Seandainya Jokowi Bupati Bekasi

13102241501832612493
Joko Widodo

Saya termasuk orang yang terlambat mengenal sosok Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi yang sejak lama diperbincangkan masyarakat. Walikota Solo berperawakan kurus ini bukan walikota sembarangan pada pemilukada tahun 2010 beliau terpilih untuk kedua kalinya mempin Surakarta dengan perolehan suara lebih dari 90%. Hal ini tentu angka yang luar biasa dalam pemilihan umum, Jokowi menang mutlak. Angka ini tentu menggambarkan kecintaan warga Solo yang bersar terhadap Pemimpin yang satu ini.

Majalah Tempo menjuluki pria lulusan ilmu kehutanan UGM ini sebagai Wali kaki lima. Semua berawal dari upaya penertiban PKL yang menjadi masalah klise di daerah perkotaan, selain penertiban PKL merupakan hasil dari survei yang dilakukan tim kecil pemkot surakarta tentang keinginan-keinginan warga kota tepian Sungai Bengawan. Hasilnya: kebanyakan orang Solo ingin pedagang kaki lima yang memenuhi jalan dan taman di pusat kota disingkirkan.

Jokowi tidak mau melakukan penertiban dengan cara-cara yang biasa dilakukan oleh pemkot di daerah lainnya, dengan cara panggil tentara, polisi atau Satpol PP lalu mengusir mereka dengan paksa. Jokowi memiliki pandangan bahwa “Dagangan itu hidup mereka. Bukan cuma perut sendiri, tapi juga keluarga, anak-anak”. Jokowi ingin melakukan relokasi mereka tetapi 3 periode kepemimpinan sebelumnya gagal melakukan upaya tersebut hal ini terkait ancaman PKL akan membakar kantor walikota jika direlokasi. Ancaman bakar bukan omong kosong. Sejak dibangun, kantor wali kota sudah dua kali-1998 dan 1999-dihanguskan massa.

Jokowi lalu bermaksud melakukan “lobi meja makan” seperti yang ia lakukan ketika memasarkan usaha mebelnya. Lobi meja makan dilakukan dengan cara mengundang koordinator paguyuban Pedagang Kaki Lima makan siang di rumah dinas walikota. Melihat gelagat ingin dipindahkan mereka datang membawa petugas LSM untuk melakukan upaya perlawanan, sampai makan siang selesai para pedagang kaki lima kecele karena nyatanya Jokowi hanya mengundang makan siang saja “Enggak ada dialog, Pak?” tanya mereka. “Enggak. Cuma makan siang, kok,” jawab Joko.

tiga hari setelah itu mereka diundang kembali dalam acara makan siang, hingga tujuh bulan upaya Jokowi mendekatkan diri pada PKL dengan tujuan merelokasi mereka, baru pada pertemuan ke-54 Jokowi mengutarakan maksudnya pada mereka “Bapak-bapak hendak saya pindahkan” dan tak satupun dari mereka membantah

Jokowi tidak berani menjamin bahwa tempat relokasi akan membuat mereka sejahtera, tetapi hanya menjanjikan bahwa tempat PKL yang baru akan diiklankan di media cetak  dan televisi selama empat bulan. Selain itu pedagang kaki lima minta diberikan kios yang baru dengan cuma-cuma,  menurut Jokowi “Ini berat. Saya sempat tarik-ulur dengan Dewan,”. Untungnya, Dewan bisa diyakinkan dan setuju. Jokowi memang benar tidak menarik uang untuk relokasi tetapi para pedagang kaki lima diminta memberikan retribusi harian sebesar 6.500 sehingga dalam waktu beberapa tahun investasi pemerintah Solo sudah bisa kembali.

