Amprokan Komunitas 2013

amprokan komunitasSebagai pemanasan dari Amprokan Blogger 2013 yang akan digelar September nanti (Insya Allah). Komunitas Blogger Bekasi alias Beblog membuat acara bertajuk Amprokan Komunitas sore ini 20 Juli 2013. Beragam komunitas yang ada di Bekasi diundang dan akan hadir di Amprokan yang diadakan di NICs Café. Diperkirakan seratus orang blogger dan bukan blogger akan hadir, dua kali lipat dari target panitia Beblog. Selain itu akan hadir petinggi kota Bekasi Achmad Syaikhu yang juga Wali Kota Bekasi dan anggota DPRD Ronny Hermawan.

Amprokan ini tentu saja menarik karena dikoordinasikan secara mandiri oleh komunitas blogger yang pernah terpilih sebagai komunitas terbaik pada 2010. Dengan jumpalitan para jagoan dan srikandi Beblog mengupayakan sponsor dan dana kas agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. Bukan hanya menyediakan makan dan minum untuk berbuka puasa secara gratis, tetapi juga menghandirkan pembicara handal yang ilmunya dapat bermanfaat bagi peserta yang hadir.

‘Wah asyik bener tuch peserta Amprokan Komunitas, udah kenyang berbuka puasa dengan gratis, bisa bersilahturahmi, dapat ilmu dan tentu juga temen baru’ komentar Sanip

‘Bener Nip, sayang banget kalau yang udah dan daftar dan kasih konfirmasi kemudian batal hadir’ kali ini Bang Nawi yang berkomentar

‘Iye, gue juga berharap mereka-mereka yang hadir bisa mendapatkan manfaatnya semaksimal mungkin. Biar Amprokannya berkah dan tujuan untuk saling memberi dan berbagi bisa tercapai. Kata bang Kokom, istilah kerennya dalam bahasa Inggris adalah ‘giving and sharing’

‘Bukannya ‘sharing, connecting’ seperti tagline sebuah blog keroyokan milik sebuah korporasi media besar Nip?

‘Iye, itu juga bisa. Sharing dan connecting antar komunitas, biar ke depannya kalau mau bikin kegiatan bisa saling sinergi dan menggabungkan kekuatan masing-masing komunitas. Baik itu blogger ataupun bukan blogger. Kan di Bekasi, selain komunitas blogger, ada komunitas pengusaha, guru, pelukis, fotografi dan lain sebagainya’

‘Wah elo sekarang udah pinter ngejelasin ya Nip’ ujar Bang Nawi kagum

‘Ha ha ha … kan abang juga yang ngajarin’

‘Omong-omong elo datang gak Nip ke Amprokan Komunitas sore ini?’

‘Nach itu die bang, dengan penuh penyesalan gue kagak bisa dateng. Padahal pengen banget. Pada saat yang bersamaan gue disuruh ikut boss buka puasa di kampung China’

‘Nach lho’ Bang Nawi cuma bisa bengong

‘Iye bang kagak enak banget sama teman2 Beblog. Tapi apa boleh buat. Gue cuma berharap, mereka-mereka yang dateng ke acara Amprokan Komunitas bisa menuliskan reportasenya di blog bloggerbekasi.com , baik yang ngaku blogger atau kagak. Jangan cuma kondangan, abis makan dan ngobrol-ngobrol terus bablas angine. Padahal yang kagak bisa ikutan acaranya kan banyak dan pengen juga merasakan nuansanya dari jauh dan bisa ketularan ilmu yang ditebar selama acara’

‘Iye Nip, nanti gue sampein harapan elo ke Bang Komar, Mas Rawi, Uda Irfan, Mas Yulef, Kang Harun, Pak Dian, Mba Ajeng, Mba Injul, Mbah Mira, Teh Irma, Mba Anggi dan Mas Bene, Mba Suzie, mas Slamet dan Ilham serta anak-anak Ibote, temen-temen dari komunitas pengusaha dan nama lain yang kagak kesebut namanya … mudah2an mereka bukan blogger kondangan apalagi blogger pingsan, jadi bisa bikin tulisan’

‘Juga Mas Eko dan twin brother Daeng Amril dan om Jay juga ya bang?’ sela Sanip

‘Beres … kalau mereka bertiga sich gak perlu diragukan lagi soal reportasenya, kagak diminta juga pasti buat’

‘Ok sip bang, sampaikan juga salam ke temen2 Beblog yang rajin-rajin dan juga semua peserta Amprokan Komunitas . Mohon maaf kalau ada salah-salah kata’

