Tidak ada alasan berhenti bersyukur

 

Di sebuah taman kota ketika langit pada pagi begitu terang dan awan putih melayang selembut kapas. Barisan bangku taman yang berbentuk melingkar. Pepohonan yang merimbun, air mancur , dengan penjual balon, makanan ringan, hingga lalu lalang pejalan kaki.

Yang bergegas atau berjalan lambat menikmati udara dan pemandangan sekitar. Aku diantara rimbun pohon bunga flamboyan yang kuncupnya baru saja bermekaran. Di sebuah bangku tak jauh tempatku menikmati keindahan hari ini, aku menyimak dan memandang.

” bagaimana kabar dokter Anthony… ? minggu lalu saat menghubunginya, susternya bilang beliau sedang seminar di luar ”  wanita usia 30 tahunan berparas manis itu bertanya sembari membuka bekal sarapan paginya.

” sudah kembali, kemarin kami baru saja dating di ruangannya. nih… ” wanita berselendang jingga itu menunjukan bekas tusukan jarum yang meninggalkan bekas lebam disepanjang lengannya.

” syukurlah, obat-obatanku habis, ada nyeri di pinggul dan tumitku. TBC tulang ini gak asik banget buat wanita sibuk sepertiku…”

Meski kalimatnya seperti keluhan keduanya justru berwajah secerah pagi hari, bahkan akhirnya tergelak berdua.

” gak akan ada yang menyangka, kalau tulang dipinggulmu itu sudah dipotong sebagian untuk menambal punggung yang bengkok mu. Rusuk kirimu juga gak ada dua, kamu punya souvenir dan resleting permanen di sepanjang punggung dan beberapa bagian lainnya. Pernah lumpuh dan Operasi 10 kali hingga membuatmu seperti frankeinstein di dalam tapi masih petakilan diluar. Jangan harap kamu bisa pake highheels atau kebut-kebutan nyetir mobil di jalan tol seperti aku ya, hahaaa…” selendang jingganya ikut berkibar saat bibirnya tergelak menggoda temannya.

” hahaaa,….dasar menyebalkan ! kamu fikir aku gak tahu…dengan tatto panjang di abdomenmu, ususmu yang lebih pendek 30 cm dari manusia  pada umumnya, 3 kali operasi , 10 kali chemotheraphy intravena, 3 bulan chemotheraphy oral, 9 kali kolonoskopi dengan jadwal lanjutan, kalau artis sibuk dengan jadwal syuting kamu sibuk ngatur jadwal check up dan kini imunisasi ulang seperti bayi yang baru dilahirkan…hahahaa, nasibmu gak kalah romantis karena selalu punya jadwal kencan dengan RS dan dokter  ” wanita tomboy dengan senyumnya yang menawan itu balik menggoda temannya yang ikut kembali tergelak.

” kamu tahu, kebanyakan penyintas itu pintar menggunakan topeng… mereka pandai menutupi wajah aslinya dengan topi, selendang, wig, make up, senyuman, semangat juga harapan. kamu pilih yang mana De.. kalau aku pilih menutupinya dengan harapan dan cissss….senyuumm ” si selendang jingga tersenyum menggoda sembari bergaya seolah sedang di foto didepan kamera.

Temannya tergelak,…. dengan penuh keyakinan dia menjawab  ” aku pilih semangat… ”  Lalu mereka tertawa, roti gandum dan juice buah juga dua buku komik jepang anak-anak menemani mereka sejenak menikmati pagi.

Aku jadi ingin tersenyum sepanjang pagi ini, langit menjadi semakin cerah dalam pandanganku. Jika hidup masih begitu indah bagi dua wanita ini, tidak ada alasan bagiku tidak bersyukur dapat terbang dan mengepakkan sayap membelah angkasa. Kutinggalkan nyanyian termerduku untuk dua orang wanita di sebuah bangku taman, lalu terbang…..

” hey,…. lihat De, ada burung gereja yang diam-diam menguping pembicaraan kita  ”

Sekilas aku dengar kalimat terakhirnya sembari menunjuk ke arahku diangkasa…….

 

bangkutaman

Image From Google

Alhamdulillah, Sudah 112 Training Saya Ikuti! Semoga dapat terus Berbagi

Alhamdulillah, Sudah 112 Training Saya Ikuti! Semoga dapat terus Berbagi, dan belajar sepanjang hayat. Terima kasih kepada panitia yang telah mengundang saya. Semoda bisa terus berbagi pengalaman dan saling mengisi.

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1970. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2010) dan akan melanjutkan pendidikan ke S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ.

omjay-sgi

Sejak 1992 hingga saat ini berkarier sebagai pengajar bidang studi TIK di SMP Labschool Jakarta. Semasa kuliah di IKIP Jakarta aktif di beberapa organisasi, yaitu: Ketua Umum HMJ Teknik Elektro FPTK UNJ, Ketua HMI Komisariat FPTK IKIP JKT, Ketua Musholla ”Al Biruni” FPTK IKIP JKT, Sekretaris Senat Mahasiswa FPTK IKIP JKT, dan Kepala LP2TK IKIP JKT Bidang Software (1994-1996). Pada saat ini menjadi Sekretaris Alumni Elektro FT-UNJ (2006-2011), Kepala Humas Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) Pusat, Penulis Teraktif Kompasiana.com, Penasehat Komunitas Blogger Bekasi, Penasehat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi, Konsultan pendidikan di beberapa sekolah swasta, dan Pembina Redaksi majalah ”Gema” SMP Labschool Jakarta.

Beberapa karya ilmiah yang ditulis untuk tingkat nasional adalah :

Proses Pembelajaran Internet dalam Meningkatkan Imtak Siswa (2005), Pembelajaran Berbasis ICT di Kelas Akselerasi dalam meningkatkan Imtak-Iptek secara Terpadu (2006), Peningkatan Imtak Siswa Berbasis Proses Pembelajaran Word melalui CTL & Portofolio (2007), Peningkatan Kualitas Pembelajaran Internet di Kelas Akselerasi dengan metode CTL & Penilaian Portofolio (2007), Menumbuhkan Kreativitas Menulis Siswa Akselerasi melalui Belajar Mandiri pada Pembuatan Blog di Internet (2008), Upaya Meningkatkan Minat dan Kreativitas Menulis Melalui Pengelolaan Blog di Internet (2008), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Mengapa Guru Takut Melakukannya? (2008), Mengenal Penelitian Tindakan Kelas (2008), Yuk Kita Ngeblog! (2009), Guruku Menggapai Bintang (2010), Menjadi Blogger Handal di Era Global (2010), Internet Sehat Bikin Hebat (2011), Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya (2011), Efektifitas Pemanfaatan Blog Sebagi Media Test Online (2011), Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi (2011), dan TIK: Menulis Blog Untuk Pendidikan (2012) .

Penulis Buku paket TIK kelas 7, 8, dan 9 SMP bersama guru tim TIK Labschool Jakarta yang diiterbitkan oleh Rajagrafindo. Alhamdulillah telah banyak dipakai oleh guru TIK SMP di Indonesia melalui jalur MGMP TIK.

Motto Hidup : Kejujuran Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan.

