LIVE Blogging Contest

Salah satu acara yang akan melibatkan kekuatan telkom dalam hal kecepatan berselancar di jagad maya adalah Live Blogging Contest (LBC).

Saat ini sudah tertanam kabel serat optic di sekitar lokasi LBC, ini diyakini akan menunjang kecepatan akses oleh para pengguna jalur internet di hari itu.

LBC akan mematok kriteria penjurian berdasar SEO dan materi tulisan.

Hanya dua puluh jagoan SEO yang akan masuk ke layar monitor para dewan Juri.

Selebihnya terpaksa hanya akan dimuat linknya di situs http://temublogger.com/ dan http://bloggerbekasi.com

Dua puluh jagoan SEO ini selanjutnya akan dinilai seberapa mantap kualitas tulisannya.

Pada kontes SEO, yang menjadi Juri adalah mbah Gugel. Tanggal dan jam penentuan kontes SEO akan diumumkan saat pelaksanaan LBC. Demikian juga keyword yang akan dipakai sebagai dasar penjurian kontes SEO akan diberitahukan pada hari Anjangsana, atau hari Sabtu, 6 Maret 2010.

Untuk lomba materi blog sendiri akan ditentukan pemenangnya berdasar beberapa kriteria berikut :
1. Orisinalitas
2. Kreatifitas
3. Kesesuaian dengan tema AB2010

Pengumuman pemenang LBC ini akan disampaikan melalui situs BeBlog (http://bloggerbekasi.com) dan surel (imil) pemberitahuan ke penulis blog.

Dengan demikian bagi peserta LBC wajib mendaftarkan tulisannya di artikel ini dengan diberi keterangan alamat surel yang bisa dihubungi.

Segala pertanyaan tentang LBC dapat dikirimkan ke PIC acara ini yaitu eko.eshape@bloggerbekasi.com. Meski demikian disarankan untuk menuliskannya sebagai komentar pada tulisan ini.

Perlu diperhatikan, bahwa tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti lomba LBC. Panitia yang akan mengeluarkan biaya untuk pengadaan hadiahnya.

Sampai bertemu di AB2010.

+++

sumber gambar disini

Mohon Maklum, Mereka Anak Generasi Platinum

BETAPA kagetnya saya kemarin ketika menemukan foto saya sendiri tengah lelap tertidur dalam posisi sangat tak elok (mulut menganga, mata terkatup, hidung kembang kempis, iler mengalir..hehehe) di handphone saya. Saya tak ingat persis kapan foto itu diambil, tapi bisa jadi kemungkinan ketika saya tidur pulas di akhir pekan saat malamnya saya dapat giliran ronda keliling di RT minggu lalu.

Spontan saya menelepon istri saya dirumah untuk mengkonfirmasi siapa gerangan yang dengan sangat tega mengambil foto saya secara tidak patut dan kurang pantas dipajang di blog itu. Dan di ujung telepon, istri saya malah tertawa terpingkal-pingkal. Saya keheranan. “Yang ngambil foto itu adalah anakmu sendiri, Rizky. Mana bisa saya ngutak-ngatik handphone pake kamera. Cuma lihat sebentar saja, Rizky sudah bisa kok,” tukas istri saya diujung telepon.

Saya hanya melongo dan garuk-garuk kepala.

Inilah salah satu potret generasi platinum. Generasi yang oleh, Alzena Masykouri psikolog asal Universitas Paramadina seperti dikutip di situs ini, memang memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodir informasi sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya.

“Generasi platinum yang lahir tahun 2000 ke atas atau abad- 21 merupakan hasil ‘produksi’ orangtua yang lahir di tahun 1970-an, yaitu generasi yang sudah memiliki keinginan untuk mengoptimalkan potensinya,” kata dia lagi.

Dari situs yang sama pula dipaparkan, hasil penelitian lembaga riset pasar ritel dan konsumen global, NPD Group, yang berkedudukan di New York, AS, pada pertengahan 2007 -seperti dikutip situs Wireless World Forum (http://kr.w2forum.com) – menyebutkan bahwa usia rata-rata anak-anak mulai menggunakan peralatan elektronik telah menurun dari 8,1 tahun pada 2005 menjadi 6,7 tahun pada tahun 2007.

Jika dirata-rata, usia anak-anak mulai menggunakan peralatan elektronik adalah tujuh tahun dan hal itu membuktikan bahwa anak-anak yang lahir di abad ke-21 lebih mudah dan lebih cepat dalam mengadaptasi arus teknologi informasi yang berkembang cepat.

“Inilah salah satu ciri-ciri khas anak-anak yang lahir pada Generasi Platinum,” kata Alzena Masykouri menanggapi hal tersebut.

09-09-06_0903.jpg

Hasil penelitian tersebut menunjukkan televisi dan komputer adalah perangkat yang paling dini dikenal anak-anak, yaitu pada usia 4 atau 5 tahun.Sementara radio satelit dan alat pemutar musik digital portabel baru mereka gunakan pada usia sekitar 9 tahun.

