Ngopi di Lawton Coffee Jatiwaringin – Bekasi

Tepat di samping jalan masuk komplek Bina Lindung, ada sebuah bangunan tua dengan dua lantai dan dua bidang ruang. Disitu ada cafe kecil dengan branding Lawton Coffee, dengan bangunan tua yang tebal makin bikin ruangan menjadi adem bahkan saat AC tidak dinyalakan. Ruangan yang tersedia ada dua lantai, yang atas khusus perokok dan yang bawah untuk yang tidak merokok.

Lawton Coffee Jatiwaringin ini juga bisa memfungsikan ruangan lantai dua sebagai tempat untuk meeting, seminar maupun workshop dengan kapasitas 50 orang plus. Hal paling saya suka di lawtong coffee jatiwaringin ini adalah suasana yang tenang dan sinyal wifi yang sangat kencang. Ssstt jangan bilang-bilang kalau saya tiap mau update software selalu kesana yah :)).

Kopi espresso yang disajikan memiliki rasa yang tidak kalah dengan cafe lain, bahkan saya berani bilang bahwa kopi espresso di lawton cafe ini lebih enak dibandingkan starbuck (nggak apa-apa deh sebut merk, testimoni gratis kok :D).

Hanya sayangnya, variasi makanan kurang memadai. Saya pernah mengajak beberapa tim untuk melakukan pertemuan disana dan selalu terkendala masalah makanan. Diluar itu, semuanya mengasyikkan di Lawton Coffee Jatiwaringin ini. Pelayanannya juga ramah. Inilah bentuk surga kuliner di Bekasi. Nggak ada yang tidak ada di Bekasi :D.

LawtonCoffee

Dan para penggiat startup atau freelance programmer atau pelaku bisnis toko online yang ada di Bekasi, saya sarankan bekerja di ruangan kafe lawton ini, jauh lebih nyaman dibandingkan di seven eleven atau starbuck.

Enaknya Hidup di Bekasi

Sebagai orang Bekasi, saya ini mungkin tergolong orang yang kurang bersyukur atas segala nikmat dan rahmat dari effendi. Beberapa kali atau malah sering sekali saya melontarkan kritik atas banyaknya kebijakan dari Walikota Bekasi yang dirasakan kurang pas atau belum maksimal. Biarlah itu masa lalu.

Banyaknya Mal yang terus tumbuh di wilayah Bekasi Kota, perlahan bisa saya rasakan sebagai keindahan. Mungkin karena Pak Wali kurang pandai membuat hutan dari pohon maka beliau pun mempersilahkan para pengembang properti untuk membangun hutan beton. Hutan beton itu keindahan tersendiri loh, buktinya Jakarta juga senang sekali menghidupkan hutan beton.

Saya teringat nasehat dari Mas Ahu, bahwa nulis tentang Bekasi itu tak perlu yang serius-serius. Bisa dengan candaan. Ucapan yang sangat menyentil, langsung saya sadar bahwa selama ini saya terlalu serius. Menganggap semua hal harus dengan teliti dan fokus tanpa guyonan sedikitpun. Ini pula yang mungkin membuat saya sadar, selama ini terlalu lama gaul sama Bang Komar. Ah semoga Bang Komar tahu kalau Mas Ahu juga merindukan cambangnya.

Sebagai orang yang hidup di kota ribuan motor, Bekasi adalah keindahan tersendiri. Tahukah kalian bahwa Jatiwaringin yang menuju Pondok Gede itu sangat menyenangkan untuk ditinggali. Banyak sekali kuliner di sepanjang jalannya, juga dekat dengan Jakarta. Kalian mau ke Jakarta tinggal nyeberang jembatan Tol, maka sampailah di Jakarta. Dijamin juga Bebas Polisi.

Tidak ada yang lebih enak selain hidup di Bekasi. Pingin bukti? Kalau saya sudah membuktikan, selama 5 tahun hidup di Bekasi dan belum juga pindah. Mau makan bareng keluarga tinggal ke Jatiwaringin, mau ke Mal tinggal jalan ke Bekasi Barat, mau pulang kampung? Tinggal masuk tol.

Jadi kalian yang merendahkan Bekasi namun sebenarnya butuh lewat Bekasi untuk pulang kampung, sebaiknya meminta maaf. Sebelum nanti saya minta tolong Pak Suhardi Alius untuk memarkir bus di jalan arah ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Atau mungkin pingin dicubitin sama Emak Blogger Bekasi Mira Sahid dan Indah Juli?

