8 Orang yang Harus di Hindari

Good People
Good People – Straight to the Point

Ada sebuah idiom yang mengatakan bahwa teman anda menentukan masa depan anda.

Benar, orang-orang yang berada dalam lingkaran terdekat, tentu akan sangat berpengaruh untuk ikut membentuk cara berpikir hingga membuat perbedaan yang menonjol (dalam hal baik maupun dengan hal buruk).

Tentu saja, tidak selalu mudah untuk membentuk tambahan relasi ke dalam lingkaran yang dipunyai kemudian mengisinya dengan orang-orang yang tepat. Namun, selalu ada orang yang akan mendukung, membantu, mendorong, memotivasi dan menginspirasi Anda.

Faktanya, kalau tidak mau kita sebut fakta yang buruk. Seringkali jauh lebih udah menemukan orang-orang dalam lingkaran yang (akan) menghambat perkembangan kita. Jika kita memiliki orang-orang yang seperti dibawah ini, maka akan lebih baik bila kita menghapusnya:

1. Devil Advocat

Orang yang terlihat baik, tersenyum di depan Anda dan memaki begitu tubuh Anda berpaling. Ini banyak dijumpai dalam setiap lingkaran. Selalu beredar dengan memutar-balikkan fakta dengan perspektif “mereka”, seringkali tidak memberi kesempatan pula untuk melakukan crosscheck kepada orang lain.

Kemajuan orang lain adalah neraka buat orang-orang seperti ini. Mereka akan selalu mencari celah untuk menemukan kekurangan dari orang lain tanpa memikirkan apakah diri mereka sendiri sudah lebih baik, sudah melakukan kemajuan, sudah memperbaiki kesalahan?

Devil Advocat, selalu tertarik untuk mencampuri urusan orang lain. Keep them away. Dan Anda tidak membutuhkan mereka.

2. Penggemar yang mencederai 

Dalam sebuah spektrum, dia hebat dan saya tidak. Seringkali meluncurkan banyak pujian yang tidak perlu. Bahkan sebuah forum atau mungkin jaringan sosial, telanjur terstigma bahwa setiap orang harus dapat pujian. Pujian, sangatlah menyenangkan tapi sangat jarang bisa membantu. Tidak ada satupun dari kita yang cerdas, lebih berwawasan dan atau berbakat penuh. Kenapa? Karena masing-masing dari kita pasti pernah melakukan kesalahan.

Orang-orang yang menempatkan diri kita seperti malaikat ini akan mencederai diri kita sendiri suatu hari. Memandang bahwa tidak boleh ada yang salah dengan kita atau orang lain juga merupakan kejahatan/perkosaan moral. Well, We still a human being.

Kita semua tahu, sangat sangat sangatlah sulit untuk menemukan orang yang berani mengatakan kepada diri kita bahwa “Anda bisa berbuat lebih baik di masa depan”. Saking banyaknya orang yang haus pujian, hingga ketika ada seseorang yang mengatakan sesuatu apa-adanya (meski kecil) langsung dianggap buruk dan kejahatan. Padahal semestinya hal seperti ini yang mesti kita jauhi.

3. Orang Suci

Sangat sulit untuk menolak kedatangan atau niat baik seseorang manakala dia datang kepada kita. Sebagai seorang yang selalu berusaha baik, sudah tentu Anda akan mempersilahkannya untuk datang dan masuk. Namun apa yang akan Anda lakukan ketika seorang tamu Anda langsung berjalan mengelilingi rumah Anda, melihat-lihat sekeliling tanpa permisi, memperbandingkan kepemilikan Anda dengan dirinya atau orang lain?

Patut diwaspadai, orang yang berhasil menjulurkan lidahnya kepada kita maka akan mudah untuk melakukannya kepada orang lain. Dimana kepentingannya adalah hal mutlak yang harus dilindungi. Lebih berbahaya adalah manakala kita menjadi orang seperti ini tanpa menyadarinya.

4. Nusuk dari Belakang

Setiap orang dalam lingkaran kita, sudah tentu memiliki punggungnya masing-masing. Kecuali para penusuk ini, mereka tidak memiliki punggung. Bahkan mungkin mereka tidak memiliki wajahnya sendiri yang Asli.

5. Geocentrists

Orang pintar mengatakan bahwa Bumi adalah pusat tata surya. Sementara orang tidak pintar akan selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa pusat perputaran adalah dirinya. Seperti bermain Golf, pada dasarnya musuh terbesar adalah diri sendiri. Pengendalian emosi, keinginan, kesabaran dan banyak lagi.

6. Seperti Nabi

Pengamat bisa mengatakan akan hambatan-hambatan serta kemungkinan apa yang akan terjadi terkait dengan banyak hal yang sedang dilakukan. Banyak diantaranya tidaklah benar. Bahkan kadang sama sekali tidak ada hal yang dikhawatirkan oleh Para pengamat itu.

Tentu benar, bahwa kita selalu membuat kesalahan yang sering tidak bisa dihindari. Namun manakala ada orang yang selalu menekankan bahwa masuk akal adalah induk prestasi, maka kita sedang dalam masalah. Apalagi dalam berbisnis. Dalam bisnis banyak hal terjadi karena tidak masuk akal, awalnya.

Jika memang ide saya tidak masuk akal dan tidak akan berhasil, beritahu mengapa dan kenapa? Bila Anda tidak bisa menjelaskannya kepada saya dengan baik, maka kita harus berpisah.

7. Penumpang Gelap

Membangun hubungan sangatlah penting, namun kita harus ingat bahwa sebuah jaringan bukanlah permainan angka. Sebuah koneksi tidak akan pernah berakhir, koneksi hanya sebuah permulaan.

Tetap bersikap baik namun tetaplah tempatkan penumpang gelap di luar lingkaran batin kita. Karena dia hanya peduli akan koneksi namun tidak benar-benar ingin terhubung.

