Kenapa Yang Komentar Kebanyakan Tukang Obat ?

backlinkSalah seorang tokoh Blogger Bekasi, Mbak Irma Senja, dalam salah satu postingannya mempertanyakan kenapa yang komentar kebanyakan tukang obat? Begitu membaca komentar tersebut sayapun tersenyum dan teringat rencana untuk membuat postingan khusus mengenai hal itu. Saya bermaksud membuat postingan tersendiri karena dalam hampir semua postingan saya di bloggerbekasi.com juga selalu dipenuhi komentator seperti tukang obat dan sejenisnya. Namun karena (sok) sibuk, saya pun lupa untuk menuliskannya.

Sebenarnya memberikan komentar pada suatu postingan adalah hal yang wajar bahkan ditunggu-tunggu oleh si penulis. Dengan adanya komentar yang masuk berarti postingan dibaca orang dan mendapatkan perhatian. Disinilah sebenarnya kelebihan sebuah blog, ada interaksi antara penulis dan pembaca. Dalam bahasa pergaulan, bisa terjalin silahtirahmi antar sesama blogger. Berkomentar bisa menjadi cara yang paling ampuh untuk menunjukkan rasa saling toleran antar sesama blogger, meskipun dibalik semuanya itu terselip sebuah maksud dan tujuan lain.. yakni mendapat umpan balik atau dalam bahasa gaulnya LinkBack atau Backlink.

Nach disinilah pokok masalahnya. Ketika saya perhatikan dari komentar-komentar yang masuk, yang menurut mbak Irma kebanayakn tukang obat, tampaknya lebih untuk mencari backlink agar blog atau website bisa tetap nangkring di halaman-halaman depan Google. Para komentator tampaknya ingin mempraktikkan ilmu SEO yang didapatnya dan melihat bloggerbekasi.com sebagai tempat ideal untuk menaruh backlink. Kenapa bloggerbekasi.com dibilang ideal? Karena trafficnya lumayan tinggi dan bloggernya pun aktif di ranah blogosphere serta kopdar-kopdar offline.

Lalu kenapa komentatornya kebanyakan tukang obat? Jawaban pertama, saya tidak mempunyai jawaban pasti yang didukung oleh data statistik, namun dari pengamatan sepintas (cmiiw), hal tersebut tidak terlepas dari aktifnya para pengusaha di Bekasi untuk memanfaatkan internet guna mempromosikan usahanya, yach salah satu atau duanya lewat penerapan teknik SEO.

Jawaban kedua, ternyata blogger bekasi sendiri jarang nengok blog kroyokan Beblog dan kalaupun mampir cuma sekedar lewat. Entah karena postingannya kurang menarik atau postingannya terlalu serius atau takut dibilang komentarnya ngawur sehingga kalaupun mau berkomentar lebih memilih anonim… (silahkan komentar jika tidak sependapat dan silahkan juga berkomentar jika sependapat).

Lalu apakah saya keberatan jika postingan saya dikunjungi komentator yang bermaksud untuk sekedar menaruh backlink? Sejauh komentarnya masih wajar, saya tidak merassa keberatan. Ya hitung-hitung beramal dengan memberi backlink. Makin banyak yang menaruh backlink di postingan saya, makin banyak amal ibadah saya (ha ha ha).

O ya … sebelum mengakhir postingan yang gak penting ini, perkenankan saya untuk memberikan 3 buah saran dalam berkomentar di suatu postingan blog, yaitu sebagai berikut:

– Berikan komentar sesuai topik dengan cerdas. Hal ini penting karena pengunjung lain akan melihat kualitas anda dan pengunjung lain akan mengklik backlink jika merasa link yang anda berikan bisa menjawab keingintahuan mereka.

– Hindari komentar SPAM dan penuh pamrih apalagi menghina.

– Hormati penulis blog atau admin dengan tidak meminta atau menyuruh kunjungan balik atau follow.

Demikian, semoga bermanfaat.

5 thoughts on “Kenapa Yang Komentar Kebanyakan Tukang Obat ?”

  1. Saya sering sekali menerima komentar di blog pribadi saya yang hanya menaruh link dan komentar yg meminta mengunjungi balik, tp sama sekali gak memberi tanggapan apapun ke tulisan yg saya buat. Alasan inilah yg membuat saya akhirnya memoderasi komentar pak.

    Masih dimaklumi sih kalau mengomentari tulisan kita dgn sopan seperti bbrp kmntr di tulisan saya di web beblog meski memakai link jualan, cuma resikonya jd males untuk mengunjungi balik. Karena udh tahu pasti blognya blog jualan :D

    Tapi saya jg mau mengikuti pak Aris deh, silahkan aja menaruh link itung2 amal ya pak ^_^

    * hayoooo siapa tuh blogger bekasi yg jarang nengok ke blog komunitasnya, jgnkan nulis ya pak kasih komentar aja nggak. Terus terang salah satu alasan saya agak segan nulis di blog komunitas ini jg karena itu, sepi komentar. Kesannya tulisan kita dicuexin gitu. *yeee itu mah karena tulisan kamu aja yg gak bagus nengnong #ngumpet

  2. hahahaha, saya sudah mengalaminya dimana-mana mas, bahkan di beberapa blog saya malah terkesan sampah, tapi tak apalah, mereka juga cari makan, jadi istilahnya kita sambil berbagi lah, asal tidak merugikan secara signifikan. itu saja :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>