Surat Penting Untuk Presiden SBY

sbyYth. Bapak Presiden SBY.

Semoga bapak presiden selalu dalam keadaan sehat. Semoga pula pintu kesuksesan senantiasa mengiringi hari-hari bapak dalam mengurusi rakyat indonesia. Bapak senantiasa diberi kesabaran dan kebijaksanaan dalam menghadapinya.

Bapak presiden sby yang saya hormati, dan banggakan. Perkenalkan saya adalah seorang guru yang sudah mengabdikan diri selama 23 tahun di dalam dunia pendidikan. Terus terang saya sungguh bergembira dengan akan diberlakukannya kurikulum baru. Kurikulum ini diberinama oleh kemdikbud kurikulum 2013. Kurikulum yang saya harapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Namun sayang, setelah beberapa kali saya mengikuti proses sosialisasi kurikulum 2013, saya menemukan kekecewaan. Kurikulum 2013 ini ternyata belum siap pakai untuk digunakan atau diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Masih banyak hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan. Terutama tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar yang banyak dikritisi oleh para pakar dan praktisi pendidikan.

Kami sudah banyak memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada tim pengembang kurikulum. Tetapi selalu saja mentok dan tak didengar. Mereka terlalu percaya bahwa kurikulum 2013 sangat tepat diterapkan di tahun ini. Mereka seolah tuli, dan merasa benar sendiri. Kami dianggap tidak memahami kurikulum yang sedang disosialisasikan.

Berdasarkan pengalaman saya menjadi guru selama 23 tahun, kurikulum 2013 ini yang banyak mengundang kontroversi. Bahkan staf khusus menteri di DPR ada yang mengatakan bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan atau ktsp 2006 melanggar undang-undang. Tentu tidaklah bijak mengatakan seperti itu tanpa kajian ilmiah dan terbuka. Kita akui Ktsp 2006 memang bermasalah. Namun kami ingin tahu dulu dimana letak masalah besarnya dari proses evaluasi yang cermat dan teliti. Pusat kurikulum dan perbukuan harus memberikan data yang jelas kepada publik.

Bapak presiden yang saya hormati dan banggakan. Baru-baru ini kami para guru berdemo ke DPR, dan didukung oleh berbagai kalangan yang mengkritisi kebijakan kemdikbud. Tujuan kemdikbud mengganti kurikulum sangat kami apresiasi, tapi nampaknya timing atau waktunya kurang tepat. Kurikulum 2013 lebih tepat disebut kurikulum ujicoba yang bisa kita teliti kelebihan dan kekurangannya, setelah diujicobakan. Barulah kita tahu apakah kurikulum ini layak diterapkan di seluruh indonesia ataukah tidak. Kita bisa mendiskusikannya melalui kajian ilmiah yang jelas. Bukan dengan pendekatan kekuasaan atau politik.

Bapak presiden SBYyang baik hatinya. Kami percaya bapak bisa melihat ini secara jernih. Kurikulum 2013 belum bisa diterapkan di tahun ajaran ini. Jangan korbankan peserta didik karena ketidaksiapan para guru menghadapi kurikulum baru. Alangkah baiknya jajaran kemdikbud melakukan terlebih dahulu pelatihan guru dari hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sudah dilakukan. Di sana akan terlihat jelas masih rendahnya kualitas guru di negeri ini. Kitapun bisa melihat masih rendah pula kualitas kepala sekolah dan pengawas dari hasil UKG. Solusi yang terbaik adalah perbaiki kualitas guru dengan berbagai pelatihan yang efektif dan bukan direkayasa pelaksanaannya dari 5 hari menjadi 3 hari. Kejujuran dalam pelaksanaannya harus diperhatikan dan diawasi. Cara mengajar guru harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Bapak presiden SBY yang saya hormati dan banggakan. Usul saya, lakukan debat publik agar rakyat indonesia tahu apa yang sesungguhnya terjadi tentang kurikulum 2013. Kemdikbud dan jajarannya nampaknya sulit sekali menerima kritik dan terus jalan sendiri tanpa memperhatikan usulan para pakar dan praktisi di bidang pendidikan. Tentu kita ingin pendidikan Indonesia menjadi lebih maju ketika dialog terus dikembangkan, dan inilah kehidupan demokrasi yang sebenarnya. Bukan melalui pendekatan kekuasaan dimana para guru diminta untuk tidak kritis dan menerima begitu saja kurikulum 2013 yang masih banyak kekuarangannya. Terutama dalam implementasinya di lapangan yang terkesan tergesa-gesa. Kami tak yakin akan berhasil, sebab negara kita adalah negara kepulauan yang lebih dari 13.000 pulau di dalamnya. Banyak masalah yang nanti akan ditemui ketika kebijakan ini diterapkan.

Akhirnya, saya harus mengakhiri surat saya ini dengan sebuah pesan kepada bapak bahwa guru adalah pemain inti dalam kurikulum. Apapun kurikulumnya, guru profesionallah yang akan membuat kurikulum itu mencapai tujuannya. Guru profesional adalah guru tangguh berhati cahaya yang mampu menghantarkan peserta didiknya ke pintu gerbang kesuksesan di dunia dan akhirat.

Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

15 thoughts on “Surat Penting Untuk Presiden SBY”

  1. Radea Jatnika says:
    April 10, 2013 at 11:34 pm
    Assalamu’alaikum Omjays yang senantiasa bersemangat..
    semoga curahan nikmat sehat dan rahmat Illahi selalu menaungi hari-hari aktifitas kita sebagai “agent og change”

    Saya terharu membaca berbagai tulisan Omjays belakangan ini, sangat terasa kerisauan kita ini sama. Intinya,kurikulum kita sepertinya hasil pesanan para pihak yang sangat ambisius padahal sejatinya tak didasari ruh pendidikan sejalan pemikiran kaum pendidik yang berada di lapangan. “Terlalu dipaksakan dan bernuansa ada kebohongan publik.” Kemdikbud bertindak refresif plus bumbu-bumbu propaganda lewat media rasanya berlebihan dan jauh dari kenyataan.

    Satu kalimat yang menyedihkan tertanam di hati ini,
    ” Rasanya kita sebagai bangsa,belum merdeka dan tidak siap untuk berdemokrasi”

    Salam perjuangan.. Bismillah

    Radea Jatnika
    (Insan Kolong Langit)

    Reply
    Galang Teguh Pribadi says:
    April 11, 2013 at 2:59 am
    Kepada Yth.Presiden Indonesia di tempat
    Saya murid eks-RSBI SD kelas tiga di salah satu SD negeri di Indonesia menyayangkan dihapuskannya pelajaran Bahasa Inggris,TIK,Bahasa Daerah dan Kesenian Daerah pada kurikulum baru ini.Bahasa Inggris dan TIK adalah sarana untuk mempelajari ilmu dan berkomunikasi dengan orang lain, sedangkan Bahasa Daerah dan Kesenian Daerah berguna untuk melestarikan budaya nasional dan sebagai jati diri atau identitas bangsa. Saya juga mengamati bahwa kurikulum 2013 terkesan dangkal dalam materi dan tidak selengkap materi kurikulum RSBI.Jika memang pendidikan itu ditujukan untuk semua,pemerintah harus memberikan kurikulum yang sama tingkatannya dengan kurikulum 2013.Kalau belum ada, biarkanlah kami melanjutkan kurikulum RSBI.Biarkanlah kami bebas berlari dengan kemampuan yang kami miliki.Janganlah pemerintah memaksakan kurikulum baru kepada anak eks-RSBI yang akan memundurkan proses belajar kami.Terimakasih.