8. Zombie 

Mereka berjalan tanpa arah tujuan, dari satu tugas ke tugas lain, dari hari ke hari lain hingga dari tahun ke tahun tanpa rencana – tanpa tujuan – tanpa gol.

Perbesar lingkungan diri kita dengan orang orang yang memiliki rencana, memiliki ambisi dengan tujuan yang bermakna dan besar. Dengan begitu, kita bisa memakan energi limpah ruah yang dihasilkan mereka disekeliling kita.

Hindari untuk menemui orang-orang yang selalu berbicara kehebatannya akan masa lalu, ketakutannya akan hal yang belum terjadi, orang yang hanya mengeluhkan keadaan tanpa mau berubah.

Orang-orang seperti ini tidak akan membunuh Anda, namun akan membunuh motivasi dan antusiasme Anda.

Salam kreatif.

Juga di posting di blog pribadi saya www.kikasyafii.com

Buat Warga Jakarta, Selamat NYOBLOS!


Hingar bingar pilkada DKI tentu saja tidak urung membuat warga di sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi menjadi ikut “sibuk”. Bagaimanapun, BODETABEK adalah lingkaran yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Hampir sebagian penghuni kota-kota lingkar luar tersebut adalah penghuni Jakarta di waktu pagi hingga siang, bahkan sesekali malam.

Maka, keberhasilan pemilihan pemimpin yang bagus – kapabel – kompeten dan lainnya akan sangat berpengaruh bagi warga kota yang di lingkar luar tersebut. Siapapun itu Gubernur yang terpilih, sangat berpengaruh dengan keberadaan dan aktifitas mereka. Bahkan mungkin termasuk pengaruh ekonomi bagi kota-kota disekitarnya.

Pilkada DKI ini melalui proses kampanye dua putaran. Dikarenakan belum ada yang menang sesuai peraturan UU di putaran satu. Di putaran kedua ini warga DKI dihadapkan dengan dua pilihan pasangan yaitu Foke – Nara (pasangan nomor urut 1) dan Jokowi – Ahok (pasangan nomor urut 3).

Apapun pilihannya, akan sangat menentukan keberadaan warga diluar Jakarta terutama warga BODETABEK. Oleh karenanya, mengatasnamakan Admin BloggerBekasi.com, saya mengucapkan Selamat Nyoblos di 20 september 2012 untuk DKI. Pilihlah yang terbaik menurut akal sehat dan pikiran Anda. Semoga Barokah.

Salam Damai Pilkada.

Pilgub DKI Summary Twitter

Jokowi-Ahok: 

Jika terpilih menjadi Gubernur Jakarta, besar harapan warga Jakarta agar Jokow-Ahok dapat menyelesaikan masalah sekarang ini dengan tetap amanah. Walaupun tidak bisa menyelesaikan permasalahan Jakarta dengan cepat, tetapi warga berharap memiliki Gubernur bersih dan santun seperti Jokowi.

Rudi Soedjarwo menjagokan Jokowi dalam pilkada Jakarta kali ini. Beliau merasa Jookwi dapat melakukan upaya yang berarti untuk Jakarta. Beliau juga menyatakan kalau Jakarta butuh pemimpin yang menghargai perbedaan. Warga yang lain juga senang melihat Jokowi yang tenang dalam menghadapi serangan lawannya. Jokowi juga dinilai lebih islami karena tidak suka berbohong, tidak membiarkan sistem yang korup dan tidak suka merendahkan orang lagi.

Akun @SiPitung menyatakan kalau survey BPS tentang kemiskinan adalah bukti dilapangan kalau Foke lebih baik daripada Jokowi. Ada juga akun @0nCer yang menyatakan siap untuk membantu @TrioMacan dan @Subiakto untuk membuka kebusukan Jokowi-Ahok.

Semakin banyak yang membicarakan keburukan Jokowi-Ahok dan Prabowo, maka semakin mereka bisa to be number one. Banyak selebaran gelap yang beredar soal Prabowo dan Ahok. Banyaknya video yang beredar di Youtube juga membuat warga berpikiran kalau dana kampanye pasangan Jokowi-Ahok ini sangat besar.

Foke-Nara:

Akun @FauziNachrowiMC menuliskan tentang kampanye Pilkada II hanya untuk penajaman visi dan misi Foke-Nara saja. Banyak warga yang mendukung rencana Foke untuk meluncurkan wifi gratis pada tanggal 1 september ini.

Warga banyak merespon berita dari data PPATK yang menyebutkan kalau DKI Jakarta pemprov Terkorup dan Bangka Belitung pada posisi terakhir. Warga Jakarta senang mendengar kabar wifi gratis, tetapi warga solo sedikit mencibir karena mereka sudah merasakan wifi gratis seperti itu sejak lama. Pelaksanaan wifi gratis ini dinilai telat, dan sebagian dari mereka menganggap ini salah satu cara mengambil hati warga Jakarta untuk memilih Foke lagi. Menurut warga Kartu gratis belajar 12 tahun juga salah satu cara Foke itu.

Agak terlihat mengejutkan ketika @TrioMacan2000 kembali menyisipkan pemberitaan tentang Foke-Nara. Ia menyatakan kalau Jokowi jauh lebih baik dari pada Fauzi Bowo, dan mungkin hanya orang bayaran, koruptor dan munafik saja yang masih memilih Foke.

Akun Prosa_Hitam menyatakan kalau tim Jokowi-Ahok tidak akan berhenti untuk membunuh karakter simpatisan Foke. @ForJakarta juga menulis fakta kalau Foke mengklaim BKT sebagai projectnya, padahal itu adalah project pemerintah pusat lewat dinas PU dengan dana APBN. Di akunnya juga ia banyak mempertanyakan kemana saja dana yang seharusnya ditujukan untuk program-program Jakarta karena Foke saja hanya berhasil menambah 1 koridor Busway. Busway juga sudah terlihat kumuh dan terkesan tidak terawat.