Oh satu hal lagi, rasa-rasanya Bekasi di Bully itu juga karena orang Bekasinya sendiri yang kurang mempromosikan keindahan Bekasi. Bahkan penggiat blog dari Blogger Bekasinya sendiri saja vakum, ya pantas kalau akhirnya di Bully. Sejak Pilkada dan Pilpres kemarin, masih banyak yang belum move on untuk kembali berteman. Tapi ini cuma dugaan saya saja.

Saya sebagai orang Bekasi selalu bangga menunjukkan bahwa Bekasi itu indah, seindah pikiran saya yang tidak pernah menganggap kesalahan orang lain di masa lalu sebagai kesalahan masa sekarang. Setiap hari adalah baru. Sesuai dengan kata Bekasi yang diambil dari konsonan Be = Dengan dan Kasi = Kasih Sayang artinya Bekasi = Dengan Kasih Sayang. Seperti yang terus didengungkan oleh Mas Amril dengan puisi-puisinya dan Mas Eko Eshape dengan senyum lebarnya.

Bekasi Dibully Siapa Diuntungkan?

Bekasi bullyMungkin agak terlambat mengomentari kasus Bekasi yang dibully pengguna sosial media sejak tahun 2014 lalu. Namun kiranya belum terlalu terlambat jika saya mengomentari kasus bully Bekasi terkini yang dilakukan PT Indosat lewat iklannya yang beredar sejak pertengahan Desember 2014 yang berbunyi “Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi”.

Berkat iklan tersebut, Bekasi kembali jadi pemberitaan di media sosial. Warga Bekasi merasa tersinggung dengan Iklan Indosat karena terkesan mengolok-olok dan melecehkan Bekasi. Beragam komentar bermunculan, termasuk dari orang nomor satu di kota Bekasi, Rahmat Effendi, yang mengatakan “Bagi saya, itu pelecehan dari produk iklan yang tidak ada dasar ukurannya.

Ucapan senada juga dilontarkan Budayawan Bekasi yang juga blogger Bekasi, Komarudin Ibnu Mikam, “Buat kami, Bekasi itu seperti orang tua. Jadi kalau ada yang melecehkan itu responnya tidak rasional dan spontan. Etika dan hukum juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menayangkan sesuatu yang bernada pelecehan atau penghinaan, pendiskreditan suku atau wilayah.”

Bukan sekedar berkomentar, sebagian warga Bekasi pun ada yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor cabang PT Indosat Bekasi. Lebih jauh bahkan ada yang berencana untuk memperkarakannya ke meja hiaju.

PT Indosat mungkin tidak pernah mengira bahwa reaksi yang muncul akan sedemikian ramainya. Padahal ketika Bekasi dibully di media sosial, tidak ada yang demo, apalagi sampai melaporkan ke polisi dan membawa ke ranah hukum. Karena itu tidak heran jika PT Indosat buru-buru meminta maaf dan mengatakan apa yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun. Bukan hanya meminta maaf, PT Indosat pun mencabut iklan tersebut dari peredaran.

Dari kejauhan saya mencoba mengikuti kejadian ini. Sebagai warga Bekasi, meski saat ini lagi merantau, tentu saja ada perasaan sedih ketika daerah tempat tinggal kita di olok-olok oleh pihak lain, sama sedihnya jika negara kita dilecehkan oleh negara lainnya. Yang semakin membuat saya sedih adalah kenapa justru PT Indosat melakukan kekeliruan yang mestinya bisa dihindari.

Sebagai sebuah perusahaan BUMN yang telah malang melintang puluhan tahun dan paham dunia komunikasi, PT Indosat mestinya mengerti dampak dari tindakan yang dilakukannya, apalagi pembuatan dan penayangan iklan kan bukan proses sehari dua hari, melainkan melalui proses yang panjang. Semestinya PT Indosat tidak ikut-ikutan memanfaatkan popularitas dari pem-bully-an Bekasi untuk mengeruk keuntungan komersial semata. PT Indosat mestinya bisa menjadi panutan dan mitra para pengguna telekomunikasi untuk sama-sama memajukan Bekasi dengan sama-sama memperbaiki apa yang dikeluhkan para pengguna media sosial mengenai Bekasi.

MElalui laman Fesbuk, rekan saya Yulef juga berkomentar yang sama “sangat disayangkan, kenapa PT. Indosat ? Padahal sejak beberapa tahun yang lalu penggiat media sosial Bekasi baik secara komunitas melalui Bloggerbekasi maupun netizen secara personal dari Bekasi sudah terjalin hubungan baik dengan PT. Indosat”.