Hasil penelitian NPD menyebutkan bahwa sejak survei diluncurkan pada tahun 2005, usia awal penggunaan barang-barang elektronik makin menurun, terutama pada penggunaan alat pemutar DVD dan ponsel. Anak-anak menggunakan perangkat elektronik rata-rata tiga hari per minggu, sementara perangkat-perangkat yang paling banyak digunakan adalah televisi (5,8 hari per minggu), ponsel (4,3 hari per minggu) dan perekam video (4,1 hari per minggu).

Data ini dikumpulkan melalui sebuah survei NPD di AS melalui internet yang diwakili orang dewasa usia 25 tahun atau lebih dan anak-anak berusia empat hingga empat belas tahun.

Kendati survei tersebut hanya menjangkau responden warga AS, namun hasil ini nampaknya juga valid untuk menjadi rujukan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan meningkatnya fenomena kecepatan anak-anak dari keluarga kelas menengah atas di perkotaan dalam menyerap iptek sekaligus akrab dengan teknologi informasi.

Sungguh beruntung memang anak-anak saya dan tentu jutaan bocah lainnya didunia yang menikmati kenyamanan dan kemudahan berteknologi saat ini. Saya masih ingat betul saat masih seumur Rizky, mainan saya hanyalah mobil-mobilan dari kulit jeruk atau main kelereng bersama kawan-kawan kecil saya. Beda dengan sekarang. Rizky dan Alya sudah sangat mahir memainkan mouse dan game di komputer (Saya sendiri baru pertama kali “menyentuh” komputer di usia 23, tahun 1993).

Dilain pihak, saya mesti menghadapi tantangan yang jauh berbeda dan tidak lebih mudah dalam hal mendidik anak dibandingkan tantangan yang dihadapi orang tua saya dulu saat mengasuh saya ketika masih seumuran Rizky dan Alya. Bocah Platinum bisa saja jauh lebih cepat mengadaptasi dan mempraktekkan teknologi terbaru daripada kedua orang tuanya yang mungkin jauh lebih gaptek dan lugu.

Simak ungkapan Ibu Alzena yang saya kutip dari sini. “Generasi platinum lebih eksploratif dan mereka lebih mampu melakukan berbagai observasi dengan metode pendekatan ilmu baik sains, biologi, sosial dan sebagainya,” ujarnya. Dan ini menjadi sebuah tantangan yang luar biasa dalam hal mendidik anak di zaman “edan” sekarang.

Belum lagi tantangan dalam menghadang ekses negatif yang kerap datang menyertai perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat. Berkat kemudahan mengakses informasi melalui televisi, video maupun ponsel, bukan tidak mungkin bocah-bocah Platinum bisa memperoleh informasi bermuatan “dewasa”yang tidak patut seperti pornografi.

Saya sependapat dengan Pak Buchori Nasution dari Dewan Pembina Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia (LMPI) seperti dikutip dari situs ini. Beliau mengatakan, kurikulum pendidikan yang dibutuhkan oleh generasi platinum adalah kurikulum kepemimpinan atau leadership, ilmu terapan dan life skill.

Kurikulum leadership dapat diberikan sejak usia dini, dimulai dengan tahapan eksplorasi potensi untuk memimpin diri sendiri dan orang lain. Pendidikan juga harus mendukung kemampuan generasi tersebut untuk mengenal diri, komunikasi, sosialisasi, proses belajar, membuat keputusan dan bekerja dengan kelompok.

“Anak didik juga harus mendapatkan pengayaan tentang life skill sejak dini,” kata Buchori. Konsep life skill yang dimaksud adalah kemampuan mengidentifikasi kebutuhan dan peluang, merancang disain, evaluasi pasar, melakukan rencana dan aksi, penjualan, evaluasi proses, penggunaan teknologi informasi dan lain-lain. Dengan demikian, generasi platinum dapat bersikap dan menunjukkan perilaku yang sehat terhadap pemanfaatan teknologi.

Bekal yang tak kalah penting tentu saja adalah bekal pendidikan agama yang senantiasa menjadi dasar utama dalam pembangunan akhlak dan karakter anak-anak generasi Platinum agar mereka senantiasa berada pada jalur pengembangan pribadi yang benar dan terarah.

Adaptif

Assalamu’alaikum wr. wb.

Anak saya yang kedua baru bisa naek sepeda. Dulu saya rasakan sulit sekali mengajarkan dia naek sepeda, bukan saya malu sama anak2 lain yang seusia-nya, bahkan ada yang lebih kecil lagi, sudah mahir bermain sepeda, tapi saya khawatir dia-ya yang jadi minder ketika bermain bersama teman2-nya.

Berbagai cara mengajar sudah diberikan. Sepedanya sudah saya beri kayu pegangan, sudah saya cari jalanan turunan landai untuk mempemudahnya memulai, saya bela2-in ke taman rekreasi agar ia senang belajar naek sepeda disana. Hasilnya nihil. Ketakutan dirinya begitu besar, bahkan kadang bunda-nya terlihat kesal melihat sikap takutnya, bahkan untuk ke kamar mandi. Ia harus berani, karena ia seorang pria, jagoan kami satu2-nya.

