Kembara hati diujung hari

 

gerimis-senja1Credit

Langit masih terang ketika aku memasuki mobil diparkiran dan meninggalkan gedung perkantoran sore itu. Jalanan mulai merayap dan suara klakson menjadi backsound  yang membosankan. Sedikit memaksa untuk meminta sahabatku pulang dan seorang teman ikut mobil kami menembus kemacetan Jakarta.

” Kamu yakin ingin menemui dia ? ingin kami temani atau hanya ingin menemuinya sendiri ? ” ucapan sahabatku bernada khawatir. Dan aku meyakinkan bahwa aku baik-baik saja, dan ingin menemuinya.

” Percayalah ini bukan tentang something, aku memenuhi keinginannya karena entahlah aku merasa saat ini tiba-tiba ingin memenuhi keinginannya meski pesannya hanya lewat sahabat kami. Menemui sahabat lama…itu saja ” aku yakin ucapanku tidak mampu menutupi sedikit keraguan yang sebenarnya aku rasakan. Langit berarak senja, sahabatku berkomentar betapa indahnya langit senja. Akh senja… aku akan menemui seseorang yang melabelkan nama Senja  setiap dia memanggilku.

Tanpa koneksi, tanpa interaksi, tanpa tersambung pada media socmed atau jaringan gadget, puisi atau diksinya selalu terkirim bertahun-tahun setiap aku berulang tahun meski lewat sahabat kami. Doa-doa nya untukku memenuhi ruangan khemotherapy dan ruangan RS meski hanya catatan-catatan yang dia titipkan. Dia ada meski dalam jarak tak terbaca, dia ada dalam diam, dia ada setiap aku terluka meski tanpa terkoneksi karena aku menutup rapat dan membangun dinding.

Jalanan masih merayap, tol dalam kota saat itu terasa begitu jauh dan lama. Celoteh sahabat dan temanku sesekali kutanggapi bergantian dengan konsentrasiku menyetir dan bayangan hilir mudik masa lalu. Membangun dinding adalah cara terbaik untuk berbahagia dengan hidup kami masing-masing, kami mungkin sudah menghabiskan stock cinta di masa lalu dan menyisakan sedikit kasih sayang sebagai teman tidak lebih. Tapi cinta yang tidak usai, kisah yang terpenggal, kekaguman yang tersimpan, cerita yang terhenti karena takdir adalah bab kehidupan yang harus ditutup serapat mungkin.

Tiba-tiba meminta sahabat kami dan menyampaikan pesan dia ingin menemuiku sebelum terbang kembali ketempat dia tinggal dan menetap adalah alasan mengapa kemacetan ini terasa mematikan rasa. Dua jam lebih dia sudah menunggu disebuah kedai coffee sebuah mall , dan kenyataan dia masih menunggu adalah kegelisahanku senja itu.

Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa putih abu, tentang surat yang diam-diam slalu dia selipkan lewat pintu, tentang kebersamaan kami, kekonyolan dan segala bentuk rasa.Tentang tatapan matanya yang dalam, lalu tentang  kesia-siaan sebuah penantian dan kesendiriaannya hingga kini. Klakson panjang membuyarkan ingatanku yang mundur pada bertahun-tahun lalu.

Dan kini, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun aku akan menemuinya…

Mobilku memasuki parkiran sebuah mall, sahabatku turun didepan lobby menuju pulang sedangkan aku memasuki mall dengan perasaan gamang. Sulit rasanya menggambarkan perasaanku, debaran itu memang tidak terasa tapi menemui seseorang yang pernah menjadi seseorang yang istimewa dalam hidup kita bukan sesuatu yang biasa. Sesaat langkahku terhenti dan memutuskan untuk pulang, saat hendak berbalik arah langkahku terhenti. Sosoknya berdiri diujung hall lurus menatap dan berjalan mengarah padaku.

Berperawakan tinggi, dengan tatapan mata yang tajam dan garis wajah tegas dan menawan, mungkin jadi alasan beberapa wanita dengan mudah datang dan mengelilinginya. Memakai celana jeans, tshirt putih dan sweater biru Don juan itu masih mempesona. Pria yang belagak kuat dihadapan semua orang tapi pernah begitu lemah dihadapanku. Dia berjalan perlahan mendekatiku, sesaat aku seolah melihatnya di waktu yang lalu. Ada yang berbeda, dia masih memiliki pesona tersendiri tapi wajahnya dan tatapannya…tampak lelah.

Kami duduk berhadapan disebuah kedai coffee yang menawarkan camilan donut dan sejenisnya, tempat kami sedikit terlindung dari pandangan umum. Mengarah pada jendela besar dengan pemandangan kota bekasi jelang malam.

” Apa kabar Senja ? ”  ucapnya memecah keheningan.

Aku tersenyum dan mencoba mencairkan suasana dengan bersikap santai meski dia tampak rikuh dan tidak nyaman.

” Aku baik, gimana keadaanmu EL…? ”

Pertanyaanku hanya dia jawab dengan senyuman samar.

” Oh ya, ada apa  ? Shinta bilang kamu keukeuh ingin ketemu aku ? ” tanyaku ringan. Dia tidak langsung menjawab pertanyaanku, tatapannya beralih pada pemandangan malam diluar sana.

” Aku gak tahu kenapa aku ingin menyampaikan ini sama kamu Senja, aku harap ini tidak terlalu menyakitkan buatmu. Karena aku yakin , aku akan baik-baik saja… setidaknya aku akan baik-baik saja seperti kamu ”

Mungkinkah sesuatu yang buruk terjadi padanya ? jangan-jangan perasaan inilah yang membuatku mendadak menerima keinginannya untuk bertemu.

” Apa yang terjadi,..? ” ucapku tidak sabar.

” Aku mengetahuinya sejak 9 bulan lalu, baru 3 orang sahabatku yang sudah kuanggap sebagai kakak yang tahu kondisiku , keluargaku bahkan tidak tahu. kanker otak, Senja… pemeriksaan MRI meyakinkan diagnosa dokter. Akhir-akhir ini rasanya agak menyiksa, dan gak tahu kenapa aku ingin kamu tahu ” bisiknya pelan.

Entah apa lagi yang dia katakan, aku tidak lagi fokus menyimak ucapannya. Kanker Otak,… hanya itu yang terngiang ditelingaku. Ya Tuhan.. kanker otak. Benturan di kepala karena kecelakaan dan operasi yang membedah kepalanya dulu dokter bilang  jadi penyebab kanker tumbuh disana. Skenario apalagi yang Kau hadirkan dihadapanku Tuhan. Kenapa dia harus datang hanya untuk menyampaikan berita ini ? aku berharap dia datang untuk menyampaikan surat undangan pernikahannya atau apapun yang membahagiakan. Bukan ini, bukan vonis dokter yang pernah dua kali mematahkan hatiku.