Nasi memang sudah menjadi bubur, tetapi bubur pun tetap enak jika dikasih kecap, bumbu kuning, abon, potongan daging ayam dan bumbu-bumbu lainnya. Nach PT Indosat bisa jadi telah melakukan kekeliruan melecehkan Bekasi, namun jangan sampai masalahnya kemudian menjadi berkepanjangan dan berlarut-larut.

Langkah meminta maaf dari PT Indosat sudah bagus, namun akan lebih bagus jika diikuti dengan langkah konkrit, mengampanyekan Bekasi dengan citra positif, misalnya membuat iklan yang berbunyi “Lebih Mudah dan Menyenangkan ke Bekasi dibanding ke Aussie”. Bantu warga Bekasi merealisasikan slogan tersebut, baik di kota maupun kabupaten (walau pejabat kabupaten Bekasi banyak yang diam saja ketika Bekasi dibully).

Kita sudahi aksi membully Bekasi. Jadikan energi untuk membully Bekasi untuk membangun bersama kota dan kabupaten Bekasi. Jadikan energi untuk membully untuk mengembangkan kerjasama dan meningkatkan sinergi antara pemerintah kota/kabupaten, warga masyarakat, pengusaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Patriotisme dan perjuangan masyarakat Bekasi di masa lalu dapat dijadikan panutan untuk membangun Bekasi. Komentar sinis mengenai Bekasi di sosial media tidak dapat dipungkiri cukup merepresentasikan kondisi Bekasi hari ini. Akan tetapi masyarakat juga harus objektif menilai Bekasi.

Peran Bekasi dalam mendukung kemajuan dan pembangunan di Indonesia tidak dapat diabaikan. Di Bekasi misalnya berdiri salah satu kawasan industri terbesar di Asia. Keberadaan kawasan ini sangat penting bagi perekonomian bangsa, bukan hanya masyarakat Bekasi, tetapi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Contoh lainnya adalah peran Bekasi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dihasilkan masyarakat Jakarta. Tidak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika Bantargebang yang terletak di Bekasi ditutup dan tidak dijadikan TPA. Bisa jadi Jakarta akan dipenuhi sampah yang menggunung.

Dari fakta-fakta itu saja, kita dapat melihat pentingnya Bekasi bagi Indonesia dan masyarakat Bekasi pun tidak perlu minder dengan keberadaan daerahnya. Melakukan kritik terhadap Bekasi merupakan hal yang wajar dan bahkan dibutuhkan, namun membully Bekasi bukan hal yang bijak dan tidak ada yang diuntungkan. Yang ada jusru masyarakat daerah lain yang akan ikut tertawa dan melecehkan.

Tempat-tempat di area Pintu Tol Bekasi

 

bekasiBekasi sebetulnya adalah daerah perlintasan antara Jakarta – Bandung, juga antara Bogor – Bandung (lewat Tol Cipularang). Tentunya hal ini sungguh menguntungkan bagi Kota Bekasi untuk bisa menjadi kota singgah bagi orang Jakarta maupun orang Bogor saat mau pergi ke Bandung.

Ada dua jalur untuk bisa masuk area Kota Bekasi dari tol cikampek, yaitu:

1. Keluar Pintu Tol Bekasi Barat

2. Keluar Pintu Tol Bekasi Timur

Kalo anda bingung harus keluar pintu tol Bekasi mana, berikut di bawah ini daerah-daerah atau lokasi yang dekat dengan pintu tol.


1. Pintu Tol Bekasi Barat:

– Mall Metropolitan Mall
– Mall Hipermall Bekasi (Giant)
– Mall Bekasi Square
– Mall Bekasi Cyber Park (BCP)
– Mall Grand Metropolitan
– RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
– Islamic Center
– GOR Patriot Bekasi (Internasional)
– Jembatan Summarecon
– Mall Bekasi (Summarecon)
– Kantor Walikota Bekasi Bekasi
– Perumahan Kemang Pratama
– Apartemen Mutiara Bekasi
– Apartemen Center Point
– Hotel Horison
– Hotel Amaris

Soon:
– Hotel Ammarossa
– Hotel Aston
– Hotel Harris (Summarecon)

 

2. Pintu Tol Bekasi Timur:

– Kantor DPRD Kota Bekasi
– UNISMA
– Mall Blue Mall Bekasi
– Betos
– Terminal Bis
– RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

Sebenarnya masih banyak lagi daerah-daerah di Bekasi Barat atau pun Bekasi Timur yang belum saya sebut di tulisan ini. kalo kesasar…pakai GPS aja yaah…Gunakan Penduduk Sekitar :)

17 Tahun Titik Awal Menuju Kota Layak Huni

Stadion bekasiBila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, Kota Bekasi masih tergolong belia. Umumnya kota-kota besar di Indonesia sudah memasuki angka ratusan tahun. Usia 17 tahun masih tergolong relatif muda.