‘siip …’  

—–

Update Postingan:

1. Foto diambil dari postingannya Mas Amril (dengan terlebih dahulu minta ijin).

2. Sejauh ini yang sudah posting re kegiatan Amprokan Komunitas adalah: Mas Amril (di beblog dan pribadi), Mas Eko (masih diblog pribadi) dan Bang Nur (di harian Terbit)

3. Yang lainnya ditunggu, biar gak dibilang blogger pingsan atau blogger kondangan. Silahkan isi kolom komentar dan letakkan link tulisan agar dikunjungi teman2

Menulis Itu Memang Harus Dipaksakan

13740751081579462934Menulis itu Memang Harus Dipaksakan oleh diri sendiri. Kemalasan diri harus dilawan, dan akhirnya kita akan menjadi pemenangnya.

Usai sholat subuh berjamaah di masjid, saya berangkat menuju sekolah. Hari ini sengaja saya tak membawa mobil ke sekolah. Saya memilih naik kendaraan umum saja. Biasanya ada bus metromini 62 langsung menuju terminal Manggarai. Dari sini saya naik busway ke sekolah dan turun di halte bus kampus unj rawamangun. Dengan uang Rp.6000 pasca kenaikan bbm, saya sudah tiba di sekolah dengan selamat.
Alhamdulillah.

Berangkat pagi hari sungguh nikmat. Tak ditemui kemacetan sepanjang jalan. Beginilah nikmatnya bila berangkat jam 05.05 wib. Jalan masih longgar dan mobilpun berjalan dengan sangat lancar. Selancar pikiran kita yang memaksakan diri untuk menulis.

Saya bersyukur kepada Allah diberikan kenikmatan sholat subuh berjamaah di masjid. Sesuatu kenikmatan yang tidak bisa didapat kalau kita hanya berdiam diri di rumah. Itulah mengapa Rasulullah SAW selalu memberi contoh umatnya untuk sholat subuh berjamaah di masjid.

Guru ngaji saya pernah berkata, bila kamu ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah atau mati yang baik, maka jangan pernah meninggalkan sholat subuh berjamaah.

Di dalam metromini 62 saya tuliskan ini. Betapa nikmatnya berangkat ke sekolah di pagi hari. Kita harus mampu mengelola waktu dengan baik. Sebab waktu tak akan pernah kembali lagi. Kurangi waktu tidurmu, dan ingatlah selalu tentang waktu yang terus mengejarmu.

Selama 2 hari ini saya memang tidak menulis di blog seperti biasanya. Kesibukan tahun ajaran baru dengan kurikulum baru sangat menyibukkanku. Hal yang paling mudah kulakukan adalah menulis status di facebook seperti sekarang ini. Ponsel jadulku masih sanggup untuk itu.

Menulis memang harus dipaksakan. Usahakan menulis walaupun hanya menulis status di facebook atau berkomentar di tulisan orang lain. Dengan begitu, engkau akan terbiasa menulis dan tidak takut lagi menulis.

Ketika menulis sudah menjadi kebiasaan, maka dia akan menjadi sebuah kebutuhan. Engkau akan merasa haus dan lapar ketika belum menulis. Hal itulah yang kualami sendiri ketika menulis sudah masuk alam bawah sadarku. Tiada hari tanpa menulis, dan tentu saja tiada hari tanpa membaca.

Menulis memang harus dipaksakan. Seperti bangun pagi hari yang harus dipaksa. Kemalasan diri harus dilawan. Tanpa terasa bus metromini yang saya tumpangi sudah sampai terminal Manggarai. Saya akhiri tulisan saya di sini.

Eh kok malah nyambung lagi. Habis enak sih! Busway sudah di depan mata. Dengan uang Rp. 2000, meluncurlah saya menuju sekolah tanpa terkena macet. Ongkos busway masih murah sebelum jam 6 pagi. Nikmatnya bangun pagi, dan menikmati ibu kota Jakarta di pagi hari yang lengang.

Waktu di ponsel saya sudah menunjukkan pukul 05.47 wib. Busway yang saya tumpangi sudah sampai matraman. Jadi ingat waktu dapat voucher belanja buku di gramedia matraman. Rasanya puas banget belanja buku sebesar Rp. 500.000. Saya dapatkan itu ketika tulisan saya menang dalam lomba menulis di http://guraru.org. Tulisan saya menjadi tulisan terpopuler.

Makanan terpenting seorang penulis adalah buku. Dengan banyak membaca buku, maka kamu tak akan pernah lumpuh menulis. Mereka yang senang menulis, pastilah akan rakus membaca. Demikian juga dengan saya sebagai seorang penulis.