Email : wijayalabs@gmail.com & wijayalabs@yahoo.com & wijayalabs@wijayalabs.com

Website : http://www.wijayalabs.com

Blog internet Wijaya lainnya :

Yahoo Messenger: wijayalabs

Prestasi Ilmiah Guru:

  • Pemakalah Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan  tingkat nasional 2010 dan 2011 di Balitbang Kemendiknas (Hotel Bidakara Jakarta tahun 2010, dan Hotel Aston Bali tahun 2011)
  • Pemenang kedua Guraru Acer Award 2011 di Jakarta
  • Pemenang Pertama Naskah Buku Pengayaan 2009 dari Pusat Perbukuan Depdiknas dengan judul Yuk Kita Ngeblog! 
  • Juara Pertama Lomba Blog Tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas 2009 di Jakarta
  • Finalis Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Tingkat Nasional 2008 di Jakarta
  • Finalis Inovatif Teacher Tingkat Nasional 2007 di Jakarta
  • Finalis Lomba karya Tulis Pendidikan Luar Biasa Tingkat Nasional 2006 di Yogyakarta
  • Juara I Lomba karya Tulis Imtak Tingkat Nasional Depdiknas-Depag 2005 di jakarta
  • Nara sumber Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kemendiknas, dan Kementrian pendidikan agama untuk para guru di Indonesia
  • Konsultan manajemen pendidikan dan sudah lebih dari 6 tahun
  • Nara sumber Creative Writing di beberapa kampus, dan telah menerbitkan 8 buah buku
  • Guru Paling Ngeblog 2012 di kompasiana.com yang beritanya ada di http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/18/16364351/Wijaya.Kusumah.Pak.Guru.Paling.Nge-Blog

Setiap kali memberikan materi pelatihan atau workshop, khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Omjay selalu mempublikasikannya ke blog http://kompasiana.com/wijayalabs. Sebuah blog keroyokan miliki http://kompas.com.

Beberapa Cerita dan berita yang dituliskan wijaya mengenai belajar dan berbagi ilmu PTK, Pemanfaatan TIK, dan Edupreneurship dituliskan dalam link berikut ini, yaitu:

  1. http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/06/belajar-berbagi-ilmu-ptk-di-politeknik-telkom-bandung/(Berbagi ilmu PTK kepada dosen-dosen di Politeknik Telkom Bandung)
  2. http://edukasi.kompasiana.com/2011/07/29/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-hotel-bumi-wiyata-depok/ (Berbagi Ilmu PTK di Balitbang Kemenag RI)
  3. http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/27/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-sdit-yapidh-jatiasih-bekasi/ (Berbagi Ilmu PTK di SDIT Yapith Jatiasih Bekasi)
  4. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/30/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-ypi-ar-rahman-bekasi/ (Berbagi Ilmu PTK di YPI Ar-Rahman Jatimekar, Bekasi)
  5. http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/18/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-kampus-universitas-negeri-jakarta/ (Berbagi Ilmu PTK di Kampus UNJ Rawamngun)
  6. http://edukasi.kompasiana.com/2009/10/24/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-al-bayan-tangerang/ (Berbagi Ilmu PTK di SDIT Al-Bayan Tangerang)
  7. http://edukasi.kompasiana.com/2009/11/05/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-smpn-230-jaktim/ (Berbagi Ilmu PTK di SMPN 230 Jaktim)
  8. http://umum.kompasiana.com/2009/06/06/kiat-melakukan-ptk-yang-efektif/ (Berbagi Ilmu PTK di SDN Papanggo 02 Petang, Kober Jakarta Utara)
  9. http://umum.kompasiana.com/2009/09/05/bertemu-sby-di-blogshop-kompasiana-di-itb-bandung/ (Berbagi Ilmu Ngeblog di ITB Bandung)
  10. http://umum.kompasiana.com/2009/04/19/pelatihan-pengelolaan-blog-di-puskom-unj/ (Berbagi Ilmu Ngeblog di Puskom UNJ Jakarta)
  11. http://edukasi.kompasiana.com/2009/04/18/studi-jurnalistik-di-smp-labschool-jakarta/ (Berbagi Ilmu Jurnalistik di SMP Labschool Jakarta)
  12. http://edukasi.kompasiana.com/2009/03/09/berbagi-ilmu-ptk-di-unj/ (Berbagi ilmu PTK kepada teman-teman guru PGSI di Perpustakaan UNJ Kampus A)
  13. http://umum.kompasiana.com/2009/09/04/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-sman-1-depok/ (Berbagi Ilmu PTK di SMAN-1 Depok)
  14. http://blogshop.kompasiana.com/2009/11/14/blogshop-kompasiana-di-stmik-bani-saleh-bekasi-1/ (Berbagi Ilmu Ngeblog di STMIK Bani Saleh, Bekasi)
  15. http://blogshop.kompasiana.com/2009/11/14/blogshop-kompasiana-di-stmik-bani-saleh-bekasi-2/ (Berbagi Ilmu Ngeblog di STMIK Bani Saleh, Bekasi)
  16. http://umum.kompasiana.com/2009/08/16/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-serang-banten/about (Berbagi Ilmu PTK di Kota Serang Banten)
  17. http://edukasi.kompasiana.com/2009/11/18/menangis-dalam-kebahagiaan/ (Berbagi Kebahagiaan ketika menjadi juara pertama sayembera naskah buku pengayaan pusbuk kemendiknas 2009)
  18. http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/03/berbagi-ilmu-ptk-di-sekolah-guru-ekselensia-indonesia/ (Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Guru Ekeselensia Bogor)
  19. http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/26/berbagi-ilmu-menulis-di-sdn-ssn-kalibaru-01-cilincing-jakarta-utara/ (Berbagi Ilmu Menulis Di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jak-ut)
  20. http://umum.kompasiana.com/2009/08/13/belajar-ptk-di-kota-nganjuk-jawa-timur/ (Berbagi Ilmu PTK di Kota Nganjuk, Jawa Timur)
  21. http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/31/berbagi-ilmu-penelitian-di-smpn-256-jakarta-timur/ (Berbagi Ilmu PTK di SMPN 256 Jakarta Timur)
  22. http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/15/menyebarkan-virus-ptk-di-kota-ukir-jepara/  (Berbagi Ilmu PTK di Sekolah PAUD di Jepara)
  23. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/06/27/berkat-menulis-aku-dapat-ipad/ (Berkat Menulis saya dapat ipad dan Royalti Buku)
  24. http://regional.kompasiana.com/2011/05/29/pelatihan-blog-di-sdit-al-hikmah-bintara-bekasi/ (Pelatihan Blog di SDIT Al-Himah Bekasi)
  25. http://edukasi.kompasiana.com/2010/07/25/teacher-undercover-ini-saatnya-mengubah-dunia-pendidikan/ (Berbagi Ilmu Belajar Menyenangkan di UNJ)
  26. http://edukasi.kompasiana.com/2010/07/24/berbagi-ilmu-penelitian-tindakan-kelas-di-smkn-12-jakarta/ (berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta Utara)
  27. http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/31/menyebarkan-virus-ptk-ke-bangka-belitung/ (Berbagi Ilmu PTK ke Bangka Belitung)
  28. http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/18/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-kampus-universitas-negeri-jakarta/ (belajar dan Berbagi Ilmu PTK di UNJ)
  29. http://sosok.kompasiana.com/2011/01/23/selamat-datang-di-banda-aceh-om-jay/ (Belajar Ilmu TIK di Asrama Haji Banda Aceh)
  30. http://regional.kompasiana.com/2011/01/23/kenapa-guru-harus-melek-ict-liputan-seminar-ict-di-banda-aceh/ (Berbagi Ilmu TIK di Banda Aceh)
  31. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/01/22/banda-aceh-yang-mempesona/ (Kunjungan pertama ke Banda Aceh)
  32. http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/15/mengapa-ptk-diperlukan-bagi-seorang-guru/ (berbagi Ilmu PTK di Banda Aceh)
  33. http://gurukreatif.wordpress.com/2011/02/01/seminar-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-di-banda-aceh-bersama-lp3ti/ (Berbagi Ilmu ICT ke Asrama Haji Banda Aceh)
  34. http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/12/dahsyatnya-pesta-sains-2010-di-ipb-darmaga-bogor/ (Berbagi Belajar Menyenangkan di IPB Darmaga Bogor)
  35. http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/30/seminar-hasil-penelitian-kompetitif-balitbang-kementrian-agama-ri/ (Berbagi Ilmu PTK di Balitbang Kemenag)
  36. http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/23/membedah-kurikulum-tik-di-upi-bandung/ (Berbagi Ilmu TIK di UPU Bandung)
  37. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/19/bagaimanakah-memanfaatkan-tik-di-sekolah-1/ (Berbagi Ilmu TIK di UPI Purwakarta)
  38. http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/23/creative-writing-for-reading-interest/ Berbagi Menulis Kreatif di Kampus YAI)
  39. http://regional.kompasiana.com/2011/04/17/liputan-workshop-creative-writing-dan-edupreneurship-di-igi-bandung/ (belajar Menulis Kreatif dan Pendidikan Kewirausahaan di IGI Bandung)
  40. http://edukasi.kompasiana.com/2010/06/27/rahasia-menjadi-guru-kaya/ (Belajar Edupreneurship di IKIP Semarang)
  41. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/31/hebatnya-guru-guru-di-kabupaten-bandung-barat-yang-memikat/ (belajar Edupreneurship di Bandung Barat)
  42. http://umum.kompasiana.com/2009/05/10/berbagi-ilmu-ptk-di-pontianak/ (Belajar Ilmu PTK di Pontianak)
  43. http://umum.kompasiana.com/2009/05/27/seminar-peningkatan-mutu-guru-di-kota-padang-2/about (belajar Ilmu PTK di Kota Padang)
  44. http://edukasi.kompasiana.com/2009/05/26/seminar-peningkatan-mutu-guru-di-kota-padang-1/ (Belajar Ilmu PTK di Kota Padang)
  45. http://edukasi.kompasiana.com/2010/08/03/simposium-nasional-hasil-penelitian-dan-inovasi-pendidikan-2010/ (Menjadi Pemakalah Simposium di Hotel Bidakara)
  46. http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/28/bagaimanakah-memanfaatkan-media-massa-sebagai-sumber-belajar/ (Berbagi Ilmu Medai Masa sebagai media Pembelajaran di Kemendiknas Senayan)
  47. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/09/20/berkat-menulis-saya-gratis-pergi-ke-bali/ (Menjadi Pemakalah Simposium di Hotel Aston Bali)
  48. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/09/21/rahasia-bali-selalu-dikunjungi-wisatawan-manca-negara/ (Liputan Khusus di Bali)
  49. http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/23/selaras-rasa-dan-karsa-dalam-ilmu-dan-akhlak-mulia/ (Berbagi Sifat Kenabian di YWKA Jakarta)
  50. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/30/berbagi-sosok-guru-ideal-di-yayasan-insan-kamil-bekasi/ (Berbagi Sosok Guru Ideal di Yayasan Insan kamil)
  51. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/29/bagaimana-caranya-bisa-menulis/ (Berbagi Sosok Guru Ideal di SMP Perguruan Cikini)
  52. http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/15/ujian-nasional-tidaklah-menyeramkan/ (Memotivasi Siswa SMKN 31 Jakarta Pusat dengan nilai UN Tinggi)
  53. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/04/belajar-menyenangkan-di-sucofindo-bekasi/ (Belajar Menyenangkan di Sucofindo Bekasi)
  54. http://umum.kompasiana.com/2009/03/16/seminar-nasional-peningkatan-mutu-guru/about (Seminar Nasional PTK di Pascasarjana UNJ)
  55. http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/15/mengapa-ptk-diperlukan-bagi-seorang-guru/ (berbagi Ilmu PTK di Hotel Papandayan Bandung)
  56. http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/14/jurnalisme-warga-anak-sekolahan/ (Berbagi Ilmu Jurnalis Warga di gedung serbaguna Labschool Jakarta)
  57. http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2010/07/19/omjay-motivatorku/ (berbagi Ilmu PTK di Cilengon Banten)
  58. http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/26/kiat-belajar-efektif-efiesien/ (Berbagi Cara Belajar Efektif Siswa OSN di Wisma Nirwana milik TNI-AL di Cisarua Bogor)
  59. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/17/omjay-ngomong-soal-pendidikan-di-radio-dakta-107-fm/ (Berbagi Ilmu Pendidikan di Radio Dakta FM)
  60. http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/15/pra-training-for-education-reform-di-bem-unj/ (Berbagi Ilmu Pendidikan di BEM UNJ Rawamangun Jaktim)
  61. http://sosok.kompasiana.com/2011/07/01/wawancara-bersama-om-jay-ngeblog-itu-bukanlah-pekerjaan-sia-sia/ (wawancara Mas Amril Bersama Omjay Soal Ngeblog)
  62. http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/08/menulis-berita-itu-susah-atau-mudah-ya/ (Berbagi Ilmu Jurnalistik di Wisma Bahtera Cisarua, Bogor)
  63. http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/22/berbagi-ilmu-ict-di-sman-1-cikarang-barat/ (Berbagi ilmu ICT di in house training SMAN 1 Cikarang Barat, Bekasi)
  64. http://www.wijayalabs.com/2011/10/25/berbagi-ilmu-ptk-di-smk-setia-negara/ (Berbagi Ilmu PTK di SMK Setia Negara)
  65. http://bloggerbekasi.com/2011/11/02/anggota-igi-bekasi-antusias-mengikuti-pelatihan-blog-guru.html (Berbagi Ilmu ICT di Islamic Center Bekasi)
  66. http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/21/sukses-penyelenggaraan-pelatihan-blog-guru-angkatan-kedua/ (berbagi ilmu Blog di Pemkot Bekasi)
  67. http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/22/60-guru-demo-di-ruang-rapat-balaikota-bekasi/ (Berbagi Ilmu Blog di Pemkot Bekasi)
  68. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/11/26/catatan-harian-seorang-guru-berbagi-ilmu-ptk-di-sgei-bogor/ (Berbagi Ilmu PTK di SGEI Bogor)
  69. http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/28/berbagi-pengalaman-menjadi-guru-tangguh-berhati-cahayalili / (Berbagi Pengalaman menjadi guru tangguh Berhati Cahaya)
  70. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/12/21/bermalam-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-universitas-negeri-semarang-2/ (Berbagi Ilmu PTK di Universitas Negeri Semarang)
  71. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/12/27/orang-orang-hebat-di-indosat-training-and-conference-center-purwakarta/ (Berbagi ilmu menulis di blog dalam pelatihan TOT ICT di indosat Purwakarta)
  72. http://www.wijayalabs.com/2012/01/07/berbagi-pengalaman-menjadi-guru-tangguh-berhati-cahaya-di-sd-muhammadiyah-cilengsi/ (Berbagi pengalaman menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya di SD Muhammadiyah Cilengsi)
  73. http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/22/bagaimana-caranya-menjadi-guru-tangguh-berhati-cahaya/ (Berbagi pengalaman menjadi guru tangguh berhati Cahaya di SMP Al Ihsan Babelan Bekasi)
  74. http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/14/melejitkan-potensi-menulis-ilmiah-melalui-kegiatan-ptk/ (Berbagi dan belajar ilmu PTK di MTs II tangerang Pamulang Ciputat)
  75. http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/11/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-stikes-ubudiyah-indonesia-aceh/ (Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di STIKES UBUDIYAH Banda Aceh)
  76. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/18/saya-kok-gak-bisa-nulis-pak-belajar-ilmu-ptk-di-sman1-tambun-selatan/ (Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMAN 1 Tambun Selatan)
  77. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/25/catatan-harian-seorang-guru-apakah-ujian-nasional-itu-menyeramkan/ (Motivasi mengikuti UN di SMKN 31 Jakarta)
  78. http://regional.kompasiana.com/2012/03/03/ayo-ngeblog-di-stie-dharma-bumiputera-jakarta/ (Belajar dan berbagi ilmu ngeblog di STIE Dharma Bumiputera)
  79. http://www.wijayalabs.com/2012/03/31/pentingnya-blogging-bagi-remaja-untuk-peningkatan-kualitas-diri/ (Berbagi ilmu ngeblog diAcara HangOut Bareng Duta IM3 2012 di bioskop Blitz Megaplex, Bekasi)
  80. http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/08/bagaimana-jadi-guru-sekaligus-seniman-di-kelas/ (belajar dan berbagi pengalaman menjadi guru tangguh berhati cahaya di hotel @home Bekasi)
  81. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/28/berbagi-rahasia-menulis-buku-di-acara-intip-buku/ (Berbagi Pengalaman Menulis Buku di Acara Intip Buku di Bank Indonesia Jakarta)
  82. http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/15/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-sdit-fitrah-hanniah-cibitung-bekasi/ (Belajar dan Berbagi ilmu PTK di SDIT Fitrah Hanniah, Cibitung, Bekasi)
  83. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/26/wow-mahasiswi-unj-ternyata-cantik-cantik-loh/ (Belajar dan Berbagi Ilmu Menulis di Kampus UNJ)
  84. http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/17/pemkot-bekasi-gelar-seminar-nasional-internet-sehat-bagi-guru-dan-pns/ (Menjadi Guru hebat berkat internet sehat)
  85. http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/15/ada-apa-di-hotel-grand-cempaka-jakarta/ (Berbagi ilmu Internet di Hotel Grand Cempaka Jakarta)
  86. http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/07/03/lihat-aku-dooooooong/ Belajar dan Berbagi ilmu Menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan di SDIT Assalam Tangerang, Banten.
  87. http://sosok.kompasiana.com/2012/07/07/rahasia-umur-panjang-pak-mus/ Berbagi bedah buku di Launching Buku Bukan Orang Terkenal karya Thamrin Dahlan
  88. http://media.kompasiana.com/buku/2012/07/08/catatan-dari-launching-buku-bukan-orang-terkenal/ Nara sumber Launching Buku Bukan Orang Terkenal karya Thamrin Dahlan
  89. http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/10/belajar-dan-berbagi-ilmu-penelitian-tindakan-kelas-di-sdit-al-hikmah-bekasi/ (Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SDIT Al Hikmah Bintara, Bekasi)
  90. http://media.kompasiana.com/new-media/2012/07/15/pentingnya-blogging-dalam-rangka-meningkatkan-kualitas-diri/ (Pentingnya Ngeblog bagi Guru untuk meningkatkan kualitas diridi UIKA Bogor)
  91. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/08/06/cara-gampang-menjadi-penulis-produktif-dan-terkenal/ (Berbagi ilmu menulis buku di Peduli guru kita Aula BJB kota Depok)
  92. http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/07/mengapa-guru-harus-melek-internet/ (belajar dan berbagi ilmu pendidikan karakter bangsa di Kuala Kapuas, kalimantan Tengah)
  93. http://bloggerbekasi.com/2012/09/09/reportase-hut-iii-blogger-bekasi-internet-aman-kiat-blogger-sukses-mulia.html (Talkshow internet sehat dan aman di hut blogger bekasi) http://regional.kompasiana.com/2012/09/09/ulang-tahun-komunitas-blogger-bekasi-yang-meriah/
  94. http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/14/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-smkn-29-jakarta/ (belajar dan berbagi ilmu PTK di SMKN29 Jakarta)
  95. http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/17/mengapa-penelitian-tindakan-kelas-ptk-itu-penting-bagi-guru/ (belajar dan berbagi ilmu PTK di Yayasan Al Muslim tambun, Bekasi)
  96. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/03/guru-guru-di-tasikmalaya-cantik-cantik-dan-ganteng-ganteng-euy-506263.html (belajar menyenangkan di Pendopo lama kabupaten Tasikmalaya)
  97. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/09/ada-apa-di-kampus-ipb-bogor-507840.html (berbagi pemanfaatan ICT untuk pembelajaran kreatif dan menyenangkan)
  98. http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/10/mendidik-dengan-hati-di-pondok-pesantren-daarul-quran-cikarang-508095.html (mendidik dengan hati di pesantren Daarul Qur’an Cikarang)
  99. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/15/ternyata-anak-sd-sudah-pernah-nonton-film-porno-509173.html (Berbagi Motivasi UN di SDIT Nurul Hikmah Jakarta Timur)
  100. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/17/seminar-jurnalistik-di-kampus-unj-yang-menarik-509755.html (Berbagi ilmu menulis di seminar jurnalistik di kampus UNJ)
  101. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/25/selamat-hari-guru-dan-peluncuran-buku-guru-juga-manusia-511730.html (pelatihan Guru Menulis di Kampus UNJ Rawamangun)
  102. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/28/ada-omjay-di-konferensi-nasional-guru-blogger-2012-unair-surabaya-512584.html (Presentasi makalah guru blogger di Universitas Airlangga Surabaya)
  103. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/25/selamat-hari-guru-dan-peluncuran-buku-guru-juga-manusia-511730.html (Pelatihan Guru Menulis di kampus A Wisma UNJ Rawamangun Jakarta Timur)
  104. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/12/01/kisah-nyata-buat-apa-hadiah-uang-tunai-dari-kompasiana-saya-gunakan-513184.html (Teacher Writing Camp di Wisma UNJ Rawamangun Jakarta Timur)
  105. http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/11/ada-apa-di-universitas-bung-hatta-padang-515697.html (Berbagi Ilmu PTK di Universitas Bung Hatta, Padang Sumatera Barat)
  106. bahasa.kompasiana.com/2012/12/13/bagaiamana-menulis-kreatif-516308.html (berbagi ilmu menulis kreatif di Gebyar PLS UNJ Rawamangun Jakarta Timur)
  107. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/12/16/bertemu-guru-guru-hebat-dan-berintegritas-di-bsm-edu-award-2012-517275.html (Penganugerahan BSM Edu Award 2012 di Dufan Ancol, Jakarta Utara)
  108. http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/06/berbagi-pengalaman-menjadi-guru-tangguh-berhati-cahaya-di-sdit-al-ikhlas-bekasi-522986.html (Berbagi Pengalaman menjadi Guru Tangguh berhati cahaya di SDIT Al Ikhlas, Bekasi)
  109. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/05/berbagi-bikin-happy-dan-indahnya-berbagi-522674.html (Kiat Jitu Bikin Buku di Universitas Empat Lima (Unisma), Bekasi
  110. http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/08/belajar-yang-menyenangkan-di-pondok-pesantren-al-muchtar-bekasi-523478.html (Belajar Menyenangkan di Pondok Pesantren Al Muchtar Bekasi)
  111. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/13/belajar-dan-berbagi-ilmu-penelitian-tindakan-kelas-di-slb-ayah-bunda-parung-panjang-bogor-524962.html (Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SLB Ayah Bunda Parung Panjang, Bogor)
  112. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/24/belajar-dan-berbagi-ilmu-ptk-di-sekolah-guru-indonesia-bogor-528373.html (Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Guru Indonesia, Parung Bogor)