Bukan Carcinoma yang ingin aku dengar EL, bukan… bukan kenyataan bahwa kamu pun harus menjadi survivor seperti ku. Sudah cukup kamu menjadi penyemangat tak kasat mata saat aku berada di ruang RS. Sudah cukup kamu membagi semangat untuk sahabat-sahabatmu yang sakit. Sudah cukup kamu diam-diam menuliskan bait-bait penghiburan untukku.

Kamu gak perlu berada disana, kamu gak perlu menjadi pesakitan juga. Udara malam itu menjadi semakin kelam. kami terdiam, dia menatapku dengan pandangan yang slalu sulit kuartikan bermakna apa. Dalam,..dan menikam.

” Kamu mau berjanji untuk kuat dan bertahankan ? untuk orang-orang yang kamu sayangi EL. Untuk keluargamu, adikmu ? ” bisikku pelan.

Perlahan kedua tangannya memegang kedua pipiku, matanya terus menatapku. ” Wajah inilah yang membuatku kuat, kamu yang membuat aku yakin aku akan kuat. Kamu saja begitu lemah tapi bisa bertahan, apalagi aku. Aku akan kuat…aku janji ”

Tidak banyak yang kami bicarakan, tidak banyak yang dia bagi selain kesendiriannya dan hiruk pikuk teman wanitanya yang meski segudang kenyataannya dia masih saja sendiri.

Aku hanya menatapnya malam itu, tidak banyak bicara,bibirku seolah beku. Hanya merekam semua ucapan dan keyakinannya dan rencana-rencana pengobatannya. Termasuk rencananya beberapa bulan kedepan untuk berangkat ke RS di negara tetangga. Setelah itu dia sibuk mengingatkanku tentang jam yang sudah diangka 8 malam.

Matanya sedikit cekung dan ada lingkaran hitam disana meski dia keukeuh tidak suka begadang, pantaslah tubuhnya juga kurus dan tampak gelisah. Sesakit itukah kamu EL ? tiba-tiba aku ingat sepucuk surat penghiburan lewat sahabatku yang dia tulis untukku. Saat itu aku membacanya di toilet RS dimana aku sedang menjalani perawatan, dan surat itu membuatku menangis tersedu disana.

EL… bertahanlah, aku mohon. Aku tidak akan ada disana saat kamu merasa kesakitan. Aku tidak akan ada disana saat kamu membutuhkan seseorang untuk berbagi dan mensuportmu setiap waktu saat kamu down dan putus asa. Aku tidak akan ada di sana EL. Tapi aku mohon, demi apapun yang kamu cintai… berjuanglah jangan berhenti. Aku berada diluar lingkaran hidupmu, sudah sangat jauh. Tapi ada doaku yang akan terus terbang ke angkasa sama seperti doa-doamu untukku selama ini.

Aku tahu, ini mungkin akan jadi pertemuan terakhir untuk EL dan seorang wanita yang dia sebut Senja. Entah apa yang akan terjadi pada mu kelak El. Tidak ada saling follow atau tukar no hp, bahkan aku hapus semua jejak yang tertinggal.  Ada nyeri yang perlahan merambati hati mengingat vonis dokter yang menghampirinya. Dia juga meneteskan air mata, matanya berkaca saat mengatakan terima kasih karena sudah menemuinya.

Aku marah karena dia mengatakan vonis hidupnya padaku. Untuk apa ?? untuk menyakiti aku atau entahlah… untuk membuatku bersedih tanpa tahu apa yang harus aku lakukan? itu konyol EL. Kamu datang menceritakan vonismu, lalu setelah itu kita akan berjalan di hidup kita masing-masing tanpa terkoneksi seolah tak terjadi apa-apa. Seolah aku tak mendengar apa-apa.

Kami berpisah, aku menatapnya dari balik jendela kaca mobilku yang terbuka. Mobilku melewatinya yang berjalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.  Mata kami sekilas bertemu…meninggalkan rasa sakit yang entah bermakna apa.

HBH Blogger Reporter Indonesia (BRid)

Blogger Reporter Indonesia (BRid) hari ini mengundang komunitas Blogger Bekasi untuk hadir dalam sebuah acara yang sangat menggoda. Paparan utama akan disampaikan oleh mas Hazmi Srondol dengan mengambil judul “Hambatan, Tantangan, dan Solusi bagi Blogger Reporter”. Undangan menarik ini ditujukan pada komunitas BeBlog (Blogger Bekasi) agar mengirimkan maksimal 10 (sepuluh) orang blogger untuk ikut larut dalam acara dari Indosat ini.

Blogger Reporter Indonesia (BRid) memang bekerja sama dengan Indosat untuk saling bersinergi dalam memberdayakan para blogger dan sekaligus menjadikan para blogger sebagai mitra Indosat. Tujuannya jelas adalah hubungan saling menguntungkan. Blogger senang dan Indosat juga untung.

Acara silaturahim halal bihalal dengan maksud mengeratkan tali persaudaraan anyar Blogegr ini digagas oleh Blogger Reporter Indonesia (BRid) agar hubungan antar Blogger yang selama ini sudah terjalin di dunia maya bisa lebih disinergikan pada saat berada di dunia offline. Dunia nyata tetap adalah dunia yang paling nyata, sehingga hanya hidup di dunia maya saja bukanlah sebuah pilihan bijak, meskipun pada beberapa kasus hidup di dunia maya memang terasa lebih nyaman.

Dunia offline dan dunia online sebaiknya memang disinergikan, sehingga tidak hanya jadi jagoan di dunia maya tetapi ternyata melempem di dunia nyata atau sebaliknya. Dua dunia ini perlu disinergikan, perlu diselaraskan agar bisa saling mendukung. Hanya menjadi jagoan di dunia maya saja atau di dunia nyata saja terasa timpang. Itu sebabnya sedikit demi sedikit, para jagoan dunia nyata mulai memasang identitas mereka di dunia maya. Seorang presiden SBY bahkan tidak ragu-ragu mempunyai akun twitter dan langsung mempunyai jutaan follower.