Menulis itu memang harus dipaksakan, tak terasa sudah mau sampai Prapatan pramuka. Busway berhenti karena lampu merah. Sesudahnya meluncur kembali menuju halte kampus UNJ Rawamangun. Sudah dulu yah!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Entrepreneur atau Wirausaha?

Entrepreneur menurut Oxford dictionary adalah: a person who sets up a business or businesses, taking on financial risks in the hope of profit. Berarti Seseorang yang membangun sebuah bisnis atau beberapa bisnis yang mengharapkan profit. Entrepreneur hubungannya sama Enterprise kali ya… Lah kalo Entrepreneurship itu berarti sifat-sifat yang berhubungan dengan membangun bisnis untuk mendapat profit. maafin kalo salah ya maklum orang betawi pinggiran yang tidak pernah kursus bahasa enggris. he he he..

Kalo Wirausaha itu berarti berasal dari dua suku kata Wira dan Usaha. Kalo Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan. jadi mending pake kata “Wirausaha aja deh di banding “Entrepreneur” atau Kewirausahaan dibanding “Entrepreneurship” kan kita orang Indonesia jadi harus bangga dong pake bahasa sendiri.

Oh ya memang saya pelaku, pengamat, pemerhati kewirausahaan yang di mulai sejak tahun 2000an lalu ketika terlibat untuk program acara TV bertajuk “Solusi Rhenald Kasali” bersama Rhenald Kasali dan Feny Rose. Saya terlibat hampir keseluruhan episode hampir 70 episode dan tayang di Anteve pada waktu itu. nanti sy upload ya episode-episodenya. Kriteria yang kita tampilkan adalah ‘Seorang wirausaha yang membangun bisnis dari nol dan tidak terlibat dengan politik atau bersinggungan dengan kekuasaan pada zaman orde baru”.

Keterlibatan saya di dalam team tersebut dan interaksi saya dengan pak Rhenlad Kasali membuat saya memeutuskan untuk tidak akan bekerja lagi dengan orang lain (jadi karyawan), mulai membangun bisnis sendiri, merajut mimpi, punya pasif income, membantu orang sekitar sampai bermanfaat untuk orang lain. Walaupun itu belum terwujud hingga kinim, malah banyak hutang , malah banyak jenis usaha yang di bangun lewat, malah hampir cerai sama istri karena pinjem duit pake gesek tunai kartu kreditnya untuk modal usaha.

Wah ternyata gak gampang ya jadi wirausaha itu, tapi saya akan terus mencoba, terus bergerak mewujudkan mimpi-mimpi agar jadi seorang wirausaha yang seperti kamus besar bahasa indonesia diatas….semoga menginspirasi tema-teman Bekasi

oh ya kunjungin blog pribadi saya ya…di www.didinrazani.blogspot.com

Puasa masa Kecil di Bekasi

Bulan Ramadhan atau saya kecil menyebutnya bulan puasa adalah bulan yang di tunggu-tunggu anak-anak, karena pada bulan ini anak-anak libur sekolah sebulan penuh. Alasan lain adalah pada bulan ini di penghujungnya ada lebaran yang berarti ada baju baru, sepatu baru dan juga banyak makanan enak.

Awal tahun 80an di pinggiran Jakarta tepatnya di sekitar Jatibening kota bekasi, listrik belum masuk di kampung kami, suasana ramadhan begitu kental dengan adat Betawi pinggir, dimana-mana langgar dan masjid penuh walaupun agak berkurang di akhir ramadhan. Ketika itu saya dalam masa kanak-kanak dengan empat bersaudara. Kebun sekitar rumah lumayan luas dengan pohon-pohon buah yang lengkap, mulai dari durian, rambutan, kebembem (kweni), nangka, cempedak, sawo,jambu, pepaya, pisang dan lain-lain.

Kesenangan berpuasa dimulai ketika akan berbuka puasa. Selesai shalat ashar sehabis bangun tidur siang mulailah saya keliling kebun mencari buah-buahan untuk keperluan berbuka puasa. Buah yang di dapat nanti akan di bikin rujak buah, tinggal ditambah syrup dan es batu jadilah rujak buah yang kan jadi rebutan kami sekeluarga. Begitu juga dengan Ibu saya, ketika ingin memasak sayur, tidak perlu membeli, tinggal cari di kebun mau daun singkong, daun pepaya, daun melinjo untuk sayur asem semua tersedia. Oh ya pengalaman membeli batu es pun masih sangat jelas dalam ingatan. Ketika jam 5 sore saya berangkat bersepeda membeli es batu ke pertigaan apotik argia. Waktu itu tidak ramai kendaraan apalagi macet seperti saat ini. Es batu ini berupa potongan dari es batu balokan, yang kemudian di ikat denga tali rafia di belakang bagasi sepeda mungil saya. Pernah sekali waktu es batu ini jatuh dari sepeda saya dan pecah hancur. Es batu ini bertahan sampai kita pulang tarawih, jika rujak buahnya masih ada.

