Selaksa Makna Tour Be-blog Ke Jawa Timur

Islamic centre, 27 Oktober 2011.
Saat mentari tergelincir.
Selepas dahi manusia bersujud.
Bismillah…..
Kami berangkat….

Bismillah.......

Ban avanza B 1971 FFI meluncur deras. Membelah sore. Bang Marsup menjadi driver yang menghela kuda jepun ini lari dengan semestinya.

Surabaya-gresik

Setiap senti jalan ditapak. Setiap senti memberi selaksa makna. tentang kehidupan. Tentang rasa syukur. Tentang dinamika. Tentang roda kehidupan. Selaksa makna memburat dengan warna dan deviasi yang beragam.

Aku merenung dalam-dalam.
Menari bersama fenomena.
Kadang tak kumengerti.
Fenomena itu menari tanpa langgam.
Tanpa logika.
Tapi…..

Mungkinkah yang terjadi kepalaku yang sanggup memahami logika Ilahiyah…..

Rest Area

Selaksa profesi beriliran terlihat. Mulai dari petugas tol hingga abang becak motor. becak tapi di dorong motor. Kendaraan khas Tuban.

Menyusuri Utara.
Aku dihadapkan pada kebodohan kita sebagai manusia.
Laut Luas.
Potensi luar biasa.
Mulai dari ikan-garam-tambak-transportasi.

Bank Komar dan mas Bientang

tapi mengapa……sekian tahun merdeka kita belum memanfaatkan laut secara maksimal. Bila dipake buat angkutan, kita tidak akan mobil-mobil yang besar-besar bersisian dengan mobil pribadi san motor.

Pantai Bonang, Lasem-Tuban

perjalanan belum selesai……

3 thoughts on “Selaksa Makna Tour Be-blog Ke Jawa Timur”

  1. Benar-benar perjalanan penuh selaksa makna. barisan pohon-pohon yang meranggas kering tetap kokoh menancapkan akarnya manut pada ketetapan sang Pencipta sebagai makhluk yg berdaya guna untuk makhluk lainnya, yg kadang dgn tanpa iba membabat membabi buta menjadikan ianya serpihan kecil yg tidak berguna.

    Menerobos dimensi lain dari hingar bingar euforia yg dgn bosan kita lakukan tiap harinya ditempat asal kita. Mencoba mengukur jarak, menapakinya, menjadikan tiap putaran rodanya sebuah zikir yg tak terbatas atas rasa kagum yg membuncah kepada sang Khalik.

    menjadikan ibrah dari gunung-gunung dan bukit-bukit yg kita lewati, bahwa hati dan niat kita selaras dgn kerasnya bebatuan itu. keras, kuat dan tak pernah goyah dalam menjalani kehidupan dengan keimanan yg kita punyai.

    Yaaah … perjalanan ini masih panjang. Long away back home. masih banyak mutiara hikmah yg akan kita reguk nanti … Insyallah …

  2. Omjay bersyukur rombongan ini tiba kembali dengan selamat, dan omjay bangga kepada tim ini yang begitu solid mewakili beblog. Sayang omjay tak bisa ikutan menemani.Kalau omjay ikut lebih bermakna lagi kali, hehehe.

    salam
    Omjay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>