Penjualan, pembukuan dan legalitas

Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman yang berbisnis di bidang fashion dengan toko lebih dari 2

Dia cerita bahwa saat ini penjualannya sudah mulai merangkak naik setelah dalam beberapa bulan mengalami stagnan

Selain itu ada beberapa perubahan di toko-nya agar bisa menarik pembeli lebih banyak seperti layout interior yang dibuat lebih “segar”, neon box di depan menambah cantik toko dan penambahan beberapa produk selain merk yang sudah selama ini dipakai

Diluar itu semua ada satu hal yang menurut saya ada perubahan mendasar yaitu sudah diimplementasikannya sistem POS (Point Of Sale) di tokonya

Alasan menggunakan sistem ini karena dia ingin mengontrol stok yang ada dan juga agar bisa kelihatan lebih canggih dimata pelanggan

Setelah diskusi lebih jauh akhirnya ada beberapa masukan yang harus dilakukan agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi, yaitu :

1. Harus bisa lebih jelas melihat 3 hal di laporan keuangan yaitu cashflow, rugi-laba dan neraca

2. Stock harus dibuat se-efisien mungkin berdasarkan database penjualan yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir, minimal 6 bulan agar bisa terbaca trend-nya

3. Harus ada 1 orang yang mengontrol pembukuan semua tokonya dan pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan sambil lalu dengan pekerjaan yang lain

Berdasar pengalaman yang saya alami bahwa dalam bisnis harus seimbang antara penjualan dan pembukuan. Dua-duanya harus berjalan seimbang dan tidak boleh ada yang lebih dominan

Ada 1 hal yang ternyata belum dilakukan oleh teman saya itu yaitu dia belum membuat legalitas perusahaan seperti UD, CV atau PT dan alasannya karena dia belum membutuhkan saat ini

Untuk legalitas harus kita buat sedini mungkin agar semakin mempermudah kita dalam berhubungan dengan perbankan untuk menambah permodalan atau untuk kepentingan yang lainnya, istilah orang-orang biasanya disebut bankable

Selain itu legalitas biasanya diperlukan jika kita membeli bahan dalam jumlah banyak ke pabrik/distributor.

Selisih nilai dari pajak pembelian dan pajak penjualan yang selama ini kita jalankan akan bisa mempengaruhi rugi laba perusahaan

Jadi 3 komponen terpenting yang harus dijalankan dari awal sebelum melangkah terlalu jauh adalah penjualan, pembukuan dan legalitas

Salam sukses dunia akherat,

Sarjana yang jadi tukang mie ayam

Hari sabtu 23-april-2011 menjadi hari yang luar biasa bagi siswa/i SMK Enterpreneur Karya Mandiri bekasi karena pada hari itu sekolah mendapat kunjungan dari SMK lain di sekitar pondok gede

Acara siang hari itu adalah seminar motivasi tentang wirausaha yang disampaikan oleh 2 pembicara yaitu owner Country Donut dan owner Mie Jawara

Di sela-sela acara yang saya moderatori, saya memperkenalkan pak ari oni “owner Mie Jawara” sebagai seorang lulusan universitas ternama di tanah air yang akhirnya harus bergelut dengan bumbu masakan dan beralih profesi menjadi tukang mie ayam dengan meninggalkan gelar kesarjanaannya

Awal perjalanan mie jawara “merek mie ayam dagangannya” di ceritakan dengan sangat menarik yang sesekali di selingi dengan interaksi bersama siswa/i agar mereka mau maju ke depan untuk bercerita tentang keseharian usahanya

Dari hasil interaksi dengan siswa/i tersebut ternyata masih ada juga mereka yang belum berani untuk action berjualan dan alasan terbesar yang dipergunakan adalah malu dan takut gagal

Solusi dan langkah agar cepat berjualan disampaikan dengan cukup jelas oleh pak oni sambil disertakan contoh-contoh penggunaannya

Selain ilmu yang didapat, hari itu siswi SMK Karya Mandiri juga mendapat untung besar. Dagangan mereka sebagian besar sudah habis dibeli oleh peserta seminar bahkan untuk dagangan tertentu ada yang sampai kekurangan…… Good job

Pada akhirnya, seminar motivasi dan sejenisnya tidak akan bisa berhasil mulus seindah yang disampaikan pada waktu seminar, kenapa…..??? sebab peserta seminar lebih membutuhkan bimbingan secara terarah dan intensif setiap hari agar mereka bisa melangkah mewujudkan mimpi yang ada, mewujudkan mimpi menjadi enterpreneur

Menjadi tanggung jawab moral trainer dan kita semua untuk bisa mewujudkan mimpi mereka semua

Semoga segera terwujud, amin………

Salam sukses dunia akherat,

http://www.prakom.com
Banking Equipment & Printer Specialist

Aplikasi simpan data ke MySql dengan BV.net

Setelah sekian lama ngoprek java, kini kembali kepemograman berorentasi object juga yaitu vb.net, hampir satu tahun saya meninggalkan bahasa pemograman ini, sebenernya baru kali ini saya nyicipin visual studio 2008 atau yang sering orang sebut vb.net, dulu saya sangat seneng dengan bahasa pemograman yang satu ini, meski jaman dulu belum ada vb.net tapi generasi pendahulunya seperti visual basic 6 juga sudah hampir mirip dengan vb.net, makanya pas nyoba bv.net tidak ada hal-hal yang menyulitkan..