Selesai berbuka puasa, perut ini terasa akan meledak karena semua makanan masuk terlebih lagi rujak buah bersyrup ditambah kelapa muda, jika belum habis pasti akan terus saya meminumnya. Berangkat taraweh dalam keadaan perut kekenyangan, tapi kami senang-senang saja karena pulang taraweh pasti perut kosong lagi karena taraweh kami 23 raka’at he he he…

Masa itu listrik belum masuk kampung kami, jalanan masih tanah becek yang jika hujan licin dan berlumpur serta sendal atau sepatu akan berat karena tanah menempel dibawahnya, kami sebut itu ‘dibel’. ‘ Jika jalan tanah sering di lindas mobil jalanan yg tadinya becek akan licin karena mengering dan bekas ban mobil itu jadi licin kami menyebutnya ‘lebeg’. Nah jalan yg ‘lebeg’ itu setelah mobil lewat anak-anak akan bersujud dan mencium tanah bekas mobil lewat tersebut. Jika bulan puasa musim hujan memang enak tidak panas, tapi kalo malam sepi paling hanya suara jangkrik dan tonggeret saja yang terdengar. Sepulang taraweh yang masih saya ingat adalah makan bakso yang sangat nikmat. Dalam keadaan gelap pulang dari masjid terdengar kentungan tukang bakso, maka ketika jamaah masjid masih membaca : ‘Subhanal malikil kuddus……berhamburanlah anak-anak dari mesjid buru-buru pulang, nah di jalan pulang dekat rumah itulah saya makan bakso yang nikmat tadi.

Masih kental dalam ingatan saya ketika selesai sahur dan shalat subuh, kami anak-anak kampung tidak tidur tapi main galasin atau main asen atau main benteng rame-rame sampai jam 7 pagi. Permainan ini adalah permainan tradisional dimana untuk membuat garisnya menggunakan abu dapur, yaitu abu dari hasil pembakaran kayu bakar di dapur. Biasanya kita bikin garis-garis kotak-kotak, setiap garis ada yang jaga team yg kalah dan ada yang memasuki area, jangan sampai ada yang terkena. Tiap team terdiri dari 4-5 anak. Kalo permainan benteng yang jadi benteng adalah pohon, masing-masing team harus menyerbu benteng lawan dan harus di jaga jangan sampai terpegang oleh lawan benteng tersebut. Wah seru banget kalo udah main.

Puasa ketika saya kecil, yang saya masih ingat samapi sekarang adalah ketika mandi, mandinya masih di sumur yang menggunakan lahang (semacam bak mandi dari kayu) yang di tempatkan lebih tinggi jadi setelah diisi air dengan timba sumur kerek ada semacam pancuran keluar dari lahang tersebut. Nah ketika haus tak tertahankan maka, ketika air segar menyiram kepala, kucuran air itu mampir di cecap mulut yang haus dan puasa tetap berlanjut sampai magrib dengan haus yang hilang.. he he he he…dasar anak-anak.

Selamat Berpuasa Sahabat Semua

munggahan‘Alhamdullilah ye Nip kite masih dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Kita masih bisa beribadah dan memperbanyak pundi-pundi amal ibdah kita berlipat ganda’, ujar Bang Nawi ke Sanip

‘Iye Bang, Alhamdullilah banget. Tapi saying, seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap munggahan selalu aje orang pade rebut nyariin si hilal untuk nentuin kapan puasanye’, jawab si Sanip

‘Lah bukan orang kita namanya kalau gak didahului ribut-ribut. Kagak asyik kalau lempeng-lempeng aje’, ujar Bang Nawi cuek nanggepin keluhan Sanip.

