- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -

Pondokgede yang Membingungkan

Posted By antyo On October 14, 2009 @ 3:51 PM In Bekasi-Ku | 24 Comments

Dulu beberapa kawan saya menganggap Pondokgede itu di Jakarta Timur. Kok bisa? Setahu mereka TMII, TPI, dan Asrama Haji, itu di Pondokgede — semuanya masih di wilayah DKI.

Awal saya bermukim di Pondokgede, 1993, seorang kurir kerepotan karena harus ke Bekasi dulu, hingga dekat Balai Kota, karena dia mendapatkan yang info yang “benar tapi kurang jelas”. Yaitu, Pondokgede (memang) di Bekasi.

Mau lebih membingungkan? Awal 90-an, Kantor Pos Pondokgede menyebarkan stiker kampanye bahwa kode pos yang benar adalah “Pondokgede 17414″. Artinya, Pondokgede adalah (calon) sebuah kota.

Perbatasan DKI dan Jawa Barat di Kali Sunter, Jatiwarna, Bekasi

Dua-tiga tahun lalu, kelurahan saya, Jatirahayu, dicabut dari Kecamatan Pondokgede, lalu dimasukkan ke kantong baru: Kecamatan Pondokmelati. Bagaimana cara penulisan kode pos yang benar, “Bekasi 17414″ ataukah tetap “Pondokgede 17414″, saya tidak tahu.

Kode pos di Indonesia itu belum (atau kurang) menjadi bagian dari sistem informasi geografis yang lengkap. Bandingkan dengan layanan internet di Amrik yang cukup memasukkan Zip code. Meskipun begitu toh nyatanya Pak Pos tidak bingung. Lebih penting lagi, kurir nonpos pun paham karena bagi mereka kode pos itu tidak penting.

Tentang Pondokgede yang Bekasi, akhirnya toh banyak yang kian paham. Maka pemgembang perumahan di Jatiasih awal 90-an pun mempromosikan proyeknya berada di Pondokgede — padahal bukan berada di Kecamatan Pondokgede. Yah, supaya terkesan dekat dengan Jakarta.

Dekatkah Pondokgede dengan DKI? Bergantung Pondokgede yang mana dulu. Kalau pasar dan mal/plaza ya dekat, karena tak jauh dari Kali Sunter pembatas wilayah dengan Lubangbuaya, DKI.

Tentang mal/plasa, ini dulu juga membingungkan. Nama resmi properti Puskopau TNI-AU (berkongsi dengan swasta) itu adalah Pondok Gede Asri. Nama ini sempat terpampang di gerbang kompleks niaga — tapi kurang dikenal. Kata “plaza” dan “mal(l)” lebih popular. Lho, kok bisa dua versi? Cari saja di Google: “mal(l)” dan “plaza” sama-sama eksis. :D

Lantas mana yang benar, “Pondokgede” atau “Pondok Gede”? Keduanya benar. :) Untuk penulisan sepihak, saya mengikuti pedoman penulisan nama geografis: Pondokgede. Misalnya untuk posting di blog dan penulisan alamat rumah. Untuk kepentingan menghormati nama, ya saya ikuti si empunya nama, misalnya Pondok Gede Asri tadi (“pondok” dan “gede” dipisah).

Bonus:
+ Djoko van Pondokgede [1]
+ Antara Bekasi dan DKI [2]
+ Pilkada di Pinggir Kali [3]
+ Cerita Orang Perbatasan [4]
+ Pribumi Bekasi dan Pendatang [5]


Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com

URL to article: http://bloggerbekasi.com/2009/10/14/pondokgede-yang-membingungkan.html

URLs in this post:

[1] Djoko van Pondokgede: http://label.blogombal.org/2007/03/05/djoko-van-pondokgede/

[2] Antara Bekasi dan DKI: http://memo.blogombal.org/2009/08/04/antara-dki-dan-bekasi/

[3] Pilkada di Pinggir Kali: http://blogombal.org/2008/01/27/memilih-pemimpin-di-pinggir-kali/

[4] Cerita Orang Perbatasan: http://blogombal.org/2008/01/22/orang-pinggiran-di-perbatasan/

[5] Pribumi Bekasi dan Pendatang: http://blogombal.org/2007/10/18/pribumi-dan-pendatang-di-bekasi/

Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.