    Reply
    yuspen says:
    April 11, 2013 at 10:34 am
    Assalamualaikum, Omjay kami mengharapkan semoga Bapak Presiden membaca surat kita ini, dan bisa memberikan tanggapan positif yang dapat mengubah keteguhan hati Kemendikbud agar tidak lagi memaksakan kehendaknya kepada kita para guru dinegara ini, tidak banyak harapan yang kita minta kepada Bapak Presiden mohon batalkan kurikulum 2013..

    Reply
    Danardono says:
    April 11, 2013 at 11:47 am
    Yth.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
    Dengan hormat,
    Sebagai orangtua murid eks-RSBI SD negeri di Jawa Tengah, izinkanlah kami memberikan masukan agar kurikulum 2013 dibatalkan karena:
    1.Ada kesenjangan yang sangat jauh antara kurikulum 2013 dengan kurikulum RSBI,dan ini sangat merugikan siswa eks-RSBI. Siswa RSBI sudah terbiasa mendapatkan pelajaran dengan materi yang jauh lebih tinggi dan sulit,KKM tinggi.Kalau kurikulum 2013 dipakai sama artinya dengan kemunduran mutu pendidikan. Benar kata Adik Galang,kurikulum 2013 ini sangat dangkal.Pemerintah harus memberikan kurikulum yang sesuai dengan tingkatan pelajaran yang telah didapat oleh anak eks-RSBI.Lebih baik lagi kalau sekolah eks-RSBI tetap diizinkan memakai kurikulum RSBI.
    2.Kurikulum 2013 dibuat tergesa-gesa tanpa riset yang cukup terhadap kurikulum sebelumnya,yaitu KTSP dan outputnya. Tirulah negara Eropa yang tidak mudah mengganti kurikulum. Mereka mengganti kurikulum setelah 50 tahun dan dengan pemikiran yang matang.
    3.Kurikulum bukan sekedar proyek pemerintah,jadi perlu dengar pendapat dalam ruang lingkup yang luas. Guru,murid,praktisi pendidikan,dan orangtua murid perlu dilibatkan dalam pembuatan kurikulum.
    4.Uji publik belum dilakukan tetapi Mendikbud sudah memanggil penerbit buku.Ada apa Pak?Rakyat curiga nih.
    5.Anggaran kurikulum 2013 yang makin membengkak, dikhawatirkan rawan mark up dan korupsi.2,49 trilyun itu jerih payah rakyat jadi jangan dihambur-hamburkan.
    6.Kurikulum 2013 belum jelas kelanjutannya karena Mendikbud tinggal menjabat setahun lagi dan pasti diganti.
    Demikianlah surat saya.Harap menjadikan perhatian dan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu agar tidak merugikan rakyat.Sebagai pemimpin contohkanlah demokrasi dan bukan otoriter.Terimakasih.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 17, 2013 at 1:41 pm
    Kemendikbud tenang-tenang saja walaupun mendapat kritikan dari seluruh Indonesia,kelihatannya ini untuk meredam konflik.
    Menurut saya kurikulum 2013 sangat dangkal materinya,dan bukan merupakan penyempurnaan dari kurikulum terdahulu. Sebagai orangtua dari dua anak kembar yang masih duduk di tingkat SD, saya mohon saran kepada para pembaca tentang kemungkinan menyekolahkan anak di luar negeri.Di negara manakah yang ada sekolah dasar bermutu dengan kurikulum yang baik?Biaya berapapun tidak masalah demi kebaikan mereka, karena saya dan suami terlanjur tidak percaya dengan pejabat Indonesia,kebanyakan hanya tahu korupsi,makan anggaran proyek negara dan mengorbankan masa depan bangsanya.
    Mohon jawaban lewat blog ini.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 21, 2013 at 9:33 pm
    Kepada Yth.Presiden Indonesia
    Saya kurang setuju dengan kurikulum 2013 karena:
    1.Kurikulum 2013 belum matang karena dibuat secara tergesa-gesa tanpa evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya. 2.Kurikulum 2013 terkesan hanya proyek Kemendikbud dengan anggaran yang terus menerus meroket.3.Kurikulum 2013 dibuat dengan menabarak dasar hukum UU Sisdiknas 4.Kurikulum 2013 tidak jelas kelanjutan dan pertanggungjawabannya karena masa jabatan Mendikbud tinggal setahun lagi dan tidak mungkin terpilih kembali.5.Kurikulum 2015 tidak sesuai dengan sekolah eks-RSBI karena materinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan kurikulum RSBI. 6.Kurikulum 2013 adalah kekerasan dan hukum rimba dalam dunia pendidikan,bagi anak/pelajar,bagi guru/pengajar dan bagi masyarakat luas. 7.Kurikulum 2013 tidak memperhatikan kesinambungan pendidikan, tetapi hanya menciptakan pembodohan belaka. 8.Kurikulum 2013 adalah proyek yang rawan korupsi.
    TOLAK KURIKULUM 2013.

    Reply
    Nienna says:
    April 25, 2013 at 10:19 pm
    Kepada Presiden Indonesia,
    Mohon dicermati berbagai usulan dari masyarakat mengenai kurikulum 2013.Jika kurikulum 2013 diterapkan,akan terjadi kehancuran dunia pendidikan Indonesia karena kurikulum ini masih mentah sekali.Ibaratnya masih berupa benih.Kita tidak tahu apakah benih ini masih bisa tumbuh selaras dengan kemajuan zaman.Kalaupun bisa tumbuh,belum diketahui apakah kurikulum ini mampu berbuah manis untuk pendidikan Indonesia.
    Masih perlu evaluasi mendalam terhadap kurikulum ini.Untuk itu perlu adanya diskusi terbuka di setiap propinsi di Indonesia,melibatkan pakar-pakar pendidikan setempat,pihak komite sekolah,pihak orangtua murid,dan pihak siswa.
    Semoga hal ini bisa dilakukan sehingga didapat hasil terbaik dan benar-benar keinginan rakyat,bukan sekedar ambisi Mendikbud yang merusak rakyat dan mengotori kesucian kabinet Anda.

    Reply

  2. Berikut ini adalah keluhan rakyat yang diambil dari blog Om Jay.
    radea jatnika says:
    April 21, 2013 at 2:39 pm
    Bismillah..
    Semoga putri Omjays besok Senin, 22 April 2013 bisa mengikuti UN dan dirahmati Allah ada dalam kesembuhan.
    Aamien.