 

Kumpulan Materi TIK & Blog Siswa SMP Labschool Jakarta dapat dilihat di : http://materi-tik-smp.blogspot.com/

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kemeriahan Pilkades Jayamukti Cikarang

3 Cakades diatas panggung
3 Cakades diatas panggung

3 Calon Kepala Desa Jayamukti didampingi istri masing-masing duduk dengan takzim diatas panggung area parkir Pasar Bersih Cikarang, pada Hari Minggu (20/1). Wajah mereka terlihat sumringah. Juga berpenampilan gagah. Mereka adalah  Nomor 1, H. Agung Hardyatmoko, SE., dengan lambang buah Apel. lalu Nomor Urut 2, H. Martin Hardjawinata, SE., dengan lambang buah Nanas. Dan Nomor Urut 3, Ulud Saprudin, dengan lambang buah Durian. Di depan mereka terdapat meja kecil dengan pot bunga serta lambang buah-buahan yang mereka jadikan simbol masing-masing.

Pagi itu, pukul 08.00, saya, istri dan kedua anak saya berangkat jalan kaki menuju lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang jaraknya hanya sekitar 150 meter dari rumah kami. Suasana terlihat begitu ramai. Kerumunan orang terlihat begitu padat di pintu masuk menuju area TPS. Hari itu secara serentak sekitar 12.000 warga desa Jayamukti Cikarang menggunakan hak pilihnya. Terdapat 10 pintu masuk yang menjadi akses untuk menuju TPS yang mewakili setiap RT.

