10 Things I Thank for in 2009

Me Against The World
Plurk. Untuk teman-teman yang setiap hari bertegur sapa di salah satu mikroblog populer ini tidak usah ditanya bagaimana sayangnya saia sama mahluk satu ini. Meski Facebook ikut-ikutan membuat stream realtime, Twitter tiba-tiba menjadi tren mikroblog baru, Plurk masih menjadi pilihan utama social media saia. Singkat cerita, kalau mau cari saia tinggal tengok akun plurk saia. It’s open, single, and available :-P


deBlogger. Banyak cerita tentang komunitas satu ini. Sedih, tawa, kesal, gembira pernah saia rasakan di dalamnya. Masih banyak mimpi yang diawangkan, harapan yang digadangkan, dan doa yang dipanjatkan, semoga waktu yang tersisa bisa dimaksimalkan untuk berkontribusi di komunitas tercinta ini.


dhodie.com. Bertanggal lahir sama dengan ulang tahun saia, domain pribadi ini menjadi internet log saia bercerita tentang blog dan komunitas, buku dan film, atau hidup dan perjalanan. Biasanya tulisan di blog dibuat dengan passion yang lebih besar karena saia ingin apa yang anda lihat di blog, menggambarkan siapa saia seutuhnya memandang dunia.


Status Tetap. Akhirnya bisa menjadi karyawan tetap setelah dua tahun berstatus kontrak, alhamdulillah. Agak complicated sebenarnya karena bersamaan dengan itu harus kehilangan beberapa teman kerja yang diputus kontraknya atas nama efisiensi perusahaan. But that’s a life. All you have to do is just giving your best performance at work, all paid forward!


Keluarga. Setelah beberapa tahun belakangan orang tua tinggal dengan adik pertama saia, tahun ini ayah mendapat tawaran dari mahasiswa setempat untuk menjalankan usaha warung makan di dekat kampus Unpad, Jatinangor. It’s a bless to see smile in their faces again, luv you!.

Perjalanan. Salah satu efek positif Plurk yaitu mendapatkan teman perjalanan yang mengasyikkan untuk mengenal daerah-daerah indah Indonesia. Tahun ini saia berhasil merasakan dinginnya Dataran Tinggi Dieng, indahnya Pantai Santolo, dan serunya Curug Cilember. Bagaimana tahun depan? Gonna be farther, wilder, and more memorable trips.

Be-Blog. Komunitas blogger kedua setelah deBlogger yang saia geluti atas pertimbangan kota inilah yang membentuk karakter remaja saia. Banyak pelajaran yang saia ambil di dalamnya, tentang kehidupan, persahabatan, atau pengembangan kegiatan ngeblog itu sendiri. The reason I join them is to contribute back to my old city as a sincere thank you.

Canon G11. Salah satu gadget yang sangat saia sayang akhir-akhir ini. Sebenarnya sejak dulu ingin memiliki kamera tetapi baru tergerak untuk tos-tosan membelinya tiga bulan yang lalu. Dan ketika akhirnya bisa memotret beberapa foto perjalanan yang lumayan bagus, saia tau alasan kenapa saia mencintai fotografi. Karena cinta tidak perlu berkata-kata bukan? (LOL)

Persahabatan. This one is the best part. I’ve met, socialized, and made some friendships with bunch of awesome people. Let me tell you their backgrounds: engineer, IT professional, web programmer, secretary, journalist, activist, UN employee, entrepreneur, social worker, teacher, public servant, designer, writer, full time blogger, and unemployment yet inspirer. I’m so lucky to know you, friends!

So 2009 is The Best Year in My Life. Hugely Blessed!

Postingan ini dapat dilihat sumber aslinya di SINI. Mari berkunjung! :mrgreen:

Picture taken by Aci.