Hazmi Srondol dan Dian Kelana
Hazmi Srondol dan Dian Kelana

Acara dari Blogger Reporter Indonesia (BRid) ini direncanakan akan diadakan pada hari, tanggal dan tempat sebagai berikut :

Hari/ Tgl               : Jum’at, 30 Agustus 2013
Waktu                   : 18.30 s/d selesai
Tempat                 : Kantor Pusat Indosat. Jl Medan Merdeka  Barat No.21 Jakarta Pusat (Depan  air mancur Patung Kuda dekat Halte Busway Bank Indonesia)
Agenda Acara       : Halal Bihalal Blogger Reporter dan Indosat

Para peserta yang sudah dikonfirmasikan ke komunitas masing-masing bisa segera mengirimkan imil pada koordinator komunitas untuk diteruskan ke pembuat acara. Dari susunan acara terlihat bahwa akan ada tanda mata serta doorprize di acara ini, Jadi para blogger dapat segera memnghubungi koordinator komunitas masing-masing untuk didaftarkan mengikuti acara silaturahim Halal Bi Halal (HBH) Blogger Reporter Indonesia (BRid).

Undangan acara ini langsung dikirim oleh mas Hazmi Srondol, selaku Ketua Umum Blogger Reporter Indonesia. Susunan lengkap acara bisa dicermati di bawah ini.

17.00 – 18.00 Registrasi, makan sore, dan silaturahmi
18.00 – 18.30 Sholat Maghrib
18.30 – 18.45 Sambutan Pak Indar Atmanto, selaku tuan rumah
18.45 – 19.15 Paparan Hazmi Srondol “Hambatan, Tantangan, dan Solusi bagi Blogger Reporter”
19.15 – 19.30 Paparan solusi teknologi dari IM2
19.30 – 19.45 Paparan hambatan dari sisi hukum oleh Fajar Aji Suryawan
19.45 – 20.00 Talkshow : Hazmi Srondol, Hermanudin, Fajar Aji
Suryawan, Saifudin Sayuti. (Moderator : Adrian Prasanto)
20.00 – 20.15 Quiz dan doorprize
20.15 – 20.30 Closing dan doa
20.30 – end Selesai

Sampai ketemu di lokasi acara, Kantor Pusat Indosat. Jl Medan Merdeka  Barat No.21 Jakarta Pusat (Depan  air mancur Patung Kuda dekat Halte Busway Bank Indonesia).

Bang Komar Bekasi mengajak silaturahmi
Bang Komar Bekasi mengajak silaturahmi

Inilah gaya orasi Bang Komar mengajak berbuat kebaikan. Semoga ikut bergabung dalam acara HBH para Blogger Indonesia yang bekerja sama dengan Indosat.

Titik Balik: Dedikasi untuk Mereka yang Kurang Beruntung

Sebagai orang yang dibesarkan dengan kondisi hidup sederhana atau ala kadarnya, saya tak pernah bermimpi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain biayanya yang sulit terjangkau perekonomian keluarga, tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah menjadi berkah tersendiri. Apalagi setelah lulus saya diterima di sebuah perusahaan perakitan motor yang cukup terkenal di Indonesia. Bekerja di pabrik motor menjadi satu-satunya pilihan untuk menghidupi diri sendiri.

titik balik
Titik balik

Selama bekerja di pabrik motor tersebut, saya melihat teman-teman yang sudah puluhan tahun bekerja. Mereka nampak menikmati pekerjaannya dengan baik. Tak salah bila kemudian kalau mereka sangat professional di bidangnya.

Pimpinan saya pada saat itu menasehati kami yang muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Beliau melihat kemampuan saya yang memiliki kemauan belajar tinggi. Akhirnya, saya ikut Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), dan alhamdulillah saya lulus untuk melanjutkan pendidikan ke IKIP Jakarta (sekarang bernama Universitas negeri Jakarta/UNJ).

Kuliah sambil bekerja ternyata butuh tenaga ekstra. Pimpinan saya di perusahaan motor tersebut menyarankan saya untuk memilih. Melanjutkan kuliah atau terus bekerja? Sebuah pilihan yang sangat sulit pada saat itu. Cukup lama juga saya merenung.

Bila saya melanjutkan kuliah, maka saya tak memiliki dana yang cukup untuk membayar uang kuliah. Bekerja adalah salah satu cara saya membayar kuliah yang harus dibayarkan setiap semester itu. Bila saya berhenti kuliah, saya merasa berat sekali. Sebab cita-cita saya ingin menjadi guru. Dengan menjadi guru saya berharap dapat membantu orang-orang yang kurang beruntung di bidang pendidikan. Saya akan mengamalkan ilmu keguruan saya untuk mereka yang membutuhkan ilmu yang dikuasai.

Syukur alhamdulillah, semester kedua saya mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Biaya kuliahpun gratis. Saya beranikan diri untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dan ingin fokus kuliah saja. Kebetulan, saat itu saya sudah diterima oleh salah satu lembaga pendidikan terkenal untuk menjadi guru bimbingan belajar dan les privat. Honor menjadi guru bimbel sangat membantu saya dalam mencukupi kebutuhan selama saya menjalani pendidikan. Itulah titik balik dalam hidup saya.

Keberuntungan kembali berpihak kepada saya. Salah seorang dosen senior meminta saya menjadi asistennya, dan tak berapa lama kemudian Dekan fakultas dimana saya mengabdi menugaskan saya untuk mengajar di salah satu sekolah terkenal di Jakarta. Jadilah saya seorang guru yang belum lulus sarjana pendidikan, tetapi sudah menjadi guru komputer di SMP dan SMA.

Kesempatan itu jelas tak saya sia-siakan. Saya segera menyelesaikan sarjana pendidikan saya. Alhamdulillah selesai dalam waktu 4 tahun. Saya lalu dikukuhkan menjadi guru tetap di sekolah favorit itu hingga sekarang. Bahkan saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana. Dedikasi saya terhadap dunia pendidikan semakin “menggila” setelah saya dapat menyelesaikan studi S2 selama 2 tahun. Banyak ilmu tentang pendidikan yang saya dapatkan, dan saya bagikan melalui blog di internet. Saya tuliskan semua pengetahuan dan pengalaman saya menimba ilmu dan saya bagikan secara cuma-cuma di blog. Alhamdulillah, blog saya di http://wijayalabs.wordpress.com pernah menjadi juara pertama lomba blog dari pusat bahasa pada tahun 2009.

Masih banyak orang yang tidak seberuntung saya. Oleh karenanya, saya berusaha untuk membagikan apa yang saya peroleh kepada teman-teman atau orang lain yang kurang beruntung. Blog di internet menjadi tempat saya mencurahkan segala gagasan dan pikiran. Saya berusaha berbagi keberuntungan yang saya dapatkan kepada teman-teman guru di daerah. Indonesia yang luas, membuat saya berkeliling Indonesia dan menularkan virus menulis.