Kalau di Bekasi biasanya pengusiran Pedagang Kaki Lima cenderung tidak manusiawi dengan diusir, disita, dikejar-kerjar bahkan tidak sedikit yang kena pentung petugas. Tetapi Jokowi justru melakukan hal sebaliknya, Jokowi tahu bagaimana cara memanusiakan manusia yang merupakan rakyat yang memandatkan amanah kepadanya. Acara relokasi dibuat dengan meriah. Boyongan pedagang dari Banjarsari ke Pasar Klitikan dihiasi dengan senyum dan rasa bangga pedagang kaki lima yang dipindahkan, Semua pedagang mengenakan pakaian adat Solo dan menyunggi tumpeng-simbol kemakmuran. Mereka juga dikawal prajurit keraton berpakaian lengkap. Dengan rendah hati Jokowi berujar bahwa “Orang bilang mereka nurut saya karena sudah diajak makan. Itu salah. Yang benar itu karena mereka diwongke, dimanusiakan,” kata menurut Joko, membela wong cilik sebenarnya bukan perkara sulit. “Gampang. Pokoknya, pimpin dengan hati. Hadapi mereka sebagai sesama, bukan sampah,” katanya. Jujur saya sangat terharu mendengar ketulusan pemimpin yang satu ini

Kini warga Solo kembali menikmati jalan yang bersih, indah, dan teratur. Monumen Juang 1945 di Banjarsari kembali menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman. Hingga kini, 52 persen dari 5.718 pedagang kaki lima sudah ditata tinggal sisanya masih dicarikan dana oleh pemkot.

Ekonomi Kerakyatan

Jika pemimpin daerah lain memiliki pemahaman bahwa untuk meningkatkan ekonomi daerahnya adalah dengan membuka investasi swasta sebesar-besarnya dengan memberikan peluang investasi pada sektor-sektor mewah seperti Mall, Pusat perbelanjaan, Alfamart, Indomart, dll. yang pada hakikatnya hanya mensejahterakan sebagian orang, Jokowi justru memiliki kebijakan ekonomi yang bertentangan. Hingga saat ini Joko telah menolak 12 Mall yang coba di bangun di Surakarta, kasus yang terakhir adalah penolakannya terhadap upaya Bibit Waluyo sebagai Gubernur Jawa Tengah membangun Mall di tanah eks bangunan pabrik es Saripetojo. Bahkan sang Gubernur menyatakan walikota Solo ini dengan kata Bodoh, sontak pernyataan itu menyulut kemarahan warga Solo yang mengancam Gubernurnya Sendiri agar tidak memasuki wilayah Solo

Penolakan Jokowi terhadap investasi swasta sebagaimana dipahami oleh kaum kapitalis bukan tanpa alasan, dengan sederhana Joko mengungkapkan bahwa Baginya sesuatu yang kecil bisa memberikan kontribusi besar. Karena yang kecil-kecil itu lama-lama bisa menjadi besar. Bagi dia, menggarap pedagang-pedagang kecil di kota Solo jauh lebih menarik daripada sibuk menarik investor besar. Sebab pedagang kaki lima di Solo itu jumlahnya banyak, sehingga bila ditangani serius mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan. Jokowi prihatin selama 40 Tahun hidupnya di Solo pasar tradisional tidak mengalami perubahan signifikan, bahkan terancam dengan kehadiran Mall. “Kalau yang mart-mart itu tidak menolong yang kecil. Investor itu tidak selalu asing. Karena kalau kecil dikelola dengan baik bisa mendatangkan yang besar. Ratusan ribu rupiah tidak apa-apa, tidak harus miliar,” begitulah alasan seorang pemimpin yang berpihak pada rakyatnya

Hal ini kondisinya terbalik di Bekasi, Pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun Mal, pasar modern, perumahan, tetapi lupa menata pedagang kecil di pasar-pasar tradisional yang mulai kembang-kempis pendapatannya.

Membangun Kota yang Berbudaya

Jokowi melakukan banyak gebrakan progresif di Solo termasuk mengembalikan Solo menjadi Kota berbudaya, caranya yang pertama Jokowi membangun brand Solo sebagai The Spirit of Java Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan

Jokowi sadar bahwa kebudayaan merupakan asset berharga bagi pendapatan daerah, Jokowi gencar melakukan event-event untuk memperkenalkan Solo, baik nasional maupun Internasional. di Negara maju masyarakat cenderung menyukai berbelanja di pasar tradisional karena harganya murah dan juga lebih variatif, selain itu pasar tradisional juga merupakan tempat membangun budaya masyarakat yang baik, karena di pasar masyarakat bersosialisasi dengan baik.