    Getir , pilu denga rasa hati ingin marah menyaksikan UN yang carut marut dan multi efek tahun ini. M.Nuh dengan gagahnya hari ini mengatakan peninjauan UN bisa asal rasional. Rasionalisasi UN dari dulu sudah jelas dampaknya hanya membuat anak-anak kita stress dan bersaing tidak sehat. Apalagi dengan pemakaian kata UJIAN NASIONAL yang berkesan tak ramah,tidak berdalil tepat selaras istilah yang dipakai pada UUSPN No.20 tahun 2003. Disana sama sekali tidak ada kata.istilah Ujian Nasional, istilah resmi yang digunakannya adalah EVALUASI. Amanat dalil Evaluasi tersebut harusnya selaras, serasi dan manusiawi perlakuannya karena labelnya pendidikan. Pun kalau kita cermati penyelenggara evaluasi belajat tersebut bukan Kemdikbud tapi dari pihak pendidik(guru) atau badan independent (BNSP). Ketika Kemdikbud banyak berbicara di media, kesannya seolah ndableg, apakah beliau itu JUBIR dari pihak independent (BNSP)?

    Sangat tidak rasional dan terkesan overlap dengan BNSP serta melawan putusan MA, maka konsekuensi dari kekeliruan tersebut M.Nuh sudah wajib mundur. Sebagai pejabat negara pembantu Presiden sejatinya beliau ini harusnya justru berpihak ke amanat atasannya (Presiden) melayani rakyat dengan penuh amanah agar dipercaya rakyat. Karena cacat tugas, plus tidak mengargai dan menjunjung tinggi amar putusan hukum dari MA yang sebetulnya UN sudah “dievaluasi” oleh MA sebagai lembaga hukum tertinggi pada waktu yang lalu.

    Sungguh aneh,sebagai pembantu Presiden mestinya M.Nuh tahu diri dan lebih hati-hati dalam membuat statment. Saat ini terbukti jelas, ada berbagai kebijakan yang telah melukai hati guru dengan berbagai program yang tidak populis lewat UKA,UKG,PLPG,dan TPP yang kontrolnya semua tidak profesional.

    Sangat disayangkan, guru, peserta didik dan orang tua siswa justru kini semua jadi korban dengan pemikirannya yang tidak rasional, minimal stres karena pendidikan saat ini seperti mengundi nasib.
    Secara akal sehat justru kita bertanya,” Sesungguhnya kepuasan apakah yang dicari M.Nuh ?
    Sudah cukup..STOP UN..!

    Salam blogger
    Bismillah

    Reply
    radea jatnika says:
    April 23, 2013 at 9:17 am
    Terimakasih Bu Fika Handayani.
    Kita memamahami dan sebenarnya punya keinginan yang sama agar Pendidikan di Indonesia tercinta ini selaras dengan Tujuan Negara dan Tujuan Pendidikan Nasional. Sesuatu yang mustahil bila niatan baik tersebut dilandasi moral hazar dan sebuah eksprimen yang tanpa kendali. Kita melihat dengan seksama ada ketidakselarasan,bila ingin ‘mencerdaskan bangsa’ ini maka seluruh kekuatan stakeholder pendidik harusnya diakomodasi. Pendidikan persekolahan lahannya para pendidik dari PAUD sampai SMA/SMK, minimalnya suara-suara dari lapangan di dengar. kami tenggarai bahwa seluruh program kemdikbud saat ini terlalu banyak campur tangan para teknokrat, birokrat, para dosen PT serta pihak lainnya (donatur asing dan NGO-nya).

    Coba tengok Tujuan Pendidikan Nasional kita atau paling tidak mottonya Logo Pendidikan Nasional ;Tut Wuri Handayani (lengkapnya Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani). Mohon maaf, seolah kedua pesan moral utama pendidikan tersebut terabaikan oleh Kemdikbud, utamanya Pak M.Nuh saat ini. Dimana keteladanannya yang bisa kita lihat? bagaimana dia menyelami hati-hati guru di lapangan dan berupaya membangun semangat juangnya? Serta bagaimana dia mendorong secara rasional sesuai kapasitas beban tanggung jawab guru rata-rata di tanah air kita.

    Kisah pilu Tes UKG saja masih menyisakan trauma mendalam bagi sebagian besar guru kita. Ya bagaimana kita bisa menjawab Tes secara OnLine, saat ini tidak semua sekolah termasuk pendidiknya secara merata mengenal dan memahami gadget atau perangkat komputer? Kapan kemdikbud pernah memberikan pelatihan IT secara masal kepada para pendidik, pernahkah terjadi..?

    Saat ini lewat UN kita pun menyaksikan hal yang sama akan suatu program ambisius yang melawan tatanan hukum kita,MA jelas sudah melayangkan amar putusan bahwa UN harus ditunda.
    Nah, bagaimana kita pendidik tidak gerah akan hal ini. Pendidik / Guru dalam sejarahnya adalah pendiri negara ini. Siapa pun dia ketika jadi pendidik wajib ingat akan hal itu dan harus mampu mengawal dan mempertahankan NKRI ini ke arah yang lebih baik.

    Salam Pendidikan
    Bismillah

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 24, 2013 at 3:22 am
    Ya Pak Radea,sayapun memahami esensi pesan “Ing ngarsa sung tuladha,ing madya mangun karsa,tut wuri handayani”,yang artinya di depan memberikan contoh,di tengah membangun kehendak,di belakang mengikuti dengan kebaikan.Sehubungan jarang sekali para pejabat yang bisa dicontoh,kita sebagai rakyat tidak bisa menyandarkan kepala atau pasrah kepada pemerintah. Justru sekarang saya dan suami tidak lagi percaya dengan mutu pendidikan di Indonesia dan sedang menimbang beberapa sekolah luar negeri yang memiliki kurikulum yang baik untuk untuk kedua anak kembar saya.Cobalah Anda bayangkan,setelah RSBI dibubarkan,pemerintah tidak kunjung memberikan kurikulum yang sebanding tingkatannya dengan pendidikan RSBI yang telah diterima anak saya.Yang ada malahan digembar-gemborkannya kurikulum 2013 yang merupakan ladang korupsi pejabat dan pembodohan karena secara materi pelajarannya jauh lebih rendah dibanding dengan KTSP dan RSBI.Daripada kedua anak saya dirugikan,lebih baik saya sebagai orang tua bersikap tegas untuk menyekolahkan anak saya di luar negeri.Harta bisa dicari,tetapi umur dan kesempatan tidak mungkin dikejar.Kesempatan anak saya duduk di SD hanya sekarang ini dan tidak bisa diulang lagi. Kalau kurikulum terus berganti tanpa kejelasan,anak tidak bisa fokus mencapai tujuannya.Langkah ini kami ambil karena terbukti pemerintah tidak memperhatikan suara rakyat.Lebih baik kita menciptakan kesempatan secepatnya daripada menunggu kesempatan itu datang,karena barangkali saat kesempatan itu ada sudah terlambat untuk kita.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 21, 2013 at 9:11 pm
    Maaf saya kurang setuju dengan pendapat di atas.Jangan mudah membubarkan sesuatu yang tidak sesuai harapan,cari dulu akar masalahnya dan perbaiki.Menurut saya UN ataupun UNAS sangat penting sebagai tolok ukur keberhasilan metode pengajaran, bagus atau tidaknya kurikulum,dan pemetaan sekolah.Namanya proses belajar mengajar harus diuji keberhasilannya secara nasional.Kalau tidak ada ujian berarti tidak ada target. Kalau tidak ada target,buat apa sekolah?Yang harus diberantas bukan UN ataupun UNAS nya tetapi ketidakjujuran di dalamnya. Ketidakjujuran,itulah akar masalahnya. Ketidakjujuran para pejabat makan uang anggaran, ketidakjujuran para pengawas UN/UNAS yang tidak profesional/pura-pura tidak tahu, kecurangan guru/sekolah dalam mark up nilai,kecurangan siswa yang menyontek. Ketidakjujuran harus kita berantas dengan tindakan tegas, perangkat hukum yang jelas,dan aparat yang disiplin.
    Kalau ingin menjadi bangsa yang besar,hargai dan upayakanlah kejujuran.