Ketemu Jokowi yuk…

 

183718_jokowi

Melihat antusiasme teman-teman Kompasianer dan beberapa blogger ditulisannya terhadap Jokowi, saya jadi berpikir. Bagaimana bila kita ajak kopdar saja sekalian Jokowi-nya ya… Apalagi bentar lagi lebaran, sekalian silaturahim dan halal bi halal. Jadi semua teman-teman disini baik yang sudah kenal dengan Jokowi, baik yang sudah pernah bertemu, bahkan yang belum pernah ketemu dan belum pernah kenal bisa mengenalnya.

Kira-kira gimana ya respon teman-teman? Kalau teman-teman mau, saya akan usahakan untuk minta waktu beliau buat kita, atau ada teman-teman disini yang bisa menginisiasi untuk membuat acara dan bertemu dengan Jokowi secara langsung?. Saya sendiri membayangkan betapa guyub, ramai dan indahnya suasana pertemuan itu. Apakah teman-teman bersedia untuk kopdar dengan Jokowi dan mungkin juga Ahok?

Buat yang belum pernah bertemu namun mendukungnya, kesempatan bertemu ini bisa dijadikan sarana untuk menitipkan keinginan bilamana Jokowi menang. Bila Jokowi kalah, mungkin bisa dijadikan sarana untuk mempererat barisan agar Jokowi bisa terus menjadi contoh sebagai pelayan yang baik.

Buat yang belum pernah bertemu dan tidak mendukungnya, kesempatan bertemu ini bisa menjadi kesempatan untuk mempertanyakan hal-hal yang menjadi pengganjal untuk memilihnya. Juga menjadi kesempatan untuk mengenalnya lebih baik sebelum menghujat dan meremehkannya. Dan bila Jokowi kalah, tidak perlu pula untuk makin menghinanya karena adanya pemilihan ini sebenarnya wujud cinta kita terhadap bangsa dan negara.

Sudah saatnya pula, Pejabat menjadi orang dekat buat kita semua. Baik pemilih maupun bukan. Karena itulah fungsi pelayan yang sebenarnya. Anda setuju untuk kopdar dengan Jokowi?

Salam Air.

Rhoma Irama itu Orang Baik

 

Saya katakan disini, Rhoma Irama itu orang Baik!.

Sebagai mantan penghuni kantin Glodok, saya paham betul siapa Rhoma Irama. Beliau adalah senior dan panutan bagi para musisi dan penyanyi dangdut. Dan kantin Glodok adalah sebutan dari sebuah tempat di Glodok yang menjadi ajang berkumpul dan nongkrongnya para pencipta lagu dan penyanyi baik rock maupun dangdut, mengapa begitu? Karena disana dulu banyak berdiri perusahaan rekaman yang besar, salah satunya adalah PT Irama Tara yang menjadi Major Label-nya Black Brothers (Grup Band dari Papua – CMIIW) dan juga disanalah tempat Major Label-nya Rhoma IRama berada, mohon maaf saya lupa namanya.

Saya dulu ikut mengamen disana, bareng dengan beberapa pengamen kereta Bogor – Jakarta. Dan disanalah semua opini tentang Rhoma Irama banyak berkembang. Karena berbagai musisi dari berbagai disiplin ilmu kemusikan, disanalah tempatnya, dulu. Rhoma Irama termasuk musisi jenius. Beliau bisa menggabungkan warna Deep Purple yang nge-rock menjadi lagu dangdut dan enak didengarkan. Seorang musisi dari US (saya lupa namanya) pernah berujar, cara bermain gitar Rhoma Irama lebih hebat daripada Eet Sjahrani gitaris Edane dan God Bless.

Secara pribadi, saya tahu banyak tentang Rhoma. Dari cerita teman-teman penghuni kantin Glodok, saya menjadi tahu banyak lagi tentang Rhoma Irama. Kenapa saya katakan beliau orang baik? Karena beliau suka ngasih ongkos pulang buat teman-teman musisi yang belum berhasil sepertinya. Ongkos pulang disini banyak artinya, bisa untuk makan, bisa untuk uang makan keluarga dan bisa untuk ongkos beneran. Di kantin Glodok ini, berkembang “ajaran” untuk mudah berbagi. Memperhatikan teman-teman yang susah dan segera membantunya meski bahkan yang membantu itu sedang tidak punya banyak uang. Itulah kenapa Rhoma Irama dicintai oleh orang-orang disana.

Setiap orang, punya kepahlawanannya sendiri. Setiap orang punya garis merah masing-masing dan itulah yang menarik buat orang lain yang satu warna. Rhoma Irama salah satunya. Beliau mempunyai kepahlawanannya sendiri. Saking baiknya, hingga beliau menjadi orang yang mudah percaya.

Dalam kasus yang sedang menyangkut beliau, saya berani mengatakan bahwa Rhoma Irama sedang tersandung karena kebaikannya yang terlalu baik tersebut. Beliau adalah tipikal orang yang akan langsung baik dengan siapa saja yang berkunjung, sangat humanis dan berbaik sangka. Sisi ini pula yang menurut saya menjadi magnet buat banyak perempuan (Anda boleh tidak setuju, terutama yang perempuan :) ).

Tak kenal maka tak sayang. Maka sebelum berpendapat apalagi menuliskan sesuatu tentang seseorang atau pribadi orang lain, cobalah untuk mengenalinya terlebih dahulu. Tidak bijak rasanya bila teman-teman disini menyudutkan Rhoma Irama tanpa mengetahui ihwal aslinya dibalik itu. Berbaik sangkalah, maka orang lain akan berbaik sangka dengan kita. Berbaik sangkalah karena sudah menjadi dasar setiap orang mempunyai keburukan, dan bila keburukan yang terus menerus dijadikan patokan, maka kita tidak akan pernah kemana-mana.

