Dirjen yang ‘bener’ paling rumahnya di Bekasi?

Wajah Kota Bekasi
Wajah Kota Bekasi

Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) di hadapan peserta Raker Departemen Perdagangan bilang bahwa jika dahulu para Direktur Jenderal (Dirjen) selalu punya rumah di daerah Menteng, Kebayoran, atau Bintaro, sekarang jika para Dirjen itu berperilaku benar (tidak korupsi?) paling-paling rumahnya ya cuma di Bekasi (lihat beritanya di sini).

“Dulu kalo dirjen, rumahnya paling tidak di Menteng, Kebayoran atau Bintaro. Tapi sekarang, untuk dirjen yang benar, Bekasi lah,” guyon Wakil Presiden Jusuf Kalla disambut tawa hadirin.

Apa yang dikatakan pak JK cukup menarik untuk dibahas. Memang sih rumah dan tanah di Bekasi tidak semahal di Jakarta atau bahkan mungkin di Bintaro, tapi bukan berarti jika seorang Dirjen punya rumah di Bekasi ia bersih dari ‘uang haram’, atau sebaliknya bukan berarti Dirjen yang punya rumah di Menteng sudah pasti korupsi. Bisa saja dia tinggal di rumah warisan ortunya yang OKL (orang kaya lama) di Menteng, sehingga bukan berarti dia korupsi dulu untuk bisa tinggal di sana.

Tapi apa yang diucapkan pak Wapres ada benarnya juga. Kalau dulu para pejabat sangat menjaga gengsinya, sehingga jika ada seorang Dirjen (atau setingkatnya) yang rumahnya cuma biasa-biasa aja apalagi di Bekasi pula, maka dia akan jadi bahan pergunjingan para pejabat lain koleganya (terutama para istrinya). Sekarang tak ada lagi gengsi-gengsian begitu, seorang menteri tak perlu malu punya rumah di dalam gang yang bahkan tidak bisa dimasuki mobil dinas Volvonya, seperti yang terjadi pada Nur Mahmudi Ismail ketika ia diangkat jadi Menteri Kehutanan, dan kalau tidak salah malah ada juga yang masih tinggal di rumah susun.

Meskipun JK mengucapkan sambil bercanda, tapi ketika candaan itu keluar dari seorang pejabat tinggi negara, pastinya sedikit banyak akan berpengaruh. Bagi Kota dan Kabupaten Bekasi akan sedikit diuntungkan dengan guyonan tersebut. Paling tidak memperlihatkan bahwa daerah Bekasi sudah dikenal sebagai wilayah hunian untuk kelas menengah atas, tetapi tidak terlalu mewah.

Bagi wilayah Menteng dan Kebayoran, mungkin sedikit agak dirugikan karena bisa saja dianggap sebagai tempat para pejabat ‘nggak bener’ menyimpan harta hasil tilepannya dengan membangun rumah di sana. Padahal di kawasan Menteng tak semua pemilik rumah gedong di sana adalah orang kaya. Banyak di antaranya pensiunan atau janda yang mendapat rumah dari negara hingga kini tak kuat bayar pajaknya yang setinggi langit, tapi tak boleh dijual oleh Pemda DKI karena merupakan bangunan bersejarah. Di sisi lain Pemda tidak memberi keringanan pajak untuk para penghuninya yang sudah renta. Sementara mau pindah rumah ke Bekasi sudah tak berdaya untuk membelinya. [bw]

* tulisan ini dimuat pada 11 Agustus 2008 di benwal.multiply.com yg sudah tidak bisa diakses lagi seiring dengan runtuhnya multiply.com

Janji Bang Idin untuk Kali Bekasi

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali BekasiSetelah sukses melakukan konservasi terhadap Kali Pesanggrahan dan penghijauan di kali yang memiliki panjang 75 KM tersebut. Kini, Bang Idin membidik Kali Bekasi sebagai ladang amal selanjutnya. Ia merasa terdorong untuk melakukan hal yang sama terhadap Kali Bekasi. Penghijauan sepanjang kali dan membersihkan kali dari berbagai kotoran dan polusi.

Melihat kondisi Kali Bekasi yang tercemar, Bang Idin merasa sedih mengingat Kali Bekasi salah satu kali “besar” di wilayah Jabodetabek. Dalam sejarahnya Kali Bekasi merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kota Bekasi. Bang Idin merasa penting untuk menghijaukan sepanjang Kali Bekasi. Selain nilai historis, bagi Bang Idin Kali Bekasi memiliki cerita tersendiri yang sangat privat. Berdasarkan penuturannya, di Kali Bekasi itu kakeknya wafat ketika melawan agresi Belanda. Kali Bekasi menjadi tumpah darah leluhurnya.

Atas dasar latar belakang tersebut, Bang Idin terdorong untuk berbuat sesuatu. Ia pun berjanji untuk Kali Bekasi. Janji Pertama, Bang Idin berjanji akan menyampaikan keluhan warga Bekasi kepada presiden tentang Kali Bekasi. Bagaimana pun Kali Bekasi tidak bisa ditangani sendiri oleh warga setempat karena Kali Bekasi terkait dengan beberapa pemerintahan daerah. Disamping itu anggaran yang diperlukan untuk konservasi dan penghijauan di Kali Bekasi membutuhkan anggaran yang besar. Untuk itu perlu intervensi kebijakan dari pemerintah pusat.

Pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia, 5 Juni 2013, Bang Idin berkesempatan hadir dalam perayaan tersebut yang juga dihadiri langsung oleh presiden. Sebelumnya Bang Idin berjanji kepada kami jika kesempatan tersebut akan ia gunakan untuk menyampaikan keluhan warga Bekasi tentang kondisi Kali Bekasi.

Alhamdulillah, janji tersebut telah beliau sampaikan. Semoga pesan warga Bekasi tersebut mendapat perhatian dari presiden. Pemerintah pusat berkenan memberikan anggaran konservasi dan penghijauan di sepanjang Kali Bekasi. Tentu, kita sangat berharap sebelum Presiden SBY mengakhiri masa jabatannya, perhatian terhadap Kali Bekasi terwujud.

Janji Kedua, Bang Idin berjanji akan bersama warga Bekasi melakukan penghijauan dan konservasi di sepanjang Kali Bekasi. Ia bersedia hadir dan menjadi pendorong agar Kali Bekasi terselamatkan dari bahaya kerusakan yang lebih parah. Berbagai pengalaman dan pengetahuan selama melakukan konservasi Kali Pesanggrahan akan ia tularkan kepada masyarakat Kota Bekasi.