Saya berusaha menulis setiap hari melalui blog. Informasi seputar ilmu pendidikan yang saya dapatkan selalu saya bagikan melalui media blog di internet. Kompasiana kemudian menjadi tempat dimana segala hal saya tuliskan. di blog keroyokan ini saya terpilih menjadi guru paling ngeblog di tahun 2012.

Tentu saya harus bersyukur karenanya, dan berusaha untuk bekerja lebih baik. Saya terus berusaha untuk menjadi guru yang mampu memberi keteladanan kepada peserta didiknya. Sayapun ingin menjadi guru tangguh berhati cahaya yang pantang mengeluh. Bagi saya, menjadi guru adalah profesi yang sangat mulia, dan kemuliaan itu harus saya jaga dengan menuliskan apa yang saya kerjakan. Jadilah saya guru blogger yang senang menulis dan menginspirasi banyak orang melalui tulisan.

Saya berusaha berbagi keberuntungan yang saya dapatkan kepada teman-teman guru di daerah. Indonesia yang luas, membuat saya berkeliling Indonesia dan menularkan virus menulis. Sayapun sudah membuat dan menyusun buku dari hasil menulis di blog. Bagi saya, blog adalah alat rekam yang ajaib. Tulisan-tulisan saya dapat dengan cepat tersebar luas ke seluruh dunia.

Dengan saling terkaitnya media sosial lainnya, tulisan saya di blog terus mengalir bagai air. Saya pun memiliki mantra ajaib, “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”. Kalimat dalam mantra itu kemudian menjadi sebuah buku dengan kata pengantar Prof Arief Rachman dan Prof. Conny R Semiawan. Dua tokoh pendidikan yang saya kagumi, dan saya banyak berguru kepada mereka.

Para pembaca yang saya sayangi dan banggakan. Bila anda belum seberuntung saya, maka bersabarlah. Banyak orang sukses karena melalui pintu-pintu kesabaran. Saya juga mengalami masa-masa sulit, namun masa-masa sulit itu serasa menjadi mudah bila kita mampu bersabar diri. Teruslah belajar sepanjang hayat dan berbuat baiklah kepada orang banyak. “Banyak memberi akan membuatmu menjadi banyak menerima”. Itulah falsafah hidup yang saya dapatkan dari almarhum ayah.

Seorang wartawati kompas mendatangi saya di sekolah. Ketika saya sedang mendidik anak bangsa, saya kedatangan tamu. Saya tentu kaget didatangi oleh wartawati itu. Rupanya, jurnalis kompas ini begitu memperhatikan tindak tanduk saya di bidang pendidikan. Aktivitas saya dalam bidang pendidikan pun akhirnya banyak diketahui oleh publik yang membaca kolom sosok di rubrik kompas pada Selasa, 28 Mei 2013 halaman 16. Terima kasih kompas, dan terima kasih kepada semua orang yang mendukung saya untuk selalu memberi. Bukankah tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah?

1377132711170367053

Sosok Omjay di Koran Kompas

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional di Balai Kartini Jakarta

Kamis, 22 Agustus 2013 saya menghadiri acara sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kavling 37 Jakarta. Saya diundang mewakili komunitas blogger bekasi (beblog). Di tempat acara sudah banyak teman blogger yang hadir. Juga para wartawan dari media cetak maupun televisi. Kepala Pusat komunikasi publik kemenkes, ibu drg. Murti Utami, M.PH mengundang kami untuk hadir dalam acara sosialisasi JKN ini.

Sosialisasi JKN do balai kartini Jakarta
Sosialisasi JKN do balai kartini Jakarta

Kegiatan sosialisasi ini diadakan dalam rangka persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2014 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai implementasi dari Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Diharapkan, tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN.

Nara Sumber Sosialisasi JKN di Balai Kartini (Mbak Riri, Pak Sukri, Pak Usman dan ibu Murti)
Nara Sumber Sosialisasi JKN di Balai Kartini (Mbak Riri, Pak Supri, Pak Usman dan ibu Murti)

Hadir dalam sosialisasi ini sekiar 75 orang wartawan dan blogger. Kementerian Kesehatan juga telah menyelenggarakan Sosialisasi Jaminan Kesehatan yang bertempat di Balai Kartini Jakarta tanggal 9 Juli 2013, diikuti oleh 79 peserta dari Kementerian dan Lembaga. Beritanya dapat anda baca di sini.

Acara sosialisasi JKN  dibuka pukul 13.30 wib dan didahului sebelumnya dengan makan siang bersama. Ibu Murti selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih atas kedatangan kami. Lalu sampailah sambutan dari Sekjen Kemenkes, Bapak Supriyantoro. Sedangkan yang menjadi nara sumbernya adalah bapak drg. Usman Sumantri (Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan).

Sekjen Kementrian Kesehatan RI
Sekjen Kementrian Kesehatan RI, dr, Supriyantoro, Sp.P, MARS

Sungguh menarik sekali apa yang disampaikan mereka. Terutama tentang kewajiban pemerintah untuk membantu saudara kita yang tak mampu dan dalam keadaan yang kurang beruntung. Terjadilah dialog dan diskusi antara peserta yang hadir dengan nara sumber.

Sekjen Kemenkes, Supriyantoro dalam sambutan sekaligus arahan dalam membuka Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional mengatakan bahwa JKN akan dimulai tanggal 1 Januari 2014 yang pada dasarnya adalah suatu sistem yang sangat bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2004, seluruh warga negara wajib menjadi peserta jaminan kesehatan nasional. Sistem yang diangkat ini merupakan satu sistem sebuah proses dimana kedepan tidak ada lagi masalah dalam pengobatan, dengan sistem ini yang menjadi peserta adalah PNS, TNI dan POLRI dengan otomatis dipotong dari gaji 2% dari subsidi pemerintah 3%, total 5% sudah bisa mencover untuk anggota keluarga hingga dewasa. Informasi lengkapnya ada dalam buku saku yang dibagikan oleh panitia kepada peserta sosialisasi JKN. Peserta juga mendapatan sebuah buku kumpulan peraturan jaminan kesehatan yang berisi tentang UU RO No. 40 tahun 2004 tentang jaminan sosial nasional, UU RI No.24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial, peraturan pemerintah RI no. 101 tahun 2012 tentang penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.dan peraturan presiden I No. 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan.

Buu sau yang dibagikan kepada para peserta
Buu sau yang dibagikan kepada para peserta

Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Kemenkes Usman Sumantri dalam paparannya  menjelaskan tantang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Setiap penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran. Belau memulai presentasinya dengan sebuah studi kasus dan mengapa perlu jaminan kesehatan.