Hingga pada suatu hari ia berlari kencang ke dalam rumah dan berteriak ‘ayaaaahhh, aku bisa naek sepedaaa !!!’. Ia menarik tangan saya dan langsung memamerkan gaya-nya naek sepeda. Saya tentu bahagia dibuatnya. Kebahagiaan yang lebih besar tentu dirasakan olehnya.

Yang membuat saya terharu, dan sedikit heran, dia bisa naek sepeda karena diajarkan oleh temannya. Dan hanya dengan metode yang sederhana. Temannya itu hanya memegang stang sepeda-nya sebentar di dorong lalu dilepas, jalan deh. Ampyun dah.

Sekarang ia bisa naek sepeda dengan berbagai gaya. Ngebut sana sini. Dengan kecepatan tinggi melewati polisi tidur. Setelah ia bisa bersepeda, saya malah khawatir dibuatnya :).

Ada dua hal yang saya pelajari dari hal ini. Pertama, bahwa teman sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang dan kedua, begitu cepatnya ia berubah, begitu cepat ia beradaptasi.

Oleh karena berpengaruhnya seorang teman dan  pergaulan maka perlu hati2. Seperti kata ajaran agama, jika kita bergaul dengan tukang minyak wangi maka akan wangi dan jika dengan tukang arang maka akan hitam.

Pengaruh pergaulan bahkan bisa mengalahkan pengaruh orang tua. Banyak kasus anak yang lebih mendengarkan apa kata temannya dibanding orang tuanya. Sangat berbahaya, apalagi kita tidak berusaha menjadi orang tua yang terbuka dan bersedia menjadi tempat mengadu bagi anak.

Lalu bahwa betapa adaptifnya kita sebagai manusia. Kita dikarunia sifat adaptasi yang luar biasa, terhadap hal maupun lingkungan baru.

Saya punya seorang teman yang harus pindah ke Jawa Tengah. Walau baru dalam hitungan bulan, ketika pulang ia sangat fasih berbahasa Jawa, bahkan ketika berbicara dengan saya menggunakan bahasa Indonesia, logatnya medok banget. Dan dia itu keturunan bule !. Kalah saya yang keturunan jawa, punya nama Jawa lagi !.

Ketika kursus nyetir mobil maka teorinya sangat singat, setelah itu langsung mencoba menjalankan mobil di jalan raya. Ya, karena memang menyetir mobil gak bisa hanya berteori aja, lebih cepat menangkap dan belajar klo langsung diceburin ke jalan raya.

Itulah kenapa banyak pakar psikologi, pengembangan diri dan motivator yang bilang : kesuksesan itu bukan dari bakat tapi paling besar adalah pembelajaran dan lingkungan.

Dan itu sebabnya Adam Khoo dalam bukunya Master Your Mind Design Your Destiny menekankan bahwa manusia bisa berubah. Dia yang tadinya dianggap super bodoh bahkan sampai di tolak oleh beberapa sekolah saking bodohnya, kini menjelma menjadi motivator termahal di Singapura. From zero to hero.

Seorang anak professor yang pintar bukan karena keturunannya, atau gen-nya, tapi karena pola mengajar dan lingkungan sang professor yang penuh buku itulah yang membuat anaknya juga pintar. Stimulasi dari sel2 otaklah yang akan merubah seseorang ingin dan akan menjadi apa, karena baik bobot, susunan dan jumlah sel otak tiap manusia itu sama

Saya juga jadi teringat lagi artikel dari pak Fauzi yaitu Genetika Pengusaha. Bahwa kita yang bukan keturunan pengusaha tidak semestinya minder jika memutuskan ingin membuka usaha. Karena itu bukan faktor keturunan. Tapi lingkungan, juga sifat adaptasi-nya.

Itulah juga sebabnya ketika kita memutuskan ingin menjadi pengusaha maka masuk dan bergaulah dengan para pengusaha. Ketika kita sudah masuk didalamnya, ternyata proses super adaptif itu bekerja. Pola pikir berubah, mudahnya muncul peluang2 bisnis, langsung mengerti istilah2 dan ilmu2 yang bertebaran didalamnya dll.

Selalu belajar, selalu bersikap open-mind terhadap hal baru, selalu tes and measure dalam mempraktekkanya, memilih lingkungan yang sesuai, lalu tidak lupa berdoa agar terkabul. Dengan begitu maka semua keinginan kita akan tercapai. Insya Allah.

Saya mau belajar bahasa Jawa ah. :)

Wassalam.

-Eko June-

www.jilbab-balita.com
www.agencireng.com

anda tidak perlu hebat untuk memulai
tap anda harus memulai untuk menjadi hebat

Refurbish, Tray dan Rekondisi

Tahukah anda bahwa dalam pembelian hardware terdapat istilah Refurbish, Tray dan Rekondisi? Ya, istilah ini mungkin tidak banyak orang yang tahu kecuali orang yang sering bergelut dalam dunia komputer. Baiklah kita bahas tentang hal ini satu per satu.