Kedua janji tersebut menurut saya sangat bermakna bagi kita warga Bekasi. Pasalnya, Bang Idin tidak memiliki kepentingn apa pun dengan Bekasi. Ia hanya terdorong secara moral dan historis untuk berbuat perbaikan di Kali Bekasi.

Jika pria setengah baya itu berani berjanji untuk Kali Bekasi, mengapa kita yang tinggal di Bekasi tidak memiliki kebulatan semangat untuk menyelamatkan Kali Bekasi dari kerusakan. Janji untuk Kali Bekasi. Menyelamatkan dari kerusakan. Menjadikan Kali Bekasi sebagai kekayaan yang membanggakan. Jika Bang Idin saja berani, warga Bekasi seharusnya lebih berani berjanji untuk Kali Bekasi yang hijau.

Saya sudah memulai…

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali Bekasi

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali BekasiDia jauh-jauh datang ke Bekasi demi sebuah impian dan keinginan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu. Dalam setiap pembicaraan ia selalu mengatakan ini semua demi anak cucu kita. Alam yang ada saat ini hanyalah titipan yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Pria yang sangat peduli dengan lingkungan terutama sungai atau kali itu adalah Bang Idin dari Kali Peranggrahan. Barangkali sosoknya sudah tidak asing lagi. Pria yang banyak mendapat pengakuan dari masyarakat setempat, nasional bahkan masyarakat internasional. Ia begitu diapresiasi banyak pihak karena kegigihannya menghijaukan Kali Pesaranggrahan.

Dengan memberdayakan masyarakat setempat ia berhasil menghijaukan Kali Pesanggrahan. Dengan semangat tinggi, Kali Pesanggrahan menjadi hijau dan ramah lingkungan. Aliran kali menjadi bersih dari sampah berkat perjuangan panjang Bang Idin bersama teman-temannya.

Dengan semangat yang sama Bang Idin menggugah hati kita untuk berpikir dan bertindak melakukan konservasi terhadap Kali Bekasi. Dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi dengan Bang Idin tentang masa depan Kali Bekasi. Ia banyak memberikan masukan berharga bagi saya untuk menyelamatkan Kali Bekasi dari kerusakan yang lebih parah.

Bang Idin datang ke Bekasi membawa sejumlah harapan dan obsesi menghijaukan Kali Bekasi, ia jauh-jauh dari Kali Pesanggrahan hanya untuk meyakinkan kita bahwa Bekasi memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itu bernama Kali Bekasi. Kali yang membelah Bekasi itu bukan sekadar kekayaan alam namun menjadi aset budaya dan peradaban.

Selain berbicara banyak panjang lebar dengan saya, beliau juga sudah bertemu dengan Bang Pepen selaku Wali Kota Bekasi. Dengan Bappeda dan BPLH pun sudah intens berbagi informasi dan pengalaman terkait konservasi Kali Bekasi. Bahkan dalam acara Bappeda yang terkait dengan lingkungan Bang Idin selalu kita jadikan narasumber.

Semoga dengan kedatangan beliau di Bekasi akan membawa inspirasi baru bagi kita dalam melakukan konservasi Kali Bekasi. Dan semoga inspirasi itu menggerakan kita semua melakukan sesuatu untuk masa depan Kali Bekasi. Selamat datang Bang Idin di Bumi Patriot.

PPDB Berdasarkan Nilai UN Menjamin Keadilan untuk Semua

PPDB Berdasarkan Nilai UN Menjamin Keadilan untuk SemuaPenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013 menggunakan mekanisme persyaratan nilai UN sebagai syarat masuk ke Sekolah SMP dan SMA/SMK Negeri. Jadi, Pemerintah Kota Bekasi hanya menggunakan mekanisme penjaringan masuk dengan menggunakan nilai UN calon peserta didik. Dengan demikian, tahun ini tidak ada lagi bina lingkungan dan bina prestasi.

Biasanya dalam menerima siswa baru, sekolah menggunakan dua metode dalam menerima siswa baru. Pertama, menggunakan nilai UN atau Nem. Kedua, melalui mekanisme tes.

Sebenarnya apa pun mekanisme yang ditempuh, entah menggunakan nilai UN atau melalui tes bukan persoalan krusial selama berdasarkan asas keadilan dan transparan.

Seperti halnya masuk perguruan tinggi negeri, menggunakan beberapa mekanisme, melalui jalur ujian atau melalui jalur minat dan bakat. Selama ini tidak ada persoalan dengan hal tersebut.

Namun agak sedikit ‘memanas’ karena terjadi pro-kontra. Apa soal? Tahun ini Pemerintah Kota Bekasi menetapkan kebijakan PPDB berdasarkan nilai UN seratus persen. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan dua mekanisme penerimaan siswa baru. Tahun lalu menggunakan jalur berdasarkan nilai UN dan melalui jalur bina lingkungan dan bina prestasi.

Berdasarkan kajian dan evaluasi, jalur bina lingkungan dan bina prestasi banyak disalahgunakan oleh beberapa orang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dengan adanya kecurangan tersebut ada hak publik yang dikebiri.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi memutuskan untuk menghentikan mekanisme jalur bina lingkungan dan bina prestasi.

PPDB berdasarkan UN membuka kesempatan kepada semua anak untuk mendapat pendidikan di sekolah yang dikehendaki (negeri). Terhadap kelompok masyarakat miskin dengan ini memberikan peluang dan kesempatan kepada mereka. Hal ini bisa memutus mata rantai ketidakadilan dalam penerimaan siswa baru. Prinsip yang kita anut adalah education for all (Unesco). Dengan menjadikan nilai UN sebagai satu-satunya syarat penerimaan siswa baru maka menjamin semua memiliki hak yang sama.

Dan parameter yang paling diterima adalah basis akademik atau nilai UN. PPDB berdasarkan Nilai UN adalah bentuk proteksi untuk kelompok miskin dari hal-hal ketidakadilan.

Kami berharap dengan nilai UN sebagai parameter penerimaan siswa baru akan menjamin hadirnya keadilan dalam penerimaan siswa baru. Semoga, semua pihak bisa menerima keputusan Pemerintah Kota Bekasi. Toh, pada akhirnya tidak ada yang dirugikan dengan kebijakan ini.

