Guru : antara Dedikasi & Keinginan (Tot ICT)

Seru…walaupun badan pegel-pegel ga jelas. Tapi Alhamdulillah berada di rumah adalah satu nikmat yang ga bisa terbayar oleh keindahan di luar rumah sekalipun. tanggal 26-27 Desember kemaren, Blogger Bekasi bekerja sama dengan IGI dan Indosat mengadakan Workshop Blog untuk para Guru sebagai lanjutan dari workshop sebelumnya. Namun di workshop ketiga ini, acara diadakan di Indosat Center Jatiluhur-Purwakarta, dengan melibatkan sekitar 120 orang Guru se wilayah Bekasi.

Dalam Acara kali ini, kami (saya) khususnya pun sedikit lebih tenang, karena suasana alam di penginapan Indosat Center sangat indah, nikmat dan tenang. seaandainya kalau bawa keluarga, pasti bakalan lebih seru. *ngarep.

 

Selama 2 hari diadakannya acara ini, materi yang disuguhkan sangat bagus, karena kami menghadirkan pemateri yang handal. seperti ada Mas Agus Sampurno (juara Guraru Award 2011), lalu ada Dr. Sony Trilaksono dari Indosat, ada Pak Hasan Chabibie dari Pustekom, lalu ada Mba Ajeng dari Be blog, ada juga Mas Dedi Dwitagama (seorang trainer), lalu ada juga Mas Vavai, Uda Irfan dari be blog yang memberikan materi tentang wordpress dan domain berbayar. kesemua materi tersebut mampu memberikan sesuatu yang baru bagi para Guru, terang saja… semua itu dilihat dari banyaknya peserta yang silih berganti bertanya tentang materi-materi yang disampaikan. Rasa-rasanya 2 hari tetep masih kurang waktunya.

Saya salut sekali melihat antusiasme dari para Guru, apalagi ketika ada beberapa Guru yang membawa serta buah hatinya. rela sedikit kerepotan, namun semangatnya untuk belajar, tidak menyurutkan niatnya.¬† luarbiasa. Dan, dari apa yang saya perhatikan, saya lihat (mungkin) ada satu hal yang memang belom klop pada seorang Guru, antara tetap harus berdedikasi pada sekolah dan muridnya, namun mereka pun tak mau ketinggalan dunia online dan internet. keduanya sih ga ada masalah sih, maksutnya gini, ada beberapa guru yang memang kesulitan dalam mendapatkan ijin dari kepala sekolahnya dalam mengikuti acara-acara seperti ini, namun di sisi lain… ada hasrat baru yang mereka rasakan (terutama untuk tetap bisa update segala hal melalui internet). sehingga bisa saja, soal perijinan atau (yang katanya ga ada waktu), bisa menghambat proses pembelajaran ini. hal tersebut dilihat dari beberapa pertanyaan mengenai “bagaimana mengelola waktu untuk sebuah komitmen dalam menulis”. GARIS BAWAHI… (tidak ada kamus “tidak ada waktu dalam menulis”) atau dalam hal apapun. ini hanya soal time management dan mindset itu sendiri.

Saya berharap, para Guru belum merasa puas dengan materi-materi yang disampaikan kemarin, karena banyak sekali hal yang masih harus dipelajari terutama hal yang berkaitan dengan dunia maya. termasuk saya yang sama-sama masih belajar juga.

Alhamdulillah juga, kali ini saya bisa bantu panitia, apalagih kalau bukan ngemcih, ckckc semoga ga ada yang bilang saya MC preman, narsis atau lebay deh #NoMention

foto by Kak Sheed Bintang

Mencinta karena Ibu

“Ibu… Jika Kau minta baktiku saat ini, sungguh aku tak kan mampu membalas¬† semua pengorbananmu, jika pun harta ku seisi dunia, semua itu tak kan cukup untuk membalasanya. Hanya doa tulusku yang dapat kupanjatkan, agar senantiasa Engkau selalu dalam rahmat Allah Swt”

Hari ini, bertepatan dengan Hari Ibu, rasanya ga berlebihan juga jika kita mengangkat ini sebagai sebuah spirit kebersamaan dan sebagai moment bukti cinta dan kasih sayang kita kepada ibunda. tak perlu berkata ini berasal dari adat atau agama apa, namun.. adanya Ibu dalam kehidupan kita sungguh dapat menjadikan segalanya lebih indah.