    Reply
    Wijaya Kusumah says:
    April 22, 2013 at 5:46 am
    betul, tapi UN merampas hak guru untuk menevaluasi siswa. Penilaian siswa harusnya diserahkan guru dan sekolah dan bukan pemerintah. Itu sdh ada undang-undangnya dalam sisdiknas.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 22, 2013 at 1:04 pm
    Maaf,penilaian siswa oleh guru bisa dilakukan dalam keseharian siswa di kelas,mulai dari sikap/perilaku, prestasi ulangan harian,hasil tes mid semester,hasil tes semester,bahkan angka dalam raporpun ditentukan guru.Dan nilai kelulusan bukanlah ditentukan oleh UN ataupun UNAS saja,tapi multifaktorial.

    Reply
    nafidh says:
    April 22, 2013 at 5:41 am
    langkah awal agar pelaksanaan UN bisa berjalan dan diterima oleh seluruh elemen bangsa adlah pemerintah harus mlaksanakan amar/keputusan dari MA tentang UN. Melaksanakan poin-poin yang termaktub dalam rekomendasi MA dengan nyata, baru boleh mengadakan UN.

    salam

    Reply
    Wijaya Kusumah says:
    April 22, 2013 at 5:44 am
    betul, sayangnya pemerintahnya ngeyel, hehehe

    Reply

  3. Ini perdebatan tentang dibubarkannya RSBI dari blog Om Jay.

    Ridwan Fakih says:
    January 11, 2012 at 10:31 pm
    Komentar tentang RSBI.
    Saya ingin mengomentari tulisan Omjay “Program RSBI sebenarnya bagus. Tapi sayangnya sumber daya manusia (SDM) guru kita belum siap menerimanya. Sementara pemerintah lebih menekankan kepada fasilitas daripada SDM guru”

    Menurut saya keberhasilan apapun termasuk dunia pendidikan itu melalui proses. Semua tidak akan terjadi secara instant.
    Kwalitas Guru yang Bagus adalah juga salah satu syarat keberhasilan proses pendidikan. Guru yang berkwalitas tentu tidak mudah mendapatkannya. Karena banyak bekas guru yang mungkin bisa “potensial bagus” segera pindah kedunia yang lain. Saya kira banyak orang terkenal pernah menjadi Guru, misal dari Jendral Sudirman,samapai “Kick Andi Noya” juga pernah Profesi guru. ( Saya dulu juga pernah 4th jadi guru/dosen).

    Intinya saya kira Pemerinah mencoba menciptakan sistem dan saya kira RSBI salah satu usaha. Karena kita sudah memasuki era globalisasi dimana kita (Indonesia) dipasaran tenaga kerja di luarnegeri sangat tertinggal. Saya mengalami, karena saat ini saya sudah 5 th bekerja di luar negeri, sebelumnya 25 tahun kerja diperusahaan Asing. Penguasaan Bahasa Ingris sangat menentukan dalam keberhasilan karier. Bukan Ilmu tetapi kemahirn dalm berbahasa Inggris. Sat ini kita sangat ketinggalan sekali dalam penguasan bahasa dalam hal report writing (dibanding India, Filipina ).

    Saran saya simpelkan materi mata pelajaran pendidikan. Bimbinglah anak didik mahir berbahasa asing, lancar menulis dan tidak gagap IT. Jangan lupa Keahlian/ilmu, sekarang bisa dicari dari pengalaman dan Google.

    Salam
    Bekas Guru yang masih pengin ngajar lagi.

    Reply
    yuni says:
    April 2, 2013 at 12:05 pm
    Pak Fakih,benar,tidak semua RSBI melakukan pelanggaran. Tersentuh hati saya membaca angket orangtua murid SDN Cemara Dua Surakarta kiriman Pak Wahyu…kalau sampai seperti ini tanggapannya berarti memang RSBI layak dipertahankan…

    Reply
    Wijaya Kusumah says:
    April 2, 2013 at 12:12 pm
    kalau semua sekolah menjalankan seperti ini ya layak dipertahankan. Fakta di lapangan adalah program RSBI memberatkan orang tua siswa dan akhirnya mereka yg tak punya tdk mendapatkan layanan yang baik dalam bidang pendidikan. Itulah mengapa akhirnya MK memutuskan untuk menghentikan program RSBI

    Reply
    Nurlela says:
    April 2, 2013 at 12:29 pm
    Om Jay,berarti benar pantauan MK tidak merata saat melakukan riset.Tidak semua daerah yang ada RSBI dipantau.Sayapun tersentuh membaca tulisan jawaban angket orangtua SDN Cemara Dua Surakarta.Cukup kritis,berpandangan jauh ke depan,tegas,lugas,rasional dan faktual.Menilik gaya tulisannya sangat bagus,disertai bukti dan runtut.Seandainya MK berpandangan seperti orangtua murid penulis angket SDN Cemara Dua Surakarta itu,pastilah bangsa ini semakin maju.

    Reply
    Siti Fatimah says:
    April 2, 2013 at 2:59 pm
    Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

    Reply
    Ridwan Fakih says:
    January 11, 2012 at 10:45 pm
    melanjutkan saran :
    Usaha untuk maju kita perlu meniru bangsa lain siapapapun dan dari manapun asal yakin membawa kebaikan, Amerika, Jepang, Belanda maupun Cina. Kalau pingin cepat “kopi/tiru” orang lain, dengan bejalannya waktu ada pengalaman “perbaiki” dan nanti kalau sudah baik kita sudah masuk tahap bersaing adakan “inovasi”.

    Kadang kita setiap add yang baru, kita banyak berdebat sehingga kita menjadi lelah dan kurang istiqomqh dalam berusaha/berjalan kearah perbaikan. Pakai semboyan “Just do it”. Kalau sudah jalan dengan usaha baru..
    kita berbaiki dan kalau perlu inovasi. Mari kita langsung mengkopi mana yang baik. Setuju Bapak-Bapak?

    Reply
    Ridwan Fakih says:
    January 11, 2012 at 10:55 pm
    Tambah lagi yha Omjay, mungkin nanti bisa disebarluaskan kekawan-kawan guru oleh Om Jay:

    Jangan terlalu stres menyelesaikan kurikulum, jadi guru yang santai, akrab dengan murid dan disukai murid seperti OmJay. Oh ya, saat ini saya kerja di perusahaan minyak di luar negeri. Rasanya pengin suatu saat sambil pension saya pengin ngajar di dunia pendidikan.

