Masuk Headline Kompasiana

Selama liburan ini headline kompasiana dipenuhi oleh dua aktifis BeBlog. Yang pertama tentu saja AKU [hehehe…kumat narsisnya] dan satunya adalah pak Aris Ketua Komunitas kita.

bekasi i love U full 1Di pagi ini aku nulis tentang kecintaanku pada bekasi. Ini sebenarnya hanya copas dari tulisan yang ada di blogku, jadi tak perlu banyak energi untuk menerbitkannya. Lebih ringan daripada ikut Kontes SEO Pertamina yang rumit.

Setelah itu, headlines bergerak lagi dan munculah tulisan pak Aris HU.

headline kompasiana

Mas Aris menyoroti tentang undangan Kopdar dari Walikota pas selesai tahun baru, tepatnya di hari Sabtu tanggal 2 Januari 2010.

Setelah beberapa saat tulisan mas Aris mulai keluar dari Headlines, demikian juga tulisanku. Namun tidak lama kemudian tulisanku yang lain tentang Google Wave muncul lagi sebagai headlines.

headline kompasiana 1

Senang rasanya para penulis BeBlog satu demi satu terus masuk Headlines Kompasiana. Jadi headlines hari ini melengkapi headlines terdahulu yang isinya antara lain Om Jay, mas Amril dll.

Bagaimana sih tipsnya agar bisa masuk headlines?

Pertanyaan ini agak susah menjawabnya, tapi sebaiknya kita ikuti saja pedoman para instruktur yang mengajar blogshop BeBlog.

1. Menulislah seperti kita sedang bernafas, biarkan mengalir dan jangan pernah takut salah [fase otak kanan]
2. Baca seluruh tulisan setelah selesai menulis. Koreksi kata atau kalimat yang salah/janggal [fase otak kiri].
3. Periksa lagi sampai merasa puas [fase otak kiri dan kanan]

Nah begitu saja tipsnya.

Kalau masih belum puas, silahkan ikut workshop Menulis Cepat metode 12 PAS di Samikuring pada tanggal 16 Januari 2010. Beritanya silahkan klik disini.

10 Tahun di Bekasi

Ini kisah dari pak Jamrianto yang telah 10 tahun tinggal di bekasi dan belum juga sempat menulis tentang Bekasi. Banyak kendala dalam menulis, meskipun menulis tentang sebuah kota yang begitu dekat di hati.

10 tahun bukan waktu yang singkat dan sudah membuat hati menjadi terikat akan suasana hiruk pikuk Bekasi yang memang selalu penuh dengan nuansa. Layanan pemerintah pasti belum bisa ideal, masih banyak yang perlu dibenahi. Lalu lintas masih juga semrawut, banjir juga masih terjadi di beberapa tempat.

Lalu kenapa masih juga tinggal di Bekasi?

Tentu banyak kenangan yang telah terukir di bekasi, telah banyak kemudahan yang diterima ketika menjadi warga Bekasi. Bagaimanapun kota terdekat dengan Jakarta yang bisa memberikan semua yang terbaik untuk kita adalah Bekasi.

Kenapa harus ke Jakarta kalau di Bekasi semuanya sudah ada. Seperti juga kota Surabaya punya Sidoarjo. Kodya Yogya punya Sleman, Medan punya Deli Serdang, maka Jakarta juga punya Bekasi.

Kita pasti mafhum bahwa Sidoarjo lebih “indah” dibanding Surabaya, Sleman punya segala hal yang menjadi kebanggaan Kodya Yogya demikian juga Deli Serdang yang punya banyak hal yang menjadi kebanggaan kota Medan.

Bekasi memang kotaku. Semrawutnya lalu lintas tidak mentyurutkan kecintaanku pada Bekasi. Tulisan ini ditulis dengan doa, semoga bekasi menjadi kota yang selalu bergerak untuk menjadi kota terbaik di Dunia.

Amin.

+++

kopdar 01

Apa komentar pak Wisnu tentang pak Jamrianto?