‘He he he bisa aje si abang. Tapi emang bener sich, mau puasanye mulai Selasa atau Rabu gak masalah, kan masing-masing udah ada dasar perhitungannye. Yang kagak boleh, ngaku Muslim tapi kagak puasa di bulan Ramadan’

‘Itu lah Nip, kita nyantai  aje nyikapin perbedaan yang ada. Kagak usah ikut-ikutan emosi dan nyerang sana-sini. Kita juga kagak usah ikut-ikutan perang di twitter atau fesbuk segala’

‘Siyap Bang, nyang penting sekarang kita jalanin ibadah puasa dengan baik. Kalau perlu bikin cek list tentang apa-apa yang mesti dikerjakan selama Ramadan. Perbanyak ibdaha dan santunan. Nach soal santunan, terserah mau sendiri-sendiri atau ikutan rame-rame bareng komunitas. Pokoknya tinggal pilih aja’

‘Termasuk buka puasa bareng kan Nip?’

‘Iya, kalau mau ikutan buka puasa bareng bisa ikutan juga tuch, salah satunya bareng blogger bekasi yang mau bikin acara buka puasa bersama tanggal 20 Juli 2013. Kalau Bang Nawi mau tau infonya, baca dech postinganya mas Eko Eshape. Komplit tuch, kayak martabak telor istimewa. Ada foto cewek cakep lagi di postingannya’

‘Ach elo paling bisa Nip. Kalau gitu, biar gue belum sempet ganti foto profil gue di fesbuk atau twitter dengan busana Muslim, tapi gue mau ngucapin ke temen-temen semua, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan makin meningkatkan iman dan takwa kita’

“amiiin’

Munggahan

Kalo kata orang Bekasi Munggahan itu adalah hari terakhir sebelum bulan puasa tiba. Nah kalo adat orang betawi di Bekasi, biasanya kalo munggahan itu anak-anak yang sudah kawin masih punya Babe ama Enyak kudu bawain makanan yang udah mateng atau masih mentah. Kalo jaman saya kecil dulu, kalo munggahan biasanya babe saya tuh bawain ikan bandeng yang masih mentah atau kalo kagak bandeng ya daging dah ke rumah mertuanya (ke rumah nenek saya).

Biasanya kalo sahur pertama makanannya enak-enak, yaitu ada bandeng yang di pucungin atau semur daging. Nah bandeng dan semur daging itu biasanya hasil dari munggahan tadi.
Dulu waktu saya kecil babe saya tuh jualan hasil kebon ke pasar pake geronjong ( sepeda ontel yang kiri-kanannya ada keranjang), nah pulang dari pasar bawa oleh-oleh dah. Biasanya kalo orang jatibening dan sekitranya kalo pergi ke pasar ya Prumnas Klender. Ke Pasar maksudnya ya jualan dagangan hasil kebun, ada pepaya, daun singkong, daun pisang batu dan lain-lain. Ketika Babe balik dari pasar sekitar jam 10 pagi udah bawa tuh belanjaan untuk munggahan, ya itu tadi ada Bandeng, daun bawang sledri, cabe, bawang, daging serta oleh-oleh dah untuk anak laki-lakinya kembang api. oh betapa senangnya masa kecil dulu ketika memasuki bulan puasa.

Kalo orang betawi Bekasi, sebelum munggah biasanya mereka mengadakan ‘Rowahan’, itu adalah tradisi menyambut bulan ruwah, yaitu bulan sebelum bulan puasa. Bisanya “rowahan” di lakukan setelah Nisfu sya’ban dimana nisfu sya’ban dilakukan 15 hari menjelang bulan ramadhan. Nisfu sya’ban kalo kagak ngerti coba aja cari di google atau ntr deh saya tulis dengan judul sendiri.

Rowahan itu di lakukan dengan diawali membersihkan kuburan para orang tua, kakek dan nenek yang memang tak jauh dari halaman rumah serta dilanjutkan mengaji di kuburan tersebut. Biasanya dari habis zuhur sampe waktu ashar. Setelah ashar baru dilaksanakan rowahan ini, yaitu dengan mengundang tetangga dekat, dengan dipimpin seorang ustadz yang memmimpin jalannya rowahan tersebut. zikir tahlil dan kiriman doa-doa untuk para almarhum dan almarhumah di laksanakan dan di akhiri dengan makan bersama. dan inilah yang di tunggu-tunggu oleh anak-anak makan bersama dalam satu nampan dengan lauk bandeng atau semur daging.

Demikianlah sekelumit tradisi orang betawi di Bekasi.

Pre Event Amprokan Blogger : Buka Bersama Amprokan Komunitas Bekasi

Selasa, 9 Juli 2013, kubaca keputusan ketua Panitia “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” mas Irfan yang sudah ketok palu tentang pelaksanaan acara pre-Amprokan Blogger 2013 atau AB2013. Ini acara yang rutin dilakukan oleh komunitas Blogger Bekasi pada bulan Ramadhan, seperti tahun lalu.

Kalau tahun lalu tema kegiatan adalah tentang berinternet dengan sehat, kali ini temanya adalah bagaimana kita memberdayakan komunitas agar lebih bermanfaat bagi lingkungan, baik di lingkungan komunitas blogger maupun lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Kemajuan di bidang komunikasi sebenarnya sudah tidak bisa membuat sebuah daerah menjadi terkotak-kotak, sekarang tapal batas sudah tidak ada lagi. BeBlog (Blogger Bekasi) sudah lama menembus tapal batas dan akan terus bergerak tanpa kenal batas wilayah.

Bagi komunitas Blogger Bekasi, batas yang ada adalah batas etika menulis. Bagaimana kita tetap menulis dengan bebas merdeka tetapi tanpa menimbulkan konflik yang tidak perlu di masyarakat pembacanya. Labibah, dedengkot blogger Makassar, pernah bilang bahwa saat ini sudah saatnya blogger Makassar diurus oleh yang lebih muda, demikian juga mas Aris HU, ketua BeBlog yang sudah melanglang buana dan sekarang menetap di China. Mas Aris merasa bahwa Komunitas Blogger Bekasi sudah saatnya dimeriahkan oleh blogger-blogger yang lebih muda.

Mas Irfan, salah satu founder BeBlog, tentu paling cocok menjadi ketua panitia “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” untuk menggerakkan para blogger yang lebih muda, lebih bergairah dan lebih eksplosif !:-)

Amprokan Komunitas PreAB-2013
Amprokan Komunitas PreAB-2013

Acara yang bertemakan “The Power of community” ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2013 bertempat di NIC’s Cafe, jalan Ir. Haji Juanda No. 84-86 Bekasi pada pukul 14:00-19.00. Seperti biasa resto ini tidak menyediakan tempat untuk sholat tarawih, sehingga seusai buka bersama harus segera mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat tarwikh berjamaah.

Amprokan Komunitas sebagai pre event Amprokan Blogger 2013 akan mengupas tuntas tentang kekuatan sebuah komunitas dan bagaimana memanfaatkan kekuatan itu untuk tujuan yang baik dan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Kalau tahun lalu acara buka bersama dimeriahkan dengan adanya acara Live Tweet Competition, maka tahun ini diadakan juga acara ini. Keuntungan dari acara Live Tweet Competiton adalah teman-teman yang tidak bisa hadir di acara ini tetap dapat memantau acara ini dari lokasi masing-masing.

Kalau ada lomba TwitPic mungkin akan lebih seru, tetapi pesertanya mungkin akan kesulitan mencari obyek foto dan bahkan mungkin akan mengganggu suasana, karena semua peserta sibuk mencari obyek foto mereka. Jangan-jangan isi dari twitpic adalah foto Salsabeela “Ollie” saja. Maklum selain terlihat cerdas dan pandai menyampaikan gagasan, Ollie dikenal memang mempunyai penampilan yang membuat oara tukang foto demen mengabadikannya.

Ollie Salsabeela
Ollie Salsabeela

Amprokan Komunitas Blogger Bekasi 2013 ini akan mengundang semua blogger yang ada di Bekasi dan juga mereka yang tergabung dalam komunitas apa saja untuk dapat bersinergi dalam bidang-bidang yang bisa disinergikan.

Bagi yang belum kenal BeBlog (Blogger bekasi), info dibawah ini mungkin bisa sedikit memperkenalkan BeBlog untuk anda.

  1. Blogger Bekasi (BeBlog) dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 2009 dan diresmikan oleh Walikota Bekasi, Bapak H. Mochtar Muhammad pada tanggal 17 Oktober 2009.
  2. BeBlog mendapat Penghargaan Komunitas Blog Berbasis Wilayah Terbaik tahun 2010
  3. BeBlog saat ini beranggotakan 2.050 blogger berkiprah dengan semangat berbagi, antara lain berbagi tulisan dan pengalaman dalam media blog keroyokan http://bloggerbekasi.com (online), serta semangat berbagi yang senantiasa digaungkan dalam berbagai kegiatan baik lokal maupun nasional.
  4. Untuk melanjutkan kiprah positifnya, Blogger Bekasi bertekad secara berkesinambungan untuk terus berkarya menembus tapal batas. Dalam menyusun dan melaksanakan kegiatannya BeBlog selalu mengajak berbagai pihak untuk turut bersama-sama berpartisipasi mensukseskan acara.

Tentang Visi dan Misi, BeBlog menulis sebagai berikut :

Visi
Menjadikan budaya “blog” sebagai salah satu media alternatif untuk menyampaikan informasi melalui jurnalisme warga (citizen journalism), agar bisa berperan aktif dan ikut serta untuk memajukan Kota Bekasi kearah yang lebih baik lagi.

Misi
Mensosialisasikan pengetahuan blog bagi penduduk Kota Bekasi dan sekitarnya
Memperkenalkan keunikan dan potensi (wisata, kuliner, budaya, dan sebagainya) Kota Bekasi kepada masyarakat diluar Kota Bekasi melalui blog agar tertarik dan mau berkunjung ke Kota Bekasi
Menggunakan blog sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi (sharism) di kalangan masyarakat (citizen journalism) Kota Bekasi dan sekitarnya
Menjadikan blog sebagai media penghubung antara penduduk dan Pemerintah Kota Bekasi dan sekitarnya untuk membangun tali silaturahmi serta membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik

Tentang komunitas yang ada di Bekasi, sangat banyak yang bisa diajak untuk bersinergi. Beberapa di antaranya antara lain adalah :

  1. TDA Bekasi : @TDA_bekasi
  2. Komunitas Emak-Emak Blogger: @emak2blogger
  3. Hijabers Bekasi: @KomhijabersBKS
  4. Young on Top Bekasi: @YoTBekasi
  5. Standup Indo Bekasi: @StandUpIndo_BKS
  6. Relawan TIK: @RelawanTIK
  7. Ayah ASI Bekasi : @AyahASI_Bekasi
  8. Bekasi Berkebun: @BekasiBerkebun
  9. Komunitas Nebeng: @nebengers
  10. Siswa Wirausaha : @siswawirausaha
  11. Komunitas Fotografi Bekasi
  12. Komunitas Cyberline Bekasi
  13. Komunitas Android Developer Bekasi
  14. Kaskus Reg Bekasi
  15. Bekasi Cyber Community
  16. Komunitas Silat Budaya Bekasi
  17. Earth Hour Bekasi
  18. Komunitas Besar Indonesia
  19. Komunitas Para Gembel Bekasi
  20. Klub Buku Bekasi
  21. Hijabsi Bekasi
  22. Stand Up Indo Bekasi
  23. … dll

Tentu selain komunitas tersebut, masih banyak komunitas lain yang bisa bersinergi. Jadi mari kita sinergikan semua komunitas yang ada di sekitar kita, sesuai tema acara “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” yaitu “The Power of Community”

Informasi:

 

Susi Sukaesih – Koordinator Acara

E: suzie_icus@yahoo.com

T: 085711433250

@suzieicus

 

Fida – Sekretaris

E: mufiyda@gmail.com

T: 08176870139

@fiduy

 

dengan menyebutkan nama, no hp dan asal komunitas.

 

 

Salam sehati

Blogger Bekasi
Blogger Bekasi

Resensi Film “Leher Angsa”

imagesHari Jum’at siang (28/6), saya memenuhi janji kepada putra tertua saya Rizky untuk menonton film “Leher Angsa” seusai 3 gigi susunya dicabut di Rumah Sakit Siloam Cikarang. Film ini memang menjadi salah satu “target” sasaran Rizky dan Alya untuk ditonton, setelah seminggu sebelumnya kami menonton film Monster University di Plaza Semanggi.

Adegan dibuka oleh suasana serunya sabung ayam di sebuah desa di kaki gunung Rinjani. Desa tersebut punya keunikan tersendiri yaitu tidak memiliki fasilitas buang air besar yang memadai (WC) dan biasanya hanya memanfaatkan sungai yang mengalir tak jauh dari perkampungan. Satu-satunya yang memiliki fasilitas WC ber-leher angsa di desa itu hanyalah milik Kepala Desa (diperankan oleh Ringgo Agus Rahman).

Aswin (Bintang Panglima), anak dari Pak Tampan (diperankan oleh Lukman Sardi) sangat tidak menyukai aktifitas ayahnya bermain sabung ayam, terlebih ketika sang ibu (Tike Priatnakusumah) wafat tertimpa pesawat ringan yang jatuh di ladang mereka. Kehadiran ibu baru (Alexandra Gottardo) buat Aswin memang membuat hatinya cukup terhibur namun tetap saja tak dapat menghilangkan rasa tidak sukanya pada sang ayah. Kegalauan Aswin yang gemar membaca itu kian menjadi-jadi, ketika sang ayah menolak usulannya untuk membuatkan WC berleher angsa untuk sang ibu baru.

Continue reading Resensi Film “Leher Angsa”

Resensi Film “Man Of Steel”

f0fa05f2f4344fe4157229821da35409bed06b78Sejak kecil saya selalu menggemari tokoh Superman. Komik-komik tokoh legendaris ini selalu saya baca tuntas dengan antusiasme meluap. Saya kian bersemangat untuk segera menonton film yang mengangkat kisah hidup si manusia baja dan disutradarai oleh Zack Snyder ini. Seusai mengikuti ASEAN Trade Processing Conference di Ritz Carlton Pasific Place, Kamis silam (27/6) saya menonton fim “Man of Steel” di Blitz Megaplex.

Adegan diawali dengan proses kelahiran Kal-El (yang kelak menjadi Superman,”Man of Steel”) nun di sebuah planet bernama Krypton yang ketika itu tengah dilanda masalah selain planet tersebut sedang “menyongsong” kiamat yang akan menghancurkan Krypton namun juga sedang menghadapi kudeta dari Jenderal Zod (Michael Shannon).

Upaya kudeta tersebut berusaha digagalkan oleh ayah Kal-El, Jor-El (Russel Crowe) dan disaat yang sama bersama sang istri tercinta Lara Lor-Van (Ayelet Zurer) menyelamatkan sang putra dari bencana dengan mengirimkannya ke bumi. Rencana mereka diketahui oleh Jenderal Zod dan ia mengangkat sumpah untuk memburu Kal-El sekaligus membalas dendam.

Continue reading Resensi Film “Man Of Steel”

Asep Tebel

asapKebakaran hutan di Sumatera bikin runyam, bukan hanya masyarakat sekitar yang terganggu oleh asap, tetapi juga masyarakat negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia ikut terganggu.

Gara-gara asap,  Malaysia dan Singapura konon melaporkan Indonesia ke PBB dan meminta badan dunia tersebut melakukan penyelidikan dan menjatuhkan sanksi.

‘Wah gile, sampai segitunya Malaysia dan Singapura, pakai ngelapor ke PBB segala’ komentar Sanip saat mendengar kelakuan Malaysia dan Singapura.

‘Padahal ketika bertahun-tahun nerima oksigen dari Indonesia, mereka diem-diem aja. Dan waktu nerima koruptor Indonesia mereka juga diem aje’ tambah Sanip sambil ngutip ucapan mantan wakil presiden Indonesia yang kalem menyikapi kasus asap yang nyebrang ke negara tetangga

‘Sabar Nip … elo kan gak tahu cerita sebenarnya’, ujar Bang Nawi yang mencoba menenangkan Sanip yang lagi sewot

‘Lho cerita sebenarnya bagaimana?’, tanya Sanip

‘Yang gue denger, begitu PBB menerima laporan dari Malaysia dan Singapura, maka PBB pun segera mengirimkan utusan khusus untuk menyelidik kebenaran laporan yang mereka terima dan apakah benar masyarakat Malaysia dan Singapura keberatan menerima kehadiran asap tebal dari Sumatera’, jelas Bang Nawi

‘Terus?’, tanya Sanip gak sabaran

‘Ya, setibanya di Malaysia, utusan khusus PBB tersebut langsung menjalankan tugasnya menanyakan pendapat masyarakat tentang asap. Di Malaysia, utusan PBB tersebut bertanaya: Apakah anda terganggu dengan kualitas udara sekarang? Warga Malaysia yang ditanya pun menjawab: Betul, asep tebel sekali …!’ jelas Bang Sanip

‘Nach kalau di Singapura’ tanya Sanip lagi

‘Di Singapura pun sama. Ketika diajukan pertanyaan yang sama ke warga Singapura, yang kebetulan orang Melayu juga, maka jawaban yang diperolehnya pun sama: Ya … asep tebel ..’

‘Nach setelah melihat kondisi asap dan hasil wawancara dengan warga masyarakat di Malaysia dan Singapura, akhirnya utusan PBB tersebut pulang ke kantornya di New York dan melapor ke bossnya, bahwa asap dari Indonesia ternyata tidak masalah dan bisa diterima karena masyarakat Malaysia dan Singapura bilangnya “Acceptable”. Nach “Acceptable” kan artinya dapat menerima’

‘Ha ha ha … gue kira beneran, kagak taunya si Abang lagi becanda’, ujar Sanip sambil terpingkal-pingkal

‘Ya sesekali melucu kan boleh Nip … gue juga dapet cerita itu dari koran online kok’, bales Bang Nawi menutup pembicaraan