Presentasi dari drg. Usman Sumantri
Presentasi dari drg. Usman Sumantri

Setiap peserta berhak memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan. Diharapkan adanya JKN ini pelayanan kesehatan untuk setiap individu/keluarga terkendali dengan baik. Semua orang saling bergotong royong agar dapat dapat membiayai pelayanan kesehatan bersama. Sehingga pepatah yang mengatakan Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul dapat diwujudkan dengan memiliki jaminan kesehatan. Mereka yang sehat dapat membanu yang sakit dimana terjadi subsidi antara yang sehat dengan yang sakit.

IMG_4298

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Liburan Telah Usai, Tahukah Anda Makna Dari Hari Besar Umat Islam ?

Sumber Gambar : http://www.google.com/imgres?newwindow=1&client=firefox-beta&hs=9BG&sa=X&rls=org.mozilla:en-US:official&tbm=isch&tbnid=n3QZwbaBaLtZjM:&imgrefurl=http://www.flickr.com/photos/xshamx/3933543064/&docid=YG4cWn7OQ5tAYM&imgurl=http://farm4.staticflickr.com/3514/3933543064_9cb3a728fd_o.jpg&w=3888&h=2592&ei=wh0VUo6IDM7KrAfz_4GgDg&zoom=1&ved=1t:3588,r:36,s:0,i:206&iact=rc&page=3&tbnh=183&tbnw=268&start=20&ndsp=17&tx=105&ty=79&biw=1024&bih=471
Sumber Gambar : http://www.google.com/imgres?newwindow=1&client=firefox-beta&hs=9BG&sa=X&rls=org.mozilla:en-US:official&tbm=isch&tbnid=n3QZwbaBaLtZjM:&imgrefurl=http://www.flickr.com/photos/xshamx/3933543064/&docid=YG4cWn7OQ5tAYM&imgurl=http://farm4.staticflickr.com/3514/3933543064_9cb3a728fd_o.jpg&w=3888&h=2592&ei=wh0VUo6IDM7KrAfz_4GgDg&zoom=1&ved=1t:3588,r:36,s:0,i:206&iact=rc&page=3&tbnh=183&tbnw=268&start=20&ndsp=17&tx=105&ty=79&biw=1024&bih=471

 

ilhammi gani & keluarga mengucapkan

Mohon maaf lahir dan batin ya

Dari sekian banyaknya petarung yang memampang namanya di bloggerbekasi [dot] com, mungkin hanya saya seorang yang memberanikan diri untuk terang-terangan mendeklarasikan permintaan maaf melalui tulisan di blog ini. Namun pada hakikatnya selama raga saya masih aktif, permohonan maaf lahir dan batin ini selalu terucap bukan hanya di bulan suci Ramadhan saja. Ibarat kata kita memang dianjurkan untuk selalu bertaubat setiap saat. Begitulah yang Nabi Muhammad SAW lakukan. Pada dasarnya sejak kita pertama kali belajar Agama di TK & SD, kita sudah diajarkan untuk selalu saling memaafkan. Bener toh?

Tanpa terasa waktu liburan telah habis, THR pun juga sudah habis :P dan kita sudah melewati 3 hari besar, pertama hari raya Idul Fitri, yang kedua hari Jumat dan yang ketiga Hari Kemerdekaan RI. Saya perhatikan sudah banyak yang memposting tulisan dengan tema 17 Agustus, namun belum ada yang memposting tentang hari Besar Umat Islam. Meskipun komunitas ini belum sempat mengadakan kegiatan halal bihalal ataupun sudah mengadakan kegiatan halal bihalal, saya akan tetap bersilahturahmi melalui tulisan.

Secar turun temurun dari tahun ke tahun, hingga saat ini jika kita berbicara mengenai hari besar umat Islam hampir seperti bagaimana kita merasakan kemerdekaan secara lahir dan batin, saling bermaaf-maafan kepada sesama manusia. Itu baru yang namanya Habluminannas, hubungan sesama umat manusia, bagaimana hubungan kita dengan Allah Sang Pencipta? namun menurut apa yang saya ketahui dan mengingat kembali apa saja yang saya dapatkan ketika saya mengikuti sebuah pengajian, Habluminannas itu setiap waktu kita selalu melakukannya baik itu bersedekah atau pun komunikasi antar sesama manusia. Habluminallah pun demikian, terjadi pada saat kita beribadah, berpuasa dll.

Jika ingin memasuki surga, sebelum mokat / meninggal dunia kita harus menyeimbangkan kedua hubungan tersebut. Selesai…!!! Namun akhir-akhir ini mulai muncul beberapa topik perbincangan yang sangat menarik tentang Hari besar Islam atau mungkin karena saya yang baru mengetahui info seperti ini.  Bukannya sok tahu, tapi saya hanya ingin berbagi dari sumber yang penjelasannya menurut saya memang masuk akal, bahwasannya Idul Fitri yang kita nanti-nantikan setelah melakukan berpuasa selama 1 bulan memiliki arti yang sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya  “kembali suci”.

Jadi Idul Fithri memiliki arti yang sebenarnya adalah Hari Raya berbuka Puasa, kembali berbuka yakni tidak berpuasa lagi setelah 1 bulan lamanya kita berpuasa. Jangan karena kita berpuasa selama 1 bulan lamanya kita langsung kembali suci layaknya seorang Bayi, Allahu alam yaaaa….

Sebenarnya tidak ada kesulitan dalam mengenal agama Islam, jika memang salah satu arti tersebut sangatlah benar, maka memang sebenarnya kita tidak melanggar kan?? Permasalahannya pada saat Idul Fithri pastinya tidak ada yang sedang melakukan ibadah puasa, namun ucapan maaf dan memaafkan memang sangat sesuai kita lontarkan tapi ingat jangan hanya terpaku karena kita berada di hari besar ini saja :D pilihlah secara akal sehat, mana yang menurut mu yang benar arti dari Idul Fithri.

Sumber dengan penyampaian yang jelas beserta dengan Hadits silahkan klik disini

Salah satu Imam di Istiqlal pun memiliki persepsi yang sama, silahkan klik disini

Arti Kemerdekaan di Mata Seorang Guru

Hari ini, Sabtu 17 Agustus 2013 adalah hari bersejarah buat bangsa Indonesia. Kita sedang merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 tahun. Tak terasa kita sudah menjadi bangsa yang merdeka selama 68 tahun. Bagi manusia, usia 68 tahun adalah usia yang mulai menua dan melupa. Selama 68 tahun itu, benarkah kita sudah merdeka? Benarkah kita sudah menjadi orang yang merdeka? Siapakah orang yang merdeka menurut anda?

