Kompasiana Dari Dekat Sekali

kompasianaSaat menerima undangan via fb-messages dari Mas Iskandar Zulkarnaen saya sempat tertegun. “Datang tidak ya?. Haduh!, kalau tidak datang berarti melewatkan lagi sejarah” . Wajar saja keraguan hadir, lantaran saya bukan penulis aktif di Kompasiana. Meski menjadi anggota semenjak 17 Desember 2008, saya baru memposting tiga tulisan. Ya, itulah kelemahan saya, kegiatan perburuhan telah membunuh waktu menulis saya. Namun akhirnya saya memutuskan untuk datang juga. Kamis sore pukul 17.30, saya telah duduk merokok bersama beberapa preman dan tukang ojek, di sebuah halte Jalan Cikini Raya. Tepat didepan Menteng Huis, gedung acara Kompasiana digelar.

Didepan pintu masuk, saat mengantri registrasi Marios Place , saya bertemu dengan Masim Sugianto , kawan lama saya. Didalam ruang, saya memilih tempat duduk dekat podium. Karena Digital Camera danSmartphone saya, jangkauan cahayanya tidak bagus. Sementara saya akan mengirim beberapa gambar momen acara ke Facebook. Disinilah kemudian saya satu meja dengan Pak Boy Rachmad yang perokok berat itu dan Pak Arifin Basyir yang tinggal di Bogor. Kami bertetanggaan dengan Pak Syarif Ridwan , Pak Kusmayanto Kadiman , juga Pak Edi Taslim dan Pak Taufik H Mihardja .

kompasiana1

Acara dimulai pukul 19.30. Mundur satu setengah jam dari jadwal. Dibuka dengan sambutan Pak Taufik (Direktur Kompas.Com) yang menargetkan Kompasiana mencapai 100 besar di Alexa. Kemudian dilanjutkan sambutan Pak Kusmayanto (mantan Menristek KB1) yang meminta disain kompasiana dapat mengakomodir empat generasi penggunanya. Kemudian disambung talkshow dengan bintang tamu selebritis, yaitu Piyu Padi dan Pandji Pragiwaksono. Dalam acara, Piyu sempat membawakan dua lagu Padi. Sementara Pandji nge-rap bersama-sama para kompasianer, serta sharing pengalaman mengenai berjualan CD Audio melalui social media.

kompasiana2

Yang menarik adalah saat kompasianer Pak Jodhi Yudono tampil menyumbangkan lagu-lagu baladanya. Sobat Mbah Surip ini suaranya bagus sekali. Beliau juga mengiringi Madame Linda Jalil menyanyikan hymne Kompasiana, yang secara serempak dinyanyikan bersama-sama seluruh kompasianer. Mesra sekali, tentu bukan kualitas suara yang ingin dicapai, tetapi suasana kebersamaan dan keakraban yang ingin dicari. Kemudian dilanjutkan testimoni dari para kompasianer cacat yang kini telah memulai blog bisnis. Serta pengangkatan Pak Prayitno Ramelan sebagai Bapak Public Kompasiana. Acara ditutup dengan pemotongan kue dan peresmian tampilan baru Kompasiana: Sharing.Connecting.

kompasiana3

Tidak sampai menunggu ramah tamah, usai acara resmi. Saya menyelinap keluar, segera melangkah pulang. Malam itu saya bahagia sekali. Sopir taxi yang memperhatikan dengan lugu bertanya, “ada apa Pak, dari tadi kok senyum-senyum sendiri?” Saya tidak menjawab. Hanya bathin berbisik, bahwa malam ini saya telah berada ditengah habitat yang saya impikan sejak lama.

Selamat Ulang Tahun Kompasiana!

miror-blog: http://www.yordan.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>