Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan

peraudaraanindexDi beberapa daerah yang tingkat pendidikannya cukup tinggi, kesadaran untuk membentuk komunitas cukup tinggi. Sebut saja Yogyakarta, komunitas sosialnya cukup tinggi. Dari sekian komunitas yang ada, satu diantaranya dikenal komunitas pecinta buku-buku tua. Komunitas ini memiliki informasi buku-buku tua lengkap dengan harganya. Biasanya komunitas ini menjadi refrensi untuk riset sejarah atau riset literatur klasik.

Itu satu potret komunitas sosial yang tumbuh dan berkembang di daerah lain. Di Bekasi sendiri kesadaran untuk menghimpun diri dalam komunitas sosial ini cukup tinggi. Dalam Amprokan Komunitas Bekasi Sabtu lalu, saya melihat cukup besar perkembangannya.

Ini kabar gembira sekaligus harapan besar untuk pembangunan Kota Bekasi kedepan. Mengapa kabar gembira? Karena pada dasarnya keberadaaan komunitas-komunitas ini adalah bentuk kebangkitan modal sosial yang konon katanya mulai luntur di negeri ini. Modal sosial atau sivil society ini menjadi penting dalam membangun kota yang kita cintai ini.

Esensi modal sosial itu adalah kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Yang dalam hal ini Kota Bekasi yang terdiri dari pemerintah dan masyarakat. Jika masyarakat sudah mulai tumbuh kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar berarti berbagai pemikiran dan ide-ide pembaharuan akan terus lahir.

Dan yang jelas, keberadaan komunitas-komunitas sosial ini mendobrak kebuntuan berpikir. Kelahiran dan perkembangan komunitas ini adalah anti tesis dari stagnasi. Dengan demikian ada harapan masyarakat kita akan dinamis dalam menyongsong kehidupan kota yang lebih baik.

Sebagai contoh, keberadaan taman pintar di Yogyakarta tidak lepas dari dorongan komunitas sosial yang ada di daerah itu. Lewat media sosial yang ada, wacana tentang taman pintar itu terus dikumandangkan. Terutama tentang konsep taman pintar itu sendiri.

Secara pribadi dan selaku Wakil Wali Kota Bekasi, saya menaruh harapan besar terhadap komunitas-komunitas sosial yang ada. Saya meyakini komunitas-komunitas ini mampu memberikan pemikiran yang jernih terhadap berbagai persoalan perkotaan. Karena mereka umumnya di luar sistem. Bisa berpikir lebih obyektif. Lebih steril dari kepentingan politik yang kadang kala pragmatis. Wajar bila komunitas ini oleh ilmuan sosiologi disebut sebagai sivil society. Namun memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan publik.

Untuk teman-teman di berbagai komunitas yang ada, entah blogger Bekasi, Bekasi Berkebun, Akber, Green Attack, Ayah ASI, Nebengers, Kelas Inspirasi, TDA, EH Bekasi, Komunitas IT, Siswa Wirsusaha atau yang lainnya, mari kita bersinerji membangun kota ini.

Tak akan bisa kota ini maju dan humanis di tangan segelintir orang, kebersamaan adalah modal dasarnya. Masukan dan ide akan terus saya tunggu untuk menata kota tercinta ini.

27 thoughts on “Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan”

  1. bener juga sih kalau dari komunitas” adalah bentuk kebangkitan …
    kesadaran untuk bersosialisai juga bisa ditumbuhkan melalui komunitas” karena sering dalam komunitas pasti akan bertemu dengan orang” baru … :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>