Adapun event budaya yang dilaksanakan pemkot Solo pada tahun ini diantaranya

TANGGAL EVENT LOKASI
30 Januari Grebeg Sudiro Pasar Gedhe
9- 15 Februari Sekaten Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta
16 Februari Grebek Mulud Keraton Kasunanan Surakarta
18-22 Februari Festival Kethoprak Gedung Kesenian Balekambang
20 Februari Solo Karnaval Jalan Slamet Riyadi
19 Maret Festival Tirtonadi Pelataran Sungai Kalianyar
4 April Mahesa Lawung Keraton Kasunanan Surakarta
29 April 1 Mei Bengawan Travel Mart Solo dan sekitarnya
29 April Solo Menari Jalan Slamet Riyadi
6 – 8 Mei Festival Dolanan Bocah Kawasan Gladhak
20 – 21 Mei Mangkunegaran Performing Art Pura Mangkunegaran
19 – 21 Juni Kreatif Anak Sekolah Solo (KREASSO) Kawasan Mangkunegaran
25 Juni Solo Batik Carnival Jalan Slamet Riyadi
25 – 26 Juni Keraton Art Festival Keraton Kasunanan Surakarta
27 Juni Tingalan Jumenengan Dalem ke-7 SISKS XIII Keraton Kasunanan Surakarta
1 – 3 Juli Solo International Performing Art (SIPA) Pamedan Mangkunegaran
4 – 6 Juli Solo Batik Fashion Kompleks Balaikota
Juli Solo Culinary Festival Kompleks Balaikota
23 Juli Final Putra-Putri Solo Ngarsapura
20 Agustus Malem Selikuran Keraton Kasunanan – Taman Sriwedari
31 Agustus Grebeg Poso Keraton Kasunanan – Masjid Agung
1 – 11 September Pekan Syawalan Jurug Taman Satwa Taru Jurug
1 – 11 September Bakdan ing Balekambang Taman Balekambang
29 – 30 September Solo Keroncong Festival Mangkunegaran
1 Oktober Grand Final Cipta Lagu Keroncong Solo
7 – 9 Oktober Wayang Bocah Gedung Wayang Orang Sriwedari
16 Oktober Bengawan Solo Gethek Festival Langenharjo Jurug
21 – 23 Oktober Pasar Seni Balekambang Taman Balekambang
28 – 30 Oktober Javanese Theatrical Solo
6 November Kirab Apem Sewu Kampung Sewu
7 November Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta
26 – 27 November Kirab Malam 1 Sura Keraton Kasunanan – Pura Mangkunegaran
5 Desember Wiyosan Jumenengan SP KGPAA Mankoe Nagoro IX Pura Mangkunegaran
31 Desember Pesta Budaya dan Kembang Api Malam Tahun Baru Solo

Begitu indah hidup masyarakat Solo yang disugukan berbagai event menarik yang secara langsung akan mendewasakan masyarakat bagaimana membangun kota wisata yang bersih, sehat, ramah, dan maju.

Ecocultural City

Kalau di Jakarta hampir tidak ada program pemerintah di era pemerintahan Fauzi Bowo yang berhasil (sept ; perda rokok, dll) maka bang kumis perlu berguru pada Jokowi bagaimana cara memasyarakatkan programnya. Untuk memasyarakatkan progam pemerintah selama lima tahun menjadi Kota Ecociltural City misalnya pemkot solo menyelenggaraan karnaval bertajuk Solo Carnaval Ecocultural City (SCEC) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bekerja sama dengan sejumlah pihak. Puluhan ribu masyarakat Solo ambil bagian pada pesta rakyat tersebut

Rute karnaval mulai dari Lapangan Kota Barat menuju Halaman Balaikota Solo. Kawasan depan Taman Sriwedari, bahkan menjadi lokasi yang paling padat didatangi warga dari berbagai kalangan, hingga wisatawan mancanegara. Rombongan peserta karnaval bertema Solo Sejuk Sejahtera itu dipimpin langsung oleh Walikota Solo, Joko Widodo. Di barisan paling depan, Walikota mengendalikan sendiri kuda yang menarik kereta kencana yang dinaikinya bersama Wakil Walikota, FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI, Bambang Susantono.

Perjalanan dari Lapangan Kota Barat dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Masyarakat pun segera disuguhi tontonan menarik dari ratusan peserta karnaval yang menghadirkan berbagai atraksi dan kostum unik dengan tema-tema ekologi lingkungan hidup, di antaranya air, taman atau tanaman, sawah, hutan, lengkap dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Di belakangnya, tampil pula beberapa kelompok yang menghadirkan suasana ekologi di taman seperti bunga, juga petani yang membawa peraga, hingga memedi (orang-orangan) sawah dan wayang padi. Kelompok berikutnya menghadirkan nuansa hutan dengan menampilkan berbagai kostum merak, kijang, wanoro (kera), gunung, hingga manusia pohon dan penari jatayu.