    Reply
    wijayalabs says:
    January 12, 2012 at 12:00 am
    terima kasih banyak mas. Senang mendapatkan tambahan pengalaman dari mas Ridwan Fakih.

    salam
    Omjay

    Reply
    Ridwan Fakih says:
    January 29, 2012 at 9:08 pm
    Omjay, saya jadi ketagihan nulis diblok ini: Boleh khan1

    Ada sebuah pertanyaan yang tertinggal. Apakah dalam Program RSBI ini ada program membuat”Majalah Dinding dalam Bahasa Ingris di Sekolah” Kalau sudah syukurlah. Kalau Belum. Saya usulkan.
    Mungkin akan banyak alasan. Saran saya “Just Do it” but majalah dinding di Sekolah. Bisa juga Website Majalah Dinding dalam Bhs Inggis melalui Website. Ini sangat cocok dengan SMA yang berlabel Labschool bukan. Saya kenal baik denga Pak Arief Rahman dulu belia pernah saya panggil untuk presentasi.

    Guru & Murid disuruh aktif mengisi sebisanya, dan jangan lupa sediakan fasilitas appresiasinya.Apresiasi bisa sebagai tambahan kurikulum “Pelajaran Kreatifitas” Berikan apresiasi pada murid yang berpartisipasi kasi nilai matapelajaran “kreatifitas ” minimal B. kalau bisa A.
    Sementara ini saja usulan saya.
    Selamat berbakti kepada bangsa melalui dunia pendidikan
    Salam dari Kuwait
    Ridwan Fakih

    Reply
    wijaya kusumah says:
    January 29, 2012 at 11:39 pm
    terima kasih atas masukannya mas fakih

    salam
    omjay

    Reply
    umi fadzilah says:
    February 26, 2012 at 4:16 pm
    saya setuju dengan rincian tersebut. yang saya rasakan pun memang seperti itu sebagai siswa RSBI. Terima kasih !!! Semoga dapat memebuka mata hati bagi yang membacanya.

    Reply
    wijayalabs says:
    February 26, 2012 at 5:54 pm
    sama-sama mbak umi, mari kita saling mengkritisi dan memperbaikinya dari dalam

    salam
    omjay

    Reply
    Siti Fatimah says:
    April 2, 2013 at 11:30 pm
    Mbak Umi,tidak semua berpandangan seperti Anda.Cobalah Anda lihat angket orangtua murid kiriman Bapak Wahyu di halaman ini.Menetes air mata saya saat membacanya.

