The Power of Word

Banyak cara yang dilakukan orang untuk tetap berada dalam suhu semangat yang selalu berkobar. Salah satu lembaga training leadership and motivation selalu menerapkan ucapan “Selamat Pagi” dalam menyapa orang yang ditemuinya meskipun bertemu di saat siang atau malam hari. Ucapan ini dianggap memiliki ruh untuk tetap termotivasi layaknya kondisi tubuh di pagi hari yang segar, ceria dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas. Ada pula yang menggunakan kata “Super” untuk menyapa dan menyebut seseorang. “Salam Super” atau “Anda yang Super” kiranya demikian ucapan sang motivator untuk memberikan ‘sesuatu’ yang berbeda untuk tujuan yang sama, yakni sama-sama agar orang tetap dalam motivasi yang tinggi kapan pun dan dalam kondisi apapun.

Namun ucapan atau kata-kata motivasi yang disampaikan untuk orang lain ternyata pengaruhnya hanya sedikit dibandingkan kata-kata motivasi yang kita ucapkan kepada diri kita sendiri. Menurut Raymond Birdwhistle di dalam buku Keajaiban Kata-Kata karya Yvonne Oswald mengatakan bahwa “kata-kata yang diucapkan kepada orang lain hanya mewakili 7% dari hasil komunikasi, sedangkan kata-kata yang diucapkan kepada diri sendiri menghasilkan 100% bagi hidup anda”. Jadi menurut hemat saya, untuk memotivasi diri sendiri adalah bukan berasal dari perkataan orang lain, melainkan perkataan yang lahir dari diri sendiri, meskipun perkataan orang lain pun dapat menjadi trigger bagi diri kita.

Untuk itu, bila kita sakit ucapkanlah perkataan pada diri kita bahwa ‘saya akan sembuh tidak lama lagi’, bila kita terpuruk ucapkanlah ‘saya yakin bisa bangkit dari keterpurukkan ini’, bila kita futur (lemah setelah sebelumnya giat) maka ucapkanlah ‘saya tidak boleh malas, saya harus bergerak’, serta kondisi-kondisi lainnya yang menjadikan diri kita 3L (lemah, lalai dan lambat) dalam menjalankan sesuatu. Dengan ini temperatur semangat hidup kita akan tetap stabil dan menjadikan diri kita lebih baik. *irm

Bekasi Cyber Park vs Baros Cyber Creative Center

Sebagai warga Bekasi kita semua pasti tahu Bekasi Cyber Park (BCP) yang lokasinya berada di samping Metropolitan Mall (MM), hanya di batasi kalimalang dan jalan protokol saja. Belum lama ini saya mampir ke sana untuk sekedar refreshing dan melihat-lihat seperti apa bagian dalam dari BCP setelah sekian lama tidak ke sana. Ternyata setelah bergerilya selama kurang lebih satu jam, saya dapat membuat kesimpulan sementara sesuai apa yang saya lihat saat itu bahwa BCP adalah pusat penjualan barang-barang elektronik khususnya komputer dan handphone, meskipun ada juga swalayan, tempat fitness dan food court yang melengkapi BCP.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas ya ?. Begini, pagi tadi saya baru dapat informasi melalui salah satu website forum terbesar di Indonesia yaitu www.kaskus.us. Pada salah satu hot thread-nya ada judul ‘Cimahi Potensi Menjadi Ikon Cyber City‘. Lalu rasa penasaran saya membawa jari tangan saya menggerakkan mouse untuk membuka thread tersebut dan membaca isinya. ‘Hmmm… nice info‘, gumam saya.

Ternyata Pemkot Cimahi telah mendirikan sebuah bangunan yang diberi nama Baros Cyber  Creative Center (Baros C3), sebuah bangunan yang akan menjadi pusat kegiatan kreatifitas sebagai tempat kegiatan dan pelayanan yang berskala nasional maupun internasional di bidang teknologi informasi yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dan perlengkapan IT yang lengkap dan canggih. Gedung ini akan difasilitasi ruang pelayanan publik atau ruang display informasi layanan umum dan tempat untuk mengenalkan dunia teknologi informasi kepada masyarakat, perdagangan, serta ruang penelitian dan pengembangan bidang industri telematika. Selain itu, akan disediakan pula ruang untuk Studio Research and Development bidang informatika dan telekomunikasi, fasilitas untuk tenaga ahli IT dalam melakukan penelitian, ruang komputer untuk mengakses perkembangan teknologi, ruang tempat pelatihan IT, ada juga ruangan untuk display dan simulasi multimedia (auditorium), tempat seminar, diskusi dan rapat serta ruang sarana prasarana film dan animasi.