Pada kelompok terakhir, terlihat penampilan dari Komunitas Desa Budaya Solo yang merupakan kelompok peduli sampah. Sedikitnya ada 30 orang yang masuk dalam kelompok tersebut. Di kepala mereka, terpasang keranjang-keranjang sampah. Salah seorang dari mereka melakukan gerakan-gerakan tari yang menggambarkan sebagai tukang sapu yang membersihkan sampah-sampah kota. Mereka bahkan memberikan sebatang sapu lidi yang diberi nama sapu budaya kepada Walikota.

Selain itu pada acara tersebut diresmikan dua transportasi baru kota Solo yakni railbus dan bus tingkat wisata. Keduanya akan menambah panjang deret prestasi Jokowi sebagai Walikota Solo yang sangat dicintai rakyatnya.

Walikota Tanpa Gaji

Meski lama tak mengambil gaji nya, Jokowi tidak lantas bercerita kemana-mana untuk mendapatkan simpati. Hal ini terungkap belum lama ini. Dengan malu-malu diungkapkannya ketika ditanya oleh salah satu peserta seminar “Gerakan Perempuan Mewujudkan Good Governance” di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (26/5/2011).

Sungguh saya sebagai warga Bekasi iri dengan Solo yang mendapatkan anugerah walikota yang benar-bernar bekerja untuk rakyatnya. Bagi warga Bekasi, menjelang pimilukada ini mari kita mencari sosok Jokowi pada calon pemimpin kita nantinya, bukan hanya mereka yang pandai berjanji tapi mari kita lihat attitude nya selama ini, partai, status sosial, ikatan kekeluargaan tak menjamin. Hanya attitude nya lah yang bisa kita jadikan sebagai pegangan untuk memilih.. Kita berdoa semoga akan muncul Jokowi-Jokowi selanjutnya.. Amiin ya rabb

China ; Jalan Juang Melawan Korupsi

“Berikan saya 100 peti mati 99 akan saya kirim untuk para koruptor, satu buat saya sendiri seandainya saya melakukan korupsi” itulah yang dikatakan Zhu Rongji selapas dirinya dilantik menjadi Perdana Menteri China pada tahun 1998. Bukan hanya janji tercatat setelah kepemimpinannya lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Amnesti Internasional (AI) mengungkap jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya senigga AI memprotes cara-cara Cina yang dinilainya tidak manusiawi.

Zhu Ronzi tidak bergeming atas tuduhan itu, nampaknya dia mengerti betul apa yang dia lakuakan adalah upaya menyelamatkan Cina dari kehancuran Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara. Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup,tapi juga pengusaha, bahkan wartawan.

Zhu Ronzi menggunakan falsafah Cina yang berunyi bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut. Sejak itu Cina menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dengan nilai pendapatan domestik bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS. Hal ini tentu hasil dari usaha keras Zhu Ronzi melawan korupsi.

Selain itu Cina juga rajin membersihkan aparatur penegak hukumnya, hanya dalam kurun waktu empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Hasilnya negara bisa mengandalkan aparatur hukum untuk menghentikan tindak kejahatan yang merugikan negara

Coba kita bandingkan dengn Indonesia, tidak satupun koruptor yang dihukum berat. Bahkan ada istilah bahwa koruptor bukan dipenjara tetapi hanya berpindah tempat tinggal. Karena sudah menjadi rahasia umum kalau aparat kita memberikan fasilitas istimewa bagi mereka. Presiden tidak pernah memberikan instruksi yang jelas, penjelasan-penjelasan tentang kasus hukum normatif dan bermakna luas, misalnya pada kasus Century beliau berkali-kali berbicara tentang penyelesaian melalui mekanisme hukum, tetapi sampai saat ini mekanisme hukum tidak berjalan Presiden diam saja

Ada sebuah anekdot yang menyatakan jika 3 buah batu dilempar dari atas pesawat ke bumi Indonesia, yakinlah bahwa satu batu akan mengenai seorang koruptor. Begitu banyaknya koruptor di negeri ini dari lapisan bawah hingga pejabat tinggi negara, sehingga nampaknya penerapan hukum secara radikan seperti apa yang dilakuakan Zhu Rangji perlu untuk memberantas korupsi demi kebaikan bersama, lalu pertanyaannya sudahkah pemerintah kita memikirkan kebaikan bersama??

