<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bicaralah Warga Bekasi</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 02:10:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kahar S. Cahyono</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3362</link>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3362</guid>
		<description>@komarudin ibnu mikam, Mas Komarudin. Komentar anda mengingatkan saya pada pernyataan Bambang Trim, seorang penulis. Di Indonesia, tipe karyawan yang paling besar jumlahnya adalah karyawan zombie yang bekerja seperti mayat hidup--cukup dikasih makan dan pekerjaan rutin. Karyawan zombie selalu nyaman dengan zona nyaman: status, rutinitas kerja, dan gaji yang kadang-kadang sepadan dengan pendidikan mereka. Yang penting ada status bekerja, masuk pukul 8.00 dan pulang pukul 16.00, tugas-tugas biasa dengan tingkat kesulitan rata-rata, lalu gaji dengan angka tertentu yang nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun tapi pasti diterima setiap tanggal 1. 

Kalau kejadiannya banyak seperti ini, memang pantas semua orang di Indonesia ini dilarang menjadi karyawan (atau dalam bahasan anda, &quot;Kita harus provokasi diri kita untuk berhenti jadi buruh&quot;, kecuali mereka yang sengaja ditumbalkan menjadi zombie. Orang-orang yang tidak punya lagi hasrat untuk maju dan selalu merasa &#039;miskin&#039; atau paling parah &#039;bangga dengan kemiskinannya&#039;. Satu-satunya jalan mengejar kekayaan bagi orang-orang seperti ini adalah dengan korupsi: uang atau waktu atau asset perusahaan. Mereka memang bermental &#039;mengejar kekayaan&#039;, bukan &#039;memperjuangkan kekayaan&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@komarudin ibnu mikam, Mas Komarudin. Komentar anda mengingatkan saya pada pernyataan Bambang Trim, seorang penulis. Di Indonesia, tipe karyawan yang paling besar jumlahnya adalah karyawan zombie yang bekerja seperti mayat hidup&#8211;cukup dikasih makan dan pekerjaan rutin. Karyawan zombie selalu nyaman dengan zona nyaman: status, rutinitas kerja, dan gaji yang kadang-kadang sepadan dengan pendidikan mereka. Yang penting ada status bekerja, masuk pukul 8.00 dan pulang pukul 16.00, tugas-tugas biasa dengan tingkat kesulitan rata-rata, lalu gaji dengan angka tertentu yang nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun tapi pasti diterima setiap tanggal 1. </p>
<p>Kalau kejadiannya banyak seperti ini, memang pantas semua orang di Indonesia ini dilarang menjadi karyawan (atau dalam bahasan anda, &#8220;Kita harus provokasi diri kita untuk berhenti jadi buruh&#8221;, kecuali mereka yang sengaja ditumbalkan menjadi zombie. Orang-orang yang tidak punya lagi hasrat untuk maju dan selalu merasa &#8216;miskin&#8217; atau paling parah &#8216;bangga dengan kemiskinannya&#8217;. Satu-satunya jalan mengejar kekayaan bagi orang-orang seperti ini adalah dengan korupsi: uang atau waktu atau asset perusahaan. Mereka memang bermental &#8216;mengejar kekayaan&#8217;, bukan &#8216;memperjuangkan kekayaan&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: komarudin ibnu mikam</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3360</link>
		<dc:creator>komarudin ibnu mikam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3360</guid>
		<description>saya pikir, perlunya meng-install mind set bahwa menjadi buruh itu adalah penderitaan tak bertepi. Bertahun-tahun saya menjalani. Kita dijebak jadi bagian dari sekrup kapitalis. Tapi, mau lumpat kagak nyampe-nyampe.  Jadi.....kita harus  provokasi diri sendiri untuk berhenti jadi buruh........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pikir, perlunya meng-install mind set bahwa menjadi buruh itu adalah penderitaan tak bertepi. Bertahun-tahun saya menjalani. Kita dijebak jadi bagian dari sekrup kapitalis. Tapi, mau lumpat kagak nyampe-nyampe.  Jadi&#8230;..kita harus  provokasi diri sendiri untuk berhenti jadi buruh&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kahar S. Cahyono</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3359</link>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:33:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3359</guid>
		<description>@catila, Tulisan memang mampu menggerakkan, namun masih banyak yang kurang menyadari peran ini. BeBlog, salah satunya, semoga menjadi media untuk akselerasi (percepatan) cinta baca bagi masyarakat Bekasi pada khususnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@catila, Tulisan memang mampu menggerakkan, namun masih banyak yang kurang menyadari peran ini. BeBlog, salah satunya, semoga menjadi media untuk akselerasi (percepatan) cinta baca bagi masyarakat Bekasi pada khususnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kahar S. Cahyono</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3358</link>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:31:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3358</guid>
		<description>@mharunalrasyid, Banyak masyarakat yang hari ini dalam kondisi apatis dan putus asa. Mereka harus diajak bicara. Mereka harus diberi pencerahan, bahwa perubahan hanya mungkin diwujudkan bila ada partisipasi bagi masyarakat dalam pembangunan. &quot;Bicaralah Warga Bekasi,&quot; adalah seruan, sekaligus ajakan bagi segenap element masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Sekecil apapun perannya. Siapapun di adanya.