    Reply
    wahyu says:
    April 1, 2013 at 11:24 pm
    Inilah jawaban angket orangtua murid SDN Cemara Dua Surakarta,eks-RSBI.
    1.BAGAIMANA PERASAAN BAPAK/IBU SETELAH MENDENGAR BAHWA STATUS RSBI TELAH DIBATALKAN/DIHAPUS OLEH MK (MAHKAMAH KONSTITUSI) ?
    Jawaban:
    Sebagai orang tua,saya merasa bingung,heran,kaget dan tidak percaya karena saya merasa RSBI adalah terobosan pendidikan yang baik.Terlepas dari berbagai suara miring terhadap RSBI,diakui atau tidak,RSBI memiliki banyak keunggulan,diantaranya:
    1.Pembatasan murid dalam satu kelas maksimal 28 sehingga perhatian anak lebih fokus dalam menerima pelajaran.
    2.Fasilitas sekolah yang lengkap membantu proses belajar mengajar.
    3.Kualitas guru yang baik,mampu menerapkan metode yang baik dan dapat diterima anak.
    4.Sistem pendidikan disini sudah baik dan banyak keunggulannya.Terutama dalam bidang Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan pemanfaatan multimedia secara maksimal untuk mendukung proses belajar mengajar sehingga lebih menarik dan mudah dicerna oleh anak-anak. Materi Bahasa Inggris terdiri dari General English,English for Math,dan English for Science. Sebagian besar materi Bahasa Inggris (English for Math and English for Science) ini tidak didapatkan di kursus pada umumnya karena sudah masuk inti mata pelajaran Matematika dan IPA. Namun demikian pelajaran agama,kesenian nasional,kesenian daerah, dan Bahasa Daerah tetap diberikan dalam kurikulum maupun ekstra kurikuler SDN Cemara Dua Surakarta.Jadi anak RSBI dididik berbudi pekerti luhur dan tidak mencabut akar budaya dan tradisi yang telah dimiliki oleh bangsa ini.
    5.Kurikulumnya padat,jam belajar mengajar lebih panjang, KKM nya tinggi menjadikan RSBI unggul.
    6.Disiplin baik.
    7.Tidak ada pungli di SDN Cemara Dua Surakarta.Semua biaya yang dibayarkan sesuai dengan nilai plus RSBI,sarana dan prasarana yang diterima anak.
    Ada ketidaksesuaian antara anggapan negatif terhadap RSBI dan kenyataan yang ada di SDN Cemara Dua Surakarta.Berikut ini adalah beberapa anggapan negatif terhadap RSBI .
    1.RSBI hanya mampu diakses oleh orang-orang kaya.Orang miskin tidak mampu masuk RSBI.
    Kenyataan: Kuota 10 % murid RSBI adalah siswa tidak mampu yang cerdas dan lolos seleksi.
    Di SDN Cemara Dua Surakarta kuota ini terpenuhi.
    2.RSBI mencabut akar budaya bangsa karena banyak mengajarkan Bahasa Inggris.
    Kenyataan:Walaupun RSBI banyak mengajarkan Bahasa Inggris, tetapi SDN Cemara Dua Surakarta juga mengajarkan agama, Bahasa Daerah,Kesenian Daerah,tari,karawitan masuk di dalam kurikulum dan ekstra kurikuler sehingga tidak mencabut akar
    budaya dan tradisi bangsa.Lagipula,menggunakan Bahasa Inggris bukan berarti tidak nasionalis,semuanya terpulang kepada diri pribadi masing-masing.Asalkan guru dan orang tua memberikan stimulasi budaya dan tradisi bangsa,maka anak
    tidak akan melupakan tanah airnya.
    3.RSBI tidak bermutu.
    Kenyataan:RSBI kurikulumnya lebih padat,jam pelajaran lebih panjang,penguatan materi dalam beberapa bidang pelajaran (Bahasa Inggris,Matematika,Science),pemanfaatan multimedia secara maksimal untuk membantu proses belajar mengajar,
    KKM nya tinggi, disiplin baik,dan tidak ada pungli,banyak guru telah direkurt untuk memberikan pelajaran sesuai bidangnya.Guru dan murid yang ada di SDN Cemara Dua Surakarta sudah lolos seleksi dan sesuai dengan persyaratan. SDN Cemara Dua Surakarta juga telah menjuarai banyak bidang,seni,agama,olahraga, maupun pelajaran/bidang studi.
    4.Pelajaran Bahasa Inggris di RSBI bisa didapatkan di luar sekolah (kursus).
    Kenyataan:Ada 3 materi Bahasa Inggris yang diajarkan di SD Cemara Dua Surakarta,yaitu General English,English for Math,dan English for Science.Untuk General English
    sebagian di antaranya bisa didapatkan di kursus.Tetapi English for Math dan English for Science tidak bisa didapatkan di kursus karena sudah masuk dalam materi pelajaran Matematika dan IPA. Menurut pendapat para ahli,belajar Bahasa Inggris sangat baik jika dimulai sejak dini.Apalagi di era globalisasi,penguasaan Bahasa Inggris adalah suatu kebutuhan untuk pendidikan di jenjang yang lebih tinggi,dunia kerja,maupun pergaulan.Jadi memang seharusnya Bahasa Inggris masuk kurikulum dan diajarkan di sekolah sejak dini.
    5.Pelajaran TIK di RSBI bisa didapatkan di luar sekolah (kursus).
    Kenyataan: TIK dan Bahasa Inggris adalah mutlak perlu dikuasai pada era globalisasi.TIK mencakup penguasaan multimedia,terutama komputer dan internet.Internet tidak
    hanya facebook,twitter,atau jejaring sosial saja.Namun yang lebih dibutuhkan adalah mencari informasi melalui internet,misalnya e-book,artikel,jurnal ilmiah, penelitian,dll.Ini sangat sulit dan tidak ada kursus manapun yang membahasnya sehingga perlu diajarkan bertahap sejak dini.Kalau untuk komputer,memang ada bebarapa tempat kursus yang membahas materi Office,Corel,Photoshop,disain grafis,dll,namun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan anak.
    6.RSBI adalah sekolah mahal.
    Kenyataan: Pengertian mahal adalah relatif.Jika yang didapat jauh lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan/dibayarkan maka itu bisa disebut murah karena ada keuntungan yang kita dapatkan.Sama saja halnya dengan menyekolahkan anak di SDN Cemara Dua Surakarta.Contohnya begini:waktu masuk sekolah uang gedung Rp.3.000.000,00 dan dibayarkan satu kali di awal,SPP Rp.200.000,00 per bulan.
    Tetapi pendidikan berjalan baik,guru berkualitas,fasilitas lengkap (multimedia,perpustakaan,ac,lampu),anak ikut ekstra kurikuler berapapun disini gratis,waktu outbond semua gratis (mulai seragam,transport,makanan dan minuman anak,dll),
    les tambahan guru gratis (jam ke-0,siang hari,persiapan UN,dll).
    Pendapat saya,jangan mudah tergiur dengan barang gratis, tetapi perhatikan dulu mutunya.Gratis biasanya jelek,cacat,produk lama,atau produk standar.
    Kalau mutunya baik,barangnya lebih kuat,dan awet wajarlah kalau harganya lebih mahal.Ada pepatah “Ana rega ana rupa, jer basuki mawa beya”.
    7.RSBI seenaknya mencomot guru.
    Kenyataan: Di SD Cemara Dua Surakarta banyak guru yang direkurt untuk mengajar sesuai keahliannya.Ada guru tari,karawitan,seni lukis,seni suara,Bahasa Inggris.Semua
    lolos seleksi dan terbukti bisa mengajar dengan baik.Khusus untuk guru-guru Bahasa Inggris,guru diseleksi dan dipilih oleh UNS.Mereka berpendidikan S2 dan S3,lancar berbahasa Inggris,handal dalam mengajar,menguasai multimedia untuk
    membantu proses belajar mengajar.Walaupun mereka adalah WB atau guru bantu namun saya sangat menghargai jasa dan pengabdian mereka.
    8.Tidak semua guru RSBI mengajar menggunakan Bahasa Inggris.
    Kenyataan: Ya,memang tidak semua guru di SDN Cemara Dua Surakarta mampu berbahasa Inggris.Tetapi ini adalah proses pembelajaran dan penyesuaian.Yang namanya proses pastilah butuh waktu.Langkah ingin maju dan usaha ingin maju dari para guru sebetulnya sudah ada dengan adanya tenaga ahli yang mendampingi saat mengajar.
    Melihat hal ini,berarti pembubaran RSBI tidak berdasarkan riset yang merata pada seluruh RSBI.
    Buktinya SD Cemara Dua Surakarta yang masih baik,bersih, tidak ada pelanggaran.Saya selaku orang tua menyayangkan keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang sangat picik,mengapa semua penilaian disamaratakan.
    Jika ada tikus di sebuah rumah,yang penting mengupayakan agar tikus itu keluar atau mati.Pakai lem tikus,racun,atau jepretan tikus,dan bukan dengan membakar rumah sampai habis. Jika ada pelanggaran RSBI di suatu daerah,seharusnya yang ditindak adalah oknumnya (yang melanggar),bukan seluruh RSBI disalahkan dan dibubarkan.Pembubaran RSBI juga menyisakan
    banyak masalah dan korban berkaitan dengan kelanjutan proses pendidikan anak,nasib guru-guru WB yang bekerja pada RSBI,pembiayaan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,dll.
    2.BAGAIMANA PENDAPAT BAPAK/IBU MENGENAI SUMBANGAN PARTISIPASI
    MASYARAKAT ATAU SERING KITA MENYEBUTNYA SPP?
    SPP sangat diperlukan untuk memperlancar proses pendidikan.Terutama untuk mendanai sarana
    dan prasarana,maupun kegiatan belajar mengajar. SPP SD Cemara Dua Surakarta selama ini
    sudah sesuai dengan nilai plus RSBI,sarana dan prasarana yang diterima anak.
    3.MENURUT BAPAK/IBU,KE DEPANNYA SEBAIKNYA BAGAIMANA?
    Untuk tahun ajaran baru dan selanjutnya,saya selaku orang tua menginginkan:
    1.Anak tidak menjadi korban sistem pembubaran RSBI.
    2.Sistem belajar mengajar yang sudah baik di SD Cemara Dua dilanjutkan dan lebih
    ditingkatkan.
    3.Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum RSBI,bukan kurikulum reguler,bukan pula kurikulum 2013.Menurut saya kurikulum RSBI harus dilanjutkan sampai anak kelas VI SD agar tercapai pendidikan yang berkesinambungan dan sesuai dengan apa yang telah dicapai anak eks-RSBI pada saat ini .Kurikulum 2013 dan kurikulum regular berbeda kebijakan dengan kurikulum RSBI,untuk anak eks-RSBI kedua kurikulum ini terlalu sederhana.Jika kedua kurikulum 2013 dan kurikulum regular diterapkan,anak akan rugi.Anak RSBI sudah sangat maju,mereka sudah bisa berlari jadi jangan dipaksa merangkak lagi. Ibaratnya mereka berangkat sekolah tiap hari tetapi ilmunya tidak bertambah,bahkan menurun.Rugi waktu,rugi biaya jika tidak menggunakan kurikulum RSBI.
    4.Guru-guru WB tetap dipertahankan,karena mereka adalah guru yang berkualitas .Misalnya saja Miss Mona,beliau sangat mengenal dan memperhatikan anak,disiplin, mudah ditanya/diajak berkonsultasi mengenai kemajuan anak, berpengalaman dan pandai mengajar sehingga materi Bahasa Inggris yang terlihat sukar menjadi jauh lebih mudah dikuasai anak.
    Mengenai pembiayaannya didanai oleh BOS,dan sisanya oleh orang tua/wali murid.
    5.Fasilitas yang sudah ada dipertahankan,jangan dikurangi atau dihilangkan, pembiayaannya didanai oleh BOS,dan sisanya oleh orang tua/wali murid.
    6.SPP bisa ditarik untuk menjamin kemajuan proses belajar anak di SD Cemara Dua Surakarta.
    Bagi saya,pendidikan anak yang berkualitas adalah segalanya. Dan pendidikan yang baik pasti butuh biaya.Asalkan biaya itu masih wajar,jelas pertanggungjawabannya dan diperlukan untuk kemajuan belajar mengajar anak,saya rela memberikannya.Saya tidak akan tergiur dengan pendidikan gratis,tetapi saya lebih memilih pendidikan yang bermutu.
    7.Mohon kepada pihak sekolah agar bisa membuat angket seperti ini dan diisi oleh seluruh orang
    tua murid sebagai dasar tertulis hitam di atas putih untuk memperjuangkan masa depan anak.
    Hasil angket bisa digunakan untuk menata kebijakan sekolah pasca pembubaran RSBI disesuaikan dengan kemauan orang tua siswa .Jika nanti ada teguran dari pihak lain,hasil angket bisa ditunjukkan,bahwa ini semua adalah kemauan orang tua siswa sebagai stakeholder tertinggi di dunia pendidikan/sekolah.
    8.Mohon kepada pihak sekolah agar dapat menjadi mitra yang komunikatif,berani, tegas,cekatan,tanggap,dan sigap.Jika ada permasalahan,mohon seluruh orang tua murid segera
    dipanggil untuk bersama-sama menentukan sikap demi kemajuan anak.Khususnya pasca pembubaran RSBI.Ini adalah masalah kita bersama.Orang tua, anak,dan pihak sekolah saling membutuhkan.
    Marilah kita berjuang bersama untuk kemajuan anak,jangan sampai terpuruk oleh keputusan MK.Walaupun RSBI sudah dihapus,kita bangkit seperti RSBI di Surabaya,Malang, Tangerang ,dan beberapa daerah lain yang akan mempertahankan sistem belajar mengajar,kurukulum,dan kebijakan RSBI sehingga SDN Cemara Dua Surakarta tidak goyah dan tetap unggul.

