapi ngga boleh. Apakah kebijakan Masjid Agung Al-Barqah memang seperti itu? Apakah salam dan senyum juga tidak diajarkan di masjid Al-Barqah? Mungkin ini juga salah satu sebab masjidnya sepi di bulan yang suci ini. Saya pikir bagaimana syiar Islam bisa berkembang kalau di bulan Ramadan pun, masjidnya tertutup untuk umat. Sedih juga ya dengan kondisi seperti ini&#8230;Wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