Di Gedung Baros C3 ini pula nantinya akan dikembangkan menjadi Internet Data Centre (IDC), fasilitas penyimpanan data bagi para Internet Sevices Provider (ISP), tempat pengembangan investasi infrastruktur untuk sentral TV Kabel, fasilitas pengembangan dan produksi software untuk film dan animasi. Demikian pula tempat untuk meningkatkan akses ICT seluas-luasnya kelokasi pemukiman, fasilitas sosial dan umum, tempat pengembangan Rumah Desain dan Packaging House untuk memberikan pelayanan jasa dibidang desain kemasan dan produk kemasan yang ramah lingkungan, serta menghasilkan inovasi teknologi pengolahan dan produksi untuk usaha kecil menengah (UKM) di Kota Cimahi.

Wah, luar biasa banget kalo melihat masterplan-nya Baros C3 seperti di atas, lalu bagaimana dengan Bekasi ?. Awalnya, saya menduga BCP akan dibangun dan di design seperti Baros C3, namun ternyata dugaan saya meleset. Sesuai pengamatan saya, justru BCP merupakan tempat jual-beli elektronik, kalo boleh dibilang glodoknya Bekasi he…

Namun, meskipun Pemkot Cimahi telah selangkah lebih maju dari Pemkot Bekasi dalam urusan IT, saya masih berharap besar kepada Pemkot Bekasi untuk membuat sarana dan prasarana seperti Baros C3. Bisa saja bekerjasama dengan pengelola BCP atau Pemkot Bekasi ingin membangun sendiri dengan menggunakan APBD. Tapi kalo menurut saya untuk menghemat budget Pemkot Bekasi lebih baik bekerjasama dengan pengelola BCP untuk mengemas BCP dan men-design-nya seperti Baros C3, bahkan bisa lebih dari itu. So, tinggal tergantung Pak Walikota, saya dan blogger Bekasi (BeBlog) lainnya pasti akan mendukung. *irm

Menengok Strategi Kejayaan Cina

Kalau ada negara yang tampak paling antisipatif dalam menghadapi kemungkinan runtuhnya sistem finansial dunia saat ini maka negara itu adalah Republik Rakyat Cina. Negara berpenduduk terbesar di dunia ini, diam-diam, terus mengambil langkah paling jitu: mengalihkan kekayannya pada aset nyata, yaitu emas (dan perak). Belum lama ini pemerintah Cina menganjurkan dengan sangat kuat agar setiap orang Cina menyisihkan sekurangnya 5% dari tabungannya dalam bentuk emas.

Kalau kita ingat kebijakan resmi Pemerintah Cina terhadap emas sampai sekitar satu dekade lalu langkah di atas sangatlah radikal. Secara resmi, sampai sebelum terjadinya “Krismon” Asia Tengara 1997 lalu, Pemerintah Cina sangat menghambat rakyatnya untuk memiliki emas. Hanya mereka yang mendapatkan izin tertentu dari pemerintah, seperti para pengrajin emas, dapat membeli dan memiliki emas.

Selain itu, pemerintah Cina sendiri, terus-menerus menambah stok emasnya, untuk mengalihkan cadangan kekayaannya. Selain emas, tentu saja, perak sebagai pasangan bimetalik ini, juga makin digemari oleh pemerintah dan rakyat Cina. Sebagaimana ditulis oleh Jeff Clark, seorang analis emas dan perak dari Casey Research, rakyat Cina banyak mengantri di bank-bank, kantor pos, dan perusahaan pencetakan emas resmi yang baru didirikan, untuk memborong emas dan perak.

Jeff Clark juga menunjukkan fakta yang sengat menarik, sebagaimana disajikan dalam dua grafik di bawah ini.

Pertama, pada tahun 2008, Cina memproduksi 9.07 juta ounce emas, melampaui negara-negara penghasil emas terbesar lainnya. Tingkat produksinya pun meningkat, sementara negara lain justru menurun.

Kedua, lebih dari setengah abad sebelumnya Cina merupakan negara dengan konsumsi emas per kapita terendah. Tahun ini diperkirakan permintaan Cina akan emas akan melebihi permintaan India. Ini berarti mereka akan menjadi pembeli emas eceran no 1 di dunia.