Bila dianalogikan dengan usia manusia, 17 tahun sering disebut Sweet Seventeen. Usia yang penuh keindahan, energik dan warna-warni impian-impian besar. Usia peralihan dari masa remaja menuju dewasa atau menuju kematangan.

Kota yang sedang dalam peralihan dari usia ‘remaja’ menuju ‘kedewasaan’ pasti menemui berbagai problematika perkotaan antara lain penanggulangan banjir, infrastruktur jalan, drainase dan sarana perkotaan lainnya. Continue reading 17 Tahun Titik Awal Menuju Kota Layak Huni

17 Tahun Kota BEKASI yang makin SEXY!

bekasisexy

Pada 10 Maret 1997 resmi sudah wilayah sub-urban Bekasi yang letaknya menempel dengan ibukota metropolitan Jakarta ini menyandang gelar Kotamadya Bekasi, berpisah dengan Kabupaten Bekasi. Kini usia kota Bekasi (bukan lagi kotamadya) tanpa terasa sudah memasuki usia remaja 17 tahun. Jika kota Bekasi diibaratkan seorang wanita, usia 17 tahun sudah mulai terlihat matang dan sexy. Seorang perempuan sexy biasanya digemari para lelaki.

Sexy-nya kota Bekasi bagi saya yang tinggal di kota wilayah ini sejak tahun 1992 (masih kabupaten), memang sangat terasa dibandingkan 17 tahun lalu. Tidak hanya sekadar jalan Ahmad Yani saja yang menjadi lebih lebar, tetapi juga jumlah penduduk yang sangat terasa lebih banyak, dan juga udara yang terasa lebih pengap. Masalah kondisi jalan sudah jelas kemacetan saat ini berlipat kali lebih parah dibandingkan 17 tahun lalu.

Sexy-nya kota Bekasi menyebabkan saya yang tadinya sekadar “mencari angin” pun harus pergi ke Jakarta, mulai beralih jalan-jalan atau nongkrong di seputar kota Bekasi. Sudah pasti ini dipengaruhi oleh berdirinya beberapa pusat perbelanjaan atau mall besar di kota seluas 210.49 km2 ini. Beberapa kebutuhan hidup maupun pemenuhan gaya hidup yang tadinya harus diperoleh di Jakarta, saat ini apa pun sudah bisa didapat di kota Bekasi.

Sexy-nya kota Bekasi dengan jumlah penduduk sebanyak 2.447.930 jiwa sudah pasti membuat para investor meneteskan air liur. Berbagai produk & jasa dengan merek ternama sudah berani buka cabang di sini, mulai dari sekolah, restoran cepat saji, dealer mobil, hingga perhotelan. Bahkan sebuah grup pengembang (developer) besar sampai berani membuat fly-over yang kini merupakan salah satu ikon penanda kota (landmark) yang menjadi kebanggaan warga.

Sexy-nya kota Bekasi tak hanya menarik minat pemodal besar tetapi juga para kriminal. Sebelum berdirinya dua mal besar yang sekarang disebut Bekasi Cyber Park (dulu mal Hero) dan MM (Metropolitan Mall), lampu lalu lintas di pertigaan keluar tol Bekasi Barat merupakan daerah rawan penodongan. Kini para penjahat lebih banyak melakukan aksinya di daerah perumahan. Mengambil motor atau bahkan mobil dengan merusak gembok pagar menggunakan cairan kimia.

Sexy-nya kota Bekasi juga perlahan menghilangkan beberapa hal unik yang khas negeri ini. Saya sudah jarang melihat orang yang nanggap ‘layar tancep’ di pinggir jalan ketika punya hajatan, karena tanah kosong di sepanjang jalan kini penuh dengan ruko. Tiada lagi bisa berharap akan sering mendengar bunyi “ting ting” mangkuk pedagang sekuteng, atau “teng teng” bunyi wajan pedagang nasi goreng yang biasa melintas di depan rumah ketika lapar melanda di malam buta.