Hitam Putih Sang Pemimpi

Arai Remaja

Putih:

  1. Riri Riza bisa memenuhi ekspektasi  penggemar buku Sang Pemimpi di mana hampir semua momen-momen penting di dalam buku tervisualisasikan dengan baik.
  2. Peran Arai dimainkan dengan baik oleh Rendi Ahmad. Pancaran matanya kuat, bandel, dan tangguh mengarungi hidup. Saia paling tersentuh dan terpengaruh dengan adegan ia mengingatkan Ikal untuk tak berhenti bermimpi di atas batu besar Pantai Belitong. (momen terbaik versi saia)
  3. Penambahan adegan bagaimana pertama kalinya Ikal, Arai, dan Jimbron bertemu menjadikan film ini memiliki benang merah yang baik dengan film Laskar Pelangi, tidak seperti bukunya.
  4. Pesona Belitong dengan lanskap dan pantai yang indah masih membuat penonton terperangah setiap kali ditampilkan sebagai latar film.
  5. Penggunaan idola lokal, Bang Aji, ditampilkan secara apik sehingga penonton kita tidak merasa malu dengan musik dangdut.
  6. Meski mendapat peran yang sedikit, Rieke Dyah Pitaloka sangat membantu film ini dalam peran Ibu Ikal.
  7. Penggambaran budaya Melayu, Tionghoa, dan Jawa yang bisa masuk tanpa gesekan di kehidupan masyarakat Belitong mengingatkan kita akan besarnya Bangsa Indonesia.
  8. Film yang sangat baik untuk menggambarkan perjuangan anak-anak daerah mengejar mimpi-mimpi mereka di pulau Jawa. Banyak teman-teman saia yang merasakan gambaran mereka dalam peran Arai dan Ikal.

Arai Dewasa

Hitam:

  1. Menggambarkan semua isi buku tepat seperti apa yang diharapkan dalam film menjadikan film ini tidak memiliki nilai lebih dibanding bukunya. Berbeda dengan film sebelumnya, Laskar Pelangi.
  2. Adegan-adegan penuh haru terekam kurang nendang seperti ketika Nurmi memainkan biola untuk Arai dan Ikal, Pak Mastur yang menasihati Ikal tentang kebanggaan ayahnya kepadanya, dan yang paling saya harapkan ketika Ikal mengejar ayahnya. Saia yang banjir air mata ketika membaca bukunya, hanya geregetan karena mestinya Riri bisa lebih dramatis lagi membuatnya.
  3. Peran Ikal remaja yang dilakoni Vikri Setiawan kurang mampu mengeksplorasi kehidupan prihatin yang dialami Ikal di Manggar. Pun perawakannya yang tinggi besar terasa agak mengganggu jika dihubungkan dengan perawakan Zulfani (Ikal kecil), Lukman Sardi (Ikal dewasa), ataupun Andrea Hirata sendiri yang kesemuanya bertubuh kecil dan terlihat agak ringkih.
  4. Ekspektasi melihat seorang Nazril Irham membawakan Arai dewasa sayangnya masih overshadowed by his role as Ariel Peterpan. Saia masih melihat gaya panggung seorang Ariel ketika melihatnya membawakan peran Arai. Sangat disayangkan.
  5. Beberapa adegan di buku yang memerlukan perjuangan panjang untuk mencapai keberhasilan, seperti mereka yang akhirnya mampu nonton bioskop, Arai yang berkali-kali memetik gitar guna mendapatkan sang pujaan, dikemas secara datar. Sekali coba dan langsung berhasil!.. Oh no!
  6. Beberapa konflik yang tercipta (Pak Balia dengan Pak Mustar, Pak Balia yang kehilangan murid kesayangannya) dirasa tidak mencapai klimaks seperti yang diharapkan penonton yang ingin terbawa ke dalamnya.
  7. Lagu-lagu yang masuk secara manis dan pas di Laskar Pelangi (Sahabat Kecil-Ipang, Tak Perlu ke Ujung Dunia-Gita Gutawa, Laskar Pelangi-Nidji) tidak saia dapatkan di film ini. Padahal seharusnya lagu yang dibawakan Gigi atau Ungu lumayan dapat masuk ke scene film.
  8. Secara keseluruhan film Sang Pemimpi memang tidak menawarkan konflik yang lebih intens dibanding Laskar Pelangi, sehingga kesan datar saia rasakan setelah selesai menontonnya.