1376738641791717139
Ollie dan Omjay

Bagi saya secara pribadi, kemerdekaan adalah orang yang tidak terjajah oleh dirinya sendiri. Orang yang dapat mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Dia mampu memimpin dirinya sendiri untuk menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain. Dia tak merasa terjajah, sebab dirinya mampu memerdekakan dirinya sendiri. Orang yang mampu memerdekan dirinya sendiri itulah orang yang merdeka menurut saya. Dia mampu memimpin dirinya dengan baik sebelum dipimpin dan memimpin orang lain.

Kalau melihat sekeliling kita, maka akan didapatkan begitu banyak orang yang belum merdeka. Mereka masih terjajah oleh dirinya sendiri. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka mengelola waktu dengan baik. Mereka kurang disiplin masalah waktu dan berakibat banyak waktu yang terbuang dalam kesehariannya. Padahal waktu yang diberikan Allah selama 24 jam itu semestinya sudah mampu membuatnya menjadi orang yang merdeka.

Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kemedekaan bukan hanya terbebas dari pengaruh bangsa asing yang begitu gencar. Kemerdekaanyang hakiki  itu sebenarnya terbebas dari keinginan diri yang hanya mementingkan diri sendiri. Bila hati dan pikiran kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita harus memulainya dari kecerdasan personal terlebih dahulu. Hal itu tentu saja harus dimulai dari diri kita masing-masing.

Sebagai seorang guru saya menyadari bahwa masih banyak guru yang belum merdeka. Pada akhirnya banyak pula murid yang belum merdeka. Bila gurunya merdeka, maka muridpun akan merdeka. Mengapa? karena guru merdeka akan membuat muridnya merdeka pula. Merdeka dari dirinya sendiri untuk displin soal watu dan mampu mengelola waktu dengan baik. Ketika waktu sudah mampu terkelola dengan baik, maka dia akan menjadi orang yang MERDEKA. Itulah salah satu contoh orang yang merdeka.

Dalam buku karya Irfan Hamka yang berjudul AYAH (kisah Buya Hamka) dan menjadi buku best seller d Indonesia, dikisahkan bagaimana buya hamka mengisi hari-harinya. Kisah Buya Hamka di masa muda, dewasa, menjadi ulama, satrawan, politisi, kepala rumah tangga, sampai ajal menjemputnya tercatat dengan cermat dalam buku ini. Inilah sebuah kisah nyata orang yang merdeka. Penjajah bangsa lain boleh saja memenjarakannya, tetapi dirinya tetaplah orang yang merdeka. “Buya Hamka adalah seorang ayah bagi negeri ini. Ayah bukan hanya dilihat secara biologis, tapi dia juga ayah bagi anak-anak didiknya, ayah spiritualitas”, begitulah Prof. Dr. Komarudin Hidayat berkomentar dalam buku best seller ini.

Kemerdekaan menurut saya adalah terbebasnya seseorang dari penjajahan dirinya sendiri. Bangsa ini memang masih dijajah oleh bangsa asing dalam bentuk lainnya. Namun yang paling penting diri ini tak boleh terjajah oleh dirinya sendiri. Bila kita masih terjajah oleh diri sendiri, sampai kapanpun kita tak akan merasakan kemerdekaan.  Sampai kapanpun negeri ini tak akan pernah merdeka. Kemerdekaan harus dimulai dari kemerdekaan diri sendiri. Kemerdekaan negeri harus dimulai dari pribadi yang merdeka.

Semoga di hari kemerdekaan republik Indonesia ini, kita semua mampu untuk melakukan introspeksi diri dan menilai diri sendiri apakah sudah menjadi orang yang merdeka atau masih terjajah oleh dirinya sendiri. Bila anda sudah merdeka, maka saya ucapkan selamat menjadi orang yang merdeka. Tetapi, bila anda masih terjajah oleh diri sendiri, maka segeralah lawan dirimu dengan terus menerus memperbaiki diri. Pepatah bijak mengatakan, “Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang, tetapi mampu mengalahkan dirinya sendiri, itulah yang disebuat penaluk gemilang.

Ollie  dan Omjay
Ollie dan Omjay

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Mensyukuri Kemerdekaan RI

foto_1_proklamasi_indonesiaEnam puluh delapan tahun usia kemerdekaan RI, bisa jadi merupakan usia yang cukup panjang bagi seorang manusia, tetapi tidak untuk sebuah bangsa dan negara yang bernama Indonesia. Kita, setidaknya saya, masih berharap Indonesia masih akan tetap ada, ratusan atau bahkan ribuan tahun ke depan. Karena itu pula saya bersyukur bahwa Indonesia sebagai suatu negara kesatuan masih tetap berdiri di bawah bendera yang sama, sang dwi warna merah putih. Beberapa negara lain tidak seberuntung Indonesia, mereka terpecah belah dan bahkan hilang dari percaturan peta politik dunia.

Ketika Perang Dingin berakhir, Uni Soviet terpecah belah menjadi beberapa negara. Beruntung etnis mayoritas di Uni Soviet masih bisa bertahan dan membentuk negara sendiri bernama Rusia. Namun tidak demikian halnya dengan Yugoslavia atauSocialist Federal Republic of Yugoslavia (SFRY). Negara yang didirikan oelh Joseph Broz Tito pada tahun 1946, hilang dari peta dunia pada tahun 2003 ketika semua negara bagiannya memilih menjadi negara-negara yang berdaulat sendiri-sendiri. Bosnia dan Herzegovina memisahkan diri pada tahun 1990, Kroasia, Macedonia dan Slovenia memilih berpisah pada tahun 1991, sedangkan Serbia dan Montenegro memisahkan diri pada tahun 2003, diikuti Kosovo yang memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008.

Kenyataan tersebut tentu saja merupakan ironi tersendiri dalam perjalanan hidup suatu bangsa. Yugoslavia yang dibangun di atas keragaman etnis, ternyata tidak mampu mempertahankan keberadaannya. Sosialisme dan ketergantungan pada personifikasi seorang pemimpin, Josip Broz Tito, tidak mampu mengikat beragam etnis di wilayah Balkan untuk tetap mengibarkan bendera yang sama. Padahal di era Perang Dingin, Yugoslavia dibawah Tito dikenal sebagai negara yang memiliki sikap politik sangat kuat dan disegani. Ketika negara-negara Eropa Timur lainnya berada dalam blok tersendiri dibawah pimpinan Uni Soviet, Yugoslavia justru memilih bersikap netral dan lebih memilih untuk mendukung Gerakan Non Blok (GNB). Bahkan Tito menjadi salah satu pendiri GNB bersama-sama Soekarno, Gamal Abdul Naseer (Mesir), Jawaharal Nehru (India), dan Kwame Nkrumah (Ghana).