Sexy-nya kota Bekasi jika diibaratkan manusia, usia 17 tahun memang masa yang paling indah, namun juga bisa menjadi masa yang paling kelam jika sang remaja tidak hati-hati dalam melangkah, serta tidak pandai mengendalikan emosi dan nafsu birahi. Begitu pula dengan kota ini, jika tidak hati-hati dikelola dengan baik & benar, hanya menuruti nafsu serakah dan emosi sesat, maka kehancuran akan segera datang tanpa diundang.

Dirgahayu Kota Bekasi, semoga semakin sexy! :D

Tahun 2014 Bekasi Berani Lebih Baik

Haloooo apa kabar Blogger Bekasi, lama saya tidak menulis disini, rasanya kangen sekali!!! oh iya, saya ini belum mengucapkan selamat tahun baru yaa… “Say No to happy new year 2014“. loh mengapa??? tidak apa-apa pak, saya hanya ingin menggantinya dengan “happy new day – Semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung setiap harinya.” Amin yaaaa??? jangan lupa setiap malamnya nanti harus nyalain kembang api nya yaa pak… kan Happy new day!!!

Berani lebih baik, itu saya yang sedang berkampanye, rasanya seperti saya tersadar dan terpanggil untuk menjadi caleg di kota Bekasi, asiiikkkkk banget dah kalo menjadi CALEG atau PEJABAT. Sebenarnya bukan itu maksud dan tujuan saya memasang judul seperti diatas. Realitanya adalah saya tersadar, saya prihatin seperti SBY, masih banyak orang yang acuh terhadap di lingkungan sekitar. Coba rasakan pada saat hujan deras mengguyur Kota Bekasi tercinta kita, bagaimana? apakah jauh lebih baik? Banjir dimana-mana!!! siapa yang mau disalahkan? Tuhan? karena telah menurunkan hujan begitu lama? saya memperhatikan bahwa pada saat hujan sedang berlangsung, kebanyakan dari kita sebagai mahkluk yang paling sempurna adalah berkeluh kesah karena hujan akan menyebabkan semua rencana kita gagal, menyebabkan banjir dan lain-lain hal. Padahal hujan itu ciptaan Tuhan, dan Tuhan memberikan berkah kepada kita berupa air hujan, maka bersyukurlah ketika hujan itu datang, Wassalam. Jadi siapa yang mau disalahkan ketika banjir? PEMKOT Bekasi? tidak, yang disalahkan adalah kita yang tidak bisa menjaga nilai-nilai Estetika terhadap lingkungan sekitar.

Baiklah, jika kita berbicara mengenai Bekasi, di tahun sebelumnya dan sesudah tahun 2013 semakin hari semakin babak belur. Merugikah Bekasi yang katanya kota PATRIOT?  jawabnya adalah “merugi banget pak!!! bapak mah enak, cuma duduk-duduk di kursi gak tau gimana keadaannya”  ups… maaf ya kalo tersinggung, disini saya tidak akan menyinggung atau mengkritik kinerja Pemerintahan Kota Bekasi loh, saya hanya ingin mengkritik warga Bekasi saja. Kenapa demikian? yah, warga adalah penggerak atau motor dari kota itu sendiri, kalo warga bekasi semuanya membantu untuk melakukan sebuah tindak disiplin untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar,  pasti hasilnya jauh lebih bagus. Sementara orang – orang yang bekerja di Pemerintahan Kota Bekasi, begitu sampai dirumah masing-masing, mereka hanya kembali menjadi warga yang biasa-biasa saja. Betul kan?? jadi lebih baik saya mengkritik warga Bekasi saja, yah mudah-mudahan saja Pak  ReTe atau RW di kota Bekasi ini ada yang membaca tulisan saya.

Selain padat penduduk, Bekasi itu dulunya adalah kota yang memiliki udara yang segar, dahulu kala sewaktu saya masih kecil, setiap pagi saya sering sekali bangun pagi, kemudian tidur2an di halaman rumah sambil menghadapkan muka ke arah atas lagit biru yang bersih, menghirup udara yang segar membuat saya kembali tertidur pulas… laaahhhh???? Dulu itu terkenal dengan yang namanya kerja bakti bahkan hingga saat ini, tradisi kerja bakti masih dilakukan di setiap kawasan yang padat penduduk, namun akhir-akhir ini saya rasa kita sudah melupakan tradisi tersebut, atau bahkan masih ada yang rutin melakukannya.  Saya rasa warga Bekasi sudah mulai senang dan betah untuk mengambil pilihan yang salah, yaitu menyambut hari Ulang Tahun Banjir setiap tahunnya. Coba tebak daerah Bekasi sebelah mana yang setiap kali hujan memiliki kolam renang dadakan? pasti daerah yang di sebut adalah daerah yang namanya itu-itu saja yang selalu disebut.