Kami lalu berbaris untuk antri di pintu RW.10. Saya menyapa beberapa warga yang saya kenal, termasuk pak Faisal Mahbub yang menjadi tim sukses salah satu kandidat. Sambil menanti giliran antri masuk, kami bercakap tentang banyak hal termasuk fenomena “politik uang” yang marak terjadi menjelang Pilkades Jayamukti kali ini.

Cuaca terlihat cukup bersahabat. Matahari bersinar cerah meski terlihat ada sedikit mendung di langit timur. “Kayaknya pawang hujan Pilkades kali ini canggih deh,” kata saya berseloroh pada istri. Saya sudah menyiapkan kamera untuk mengabadikan detik-detik pemungutan suara yang akan saya lakukan sebentar lagi. Saya kembali teringat masa 6 tahun silam saat mengikuti Pilkades yang sama di area yang kini telah menjadi supermarket Alfamidi di jalan Beruang Raya. Suasana persis seperti saat yang saya alami sekarang. Meriah dan heboh.

Setelah menyetorkan surat undangan serta verifikasi KTP ke panitia di dekat pintu, kami kemudian antri lagi untuk mengambil kertas suara. Terdapat 25 bilik suara disiapkan yang terletak tepat didepan panggung dimana para kandidat kepala desa Jayamukti duduk. Saya sempat berjabat tangan dengan pak David Makmuriyanto yang menjadi anggota milis Cikarang Baru dan juga menjadi Panitia inti Pilkades Jayamukti Cikarang kali ini.”Selamat memilih ya pak,” kata Pak David ramah sambil menyerahkan surat suara kepada saya.

Saya kemudian masuk ke dalam salah satu bilik suara, ditemani Rizky (10 tahun) putra sulung saya. Dia tersenyum penuh arti ketika saya mencoblos salah satu tanda gambar. Setelah itu kami keluar bilik suara dan memasukkan surat tersebut kedalam kotak suara yang sudah disiapkan. Sebelum menuju pintu keluar, saya menyempatkan diri mengambil foto tiga kandidat kepala desa Jayamukti diatas panggung.

Acara pemungutan suara berlangsung hingga pukul 14.00. Perhitungan suara sendiri berlangsung cukup lama mengingat pemilih kali ini jauh lebih banyak dari Pilkades 6 tahun lalu. Saya sendiri sempat mampir melihat sejenak proses penghitungan suara pukul 20.00 malam, namun ternyata belum selesai.

Tadi pagi saya membuka milis Cikarang Baru dan Pak Dindin menyampaikan hasil akhirnya yaitu : Apel (H,Agung Hardyatmoko,SE): 918 suara,  Nanas (H.Martin Hardjawinata,SE): 5275 suara dan Durian (Ulud Syafruddin) : 4444 suara. Tingkat partisipasi warga sangat memuaskan, dari 12.307 pemilih yang terdaftar di dalam Daftar pemilih Tetap (DPT), warga yang menggunakan haknya sebanyak 10.765 pemilih, atau mencapai 87.47%. Dengan demikian yang terpilih sebagai Kepala Desa Jayamukti periode 2013-2019 adalah Pak H.Martin Harrdjawinata, SE.

Saya menghaturkan, Selamat kepada Pak H.Martin Hardjawinata, SE semoga bisa mengemban tugas dengan baik dan amanah.

Jika Pengelola Kompleks Jadi Pengelola Kota

banjir-jualanBeton-beton “pasak bumi” berukuran raksasa tersebut dengan pelan tapi pasti dihujamkan ke dalam tanah di sepanjang sungai yang dikenal oleh warga dengan nama Kali Bekasi. Setelah beton-beton tersebut berjajar rapi masuk belasan meter di bawah tanah, bagian atasnya diurug dengan tanah dan kembali ditanami rumput, sehingga tidak terlihat jika sebenarnya terdapat barisan beton yang angkuh yang bertugas menahan derasnya aliran air Kali Bekasi itu. Bahkan sekarang ini di sekitar beton tersebut dilepas kijang tutul jinak yang setiap sore menjadi hiburan gratis penduduk sekitar.

Kejadian di atas itu berlangsung sudah sekitar dua tahun silam. Meski “penanaman” beton tersebut menciptakan suara berisik sepanjang hari, namun ketika semua sudah tertanam menimbulkan ketenangan hati bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran kali yang sudah dibeton itu tadi. Mengingat banjir yang lumayan merepotkan pernah terjadi di tahun 2004 akibat jebolnya tanggul penahan aliran kali tersebut.

Rupanya pada awal tahun 2013 ini banjir kembali menggenangi perumahan tersebut meskipun bukan disebabkan oleh jebolnya tanggul yang sudah diperkuat itu tadi, tapi dari tanggul di kompleks lain yang sepertinya memang belum dibuat dari beton “pasak bumi” seperti itu. Hari Jumat tanggal 18 Januari 2013 lalu adalah puncak dari meluapnya air Kali Bekasi yang kali ini memakan waktu yang cukup lama untuk kembali surut, lebih lama dari kejadian tahun 2004.

Limpahan air Kali Bekasi yang sempat menggenangi sebagian jalan utama di kompleks tersebut ternyata membuat beberapa bagian jalan yang dibangun dari conblock tersebut mengalami kerusakan. Meski kerusakan tidak parah, namun pihak pengembang kompleks tersebut sepertinya tidak ingin mengecewakan para pengendara yang sering melewati jalan di situ. Sehari setelah peristiwa tersebut, sudah terlihat beberapa pekerja mulai membongkar susunan conblock untuk kembali dipasang dengan rapi sehingga tidak turun naik.

Meskipun jalan tersebut sudah dihibahkan dari pengembang kepada Pemkot Bekasi, tapi pihak pengembang tidak tinggal diam begitu saja menunggu jalan jadi semakin rusak. Memang tindakan seperti inilah yang diperlukan warga. Tindakan cepat pengelola kompleks itu memang sudah dilakukannya sejak dahulu terutama yang berhubungan dengan kepentingan umum, dan hal ini patut diberi apresiasi.

Memang tidak bisa membandingkan pengelolaan sebuah kota dengan pengelolaan sebuah kompleks perumahan. Tapi mungkin jika pengelolaan kota kita serahkan kepada para pengelola kompleks perumahan yang tanggap seperti contoh di atas, bisa jadi warga kota akan merasa lebih nyaman ketimbang dikelola oleh para politisi.

Bikers, Waspada Curah Hujan Tinggi

Warga Bekasi dan penduduk pulau Jawa pada umumnya harus semakin mewaspadai curah hujan yang tinggi. Berdasarkan data dari BMKG, curah hujan di wilayah Jabodetabek masih cukup tinggi disertai angina kencang yang mengakibatkan gelombang laut mencapai dua hingga tiga meter.

Berikut Gambaran Prakiraan Cuaca di sebaran wilayah Jabodetabek.

prakiraan cuaca jabodetabek

 

Dan berikut Gambaran Curah Hujan di wilayah Jabodetabek.

curah hujan jabodetabek

Bagi Anda pengguna lalu lintas harus ekstra berhati-hati di musim hujan, terutama para pengguna sepeda motor. Selalu siapkan jas hujan kemana pun Anda pergi.

Jika Anda belum mempunyai jas hujan, maka segeralah membelinya, karena stok jas hujan di pasaran sudah menipis. Terbukti dari salah satu penjual Jas Hujan Axio Online, yang mengaku sudah kehabisan stok untuk Jas Hujan Axio ukuran L dan XXXL.

“ Stok jas hujan AXIO tinggal tersisa ukuran XXL, itupun tidak banyak. Barang sudah semakin langka karena permintaan meningkat tajam di musim hujan ini.”