“…..Pak Jamri.. Skr ditulisi mas Eko dulu.. Setelah tgl 16 ikut training menulis nanti pasti lebih lancar nulisnya!…”

Hehehe…. setelah ikut acara Cara Menulis Cepat metode 12 PAS, dijamin pak Jamrianto tidak perlu minta tolong orang lain untuk menulis lagi. Sudah langsung lancar menulis. Jadi 10 tahun di Bekasinya tidak sia-sia donk.

Sinergi

Kalau kita jalan-jalan di Jalan Mojopahit Medan, maka akan kita lihat jajaran wisata kuliner yang sering kita kenal dengan nama beken Bika Ambon. Kue khas Medan yang selalu bikin dahi berkernyit, karena ada kata Ambon di nama kue itu, sementara itu tidak ada hubungan antara Medan dan Ambon.

Ada seseorang yang bilang kepadaku kalau nama itu diberikan pada kue Bika karena permukaan kue itu mirip dengan rambut orang Ambon.

Ini tentu suatu cerita asal-asalan saja, meskipun aku juga tidak tahu asal muasal kata itu darimana.

Kenapa aku tertarik mengangkat nama jalan dan jualan kue itu di sini?

Menurutku itu adalah salah satu bukti sebuah sinergi yang sangat alami. Mereka tidak bersaing secara tidak sehat tetapi bermitra dengan sesama penjual Bika, sehingga semua orang jadi tahu, kalau mau beli Bika yang enak pergilah ke jalan Majapahit [Mojopahit].

Kondisi seperti ini tejadi juga di beberapa tempat lain. Ada satu jalan yang lebih terkenal karena di sepanjang jalan itu semua warungnya jualan gule kepala kambing misalnya atau karena semua warungnya jualan Mie Ayam.

Jadi intinya, selama kita menganggap pesaing kita sebagai mitra, maka sinergilah yang akan timbul.

Dalam contoh lain aku ingin menyampaikan hal-hal yang terlihat “bertabrakan” tapi hasilnya sama-sama mendapat ke”saksesan”.

Waktu acara launching BeBlog, acara itu bertabrakan dengan acara Reuni Akbar Civeng UGM tingkat nasional yang sudah kurancang lama. Akhirnya kedua acara itu berlangsung sukses dan aku bisa datang di dua acara yang jamnya nyaris sama itu.

Saat aku launching buku Pak Dhe ngeBlog, acara itu juga bersamaan dengan acara TDA Peduli tingkat nasional yang dipusatkan di Bekasi. Jam acaranya benar-benar sama, tapi aku juga bisa datang di dua acara tersebut. Yang lebih hebat lagi, dua acara itu sama-sama “sakses”.

Jadi yang penting kalau kita sudah membuat sebuah acara dan kemudian ada acara lain yang waktuny apersis sama dengan kita, maka jangan jadikan itu sebagai hambatan dalam melaksanakan acara.

Mari kita lihat dari sisi sinergi  di antara kedua acara itu. Bukan tidak mungkin dua acara itu bisa disandingkan dan saling bersinergi untuk sukses bersama-sama.

Benar, tanggal 16 Januari 2010 tahun depan, akan ada acara Cara Cepat Menulis Buku metode 12 PAS yang bersamaan waktunya dengan acara Blogshop BeBlog.

Untuk acara blogshop BeBlog yang lalu, aku dan pak Rawi punya jadwal yang bentrok dengan acara TDA, tetapi kami berdua dapat menghadiri dua acara yang bersamaan itu dan dua-duanya juga sukses hasilnya.

Jadi mari kita sinergikan kekuatan kita untuk mensukseskan kedua acara yang bersamaan ini. Mau ikut blogshop BeBlog, silahkan ikut saja, itu suatu ide yang bagus.

Mau ikutan yang model lain di workshop menulis cepat, ya silahkan datang di Samikuring atau lihat saja publikasinya disini.

Mari kita ciptakan sinergi berdasar prasangka baik saja. Insya Allah banyak yang membantu mensukseskan acara kita semua. Amin.

menulis-buku-12-pas-cover-ok-1+++

Sore hari di Bekasi

Aku lihat koleksi foto-foto Lilo saat sore-sore kita jalan-jalan berdua. Hehehe..itung-itung nulis untuk kota Bekasi tercinta, maka kumuat lagi saja foto-foto kenangan ini di blognya BeBlog.
tarzan 02

Lilo paling suka main ayunan tetapi memakai akar pohon. Gayanya sudah mirip Tarzan saja, tetapi tanpa monyet di pundak. Soalnya kalau ada monyetnya, pasti malah Lilo yang takut digigit sama monyetnya.