Ketika saya berkunjung kerumah saudara saya di Puri Bintara Kranji
Ketika saya berkunjung kerumah saudara saya di Perumahan Puri Bintara Kranji

Zaman memang berubah dan kebanyakan dari kita juga ada yang telah berubah yaitu memikirkan diri sendiri atau egois. Coba kita perhatikan gerak gerik semut, tubuhnya sangat kecil dan sangat sulit untung memindahkan suatu barang atau benda, namun dengan semangat gotong royong keajaiban itu muncul untuk memindahkan barang atau benda yang sangat besar yang akan menjadi makanannya, si semut sadar dan meninggalkan rasa egonya, kalo dia tidak bisa melakukannya secara individu untuk meraih makanan yang besar. Sebenarnya hanya ada satu cara untuk menciptakan keindahan di lingkungan sekitar, cukup satu kata yaitu “Sadar”. Sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, sadar untuk tidak membuat hal yang merugikan bagi orang lain ataupun lingkungan sekitar.

Dalam tulisan ini saya memberanikan diri menghimbau dan mengajak para warga Kota Bekasi, untuk melakukan kegiatan kerja bakti yang akan dilaksanakan pada hari minggu pertama dan minggu ketiga dalam waktu setiap bulannya. Cukup 2 kali dalam setiap bulannya, lakukanlah secara rutin dan hasilnya sangat luar biasa. Selamatkan Bumi Bekasi kita, untuk kenyamanan para generasi yang akan meneruskan tekad dari para leluhurnya yang sangat mencintai kebersihan dan keindahan untuk kita semua. Bersih itu indah, bersih itu nyaman dan bersih itu nikmat!!!

Festival Kali Bekasi

Festival Kali Bekasi #FKB2013

FKB

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengagendakan acara Festival Kali Bekasi #FKB2013 dalam rangka mengajak masyarakat Bekasi untuk lebih mencintai lingkungan dan melestarikan kebudayaan setempat. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Kepariwisataan Kota Bekasi Imanudin dalam jumpa pers akan memamerkan berbagai produk lokal khas Kota Bekasi seperti kebudayaan dan kuliner khas Bekasi.

#FKB2013 bertujuan meningkatkan popularitas Kota Bekasi sebagai kawasan wisata budaya, kuliner dan belanja akan diadakan 2 hari Sabtu 21 – 22 Desember 2013 dengan Gebyar Acara bertempat di Pintu Air Jl. Hasibuan (samping Giant). Festival Kali Bekasi akan menampilkan kesenian khas seperti topeng bekasi serta ondel-ondel dan kuliner makanan khas Bekasi seperti Gabus Pucung, Akar Kelapa, Dodol Bekasi, Toge Goreng Babelan dan lainnya.

#FKB2013 akan diawali rombongan Walikota Bekasi bersama tamu undangan menyusuri kali dari Gebyar acara hingga Margahayu 10 perahu kemudian dari Margahayu kembali ke Gebyar acara menggunakan kendaraan tradisional (odong-odong). Seluruh acara akan dipusatkan di Panggung Gebyar Acara dimana masyarakat akan menikmati bermacam macam hiburan dan kuliner khas Bekasi

Walikota-dan-wakil-walikota-bekasi

Acara #FKB2013 ini akan dibuka oleh Walikota Bekasi Dr.H. Rahmat Effendi dan ditutup oleh Wakil Walikota Bekasi Ust. Ahmad Syaikhu dengan harapan agar masyarakat Bekasi menjaga lingkungan serta keberlangsungan budaya mengingat kondisi Kali Bekasi yang sudah memprihatinkan karena ada sedimentasi, erosi, dan juga limbah dari berbagai macam sumber.

 

 

Manajemen Sekolah Berbasis Teknologi Informasi, Siapa takut?

Penghargaan IDSA dari kominfoDalam beberapa tahun terakhir, berbagai riset ilmiah yang dilakukan oleh perguruan tinggi mengupas persoalan dunia pendidikan dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi. Ada beberapa riset di perguruan tinggi mengurai pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Ada juga riset tentang pengaruh teknologi informasi dalam peningkatan mutu pendidikan.

Dari riset pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar masih sangat minim di negeri ini. Belum massif sekolah yang memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Atau setidaknya untuk memudahkan proses belajar mengajar di kelas.