Kreatifitas Anak Bangsa yang Memukau Lewat Kompetisi Mobile Application

 

bac2013-8

Selalu menyenangkan berada bersama-sama sosok-sosok yang kreatif, muda, inspiratif dan bersemangat. Demikian “aura” yang saya rasakan ketika Sabtu (29/6) kemarin saya bersama keluarga menghadiri acara puncak penganugerahan Djarum Black Apps Competition yang dilaksanakan di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta Selatan. Saya hadir memenuhi undangan IDBlognetwork yang kebetulan menjadi mitra pelaksanaan acara ini.

Di hari itu, 11 finalis aplikasi berbasis android ditentukan nasibnya, siapa gerangan yang meraih juara. Kesebelas aplikasi itu antara lain : Blood Mob, Silat Academy,Celia, Smurt,Dokutown, Tutwuri, Emba, Wisdomr,Health Supporter, Zigna dan Kuda Lumping. Dengan usia yang masih belia, anak-anak bangsa ini telah membuktikan bahwa mereka juga berhasil memberikan kontribusi terbaik dengan hasil kreasi applikasi yang keren, interaktif dan bermanfaat.

bac2013-9

Program yang dibuka pada awal November 2012 hingga 8 Februari 2013 lalu berhasil menjaring 1149 ide aplikasi dari seluruh tanah air. “Kami bangga dapat turut memberikan wadah bagi generasi muda Indonesia yang mempunyai semangat kreativitas dan inovasi melalui Djarum Black Application Competition. Kami yakin kegiatan serupa ini dapat membantu merangsang dan mendorong terciptanya ide-ide mobile apps yang dapat bermanfaat dan digunakan untuk menunjang kegiatan sehari-hari kaum urban di tanah air dan tidak menutup kemungkinan di pasar global. Ini merupakan pertama kalinya kami mengadakan Djarum Black Application Competition,” ujar Raymond Portier, Brand Manager Djarum Black.

bac2013-7

“Ide mereka datang dari yang sangat mendasar dan latar belakang mereka juga bukan dari teknologi digital. Ini merupakan cikal bakal mobile apps nasional yang akan dinikmati masyarakat luas,”ungkap Sindarta Gemilang selaku direktur Concrete System (CS) PT Global 99 yang merupakan Apps Developer BAC. Djarum Black Application  memang mengutamakan ide aplikasi yang fun, orisinil, user friendly, komersil, memiliki daya tarik dan mengikutsertakan kualitas dan realisasi. Panduan berupa arahan kategori aplikasi telah diberikan antara lain edutainment atau entertainment, social network, games dan productivity.

Nama-nama beken di industri kreatif dan memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing, digandeng oleh Djarum Black dalam lomba ini sebagai juri antara lain Andrew Darwis (founder & chief Technical officer Kaskus Networks), Raditya Dika (Penulis & Blogger), Selina Limman (founder & CEO Urbanesia), Budiono Darsono (Co-Founder dan Editor in Chief Detik.com) serta Rene.L.Pattiradjawane (wartawan IT Senior).

Raditya Dika, salah satu dewan Juri menilai bahwa ide-ide para peserta orisinil dan kental dengan cita rasa lokal. Blogger yang kian naik daun sebagai aktor film dan stand up comedy ini mengaku kagum pada kreatifitas peserta yang mengikuti kompetisi ini. Ada 4 pemenang terbaik yang ditetapkan dan berhak mendapatkan hadiah masing-masing Rp 25 juta dan satu pemenang favorit berdasarkan hasil voting online yang mendapatkan hadiah Rp 10 juta. Ide aplikasi dari keempat pemenang terbaik akan diproduksi dan digunakan dalam platform mobile apps yang sudah ditentukan yaitu Android. Sejak kemarin, applikasi para jawara ini sudah bisa diunduh gratis di Google Play Store.

bac2013-4

Sore itu langsung diumumkan keempat pemenangnya yaitu Blood Mob karya Sandy Colondam (DKI Jakarta), Emba karya Yonas Rahendanu (Salatiga, Jawa Tengah), Kuda Lumping karya Apris Sugianto Sudrajat (Cilacap Jawa Tengah)dan Tut Wuri karya Maximillian Audrey (Sidoarjo, Jawa Timur) sementara itu pemenang favorit via Online voting adalah Silat Academy karya Ias Ari Mahaputra Naibaho (DKI Jakarta).

Saya sendiri sudah mengunduh applikasi Tutwuri, Blood Mob, Kuda Lumping dan Emba di piranti android Lenovo S880 saya dan langsung merasakan menjelajahi aplikasi yang diperoleh secara gratis di Google Play tersebut. Salah satu yang saya apresiasi adalah aplikasi Blood Mob yaitu Mobile Application yang berfungsi untuk membantu dan mempermudah mencari pendonor darah dan orang-orang yang membutuhkan darah. Melalui LBS (Location Base Service) pada aplikasi, bisa dengan mudah  pencarian sesuai lokasi pengguna saat ini. Yang menarik adalah aplikasi ini juga dilengkapi dan terhubung fitur sosial media seperti facebook maupun twitter. Sang pembuat aplikasi, Sandy berharap agar pasien yang mengalami kekurangan darah dapat dengan mudah potensial donor dalam waktu yang singkat , mempermudah donor menyumbangkan darahnya kepada yang membutuhkan serta membantu PMI menambah stok darah.

Sementara itu aplikasi kuda lumping yang dibuat oleh Apris Sugianto Sudrajat diniatkan untuk melestarikan budaya nasional. Saya sempat tertawa ketika memainkan game ini yang menghadirkan hantu-hantu yang berkeliaran dan sudah akrab dalam khasanah kisah horror kita seperti Pocong, Suster Ngesot, Tuyul, Kuntilanak masuk ke dalam kuda lumping secara drag and drop diiringi dengan denting gamelan. Lucu, seru dan mengesankan.

bac2013-6

bac2013-3

bac2013-2

bac2013-5bac2013-1

Pada kesempatan yang sama juga ada sesi diskusi santai yang menghadirkan Agus Hamonangan, founder ID Android Community, Sigi Wimala (aktris dan model), Edi Taslim (penulis dan COO Kompas.com) serta Raditya Dika (penulis dan blogger) juga Mubarika Darmayanti, CEO Idblognetwork. Agus Hamonangan berbagi mengenai tips dan trik menggunakan android. Sementara Pak Edi Taslim berbagi mengenai Mobile Application Productivity sedangkan Sigi Wimala menceritakan usaha-usahanya melestarikan serta memberdayakan Museum di Indonesia.