Mengingat curah hujan di wilayah Jabodetabek masih cukup tinggi, maka jangan sampai rutinitas harian Anda terganggu karena tak memiliki mantel hujan.

Anakku Seorang Pedagang Susu

Gelas susu

 

Aktivitas pagi ini tidak berjalan dengan baik, karena selain kami semua telat bangun, si nomor dua sedikit ngambek dan mengamuk pagi tadi. Anak ini memang spesial karena dalam menghadapinya kami memerlukan strategi khusus yang berbeda dengan abang dan adiknya, jika kita tegas maka dia akan melawan sebaliknya jika tidak tegas maka dia akan mencandai dan mempermainkan kita.

Kadang ketika tubuh ini sudah datang lelahnya, sempat juga lepas kontrol saya dalam menghadapi kalakuan si ganteng ini. Memang selalu ada saja yang dibuatnya, dari mengganggu abang atau adiknya sampai menaiki dan loncat dari atas lemari bufet…..weleh…weleh….

Namun selain ledakan-ledakan kiri yang mengagetkan ternyata si ganteng ini juga memiliki ledakan-ledakan kanan yang terkadang kami sebagai orang tuanya merasa terenyuh dan kagum dengannya. Contoh teranyar adalah ketika kami sepakat untuk melatih anak-anak mengasah keberanian dan bakat wirausahanya dengan berjualan di sekolahnya masing-masing, jadilah hari itu masing-masing (termasuk Saya dalam rangka -ceritanya- untuk memberi contoh) membawa barang dagangannya untuk ditawarkan kepada teman-temannya disekolah.

Berbeda dengan abangnya yang langsung membawa dagangan dimaksud, si ganteng ini menolak untuk membawanya dengan alasan akan ditawarkan terlebih dahulu kepada temannya, setelah ada yang mau baru besok akan dia bawa barang dagangannya kesekolah (kalo dalam bahasa manajemennya kali si ganteng ini mencoba mencari dan menciptakan pasar dulu sebelum melempar barang dagangannya ke pasar…hebat bukan…hehehe).

Akhirnya ketika malam hari kita bertiga (saya, abangnya dan si ganteng) bertemu di kamar, masing-masing kita melaporkan hasil penjualan masing-masing dengan didampingi istri saya sebagai fasilitator.

Pertama kali saya melaporkan hasil yang saya dapat:

“mayoritas temen-temen gak ada terlalu merespon baik tawaran ayah, hanya satu dua yang menanggapi”…. kilahku menutupi kekuranganku dalam masalah ini dihadapan nakanak…heheh

“wah…. ayah mah payah…..” serempak kedua anak dan istriku berkoor ria….

Giliran kedua si abang:

“temen-temen gak ada yang mau yah…..” katanya

“sudah ditawari belum ke temen-temen??” tanyaku

“belum…. abis abang malu sih…” jawabnya dengan senyum tipis yang dihiasi lesung pipitnya….

##GUBRAKKK…….

Giliran terakhir adalah si ganteng ini:

Kami semua menunggu laporan si ganteng ini yang cenderung memilih caranya sendiri yang entah muncul darimana idenya itu…

“aku dah ada yang beli dong….” si ganteng membuka…

“bu guru Jannatin beli 2 terus Fardhan beli 1…..” pamernya….

besok bikinin susunya yak…. biara nanti dikasih sama bu Jannatin sama Fardhan” tambahnya….

Dan kami semuapun tertegun dengan hasil yang dicapai si ganteng ini, aku dan istri sumringah mendengar laporan si ganteng yang tidak disangka-sangka ini

Ah…. anakku satu itu memang lincah, kreatif dan membanggakan, maafkan ayah jika terkadang suka lupa ya nak…….

 

*Republish dari www.kompasiana.com/mimpisederhana

 

Salam Semangat Sukses…
@ludwinardi | 313FE116

Mengenal Lebih Dekat Perayaan Imlek

Apakah masih ada yang bertanya apa sih Imlek itu? Hehe

imlek 1

Imlek adalah nama lain dari Tahun Baru China, ini sama halnya seperti tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam. Pergantian tahun menurut perhitungan tahun China ini dirayakan dengan berbagai tradisi unik khas Tiong Hoa.

Mari kita lihat lebih dekat mengenai Perayaan Imlek dan Tradisi Uniknya yang melambangkan makna masing-masing.

Diawali dari tradisi sebelum hari H tiba, warga keturunan Tiong Hoa atau Chinese sudah mulai bersiap untuk menyambut Imlek.

Tradisi yang dilakukan yang pertama adalah Membersihkan Rumah. Makna dari tradisi ini adalah melambangkan keyakinan bahwa rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru. Maka dari itu penting bagi mereka untuk membersihkan rumah sebelum perayaan Imlek tiba.

Setelah dibersihkan, rumah pun di hias dengan nuansa merah khas imlek. Kenapa ya imlek itu identik dengan warna merah? Nah jawabannya adalah karena warna Merah melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, serta membawa keberuntungan. Maka rumah pun di dekorasi dengan kertas-kertas merah yang bertuliskan kalimat-kalimat yang baik.

Tradisi lainnya menjelang Imlek adalah Membeli Pakaian dan Sepatu Baru. Wah asyik ya. Hal ini bukan tanpa makna, namun mereka percaya bahwa penampilan dan sikap yang baru sangatlah penting dalam menghadapi masa depan. Mereka berharap dengan sikap yang baru dan optimis, maka  di tahun depan mendapat kemakmuran dan rezeki.

Melunasi atau mengurangi hutang pun menjadi Tradisi unik menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek. Warga Tiong hoa berharap dengan melakukan hal ini, maka di tahun depan tidak akan terbebani dengan hutang.

Nah, tiba saatnya hari H Tahun Baru China atau Imlek.

Tradisi apa saja yang dilakukan pada saat hari H tiba?

Yang pertama tentu saja adalah beribadah, sembahyang, nyekar atau membakar dupa di Kelenteng ataupun dirumah.

Beberapa warga Tiong Hoa juga datang ke Kelenteng untuk meramal nasib mereka di tahun depan. Tradisi unik ini masih berjalan hingga kini.

Membagikan Angpao. Inilah tradisi yang paling populer dan sering kita dengar.

angpao

Apa sih makna Angpao itu sebenarnya? Apakah Cuma membagikan salam tempel alias uang? Ternyata tidak.

Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini adalah berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan. Orang yang sudah berkeluarga memberikan rizki kepada orang tua dan anak-anaknya. Begitu juga orang yang cukup mampu, harus berbagi rizki dengan yang tidak mampu.

Di Indonesia, ada pula tradisi berbagi Parcel Imlek pada kerabat atau rekan bisnis yang jaraknya berjauhan. Banyak pilihan parcel Imlek yang dijual di pasaran baik offline maupun online. Bagi yang menginginkan kemudahan, layanan Parcel Imlek Online yang dilengkapi layanan Free delivery menjadi pilihan yang tepat.

parcel imlek

Di toko parcel online ParselMart misalnya, mereka menyediakan aneka parcel imlek dengan harga terjangkau dan layanan free delivery se jabodetabek. Hal ini sangat menguntungkan bagi mereka yang memiliki budget terbatas karena tak perlu menambah ongkos kirim parcel.

Ada lagi tradisi unik di perayaan Imlek, yaitu pertunjukan Liong/naga dan Barongsai. Tradisi ini salah satu tradisi wajib pada perayaan Imlek. Naga dan barongsai adalah lambang kebahagiaan dan kesenangan menurut kepercayaan warga Tionghoa. Untuk itu pertunjukan tarian singa dan naga ini tak boleh dilewatkan karena dipercaya membawa hoki.

Nah, setelah membagikan Angpao dan menonton pertunjukan Barongsai, perayaan Imlek dilanjutkan dengan Tradisi Makan-makan. Itu dia sebabnya, menurut salah satu teman saya yang keturunan Tiong hoa, resto-resto selalu penuh di malam perayaan Imlek.