Mari kembali kita ke konteks awal, yang berkompetisi dalam Pilgub DKI ini bukan Rhoma Irama VS Basuki Ahok, tetapi Jokowi – Ahok VS Foke – Nara. Kembali pada tatanan yang sebenarnya perlu untuk dicermati. Kita adalah pemilik konstituen, maka akan semakin bijak bilamana mau mengenali semua calon di atas sebelum mengomentari atau menulis tentang pribadinya masing-masing. Mari kita kawal Pilgub ini menjadi contoh pemilihan yang unik, asyik dan menarik. Sehingga semakin menambah keilmuan bagi semuanya.

Salam air.

Cross Posting di Kompasiana.

SARA itu diperbolehkan dan HALAL

Sepertinya Pilkada DKI kali ini bener-bener memberikan pelajaran yang sangat banyak. Dari mulai calon independen hingga pelajaran bertoleransi. Faisal-Biem berhasil menjadi calon independen dengan pemilih yang lumayan banyak dan meninggalkan simpati besar dari kalangan orang banyak. Dan sejak awal Pilkada, kemunculan cawagub Ahok telah memancing “kepentingan” etnis yang (mungkin) sedikit dibungkus bumbu Agama. Otomatis isu SARA sebenarnya sudah dimulai jauh-jauh hari.

Tentu saja, isu SARA itu boleh dan HALAL. Karena memang pada kenyataannya kita semua terdiri dari berbagai macam etnis bahkan suku. Hanya orang-orang yang mudah terpengaruh dengan “gesekan” akan perbedaan itu semua yang takut untuk membahas SARA. Berbeda dengan cara didik kita sewaktu kecil dulu, yang banyak diwarnai kepentingan penyelenggara negara, saya katakan bahwa kita perlu untuk mempelajari semua ini dengan rendah hati dan lapang dada.

Apa yang salah dengan kenyataan bahwa Ahok itu China dan bukan islam? Apakah Katolik atau apapun agamanya?. Sekali lagi, kenyataan bahwa orang-orang takut untuk menyinggung tentang SARA bahkan membicarakannya adalah karena masih banyak orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan dengan baik bahwa kita ini berbeda-beda. Bila orang-orang tersebut adalah muslim, maka saya katakan bahwa mereka tidak benar-benar memaknai Rahmatan Lil Alamin.

Yang menjadi kesalahan bagi kita, apabila kita terus berargumen untuk memandang perbedaan agama, etnis atau suku sebagai dasar pedoman diri sendiri untuk berpihak. Obyektifitas dalam berpihak juga sangat didukung oleh tingkat kesadaran masing-masing pribadi. Semestinya kepentingan (obyektifitas) yang muncul adalah untuk kemajuan. Entah kemajuan dalam sosial, budaya, maupun daerah. Tidak selalu pula orang daerah asli bisa menjadi ahli untuk daerahnya.

Ada sebuah analog, Orang asli dari sebuah daerah (misalnya Jog-jakarta) cenderung akan merasa lebih hebat dari orang-orang pendatang lainnya di daerahnya tersebut. Kenapa begitu? Karena sebagai manusia, memang sudah trah-nya sebagai jago kandang. Sehingga sering lupa bahwa kemajuan daerah tersebut banyak berhasil karena peran serta orang-orang dari luar daerah, dan orang-orang aslinya tersingkir ke sudut-sudut kota. Semua ini kesalahan mereka sendiri yang cenderung “merasa bisa” bukan “bisa merasa” karena menganggap diri sebagai pemilik tanah/daerah.

Ini hampir mirip dengan pendidikan lingkungan yang terjadi hampir puluhan tahun di hampir semua wilayah Indonesia. Bahwa sebagai orang islam, kita harus benci orang china. Karena orang-orang china banyak merugikan dan serakah dengan uangnya dan banyak alasan-alasan lainnya. Dulu, sewaktu kecil sangat saya sadari bahwa saya pun sempat membenci etnis China disebabkan oleh pendidikan lingkungan yang ada di waktu itu.

Setelah sekian tahun hidup dan sekarang saya menjadi seorang pengusaha, saya menjadi tahu bahwa kebencian yang dulu ditanamkan oleh lingkungan hanya karena kecemburuan ekonomi. Karena umat islam banyak yang miskin dan orang china banyak yang kaya di daerahku. Padahal, sebenarnya Umat Islam sendirilah yang SALAH. Banyak orang islam yang tidak berusaha lebih keras untuk menjadi lebih kaya dari etnis lain. Itu disebabkan oleh ketidakmampuan orang islam sendiri. Sehingga kecemburuanlah yang akhirnya dimunculkan untuk menutupi ketidakbisaannya. Dan kembali lagi, ini karena banyak orang Islam tidak belajar untuk “bisa merasa” namun terus menghidupkan “merasa bisa”.

Dari pandangan di atas, pada dasarnya SARA itu diperbolehkan dan HALAL. Dan menyebut bahwa Foke – Islam dan Jokowi – Jawa itu aneh. Mengapa begitu, karena Jokowi juga Islam. Mungkin akan lebih baik bila menyebutnya Foke – Betawi – Islam dan Jokowi – Jawa – Islam. Lah terus emang kenapa??? Saya yakin pembaca lebih paham dari saya…

Dan sekarang, para penghembus isu SARA akhirnya merasa bahwa yang mereka lakukan adalah Blunder. Karena pihak yang diserang dengan isu SARA justru semakin mendapatkan simpati yang lebih banyak. Dan untuk membela diri dengan semua itu, maka para penghembus isu sengaja menghembuskan bahwa semua isu itu sengaja dihembuskan untuk Self Victim oleh pihak korban sendiri.

Duh makin aneh saja orang-orang ini demi kepentingan. Mereka yang selalu sadar dan mengatakan “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” segera lupa ketika sedang memiliki kepentingan. Dan siapapun orang yang menggunakan segala cara untuk menang, maka ketika menang nanti akan menjadi orang yang congkak. (HR. Kika Syafii).

Salam Air.