Memang, sedikit dilema dikala pengguna teknologi informasi meningkat, sementara pemanfaatan untuk kepentingan pendidikan masih tergolong rendah. Ironisnya, penggunaan teknologi informasi lebih banyak digunakan untuk hiburan atau hal-hal yang bersifat destruktif.

Kiranya, kita perlu belajar dari India, Negara dengan tipologi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Namun, mereka jauh meninggalkan kita dari pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Bahkan India dikenal dengan Negara penghasil softwer-softwer murah yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan.

Pemerintah Kota Bekasi yang saat ini sedang bekerja keras mengangkat mutu pendidikan mulai melirik teknologi informasi untuk kepentingan dunia pendidikan. Dua Minggu yang lalu, Pemerintah Kota Bekasi telah memperkenalkan kepada publik Sistem Informasi dan Aplikasi Pendidikan (SIAP) Online. Manajemen sekolah berbasis teknologi informasi.

Hardiknas 2013

SIAP Online ini menyediakan beberapa layanan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kemudahan dalam proses pembelajaran. SIAP Online ini akan menata dan mempermudah administrasi sekolah. Sebagai bentuk aplikasi yang paling sederhana adalah pengecekan kehadiran secara online. Kedepan, orang tua bisa melakukan pengecekan langsung tingkat kehadiran anaknya di sekolah. Orang tua murid juga bisa mendapat informasi progress pembelajaran siswa di sekolah melalui teknologi informasi.

Tentu hal ini untuk membantu semua stakeholder pendidikan Kota Bekasi. Pendidikan Bekasi maju bila semua pihak terlibat di dalamnya. Dengan pemanfaatan teknologi informasi ini diharapkan semua pihak bisa terlibat dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Dan teknologi informasi menjadi jembatan antara keterbatasan ruang dan waktu stakeholder pendidikan.

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi tersebut merupakan rangkaian ikhtiar untuk meningkatkan mutu pendidikan Kota Bekasi. Sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti perbaikan mutu pendidikan Kota Bekasi.

Jika beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kota Bekasi telah memperbaiki sistem penerimaan siswa baru dan saat ini kita sedang mengupayakan perbaikan manajemen sekolah. Sistem penerimaan siswa baru dan manejemen sekolah berbasis teknologi informasi merupakan rangkaian menuju pendidikan Kota Bekasi yang lebih baik. Jadi, manajemen sekolah berbasis teknologi informasi, siapa takut?

Mensyukuri Kemerdekaan RI

foto_1_proklamasi_indonesiaEnam puluh delapan tahun usia kemerdekaan RI, bisa jadi merupakan usia yang cukup panjang bagi seorang manusia, tetapi tidak untuk sebuah bangsa dan negara yang bernama Indonesia. Kita, setidaknya saya, masih berharap Indonesia masih akan tetap ada, ratusan atau bahkan ribuan tahun ke depan. Karena itu pula saya bersyukur bahwa Indonesia sebagai suatu negara kesatuan masih tetap berdiri di bawah bendera yang sama, sang dwi warna merah putih. Beberapa negara lain tidak seberuntung Indonesia, mereka terpecah belah dan bahkan hilang dari percaturan peta politik dunia.

Ketika Perang Dingin berakhir, Uni Soviet terpecah belah menjadi beberapa negara. Beruntung etnis mayoritas di Uni Soviet masih bisa bertahan dan membentuk negara sendiri bernama Rusia. Namun tidak demikian halnya dengan Yugoslavia atauSocialist Federal Republic of Yugoslavia (SFRY). Negara yang didirikan oelh Joseph Broz Tito pada tahun 1946, hilang dari peta dunia pada tahun 2003 ketika semua negara bagiannya memilih menjadi negara-negara yang berdaulat sendiri-sendiri. Bosnia dan Herzegovina memisahkan diri pada tahun 1990, Kroasia, Macedonia dan Slovenia memilih berpisah pada tahun 1991, sedangkan Serbia dan Montenegro memisahkan diri pada tahun 2003, diikuti Kosovo yang memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008.

Kenyataan tersebut tentu saja merupakan ironi tersendiri dalam perjalanan hidup suatu bangsa. Yugoslavia yang dibangun di atas keragaman etnis, ternyata tidak mampu mempertahankan keberadaannya. Sosialisme dan ketergantungan pada personifikasi seorang pemimpin, Josip Broz Tito, tidak mampu mengikat beragam etnis di wilayah Balkan untuk tetap mengibarkan bendera yang sama. Padahal di era Perang Dingin, Yugoslavia dibawah Tito dikenal sebagai negara yang memiliki sikap politik sangat kuat dan disegani. Ketika negara-negara Eropa Timur lainnya berada dalam blok tersendiri dibawah pimpinan Uni Soviet, Yugoslavia justru memilih bersikap netral dan lebih memilih untuk mendukung Gerakan Non Blok (GNB). Bahkan Tito menjadi salah satu pendiri GNB bersama-sama Soekarno, Gamal Abdul Naseer (Mesir), Jawaharal Nehru (India), dan Kwame Nkrumah (Ghana).