Apa saja makanan Khas Imlek? Yuk kita intip.

Siu Mie

Hidangan yang disajikan pada perayaan imlek biasanya minimal terdiri dari 12 macam masakan dan 12 macam kue. Ini melambangkan 12 macam Shio. Seluruh hidangan didoakan bersama-sama dengan keluarga. Masing-masing makanan memiliki makna tersendiri. Misalnya, Siu Mie melambangkan panjang umur dan kemakmuran, lapis legit melambangkan rizki berlapis-lapis, Ikan sebagai simbol air, serta Bebek atau Ayam utuh sebagai lambang untuk udara.

makanan khas imlek

Ayam dan Ikan

Ayam dan ikan adalah simbol kebahagiaan dan keberuntungan, oleh karena itu sebaiknya disajikan secara utuh.

Jeruk

Jeruk mandarin besar menggambarkan kekayaan, sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan karena kedua jenis jeruk ini adalah buah yang berlimpah-limpah di Cina.

Mie

Mie yang panjang, tidak mudah putus menggambarkan panjang umur. Dalam setiap perayaan, mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang. Kabarnya, saat makan mie ini tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir!

Bebek

Budi luhur sangat dijunjung tinggi oleh budaya Cina, dan sajian bebek adalah simbol dari kesetiaan dan ketaatan. Sementara itu, telur bebek atau ayam memiliki makna kesuburan.

Kuaci

Asinan dari biji semangka atau labu kuning ini sering menemani saat-saat berbincang di tengah keluarga ketika merayakan Imlek. Arti dari sajian biji-bijian ini adalah memiliki keturunan yang banyak.

Lobak

Lobak disebut cai tou yang juga berarti good luck. Saat perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru untuk beruntung di tahun yang akan dijalani.

Tahu

Tahu tausi, puding tahu, dan banyak lagi kuliner Cina yang menggunakan tahu, namun tahu putih tidak disajikan dalam sajian Imlek karena warna putih berarti kematian atau kesialan. Ini yang perlu Anda ingat, jangan menghidangkan menu tahu saat perayaan Tahun Baru Cina.

Bubur Pantang Saat Imlek

Ada juga makanan yang pantang di makan saat Imlek. Warga Tionghoa biasanya pantang menyajikan dan makan bubur ketika Imlek. Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Pantangan lain berkaitan dengan makanan pada perayaan Imlek adalah membalik ikan. Ikan yang dihidangkan tidak boleh dibalik posisinya. Jadi, kalaupun ingin mengambil daging pada sisi lain ikan, posisinya harus tetap dipertahankan. Ikan itu juga tidak boleh habis, melainkan disisakan untuk acara makan keesokan harinya. Ini melambangkan nilai surplus untuk tahun berikutnya.

Tradisi tahunan perayaan Imlek ini menjadi warisan budaya warga Tiong Hoa yang tentu saja memperkaya warisan budaya dunia.

Tulisan dan gambar dalam artilel ini dirangkum dari berbagai sumber dan diolah ulang oleh penulis. Hak cipta sepenuhnya bukan milik penulis.   

Gaya Blusukan Pak Lurah

Pagi ini agak terkesan kacau. Bayangkan, perjalanan ke sekolah yang biasanya hanya sekitar sepuluh menit harus dilalui hingga empat jam setengah. Saya mengira banjir yang menjadi kendala. Tapi ternyata bukan.

Seperti biasa, pagi jika tidak ada Pak polisi di perempatan kali malang – Setu, jalanan pasti macet. Empat ruas jalan semuanya disesaki kendaraan satu arah. Akan ke mana kendaaraan kita jadinya? Ini terjadi lagi pagi ini. Setelah empat setengah jam dalam emosi yang hampir meluap, kendaraan kami alhamdulillah mulai bisa bergerak. Tiba di perempatan, saya penasaran. Polisinya mana ya? Ternyata tidak ada.

Hari memang hujan. Kadang deras kadang hanya rintik.. Pagi ini tambah dingin dengan awan hitam yang menghiasi langit. Tapi apakah Pak Polisi lantas libur? Kami warga pemakai jalan sangat membutuhkan kehadiran Polantas. Mengapa demikian? kadang jika petugas DLLAJ yang jaga, mereka tidak begitu diindahkan oleh para pengendara motor yang sepertinya tidak mau berempati mencegah macet. Apalagi jika hanya pak Ogah. Mungkin mereka berkejar-kejaran dengan waktu, karena kebanyakan yang melewati ruas ini adalah karyawan pabrik di kawasan industri MM 2100.

Namun di sela-sela padat dan merayapnya kendaraan yang mulai terurai, tiba-tiba saya melihat pak lurah sedang mengatur lalu lintas. Nah loh ! Ternyata pak lurah toh. Wahh.. dengan semangat, pak lurah ditemani para pak ogah yang juga semangat. Mereka mengatur kendaraan satu persatu dengan gagah. Kadang dengan sedikit teriakan dan bentakan untuk para pengemudi yang bandel. Tapi itu cukup efektif. Terbukti penantian kami terlepas dari kemacetan total ini menjadi kenyataan.

Dalam hati, saya senang melihat penampilan pak lurah yang beda dari biasanya. Gaya blusukannya tepat waktu. Pas ketika saya membutuhkan. Rupanya, disadari atau tidak oleh para pemimpin yang sudah mendahului menggunakannya, blusukan sudah mulai digemari. Keempatian entah perasaan tanggung jawab mulai tidak malu ditunjukkan pada khalayak. Ini baik, mengingat masyarakat perlu penanganan secara langsung. Apalagi jika pemimpinnya itu sendiri yang menjadi role model.

Besok-besok, para pemimpin yang lain, ayo-ayo… mendekat pada masalah. Namun jangan lupa selesaikan yaaa…

gaya blusukan pak lurah

Dia Yang Tangguh

Pagi menjelang siang itu jam dinding menunjukkan pukul 10:30, waktu dimana seharusnya dia bersiap-siap melakukan rutinitas hariannya menjemput anak keduanya yang masih duduk di bangku sekolah tingkat TK.

Namun hatinya gundah gulana disebabkan cuaca kurang bersahabat, langit begitu gelap dan memuntahkan berton-ton air ke bumi yang mengakibatkan genangan air dijalan-jalan utama di kompleks perumahan dimana dia tinggal bersama ketiga anak dan suaminya tercinta.

Dan ternyata genangan-genangan air itu bukan genangan seperti biasanya.

Banjir di Jalan Utama Kompleks Perumahan
Banjir di Jalan Utama Kompleks Perumahan

Ya….

Genangan air itu berubah seketika menjadi BANJIR….
Genangan air itu seakan mengamuk dan merangkak naik sampai nyaris menyentuh batas lutut orang dewasa dan terus merangkak naik entah sampai batas mana lagi…

Tambah kalut dan bingunglah pikirannya…

Kalut karena hujan yg tidak kunjung reda dan bingung karena banjir serta tidak tahu apa yang musti diperbuatnya.

Sementara diujung sana si anak yang seolah tidak mengerti keadaan ibunya, sedang asyik bercanda hahahihi dengan sebayanya dan bersiap-siap untuk pulang mengakhiri aktivitas sekolahnya.

Banjir di Jalan Menuju Pemukiman Kompleks Perumahan
Banjir di Jalan Menuju Pemukiman Kompleks Perumahan

Selama kurun waktu 30 menit diantara pukul 10:30 sd pukul 11:00, dia berulangkali menelpon suaminya ditempat yang berbeda diruangan kantornya yang nyaman untuk meminta penguatan.

Ditengah keseriusan menelphon suaminya itu, dia dikagetkan oleh suara jam yang berdentang 11 kali, yang lantas menghentikan sebentar pembicaraan dengan suaminya dan melakukan sedikit longokan keluar rumah dengan handphone tetap tergantung ditelinganya…

“Ayah… hujannya mulai reda aku berangkat bersepeda saja, khawatir mogok kalo montoran…”

Katanya semangat penuh keyakinan.