    Reply
    Haris says:
    April 2, 2013 at 12:10 pm
    Pak Wahyu,selamat atas keberhasilan RSBI di sekolah Anda. Orangtua murid sampai menulis seperti ini berarti semua nyata.Terharu sekali saya membacanya.Terasa sekali mereka merasakan kehilangan yang sangat atas penghapusan RSBI yang merugikan anak-anaknya.
    Semoga semangat selalu.

    Reply
    Rudi says:
    April 2, 2013 at 12:36 pm
    Jawaban angket yang sangat menyentuh hati.Tidak semua orangtua murid sekritis,seberani dan sedetail itu menyampaikan pandangannya.Semoga isian angket ini dibaca oleh MK,Mendikbud dan seluruh praktisi pendidikan.Semoga bisa membuka mata dan hati semua pihak.

    Reply
    Siti Fatimah says:
    April 2, 2013 at 2:44 pm
    Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

    Reply
    Hassanuddin says:
    April 2, 2013 at 2:55 pm
    Pak Wahyu,sayapun tidak setuju dengan pembubaran RSBI yang dilakukan tiba-tiba tanpa survei yang merata.Akan jauh lebih baik apabila RSBI dibina,diperbaiki,disempurnakan,dan kalaupun ada permasalahan segera diselesaikan.Benar kata orangtua murid di sekolah Bapak.Jika ada pelanggaran seharusnya yang ditindak adalah oknum yang melanggar,bukan dengan membubarkan seluruh RSBI.RSBI adalah sekolah unggulan yang bisa menjawab tantangan kemajuan zaman sehingga tidak layak dibubarkan.Sebuah proses pendidikan tidak ada yang instan.

    Siti Fatimah says:
    April 2, 2013 at 2:58 pm
    Subhanallah,luar biasa.Jawaban angket ini merupakan pengakuan,perhatian,dan dukungan yang tidak ternilai terhadap sekolah.Terselip juga kekecewaan terhadap keputusan MK yang membubarkan seluruh RSBI,termasuk yang tidak ada pelanggaran,yang tentunya akan memakan korban di pihak sekolah,guru,dan siswa. Jawaban angket ini pantas menjadi bahan perenungan bagi MK,Mendikbud dan pembaca.Usul saya,tolong jawaban angket orangtua murid ini disampaikan ke Kemendikbud,dan MK agar tidak berpandangan picik terhadap suatu masalah.

    Reply
    Wiwik says:
    April 2, 2013 at 11:14 pm
    Pak Wahyu,sungguh luar biasa pemikiran orangtua murid di sekolah Anda.Cerdas,berpandangan luas, berorientasi ke depan,faktual,tegas,lugas. Orangtua adalah stakeholder tertinggi dalam sebuah pendidikan.Sudah seharusnya suara mereka diperhatikan dan dipertimbangkan dalam kancah pendidikan.

    Reply
    Siti Fatimah says:
    April 2, 2013 at 11:27 pm
    Subhanallah,benar-benar luar biasa.Ini adalah pengakuan,perhatian dan dukungan yang dahsyat terhadap keberhasilan sekolah.Pantas direnungkan oleh semua pihak.

    Reply
    Rahma says:
    April 5, 2013 at 8:17 pm
    Pak Wahyu,dibubarkannya RSBI merupakan kemunduran mutu pendidikan.Model pendidikan di RSBI inilah yang menurut saya paling sesuai dengan kemajuan zaman saat ini.Saya bisa merasakan betapa sulit perjuangan di sekolah Anda karena selama ini RSBI hanya menjadi bahan cemoohan pihak-pihak yang tidak memahami hakikat RSBI,termasuk pandangan pemerintah yang selalu menyudutkan keberadaan RSBI.Saran saya tetaplah berproses dan berjuang demi anak didik, walaupun label RSBI sudah dibuang. Model pendidikan RSBI yang sudah baik haruslah diteruskan demi anak didik.