Seperti halnya Yugoslavia yang didirikan berdasarkan keragaman etnis, Indonesia pun merupakan negara multietnis dengan beragam suku bangsa. Kesamaan lain, meski Indonesia berbentuk negara kesatuan, dalam praktiknya mirip sekali dengan negara federal  dimana dengan diberlakukannya otonomi daerah, tidak ada lagi pemerintahan yang sentralistik di Indonesia. Sebagian kewenangan pusat sudah didesentralisasikan ke daerah-daerah.

Akibatnya, muncul keinginan berbagai etnis di daerah untuk bisa menjalankan pemerintahan sendiri di daerahnya. Alasannya agar dapat mandiri dalam membangun wilayahnya. Untuk itu berbagai pemekaran wilayah pemerintahan pun kemudian dilakukan, baik dalam kerangka pemerintahan provinsi, kabupaten ataupun kota. Semua itu sah saja sepanjang diatur dalam undang-undang yang mengatur tentang otonomi dan pemerintahan daerah.

Namun  amat disayangkan jika pemekaran suatu wilayah justru lebih didasarkan homogenitas etnis dan agama. Beberapa provinsi dan kabupaten yang terbentuk setelah adanya undang-undang otonomi dan pemerintahan daerah, sepertinya memperlihatkan nuansa seperti itu. Perhatikan saja Maluku Utara (mayoritas Islam) yang memisahkan diri dari Maluku Selatan (mayoritas Kristen) atau Banten (mayoritas etnis Banten) yang memisahkan diri dari Jawa Barat (mayoritas etnis Sunda).

Kekhawatiran dari adanya dari homogenitas etnis dan agama yang muncul dalam pembentukan suatu pemerintahan daerah adalah dijadikannya isu-isu kedaerahan dan agama sebagai penggerak saat berhadapan dengan pemerintahan pusat. Lihat saja konflik yang terjadi di Aceh, Papua, Maluku dan daerah-daerah lainnya, yang jika tidak ditangani secara hati-hati dan tepat, dikhawatirkan akan memunculkan konflik Balkan.

Isu multikulturalisme dan keagamaan serta konflik horizontal bukanlah satu-satunya isu yang mengancam keutuhan NKRI, buruknya tata kelola pemerintahan dan pemerintah yang kurang cakap juga bisa menjadi penyebab lain yang bisa berujung pada negara gagal. Berbagai kasus korupsi yang mencuat dan sambung menyambung tiada henti serta melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah, anggota parlemen, anggota partai, tokoh agama, pengusaha, hingga akademisi, dan lambannya pemerintah menuntaskan permasalahan-permasalahan tersebut, bisa mendorong suatu kelompok masyarakat untuk tidak sabar dan menempuh caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah.

Karenanya kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan, kiranya harus dipahami sebagai suatu realita yang tetap harus diperjuangkan dan diberi makna bersama. Mengutip perkataan Ahmad Syafii Maarif, kita perlu menyiapkan stamina spiritual yang tahan banting untuk survive (melangsungkan hidup) di sebuah planet bumi yang tidak ramah sambil bekerja keras untuk berbuat baik kepada sesama. Bagaimana ujung perjalanan kita, semuanya berada dalam rahasia Allah.

Menutup tulisan sederhana ini, marilah kita simak dan renungkan pesan Presiden RI pertama Soekarno saat berpidato pada HUT ke-4 dan ke-5 Kemerdekaan RI tahun 1949 dan 1950 yang masih tetap relevan dengan kondisi saat ini, saat kita merayakan HUT ke-68 Kemerdekaan RI. Pada tahun 1949 Presiden Soekarno berkata ‘Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali’.

Makna pesan tersebut diulang kembali pada tahun 1950 ‘Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat’.

Dan jangan lupa, seperti juga dipesankan oleh Presiden Soekarno ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih susah karena melawan bangsamu sendiri’.

Salam Merdeka dan mari kita pekik Merdeka 3x … Merdeka, Merdeka, merdeka

Beijing, 17 Agustus 2013