Seperti halnya Yugoslavia yang didirikan berdasarkan keragaman etnis, Indonesia pun merupakan negara multietnis dengan beragam suku bangsa. Kesamaan lain, meski Indonesia berbentuk negara kesatuan, dalam praktiknya mirip sekali dengan negara federal  dimana dengan diberlakukannya otonomi daerah, tidak ada lagi pemerintahan yang sentralistik di Indonesia. Sebagian kewenangan pusat sudah didesentralisasikan ke daerah-daerah.

Akibatnya, muncul keinginan berbagai etnis di daerah untuk bisa menjalankan pemerintahan sendiri di daerahnya. Alasannya agar dapat mandiri dalam membangun wilayahnya. Untuk itu berbagai pemekaran wilayah pemerintahan pun kemudian dilakukan, baik dalam kerangka pemerintahan provinsi, kabupaten ataupun kota. Semua itu sah saja sepanjang diatur dalam undang-undang yang mengatur tentang otonomi dan pemerintahan daerah.

Namun  amat disayangkan jika pemekaran suatu wilayah justru lebih didasarkan homogenitas etnis dan agama. Beberapa provinsi dan kabupaten yang terbentuk setelah adanya undang-undang otonomi dan pemerintahan daerah, sepertinya memperlihatkan nuansa seperti itu. Perhatikan saja Maluku Utara (mayoritas Islam) yang memisahkan diri dari Maluku Selatan (mayoritas Kristen) atau Banten (mayoritas etnis Banten) yang memisahkan diri dari Jawa Barat (mayoritas etnis Sunda).

Kekhawatiran dari adanya dari homogenitas etnis dan agama yang muncul dalam pembentukan suatu pemerintahan daerah adalah dijadikannya isu-isu kedaerahan dan agama sebagai penggerak saat berhadapan dengan pemerintahan pusat. Lihat saja konflik yang terjadi di Aceh, Papua, Maluku dan daerah-daerah lainnya, yang jika tidak ditangani secara hati-hati dan tepat, dikhawatirkan akan memunculkan konflik Balkan.

Isu multikulturalisme dan keagamaan serta konflik horizontal bukanlah satu-satunya isu yang mengancam keutuhan NKRI, buruknya tata kelola pemerintahan dan pemerintah yang kurang cakap juga bisa menjadi penyebab lain yang bisa berujung pada negara gagal. Berbagai kasus korupsi yang mencuat dan sambung menyambung tiada henti serta melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah, anggota parlemen, anggota partai, tokoh agama, pengusaha, hingga akademisi, dan lambannya pemerintah menuntaskan permasalahan-permasalahan tersebut, bisa mendorong suatu kelompok masyarakat untuk tidak sabar dan menempuh caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah.

Karenanya kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan, kiranya harus dipahami sebagai suatu realita yang tetap harus diperjuangkan dan diberi makna bersama. Mengutip perkataan Ahmad Syafii Maarif, kita perlu menyiapkan stamina spiritual yang tahan banting untuk survive (melangsungkan hidup) di sebuah planet bumi yang tidak ramah sambil bekerja keras untuk berbuat baik kepada sesama. Bagaimana ujung perjalanan kita, semuanya berada dalam rahasia Allah.

Menutup tulisan sederhana ini, marilah kita simak dan renungkan pesan Presiden RI pertama Soekarno saat berpidato pada HUT ke-4 dan ke-5 Kemerdekaan RI tahun 1949 dan 1950 yang masih tetap relevan dengan kondisi saat ini, saat kita merayakan HUT ke-68 Kemerdekaan RI. Pada tahun 1949 Presiden Soekarno berkata ‘Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali’.

Makna pesan tersebut diulang kembali pada tahun 1950 ‘Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat’.

Dan jangan lupa, seperti juga dipesankan oleh Presiden Soekarno ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih susah karena melawan bangsamu sendiri’.

Salam Merdeka dan mari kita pekik Merdeka 3x … Merdeka, Merdeka, merdeka

Beijing, 17 Agustus 2013

Joget Ceisar di Acara Yuk Kita Sahur yang Bikin Heboh

 omjay

Salut buat tim kreatif dari trans tv yang membuat Penonton Indonesia terhibur dengan joget kaisar atau ceisar yang menarik. Saya melihat begitu banyak penonton yang terhibur dengan adanya acara ini. Panggung kaisar dengan jogetnya yang khas membuat tontonan ini mampu mengalahkan tontonan yang lain di televisi Indonesia. Tak salah bila acara yuk kita sahur mendapatkan rangking teratas dan banyak ditonton penduduk Indonesia dan negara tetangga. Saya memberikan apresiasinya secara pribadi.

Terlepas dari kekurangannya, realitas di lapangan menunjukkan antusias penonton yang luar biasa. Kita semua jadi ikutan berjoget di saat sahur. Mata yang tadinya masih dalam keadaan mengantuk di saat sahur, menjadi terjaga dan melotot ketika kaisar berjoget dengan gaya uniknya. Terus terang ini tontonan yang sangat menghibur dan menggembirakan. Semoga tontonan bisa menjadi tuntunan dan kita belajar kreatif dari acara ini. Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebaikan hanya milik Allah dan keburukan itu akibat perbuatan tangan manusia. Kita tentu sudah membaca berita ini. Acara yuk kita sahur ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Acara yuk kita sahur semoga dapat menginspirasi kaum muda agar mampu mengemas acara yang lebih kreatif. Kekurangan yang ada dalam acara yuk kita sahur harus disampaikan. Dengan begitu, tim kreatif dapat memperbaikinya di masa yang akan datang. Tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Saya melihat kekurangannya dapat tertutupi dengan kelebihannya. Sebaiknya, humor yang terlalu berlebihan dihindari, dan kurangi adegan-adegan yang kurang mendidik. Banyolan atau ledekan yang kurang pantas sebaiknya dihindari. Namun demikian, acara ini harus diapresiasi dengan dua jempol. Salut buat para artis dan tim kreatifnya. Semoga sehat selalu. I love you all.

Teman Guru Kreanov berkomentar, “Yah begitulah realitas tontonan yang digemari pemirsa TV di Indonesia. Mengumbar Aib, bullying dan merendahkan diri orang lain. Dilematis”.