Waktu kutanyakan soal kepindahan LiLo ke Yogya, menyusul kakak-kakaknya, kayaknya Lilo belum punya keputusan, tetapi dia masih berpikir-pikir dulu. Mungkin dia berpikir di Yogya nanti tidak ada lagi mainan kayak Tarzan-tarzanan ini.

bukit 01

Lilo juga paling seneng memanjat bukit-bukitan yang ada di sekitar perumahan. Sebuah bukit kecil yang gundul, tetapi memberi suasana ceria buat LiLo.

live healthy life 02

Setelah naik ke atas bukit, maka mulailah Lilo berlari-lari kecil. Aku yang kecapekan motret Lilo berlari, sedangkan Lilo tetap saja bernafas biasa seolah-olah tidak sedang berolah raga.

prairi 03

Kalau Lilo merasa capek, maka langitpun jadi atapnya dan bumi jadi kasurnya. Begitu saja LiLo langsung telentang di rumput dan menikmati keindahan langit biru yang ada di atas sana. Itulah langit kota Bekasi yang polusinya tidak separah Jakarta.

prairi 02

Kadang Lilo beraksi seperti Jet Li yang sering dilihatnya di TiVi. Pura-pura bersemedi untuk mencari Chi dari dalam tanah [energi bumi], menyerapnya dan kemudian merubahnya menjadi tenaga dalam yang sangat kuat.

Hehehe… itulah si Kecil Lilo yang suka menemaniku kemana-mana, daripada di rumah sendiri ataupun daripada dia ikut kegiatan yang tidak jelas maknanya.

Bagiku Lilo adalah guru terbaikku, karena dari mulutnya sering keluar kalimat bijak, persis seperti ucapan ustadz yang sering kuliah subuh sehabis sholat subuh. Aku jadi kayak “kebo nusu Gugel” deh.

Makasih ya nak telah banyak menyadarkan kekeliruan bapak.

Akupun jadi ingat petuah guruku, “kalau kita mensyukuri apa yang kita terima, maka sebenarnya kebahagiaan sudah ada pada diri kita, tidak perlu dicari lagi karena dia sudah merasuk dalam hatimu….”

Makin direnungkan, kalimat itu makin bermakna. Itu pula yang membuat aku tetap betah tinggal di Bekasi, meskipun kawan-kawan sering heran dengan pilihanku.

“Kok di Bekasi sih tinggalnya? Memang tidak ada yang lebih nyaman?”

Dalam hati kubilang, “Kamu belum kenal sih sama walikotanya, hehehe….aku juga belum !:-)..”

Sop Sumsum Langsa, adakah di Bekasi?

Setiap melakukan kunjungan ke Banda Aceh dari Medan via jalan darat, selalu saja aku tak bisa menahan diri untuk tidak mampir di warung sop. Alhasil warung sop kikil, iga, sumsum dll di Langsa itu selalu menjadi tujuan antara sebelum tujuan sebenarnya tercapai.

Pernah juga nglurug ke Langsa saking kepinginnya makan sop sumsum ini. Mungkin rasa yang spesial di warung itu yang masih sulit dicari bandingannya. Padahal di kota-kota ;ain warung semacam itu ramai bertebaran, tetapi sop sumsum Langsa ini memang sangat khas.

Sejak NAD mulai bergolak, maka aku sudah jarang lagi bepergian ke Aceh, meski masih juga menyempatkan makan di warung itu, tetapi suasana yang mencekam -kala itu- agak membuat rasa sumsum itu juga berubah. Hehehe…mengada-ada ya…

Akhirnya di penghujung tahun 2009 aku berkesempatan lagi makan sop sumsum Langsa itu. rasanya seperti melayang ketika melihat hidangan tulang besar itu muncul di depan mataku.

langsa medan 5

Apalagi kalau melihat cara temanku memakan tulang segedhe itu. Foto temanku ini -pak Novi- sampai diberi judul “Kebo Makan Sapi” oleh teman-temanku yang lain.

langsa medan1

…bersambung [tiba-tiba harus pergi]

GreenPeace salut untukmu

“Para aktifis Greenpeace, semoga kalian selalu istiqomah, aku salut sama kalian !”