Refurbish

Apakah Refurbish itu? Dalam dunia komputer dan elektronik pengertian Refurbish bisa diartikan sebagai berikut:

“Refurbished”, in reference to computers or laptops, means that the equipment was returned to the manufacturer either because the customer simply didn’t want it or a minor problem was found. Before re-selling the equipment, manufacturers fix and certify the unit and sell it at a discount. Manufacturers often replace the outer case on the product, before selling it on. This is especially true for laptop and desktop computers. (Wikipedia)

Refurbish adalah barang yang kembali diolah kembali akibat adanya ‘sedikit’ kerusakan. Barang yang refurbish tentulah barang yang tidak lulus uji untuk dilempar ke pasaran. Untuk itu, dilakukan perbaikan untuk bisa kembali dilempar kepasaran dengan harga yang sedikit lebih murah dan garansi yang lebih pendek jangka waktunya. Barang refurbish dalam istilah komputer dan elektronik dipisahkan atau bertolak belakang dengan pengertian “Resmi”. Barang “Resmi” adalah barang yang lulus uji saat pengujian pertama untuk dilempar kepasaran hingga di jual dengan harga yang sedikit lebih mahal dengan jangka waktu garansi lebih lama.

Contoh Harddisk Seagate Resmi dan Refurbish, Harddisk Refurbish biasanya ditandai dengan garis hijau melingkar pada label (Lihat Gambar)

Tray

Tak berbeda dengan Tray. Tray adalah sebuah barang atau produk yang biasanya menggunakan kemasan (Box) tetapi tidak memiliki box karena barang tersebut adalah barang Refurbish. Tetapi hal ini tidak berarti setiap barang yang tidak memiliki box adalah barang Tray. Karena banyak barang komputer memang tidak memiliki box dalam penjualannya contohnya Harddisk dan RAM.

Contoh barang yang Box dan Tray biasanya pada Processor.

Rekondisi

Nah, kalo ini asli barang bekas yang di ‘kondisikan’ menjadi baru. Rekondisi adalah barang seken yang di ‘sulap’ dengan sedikit perbaikan dan ‘make up’ sehingga terlihat baru untuk kemudian dibuat dus dan label. Lalu dengan garansi yang diberikan, harga bisa jauh diatas harga baru.

Contoh monitor rekondisi

Bagaimana Membedakan yang Refurbish, Tray dan Rekondisi?

Tenang, bila anda membeli product ini di Toko-toko seperti Mangga Dua, Glodok, juga di toko-toko lain, bila anda ingin membeli yang resmi, Box dan bukan rekondisi, mereka dengan senang akan menunjukkannya untuk anda. Sebab tak ada kepentingan mereka untuk menjual produk apakah yang resmi atau tidak resmi, tray atau box maupun rekondisi. Asal barang mereka terjual, mereka pasti melayani anda.

Bila anda memesan melalui Teknisi atau seseorang yang anda kenal, pastikan anda meminta barang-barang yang resmi, box dan tidak rekondisi.

Yang pasti, produsen juga membedakan antara barang yang resmi dan tidak resmi. Contohnya pada harddisk Seagate di atas yang dibedakan dengan garis hijau melingkari label. Bila Rekondisi, maka akan tertulis di luar dus dengan tulisan besar REKONDISI. Dan Tray tentu lebih mudah karena tidak memiliki Dus.

Bermasalahkan Barang-barang Tersebut?

Secara kualitas, tentu saja barang-barang tersebut memiliki kualitas lebih rendah dari barang resminya. Tetapi inilah pilihan. Bila anda memang mengutamakan kualitas, maka pastikan anda membeli barang-barang resmi. Dan sebagai Kw2 (kualitas nomor 2) tentu saja dengan jaminan dari produsen barang yang akan anda beli tersebut setidaknya lebih baik kualitasnya dari pada barang Seken. Bila barang seken saja masih laku, tentu barang-barang tersebut jadi pilihan bagi yang ingin berhemat tapi tetap mendapatkan barang baru dan memiliki garansi.

David Usman (http://davidusman.blogspot.com)

Land-reform : Sebuah wacana atau aksi

Kericuhan akibat sengketa tanah di JL. Pandang Raya Makassar yang siarkan beberapa TV swasta, sungguh membuat kita prihatin. Dalam tayangan itu nampak sepasukan Polisi tidak melakukan perlawanan dengan emosional warga, kesabaran ini tentu kita beri apresiasi meski ada beberapa luka ringan di kedua belah pihak.

Persoalan sengketa tanah bukan hal baru di tanah air, administrasi pertanahan yang amburadul adalah akar permasalahannya. Perlindungan hukum yang kurang berpihak pada rakyat, sehingga mengakibatkan kekerasan sebagai jalan keluar atas permasalahannya. Berbagai upaya rakyat dilakukan demi bertahan atas tanah yang diklaim miliknya, meski sering jatuh korban sia-sia.