Mubarika Darmayanti dari IDBlognetwork menyampaikan terimakasih atas kehadiran  blogger-blogger dari beragam perwakilan yang sudah menyempatkan diri datang di kesempatan ini. Menurutnya, sebagai mitra Black Application Competition 2013, IDBlognetwork juga melakukan lomba blog dan lomba twitter dengan hadiah-hadiah menarik yang informasinya bisa dilihat di link ini. Raditya Dika, secara memikat menguraikan bagaimana menggunakan sosial media dengan bijak, cerdas dan efektif.

1013467_10151676021473486_1608332048_n

Di sekeliling lokasi acara ternyata panitia menyediakan booth game interaktif berbasis online yang seru. Saya sempat mencoba game menemukan kata-kata yang terkait dengan “clue” tertentu dalam batas waktu yang ditentukan. Syukurlah saya berhasil memenangkannya dan mendapat hadiah jam meja keren dari Djarum Black. Acara semalam juga dimeriahkan oleh hiburan musik  dari Jakarta yaitu Pad Project, Bayu Risa dan Lamuru Percussion.

Selamat untuk para pemenang Djarum Black Apps Competition. Kalian adalah inspirasi kita semua. Anak bangsa yang berprestasi melalui kreativitas yang memukau.

Si Pitung

pitung‘Nip elo tau kagak? Beberapa waktu yang lalu, waktu gue lagi nyusurin laman fesbuk, gue dapet foto anak Bekasi yang gagah mirip si Pitung’ ujar Bang Nawi

‘Foto siape tuch Bang?’, bales si Sanip mendadak penasaran

‘Ach elo kagak gaul nich, makanye mainnya jangan di tempat cucian motor mulu’

‘Bukan begitu bang, gue kan jarang-jarang buka fesbuk. Abang mesti maklum, ane kan fakir benwit’

‘Baeklah kalau gitu, nich lo liat aje sendiri … mirip kan?’ ujar Bang Nawi sambil menunjukkan sebuah foto yang konon mirip si Pitung dari henponnya.

‘eh iya … mirip banget ya seperti si Pitung dalam film yang dibintangi alm. Dicky Zulkarnaen’, bales Sanip sambil cengar-cengir

‘Nach encer juga ingatan elo … ngomong-ngomon elo tau kagak sejarah si Pitung?’

‘Dikit-dikit si Bang, cuma dari film yang pernah ane tonton’

‘Nach kalau gitu gue kutipin dech riwayat si Pitung sepertim yang ditulis di Wikipedia … ya buat bacaan elo kali-kali entar ade yang nanya’ ujar Bang Nawi

‘Gini,  cerita Si Pitung menggambarkan sosok pendekar Jakarta dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa Hindia Belanda pada masa itu.

Kisah ini diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi terutama di daerah Kampung Marunda di mana terdapat Rumah dan Masjid lama.

Si Pitung sendiri katanye lahir di daerah Pengumben sebuah kampung di Rawabelong yang pada saat ini berada di sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah. Ayahnya bernama Bang Piung dan ibunya bernama Mpok Pinah. Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin (seorang pedagang kambing).

Pitung sendiri merupakan nama panggilan asal kata dari Bahasa Jawa Pituan Pitulung (Kelompok Tujuh), kemudian nama panggilan ini menjadi Pitung. Nama asli Si Pitung sendiri adalah Salihun (Salihoen).

Beragam pro dan kontra banyak menyelubungi di balik kisah legenda Si Pitung ini, tetapi pada dasarnya bahwa tokoh Si Pitung adalah cerminan pemberontakan sosial yang dilakukan oleh “Orang Betawi” terhadap penguasa pada saat itu yaitu Belanda.

Valid atau tidaknya, kisah Si Pitung tersebut memang banyak yang mempertanyakan, namun namanya begitu harum didengar dari generasi ke generasi oleh masyarakat Betawi sebagai tanda pembebasan sosial dari belenggu penjajah. Hal ini ditunjukkan dari Rancak Pitung di atas bagaimana Si Pitung begitu ditakuti oleh pemerintah Belanda pada saat itu.

‘Lalu apa hubungannya Pitung sama Bekais?’, tanya Sanip

‘Nach kalau itu gue kagak tau, tapi mengingat bahwa orang Bekasi sebagian besar juga berasal dari Betawi, maka bisa jadi cerita tersebut turun temurun di masyarakat Bekasi dan membuat cerita si Pitung menjadi terkenal’ jelas Bang Nawi

‘Terus tampang si Pitung itu sebenarnya kayak apa ye?, tanya Sanip lagi

‘Nach gue juga kagak tau, kan jaman itu belon ada fotografi dan juga kagak ada yang buat lukisan potretnya. Jadi daripada susah-susah, elo bayangin aja si Pitung kayak Bang Komar Bekasi yang terkenal dengan taglinenya “patok besi penjaga tradisi”, jelas Bang Nawi lagi.

‘Ha ha ha bisa aja Abang ini’ ujar Sanip sambil ngakak

‘Nach sekarang kita serahkan ke pembaca aja dech, mirip kagak tuch foto seperti Bang Pitung’ ujar Bang Nawi menutup pembicaraan

Kampung China, 28 Juni 2013

Postingan iseng pelepas lelah di akhir pekan

Cara Praktis Menulis dan Menerbitkan Buku

Banyak orang mengira menulis dan menerbitkan buku itu sulit. Padahal tidaklah demikian. Bila anda tahu caranya, maka kesulitan akan berbuah kemudahan. Itulah bagian penting yang saya pahami dari buku “cara praktis menulis dan menerbitkan buku” karya Syamsul Rijal Hamid. Buku ini diterbitkan oleh Cahaya Salam pada tahun 2009.

buku-menulis

Dalam buku itu dijelaskan tentang seluk beluk menulis, dan masalah-masalah yang dihadapinya. Bahasanya sangat mudah dicerna dan tidak berbelit-belit. Saya membelinya di toko buku Gramedia dengan harga Rp. 19.000,-. Murah khan? Tapi isinya, sungguh menginspirasi dan memotivasi pembacanya.