“Lah.. Terus si bontot gimana??

Balas si suami diujung telephone, menguji semangat keyakinan istrinya.

“Biar kubawa pake boncengan anak, disangkut di depan sepeda…. disangkutkan distangnya….”

Jawabnya mantap.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Banjir di Jalan Menuju Sekolahan Si Anak
Banjir di Jalan Menuju Sekolahan Si Anak

Jam menunjukkan lewat pukul 12:00 siang ketika dia mulai memencet tuts qwerty hapenya dengan jari putihnya yg masih terlihat basah dan berkerut karena dingin.

“Halo sayang gimana tadi…??”

Getir terdengar diujung telphone suara suaminya yg tampak khawatir dan berharap akan sampainya berita baik kepadanya.

“Subhanallah Ayah…. Tadi itu airnya luar biasa tinggi…. Ban roda sepedaku hampir tenggelam seluruhnya…. Airnya itu hampir menyentuh kaki si bungsu di boncengan anak…. Kakiku sampai tenggelam Yah, jadinya aku menggowes dengan tenaga ekstra karena beban aku, si bungsu, si abang yang berada diboncengan belakang dan beban arus air banjir itu…. Alhamdulillahnya gak ujan tadi….”

Bak desingan peluru dia melaporkan kejadian heroik yang baru saja dilaluinya kepada suaminya diujung sana.

“Aku capek Yah….”

Dia menutup pembicaraan telephone dengan lirih dan sedikit gemetar yang ditahannya selama pembicaraan itu.

Sementara sang suami diujung telephone didalam ruangan kantornya yang hangat dan nyaman tampak diam terpaku.

Pikirannya berkelebat hebat terbang menuju lokasi banjir yang baru saja dilalui oleh istri dan dua anaknya dengan bersepeda.

Terbayang dipelupuk matanya seorang wanita berjilbab menggowes sepeda berpenumpang satu orang batita di boncengan anak didepan stang dan satu orang anak TK dibonceng dibelakangnya, berusaha mengarungi banjir menantang arus didepannya dan arus yang bergerak liar disekelilingnya, sepeda itu berikut ketiga penumpangnya bergetar dan bergoyang diterpa arus banjir….

Demikian Adanya
~TheEnd~

*BasedOnTrueStory*

Teruntuk Istriku tercinta dan para Istri2 yang turut mengalami perjuangan itu, InsyaAllah perjuanganmu tidak akan sia-sia….

Salam Hangat,
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

Hikmah Dari banjir

Saya kira kita akan akan sampai pada konsesnsus bahwa hari-hari ini merupakan hari yang sangat merepotkan. Bagi pelajar, pekerja, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya yang terhalang aktivitasnya oleh banjir. Ya, banjir tahun ini (2013) disinyalir bahkan melebihi banjir 5 tahunan pada tahun 2002 dan 2007. Parahnya banjir kali ini ditambah dengan jebolnya Kanal Banjir Barat sehingga ada joke yang mengatakan ini sesuai dengan sila kelima dari butir pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Semua warga hampir terkena banjir bahkan pejabat (menteri), kantor pemda, kantor pemerintahan hingga istana presiden (termasuk pak presiden) tak luput dari kebanjiran.

Beberapa media meliput non stop dari mulai breaking news, headline news, sampai liputan live dari lokasi banjir komplit beserta para korban banjir. Hampir semua stasiun televisi memampang kalimat utama seperti “Jakarta Darurat Banjir”, “Banjir Kepung Jakarta”, “Ibu Kota Menjadi Kota Banjir”, dan yang lebih ekstrem adalah “Jakarta Tenggelam”. Dahsyatnya banjir yang juga menggenangi jantung ibu kota di bundaran Hotel Indonesia (HI) ini juga dirasakan di berbagai daerah sekitar (Jabodetabek).

Sumber: www.merdeka.com
Sumber: www.merdeka.com

Namun di tengah bencana nasional (kalau boleh dikatakan seperti itu) tentunya banyak hikmah yang selalu bisa kita petik sebagai pelajaran. Bagaimanapun juga banjir merupakan fenomena alam yang seharusnya manusia sebagai bagian dari alam bersikap eksploratif bukan eksploitatif. Sifat rakus manusia ditudung-tuding banyak aktivis koservasi alam sebagai bagian dari penyebab banjir tersebut, diantaranya sistem perairan yang kurang memadai, sampah yang tidak teratur, hingga terkikisnya bantaran kali yang banyak sudah menjadi bangunan permanen.

Tak bisa dipungkiri memang, karena Al-Qur’an sendiri sudah mensinyalir dengan tegas dalam surah Ar-ruum ayat 41 yang artinya:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Alam seolah begitu murka dengan keserakahan umat manusia yang dengan rakus mengeksploitasinya tanpa henti.  Setidaknya, peristiwa ini kita dapat memetik hikmah mengapa bencana (banjir) selalu saja menimpa kita. Mungkin kita akan menemukan banyak sekali pendapat mengapa ini terjadi. Para ahli geologi, barangkali akan mengatakan, “Ini hanya peristiwa alam biasa.” Mungkin para dukun juga akan mengatakan, “kejadian-kejadian tersebut adalah penanda pergantian zaman.” Namun yang demikian adalah pendapat, sah-sah saja jika kita percaya, namun tidak wajib kita imani.

Bencana menjadi teguran bagi mereka yang selamat, demikian pula bagi mereka yang berada jauh dari tempat kejadian. Orang-orang yang tidak terkena bencana, mendapatkan cobaan dari dampak bencana. Mereka yang berada berkewajiban menolong yang kurang mampu. Mereka yang hidup berkewajiban mengurus jenazah bagi yang meninggal. Mereka yang masih memiliki banyak harta, berkewajiban memberikan makanan dan pakaian serta menolong dengan segenap kemampuan kepada mereka yang kehilangan segalanya. Memberi makan kepada mereka yang kelaparan, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang dan memfasilitasi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Perbuatan manusialah yang selama ini banyak merusak ekosistem dan lingkungan. Manusia yang serakah, selalu mengeksploitasi alam dan banyak menyebabkan kerusakan lingkungan. Peringatan dari Allah yang berupa bencana menunjukkan bahwa Allah masih sayang kepada hamba-hamba-Nya dan menghendaki mereka untuk kembali ke jalan yang diridhoi-Nya sesuai koridor alam. Karena, kerusakan alam selalu mengakibatkan kerugian bagi warga di sekelilingnya, terutama rakyat kecilnya. Karenanya, siapa yang lebih kuat harus melindungi yang lemah. Mestinya kita takut jika tidak menolong, padahal kita mampu, mestinya kita malu kepad Allah jika tidak membantu saudara-saudara yang sedang kesusahan, padahal kita sedang banyak memiliki kelonggaran. Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidaklah termasuk golongan kita, mereka yang tidak peduli dengan persoalan-persoalan umat Islam”.

Semoga dengan adanya bencana banjir (lagi) tahun ini bisa menjadi bahan kontemplasi (perenungan) kita dalam menyikapi alam ini. Sebagai khalifah yang ditunjuk Allah setelah seluruh isi alam menolaknya hendaknya kita mengeksplorasi alam ini untuk keberlangsungan hidup dan hajat manusia. Bukankah alam sudah mengalah tidak menerima ketika ditawari Allah untuk menjadi khalifah dan manusialah yang siap menerimanya, sudah sepatutnya kita menjaga alam ini. Kita doakan para saudara yang meninggal di tengah bencana banjir diterima di sisi Allah sebagai husnul khotimah dan yang masih diberi kesempatan hidup walau berada dalam kesusahan agar bisa kembali membangun semangat hidup untuk bersahabat dengan alam. Wallahu a’lam bis showaab…

Salam Hikmah,

 

Abu Abbad