Kepemilikan atas tanah sesuai dengan UU No. 5 tahun 1960 tentang Pokok Pokok Agraria, pada bagian “Berpendapat” butir (d) disebutkan: “ …mewajibkan negara untuk mengatur pemilikan tanah dan memimpin penggunaannya, hingga semua tanah di seluruh wilayah kedaulatan bangsa dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat…”, serta dalam Tap MPR No. IX tahun 2001 pasal 5 butir (b) yaitu: “Melaksanakan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (landreform) yang berkeadilan dengan memperhatikan kepemilikan tanah untuk rakyat…”.

Land-reform : Sebuah wacana atau aksi

Land-reform atau reforma agraria dalam sejarahnya pernah dilaksanakan di kurun Tahun 1961 – 1965 meskipun hanya mencakup luasan tanah dan petani penerima dalam jumlah yang sangat terbatas. Kemudian, sepanjang pemerintahan Orde Baru, landreform tidak pernah lagi diprogramkan secara terbuka, namun diganti dengan program pensertifikatan, transmigrasi, dan pengembangan Perkebunan Inti Rakyat, yang pada hakekatnya bertujuan untuk memperbaiki akses masyarakat terhadap tanah. Sepanjang pemerintahan dalam era reformasi, telah dicapai beberapa perbaikan dalam hukum dan perundang-undangan keagrariaan, namun tetap belum dijumpai program nyata tentang landreform. (sumber : Kendala pelaksanaan landreform di Indonesia, Analisa terhadap Kondisi dan Perkembangan Berbagai Faktor Prasyarat Pelaksanaan Reforma Agraria /Syahyuti, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian).

Pembatasan kepemilikan, pendistribusian tanah, pemerataan kepemilikan tanah menjadi agenda penting untuk segera di-implemantasikan, mengingat tanah merupakan salah satu modal dasar peningkatan kesejahteraan rakyat yang juga menjadi aplikasi terhadap “Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia”.

Jika kasus Bank Century saja menjadi perhatian yang luar biasa bagi para pembuat kebijakan di negeri ini, yang dengan dana fantastis diselesaikan dengan bersumber dana APBN. Kasus lumpur Lapindo akibat kesalahan teknis eksplorasi yang seharusnya menjadi tanggungjawab pengelolanya, juga dengan alasan bencana nasional tanggungjawab diambil-alih oleh pemerintah (meski tak kunjung selesai). Kenapa, dalam hal kepemilikan tanah yang merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara para pembuat kebijakan negeri ini seperti tidak peduli.

Berbagai kasus sengketa tanah di seluruh negeri ini menjadi persoalan paling krusial, namun penyelesaiannya hanya dilakukan secara gradual dan tidak komprehensif. Di daerah perkotaan, akses kepemilikan tanah bagi kaum marginal menjadi begitu nyata. Lahan yang terbatas itupun kepemilikannya terpusat hanya pada kalangan terbatas : pejabat, pengusaha dan negara, akhirnya kaum marginal harus mau hidup di daerah-daerah kumuh perkotaan. Sedangkan, di pedesaan tidak kalah memprihatinkannya. Kepemilikan tanah juga telah banyak berpindah tangan dari para petani kepada pengusaha yang mengakibatkan lahan pertanian berubah fungsi menjadi lahan komersial lainnya.

Land-reform, sebuah wacana atau aksi

Political Will semua pihak untuk mewujudkan keadilan sosial di negeri ini menjadi suatu keharusan, sehingga land-reform atau reforma agraria tidak hanya sebatas wacana atau nash/teks regulasi saja. Namun, land-reform atau reforma agraria menjadi sebuah aksi baik oleh pemerintahan reformasi ini maupun dukungan politik dari para Wakil Rakyat. Keberpihakkan pada rakyat merupakan keniscayaan yang tak terelakkan, tidak hanya retorika belaka. Sebab, sebelum semua menjadi terlanjur. Sebelum Sang Ratu Adil lahir ditengah-tengah ketidak-adilan ini. Sebelum, era reformasi digugat oleh zaman. Sebelum, era reformasi diganti oleh revolusi ………. Land-reform atau reforma agraria mesti menjadi aksi.. (Mohon maaf wahai para tuan tanah).

Cibitung, 24 Pebruari 2010/10.22.WIB.

Sumber gambar

Indonesia Masih Layak Dicintai

Adalah hal yang luar biasa bagi saya ketika bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau spesial di suatu kota. Saat masih tinggal di Batam, bersama teman-teman saya seringkali melancong ke berbagai sudut kota, bahkan sampai ke pelosok hingga pulau-pulau masih perawan di perbatasan negara Indonesia dan negara lain (misalnya pulau puteri).