Ibu, Sosok wanita yang aku kenal, pribadi tangguh yang dapat melakukan segala hal, bahkan meninggalkan apa yang menjadi kesenangannya. Ibu jua lah yang menngajarkanku banyak hal, Ibu jua yang mengenalkan rasa kasih padaku, bahkan Ibu pun megajarkanku bagaimana mencinta dengan tulus.

Ijinkan aku memelukmu dengan erat, biarkanlah aku bersandar kembali dalam pangkanmu, dan merasakan belaianmu. Sungguh aku ingin itu saat ini Ibu… aku rindu…

Wahai Dzat yang penuh cinta, lindungi Ibuku, jaga Ibuku, jangan biarkan kesusahan membalut hatinya, terima kasih karena Engkau telah menitipkan aku pada Ibuku. Berilah dia kekuatan. Tolong jangan ambil Ibuku sebelum aku sempat membahagiakannya. Aamiin

untuk Mama di Bandung, Peluk erat dan kecup sayang

Memantaskan diri secara sederhana

Judul di atas pernah saya buat status di BBM say, tiba-tiba sekarang pengen dijadikan judul postingan, walaupun saya sendiri belum tau isinya seperti apa. Yup, seperti biasa, biarkan coretan saya mengalir apa adanya aja deh yaa.

Sederhana, adalah kata yang bisa memberikan arti sangat mendalam buat saya. kenapa? karena dari sederhana itu biasanya akan memunculkan sesuatu yang tidak sederhana. kaitannya dengan diri kita, sederhana atau kesederhanaan tidak luput dari sifat kita, atau tampilan kita. namun tak jarang, ada juga yang mengartikan kesederhanaan itu bukanlah apa-apa. bebas, semua boleh berpendapat.

Jujur aja, saya selalu khawatir dengan setiap postingan atau gaya bahasa saya dalam berbicara. aselinya, saya ini termasuk yang “kadang” suka ceplas ceplos, niatan bercanda, kalau salah tempat bisa jadi lain penerimaannya. niatnya berbagi tentang sesuatu dalam tulisan, khawatirnya ada yang menganggap sombong. jujur beneran deh, saya paling takut dibilang sombong. aselinya lagi, “sombong is not my middle name” *lho… qiqiqiqi .”Ayank” is always my middle name, akur deh :P.

Dalam setiap pergaulan atau komunitas baru yang saya temui, biasanya saya lebih banyak pendiem … :P (masa sih) tapi kalau udah kenal, dijamin deh, saya bakal dirindukan.. tuh kaan, *lebay. ah semoga ga dianggap sombong ya). itu tadi, saya hanya ingin memantaskan diri saya secara sederhana. saya ingin dikenal dengan “Saya”. bukan dikenal sebagai :Siapa sih saya?” *(Semoga ga salah mindset nih).

segitu dulu deh coretan malam ini. hari sangat gelap, karena ruangan di kamar saya sedang mati lampu. dan bateri laptop tinggal sejengkal.

Semoga kita semua bisa memantaskan diri secara sederhana dengan prestasi yang tidak sederhana. aamiinn

Berenang Gratis di Pusat Kota Bekasi

Entah hal ini sudah diposting oleh seseorang atau belum, tapi jujur saja pemandangan inilah kali pertama saya melihatnya.

Saat itu Jumat 3 juni 2011, saya ada pertemuan dengan temen2 di seputar bekasi, di salah satu rumah makan yang cukup terkenal juga dengan iga penyetnya. ketika saya melewati jalanan dan memilih masuk ke dalam Mall Metropolitan, udara saat itu panas sekali, secara hampir pukul 12 siang disaat matahari terik2nya. pikir saya “kalau nyemplung ke kolam pastinya bakalan seger nih”

mungkin disebut terkejut… “IYA” tapi ga terperangah juga, ketika saya melewati jembatan sungai di pinggir mall MM (apa sih, sungai kalimalang yaa) heheheh, maklum bukan asli bekasi. dengan ketinggian air yang saya rasa cukup tinggi dan berbahaya, saya lihat beberapa anak lelaki justru asiknya saling melompat ke dalam sungai itu. saya cukup mengernyitkan alis, “whueee, berani juga tuh anak2 nyemplung ke kali yg pastinya dalem” dan jelas sekali mereka juga tanpa pakaian sehelaipun, hihihihih “dasar anak2″