Cross Post di www.kompasiana.com/kikasyafii

15 alasan terburuk untuk tidak menjadi Pengusaha

Hampir rata-rata orang berpikir bahwa “kita tidak cukup waktu untuk melakukan banyak hal”. Setidaknya berpikir untuk melakukan itu sudah lebih baik dibanding berpikir kesulitan hingga membuat tidak melakukan apapun.

Berikut ini beberapa alasan yang paling sering digunakan oleh orang karena tidak berani mengambil resiko. Bisa jadi ini adalah salah satu alasan Anda :) ;

1. Aku terlalu takut.
Segera bergabunglah dengan sebuah klub atau komunitas. Karena pada dasarnya hampir setiap pengusaha itu takut. Kemudian tetapkan pilihan: Membiarkan ketakutan menjadi penghambat atau merubah ketakutan menjadi bahan bakar untuk melakukan apapun agar bisa berhasil.

Berpuas diri adalah musuh prestasi dan untungnya ketakutan bisa mencegah diri sendiri untuk tidak cepat berpuas diri.

2. Aku tidak memiliki koneksi yang tepat.
Di jaman setua ini, teknologi banyak terlahir dengan berbagai kelebihannya. Dan teknologi diciptakan untuk memudahkan penggunanya. Kita bisa temukan LinkedIn, Facebook, Twitter, dan platform media sosial lainnya platform. Kita bisa berteman dengan siapapun, bisa mencapai siapapun.

Bukan tidak mungkin kita bisa berkenalan dengan musisi favorit, bisa juga berkenalan dengan politisi pujaan atau hal menakjubkan lainnya. Bukan tidak mungkin mereka akan membaca profil kita, website kita, atau produk kita. Yang kita perlukan hanya membuat semuanya benar-benar tampak profesional.

Bila banyak diantaranya tidak merespon, jangan patah arang. Mungkin saja ada yang kurang dari yang kita lakukan. Lakukan lagi lebih halus dan berbaiklah menyapa mereka. Tentu saja, bangunlah kepribadian yang semakin baik dari hari ke hari.

Mulai dari yang kecil. Munculkan diri lebih layak. Bangun sebuah jaringan yang bagus. Sebuah jaringan yang bagus bisa seperti piramida dengan basis yang luas, bukan garis vertikal tipis yang langsung menuju ke atas.

Dan mohon diingat, bahwa orang yang lebih berpengaruh semakin mereka sedang dikepung dengan permintaan. Memiliki alasan yang baik untuk menghubungkan, memberikan sebelum kita mengharapkan untuk menerima, dan kitamungkin akan terkejut dengan apa yang terjadi.

3. Aku terlambat.
Dalam banyak hal, semua inovasi atau mungkin ide itu sendiri, berasal dari memperbaiki ide-ide yang sudah ada sebelumnya. Tidak ada satupun inovasi yang satu dan berdiri sendiri tanpa memperhatikan ide sebelumnya.

Kita boleh menyebut diri “terlambat” apabila kita tidak menyediakan diri untuk terus menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih merangkul dari siapapun yang lainnya.

4. Aku ini siapa?
Dengan argumentasinya, banyak orang yang cenderung menerima keadaan bahwa “aku bukan siapa-siapa”. Ingat satu hal. Orang senang mendengarkan segala sesuatu yang menghibur, menarik, tulus, lucu, mengejutkan, informatif, merangsang, bodoh, satir, kontroversial, sedih, konyol, seksi dan banyak hal lagi..

Dan jika kita tidak bisa membuat orang lain mendengarkan kita, masalah bukan pada mereka. Masalah sebenarnya ada pada diri kita. Cobalah untuk merubah “pesan” atau “gaya” yang ingin disampaikan dengan hal-hal yang lebih relevan, sehingga mereka akan mudah menjangkau kita dan akhirnya mereka akan mendengar.

5. Aku tidak punya uang.
Anda atau mungkin kita, tidak sendirian!. Pengalaman saya sebagai mantan pengamen kereta hingga akhirnya mempunyai sebuah perusahaan Digital Agency (Alurkria) telah memberitahu banyak hal.

Membuat diri menjadi lebih layak bahkan (mungkin) kaya adalah tentang mempelajari seni untuk mencapai lebih baik dengan sedikit demi sedikit. Sedikit uang, sedikit ilmu, sedikit waktu bahkan mungkin sedikit kesempatan.

Hadapi saja: Jika berpikir bahwa karena tidak memiliki “cukup” modal dan kita berhenti, maka kita tidak akan pernah cukup atau bahkan punya modal.

Kita tidak selalu bisa mengendalikan apa yang telah dimiliki, namun selalu ada waktu untuk mengendalikan apa yang kita pilih dengan apa yang kita miliki.

6. Aku tidak punya waktu.
Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah apa yang kita siap kita lakukan dengan waktu.

Apabila kita terjebak jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam, apakah masih ada waktu untuk ber-chatting ria atau “me time”?. Nah, terapkan cara berpikir yang sama agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik sebaik mungkin.

Tidak ada waktu yang tepat selain sekarang juga.

7. Aku tidak memiliki keterampilan.
Ah, ini bukan apa-apa. Pergilah ke toko buku, baca buku yang ingin dipelajari. Pergilah cari teman yang tepat untuk mendapatkan ketrampilan. Mungkin seorang teman yang bisa meminjamkan komputer, atau meminjamkan barang miliknya untuk kita pakai sebagai bahan belajar.

Beri sedikit penghargaan atas hal yang sudah dilakukan teman kita, mungkin dengan mengajaknya jalan atau sedikit becanda dan menemaninya berdiskusi hingga selesai. Tak lupa, cari pengalaman yang bisa membuat pengetahuan semakin bertambah.

Hilangkan perasaan minder, atau kita tidak akan memiliki ketrampilan apapun. Karena ketrampilan tidak datang dengan sendirinya, namun perlu dicari kemudian berlatih.

Menyalahkan keadaan tidak sedikitpun membantu menyelesaikan semuanya.