Saat berkunjung ke Bekasi beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat berkeliling-keliling kota (Dari mulai Bekasi Timur, Barat, sampai Bekasi Selatan). Sekedar untuk melihat sejauh mana perkembangan Bekasi saat ini, serta daerah mana saja yang menjadi sentra keunikan Bekasi. Jadi saya bisa menilai sebuah kota secara objektif, tidak hanya memandang dari segi kelemahannya saja tetapi juga nilai positifnya.

Begitu pula saat diberikan kesempatan ber-weekend ria bersama teman melancong ke sentra produksi perak di Kotagede, Yogyakarta, meski badan lelah tetapi hati senang. Banyak hal menarik dan baru yang saya peroleh. Apalagi saya melihat di sepanjang jalan terdapat banyak toko yang memajang berbagai jenis souvenir, baik yang terbuat asli dari perak maupun hanya sepuhan.

Saya melihat begitu beragam produk yang ditawarkan dengan tingkat kerumitan yang bervariasi. Dari mulai bros yang sederhana sampai replika candi Borobudur dan Prambanan yang begitu rumit. Dari beberapa toko yang saya datangi, rata-rata harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda.

Karena tertarik dan sebagai oleh-oleh saya kemudian membeli beberapa buah untuk dihadiahkan kepada orang-orang spesial maupun untuk dijual kembali di http://www.souvenir-nikahku. Karena kebetulan teman saya kenal dengan salah satu produsen perak di sana, jadinya saya diberikan harga spesial. Aduh senangnya! Saya berharap suatu saat memiliki kesempatan berkunjung ke tempat-tempat lain yang menarik di negeri ini, untuk menebalkan rasa bahwa negeri ini masih layak dicintai.

Alasan kenapa Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita

Banyak diantara kita yg mengeluh kesahkan pendapatan kita yg minim, marah karena tidak memiliki pikiran yg cerdas dan malu tidak bisa mendapatkan fisik yg bagus. Kita sudah berdoa setiap saat dan berjuang keras demi mendapatkan kesemua itu, namun keinginan kita tidak pernah dipenuhi oleh yg kuasa, hingga ada yg sampai kecewa dengan Tuhan. Ada alasan kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita, ada yg minta rejeki yg banyak, mobil mewah, rumah mewah, jabatan tinggi hingga ingin merubah fisik menjadi tampan tapi itu semua tidak pernah terkabulkan.

Sombong
Ada alasan kenapa Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita karena Tuhan takut diri kita menjadi sombong, walaupun saat ini banyak yg telah menjadi sombong karena mendapatkan rejeki dari Tuhan. Seharusnya kita bersyukur jika ada permintaan kita yg tidak dikabulkan oleh Tuhan, itu karena tuhan sayang sama kita, dia tidak mau menjadikan kita kaum yg sombong.

Kurang kerja keras
Banyak-banyak berdoa tanpa adanya kerja keras hasilnya tidak ada sama sekali, mungkin dari kita ada yg kurang kerja keras atau hanya berdoa tapi malas. Cobalah untuk lebih bekerja keras lagi, bekerja dengan iklas dan bukan karena niat macam-macam yang justru membuat kita lupa akan kewajiban kita sebagai manusia untuk terus berusaha.

Belum dibutuhkan
Sudah kerja keras, berdoa dan berpeluh keringat namun Tuhan belum memberikan apa yang kita inginkan. Tuhan lebih tahu diri kita, apakah kita sanggup menjaga, merawat dan mensyukuri apa yg Tuhan kasih. Kemungkinan besar alasan Tuhan tidak memberikan apa yg kita minta karena kita memang belum membutuhkan, apalagi Tuhan tidak akan memberikan sesuatu rejeki yg malah memberatkan kehidupan kita dan kita tidak bisa menjaganya.

Tidak beramal
Percayalah, setiap harta yg kita sumbangkan kepada seseorang yg membutuhkan, Tuhan akan menggantikannya berkali-kali lipat. Janganlah berharap Tuhan mau membagi kita rejeki namun kita sendiri pelit terhadap Tuhan dan sesama kita. Jangan pernah takut ataupun ragu dalam memberikan amalan, baik berupa harta benda maupun sebuah tindakan, semua itu ada hasilnya disuatu hari nanti.

Bersyukur dan Iklas
Jangan pernah mengeluhkan rejeki yg kita dapatkan hari ini, lihat sekeliling kita, sudahkah anda pantas mendapatkan lebih dari ini?. Kita seharusnya iklas dengan apa yg Tuhan kasih, dengan begitu Tuhan akan menjadi senang, bahkan ia akan menambahkan lebih rejeki kita. Ia tidak buta, ia melihat dan ia menilai sisi perjuangan kita. Tetaplah merasa adil dalam hidup ini, karena rejeki sudah diatur.

Maaf untuk semua, bukan bermaksud untuk menggurui ataupun merasa saya paling benar, namun saya tulis ini karena mendapatkan sebuah moment yg tepat dihujan hari ini untuk berbagi ilmu tentang cara mendapatkan rejeki yg tidak terduga-duga. Saya pun masih berjuang untuk bekerja keras dalam mendapatkan hasil yg maksimal dan tak lupa untuk tetap menolong sesama. Jangan menyerah kawan, tetaplah berusaha, hari esok kan lebih cerah dari hari ini.

www.tawvic.wordpress.com

Achmad Zulfikar Finalis dari Essay Youth Contest

Berawal dari kiriman message di Inbox via Facebook oleh sepupu saya mengenai Youth Essay Contest yang diadakan dalam rangka merayakan Anniversary CEDAW yang ke – 30 dengan tema We Can Change …

Saya pun turut berpartisipasi dalam Youth Essay Contest ini , sebagai perwakilan dari Indonesia , saya prihatin mengenai masalah Trafficking di Indonesia , yang kerap kali menimpa kaum Wanita ( Woman Gender ).

Hal ini merupakan kenyataan yang miris di mata kita , bagai Ayam mati di tengah lumbung padi , kita seringkali melihat kenyataan bahwa Tenaga Kerja yang berasal dari Indonesia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri .

Hal tersebut dikarenakan iming-iming yang diberikan oleh pihak tidak bertanggung jawab , yakni agen – agen penyalur tenaga kerja . Yang pada kenyataannya mereka mengadakan trafficking .

Inilah motivasi saya mengikuti Youth Essay Contest ini , sehingga mengantarkan saya menjadi Finalis dalam Youth Essay Contest ini . Saya bersama keempat remaja lain telah terpilih sebagai finalis yakni :

Achmad Zulfikar, Indonesia on trafficking
Lara H, USA on education
Nadine K, Lebanon on legislation
Pavani, India on education
Riad H, Lebanon on leadership

Dukung saya dalam Youth Essay Contest ini dengan memberi komentar mengenai Trafficking di Indonesia , yang sangat memprihatinkan ini .

Pada link berikut ini :
Trafficking di Indonesia : Kaum Wanita adalah kebanyakan Korbannya

Terima kasih atas dukungan kawan sekalian , semoga dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia Internasional .

Salam Hangat,
Achmad Zulfikar

SeBUAI,21 Feb ’10

Minggu, 21 februari 2010

Jl. A Yani, Bekasi  terlihat lengang.Jalan protokol yang biasanya ramai kendaraan bermotor bener-bener steril. Dari mulai Pemda sampai BCP. Dan disaat suasana masih gelap gulita selepas subuh,di sebuah tempat di bekasi timur justru udah mulai menggeliat menunjukan aktifitas yang cukup tinggi. Tepat jam 5.15 , 5 orang pengurus SeBUAI mulai meluncur ke TKP. Tepat di depan toko buah Tropis,kami memarkir mobil dan bersiap melaksanakan tugas. Kami membuka stand SeBUAi disana. Dari mulai suasana sepi & lengang sampai ramai karena pawai  udah di mulai.Hari itu pengurus SeBUAI kompak pake baju biru & hitam. Hampir full team yang turun walaupun minus Putri, Luthfie, Pras, dan Fitra. Kita menunggu temen-temen yang datang buat nyumbangin bukunya, karena sebelumnya kita udah promo lewat On Air di radio Dakta & udah info di facebook. Kita juga membagikan pamflet ke orang-orang yang lewat supaya mereka tau SeBUAi itu apa. Banyak yang respon ternyata (ini yang bikin terharu…).

Stand SeBUAI

karena berangkat pagi buta, Arief & Anggri sampe sarapan di mobil

Pa Aris (BeBlog) yang dateng bersama keluarga untuk menikmati pawai pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke stand SeBUAI & menyumbangkan buku (terima kasih ya Pa….). Ada Ibu Eni dari Bumi Lestari yang dateng dengan ransel besar untuk bawa buku-buku (terima kasih Bu…..). Ada Chayo dari Tarumajaya yang keukeuh pengen dateng supaya bisa ketemu sama pengurus SeBUAI, tapi karena akses kendaraan umum masih di tutup, akhirnya pengurus SeBUAi yaitu Fai & Anggri menjemput buku yang di bawa Chayo ke Harapan Indah (lain kali pasti kita bisa ketemu ya Chay….). Di menit-menit terakhir ada keluarga Ibu Yani dari harapan indah yang rela parkir mobil di Pemda & jalan ke stand kami (padahal jaraknya cukup jauh : pemda – kayuringin) dan membawa 3 kardus besar yang berisi buku (makasih banyak Bu…). Lukman yang sebelumnya udah pernah nyumbang waktu 1st Action SeBUAI tanggal 13 Feb ‘ 10 juga ikutan. Wah pokonya buku SeBUAI jadi banyaaaaaak banget. Makasih ya semuanya.

Pa Aris lagi di wawancara buat dokumentasi SeBUAI

Ibu Yani dari Harapan Indah

Jam 10.00 kami membereskan perlengkapan & bergegas menuju UNISMA. Ceritanya numpang parkir motor & mobil disana sambil sortir buku-buku yang akan kita kasih ke anak-anak jalanan di lampu merah UNISMA yang menamakan diri KPJ (kelompok pengamen jalanan) & di koordinir oleh Bang Min. Kami memang udah janji sama mereka untuk memberikan buku. Makanya waktu kami datang kesana, mereka begitu gembira (ini bagian yang ngga bisa di lukiskan dengan kata-kata).

Karena belum ada rak,jadi sementara buku-buku itu disimpan dalam kardus. Mereka langsung menyerbu buku-buku & ngga berapa lama asik sama kegiatan membaca. Bahkan ada anak yang langsung meminta pulpen & mencoba mengisi lembar LKS. Hmmm….mereka kelihatan begitu berseri sewaktu membaca buku. Ada kebahagiaan terpancar dari mata mereka. Ada senyum tulus di bibir mungil mereka. Sambil membaca,kami pun ngobrol. Obrolan ringan yang seru & menyentuh hati. Mereka bercerita dengan polosnya bahwa mereka ngga bisa sekolah lagi karena ngga ada biaya,bahwa mereka juga ingin seperti anak-anak lain yang bisa sekolah,dan ada sebuah kalimat yang ngga bisa saya lupakan sewaktu mereka bilang “kami juga ingin di ngertiin ka….” Dan ada bulir air mata di sudut matanya yang sayu. Akh……sebuah pengakuan sederhana tapi menyayat hati. Bahkan mereka juga meminta kami sering-sering datang untuk mengajari mereka membaca,belajar bahasa inggris,belajar baca huruf arab,juga belajar berhitung. Bener-bener ngga bisa dilupain pengalaman ini & kami berjanji akan berbuat semampu kami.

Puas ngobrol,kami disuguhi penampilan ciamik anak-anak ini dengan lagu yang berjudul Debu Jalanan. Karena matahari makin terik & kami masih punya agenda untuk ikut rapat  sama Blogger Bekasi,kami pun pamit. Dengan janji di hati untuk berbuat lebih dari hari ini untuk mereka.

Terima kasih untuk semua pengurus SeBUAI yang rela bergerilya dari pagi buta sampai senja menjelang. Apa yang kita lakukan baru permulaan. Jalan di depan masih panjang. Dan kami akan berbuat semampu kami agar anak-anak yang bergelut di jalanan, anak-anak yang tidak mampu juga bisa melihat dunia.

posted by : Adyanti Rahmarina

Artikel Amprokan Blogger masuk Blog Pilihan [lagi]


Setelah Om Jay membuat artikel tentang Amprokan Blogger di Detik dot Com dan menjadi blog pilihan, maka hari ini kembali artikelku masuk juga sebagai blog pilihan Detik dot Com.

Ada spekulasi bahwa tulisanku masuk di pilihan detik com karena memang nama besar Amprokan Blogger sudah enak didengar di telinga, sehingga semua berita tentang Amprokan Blogger menjadi artikel yang perlu dibaca oleh pembaca Detik dot Com.

Bisa juga karena ada nama Mas Nukman Luthfie di acara itu, sehingga sebagai salah satu seleb Blog yang ikut membesarkan Detik dot Com, maka dimunculkanlah tulisan tentang Amprokan Blogger sebagai blog pilihan.

Ada lagi spekulasi yang mengatakan artikel itu layak baca karena ada gambar seleb blog BeBlog yang sadar Camera, misalnya mbak Senja atau mbak Ratu[ku] yang ikut termuat di artikel itu.

Lalu mana yang benar-benar menyebabkan artikel itu menjadi pilihan blog Detik dot Com?

Silahkan kirim jawaban ke kantor polisi terdekat. Jawaban terbaik dan terbenar akan diberi hadiah. Kalau dia laki-laki maka akan dijadikan saudara, dan kalau dia wanita [cantik] maka akan dimuat di situs BeBlog.

Hehehe…ini memang tulisan yang tanpa isi, sekedar melampiaskan rasa narsis yang sudah sangat parah, sekalian usaha mati-matian untuk mempopulerkan acara Amprokan Blogger alias Kopdar Nasional 6-7 Maret 2010.

Jangan sampai kerja keras Telkom untuk memasang kabel serat optik untuk acara Live Blogging Contest [LBC] sia-sia karena peserta acara ini kurang membludak. Tugas kita bersama untuk mensuksskan acara ini, terutama acara LBC, karena aku adalah PIC untuk acara ini. Jadi apapun yang terjadi acara LBC harus yang paling laris manis.

Semoga teman-teman panitia PIC lain ikut terbakar oleh kenarsisanku ini, sehingga mereka berlomab-lomba untuk mensukseskan acara mereka masing-masing. Akibatnya semu aacar ajadi sukses donk.

Fas Tabiqul khairat !

+++

Beberapa wajah Selebblog BeBlog yang akan membuat acara Amprokan Blogger 2010 menjadi menarik untuk dihadiri.

Kalau ini wajah “innocent’ dari para bapak teladan BeBlog.

+++

Foto oleh mas Dhodie