Sebenarnya, kemampuan anda menulis, tergantung kemauan dan kesungguhan anda sendiri. kalau mau menulis jangan pernah persoalkan bakat. Tulis saja apa yang kamu sukai dan kuasai. Anda pun bisa mahir menulis jika berlatih terus menerus.

Oleh karena itu, untuk menjadi penulis sukses perlu ketangguhan. Berbagai macam cara diperlukan untuk mencari inspirasi dalam menulis. Baginya, setiap peristiwa adalah teman dan bisa dituliskan dalam bentuk fiksi dan nonfiksi.

Cara menulis dan mengembangkan ide sebenarnya mudah. Belajarlah menulis dengan cara gemar membaca. Sebab bacaan adalah ibarat teman, maka selektiflah. Cari buku yang menginspirasi dan layak untuk dibaca. Itulah cara praktis dalam menulis.

Anda juga dapat menjadi penulis lepas. Anda dapat menulis ide-ide anda dalam sebuah blog atau dikirimkan ke berbagai media. Anda bisa menulis karya dalam bentuk fiksi seperti puisi, cerita untuk anak, cermin, cerpen, dan novel. Anda bisa juga menulis karya non fiksi seperti menulis opini dan menulis resensi buku. Dengan begitu, tak terasa anda telah menjadikan menulis sebagai sebuah profesi.

Dari tulisan-tulisan lepas itu anda dapat merajutnya menjadi sebuah buku. Terkadang orang menganggap menulis buku terkesan lebih hebat dari penulis kolom di media cetak. Penulis belum bisa dikatakan hebat bila dia belum menerbitkan buku. Itulah anggapan orang yang akhirnya capek dan jenuh menulis artikel opini. Menulis buku dan menerbitkannya menjadi sebuah prestise tersendiri.

Lalu pertanyaannya, bagaimana menulis buku dan menerbitkannya sendiri? Jawabannya ada dalam buku cara praktis menulis dan menerbitkannya. Bacalah!

 

 

Salam blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Pelatihan Guru Menulis & Ngeblog di Wisma UNJ Rawamangun

Ikutilah!

Kopdar Bareng Penulis Buku Best Seller Guru Gokil, Murid Unyu di Kampus UNJ Rawamangun, dalam rangka pelatihan guru menulis, dan ngeblog!

 

13719612851489720745

Guru Gokil Murid unyu

 

Baru saja saya menelepon penulis buku best seller, “Guru Gokil Murid Unyu”. Mas J. Sumardianta bersedia hadir berbagi ilmu menulisnya di pelatihan guru menulis“Teacher Writing Camp” kedua di Wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 6-7 Juli 2013 dengan target peserta 50 orang guru dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

 

Alhamdulillah, Acer telah bersedia menjadi sponsor, dimana fasilitas tempat serta penginapannya akan ditanggung oleh Acer. Sebagai penggagas kegiatan pelatihan guru menulis, saya memberikan apresiasi yang mendalam kepada Acer yang telah membantu memfasilitasi kegiatan guru yang saling berbagi ilmu pengetahuan, dan pengalaman ini.

 

Kopdar bareng penulis buku best seller, “Guru Gokil Murid Unyu” bersama Mas J. Sumardianta semoga segera dapat terwujud. Kegiatan selama 2 hari itu juga akan dimotivati oleh penulis buku lainnya. Ada mbak Christi Damayanti (idkita kompasiana), penderita stroke yang telah melahirkan 3 buah buku, ada ibu Mugi Siti Rahayu, Ibu Nunung, Pak Bhayu Sulistiawan, Johan Wahyudi, Pak Dahli Ahmad (kompasianer), dan pembicara lainnya dari Nawala, dan sponsor mobile blogging.

 

Anda dapat melihat acaranya secara lengkap dihttp://wijayalabs.com/2013/06/19/teacher-writing-camp-di-wisma-unj-rawamangun-6-7-juli-2013/. Bila anda tertarik ingin ikut acara TWC kedua ini, dapat menghubungi Omjay di wijayalabs@gmail.com atau sms ke 08159155515. Tempat terbatas!

 

 omjay-kompas

 

Salam Blogger Persahabatan

 

Omjay

 

http://wijayalabs.com

Pesona Perumahan Bintaro Jaya dalam One Day Blogger Tour

BNWmR5nCYAArmGH.jpg large

Matahari bersinar begitu cerah di Hari Sabtu (22/6) ketika saya bersama sejumlah blogger berkumpul di fX Plaza Jl.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan untuk berkumpul kemudian bersama-sama berangkat menuju Perumahan Bintaro Jaya. Sekitar 100 blogger diundang untuk mengikuti One Day Tour ke lokasi perumahan bergengsi di kawasan selatan Jakarta itu. Tepat pukul 11.00 WIB bis Trans Bintaro tiba dan para blogger yang sudah menunggu segera naik keatas bis, memulai perjalanan mengasyikkan ke Bintaro Jaya. Diatas bis, terlihat ada 60 blogger dan begitu antusias mengikuti One Day Tour ini.

Saya bersyukur perjalanan menuju Perumahan Bintaro Jaya berlangsung lancar dan tidak macet. Tidak terlalu banyak kendaraan melintas di jalan tol Outer Ring Road sehingga bis yang kami tumpangi hanya menempuh sekitar 45 menit hingga ke lokasi dari plaza fX. Turun dari bis, kami langsung diarahkan ke ruang pertemuan di kantor pusat pemasaran Bintaro Jaya. Kesan pertama saya pada kantor ini terlihat ditata begitu rapi dan asri serta menggambarkan keterbukaan sekaligus kesejukan pada tamu yang datang dengan menghadirkan keteduhan pepohonan serta tata ruang yang nyaman.

Continue reading Pesona Perumahan Bintaro Jaya dalam One Day Blogger Tour

Asean Blogger Festival 2013, Road to Asean Community 2015

Bulan Mei ini saya mendapatkan kesempatan yang cukup istimewa, yaitu ikut berpartisipasi di event Asean Blogger Festival yang diadakan di kota Solo tanggal 9-12 lalu sebagai perwakilan dari Blogger Bekasi. Oke saya mulai ya cerita perjalanan saya di ABFI ini..