Biar bagaimana pun, film ini tetap film yang baik, melawan mainstream film horor konyol atau film seksi tidak jelas. Semoga sekuel berikutnya, Edensor, Riri bisa menjawab kekecewaan saia. Maju terus, Ri!

Selamat menonton!

Testimoni Blogger di Acara Blogshop Kompasiana

Suara Be-blog

Sebuah komunitas blogger merupakan sebuah keluarga besar di mana masing-masing blogger memiliki kesempatan untuk menyuarakan apa yang menjadi keinginannya guna kebermanfaatan komunitas ini ke depannya.

Untuk itu pula lah, panitia acara Blogshop Kompasiana yang diadakan be-Blog di STMIK Bani Saleh mengadakan acara pengisian survei dan testimoni mengenai acara blogshop yang diadakan. Berikut ini adalah testimoni-testimoni yang berhasil dirangkum mengenai acara Blogshop:

Saya merasa acara ini tell me banget … (Abdul Rohim)

Mantap dah (Abdul)

Semoga hal ini, dapat menjadikan manfaat bagi para calon-calon beblog dan terus berkembang bersama dengan ikatan persaudaraan yang terus berlanjut. (Ade Kurniawan)

Baru kenal aja dah merasa kayak teman banget…. (Alif Fauzi)

Pekerjaan sebagai blogger…Okey loh! (Anindita Basuki)

Saya bisa jadi tahu penggunaan blog wordpress. ternyata blog ini lebih mudah dari pada blogspot (Arbi Annaapi Kamil)

Semula tidak tertarik sama sekali untuk bikin blog. Gara gara punya temen di facebook yang invite untuk ikutan acara ini, jadi daftar deh. Setelah ikutan jadi tahu bahwa sebenarnya menulis tak terlalu sulit. Dengan menulis kita bisa eksis. Saya menulis maka saya ada…… kata kata ini bener bener menjadi inspirasi bagi saya. dan yang paling menyenangkan di interview nih sama crew TPI (Budi Setyowati)

Tau teknik menulis cepat (Dahli Ahmad)

Acara ini merupakan titik awal untuk berbisnis lewat internet, memperkenalkan diri kepada semua orang, sehingga akan dapat menambah jumlah teman dan konsumen dalam berbisnis, disamping berbisnis secara konvensional (Fauzi Zarkasih)

Dapat menambah wawasan tentang menulis blog dengan baik, cepat, dan bermanfaat (Gadys Widya Pradana)

Banyak sekali nilai tambahnya, diantaranya saya dapat mengetahui perbedaan blog berbayar dan blog gratis. Serta saya dapat mengetahui wartawan dan penulis yang sebelumnya saya belum tahu (Giyat Yunianto)

Saya bisa tahu maksud pembuatan blog… dan mengerti bagaimana teknik membuat tulisan di blog (Hendra Setiawan)

Akhirnya gw punya wordpress juga…..blogshopnya mantab banged dah, TEOPE, buat smua panitia n kru krunya, nah ntar tinggal gw belajar ngedit-ngedit, dan nambahin isinya dah, moga-moga aja bisa bermanfaat bwt gw (Ihsan Alamin)

Bagus, karena menambah pengetahuan pemula dan memotivasi bagi peserta bahwa dengan jadi blogger dapat memberikan pengetahuan bagi orang banyak (Jentot Triwiyanto)

Alhamdulillah dengan acara blogshop ini sangat bermanfaat bagi saya. Untuk menambah semangat saya untuk membuat Blog. Point plusnya ada praktek. sehingga antara praktek dan teori balance (Lia Kristianty)

Jujur saja, saya amat sangat tertarik untuk blogshop ini karena saya sedang memulai bisnis MLM dengan sistem online.. Jadi ini bisa jadi kick back saya untuk bisa lebih eksis dan memajukan bisnis saya (Lini W. Efrico)

Sebagai pemula sangat berguna dan menambah wawasan saya tentang ngeblog ini (Muchrodji)

Be Better Than Before (Muhamad Tohirudin)

