- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -
Bahasa Bekasi ?
Posted By Masim Vavai Sugianto On October 16, 2009 @ 2:24 AM In Artikel,Bekasi-Ku,Sosial-Budaya | 32 Comments
Kata orang, bahasa Bekasi aseli itu norak abiez, padahal setiap bahasa lokal memang selalu dianggap norse (Norak sekali). Coba saja kalau kita berkunjung ke suatu daerah, biasanya hal-hal yang sifatnya lokal dianggap kurang keren.
Apakah bahasa Bekasi (Betawi ?) kurang keren mengingat logat dan intonasi orang Bekasi yang menggebu-gebu ? Rasanya tidak juga. Bahasa Bekasi malah kaya dengan berbagai variasi kata. Berikut adalah contoh variasi bahasa Bekasi untuk Anjing :
Tuh kan, satu nama saja bisa banyak arti
Bagaimana dengan yang lain ? Ambil contoh ungkapan untuk kata “mengejar”, bisa berkembang menjadi : diudag-udag, dibledig-bledig, dioyok-oyok dan diuber-uber.
Kemudian ada kata sempal dan semplak. Keduanya untuk mengatakan kayu yang patah, hanya saja bedanya, sempal itu berarti dahan yang lepas (Tidak patah. Dahan pohon tersebut lepas dari batang) sedangkan semplak berarti dahannya patah.
Ada lagi kata Tublek. Arti tepatnya agak susah dideskripsikan. Tublek tidak sama dengan Tumpah. Kalau tumpah biasanya lebih berasosiasi pada air, kalau tublek lebih kepada benda padat. Intinya memang sama-sama jatuh. Contohnya : “Tukang warung itu lari sambil membawa nasi dibakul. Karena kakinya tersandung akar pohon Akasia, bakulnya Tublek hingga nasinya menjadi kotor.”
Kalau dikoleksi, istilah yang digunakan untuk bahasa Bekasi ini cukup banyak. Ada kiping untuk menyebut roda, lempeng untuk menyebut lurus, kepret untuk menyebut tampar (tapi dengan punggung tangan) dan lain-lain.
Sebenarnya bahasa Bekasi sendiri tidak berdiri sendiri karena sebagian besar merupakan bahasa serapan. Banyak istilah yang digunakan dalam kata Bekasi merupakan serapan dari bahasa Jawa dan Sunda. Contohnya : “Itu bocah cakep emen” yang artinya itu anak cakep amat.
Update 1, 2009-10-10, 01:00 :
Ini beberapa kosakata yang umum dalam percakapan di Bekasi :
Motto : Bersatu kita rempug, bercerai kita murag, huehuehue… Forum Betawi Rempug = Forum Persatuan (Orang) Betawi.
Beberapa tambahan bisa dibaca pada bagian komentar.
Istilah-Istilah Relasi Persaudaraan
BTW, ada sesuatu yang perlu diketahui soal kata gua (guwah) yang merujuk pada diri sendiri. Umumnya kata ini hanya digunakan untuk lawan bicara yang selevel atau lebih rendah, misalnya teman sebaya atau orang tua pada anaknya. Hampir tidak pernah digunakan oleh yang lebih rendah ke level yang lebih tinggi, misalnya dari anak ke orang tua. Umumnya untuk menghormati lawan bicara digunakan kalimat bahasa Indonesia : saya.
Nggak mungkin saya bicara dengan orang tua saya seperti ini : “Nyak/Baba, gua kaga punya duit, jual tanah ge, itu yang deket empang segaretan pan bisa dilego”. Bisa-bisa uang nggak didapat, golok malah bicara, hehehe… Makanya saya kaget banget waktu isteri saya yang notabene orang Jawa (Salatiga+Brebes) malah bicara elu-gua ke orang tuanya. Pikir saya, ini isteri kok nggak sopan banget. Ternyata bagi isteri saya, elu-gua ke orang tua malah menunjukkan keakraban diantara mereka…
Kalau mau coba memahami bahasa Bekasi demikian adanya, coba baca artikel ini : “Bekasih Begaya (1)
ertarungan Kampung Buwek Vs. Kampung Selang” [2] atau sekali-kali datang ke Pasar Tambun atau Pasar Induk Cibitung
Catatan : Ilustrasi foto diambil dari sini : “Ngonthel di Djokdja” [3]
Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com
URL to article: http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bahasa-bekasi.html
URLs in this post:
[1] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/jawara.jpg
[2] Image: http://bloggerbekasi.com/2009/10/07/bekasih-begaya-1-pertarungan-kampung-buwek-vs-kampung-selang.html
[3] “Ngonthel di Djokdja”: http://bponthel.wordpress.com/2008/12/04/ngonthel-di-djokdja/
[4] Image: http://bloggerbekasi.com../2009/10/07/bekasih-begaya-1-pertarungan-kampung-buwek-vs-kampung-selang.html
Click here to print.
Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.