8. Aku tidak punya ide bagus.
Tidak perlu berpikir repot. Lihat sekeliling, lihat keramaian orang, dengarkan apa yang teman-teman kita diskusikan, dan susun. Sesuatu yang baru akan menyulitkan, cobalah dengan memodifikasi ide yang sudah ada.

Pikirkan tentang solusi akan ide yang sudah berkembang di sekeliling kita namun tidak tersampaikan dengan baik ke diri kita. Kemudian kembangkan solusi itu, karena solusi itu sama dengan IDE.

Banyak perusahaan menjadi besar karena membuat “sesuatu” menjadi lebih baik, bukan dengan membuat yang benar-benar baru.

9. Aku tidak bisa mengambil risiko.
Apapun resiko yang sudah dipilih, yakinkan diri bahwa nantinya kita juga akan pulih dari hal yang sama. Waktu akan mengembalikan apa saja yang sudah terjadi, entah itu kemunduran, kegagalan ataupun hal lainnya. Malah kita akan menjadi semakin kuat ke depannya.

Kemauan untuk mencoba yang akan membuka banyak jalan. Tidak pernah mencoba akan meninggalkan penyesalan. Jangan sampai kita bertanya kepada diri kita dikala sudah menua dan tidak bisa melakukan banyak hal. “Andai saja waktu itu aku…. ”

10. Aku hanya pandai berencana tidak pandai memulai.
Tidak, sama sekali tidak benar. Itu hanya pikiran yang muncul berdasarkan kemalasan, karena (mungkin) tidak mau bekerja kasar, sudah dalam kondisi tenang dan lain sebagainya.
Atau mungkin lebih parahnya kita mengargumenkan dimana setiap pengusaha yang ditemui tidak pernah menyingsingkan lengan bajunya untuk bekerja dan dibantu oleh banyak orang.

Sebuah asumsi yang terlalu jauh. Tidak ada pengusaha sejati yang tiba-tiba berhasil, semua tentu dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Kita hanya perlu untuk terus berdisiplin dalam menjalankan tujuan.

11. Aku harus sempurna.
Sebuah anggapan yang sama sekali tidak benar. Seringkali kita terlalu mengejar kesempurnaan, padahal tidak ada kesempurnaan yang bisa kita kejar, kecuali memenuhi pendekatan kebutuhan usaha atau konsumen .

Mungkin saja ketakutan untuk ditolak atau dikritik itu memang mengganjal pikiran. Namun coba saja dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu. Lakukan saja yang terbaik, kritikan itu tanda bahwa diri kita masih diperhatikan oleh banyak orang.

Satu pendapat yang mungkin sangatlah penting buat kita, yaitu pelanggan.

12. Aku tidak nyaman melakukan itu.
Semenjak kecil, Aku dibesarkan untuk menjadi rendah hati dan tidak menonjolkan diri, jadi aku benci untuk mengatakan aku lebih baik siapa pun atau apa pun.

Sangat benar, namun antara menonjolkan diri (sombong) dengan meningkatkan kepercayaan diri itu sangatlah berbeda. Percaya diri juga bukan untuk kemudian tidak rendah hati. Namun merupakan bentuk mindset yang dibutuhkan untuk membuat diri kita mampu menemukan kesempatan dan menjalankannya dengan baik.

Namun bila kita mengeluarkan banyak alasan yang intinya hanya takut keluar dari zona nyaman, itu hanya bentuk rasionalitas, perlu sedikit merubahnya.

13. Aku tidak melihat orang lain bisa.
Oh, mereka mendapatkannya.

Kita tidak pernah tahu bahwa untuk mendapatkannya itu selalu dalam perjuangan yang tiada henti. Hingga muncul semua dalam kondisi hebat. Ide yang hebat dan produk yang hebat.

Ketika kita berharap tidak ada yang bisa mendapatkannya selain kita, justru saat itulah hanya kita yang sedang tidak mendapatkan apapun. Karena kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain dan lupa dengan apa yang seharusnya kita kerjakan.

14. Ini terlalu keras.
Perjalanan yang sungguh sulit.

Betul. Bila kita selesai duduk dan langsung berlari jauh tanpa berhenti. Cobalah untuk membuat langkah menjadi lebih kecil. Jalankan satu per satu dengan baik, selangkah demi selangkah dan terus disiplin menjalankannya.

Maka kita tidak akan pernah menyangka bila ternyata kita sudah sangatlah jauh.

15. Aku malu jika gagal.
Secara umum, kegagalan orang lain atau kemalangan orang lain itu adalah hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Dengan berbagai ekspresinya, ada yang pura-pura peduli namun sebenarnya mensyukuri, ada yang terang-terangan membicarakan dengan banyak orang.

Orang yang membicarakan kita, pada dasarnya karena mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kesukaan orang membicarakan orang lain itu tidak dalam konteks peduli, karena bila peduli tentunya mereka tidak akan membicarakannya, namun langsung membantunya menemukan solusi atas kesulitan kita.

Oleh karenanya, tidak perlu untuk malu dalam melakukan usaha. Kehidupan kita ada ditangan kita masing-masing bukan ditangan orang lain.

Salam Air.

 Tulisan ini juga di posting di www.kikasyafii.com

Softlaunch Situs Ibadah.co.id

Setelah beberapa saat, akhirnya saya dan Tim Alurkria, berhasil membuat aplikasi website berbentuk portal berita dan informasi yang di sadur dari Tabloid Ibadah (cetak). Situs dengan alamat www.ibadah.co.id ini diluncurkan selain untuk menyesuaikan kebutuhan pemberitaan yang sudah sedemikian cepat dengan teknologi internet, juga untuk memudahkan penyebaran informasi yang memang dibutuhkan masyarakat luas.

Dengan tagline “The Islamic Way of Life and Sharia Economy”, situs ibadah.co.id ini muncul untuk mengenalkan secara lebih baik tentang Islam yang Rahmatan lil Alamin. Bahwa islam itu untuk semua golongan, bahwa islam itu damai dan indah dengan semua agama, dan bahwa islam itu sederhana.