Salam kenal;
Kahar S. Cahyono</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mharunalrasyid, Banyak masyarakat yang hari ini dalam kondisi apatis dan putus asa. Mereka harus diajak bicara. Mereka harus diberi pencerahan, bahwa perubahan hanya mungkin diwujudkan bila ada partisipasi bagi masyarakat dalam pembangunan. &#8220;Bicaralah Warga Bekasi,&#8221; adalah seruan, sekaligus ajakan bagi segenap element masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Sekecil apapun perannya. Siapapun di adanya.</p>
<p>Salam kenal;<br />
Kahar S. Cahyono</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mharunalrasyid</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3357</link>
		<dc:creator>mharunalrasyid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:42:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3357</guid>
		<description>tulisan yang sangat menarik dan inspiratif...mudah-mudahan menjadi bahan bagi kita semua, baik rakyat maupun pemerintahnya. Bersuara lah rakyat Bekasi....kalimat yang mengguggah semangat sebagai warga Bekasi.

terima kasih mas tulisannya sangat bagus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yang sangat menarik dan inspiratif&#8230;mudah-mudahan menjadi bahan bagi kita semua, baik rakyat maupun pemerintahnya. Bersuara lah rakyat Bekasi&#8230;.kalimat yang mengguggah semangat sebagai warga Bekasi.</p>
<p>terima kasih mas tulisannya sangat bagus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kahar S. Cahyono</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3353</link>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 00:26:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3353</guid>
		<description>Terima kasih kawanku Catila. Komentar anda telah memberi nilai lebih dalam artikel ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih kawanku Catila. Komentar anda telah memberi nilai lebih dalam artikel ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: catila</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/01/bicaralah-warga-bekasi.html/comment-page-1#comment-3352</link>
		<dc:creator>catila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 00:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3968#comment-3352</guid>
		<description>Bener Bang,, sejarah perjuangan mana-pun pasti menyertakan penulis-penulis yg membuka wawasan baru dan lbh sensitif sm lingkungannya. Kayak essay-nya Thomas Pain yg  ngebuat koloni Amerika sadar kalau dirinya dijajah sama Inggris, juga tulisan2nya Bung karno, Hatta dan Syahrir, Voltaire, Mahfouz, dimanapun tanpa terkecuali..
mdh2an kita smua gk apatis dan jadi &quot;tuna kuasa&quot; itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener Bang,, sejarah perjuangan mana-pun pasti menyertakan penulis-penulis yg membuka wawasan baru dan lbh sensitif sm lingkungannya. Kayak essay-nya Thomas Pain yg  ngebuat koloni Amerika sadar kalau dirinya dijajah sama Inggris, juga tulisan2nya Bung karno, Hatta dan Syahrir, Voltaire, Mahfouz, dimanapun tanpa terkecuali..<br />
mdh2an kita smua gk apatis dan jadi &#8220;tuna kuasa&#8221; itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

