Dukung Omjay! Tolak Kurikulum 2013!

Semangat Pagi friends,

 

Pagi ini saya baru saja membaca sebuah artikel luar biasa dari Omjay tentang pendapatnya serta kompentensi-nya sebagai seorang guru, berikut ini adalah link tulisannya:

 

http://wijayalabs.com/2013/03/20/bismillah-saya-menolak-kurikulum-2013/

 

download (1)Secara pribadi, jauh sebelum isu perubahan kurikulum dilontarkan oleh pemerintah dan rencananya akan di implementasikan pada tahun ajaran ini, sebenarnya saya sudah gregetan kepingin komentar, hanya saja saya merasa tidak memiliki kompetensi untuk itu, mungkin pandangannya juga akan sangat minim sekali dan tidak seperti pandangan omjay yg cukup komprehensif dalam tulisannya tersebut.

 

Syukurlah tulisan omjay serasa mewakili kepentingan sebagian masyarakat pendidik maupun masyarakat umum seperti saya ini, usul saya sebaiknya artikel penolakan tersebut disampaikan secara resmi (namun dengan mengkaji kembali beberapa kalimat yang terkesan menuduh dan memojokkan pihak ataupun oknum tertentu), melalui organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) dimana Omjay sebagai pengurusnya, kepada pemerintah, agar bisa dipertimbangkan kembali.

 

Basically, meskipun hanya tahu sepintas saja, saya yakin dan percaya konsep kurikulum baru tersebut adalah hasil dari sebuah kajian studi ilmiah secara empirik, dan pastinya bisa dipertanggungjawabkan secara teoritis.

 

Saya sepakat dengan Omjay bahwa kemampuan tenaga pengajar atau guru itu sendiri merupakan faktor pendukung yang tidak kalah pentingnya dengan konsep baru yang diajukan pemerintah, sejarah kita memang membuktikan berapa banyak kebijakan maupun draft UU baru yg dibuat dengan sangat baik, tapi tidak merubah keadaan karena prakteknya tidak bisa di implementasikan dengan baik dilapangan. It’s the Fact!

 

Saya juga sependapat bahwa anak-anak Indonesia ini memiliki kecerdasan diatas rata-rata jika dimanage dan dididik dengan baik dan benar. Sudah tidak terhitung banyaknya anak didik Prof. Yohanes Surya yang dimanage dengan baik dengan konsep dan juga sistem yang sangat mendukung, berhasil membawa nama harum bangsa Indonesia di kancah Internasional.

 

Saya jadi teringat, seorang anak bangsa asal Medan, Prof. Nelson Tansu yang berhasil menjabat sebagai seorang asisten profesor dalam usia 25 tahun di negara Paman Sam. Bahkan beberapa buku karyanya dijadikan sebagai bahan ajar wajib pada kampus-kampus di Amerika, belum lagi banyaknya penemuan-penemuan penting-nya yang juga sudah dipatenkan di AS.

 

Berapa banyak anak bangsa ini (selain Prof. Nelson Tansu) yang sebenarnya memiliki potensi yang sangat luar biasa, hanya saja tidak bisa di akomodir kemampuannya oleh pemerintah, bahkan malah menjadi lebih berhasil dinegeri orang.

 

Seruan Omjay terhadap para guru untuk bersatu juga mengingatkan saya terhadap seorang Karl Max yang juga berseru untuk kaum proletar agar bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

 

Akhir kata, maju terus buat Omjay dan rekan-rekan guru lainnya, semoga bisa memberikan inspirasi bagi para guru lainnya untuk berani mengemukakan pendapat dengan penuh tanggung jawab terhadap siapapun untuk kemajuan bersama!

 

Salam Omjay-isme,

 

Yulyanto

 

 

10 thoughts on “Dukung Omjay! Tolak Kurikulum 2013!”

  1. Guru yang menolak kurikulum 2013 bukanlah orang yang tolol, kami sudah berpikir jauh ke depan. Bila kurikulum ini diterapkan, sementara presiden sby sudah tak berkuasa lagi di 2014, maka nasib kurikulum 2013 akan lebih tragis dari kurikulum berbasis kompetensi (kbk) 2004. Sangat disayangkan bila uang negara terpakai untuk kegiatan yang memboroskan saja. Kita mungkin ingat kasus RSBI dan UN yang akhirnya dikabulkan oleh MK. Guru haruslah bersuara dan terus bersuara memberikan masukan. Jangan lagi guru hanya sebagai pelangkap penderita dari kebijakan yg keliru. Sudah saatnya kita berpikir kritis, dan bersatu untuk menolak Kurikulum 2013. Bismillah, Allah bersama kita.

  2. Saya juga sangat setuju dengan pendapat Om Jay bahwa pergantian kurikulum dan sistem pendidikan yang kadangkala sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah berkuasa akan membawa dampak tersendiri bagi para pelakunya (dalam hal ini guru dan siswa). Ujung2nya yang terjadi adalah ketidaksiapan kita untuk melaksanakannya, pihak2 atas sih tahunya kurikulum baru udah selesai dibuat dan Asal Bapak Senang. Hhhmmmm…

  3. saya berpendapat ….melihat kasus RSBi …..UNAS, yg sdh byk menimbulkan ank bgsa yg bunuh diri, kebijakan 24 jam yg morat marit dll yg pd akhirnya generasi penerus bgsa yg jd korbannya, sebaiknya pak mentri diganti yg lebih cerdas utk keputusan & kebijakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>