Minggu tanggal 27 Desember 2009 kemarin, Tempo Interaktif membuat berita mengenai rencana Pemerintah Bekasi yang akan memberlakukan Sistem Shift Angkutan Umum. Memang, permasalahan transportasi di Bekasi ini sangat komplit. Angkot yang berhenti tidak menggunakan lampu sen, berhenti di persimpangan jalan, nge-tem di mulut Pintu Keluar Tol, dll.
Ditambah, menurut Dinas Perhubungan, 10 unit angkutan umum yang melintas di satu trayek hanya mendapat 10 penumpang setiap jamnya. Artinya satu angkutan umum rata-rata mendapat penumpang 1 orang aja setiap jamnya. Nah, dengan angka ini, makin seringlag Angkot-angkot menunggu penumpang di tempat-tempat yang tidak seharusnya mereka berhenti lama bak sebuah terminal.
Ide yang diluncurkan oleh Pemerintah Bekasi ini sangat perlu segera di jalankan. Menurut data Perbuhungan, jumlah keseluruhan angkutan umum adalah sekitar 3.300 unit yang melintasi 13 trayek dalam kota. Jarak tempuh trayek angutan umum ini hingga puluhan kilometer, sehingga makin banyaknya angkot, makin memperkecil pendapatan sopir. Plus, disetiap persimpangan sudah banyak Ojek yang menanti dan siap bersaing dengan Angkutan Umum..
Kita lihat saja.. semoga di tahun mendatang, moda transportasi di Bekasi ini akan lebih teratur dan program Shift yang akan berlakukan, bisa menjadi sebauh langkah konkrit yang akan mengatasi permasalahan transportasi di Bekasi.
Menurut rencananya, Angkutan umum akan diberikan sebuah striker. Nomor urut 1-10 akan beroperasi hari ini, sedangkan nomor urut 11-20 akan beroperasi besok. Apakah hal ini akan membawa angin segar bagi sopir? Kita lihat saja penerapannya.
- Atasi macet bekasi terapkan shift angkot [1]
- Trayek angkot bekasi rawan konflik [2]
=====
Daeng M Rum
Owner http://repege.com [3] (percetakan Online)
Tinggal di Rawalumbu
=====