Ironi Pahlawan Devisa

Pertanyaan penulis ketika seorang Muslim Indonesia hendak berangkan menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi, pemerintah Saudi mewajibkan seorang wanita ditemani mahramnya, alasannya itu sudah menjadi hukum Islam seorang wanita bepergian harus dengan Mahram untuk menghindari fitnah serta yang terpenting adalah sebagai perlindungan. Bagi wanita yang tidak bersama mahram tidak akan mendapatkan visa walaupun dalam rombongan besar. Tetapi mengapa pemerintah Saudi tidak melarang Tenaga Kerja Wanita Indonesia bekerja ke negara mereka tanpa muhrimnya, padahal mereka tinggal sendiri bersama dengan keluarga yang bukan mahramnya?

Alasan yang paling logis adalah Saudi menggap bahwa Tenaga Kerja Wanita Indonesia sebagai budak sehingga menjadi mahram majikannya. di Arab Saudi, para pembantu perempuan Indonesia diperlakukan sebagai budak. “Dianiaya dan diperkosa berulang kali oleh majikan dan keluarganya, dijual dan diperas agen-agen penyalur pembantu rumah tangga. Itulah pengalaman saya dan sebagian besar kawan-kawan satu pekerjaan di Arab Saudi,” papar Imas seorang TKW. Dalam budaya arab jahiliyah perbudakan menjadi keniscayaan yang hidup di tengah masyarakat jahiliyah waktu itu. Hingga kini praktik itu masih ada.

BUDAK

adalah sebuah kondisi di mana terjadi pengontrolan terhadap seseorang (disebut budak) oleh orang lain. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh atau kegiatan seksual. Bukan di arab saja perbudakan terjadi, tetapi perudakan kala itu terjadi hampir di penjuru dunia sehingga perbudakan kala itu masuk ke dalam hukum positif di masyarakat sebagai komoditi ekonomi maupun untuk pemenuhan kebutuhan seksual. Hukum positif tentang perbudakan menyangkut Memiliki budak, menjual, menukar dan mempertaruhkannya, adalah tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku secara universal kala itu.

Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah dikenal perbudakan. Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang

Meskipun orang-orang saudi berdalih dibolehkan dalam Islam memperkosa budak (TKW) Perbudakan bukan merupakan produk agama Islam.  Tidak tepat jika menilai bahwa apa yang dilakukan Arab Saudi adalah bentuk representasi agama Islam. Kehadiran Islam pada masa jahiliyah justru membawa spirit menghapuskan perbudakan, memberikan kebebasan, kesamaan hak, penghapusan kejahatan rasial. Dalam membebaskan budak Islam tetap mengikuti aturan-aturan yang sudah menjadi konsensus universal tentang perbudakan yang ada di masyarakat, misalnya saja jika seseorang diwajibkan membayar kaffarat/denda maka dia wajib membebaskan budak dengan cara membeli sebagai aturan yang berlaku pada waktu itu, Bayangkan bila harga seorang budak 100 dinar, sebagaimana salah satu riwayat menyebutkan tentang harga Bilal saat dibebaskan. Padahal kita tahu bahwa satu dinar emas itu senilai dengan harga seekor kambing. Kalau seekor kambing seharga sejuta rupiah, berarti seorang budak seharga 100 juta rupiah.

Upaya membebaskan perbudakan terus dilakukan dalam Islam secara sistematis dengan memperhatikan faktor ekonomi, jika seorang budak 100 juta maka ribuan budak sama dengan ratusan Miliar rupiah dan itu menjadi penopang kehidupan masyarakat, jika Islam langsung melarang perbudakan dengan satu perintah maka bisa dipastikan perekonomian saat itu akan hacur.

Spirit Islam adalah membebaskan perbudakan, tetapi turunnya Islam tidak langsung menggantikan hukum yang ada tanpa memperhatikan faktor sosiologis, antropologis masyarakat waktu itu. Dalam hukum Internasional yang berlaku saat itu perbudakan diatur sehingga upaya Islam membebaskan budak juga dengan mengikuti aturan yang sudah berlaku secara internasional tersebut. Saat ini ketika hukum Internasional telah menghapus perbudakan seperti yang Islam cita-citakan seharusnya spirit itu terus berkembang untuk kebebasan manusia.