Setelah kekagetan saya mereda, ada pelajaran yg saya ambil dari hal tersebut. yah, betapa mereka sangat riang, sangat senang berenang di sungai itu, di pusat kota bekasi tanpa mesti bayar. walaupun itu beresiko untuk mereka, tapi nyatanya itulah hiburan murah meriah bagi mereka. justru berbanding terbalik dengan kebanyakan anak kota lainnya yang saya yakin, yang dicari minimal Fun park, The Jungle atau tempat berbayar lainnya.

Sampai tulisan ini saya buat, dan setiap kali saya melihat fotonya (yg saya ambil melalui bb saya), saya terus bersyukur tiada henti, bahwasanya “Nikmat mana yang Engkau tidak berikan” padaku Ya Allah. rasanya tidak layak jika aku harus mengeluh tentang kondisiku atau hal apapun, melihat di luar sana masih banyak yang tidak seberuntung saya dan anak2 lainnya.

dan tanpa disadari, hal2 seperti itu adalah pengingat (secara tidak langsung) dari Allah Swt khususnya pada saya untuk selalu mensukuri apa yang telah Allah kasih buat saya. duuh, *mewek deh

Nah, tulisan ini saya share sekedar berbagi cerita aja, tanpa bermaksud lain2, semoga dimengerti.

cmiwww

Bekasi & Aku “Hepi B’day”

Malam… saat tulisan ini ditulis, aku masih berada di puncak. beuh, sombong yak? biarin deh… yang penting Bekasi pasti Assik. Lho.. *ga nyambung.
bingung sebenernya mau nulis apa, hanya saja kemaren malam sempet diingatkan oleh salah seorang senior Be Blog, kalau hari ini 10 maret adalah ulang tahunnya kota bekasi. yang ke berapa? sumpah, ga tauuuuu…

jujur, sebenernya aku bukan orang bekasi asli, tapi asal ti bandung asli aka Mojang Priangan. di bekasi ini hasil rantauan dari efek pekerjaan yang diterima oleh suamiku di pusat jakarta, akhirnya nyangkut lah di daerah bekasi, walaupun secara administrasi ga masuk wilayah bekasi pula. iiihh, bingung kan bacanya, dari tadi ngalor ngidul. gini gini, biar kuperjelas… tujuannya pan pengen ngucapin selamat HUT KOTA BEKASI, semoga Bekasi (yang aku tau) menjadi Kota yang bisa mempertahankan prestasi2nya di segala bidang, termasuk pun Be Blog yang menjadi Komunitas Blogger terfavorit edisi pesta Blogger 2010 *kalau aku ndak salah yaa..

Walaupun belum banyak mengenal kota bekasi, setidaknya banyak banget kesan yang bisa aku tuangkan tentang kota ini. “cukup ramai, agak padat, penduduknya asli baek2 (*yang aku tau) dan terutama, Mall Mall nya, qiqiqiiqqi *emak2 apalagi sih yang diomongin kalau bukan soal ngemoll. eiittss, bukan berarti aku “Ratu Mall” Yaa, engga kooo *ngeles

nah berbarengan dengan hari jadi kota bekasi ini, semoga aku makin betah tinggal di sini, soale tiap tahun bisa turut merayakan hut nya. secara 10 Maret hari ini tepatnya aku pun merayakan hut diri sendiri, *siapa yang nanya yak… gpp, biar semua tau, kalau 10 Maret ini ada aku juga yang berulang tahun, minta doa nya yaa buat para readers :)

udah, segitu dulu deh yaa.. masih belom ada ide yang lain, semoga tulisan perdanaku di web nya BLOGGER BEKASI ini ada yang kritik, jadi biar memotivasiku untuk terus menulis. seperti Om Jay bilang, menulislah terus, karena dengan menulis…. *aaa lupaa terusannya nih, maap yaa Om Jay.
menulis akan menjadi bagianku, karena semua terlahir dari hati

see uu