    Reply
    Danardono says:
    April 12, 2013 at 10:38 am
    Pak Wahyu,pemerintah yang tidak bijak akan selalu membuat rakyat sengsara.Salut atas keberhasilan SDN Cemara Dua Surakarta.Semangat selalu,mari berjuang untuk kebaikan anak didik kita.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 17, 2013 at 2:28 pm
    Pak Wahyu,saya juga mempunyai dua anak kembar yang bersekolah di SD RSBI.Setahu saya,kurikulum RSBI sudah mantap dan banyak sekali materi tambahan yang bersumber dari luar negeri.Sister school anak-anak saya adalah universitas ternama di Singapura.Untuk Bahasa Inggris, bukunya saja memakai Alive Longman. Untuk Bahasa Inggris diajarkan 8 jam pelajaran per minggunya,dan di kelas 3 SD anak-anak saya mempelajari General English,English for Math dan English for Science yang kesemuanya merupakan materi yang berbobot dan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa. Untuk TIK dan multimedia lainnya selalu digunakan dalam proses belajar mengajar,tiap guru mengajar dengan power point,dan murid selalu mendapatkan PR project browsing dari internet dan dipresentasikan di depan kelas dengan dua bahasa,Indonesia dan Inggris.Untuk matematika,banyak sekali materi pengayaan yang diajarkan,disesuaikan dengan kurikulum luar negari.Saat anak-anak saya duduk di kelas dua SD,mereka sudah diajari teori Phytagoras,jadi sudah lebih luas dibanding reguler.Untuk sains juga demikian, jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa.Anak-anak saya pernah mendapatkan tugas mencari gambar anatomi telinga manusia dan dipresentasikan dengan power point dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.Seperti itulah perbedaannya. Untuk ujian mid dan semester,ada bahan dari Dikpora setempat dan ada tes khusus RSBI.
    Memang kalau tidak masuk di dalam RSBI hanya tahu sepintas kilas bisa salah persepsi,menghina dan mencemooh. Saya punya pilihan dalam menyekolahkan anak.Dan menjelang pemaksaan kurikulum 2013 ini saya mulai tidak percaya dengan pejabat negeri ini,yang hanya tahu korupsi uang negara sehingga mengorbankan banyak pihak,termasuk anak-anak kita.Oleh karena itu mohon saran sekolah di luar negeri manakah yang terbaik pada saat ini.Biaya tidak masalah asalkan anak-anak saya tidak dirugikan dengan pembubaran RSBI dan pemberlakuan kurikulum 2013 yang merupakan pembodohan belaka.Mohon saran lewat blog ini. Terimakasih.

    Reply
    wahyu says:
    April 1, 2013 at 11:28 pm
    RSBI tidak gagal,walaupun sedang berproses namun di SDN Cemara Dua prosesnya jelas dan hasilnya nyata.Sayang program sebagus ini harus terhenti pada keputusan MK.

    Reply
    Wijaya Kusumah says:
    April 1, 2013 at 11:42 pm
    kami melihatnya tdk hanya satu daerah, tapi melihatnya secara nasional. Semoga saja apa yg baik itu bisa dilanjutkan dan kami berharap dana yg disediakan oleh sekolah negeri berasal dari pemerintah dan bukan orang tua murid. Terkecuali sekolah itu adalah sekolah swasta.

    Salut buat keberhasilan RSBI di sekolah anda, semoga dapat ditularkan kepada sekolah negeri lainnya.

    salam
    Omjay

    Reply
    Wahyudi says:
    April 2, 2013 at 12:19 pm
    Om Jay,menurut saya benar apa yang dikatakan oleh orangtua murid itu.Pemerintah mempunyai keterbatasan perhatian dan pendanaan.Dan sekarang ini di Kemendikbud sudah dalam sorotan KPK karena terindikasi korupsi.Sekolah negeri tidak bisa menyandarkan kepala,pasrah,menunggu bantuan pemerintah.Bagaimana kalau dana BOS ataupun dana lain dari pemerintah terlambat atau tidak pernah sampai ke sekolah karena dari atas sudah dikorupsi?Bagaimana dengan anak didik kalau semuanya terbatas karena tidak ada dana?Orangtua murid sudah tahu bahwa program yang baik sebanding dengan fasilitas yang diterima,apalagi program RSBI memerlukan sumberdaya dan fasilitas yang lebih tinggi.Asalkan semua biaya yang dikeluarkan oleh orangtua kembali ke anak,dinilai wajar, dipertanggungjawabkan tidak ada salahnya ada SPP.

    Reply
    Gigih Prasetyo says:
    April 3, 2013 at 3:51 pm
    Pak Wahyu dan semua pembaca,saya menyayangkan keputusan MK yang gegabah membubarkan seluruh RSBI.Pada hakekatnya RSBI itu jauh lebih unggul dibanding reguler.Walaupun KKM tinggi,antara 8,0-8,5 namun rata-rata kelas juga lebih tinggi berkisar antara 9,2-9,5.Ini sangat luar biasa,berarti yang dapat nilai 100 pastilah banyak sekali.RSBI biasanya jadi langganan juara Olympiade dan pelajar teladan.RSBI memang seleksi masuknya luar biasa sulit,tugasnya banyak dan pelajarannya jauh melampaui reguler, disiplin tinggi.Aneh memang, sekolah yang terbukti baik dibubarkan sementara sekolah reguler tidak dibina.Serelah RSBI dibubarkan, pemerintah tidak memberikan kebebasan untuk menerapkan kurikulum yang sesuai untuk sekolah eks-RSBI.
    Kalau seperti ini,bisa-bisa murid eks-RSBI pindah ke sekolah swasta unggulan,sekolah internasional,bahkan bisa jadi orangtua akan memindahkan mereka ke luar negeri.
    Indonesia akan kehilangan bibit-bibit unggul.

    Reply
    Rahma says:
    April 6, 2013 at 11:10 am
    Presiden Sukarno adalah didikan Belanda,negara maju yang sudah matang kurikulum dan metode pendidikannya.MILO pada zaman itu bisa disejajarkan dengan RSBI zaman sekarang.

    Reply
    Fika Handayani says:
    April 19, 2013 at 2:00 pm
    Pak Wahyu,saya juga mempunyai dua anak kembar yang bersekolah di SD RSBI.Setahu saya,kurikulum RSBI sudah mantap dan banyak sekali materi tambahan yang bersumber dari luar negeri.Sister school anak-anak saya adalah universitas ternama di Singapura.Untuk Bahasa Inggris, bukunya saja memakai Alive Longman. Untuk Bahasa Inggris diajarkan 8 jam pelajaran per minggunya,dan di kelas 3 SD anak-anak saya mempelajari General English,English for Math dan English for Science yang kesemuanya merupakan materi yang berbobot dan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa. Untuk TIK dan multimedia lainnya selalu digunakan dalam proses belajar mengajar,tiap guru mengajar dengan power point,dan murid selalu mendapatkan PR project browsing dari internet dan dipresentasikan di depan kelas dengan dua bahasa,Indonesia dan Inggris.Untuk matematika,banyak sekali materi pengayaan yang diajarkan,disesuaikan dengan kurikulum luar negari.Saat anak-anak saya duduk di kelas dua SD,mereka sudah diajari teori Phytagoras,jadi sudah lebih luas dibanding reguler.Untuk sains juga demikian, jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa.Anak-anak saya pernah mendapatkan tugas mencari gambar anatomi telinga manusia dan dipresentasikan dengan power point dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.Seperti itulah perbedaannya. Untuk ujian mid dan semester,ada bahan dari Dikpora setempat dan ada tes khusus RSBI.
    Memang kalau tidak masuk di dalam RSBI hanya tahu sepintas kilas bisa salah persepsi,menghina dan mencemooh. Saya punya pilihan dalam menyekolahkan anak.Dan menjelang pemaksaan kurikulum 2013 ini saya mulai tidak percaya dengan pejabat negeri ini,yang hanya tahu korupsi uang negara sehingga mengorbankan banyak pihak,termasuk anak-anak kita.Oleh karena itu mohon saran sekolah di luar negeri manakah yang terbaik pada saat ini.Biaya tidak masalah asalkan anak-anak saya tidak dirugikan dengan pembubaran RSBI dan pemberlakuan kurikulum 2013 yang merupakan pembodohan belaka.Mohon saran lewat blog ini. Terimakasih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>