Secara sistematis islam membebaskan perbudakan dengan empat cara

Pertama, lewat hukuman atau kaffarah atau denda. Seorang yang melakukan suatu dosa tertentu, ada pilihan denda yaitu membebaskan budak. Misalnya, melakukan hubungan suami isteri siang hari bulan Ramadhan.

Kedua adalah lewat mukatab, yaitu seorang budak harus diberi hak untuk membebaskan dirinya dengan angsuran, di mana uangnya didapat dari 8 ashnaf zakat.

Ketiga, lewat sedekah atau tabarru’. Seseorang tidak melakukan dosa, tapi dia ingin punya amal ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, maka dia pun membebaskan budak miliknya, atau membeli budak milik orang lain.

Keempat, Islam menetapkan bahwa semua budak yang dinikahi oleh orang merdeka, maka anaknya pasti menjadi orang merdeka. Sehingga secara nasab, perbudakan akan hilang dengan sendirinya.

Kasus Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Timur Tengah khususnya menjadi ironi karena negara dengan penduduk mayoritas muslim mestinya bisa mencontoh spirit turunnya alqur’an untuk kebebasan, bukan untuk pemuas nafsunya. Persepsi budak atas TKW kita muncul dari sikap jahiliyah orang-orang arab yang berulang. Untuk itu melawan orang jahiliyah Indonesia harus memberikan sikap sebagai bangsa yang besar, yang katanya menggap TKW sebagai Pahlawan Devisa, Apakah kita rela jika Pahlawan di Indonesia menjadi Budak di Negara lain

Dengah terbitnya Perjanjian Internasional 18 Mei 1904 untuk Menghapus Perdagangan Budak. Maka sudah sepantasnya Indonesia menyeret siapa saja yang masih menganggap warga negaranya sebagai budak ke mahkamah internasional

Masalah Tenaga Kerja Wanita adalah masalah klasik yang tak kunjung selesai. Lahan pekerjaan dalam negeri yang terbatas membuat mereka terpaksa mengadu nasib di negeri orang, sisanya memilih menjadi kaum urban yang tinggal di perkotaan dengan bekal seadanya.

Sebenarnya di Indonesia sektor pertanian merupakan sektor yang berpotensi paling banyak menyerap tenaga kerja untuk itu sangat penting bagi pemerintah membangun infrastruktur pertanian yang baik menggunakan teknologi modern. Perluasan lahan pertanian juga perlu diupayakan. Pada era Soeharto pembangunan (temasuk infrastruktur) mendapatkan 80% dari total alokasi anggata nasional, tetapi saat ini hanya 8%, karena sebagian APBN digunakan untuk membayar hutang luar negeri dan subsidi. Dari dana yang kecil itu pemerintah sebaiknya lebih mengutamakan projek sederhana tetapi dapat menjangkau luas di masyarakat daripada membiayai projek mewah. Selain itu swasta juga perlu dilibatkan dalam pembangunan sektor pertanian, pemerintah membuat regulasi yang menjamin iklim investasi yang baik sehingga spirit kita adalah menjadi negara agraris.

Kasus Ny Siami dalam Perspektif Masyarakat Sakit

Sambil tertunduk berlinang air mata Ny Siami tak putus mengucap kata maaf, pengeras suara tak mampu melawan teriakkan warga yang mengepung balai desa, ratusan warga berteriak “usir… usir… usir…” dengan mata melotot dan tatapan ganas siap memangsa wanita lemah tak berdaya, mereka berteriak-teriak hendak mengusir Ny Siami. Walau dikawal beberapa polisi toh akhirnya warga berhasil menarik kerudung Ny Siahami sambil mengumpat sekenanya. Ny Siami bukan maling yang ketangkap basah warga, bukan juga pelaku tindakan asusila yang kemudian dihakimi warga di balai desa. Beliau adalah seorang orangtua murid yang anaknya bersekolah di SD Gadel 2 Kecamatan Tandes, Surabaya. Beliau tiba-tiba saja dibenci ratusan warga karena mengajarkan kejujuran pada anaknya.