Aku gak paham juga, apakah para aktifis Grenpeace paham dengan arti Istiqomah, tetapi semoga mereka menangkap makna dari Istiqomah.

Aku selalu salut dengan kiprah Greenpeace, karena aku tidak mampu untuk meniru mereka. Aku hanya supporter Greenpeace dan tidak pernah punya kemampuan maupun keberanian seperti mereka.

Supporter ID No 12568
Supporter ID No 12568

Dunia ini semakin tua dan semakin kompleks masalahnya, tentu menyakitkan melihat dunia ini makin diporak porandakan oleh para perusak lingkungan.

Dalam era ISO 14001 [lingkungan] yang makin kental ini, ternyata masih juga ada yang dipandang oleh Greenpeace sebagai tindakan yang tidak sesuai nilai-nilai prikebumian [analogi dari prikemanusiaan untuk bumi]. Masih banyak terlihat pabrik-pabrik yang tidak ramah lingkungan.

Semua ini bisa saja terjadi kerena hukum kita yang “pandai” membedakan antara pelaku yang perlu segera dihukum dan pelaku pelanggar hukum yang tidak harus segera masuk bui.

Koran Tempo hari Minggu, 29 Nop 2009, mengambil teman bedanya pelaku pencurian kakao senilai uang 2.100 [Mbok Minah] dibanding dengan pencuri uang negara sebesar 14,8 Milyar [Mardijo]. Mbok Minah harus segera dikuhum dengan hukuman penjara, sementara itu mas Mardijo cukup dihukum percobaan saja.

Wuihhh… sungguh “pintar” para penegak hukum kita ini dalam memutuskan suatu kasus hukum. Ini juga yang mungkin menyebabkan masih banyaknya pabrik yang lebih mudah bernegosiasi dengan para ahli hukum daripada dengan para ahli lingkungan.

“Rasa Keadilan Yang terluka”, begitu koran Tempo menyebutnya.

Andai saja Mandor Sutarno tidak main kuasa, mungkin kasus mbok Minah sudah selesai di tingkat lapangan. Namun kejengkelan mandor Sutarno terhadap para pencuri kakao membuatnya hilang akal sehat dan melaporkan kejadian ini ke tingkat yang lebih lanjut dan akhirnya sampai ke tingkat pengadilan.

Anda saja ada mandor-mandor Sutarno lain yang begitu ganas melihat perilaku para perusak lingkungan, alangkah indahnya dunia ini. Langit akan terlihat bersih dan daratanpun akan terlihat hijau menyejukkan.

Apakah ini mimpi?

Aku percaya ini bukan mimpi, karena kita semua akan mewujudkan impian ini agar menjadi kenyataan. Kita mulai tunjukkan pada lingkungan kita bahwa kita peduli lingkungan.

Blogger bekasi sudah peduli Aids dan tidak ada salahnya kalau Blogger Bekasi juga peduli lingkungan. Semua blogger dimanapun dia berada, apapun nama komunitasnya, akan peduli pada lingkungan dan semua ini nantinya akan membuat yan gtadinya hanya impian seseorang ini kan menjadi kenyataan dan bukan hanya sebuah mimpi.

Itulah kenyataan yang lebih indah dari mimpi.

Kenapa aku peduli dengan greenpeace?

Greenpeace adalah lembaga yang dananya berasal dari anggotanya dan tidak ada campur tangan dari institusi atau lembaga lain, sehingga campur tangan pihak tertentu bisa diminimalisasi sekecil mungkin.

Benarkah Greenpeace bisa sesuci itu?

Semoga !

[CMIIW]

Bekasi Peduli Aids, sebuah kontes SEO yang seru

Bekasi Peduli Aids
Bekasi Peduli Aids

Kontes SEO Bekasi Peduli Aids diawali ketika mbak Ajeng cerita padaku tentang serunya kontes SEO di beberapa situs.