Serta informasi tentang Ekonomi Syariah yang memang sedang marak dan dibutuhkan banyak orang. Ekonomi yang sejatinya Syariah itu seperti apa? Maka di website ini para pengurus akan mencoba terus membahas dan mengembangkannya sebaik mungkin. Agar pengertian yang benar bisa tersampaikan dengan baik.

Akhirnya, Tim Alurkria berhasil menyelesaikan tahap awal pembuatan situs ini. Sekaligus terus melakukan pembenahan dan inovasi menyesuaikan kebutuhan pembaca, agar bisa menikmati artikel dan berita dengan nyaman dan sehat untuk mata pembaca. Semoga saja, melewati situs ini, kami para pengurus bisa berbagi dan berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan setiap orang.

Pengurus juga membuka kesempatan bagi rekan-rekan blogger yang ingin menjadi kontributor berita di situs www.ibadah.co.id ini. Silahkan kirimkan email ke mylutfi@yahoo.com dan kika.syafii@alurkria.com dengan Subyek “Kontributor”. Kami akan menjawabnya dengan syarat, ketentuan dan aturan menjadi kontributor.

Terima kasih.

Mendidik Berbasis Hati Nurani

Akhir-akhir ini banyak anak yang dianggap mengalami gangguan konsentrasi, hiperaktif atau mengalami gangguan belajar lainnya. Kita sering memberikan label kepada anak ini mengalami “gangguan belajar”(leaning difficulties). Ada semacam epidemik gangguan belajar. Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar LD tidak ditemukan adanya disfungsi syaraf tapi terhambatnya perkembangan syaraf akibat metode pengajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak, tahap perkembangan anak dan juga cara kerja otak.

Cobalah masuk ke dalam kelas-kelas, kita akan melihat sebagian besar anak sedang duduk di kursi masing-masing sambil mengerjakan lembar kerja, buku teks atau mendengarkan guru yang banyak berbicara di depan kelas. Sepanjang hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan dan dari generasi ke generasi mereka melakukan aktivitas rutin seperti itu. Anak-anak di sekolah kita adalah korban kesalahan dalam mengajar (educational malpractices)

Bagaimana dengan di rumah? Penelitian menunjukkan anak-anak satu hari satu malam menerima sekitar 426 kritikan, kalimat negatif, label dari orang dewasa di sekitarnya (ortu, guru, baby sitter, nenek dan kakek, dll). Sementara anak-anak ini hanya menerima sekitar 70 kalimat positif dan pujian.

Tampilan ciri-ciri anak sekarang:

  1. Tidak jelasnya minat  (kecuali pada tivi dan kegiatan non-berfikir)
  2. Adanya perasaan tertekan yang berhubungan dengan nilai dan sekolah
  3. Kesulitan menikmati atau bergembira ketika menghadapi tugas sekolah
  4. Takut gagal dan mengambil resiko, yang akhirnya membuat anak menghalalkan segala cara atau menjadi lumpuh/pasif
  5. Sulit untuk merubah kebiasaan dan kurang rasa ingin tahu (kurang mau menambah pengalaman)
  6. Sulit mengungkapkan diri
  7. Kurang ambisi
  8. Sulit menganalisa situasi dengan cepat dan tepat
  9. Kecenderungan untuk mudah menyerah dan tidak tekun ketika hal yang dikerjakan tidak sesuai dengan harapan dan rencana
  10. Sulit berfikir mandiri
  11. Sulit membuat pertanyaan yang baik dan telah difikirkan matang-matang (biasanya cenderung asbun)

Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak kita?

Cobalah perhatikan cerita ini.

Ada sekelompok binatang yang memikirkan untuk membuat sekolah memanjat, terbang, berlari, berenang dan menggali. Mereka tidak dapat memutuskan mana di antara keterampilan yang sudah disebutkan yang paling penting, jadi mereka memutuskan semua murid hewan harus mengikuti semua pelajaran. 

  • Kelinci yang ahli lari hampir saja tenggelam saat pelajaran berenang. Pengalaman itu membuatnya shock dan ia tidak punya percaya diri lagi untuk dapat berlari
  • Elang yang pandai terbang tentu saja tidak sanggup masuk pada kelas menggali, dia harus mengikuti klas khusus/remedial untuk menggali. Terlalu banyak waktu yang terambil untuk terus berlatih menggali sehingga elang lupa bagaimana cara terbang
  • Semua binatang mengalami hal yang sama. Setiap hewan tidak dapat lagi bersinar sesuai dengan keahliannya kerena semua dipaksa untuk melakukan  sesuatu yang tidak sesuai dengan keunikannya dan  fitrahnya.

Kita sering  mengabaikan minat dan bakat anak dan diwaktu yang sama kita memaksa anak untuk membuang-buang waktu di dalam kelompok yang membosankan dan tidak tepat dengan bakat dan minatnya. Elang memang diciptakan Allah untuk terbang. Subhanallah !

Sudah waktunya bagi kita orang tua dan guru untuk lebih memusatkan perhatian mengasah kemampuan anak yang unik. Selama ini  kemampuan manusia baru dimanfaatkan 5 % saja.

Melabel anak yang sebenarnya normal karena tidak cocok dengan definisi cerdas yang selama ini dipakai di masyarakat merupakan sebuah kesedihan.  Sebenarnya guru dan orang tua tidak tahu bagaimana cara mengajar sesuai dengan kebutuhan anak, sesuai dengan pola unik fungsi otaknya. Kita telah menutup rapat-rapat otaknya dengan metode lembar kerja dan ceramah dan hanya memberikan sedikit kesempatan bagi anak untuk membangun, membentuk, menggambar, bermain drama atau metode belajar aktif lainnya.