Ketiga, pemerintah Cina memanfaatkan cadangan devisanya untuk membeli emas dalam porsi yang makin besar. Bulan April lalu, secara mengejutkan mereka mengumumkan bahwa mereka telah membeli emas, sejak 2003, dan meningkatkan cadangan emasnya sampai 76%, menjadi 33.886 juta ounce. Saat ini pemerintah Cina menguasai emas lebih dari 30 kali jumlah yang mereka miliki pada 1990. Cinalah yang akan menjadi pembeli terbesar dari penjualan 12.9 juta ounce cadangan emas IMF.

Grafik 1

Dan bukan cuma soal produksi dan konsumsi logam mulia saat ini saja letak kekuatan Cina. Jeff lebih jauh membuat analisis kekuatan Cina untuk melakukan manuver labih jauh. Grafik berikut menunjukkan bahwa, meskipun Cina berada pada urutan ke-7 penimbun emas, porsi emasnya terhadap cadangan yang ada di dunia saat ini, masih sangat kecil (tak sampai 2%). Apa yang bakal terjadi kalau Cina menaikkan cadangannya, sampai 5%, atau 10%? Memang, untuk menjadi kampiun penimbun emas, Cina harus memborong emas sebanyak gabungan yang dimiliki oleh Perancis, Itali, dan Jerman.

Mampukah Cina melakukannya? Berikut analisis Jeff Clark.
Pada harga emas sebesar 1,000 USD untuk mendongkrak cadangan Cina sampai 5% diperlukan dana sebesar 55.3 milyar USD; untuk 10% diperlukan $144.4 milyar USD; untuk menjadi nomor 1 diperlukan $227.6 milyar USD.

Cadangan devisa Cina saat ini mendekati 2.3 triliun USD, 70%-nya, sekitar 1.6 triliun USD, berbentuk dolar AS. Jadi, jumlah dana yang diperlukan Cina untuk menjadi kampiun emas dunia, relatif kecil saja. Cina tak punya masalah dengan uang kertas dolar AS. Kenyatannya cadangan emas Cina terus meningkat. Pembelian terus-menerus terjadi, baik oleh pemerintah maupun oleh penduduk biasa. Diperkirakan sekitar 9.6 juta ounce emas di Cina akan dicetak menjadi koin dan medali tahun 2009 ini. Dengan harga 1000 USD/ounce usaha ini hanya memerlukan 9.5 milyar USD, hanya sekitar 30% dari modal yang ada di Cina.

Menarik kita ketahui situasi untuk perak. Total produksi tahun ini diharapkan mencapai 35 juta ounce, setara 625 juta USD atau cuma 1.7% modal tersedia. Dengan kata lain, di luar kebutuhan konsumsi penduduk akan barang-barang rumah tangga lain, konsumsi untuk emas dan perak masih akan membesar. Kecenderungan ini juga didukung oleh fakta demografis di Cina di mana kelas menengah juga terus meningkat, sampai 70% pada 2020. Jadi, dalam sepuluh tahun ke depan, konsumsi emas dan perak di Cina akan terus meningkat pula.

Grafik 2

Begitulah, di tengah merangkaknya harga emas dunia belakangan ini, seyogyanya kita belajar dari strategi Cina ini. Dari grafik di atas kita pun bisa melihat tingkat produksi emas Indonesia yang terus-menerus turun. Sementara dilihat dari cadangan emas Indonesia hanya menempati posisi ke 37, dengan cadangan emas cuma 73.1 ton (Baca juga: Satu Keluarga, Satu Dinar).

Namun, tak usah risau, karena tak ada kata terlambat dalam berurusan dengan emas dan perak. Dengan semakin luasnya peredaran Dinar emas dan Dirham perak melalui jaringan Wakala di negeri ini, masyarakat kita memiliki kesempatan luas untuk memperkuat diri. Menjadi tugas setiap diri kita untuk menyadarkan, meyakinkan, dan mengajak orang lain, untuk mulai menyelamatkan aset bangsa ini.

Dengan bukti-bukti kekuatan Dinar dan Dirham yang telah kita miliki, kita bisa mematok angka yang jauh lebih tinggi dari yang dipakai oleh pemerintah Cina (5%) di atas. Misalnya saja jadikan sekurangnya 50% dari tabungan dan cadangan harta kita sebagai dinar emas dan dirham perak. Miliki dan gunakanlah dinar dan dirham.