Tambah ilmu, acaranya bagus tapi waktunya terbatas jadi kurang ilmunya (Muhammad Safeni)

Semakin semangat buat nulis karena saya akui bahwa kemampuan nulis saya bisa dibilang kurang (Mukhtaruddin)

Sekarang saya ingin mempunyai blog sendiri, Hebat !!!! (N. M. Ferlansyah)

Menambah pengetahuan tentang dunia blog dan jurnalistik. Semoga dengan adanya kegiatan bisa memberi pencerahan kepada masyarakat bekasi untuk lebih memaksimalkan fasilitas Blog untuk segala hal dari bagi-bagi pengalaman pribadi hingga mempromosikan produk kita di dunia maya bukan hanya facebook (Ndaru Ruseno)

Menambah wawasan mengenai dunia blog dan menambah jejaring dengan masuk komunitas Beblog, saya merasa puas di acara ini (Novia Mofied)

Mampu bekerjasama dengan kanal populer , Kompasiana dan salah satu panitia bersedia menjemput saya dari halte bis (Novy Setiyarso)

Setelah mengikuti acara blogshop ini saya mempunyai blog pribadi yang akan saya kembangkan dan diisi terus (Oder Hasan Purba)

Semuanya seru (Rr Nur Assifaa)

Luar biasa Sekali, semoga lebih maju kita semua.. hidup bloger bekasi (Rudi)

Mengetahui mekanisme pembuatan blog untuk pemula dan untuk tahapan yang lebih lanjut (Sari Pujiati)

Saya merasa kegiatan Be-Blog amat bermanfaat, selain bisa kopi darat dengan pengurus be-blog juga bisa menambah kemampuan menulis cepat dan berkualitas (Sirojudin Mursan)

Terima kasih atas partisipasinya, kawan-kawan blogger. Kita ketemu di acara-acara be-BLOG selanjutnya!

Keep fight!

Dodi Mulyana

Survey Blogshop Be-Blog


Survey Blogshop Kompasiana

Informasi Peserta Blogshop Kompasiana














Bagian ini adalah bagian dari kegiatan Blogshop Kompasiana














Bagian ini adalah penilaian anda tentang Portal Bloggerbekasi.com
















Bukber Be Blog 2009: Bersahabat dan Tak Terduga

2009-09-12 (beblog-bukber) (16)Rangkaian buka puasa bersama saya dengan komunitas online pun akhirnya berakhir di Bekasi Cyber Park (BCP), Sabtu 12 September kemarin. Bersama dengan 30-an Blogger Bekasi, kami pun memadukan buka puasa dengan silaturahim yang akrab dan keren. Keren karena ada saya pastinya *dipentung*

Datang ke acara sebenarnya telat dari yang direncanakan, baru jam 5 sampai di Stasiun Bekasi padahal acaranya sendiri jam 4. Tapi oke lah, pasti mereka ngerti kalo Depok itu jauuuuuuhhh banget *lebay*. Kontak Mba Ajeng ketika sampai, eeee malahan saya duluan yang sampe sana. Selidik punya selidik ternyata doi bawa motor *weleh-weleh*

Continue reading Bukber Be Blog 2009: Bersahabat dan Tak Terduga

Dhodie ikut berhuru-hara!

Dodi di Sikidang

Assalamu’alaikum dan Selamat Pagi,

Perkenalkan nama saya: Dodi Mulyana, di dunia maya biasanya menggunakan ID: dhodie.  Alasan mengapa ingin gabung dengan komunitas ini karena ingin berbagi cerita dan memberikan sesuatu (meski kecil) untuk kota Bekasi. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain? (hmmm efek ramadhan kali ini rasanya mujarab hihihi).

Saat ini di ranah blogging, saya menjadi Ketua Komunitas Blogger Depok (deBlogger) dan menjadi anggota Blogger Garut. Dengan memasukkan Bekasi ke dalam lingkaran dunia blogging saya, maka lengkaplah puzzle domisili saya (lahir di Garut, besar di Bekasi, dan berdomisili sekarang di Depok).

Continue reading Dhodie ikut berhuru-hara!