Nah….Ini Baru Bekasi-ku

Komunitas Bloger Bekasi in action di Radio Dakta
Komunitas Bloger Bekasi in action di Radio Dakta

SETIAP hari Jumat, ketika sebagian warga Bekasi masih terlelap tidur saya sudah meluncur ke arah Jalan Agus Salim, markasnya Radio Dakta 107 FM. Pas jarum panjang menunjukkan angka 6, saya pun sudah siap di depan mike dan Mas Dani mulai bercuap-cuap membuka acara khas “Dialog Pagi” yang membuka ruang bagi pendengar untuk melakukan reportase mengenai berbagai isu. Mungkin ini yang sering dikatakan oleh orang-orang pinter (yang jelas bukan dari golongan perdukunan atau teman-temannya Mama Lorent)  dengan istilah citizen journalism atau jurnalisme warga.

Hari Jumat di minggu terakhir bulan Desember 2009, merupakan hari yang paling spesial bagi saya, karena dua hal. Kahiji, ini merupakan hari pertama di tahun 2010. Suasana lengang libur Tahun Baru sangat terasa  sepanjang perjalanan dari rumah ke studio. Walau di banyak sudut jalan, sampah menumpuk, karena petugas banyak yang libur Tahun Baru. Kadua, nara sumber yang membuka lembaran baru tahun 2010 adalah kawan-kawan yang tergolong manusia-manusia cerdas di atas rata-rata. Sebuah kehormatan luar biasa karena yang datang adalah tokoh terkemuka bloger Bekasi Mas Aris  Heru Utomo dan admin www.bloggerbekasi.com, Mas Irfan.

Tulisan ini tidak akan bercerita tentang isi dialog dengan Mas Aris dan Mas Irfan, tapi lebih menonjolkan ekspresi kebanggaan saya terhadap kota yang bernama Bekasi. Tulisan di awal hanyalah sekedar bumbu tulisan saja, sekalian perkenalan.

bekasiku2
Jalan Ahmad Yani yang mulus dan lengang saat Hari Libur Tahun Baru 2010

Mengapa saya bangga dengan kota ini ? Setelah selesai siaran pagi, saya langsung memacu motor menuju rumah untuk siap-siap sholat jumat (Alah..lebayy. Bilang aja mau tiduran dulu pake alasan religius segala, begitu kata hati kecil). Ketika sampai di jalan Ahmad Yani (depan Kantor Walikota Bekasi), tiba-tiba kaki saya dengan otomatis menginjak rem secara mendadak. Bukan karena ada nenek-nenek lewat atau anak kecil yang lagi mengejar bola (biasanya kedua mahluk ciptaan Allah ini kalau nyebrang gak pernak tengok kanan kiri). Tapi saking terpesonanya oleh suasana pagi Jalan Ahmad Yani. Tidak ada kemacetan, polusi pun nyaris tidak ada, bahkan matahari pun enggan mengganggu perjalanan dengan sinarnya yang panas.

Langsung tangan meraih kamera pocket (konon alat ini menjadi perlengkapan standar para bloger). Dengan berkali-kali menekan tombol capture, suasana langka jalan Ahmad Yani mulai berpindah ke format digital (mudah-mudahan hasil jepretan kamera amatir ini  layak masuk katagori lomba foto Bloger Bekasi).

Jalan Ahmad Yani di hari pertama tahun 2010, begitu lengang dan udaranya yang sejuk semakin menambah nikmatnya perjalanan.  Tanpa terasa tangan langsung menggeber gas motor sampai kecepatan maksimal. Wuih….nikmat sekali bisa menguji kekuatan mesin sampai batas maksimal. Hal yang sama tidak mungkin dilakukan di hari-hari kerja, bahkan hari minggu sekalipun Jalan Ahmad Yani termasuk jalan dengan frekuensi kendaraan yang padat. Nah…ini baru Bekasiku !

Jalan yang lebar dan mulus telah lama menjadi angan-angan saya sebagai warga urban yang sudah cukup lama tinggal di Bekasi. Angan-angan itu, sedikit demi sedikit mulai mewujud. Lihat dan rasakan sendiri nikmatnya melintas di Jalan Ahmad Yani yang mulus…lus…lusssss.

Bekasi saat ini, memang sedang giat melakukan pembangunan infrastruktur kota. Berbagai jalan yang menjadi muka kota sudah mulai diperlebar dan diaspal mulus (mudah-mudahan jalan ke lingkungan juga akan diperbaiki dalam waktu dekat). Berbagai desain tiang lampu pun mulai didirikan. Kala malam tiba, Bekasi pun bermandikan cahaya. Indah dipandang mata. Begitu pula taman-taman kota mulai memikat kalang tua dan muda (mulai dech…sok melankolis. Beginilah kalau sastrawan gagal berpuisi. Gak jelas maksudnya….).

Jalan yang lebar dan mulus (depan Islamic Center Bekasi). Seandainya suasana lengang ini setiap hari....
Jalan yang lebar dan mulus (depan Islamic Center Bekasi). Seandainya suasana lengang ini setiap hari....

Hamparan  tanah-tanah kosong tidal lagi dibiarkan gersang. Berbagai jenis tanaman mulai tumbuh. Begitu pula gerakan kebersihan kerap dilakukan setiap hari Sabtu. Persoalannya adalah bagaimana mengarahkan semua kegiatan itu tidak hanya menjadi domainnya walikota semata. Problem klasik kota-kota besar adalah bagaimana menggerakkan partisipasi warga yang seringkali kritis dalam menilai namun miskin dalam berbuat.

Saya sangat mendukung idenya Mas Aris yang berkomitmen bahwa organisasi Komunitas Bloger Bekasi tidak hanya bisa menulis tapi juga berbuat untuk kota ini. Gerakan penanaman pohon menjadi salah satu pilihan untuk memberikan arti pada pengembangan kota di masa depan. Konon, rencana besar ini sedang dalam proses pembahasan, terutama menyangkut lokasi dan jenis tanamannya.

Saya membayangkan, seandainya rencana mulia ini dapat diwujudkan hari ini, dalam 3 – 5 tahun ke depan Bekasi akan menjadi kota yang nyaman, indah, hijau dan menyenangkan. Tidak ada lagi berita koran yang didominasi oleh isu perampokan, pencurian rumah kosong,  teroris, dan berita-berita seram lainnya.  Saya akan sangat bangga menceritakan Bekasi yang Baru kepada orang-orang di kampung kala mudik nanti….Nah, inilah Bekasiku ! (1/1/2010)

4 thoughts on “Nah….Ini Baru Bekasi-ku”

  1. Setuju bang harun….
    sseandainya kondisi yang ente alamin bisa setiep ari…….berlangsung terus menerus,
    walaupun kagak ada Adipura…….
    jalan lengang, lebar dan sepi…ohoooi….barang langka itu bang…..

    1. @komarudin ibnu mikam, bang komar saya undang lagi di dakta ngomongin bekasi sekitar tanggal 15 januari…..ada waktu ?

  2. Mantabh Kang Harun… Saya juga menikmati sepinya Kota Bekasi di pagi menjelang Jumat tanggal 1 Januari 2010 itu… Setelah Kang Harun pulang, saya dan pak Aris masih berdiskusi panjang mengenai program kedepannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>