“BeBlog perlu juga kontes SEO mas, biar terlihat gairah para blogger bekasi dalam memajukan situs Bekasi”

“Ada salah satu kontes yang hadiahnya cuma sebuah batu akik sederhana, tetapi hasilnya seru banget tuh”, begitu kira-kira yang diucapkan oleh Mbak Ajeng saat cerita tentang kontes SEO. Aku tentu saja manggut-manggut saja. Aku yang belum sempat ikut belajar SEO, tentu tidak bisa nanggapin banyak, soalnya memang gak mudeng sih.

Akhirnya kontes SEO berhadiah sederhanapun digelar oleh BeBlog. Itulah Kontes SEO Bekasi Peduli Aids.

Kubaca lagi cerita mbak Ajeng yang ternyata begitu membuat artikel langsung muncul di urutan pertama. Akupun tiba-tiba iseng ingin membuat tulisan tentang kontes ini.

Ternyata tulisanku langsung nongkrong di bawah tulisan mbak Ajeng. Wah, kok bisa ya?

Sejak itu aku coba untuk tanya secara rutin ke Om Gugel dan ternyata beberapa saat kemudian tulisanku malah muncul di atas mbak Ajeng. Wouw…kok bisa begini ya?

Jadi makin penasaran deh pingin belajar SEO. Sayang minggu lalu gagal ikut pelatihan SEO oleh Ali Akbar.

Akhirnya bener juga yang kuduga. Setelah beberapa waktu kemudian, maka yang ahli SEO asli mulai muncul dan bertengger di atasku.

Ada mas McDiN, ada mas Tedy yang nongkrong di atasku. Mereka berdua ini gantian naik turun di atasku. Apa ya dilakukan oleh mereka kok bisa naik turun?

Kayaknya perlu ada pelajaran tentang SEO deh di Blogger bekasi, biar kalau ditanya tentang SEO aku juga bisa menjawab. Sekarang ini aku sendiri gak bisa njawab kalau ditanya kenapa kok tulisan mas McDin atau Mas Tedy bisa naik turun dan bisa menggeserku. Sampai akhirnya aku tahu bahwa ada aturan dasar SEO yang harus dilakukan. Misalnya menulis judul yang memuat kata kunci (keyword), memuat kata kunci di isi artikel dan url yang mengandung kata kunci. Ternyata sederhana ya?

Atau ada teman ahli SEO yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang kontes SEO BEkasi Peduli Aids?

DCost Harga K5 Mutu B5

dcost
Mutu B5 Harga K5

Sudah lama aku dan teman-teman berlangganan makan di D’Cost, warung makan bersuasana mewah dengan motto [?] “Mutu Bintang Lima dan Harga Kaki Lima”.

Warung makan ini ada di berbagai tempat, baik di Jakarta [langgananku sih di Kelapa Gading], Bekasi maupun di Tangerang.

Begitu datang kita sudah disambut senyum ramah para penerima tamu, diarahkan ke meja yang cocok dan kemudian seseorang akan menanyakan pesanan kita begitu kita sudah menerima menu dari mereka.

Pesanan kita langsung mereka catat di PDA dan kemudian langsung di print [via wireless?], sehingga beberapa saat kemudian hasil printnya sudah ditempel di meja kita [untuk pengecekan kelengkapan jumlah pesanan].

Ketika keluargaku dapat berkumpul semua, maka merekapun kuajak ke warung ini. Jangan sampai kita sering makan enak di suatu tempat bersama kawan-kawan, sementara anak istri kita malah belum pernah makan di warung enak itu.

Begitulah, setelah menerima pesanan kami, dan setelah hasil pesanan diprint dan ditempel di meja, maka dalam hitungan sepesekian menit, pesanan pertama sudah datang.

Beberapa saat kemudian, pesanan lain menyusul.

Saat warung itu dipenuhi pelanggannya, memang proses kedatangan pesanan makan ini sedikit lebih lama, tetapi tetap jauh lebih cepat dibanding warung-warung sejenis.

Anakku yang tadinya tidak suka kangkung [harus sedikit ada pemaksaan untuk makan ini], maka di warung ini dia dengan lahap menghabiskan cah kangkung yang ada di mejanya.