Saya berangkat dari Bekasi dengan terlebih dahulu menjemput sesama anggota Beblog yaitu Mba Irma Senja. Setelah cukup lama (lama banget dink) nunggu taksi yang mencapai 1 jam, akhirnya saya berhasil mendapatkan taksi dan menjemput Mba Irma untuk sama-sama bertemu dengan Mba Wiwi, kemudian kami bersama-sama ke kantor suami Mba Wiwi di BI Kawasan Thamrin, sebelum melanjutkan perjalanan kami mampir dulu di Burger King untuk membei bekal perjalanan nanti.. mungkin karena hari Jumat, maka perjananan amat sangat macet.. ckckc.. ya udah kami nikmatin aja perjalanannya. Hehe..jam 21.00 lewat kami sampai disana. Karena masih menunggu beberapa orang, saya menyempatkan dulu untuk Sholat Isya dan taukah anda Sholat di Terminal Lebak Bulus ga bisa di dalem kalo udah malam, karena kuncinya dipegang oleh seseorang .. hiks..

Kemudian sekitar jam 21.30 an kami pun berangkat menuju Solo, saya duduk bareng Mba Meity Iskandar. Kami pun saling mengenalkan diri dan berbincang. Kemudian karena lelah, saya pun banyak tertidur. Tepat dini hari ternyata kami baru sampai Cirebon, wuhuu.. jadi Lebak Bulus – Cirebon ditempuh sekitar 6-7 jam perjalanan. Kami pun langsung melaksanakan sholat Subuh, cuci muka dan karena mepalar akhirnya kami menyantap Pop*** , lumayan bisa mengganjal perut untuk bisa melaksanakan perjalanan berikutnya. Selanjutnya bus melaju menelusuri Pantai Utara (Pantura) yang saya ingat kami melewati Kota Tegal, Brebes, Pekalongan, Batang, Salatiga, Semarang dan karena sudah menunjukkan lewat waktu makan siang, maka kami pun berhenti di Boyolali untuk makan siang dan Solat Duhur. Setelah perut terisi kami melanjutkan perjalanan, ah rasanya sudah ga sabar ketemu kasur dan selonjoran :p tepat jam 15.30 kami sampai di Hotel Kusuma Sahid dan panitia mespikun tampak kelelahan menyambut kami dengan ramah. Kemudian kami dibagi kamar dan saya mendapatkan kamar No.418 (kalo ga salah) :D bareng Mba Fitri dan Umi.

Kamipun kemudian beristirahat sejenak sambil bebersih. Setelah magrib rencananya kami akan ke Loji Gandrung untuk gala dinner bersama Pak Walikota Solo dan beberapa pihak terkait. Kami disambut dengan baik bahkan ada suguhan tari Retno Kusumo yang sangai indah. MC nya juga luar biasa malam itu, yaitu Mba Indah Nuria dan Kak Agus. Kemudian Pak Walkot menyampaikan sambutannya, dimana beliau memaparkan tentang gambaran Kota Solo dan pembangunan-pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan. Yang paling membuat saya berkesan adalah tentang Visi Misi Kota Solo yang terdiri dari Waras (sehat), Wasis (berpendidikan baik), Wareg (Makmur), Mapan (kualitas hidup yang lebih baik), Papan (memiliki tempat tinggal layak). Saya sangat terkesan dengan apa yang dipaparkan dimana Kota Solo telah mengalami banyak kemajuan diberbagai bidang. Masyarakat semakin mendapat perhatian terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan juga berkembangkan UKM-UKM yang turut mendorong perekonomian Kota Solo. Wahh patut di tiru sama kota-kota lain ni, menurut saya kemajuan Kota Solo tak terlepas dari figur pemimpinnya yang memang mendedikasikan dirinya untuk membangun Kota Solo terutama sejak jaman Pak Jokowi menjabat sebagai Walikota 9 tahun lalu. Inti bekerja dari Pemkot Solo adalah hati nurani dan memanusiakan manusia dengan pro rakyat, pro pasar tradisional dan pro karya anak bangsa. Hakikat pimpinan adalah pelayan masyarakat.

pizap.com13699124146054

Ada juga sharing IT dari Bapak Indra Utoyo selaku CEO Telkom. Pak Indra memaparkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa keempat terbesar di dunia yang digunakan dalam blog. Indonesia harus mempersiapkan diri untuk gelombang berikutnya dari pertumbuhan ICT. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan malam. Malam itu saya agak kalap makannya, ga tau lapar apa doyan udah ga jelas hehhe.. oya, pada kesempatan itu pula saya manfaatkan untuk bertemu dengan teman–teman dari Akber Solo. Wahh menyenangkan sekali kita bisa kenal orang baru karena terikat sesama Akberian.. wuu.. semoga kalo dapat kesempatan ke kota-kota lain bisa bertemu juga dengan teman-teman akber nya:) saya juga bertemu dengan rekan akber dari Samarinda yang juga seorang Blogger yaitu Boteell (moga2 bener nulisnya:)) ya udah disana juga kami merencanakan untuk ikut kelas Akber Solo keesokan harinya. Kami ingin merasakan atmosfir akber di kota lain.. sekitar jam 22.00 kami bersama rombongan balik lagi ke hotel untuk beristirahat.

ABFI day 2 …

Tak terasa ABFI menginjak hari ke-2, dan aktifitas hari ini bakal padat tentunya dan full of seminar. Ga lupa dong sebelum mulai pastinya kita harus sarapan supaya kuat..loh! Asean Blogger ini mengambil tema tentang “Re-inventing the spirit of Cultural Heritage in Southeast Asia”. Seminar sesi 1 menampilkan narasumber Bapak Haz Pohan dari Kemenlu RI, Thomas Bills dari US Mission to ASEAN dan KH. M. Dian Nafi selaku ahli budaya. Sebelumnya ada opening remarks dari Vice President Asean Blogger Chapter Indonesia yang juga pentolan dari Blogger Bekasi yaitu daeng Amril Taufik Gobel. Daeng mengungkapkan kita harus melestarikan budaya bangsa yang merupakan bagaian dari upaya strategis menghargai kekayaan kreatif. Hal itu bukannya mudah, perlu dilakukan upaya secara holistik dan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang salah satunya melalui pelaksanaan Asean Blogger Festival 2013 sebagai upaya menuju terbentuknya Komunitas Asean 2015.