Mungkin yang mau saya posting kali ini bukan tutorial, karena saya tidak menjelaskan langkah demi langkah, saya cuma mau ngeshar saja apa yang pernah saya pelajari

ini dalah program sederana menyimpan data kedalam database mysql, kenapa saya mengunakan mysql ya..karena gratis..

Langsung saja ya..

Kalau mau ngikutin buat dulu database dengan nama penjualan

kemudian buat tabel dengan nama table_pelanggan, field nya seperti ini

Selanjutnya buat project anda dengan nama bebas, buat tampilan Form seperti ini

buat class koneksi dengan nama koneksi ketikan kode seperti ini

Imports MySql.Data.MySqlClient
Public Class Koneksi
Private Conn As MySqlConnection = Nothing
Public Function konek() As MySqlConnection
Dim ConnString As String
ConnString = “;server=localhost;user=root;password=;database=penjualan ”
Try
Conn = New MySqlConnection(ConnString)
Conn.Open()

Catch ex As Exception
MessageBox.Show(“Koneksi Erros: ” + ex.Message)
End
End Try
Return Conn
End Function
End Class

 

Buat modul dengan nama myModul, ketikan seperti ini

Imports MySql.Data.MySqlClient

Module myModule
Public conn As New MySqlConnection
Public DTadapter As New MySqlDataAdapter
Public DTset As DataSet
Public DTrow As DataRow
Public CMD As MySqlCommand
Public DTreader As MySqlDataReader
Public DTtable As New DataTable
Public CMDbuild As MySqlCommandBuilder
Public sql As String
Dim currentRow As Integer
Private strkoneksi As String

End Module

 

Didalam form ketikan kode dibawah ini

Imports MySql.Data.MySqlClient

Public Class FdataPelanggan
Dim conn As New Koneksi
Dim msql As String

Sub simpan()
msql = “SELECT*FROM table_pelanggan where kode='” & Trim(txtkode.Text) & “‘”

Try
CMD = New MySqlCommand(msql, conn.konek)
DTreader = CMD.ExecuteReader()
If DTreader.HasRows Then
MessageBox.Show(“Kode Pelanggan sudah ada “, “error”, MessageBoxButtons.OK, MessageBoxIcon.Information)
DTreader.Close()
conn.konek.Close()
Exit Sub
Else
DTreader.Close()

End If
Try
msql = “insert into table_pelanggan(kode,nama,alamat,telp)” & _
“values(‘” & Me.txtkode.Text & “‘,” & _
“‘” & Me.txtNama.Text & “‘,” & _
“‘” & Me.txtalamat.Text & “‘,” & _
“‘” & Me.txttelp.Text & “‘)”
CMD = New MySqlCommand(msql, conn.konek)
CMD.ExecuteNonQuery()
Call bersih()
Catch ex As Exception
MessageBox.Show(“Data gagal disimpan “, “error”, MessageBoxButtons.OK, MessageBoxIcon.Error)

End Try
Catch ex As Exception
End Try

End Sub

Sub bersih()
txtkode.Clear()
txtNama.Clear()
txtalamat.Clear()
txttelp.Clear()
txtkode.Focus()

End Sub

Sub periksainput()

If txtkode.Text = “” Then
MessageBox.Show(“Kode pelanggan belum diisi”)
txtkode.Focus()
ElseIf txtNama.Text = “” Then
MessageBox.Show(“Nama pelanggan belum diisi”)
txtNama.Focus()
ElseIf txtalamat.Text = “” Then
MessageBox.Show(“Alamat pelanggan belum diisi”)
txtalamat.Focus()
ElseIf txttelp.Text = “” Then
MessageBox.Show(“Telp pelanggan belum diisi”)
txttelp.Focus()
Else
Call simpan()

End If

End Sub

Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
Fmenu.Show()
Fmenu.Enabled = True
Me.Close()

End Sub

Sub tampilData()
msql = ” Select * From table_pelanggan order by kode asc”
DTtable.Clear()
DTtable = New DataTable
DTadapter = New MySqlDataAdapter(msql, conn.konek)
DTadapter.Fill(DTtable)
With Me.DataGridView1
.DataSource = DTtable
.SelectionMode = DataGridViewSelectionMode.FullRowSelect
.AllowUserToAddRows = False
End With
DTtable.Dispose()
DTadapter.Dispose()
conn.konek.Close()
End Sub
Sub Perbaikandata()
msql = “update table_pelanggan set nama ='” & Trim(txtNama.Text) & “‘,” & _
“alamat='” & Trim(Me.txtalamat.Text) & “‘,” & _
“telp='” & Trim(Me.txttelp.Text) & “‘,” & _
“kode='” & Trim(Me.txtkode.Text) & “‘ ” & _
“where kode='” & Trim(Me.txtkode.Text) & “‘”
Try
CMD = New MySqlCommand(msql, conn.konek)
CMD.ExecuteNonQuery()
Catch ex As Exception
MessageBox.Show(“Data gagal diperbaiki”)
End Try

End Sub

Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
Call periksainput()
Call tampilData()

End Sub

Private Sub FdataPelanggan_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
Call tampilData()
Fmenu.Enabled = False
Button2.Enabled = False
Button3.Enabled = False
End Sub
Sub tampilkeform()
Me.txtkode.Text = Me.DataGridView1.SelectedCells(0).Value
Me.txtNama.Text = Me.DataGridView1.SelectedCells(1).Value
Me.txtalamat.Text = Me.DataGridView1.SelectedCells(2).Value
Me.txttelp.Text = Me.DataGridView1.SelectedCells(3).Value

End Sub
Sub hapusdata()
msql = ” delete From table_pelanggan where kode ='” & Trim(txtkode.Text) & “‘”
Try
CMD = New MySqlCommand(msql, conn.konek)
CMD.ExecuteNonQuery()
Call bersih()
Catch ex As Exception
MessageBox.Show(“Data gagal dihapus”)
End Try

End Sub

Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
Call Perbaikandata()
Call tampilData()
Call bersih()
Button1.Enabled = True
Button2.Enabled = False
Button3.Enabled = False

End Sub

Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
Call hapusdata()
Call tampilData()
Call bersih()
Button3.Enabled = False
Button2.Enabled = False
Button1.Enabled = True

End Sub

Private Sub DataGridView1_MouseClick(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.MouseEventArgs) Handles DataGridView1.MouseClick
Call tampilkeform()
Button1.Enabled = False
Button2.Enabled = True
Button3.Enabled = True

End Sub
End Class

coba diruning….kalau nggak jalan silahkan tinggalkan komentar mudah-mudahan saya bisa bantu..

Sekil tidah membutuhkan otak yang cemerlang, sekil juga tidak membutuhkan uang yang banyak..berlatih gagal berlatihlah yang dapat meningkatkan skil eseorang

salam ibote

 

 

 

 

Es Ongol Ongol Pecak, Minuman Seger Khas Bekasi

Assalamu’alaikum Abang None,Encang Encing en Enyak babe, kangen juga nih dah lama engga nyaba nih Blog… semoga sodara semua pada sehat wal afiat.

Tulisan kali ‘ni, sekedar berbagi  info kebetulan ahad pagi mampir di Festival jajanan Bango di lapangan Multi Guna Bekasi cuman sayang acaranya sehari doang.

Jam 10 ane sekeluarga dah dilokasi, sambil planga plongo cari meja yang strategis alias kemana-mana gampang, enggak pake lama ane  pesen 2 porsi kupat tahu khas Solo en Tiga Porsi sate ayam buat 3 Bocah sambil nunggu pesanan kelar ane keliling cari minuman dari mulai kedai Es Doger ampe es Durian semua menggiurkan buat basahin kerongkongan.

Festival Jajanan Bango yang diadakan oleh Kecap Bango akhirnya mampir juga di Bekasi, diikuti oleh seratusan Pedagang atawa Rumah Makan enggak cuman makanan Bekasi,  Soto Bekasi, Gabus Pucung,Pecak lele ada juga makanan khas daerah laen kaya yang aye pesen tuh Kupat Tahu Solo, Bir Pletok juga ada yang gelar tuh, kebetulan Bini mah dah ngincer tuh minuman Selendang Mayang kalo orang tua mah nyebutnya Ongol-ongol Pecak yang dah lama baru ketemu lagi nih minuman. Continue reading Es Ongol Ongol Pecak, Minuman Seger Khas Bekasi

My Great Adventure Indonesia

Dalam beberapa hari terakhir ini di layar televisi kita bisa menyaksikan sebuah tayangan iklan baru dari produsen satu merek rokok, berjudul “My Great Adventure Indonesia”. Sebuah tayangan iklan yang menggambarkan petualangan tiga orang laki-laki di beberapa daerah Indonesia. Sebagaimana iklan-iklan sebelumnya dari produsen rokok tersebut, kali ini pun bertema adventure/petualangan, namun yang membedakan adalah lokasi petualangannya, yaitu alam Indonesia. Dimulai dari Sumatera, Way Kambas, lalu Rinjani di Lombok, dilanjutkan ke Raja Ampat Papua, kembali ke arah barat ke Kuta Bali, dan terakhir adalah Krakatau di Selat Sunda. Berdasarkan subtitelnya, waktu yang dibutuhkan untuk menjelajah ke tempat-tempat tersebut adalah sekitar 1 bulan.

(Bagi anda yang belum pernah menyaksikannya, silakan simak iklan tersebut dengan meng-klik tautan ini:

Di iklan yang judulnya menggunakan kata “Indonesia” ini, alam Indonesia diperlihatkan kekayaannya, keindahan dan keelokannya, serta tantangannya sebagai objek petualangan. Gunung-gunung, bukit, tebing, air terjun, hutan, sawah, padang rumput, danau, pantai, laut, pulau dan bentang alam lainnya yang dijadikan lokasi petualangan terlihat luar biasa indahnya, menawan, eksotis dan menimbulkan keinginan dalam diri kita untuk datang dan melihat langsung ke lokasi tersebut. Benar-benar cantik negeriku!

Kita yang melihat tayangan iklan tersebut bisa langsung jatuh hati. Mungkin juga bulu kuduk kita merinding dan setengah tidak percaya, benarkah lokasi-lokasi dalam tayangan tersebut berada di Indonesia.

Terlepas dari kondisi nyata lokasinya benar-benar indah atau karena pengaruh efek teknologi film, si pembuat film iklan telah berhasil menimbulkan kesan yang amat baik mengenai alam Indonesia, lewat produk audio visual berupa iklan berdurasi sekitar 2 menit ini. Dengan kreativitas seni yang tinggi, si pembuat terlihat mengerjakan tayangan ini secara apik dan sangat serius. Aspek-aspek yang dibutuhkan sebuah film dengan tata gambar yang baik semuanya diperhatikan. Mulai dari sudut dan teknik pengambilan gambar, komposisi objek, warna dan pencahayaan, keragaman lokasi dan objek yang diambil, segi artistik dan lain-lain, membuat film iklan yang dihasilkan terlihat keren dan berkelas!
Satu hal lagi yang mendukung, backsound pengiring, dengan musik bernuansa artistik dan etnik yang mempesona (saya jadi ingat lagu dan musiknya Enya), mempengaruhi kuat impresi orang yang menyaksikannya.

Terlepas dari bahwa iklan ini dibuat oleh produsen rokok, rokok yang merupakan racun pembunuh, saya angkat jempol bagi pembuat film iklan ini, agensi iklan dan pemilik produk, yang telah membuat iklan yang tidak semata-mata mempromosikan produk namun juga membuat karya seni yang bisa dinikmati, serta secara tidak langsung turut mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki alam indah. Citra yang dibutuhkan bagi pengembangan pariwisata di negara kita.

Di sisi lain, setelah beberapa kali menyaksikan tayangan iklan ini, saya mendapatkan beberapa hal yang perlu dicatat dan saya kritik menyangkut cerita dan logika di dalamnya:

– Dari urutan lokasi dan waktu berdasarkan subtitel yang ada di tayangan, terdapat kejanggalan yang membuat kita yang cukup mengenal geografi tanah air bisa mengerenyitkan dahi. Pertama, hari ke-2 petualangan itu berada di Sumatera, sementara hari ke-5-nya adalah di Way Kambas. Hehehe…apakah Way Kambas berada di pulau yang berbeda, sehingga harus disebutkan terpisah?
Kedua, urutan lokasi pun cukup aneh. Dimulai dari Sumatera dan Way Kambas (katanya), terus loncat ke Gunung Rinjani di Lombok. Setelah itu petualangan dilanjutkan ke Raja Ampat Papua…Namun sesudahnya ketiga pemuda petualang balik arah lagi ke Kuta Bali dan selanjutnya Krakatau.
Wah, nggak salah tuh urutan lokasinya? Kenapa tidak dari Way Kambas langsung ke Selat Sunda Krakatau? Aneh dan tidak logis bukan?

– Pada saat penggambaran alam Sumatera, sempat ditampilkan sebuah pegunungan yang di atasnya terdapat salju. Lho, kok? Sejak kapan di Sumatera ada pegunungan salju? Kalaupun ada di Indonesia, pegunungan salju hanya ada di Papua, tepatnya di pegunungan Jayawijaya.
Pada saat di Raja Ampat pun…yang terkenal dengan terumbu karang dengan keragaman hayati terkaya di dunia, tergambarkan para pemuda itu di tengah-tengah pesawahan. Sawah di daerah perairan Raja Ampat?
Sepertinya salah deh ilustrasinya! Sawah itu lebih tepat digambarkan pada saat petualangan di Sumatera, atau di Bali!
Ada lagi. Sewaktu di Way Kambas, sesaat berada di atas mobil jip setelah ketiga pemuda bermain-main dengan sekelompok gajah,  tiba-tiba muncul sekelompok orang dengan pakaian khas Papua. Wah, wah, wah…orang Papua ada di Lampung! Benar-benar tidak masuk akal!
Kacau deh urutan gambar di film iklan ini!

Film iklan ini sungguh menarik dan keren cerita maupun gambarnya, namun dengan adanya kesalahan maupun kejanggalan yang saya sebutkan tadi, nilai dokumenternya menjadi berkurang. Juga secara ilmiah menjadi sedikit dipertanyakan. Dengan menyandang kata “Indonesia” di judulnya, orang luar negeri akan memperhatikan benar-benar seperti apa Indonesia di film iklan ini. Mereka akan tertarik dengan Indonesia karena gambar-gambar di iklan ini, namunbisa saja mereka mempertanyakannya. Apakah benar di Sumatera ada gunung bersalju? Apakah di Way Kambas ada warga yang berfisik dan berpakaian ala orang Papua? Atau apakah ada sawah di pulau-pulau kawasan perairan Raja Ampat?

Jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu, akan hilang rasa percaya orang luar terhadap apa yang ditampilkan film iklan tersebut. “Akh…paling-paling yang lain juga cuma rekayasa teknologi film saja! Indonesia tidak seindah yang digambarkan film!”, mungkin seperti itu yang akan mereka ungkapkan.

Apakah kesalahan dan kekurangtelitian ini disebabkan oleh karena agensi dan atau pembuat film iklan bukan dari dalam negeri, sehingga mereka kurang begitu paham geografis dan demografis Indonesia? Apakah mereka hanya sekedar menyusun frame demi frame supaya sebagus, seartistik dan sedramatis mungkin, tanpa memperhatikan urutan lokasi dan waktu, yang nantinya juga menyangkut logika audience captive market produk tersebut?

Kalaupun begitu, seharusnya tetap saja pemesan iklan dalam hal ini pemilik produk bisa menangkap hal-hal yang saya ungkap tadi, sebelum film iklan ditayangkan di stasiun-stasiun televisi Indonesia. Tentunya sebagai pihak pemesan dan pembayar, mereka pasti mengevaluasi dulu seperti apa jadinya pesanan tersebut. Kecuali pihak pemesan pun kurang begitu paham dengan Indonesia.
Jika kesalahan dan kejanggalan itu bisa dihindari, kesan kurang ilmiah film iklan ini tidak akan timbul. Dan bahkan akan berdaya jual bagi industri pariwisata negeri ini.

Memang, produk audio visual yang menyandang nama “Indonesia” meskipun itu sebuah iklan produk dagang karena berkepentingan terhadap kepentingan industri pariwisata tanah air, seharusnya dikoordinasikan dengan instansi pemerintah terkait, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, agar isinya lebih mengena, dan yang lebih penting, nilai ilmiahnya bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai deh kasus beberapa waktu yang lalu iklan pariwisata Malaysia yang memuat cuplikan Tarian Pendet sehingga diprotes oleh masyarakat dan pemerintah kita, terjadi pula di negara kita. Pada iklan-iklan yang tayang di televisi, karena kurangnya kontrol dari masyarakat maupun pemerintah.

Harapan saya, produsen produk, agensi iklan, pembuat film iklan, bisa lebih hati-hati dan teliti dalam membuat iklan yang menggambarkan Indonesia,  apalagi judulnya mengandung kata “Indonesia”, supaya film iklan itu benar-benar menjadi karya seni dan tetap menjaga citra Indonesia, bukan sebaliknya. Pula bisa menjadi alat promosi bagi wisatawan-wisatawan asing agar tertarik dengan Indonesia dan mau datang ke negeri kita.

Pertanyaan saya kepada Kementerian Budaya dan Pariwisata, kapan kita bisa membuat iklan pariwisata yang lebih baik dan berkelas…minimal seperti film iklan produk rokok ini?

Masak kita selalu keok oleh 2 negara tetangga dekat kita! Lihat saja Malaysia dengan slogan “Truly Asia”-nya meskipun banyak mencatut kebudayaan dan karya seni kita, Singapura dengan slogan “Uniquely Singapore”, yang iklan-iklan pariwisatanya selalu menarik dan sering tayang di layar televisi dan media-media cetak kita.

Ayo lebih kreatif lagi para seniman dan tim kreatif iklan Indonesia! Buat iklan tentang Indonesia sebagus, seunik dan seartistik mungkin, tanpa mengurangi aspek ilmiahnya.

Kepada warga masyarakat yang senang bepergian, ayo kita berwisata di tanah air sendiri, sebelum berwisata ke negara lain. Masih banyak bagian dari negeri kita yang indah pemandangannya dan benar-benar menarik untuk dikunjungi.

Salam,
http://ceppi-prihadi.co.cc
http://bloggercikarang.com

Iklan favorit saya masih dari produsen sebuah merek susu anak, dengan judul “Life is An Adventure”. Sayang seribu sayang, modelnya bukan anak-anak Indoneisa dan lokasi shooting-nya pun bukan di Indonesia.

Sharing wirausaha siswi SMK di depan alumni UGM

Berbagai macam pertanyaan tentang keberanian berusaha dan kiat-kiat agar berani berusaha banyak dilontarkan oleh peserta alumni UGM pada pertemuan hari minggu tanggal 17-april-2011 sewaktu saya sharing mengenai wirausaha

Ke 40 peserta yang terdiri dari berbagai macam jurusan dan tahun kelulusan menjadi lebih antusias mengajukan pertanyaan setelah saya menampilkan testimoni dari murid SMK Enterpreneur Karya Mandiri yang pada saat ini sudah bisa menghasilkan uang sendiri untuk jajan dari hasil berjualan

Siti khodijah yang menjual rengginang makanan khas bekasi dan novianti yang menjual tahu matang menceritakan suka dukanya bersekolah sambil belajar berjualan

Dari mulai bisnis berkelompok 5-6 orang sampai akhirnya secara alami harus berpisah menjadi hanya berdua bahkan ada juga yang sudah melakukan bisnis sendiri, diceritakan semuanya secara gamblang khas anak ABG, malu-malu dengan badan penuh keringat dingin

Di sela-sela acara banyak beberapa peserta yang membeli produk mereka yang saat itu memang sengaja dibawa

Selain itu banyak juga dari para peserta yang ingin tahu lebih lanjut mengenai kegiatan SMK Enterpreneur Karya Mandiri yang sudah berhasil merubah mindset siswa agar bisa mandiri berjualan dan tidak hanya sekolah saja

Di akhir acara senyum mengembang di bibir 2 siswi SMK ini, dagangan habis dan pulang mendapat pengalaman baru, sebuah pengalaman langka yang belum tentu akan didapat lagi di lain waktu

Dengan langsung terjun menghadapi pasar maka para siswi tersebut akan terlatih mentalnya untuk menghadapi tantangan yang lebih besar

Salam sukses dunia akherat,

Menjadi karyawan atau pengusaha

Sering saya ikuti dalam suatu seminar atau dalam suatu arena diskusi membahas tentang pentingnya mereka untuk berwirausaha

Dengan berbagai macam cara diperkenalkan sebuah sistem agar para peserta seminar secepatnya meninggalkan dunia kerjanya atau istilah yang sering dipakai adalah bakar kapal

Bagi saya pribadi cara seperti itu akan bagus dalam tataran teori, akan kelihatan indah dalam tahapan wacana tetapi jika sudah harus melangkah untuk action maka akan banyak sekali pertimbangannya

Kenapa…??? Karena sebagian besar peserta seminar adalah mereka yang sudah “berumur” dan berkeluarga

Sudah menjadi naluri alam bahwa semakin bertambah umur seseorang maka keberanian bertindak akan semakin berkurang

Alangkah indahnya jika energi trainer tersebut juga diarahkan kepada para kaum mahasiswa, murid SMK – SMA – SMP – SD dan kaum pengangguran agar mereka semua bisa segera mandiri dengan menghasilkan uang sendiri melalui jalur wirausaha

Slogan menjadi karyawan atau pengusaha sudah tidak perlu diperdebatkan lagi bagi mereka yang sudah berumur, cukup kita-kita saja yang sudah banyak mendapat “ilmu kehidupan” untuk bisa berbagi dengan ikhlas kepada mereka tanpa perlu berharap apapun

Generasi dibawah kita hukumnya wajib “diracuni” virus wirausaha biar mereka bisa mandiri sesuai dengan apa yang di cita-citakan

Dengan mempunyai jiwa wirausaha maka mereka akan bisa berpikir diluar dari kebiasaan orang banyak dan jika mereka sudah bisa menikmati hasil maka pilihan menjadi seorang pengusaha hanyalah soal waktu

Saya sudah melakukannya, bagaimana dengan anda….???

Salam sukses dunia akherat,

Oleh-oleh Makanan Khas Bekasi, Mungkinkah Terwujud?

Saya mempunyai ide wirausaha dan peluang bisnis yang semoga bisa terwujudkan. Ide itu sudah saya lakukan dalam skala kecil.

u

Saya punya ide untuk menjual produk makanan khas bekasi yang saya beri nama oleh-oleh khas Bekasi, sehingga siapa saja orang yang datang melancong ke bekasi akan berburu makanan itu. Para pelancong pun akan dengan bangga membawa oleh-oleh makanan khas Bekasi yang enak sekali.

 

Hal ini diilhami dari perjalanan saya ke beberapa kota di Indonesia. Setiap daerah yang saya kunjungi,  pasti ada makanan oleh-oleh khas daerah masing-masing. Seperti bila kita ke medan maka ada kue bika ambon, kalau ke garut ada dodol garut, kalau ke bandung ada tempe bandung, dan lain sebagainya. Pokoknya hampir setiap daerah yang saya kunjungi ada makanan khasnya yang membuat kita membelinya.

 

Selama ini saya mencoba dengan cara labeling, dimana saya membeli kripik singkong dengan jumlah besar, lalu saya bungkus dengan excelent , dan saya beri nama kripik singkong khas oleh-oleh bekasi. Rasa Renyah enak dikunyah.

 

 

Setiap ada teman dari daerah saya kasih oleh-oleh itu, dan mereka senang sekali menerimanya. Saat ini saya baru ketemu kripik singkong, dan belum ketemu produk makanan lainnya. Ada juga sih sayur gabus pucung khas bekasi, tapi makanan itu gak bisa dibawa karena lebih lezat kalau makan di tempat.

 

Saya ingin urun rembuk dengan teman-teman pembaca, barangkali ada usulan atau saran untuk pengembangan usaha saya itu.

 

Saya pun berharap akan lebih bagus lagi kalau kita berkolaborasi, dan membuat makanan khas oleh-oleh bekasi. Kalau kita patungan, dan membentuk usaha besama peluang ini akan sangat bagus sekali. Sebab oleh-oleh khas bekasi selama ini belum ada. Kalau pun ada berupa rangginan dan dodol yang dibuat secara tradisional rumahan.

 

Mohon kiranya kita bisa berurun rembuk di lapak ini. Siapa tahu blog komunitas blogger bekasi bisa dijadikan sarana untuk mempromosikan dan mempublikasikan produk-produk makanan khas bekasi yang namanya sudah terkenal dimana-mana.

 

Mohon masukan dan saran dari teman-teman semua. Yuk kita mencoba berwirausaha.

 

salam blogger persahabatn

 

Omjay
Menulislah terus setiap hari dan perhatikan apa yang terjadi
http://wijayalabs.com

 

Catatan Dari Festival Jajanan Bango Nusantara di Bekasi

Panas terik menyongsong kami sekeluarga kemarin pagi, Sabtu (23/4) saat kami tiba di Lapangan Serbaguna yang terletak tak jauh dari Terminal Bekasi tempat pelaksanaan Festival Jajanan Bango Nusantara 2011. Ada beragam ekspektasi yang kami bawa dari rumah, tentu saja yang terutama adalah keinginan untuk mencicipi hidangan-hidangan lezat ala tradisional yang sesuai dengan selera “lidah kampung” kami dengan harga murah dalam kisaran Rp 10.000 per porsi.

Saat membaca email di mailing list Blogger Bekasi yang menginformasikan acara ini serta melihat sajian-sajian makanan tradisional yang dijajakan membuat kami kian bersemangat apalagi ada beberapa jenis makanan khas daerah yang jarang atau belum pernah kami temui di Cikarang. Ada Lontong Medan Kedai Mamak Oman, Gule Goreng Pak Samin Solo, Sate Babe, Siomay Kari Umbi, Bebek Goreng Hartati, Bubur Ayam Jakarta, Soto Ceker Ranjau Pak Gendut, Ayam Bakar Mas Mono, Soto Moe Saroja, Martabak Kubang, Nasi Goreng Lalan Bakti, Mie Aceh Seulawah, dan lain-lain, yang membuat kami penasaran.

Alhasil dengan tekad bulat, saya beserta istri dan kedua anak saya (Rizky dan Alya) berangkat dari Cikarang dengan sangat bersemangat. Lapangan Serbaguna yang berada di depan Kantor Pos Bekasi sudah sangat ramai dipadati pengunjung. Sayang sekali, kondisi lapangan yang becek membuat kami kurang nyaman menyusuri satu demi satu gerai-gerai makanan khas nusantara tersebut. Meski panitia menyediakan palet-palet kayu sebagai “jembatan” tetap saja pada beberapa bagian tidak dilengkapi fasilitas tersebut dan telah membuat lumpur menempel pada sepatu atau sandal saat menapak. Alya sampai marah melihat celananya kotor terkena becek.

Cuaca panas juga menambah ketidaknyamanan. Memang panitia menyediakan empat tenda besar sebagai tempat makan namun tidak dapat digunakan maksimal karena becek. Banyak pengunjung memilih untuk makan ditempat gerai makanan namun kapasitas sangat terbatas akhirnya cukup dibungkus saja.

Kami akhirnya mendapatkan tempat yang bisa digunakan untuk makan didalam tenda,namun agak ke pinggir sehingga terik matahari tetap panas menerpa. Tapi karena sudah lapar, capek serta kesal karena lumpur menempel di sepatu/sandal, akhirnya kedua anak saya memilih untuk duduk. Saya dan isteri akhirnya membelikan anak-anak Bakso Super Galaxi, Bubur Ayam Jakarta dan Siomay. Istri saya membeli Rujak Juhi Petojo dan saya?. Hmm..saya masih bingung mau makan apa.

Saya akhirnya memilih Nasi Goreng Bumen Jaya di gerai Mie Godhog Bumen Jaya 2. Tapi..ternyata, prosedurnya saya mesti menyertakan potongan bekas sachet bungkusan kecap cap Bango untuk bisa membeli makanan tersebut. Saya lalu protes, kok tempat lain bisa beli langsung?. Sang penjaga mengatakan memang prosedurnya seperti itu. “Kalau memang bapak tidak bawa, bisa beli kecapnya di depan pak, di dekat meja informasi”. Wah, saya langsung kesal karena mesti berjalan jauh ke depan, menyusuri jalan becek hanya untuk membeli sebungkus kecap Bango. Saya akhirnya memilih untuk tidak jadi beli. Sayapun sudah langsung kehilangan selera makan.

Belakangan saya tahu memang seperti itulah prosedurnya. Hanya saja beberapa pedagang di gerai lain melakukan “improvisasi” menjual langsung mengingat pengunjung sudah tak sabar dan malas kembali ke depan lagi hanya untuk membeli Kecap Bango.