Soal menu cumi, anak-anakku berbeda pendapat, yang satu bilang cumi kremes lebih enak dibanding cumi goreng tepung dan satunya bilang sebaliknya.

Namun kesimpulannya, kedua-duanya lebih enak dibanding yang disajikan oleh warung sejenis.

Bawal gorengnya juga dimasak dengan ukuran kematangan yang pas, dan bumbunya yang meski tidak pedas banget tapi lumayan pedas, terasa pas di lidah ini. Aku sih lebih “prefer” gurami asam manis. Dagingnya terasa gurih dan [kembali] soal bumbunya luar biasa pas [tidak terlalu asam dan tidak terlalu manis].

Udangnya juga dimasak dengan baik, sehingga menurut anakku, inilah udang terenak yang pernah dia makan. Wooo…. jangan-jangan dia lupa kalau pernah makan udang di jimbaran Bali yang juga enak banget tuh.

Kami berlima makan dan minum jus, dengan lauk cumi, udang, ikan, sayur dll, hanya menghabiskan 132 ribuan, atau kira-kira 25 ribu per orang dengan status lapar berat dan makan pada jam 14.00 dengan hasil kenyang berat.

Disini memang nasi hanya 1.000 rupiah/orang [boleh nambah sesukanya], demikian juga minum teh, hanya 100 rupiah/orang sak kuatnya dia minum. Coba saja rasakan sendiri sensasinya, siapa tahu yang kutulis ini terlalu bombastis. [CMIIW]


Inget juga ayat dibawah ini :

“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah (SWT) tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (al-A’raf: 31)

SBY, dimana kau berpijak?

SBY Presiden Indonesia
SBY Presiden Indonesia

Beberapa waktu setelah mendengarkan radio Delta FM tentang posisi SBY setelah dia memberi pernyataan tentang rekomendasi Tim 8, maka aku kemudian nulis status di Fisbuk seperti ini : “…..aku baru ngeh, bahwa apapun yang disampaikan oleh SBY pasti akan disambut dengan suara minor..”, maka beberapa sambutan langsung muncul di bawah statusku.

+++

Sebenarnya yg tidak bersuara alias cuek2 saja lebih banyak..

abis klise sih

master of retorika…. as usual :)

Apa krn sebagian kecil rakyatnya yg nggak sabaran, mudah marah, maunya instant, kurang positive thinking, mau menang sendiri, slalu melihat kurangnya org, rasa kepercayaan rendah,…

tanda2 rakyatnya sudah gak percaya lagi Pak…

…lebih cepat…lebih baik…

kalau kita berpikiran arif, jgn mudah terpancing omongan org, lagipula kita khan gak tahu persis jerohannya bangsa kita, kita semua tahu ibarat penyakit bangsa kita ini penyakitnya sdh kronis tdk gampang menyembuhkan, kalau kita cekoki dgn hal2 yg tdk konstruktif, ujung2nya rakyat jg yg susah, sebaiknya samikna wa atho’na aja

selalu ada alasan di balik sebuah tindakan. pertanyaan terbesarnya, mengapa kita tidak bisa tahu persis jerohannya bangsa kita sendiri. kita tahu kita berpenyakit, tapi kita tidak terlihat sungguh-sungguh ingin menyembuhkan penyakitnya. memang kalimat saya ini bisa didebat karena hanya berdasarkan perasaan bukan bukti. Namun kita diberikan hati dan perasaan oleh Allah SWT tentu bukan tanpa maksud.

samikna wa atho’na… lagi-lagi seperti itu. saya tidak mempermasalahkah samikna wa atho’na jika terjadi di jaman nabi. permasalahannya pemimpin kita bukan nabi yang selalu diingatkan Allah agar terhindar dari kesalahan.

