- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -
Sinetron yang tak kunjung berakhir
Posted By eko sutrisno hp On April 13, 2010 @ 10:03 PM In Artikel,Politik-Hukum | 7 Comments
“Hahaha… makin seru nih mas”, tergelak Khalid melihat tayangan di TV yang mengisahkan seorang petinggi yang sedang dipaksa untuk pergi ke suatu tempat, padahal dia ingin pergi ke tempat lain.
“Bang Khalid memang mendukung yang ditangkap atau yang menangkap?”, sergah Ridwan ketika terlihat Udin malas menjawab pernyataan Khalid.
“Ini baru seru. Seorang Jendral berbintang banyak harus digelandang oleh mantan anak buahnya yang tak punya bintang di bajunya”
“Pertanyaanku bang, mana yang Abang dukung? Yang nangkap atau yang ditangkap?”, Ridwan makin deras menyerang Khalid.
“Hahaha…jelas aku mendukung Sang Jendral donk!”
“Emang sang jendral itu pahlawan? Bukannya dia juga tidak jelas hitam putihnya?”
“Jangan suka berpikir masa lalu mas. Lihat saja usaha yang dia lakukan untuk membuka tabir korupsi di negeri ini. Hanya dia yang berani berbuat seperti ini”
“Ah itu sih malah justru menepuk air di dulang terpercik ke muka sendiri Bang”
“Lho, mas Ridwan. Coba bayangkan apa yang terjadi bila semua orang loyal terhadap korpsnya dan membiarkan korupsi meraja lela di korpsnya karena dia menjaga jangan sampai aib di korpsnya keluar dan menjadi santapan empuk para wartawan dan juga para blogger politikana”, Khalidpun makin berapi-api kalau ada yang mendebatnya.
“Sang Jendral itu mungkin dulu punya masalah, tapi lihat tindakannya sekarang. Dia berani justru di saat harusnya dia tidak berani”, Khalid terus nyerocos tanpa membari kesempatan Ridwan menahan laju pembicaraannya.
“Gak terbalik bang? Bukannya sebaiknya dilakukan saat dia masih pegang banyak kekuasaan bukan di saat dia sudah lemah seperti saat ini?”
“Jangan salah sangka mas. Dia tidak lemah, dia didukung oleh hampir sebagian besar para fisbuker”
“Memang ada yang mendukung dia di fisbuk?”
“Wow…banyak mas. Ribuan orang menyuarakan dukungannya terhadap Sang Jendral agar terus istiqomah membuka borok korupsi di korpsnya”
“Aku kok lebih suka nonton bola. Liga champion lumayan seru nih. Messi sudah mencetak banyak sekali gol di ajang ini”
“Mas Ridwan. Coba aku mau nanya. Masih adakah rasa nasionalisme di dada mas Ridwan?”
“Ya masih donk. Aku selalu bernyanyi Garuda di dadaku sambil mengepalkan tinju di depan dada. Bang Khalid belum pernah sih merinding ketika menyanyikan lagu-lagu saat nonton pertandingan bola Indonesia melawan para tamu”
“Lalu dimana rasa nasionalismemu itu mas Ridwan. Apa tidak tergetar hatimu saat melihat ada yang ingin membuat Indonesia ini menjadi lebih baik malah akhirnya ditangkap oleh oknum-oknum yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Coba tolong jelaskan mas ”
“……”
“Coba baca salah satu status di fsibuk ini mas.”
“…..”
“…Saya rasa pada akhirnya masyarakat tidak akan mempermasalahkan apakah Pak Jendral pernah terlibat korupsi, melainkan tetap mengharapkan agar perjuangan Pak Jendral tidak mengendur. Akan bertambah banyak yang bersimpati dan berharap Pak Jendral menjadi Kapolri yang akan datang. Semoga saja….
“….”
“Nah..menurutku begitulah kira-kira akhir dari sinetron ini [1]. Pak Jenderal akhirnya akan bebas juga. Dukungan kita ini nantinya akan dipakai agar pak Jendral tidak lupa tentang beberapa hari yang penuh dengan ketegangan ini”
Saat Khalid dan Ridwan terus beradu pendapat, Mas Din berdiri dari tempat duduknya dan perlahan ngeloyor keluar kantin.
“Mas Din mau kemana? Kan belum tuntas pembicaraan kita ini?”, Khalid mencoba menghentikan langkah mas Din.
“Lanjut saja bang. Aku mau ke ruang satpam dulu. Mau nonton rekaman bola beberapa hari lalu”, mas Din menolak ajakan Khalid untuk menyelesaikan masalah pak Jendral yang makin seru ditayangkan di TiVi.
“Aku takut terbunuh nafsu makanku gara-gara berita ini. Aku makan dulu Bang”, Ridwan bergeser duduk dan mulai mengambil makan siangnya.
Khalidpun meneruskan kegiatannya, menonton berita tentang hiruk pikuk politik negeri tercinta ini.
+++
dimuat juga di blogdetik [3]
Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com
URL to article: http://bloggerbekasi.com/2010/04/13/sinetron-yang-tak-kunjung-berakhir.html
URLs in this post:
[1] sinetron ini: http://ekoshp.com/2009/11/sinteron-baru-polri-vs-kpk/
[2] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/04/susno-melawan1.jpg
[3] blogdetik: http://eshape.blogdetik.com/2010/04/13/sinetron-polri-yang-tanpa-akhir/
[4] Penulis: http://ekoshp.com/
[5] Blogger Cikarang: http://bloggercikarang.com/
[6] "Kehangatan Blog Eshape": http://eshape.wordpress.com/
[7] Bisnis Kuliner Nasi Goreng: http://nasigorengmewah.wordpress.com/
[8] Mie Ayam SEHATI: http://miesehati.com/
[9] Eko Eshape: http://eshape.blogspot.com/
Click here to print.
Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.