Pada diri anak-anak kita telah terjadi “LEARNING SHUT DOWN”  (Bobby De Potter) atau DYSTEACHIA  (Thomas Armstrong) yang kemudian menimbulkan penyakit AUDITORY YAWNITIS DYSFUNCTION – ketidakmampuan anak untuk mengingat informasi yang tidak berarti bagi anak dan membosankan.

Kapan hal ini akan berakhir? Hal ini akan berakhir saat orang tua dan guru memutuskan untuk  mulai memahami dan memelihara keunikan anak sehingga anak dapat belajar sesuai dengan caranya, sesuai dengan gaya belajarnya dan sesuai dengan fitrahnya.

Catatan:

  1. Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci dan baik. Setiap anak unik dan spesial. Anak-anak datang ke dunia ini dengan membawa takdirnya masing-masing  sesuai dengan skenario Allah SWT. Biji apel secara alamiah akan menjadi pohon apel dan tidak dapat menghasilkan buah pepaya atau melon. Sebagai orang tua, peran kita yang utama adalah mengenali, menghargai dan memupuk proses pertumbuhan yang unik dan alami. Kita tidak dapat mengkloning anak sesuai dengan keinginan kita tapi kita tetap bertanggung jawab untuk mendukung anak yang memungkinkan anak mewujudkan potensi yang Allah berikan.
  1. Cinta terbukti dapat mencerdaskan anak. Kenapa? Ada bagian tertentu di otak yang mengatur emosi juga mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Hanya dengan suasana yang aman dan nyaman, anak akan mau bereksplorasi bebas dan mengambil banyak manfaat dari pengalamannya. Dan tutup ketel otak akan terbuka.
  1. Setiap anak itu unik dan punya agenda yang berbeda sehingga belajar aktif (active learning)  akan mengalahkan belajar pasif (passive learning).
  1. Otak lebih cocok dengan kalimat positif
  1. Mendengar aktif (“ya, ibu tahu kamu kecewa karena ibu larang kamu bermain”) dan banyak mengirim pesan saya (“jika ibu meminta kamu belajar dan kamu tidak mau, ibu khawatir kamu tidak naik kelas”)  (dari pada pesan kamu – “kenapa sih kamu susah sekali disuruh belajar, muter-muter aja kalau disuruh belajar atau nongkrong aja di depan tivi, besok ibu jual aja deh tivinya”) akan membuat tutup ketel terbuka.
  1. Menghargai anak. Harga diri sudah ada dalam diri anak. Yang perlu dilakukan pendidik adalah mengenalinya dan memanfaatkannya untuk meningkatkan prestasi anak.
  1. Semua anak ternyata dapat menjadi bintang (berdasarkan 8 kecerdasan dan 3 gaya belajar)

Menurut Abdullah Nashih ‘ulwan ada 10 potensi dalam diri anak yang harus dikembangkan agar fitrahnya tetap terjaga:

-       Potensi akidah

-       Potensi ibadah

-       Potensi sosial

-       Potensi akhlak

-       Potensi Perasaan dan kejiwaan

-       Potensi Jasmani

-       Potensi Intelektual

-       Potensi Kesehatan

-       Pengendalian potensi seksual

-       Potensi Keterampilan

Sekedar berbagi. Mudah-mudahan bermanfaat demi masa depan anak-anak yang benar dan baik.

Diambil dari Tabloid Online www.ibadah.co.id (Irwan Rinaldi)

Ibuku bermata satu

Ibuku mempunyai satu mata. Dari semua hal yang dia punya ditubuhnya, hanya kurang itu. Pada awalnya di setiap pagi aku berangkat sekolah diantar olehnya, semua baik-baik saja. Hingga tiba-tiba salah satu orang di kelasku berteriak, “Ibumu punya satu Mata, hai anak dari bermata satu”.

Aku malu, dan semenjak itu, aku tidak (mau) menerima kehadirannya. Kemanapun dan dimanapun dia berada selalu aku tolak. Aku sangat malu. Bahkan sering aku merasa ingin agar Ibuku menghilang dari sekelilingku. Menghilang begitu saja dan hilang.

Beranjak dewasa, aku merantau. Hingga kemudian aku menikah, tak ada satupun keluarga yang aku kabari, karena aku takut ibuku akan datang menemuiku. Hingga dua anakku besar dan lucu-lucu. Tiba-tiba dia datang mengetuk pintu dan membuat kedua anakku kaget. Yang satu ketakutan dan yang satu mentertawakannya.

Aku berteriak kencang kepadanya, “kenapa kamu datang tanpa di undang??”. “Kamu telah membuat anakku ketakutan, pergi sana”. Teriakku. Dan dia pun segera menghilang dari pandanganku.

Sekian lama waktu berselang, aku mendapatkan undangan reuni dari Sekolah SMA. Entah kenapa, aku sangat ingin menghadirinya. Dan dengan membohongi istriku, aku berangkat mengikuti reuni. Bersenang-senanglah aku disana.

Dari tetanggaku aku mendengar bahwa ibuku sudah meninggal. Tiada airmata yang menetes dari mataku. Kemudian tetanggaku memberikan sebuah surat dari ibuku. Segera aku baca.

“Yang tercinta anak lelakiku,

Aku bangga dengan semua yang sekarang ini kamu peroleh. Aku senang menyaksikan perkembanganmu. Aku juga senang mendengar bahwa kamu menjadi orang yang sangat disegani.

Mengingat waktu kecil dulu. Kamu mengalami kecelakaan yang membuatmu harus kehilangan satu matamu. Sebagai ibu, aku tidak kuasa untuk menangisi kejadian itu. Membayangkan apa yang akan kamu terima dari ucapan, hinaan dan teriakan orang lain atau temanmu.

Oleh karenanya, aku berikan satu mataku kepadamu. Agar kamu tetap bisa seperti layaknya anak-anak normal lainnya. Dan sekarang, aku begitu bangga bisa melihat dunia yang begitu indah dengan mata yang ada padamu.

Selalu sayang.
Ibumu.

Cross posting di www.kika.web.id