Saya teringat cerita di masa Umar bin Khattab diangkat sebagai khalifah, ada rakyat yang berkata bahwa jika Umar berbuat yang benar dia akan patuh, tapi jika Umar melakukan kesalahan, pedangnya sendiri yang akan menghabisi Umar. Artinya, rakyatlah yang harus menilai bagaimana pimpinan kita. Kita ikuti ketika benar, dan kita koreksi ketika salah… koreksi di sini bisa berarti luas. intinya adalah membuat pemimpin kita tidak lagi melakukan kesalahan.

satu lagi, pemimpin bukan berarti satu-satunya orang yang paling tahu tentang rakyatnya. siapakah yang paling tahu tentang kebutuhan rakyat jika bukan rakyat sendiri. bahkan rakyat kecil di desa yang jauh dari kota pun sekarang bisa menilai bagaimana petinggi negara ini bermain dalam ketoprak yang saat ini terjadi. apakah itu karena hasutan dan omongan? Wallahualam…

+++

Tim 8
Tim 8

Wah ternyata teman-temanku sangat reaktif terhadap pernyataanku. Aku jadi ikut berpikir juga. Sinetron yang dimulai dengan adegan Kapolri vs KPK ini rupanya terus berlanjut dan terus bergulir dengan semakin kencang. Arahnya juga semakin tdiak terduga.

Tiba-tib amuncul tokoh baru ataupun kondisi baru yang membuat jalan cerita yang terlihat akan berakhir dengan satu kemungkinan atau dua kemungkinan ternyata menjadi multi akhir.

Ada yang tiba-tiba merasa bodoh, dan ada juga yang tiba-tiba menjadi pintar dengan membuat analisa yang logis dan penuh argumentasi. Yang terakhir ini membuat yang bodohpun semakin menjadi bodoh.

Alhamdulillah, ada yang menjadi arif dengan kondisi ini. Sebenarnya sampai saat ini kita belum tahu dengan pasti siapa sang sutradara sinetron ini. Apakah pemain utamanya sudah keluar atau belumpun sebenarnya masih perlu dibahas lebih lanjut. Model masyarakat Indonesia [termasuk aku] yang sangat reaktif dan humanis telah membuat sinetron ini makin laris manis disantap pemirsanya.

Pada akhirnya sinetron ini pasti akan berakhir, dan kalau mau arif, marilah kita menjadi penontonyang baik sambil berdoa agar semua ini berakhir dengan baik. Mau gaya India ataupun Hollywood, tapi sebaiknya segera berakhir dengan baik.

Semoga presiden kita tahu dimana posisinya, demikian juga para petinggi kita, baik itu yang ada di Polri, Kejaksaan maupun di KPK dapat membaca posisi dan fungsinya dan mereka semua rajin menanyakan pada hati mereka masing-masing.

Semoga hati mereka masih ada titik jernihnya dan semoga mereka dapat memimpin semua ini dengan hati mereka yang sudah lebih jernih. Insya Allah. Amin.

+++

source gambar dari sini dan dari sini

Download Blackberry Desktop Manager 5.01 dan 6

Karena banyak yang nanya padaku tentang dimana download Blackberry Desktop Manager terbaru, maka artikel pendek ini kubuat untuk mereka yang bertanya padaku atau pada teman-temanku [yang akhirnya bertanya juga padaku].

Bagi yang sama sekali belum punya software tersebut, maka bisa mengunduhnya disini.

Link di atas untuk mereka yang tinggal di Indonesia. Untuk yang tinggal di luar Indonesia, coba masuk langsung ke situs blackberry http://blackberry.com/ dan pilih negara yang sesuai, kemudian cari pilihan menu software dan pilih aplikasi Desktop Manager untuk PC.

Bagi yang sudah punya software Desktop Manager bawaan saat beli BB [ada dalam kemasan CD yang disertakan dalam dos BB], dan sudah menginstallnya, maka tinggal klik saja di menu help dan pilih “check for updates”.

Check For Updates
Check For Updates

Selanjutnya akan keluar jendela baru. Tunggu sebentar sampai muncul tulisan install dan klik di menu tersebut.

Auto Update
Auto Update

Selanjutnya ikuti petunjuk yang muncul di layar monitor. Seharusnya semuanya tinggal mengalir saja.

Untuk BBDM 6, caranya hampir sama. Tampilannya saja yang berbeda.

+++

Artikel [sangat] terkait
Blackberry jadi Modem

+++

Ada juga di blog pribadiku