Seharusnya agar semuanya berjalan lancar pihak penyelenggara atau sponsor menyiapkan Kecap Bango di gerai masing-masing penjual makanan agar pembeli bisa membeli disana sekaligus bertransaksi di gerai yang disukainya. Situasi “birokratis” dan prosedural ini seharusnya di-simplifikasi, untuk kenyamanan pengunjung dan tentu saja memperlancar jualan gerai makanan disana. Saya akhirnya hanya makan bakso Super Galaxi, karena sudah terlanjur kesal dan kecewa.

Akhirnya pukul 11.30 siang kami sekeluarga memilih untuk pulang dari arena Festival Jajanan Bango Nusantara di Bekasi.

 

Ayam Lepas Yang Cantik dan Laris Manis

Ngomongin “ayam lepas” jangan bayangkan ayam-ayam yang berkeliaran dan terbebas dari kandangnya. Jangan pula bayangkan “ayam” yang dikejar-kerja petugas kamtib karena menggangu kesusilaan. “Ayam lepas” disini adalah nama rumah makan baru di bilangan Kalimalang Bekasi, tepatnya di dekat Rumah Sakit Global Bros, sekitar 200 meter dari Mall Metropolitan.

Ketika kami tiba di rumah makan tersebut, terlihat kursi dan meja telah dipadati pengunjung yang sedang asyik menikmati hidangan yang tersedia. Beberapa pengunjung lainnya terlihat mengantri untuk mendapatkan tempat duduk dan memesan paket makanan untuk dibawa pulang.

Saya perhatikan, ramainya pengunjung di rumah makan “Ayam Lepas” ini bukan dikarenakan hari itu hari libur (libur Paskah), tetapi sudah ramai sejak peresmiaannya sekitar sebulan yang lalu. Setiap kali melintasi Kalimalang, saya perhatikan rumah makan ini ramai pengunjung. Ehm … pasti ada yang istimewa dari rumah makan ini, selain nama rumah makannya yang unik.

Tanpa berlama-lama, usai sholat Jumat di Masjid Al-Azhar Kalimalang, kami pun menyempatkan diri untuk mampir dan mencicipi makanan yang disajikan di resto yang memakai  konsep warna merah pada desain ruangannya ini. Beruntung, saat kami tiba, terdapat sebuah meja kosong yang baru saja ditinggalkan pengunjung sebelumnya. Jadi kami bisa datang, duduk dan langsung pesan makanan.

Sesuai nama rumah makannya, menu utama yang disajikan adalah paket ayam goreng spesial yang dibandrol dengan harga Rp. 14 ribu per porsi.  Dengan harga tersebut kita akan mendapatkan setangkup nasi putih, sepotong ayam goreng tepung, selembar kol, selada dan 2 potong timun, sekerat terong, dan sambal uleg. Selain paket ayam, terdapat pula paket burung spesial dan paket lele goreng dengan harga yang sama seperti paket ayam. Selain itu pula terdapat menu tambahan seperti cah kangkung, oseng-oseng toge, tempe goreng, dan berbagai aneka minuman.

Penasaran dengan menu utama, saya pun memesan paket menu ayam goreng spesial. Tanpa menunggu terlalu lama, pesanan pun segera hadir. Disajikan di atas piring berwarna berwarna putih, terlihat cantik dan menggoda selera . Terlihat sepotong ayam goreng berwarna coklat kemerahan berbalut tepung tipis yang mengingatkan kita akan sajian ayam kremes, hanya saja tepung kremesnya dipisahkan. Di tengah terdapat setangkup nasi putih yang dikelilingi lalapan dan sambal uleg yang terbuat dari cabe rawit, cabe merah, bawah putih dan merah serta terasi.

Tanpa menunggu lama, ayam goreng pun segera dibedah sebelum masuk ke mulut. Begitu kulit ayam goreng dikelupas, terlihat daging ayam berwarna putih mulus, segar dengan aromanya yang wangi. Asyiknya, begitu potongan daging didorong ke mulut dan dikunyah, terasa sekali kelembutannya, tidak kalah dengan gorengan ayam produk impor.

Yang lebih dahsyat, begitu potongan ayam dicocolkan ke sambal uleg dan dikunyah bersamaan, akan terasa ledakan yang luar biasa dari sambal uleg. Jika diibaratkan sebuah bom, kepedasan sambal uleg ini tidak kalah dengan ledakan bom buatanan para teroris durjana. Tidak heran begitu sambal uleg melewati batang tenggorokan, keringat pun mulai bercucuran dan mulut mulai megap-megap menahan pedas.   Nach kalau sudah kepedasan seperti ini, tidak ada penangkal lain yang lebih pas selain teh manis hangat yang bisa diseruput di sela-sela atau seusai makan.

Dengan kombinasi daging ayam yang lezat dan sambal yang pedas, tidak heran jika oleh pemilik rumah makan, Hedi Siagian asal Medan, “ayam lepas” disebut sebagai ayam lezat dan pedas. Saya setuju dengan pendapat sang pemilik.  Kalau anda penasaran, tidak ada salahnya untuk mencoba.