Yuk kita sahur yang bikin heboh di trans tv semoga dapat ditingkatkan lagi mutunya di tahun depan. Acara ini jelas memiliki keunikannya tersendiri. Terutama joget kaisar yang menarik kita semua untuk berjoget dengan gaya khasnya. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada tim kreatif dari trans tv yang mengemas acara ini dengan baik. Terima kritik dan saran membangun dari masyarakat utk perbaikan ke depan. Semoga trans tv semakin jaya dan menjadi televisi kebanggaan bangsa Indonesia.

Teman Al-A’la Dzulfikar berkomentar, “Yuk Sahur udah kena semprot KPI dan MUI pak guru”.

Saya sempat terenyuh dan terharu ketika Sopiyan (pelajar SMAN 114 Jakarta) mendapatkan seekor sapi dari artis Rafi Ahmad. Saat mencari huruf YKS, Sopiyan nampak tenang dan tidak terburu nafsu. Anak muda itu pun langsung sujud syukur ketika pembawa acara mendaulatnya menjadi pemenangnya. Sopiyan membawa sapi montok yang siap untuk dibawa pulang. Terus terang saya hanyut dalam kebahagiaan yang dirasakan oleh Sopiyan. Kalau saya orang tuanya, tentu bangga melihat anaknya mendapatkan sapi dan disiarkan langsung di televisi.

Teman Guru Kreanov berkomentar kembali di facebook saya, “Ya benar, pas saya dengar saya dah menebak pasti YKS kena kritik serius. Pesimis tahun depan YKS bisa berubah jadi sopan deh. Lah wong trend Banci-bancian dan usil-usilan itu yang menarik dan disenangi pemirsa kita. Salut buat kompas TV..

Harus diakui bersama. Setiap acara yang menarik di televisi pasti menuai pro dan kontra. Di sinilah kita sebagai penonton harus cerdas menyikapinya. Kritik dan saran tentu sangat diperlukan demi perbaikan ke depan. Bila masyarakat hanya diam, itu artinya semua setuju. Harus ada yang berani bicara dan memberikan masukan. Terutama tokoh masyarakat yang disegani pemirsa televisi. Mereka dapat melaporkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Teman Bayu Efka Leigraha Noor berkomentar di facebook saya, “Menurut saya nilai yang bisa diambil dari acara YKS adalah:

    1. kekompakan dari tim acara, pemain, penonton, dsb. Hal tersebut merupakan nilai yang bisa kita implementasikan dalam pekerjaan. Jika semuanya kompak maka keberhasilan acara sudah di depan mata.
    1. kreativitas sangat diperlukan sebagai cara untuk memperoleh pembeda dg acara lainnya.
    1. semua orang senang dengan acara YKS terutama bagian musik dan goyangnya. Sehingga bisa dilihat dari tim acara dan pemian yang menikmati sekali acara tersebut. Ibaratnya kita memiliki pekerjaan, jika enjoy dengan pekerjaan, maka nikmat sekali pekerjaan ini.
    1. Terlepas dari adanya adegan banci-bancian, siram memakai tepung, dsb, itu hanya bagian yang tidak perlu ditiru. Kalau menurut “anak muda” itu bagian seru-seruan. Untuk adik-adik kecil perlu pendampingan orang dewasa, agar memahami setiap adegan YKS, mana yang baik dan tidak baik”.

Acara yuk kita sahur memang ada kekurangannya. Hal itu harus diakui oleh kita bersama. Untuk adegan-adegan yang kurang mendidik, sebaiknya jangan diulangi lagi, dan kita belajar menyikapinya dengan bijaksana. Anak-anak yang menonton perlu pendampingan ortu agar mereka tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Sebaiknya ortu mendampingi putra-putrinya menonton acara televisi. Hal itu saya lakukan sendiri ketika menonton acara yuk kita sahur yang heboh. Goyangan dan musik yang menghibur memang membuat anak-anak senang dan ikutan berjoget. Bahkan anak kedua saya Berlian baru saja menang lomba joget dengan musik dari acara yks ini, hehehe. Silahkan download lagunya di sini.

Teman Bayu Efka Leigraha Noor berkomentar kembali di facebook saya, “Ekh, edisi kapan, Pak? Lumayan itu Pak uangnya bisa dimanfaatkan. Andaikan acara YKS dekat dengan rumah saya, pasti akan saya datangi untuk belajar dan menikmati acara tsb. Hee”.

Saya begitu sangat terkesan ketika ada suara pemirsa yang ternyata istri dari salah satu kru trans tv yang tinggal di kota Bandung. Pekerjaan memisahkan suami dengan istri dan anak-anaknya. Mas Noby akhirnya didaulat untuk berjoget, dan adegan dadakan itu cukup membuat saya kagum dengan tim kreatif yang mengemas acara ini. Tentu kita berharap, adegan yang positif seperti ini terus dipertahankan ke depannya. Tidak melulu canda yang mengundang tawa sehingga membuat penonton jadi bosan dengan lawakan yang kurang mengena di hati. Peringatan dari KPI harus menjadi perhatian.

Teman Bayu Efka Leigraha Noor berkomentar di facebook, “Ya Pak. Betul sekali. Memang tidak mudah menampilkan acara komedi yang bisa memberikan nilai edukasi untuk pemirsanya. Perlu kecerdasan dan kreativitas yang tinggi”.

Acara yuk kita sahur yang heboh hari ini bagi kami sekeluarga sangat berkesan. Meskipun dari sisi keagamaan memang kurang menyentuh. Setidaknya joget kaisar yang khas sudah menular di lingkungan keluarga kami. Lumayanlah lemak-lemak dalam tubuh ini ikutan bergoyang dan tak terasa ini adalah hari terakhir yuk kita sahur edisi bulan ramadhan.

Teman Arief Rahman berkomentar, “Entah krn udah gerah dg model lawakan begituan ya om, bagi saya YKS sama sekali ga bagus sebagai acara pengisi ramadan. Di bulan suci ini, Tim kreatif mereka yg notabene masih pada muda2 shrsnya pny banyak tantangan u menciptakan acara bebobot keagamaan dg gaya yg ringan dan santai. Tapi klo YKS sama sekali ga ada bobot keagamaanya”.

Kita akan saksikan yuk kita sahur edisi lebaran nanti malam live pukul 19.00 wib. Pasti penonton kangen dengan joget kaisar yang tubuhnya sangat lentur ini. Terus terang saya kagum dengan cara jogetnya yang unik dan khas. Kita pun menjadi terhibur karenanya. Ternyata ramadhan membawa berkah tersendiri bagi sang Kaisar. Bagaimana menurut anda?

1375845160390664354
Yuk Kita Sahur, Sumber foto facebook yuk kita sahur

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com