 

Kejadian ini berawal pada tanggal 16 Mei yang lalu, setelah Unas selesai beliau diberitahukan oleh wali murid lain bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional anaknya dijadikan sumber contekan oleh guru, sebelum pelaksanaan Unas anaknya sudah di plot menjadi sumber contekan untuk membagi-bagikan kepada temannya. Mendengar kejadian tersebut Siami lantas kecewa dengan sikap sekolah yang mengajarkan ketidakjujuran pada anaknya. Akhirnya dengan maksud melayangkan protes Siami mendatangi kepala sekolah, dalam pertemuan itu pihak sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf dan itu tidak membuat Siami puas. Beliau kemudian melaporkan kejadian ini pada komite sekolah, dan juga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kemudian Siami menyampaikan kejadian ini pada Dinas Pendidikan dan Media sehinggga kejadian ini menjadi perhatian publik

 

Dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan kampung, warga memaksan siami meminta maaf secara terbuka nami Siami baru bisa menyampaikan permohonan maafnya.

 

Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.

 

Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.

 

Masyarakat Sakit

 

Herbert Marcuse mengidentifikasikan masyarakat Sakit sebagai masyarakat satu dimensi. Masyarakat berdimensi satu merupakan masyarakat yang bersikap reseptif dan pasif sehingga semakin menguatkan dominasi atas diri masyarakat tersebut sehingga dominasi tidak lagi dirasakan dan disadari sebagai sesuatu yang tidak wajar. Apa yang dituntut oleh masyarakat kepada Siami sesungguhnya tidak rasional dan tidak wajar, Siami mengajarkan anaknya kejujuran bahwa mencontek itu perbuatan tercela dan dapat mencederai proses pendidikan yang sedang dijalankan anaknya. Tetapi karena proses contek-mencontek massal itu sudah berlangsung lama dan massif maka masyarakat menggagapnya hal yang wajar. Seperti ungkapan “Kebohongan yang diucapkan berulang, akan dianggap benar”. Didalam masyarakat satu dimensi ini segala pandangan hidupnya hanya diarahkan pada satu tujuan utama saja, yakni mempertahankan sistem yang telah ada dan bertahan sehingga kehilangan prinsip kritisnya.

 

Masyarakat sakit pada kasus ini hanya berpikir pada bagaimana agar anaknya lulus saja tanpa berpikir akan substansi pendidikan bagi anaknya, Mereka berpikir bagaimana anaknya lulus, buka bagai mana anaknya terdidik. Menurut Mercuse hal ini akibat Munculnya bentuk-bentuk kontrol yang baru – Dalam masyarakat industri maju, manusia terbelenggu oleh ketidakbebasan yang berkedokkan kemajuan teknis yang digerakkan oleh rasionalitas, efektivitas dan produktivitas.Dan hal ini akan menghilangkan substansi pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang diberikan sulit tercapai seperti apa yang disebutkan dalam undang-undang sistem pendidikan Nasional.

 

Berikutnya Mercuse berbicara tentang Penaklukan Kesadaran yang Tidak Membahagiakan: Desublimasi yang Represif. lam bab ini Marcuse memfokuskan pembahasannya mengenai segi yang kultural, seni dan estetis dari masyarakat industri maju yang dilihatnya bukan sebagai ‘penurunan budaya tinggi menjadi budaya massa tetapi penolakan kultur ini oleh realitas. Dalam kasus Ny. Siami ini pemahaman luhur tentang pentingnya kejujuran yang sudah tertanam dalam masyarakat seolah-olah terabaikan oleh rasionalitas bahwa anak mereka harus lulus untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Sehingga jika Ny Siami laporannya diteruskan untuk menjatuhkan sanksi pengulangan Unas di sekolah tersebut maka ada kemungkinan anak mereka tidak lulus.

 

Pada hakikatnya pendidikan itu tidak hanya sebagai legalitas formal mendapatkan kehidupan materi saja. Prof. Prayitno mengungkapkan bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya, manusia seutuhnya adalah manusia yang terpenuhi 4 dimensi kemanusiaan diantaranya dimensi individu, sosial, agama, dan norma. Menanamkan kejujuran, kebenaran, tanggungjawab membutuhkan konsekuensi yang harus dipilih guna membentuk manusia yang seutuhnya. Agara masyarakat kita bisa sembuh dari sakitnya. ^.^