Kemudian dilanjutan dengan potong tumpeng bersama jajaran pengurus Asean Blogger dan juga para Narasumber sebagai peringatan dari ulang tahun Asean Blogger yang ke-3. Waa.. selamattt…acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan narasumber diantaranya Pak Haz Pohan. Dalam pemaparannya yang berjudul “the Development of the Asean’s Socio-Culturel Pillar Tworads the Asean Community 2015”, Pak Haz Pohan mengatakan bahwa saat ini Bahasa Inggris digunakan oleh lebih dari 600 juta penduduk Asia Tenggara, jadi kita harus mulai dan terus mengupgrade kemampuan Bahasa Inggris kita.. setuju pak.. Asean Blogger ini dibentuk untuk menyatukan visi dan identitas sehingga kita bisa menjadi kawasan kuat yang bisa diperhitungkan di percaturan dunia. Negara Asean saat ini seperti dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan. Saat nya kita membangkitan awareness tentang kawasan tunggal di Asean. Blogging bisa diakses di seluruh dunia, jadi kita harus menyebarkan dan mempromosikan negara kita, komunitas kita. Kewajiban kita lah sebagai blogger untuk menyebarkan keindahan budaya kita, warisan nenek moyang kita keseluruh dunia. Let’s …oya untuk teman-teman yang ga bisa menyaksikan langsung Asean Blogger Festival ini bisa menyaksikan siarannya melalui @UseeTVcom. Balik lagi tadi, menurut Pak Haz Pohan saat ini Kawasan Asean merupakan yang terbesar di dunia mengingat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini terbukti ketika krisis ekonomi dunia tahun 2008 melanda dan hampir melumpuhan perekonomian sebagian negara di Eropa dan Amerika, ekonomi Asia Tenggara terus menunjukkan trend yang positif. Disaat Negara Uni Eropa sedang terkena krisis yang belum berkesudahan, Asean berpotensi dengan SDM dan SDA untuk menjadi motor dunia. Ada 6 prioritas sosial budaya tahun 2013 yaitu : pemuda, budaya, olahraga, pendidikan, manajemen bencana dan perubahan iklim. Selain itu dikemukakan pula pilar Komunitas Asean 2015 yaitu : keamanan politik, komunitas ekonomi, dan komunitas sosial. Komunitas Asean itu masyarakatnya diperkirakan mencapai 600 juta dan kita akan lebih sampai duluan dari Uni Eropa. Terima kasih Pak sharingnya, memunculkan optimisme baru untuk kami.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Pak Suparwoto selaku Advisor of Ministry of Information Communication and Technology Indonesia yang membawakan keynote speech dari Menkominfo, Pak Tifatul Sembiring. Semboyan dai Komunitas Asean ini ternyata sharing&caring, dimana Komunitas Asean mengandung arti sekelompok orang yang hidup dalam lingkungan tertentu dan saling berinteraksi di lingkup negara-negara Asean. Pengguna blogger dan sosial media yang jumlahnya sangat luar biasa, dimana tercatat saat ini sedikitnya 5 juta blogger di Indonesia saja dapat mempromote Komunitas Asean. Namun sayang akses IT belum merata di Indonesia salah satunya di kawasan Maluku Barat padahal kita mempunyai Presiden yang sama, Menterinya sama, tapi fasilitas yang tidak sama. Lalu ini salah siapa? Namun Kominfo berusaha untuk terus memperkecil kesenjangan tersebut, salah satunya adalah dimana pada tahun 2008, tarif telepon di Indonesia termasuk mahal di dunia, namun sudah semakin di mimimalisir.

pizap.com13699124473101

Selain itu ada pemaparan materi dari Pak Moh Dian Nafi, seorang ahli sejarah dan budaya. Menurut Pak Dian Nafi 3 pilar dalam hidup kita adalah negara, pasar dan masyarakat dan yang menjadi prioritas adalah pemuda. Mengapa pemuda? Karena pemuda menempati proporsi terbesar. Prioritas lainnya adalah pendidikan, isu lingkungan hidup dan juga pengembangan kebudayaan. Yuk, sama-sama berperan aktif!! Selanjutnya adalah materi dari Thomas Bills dari US Mission to US dimana beliau memaparkan peran US dalam terbentuknya InnovASEAN, untuk info lebih lanjut apa yang dilakukan di ASEAN bisa berkunjung ke akun twitter nya @USMission2ASEAN atau blognyahttp://blogs.usembassy.gov/asean/

Peserta semakin panas memasuki sesi selanjutnya. Sesi ini merupakan sesi special dari Pakar Marketing CEO MarkPlus&Co, Pak Hermawan Kertajaya dengan tema Are we ready for 2015? Kami sangat terkesan dengan kata-kata yang disampaikan. Contohnya aja ni yang saya kutip beberapa diantaranya:

  • Don’t let the future in senior hand because they think about the past, So give it to the youth
  • Also give future of the nation to the woman,because man usually use money for power&sex, use power for sex&money,and use sex to get money&power
  • Blogger has improtant role, Why blogger? because facebook and twitter is limited, blog is open and unlimited ! blog is content
  • As long as you have competitor, you need marketing
  • We need decision faster, we need more EQ
  • Use your freedom wisely, spered the positive energy for the nation
  • 87% of woman is CFO (chief financial officer) in Indonesia..woman is more powerful
  • 3 main roles of blogger:blogger as publisher, blogger as editor and also blogger as marketer
  • Use English in blog so you can write the beauty of our country, so we are the marketer of our won country
  • You must have a brand: personal branding, company branding but you have to the positioning yourself first!
  • Write the uniqness of our country to attract tourist to come to our country
  • Please be focus in one area,so u will have autentication
  • If you want to be a superhero,you have to be a human being..
  • We just need to be different,not to be the best
  • Create conversations with your customers to promote your offering
  • Customer is not a king anymore,customer is a friend.. We must take care of our friend
  • Don’t cheat to your customer
  • If you just blogging without marketing strategy, you will fail to be a marketeer

Wuhooo.. it was awesome speech pak.. thanks :)

Sesi satu selesai dan oara peserta laki-laki melaksanakan solat jumat, untuk yang perempuan kemudian bisa bersantap siang terlebih dahulu. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan seminar sesi 2 yang mengambil tema “The role of social media in the ASEAN socio cultural community building”, pamateri pertama adalah Mas Budi, CEO dari The Jakarta Post Digital, mas budi membahas tentang Asean citizen behaviour on socmed. Mas budi dulu bekerja di Tempo, Yahoo dan juga seorang blogger professional.

Asean community is faster than other community ,so we have to be an ambassador for our country – Budi P

Betul.. saya setuju bahwa kita harus menjadi duta untuk negara kita. Mas budi juga mengungkapkan beberapa fakta menarik dalam sosial media diantaranya Jakarta disebut sebagai “Twitter City” mengingat banyaknya warga Jakarta ngetwit …dan Bangkok dikenal dengan Kota Facebook di Asia dan tentunya fakta unik lainnya adalah Asean mempunyai komunitas blogger yang sedang berkumpul :)pemateri  selanjutnya yang ga kalah menarik adalah sesi simbok Venus. Simbok mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia rendah yang hanya sekitat 8 juta/tahun tertinggal jauh dari Malaysia yang mencapai 28 juta/tahun. Sehingga masih banyak PR terkait pengembangan wisata di Indonesia dan terkendala pemerintah yang belum mengganggap hal ini suatu persoalan yang serius. Diluar negeri hal yang simple kayak information desk tersedia selama 24 jam tapi di negara kita ga ada :( kendala lainnya terkait dengan pengembangan pariwisata Indonesia adalah masih cukup sulitnya mengurus visa di Indonesia dan masa berlakunya hanya sekitar 30 hari. Nah, kalo para wisatawan itu ingin mengeksplor keindahan Indonesia ga bisa donk, kan memerlukan waktu yang cukup. Padahal kan yaIndonesia has everything for everyone. Saya setuju dengin ide mbok venus untuk membuat blogger exchange, dimana kita mengundang blogger-blogger asing yang kemudian nanti meminta mereka untuk menshare apa yang di dapat di negara kita. Karena ini simbok sering dapat undangan beserta para blogger lainnya untuk mempromosikan pariwisata negera lain dan mereka sangat mengapresiasinya. Start small yuk, tulis d blog masing-masing mengapa orang harus datang ke daerah kita, karena blogger itu lini terdepan pariwisata. Ok, saya mau promote daerah saya, Kuningan. Disana terdapat Gedung Bersejarah Linggarjati, ada Waduk Darma, Objek wisata Cibulan, Palutungan, Cigugur, dan ada tempat pemandian air panas Sangkanhurip. Oya ketinggalan, mas budi menyarankan kita untuk mempromosikan negara/kota kita dalam Bahasa Inggris karena target pasar kita adalah wisatawan asing. Oya acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Telkom Indonesia.

pizap.com13699125410681

Kemudian acara memasuki seminar sesi 3 dengan mengambil tema “ASEAN Tourism potential” bersama Ibu Nina dari Kemenparekraf RI dan juga pak Widi Srihanto dari Dinas Pariwisata Solo yang mengambil judul “Surakarta Tourism 2013-2025” dengan moderator seorang blogger handal, Mba Olie atau Salsabella. Bu Nina mengungkapkan potensi wisata Indonesia yang masih besar dan juga upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Kemenparekraf untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Hal lain disampaikan oleh pak Widi dimana beliau mengungkapkan bahwa Solo merupakan kota seni dan budaya dan visi pariwisata Solo 2013-2025 adalah Rethink, Redesign dan Rebuild dan Solo tourism road map adalah: fesitive city, theatre of community art, pionner of eco arts and Solo as ARTe-Polis atau kota seni. Pak widi juga mengungkapkan bahwa pengembangan budaya solo ada 3 pilar yaitu budaya, industri kreatif dan industri pariwisata. Oya untuk info lengkap tentang pariwisata Solo bisa kunjungi http://www.surakarta.go.id , hebatnya ni pak widi udah bisa memajang apa yang akan di jual di Kota Solo dan berharap para blogger bisa menjadi value chain dan promosi. Peran pemerintah sendiri sebagai fasilitator dan motivator, bukan sebagai pelaku.

Sesi seminar berakhir dan ternyata panitia mempunyai kejutan loh, apa itu? ternyata ada fasion show dari para blogger, dan itu dari semua partisipan dari semua negara Asean. Fashion show nya keren banget dan penuh dengan gelak tawa.. apalagi ada blogger dari Singapore yang menjadi incaran banyak cowok yaitu Chen, ya secara dia cantik sih…

Hmmm, seru hari ke-2 ini.. dan kesempatan ke Solo kali ini ga saya sia-siakan juga untuk belajar di Akber Solo, jadi aja sayah ga ke Mangkunegaran Art Festival tapi milipir ke Akber Solo yang ngadain kelas tentang “Political Branding” bareng Pak Silih… wuihh, keren deh jadi banyak tau tentang dunia politik dan juga setelah kelas saya berkesempatan bersama relawan Akber Solo dan juga Pak Silih menyantap makan malam khas Solo yaitu Teamlo.. rasanya maknyuss ….

ABFI day 3

Setelah sarapan, kami masuk ke sesi Exchange view dan sharing experience, dimana perwakilan blogger dari negara Asean memaparkan potensi negaranya masing-masing terutama pariwisatanya. Wuihh… pengen deh ngunjungin semuanya…contohnya ni saya pengen banget ke Istana Nurul Iman di Brunai Darussalam. Kemudian ada juga Patway di Laos, ada juga Wonderous Landscape di Vietnam yang ga kalah keren. Di Singapura juga ada Chingay, ahh semuanya deh pengen saya kunjungin. Semoga kalo Asean Blogger tahun depan jadi di Brunai, saya punya kesempatan ikut.. hehhe , Hmmm.. menarik, kemudian setelah cofee break kami masuk ke acara diskusi pararel dimana saya memilih tema tentang Kebebasan Berkspresi bareng Mb Indah Nuria. Kebebasan berekpresi adalah salah satu hak asasi dasar yang berasal langsung dari Tuhan, tetapi kita harus menggunakannya dengan bertanggung jawab. Awesome mba.. oya setelah makan siang kami pun bersiap ke situs sejarah yaitu Museum Sangiran dan Candi Sukuh. Oya tulisan tentang Sangiran saya kupas di tulisan terpisah.. yuk kunjungi disini.

Hmm… menyenangkan sekali bertemu dengan Blogger dari seluruh Asean, semoga Asean Blogger Festival ini bisa memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi masing-masing negara Asean terutama Indonesia, sehingga saatnya nanti di bentuk Komunitas Asean tahun 2015, Indonesia bisa menjadi pemenang bukan the looser. Waktu yang tidak lama ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masing-masing pihak untuk terus mengupgrade kemampuan sehingga kita bisa menjadi negara yang diperhitungkan di Asean, Asia, bahkan dunia.. aamiin ^.^

pizap.com13699127469991

Share this: