Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan

peraudaraanindexDi beberapa daerah yang tingkat pendidikannya cukup tinggi, kesadaran untuk membentuk komunitas cukup tinggi. Sebut saja Yogyakarta, komunitas sosialnya cukup tinggi. Dari sekian komunitas yang ada, satu diantaranya dikenal komunitas pecinta buku-buku tua. Komunitas ini memiliki informasi buku-buku tua lengkap dengan harganya. Biasanya komunitas ini menjadi refrensi untuk riset sejarah atau riset literatur klasik.

Itu satu potret komunitas sosial yang tumbuh dan berkembang di daerah lain. Di Bekasi sendiri kesadaran untuk menghimpun diri dalam komunitas sosial ini cukup tinggi. Dalam Amprokan Komunitas Bekasi Sabtu lalu, saya melihat cukup besar perkembangannya.

Ini kabar gembira sekaligus harapan besar untuk pembangunan Kota Bekasi kedepan. Mengapa kabar gembira? Karena pada dasarnya keberadaaan komunitas-komunitas ini adalah bentuk kebangkitan modal sosial yang konon katanya mulai luntur di negeri ini. Modal sosial atau sivil society ini menjadi penting dalam membangun kota yang kita cintai ini. Continue reading Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan

Program Kali Bersih Bekasi

“Program Kali Bersih Bekasi ini menurut saya akan berhasil di Bekasi pak”, kataku ketika pak Wakil Walikota mengajakku berbincang tentang program kali bekasi yang bersih. Obsesi kebersihan kali di Bekasi begitu terlihat di setiap pembicaraanku dengan pak Ahmad Syaikhu. Apapaun topik pembicaraan pasti selalu kembali ke masalah kebersihan kali Bekasi.

Surabaya sudah sukses membuat kalinya bersih dan nyaman dilihat.  Sudah saatnya kali Bekasi juga bisa sebersih kali di Surabaya, bahkan mungkin bisa saja lebih bersih. Program Kali Bersih Bekasi memang program nasional. Program Kali Bersih disingkat dengan PROKASIH adalah program kerja pengendalian pencemaran air sungai dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai agar tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Saat ini hasil beberapa pengukuran di kali menunjukkan adanya penurunan kualitas air sungai, sehingga perlu segera ditanggulangi agar dapat kembali pada kualitas air yang sesuai standard.

Program PROKASIH mulai dikenal pada tanggal 9 Juni 1989 oleh Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup sebagai Clean River, PROKASIH merupakan pendekatan dasar dalam mengontrol debit limbah industri yang masuk ke badan/jalan air. Pada kenyataannya, meskipun berbagai usaha telah dilakukan tetapi secara kasat mata terlihat bahwa kualitas air sungai menurun dari tahun ke tahun.

Pidato singkat tentang Kali Bersih di Bekasi ini mewarnai sambutan Wawali Ahmad Syaikhu dan pembicaraan terus berlanjut ke meja makan saat acara buka bersama.

Wawali Ahmad Syaikhu
Wawali Ahmad Syaikhu

“Amprokan Blogger itu apa mas?”

“Amprokan Blogger yang kita singkat dengan AB2013 adalah kegiatan tahunan dari Blogger Bekasi yang mepertemukan berbagai komunitas blogger dalam acara yang akan kita arahkan untuk memperkenalkan Bekasi ke dunia luar”, jawabku

“Apa bedanya dengan acara sekarang?”

“Ini adalah acara pemanasan menjelang acara AB2013 pak. Pesertanya juga berbeda, kalau saat ini hanya melibatkan komunitas yang ada di Bekasi, maka untuk Amprokan Blogger akan melibatkan juga seluruh komunitas yang ada di luar Bekasi”

Dari ujung meja, mbak Ajeng ikut juga memberi masukan,”Acara ini akan kita sinergikan dengan acara kampanye Kali bersih Bekasi pak”.

“Benar pak, jadi kalau acara Program Kali Bersih Bekasi dilaksanakan setelah acara AB2013, maka kita akan promosikan acara Pemkot dalamkegiatan kita dan begitu juga sebaliknya”, kataku menimpali.

Pak Wawali Ahmad Syaikhu rupanya tergerak hatinya melihat banyaknya komunitas anak muda yang ikut hadir dalam acara ini. Seperti juga yang disampaikan oleh salah satu pemateri, mbak Salsabeela,”Komunitas kalau sudah berumur sebaiknya segera melakukan regenerasi, karena biasanya para founder sudah mulai melemah dan memerlukan semangat dan tenaga yang lebih membara untuk menjalankan roda komunitas”

Mungkin hal ini yang menyebabkan Pak Ahmad Syaikhu merasa perlu bercerita tentang Kali Bekasi yang bersih di hadapan audiens yang dipenuhi oleh anak muda dari berbagai komunitas. Semangat yang terpancar dari audiens rupanya telah membuat pak Ahmad ikut bersemangat untuk tetap hadir di sepanjang acara, sejak dimulai sampai selesainya acara. Bang Komar sempat memasukkan kondisi ini dalam kultumnya.

Bang Komar Bekasi
Bang Komar Bekasi

“Dari tadi saya sudah menebak bahwa selesai sambutan, pasti pak wawali akan langsung pulang. Eh ternyata tidak. Maafkan ya pak Ahmad”, kata Bang Komar mengawali tauziahnya.

“Kita harus salut dengan pak Ahmad, yang sudi menemani kita sampai acara ini selesai. Kalau semua orang di Bekasi sudah saling bersinergi, maka Bekasi pasti akan maju. Hidup Bekasi !!!”

“Hidup”

“Wah kurang bersemangat, HIDUP BEKASI !!!”

“HIDUUUP!”

Kuperhatikan pal Ahmad ikut berteriak dengan lantang menyambut teriakan bang Komar. Benar-benar pejabat yang gaul. Sambil emmperhatikan semua pembicara yang tampil di depan, tanghan pak Ahmad juga rajin memencet keyboard virtualnya. Lihat saja akun twitternya di @Syaikhu_Ahmad pasti penuh dengan kicauan suasana Amprokan Komunitas.

Sesuai teman AB2013 tentang kegiatan oenanaman mangrove di pantai utara Bekasi, maka Bang Komar menunjukkan usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam menekan laju intrusi air laut ke darat. Meski begitu usaha masyarakat masih terasa kurang, perlu corong yang lebih keras untuk menyadarkan masyarakat bahwa menata pantai adalah membangun daratan juga. Penduduk daratan harus mulai berpikir tentang perlunya menata pantai dengan lingkungan yang cocok untuk keseimbangan alam.

Sampai bertemu dengan Program Kali Bersih Bekasi 2013 dan juga Amprokan Blogger 2013 beberapa bulan lagi.

Salam sehati.

Wawali Ustadz Ahmad Syaikhu
Wawali Ustadz Ahmad Syaikhu

 

 

Amprokan Komunitas 2013

amprokan komunitasSebagai pemanasan dari Amprokan Blogger 2013 yang akan digelar September nanti (Insya Allah). Komunitas Blogger Bekasi alias Beblog membuat acara bertajuk Amprokan Komunitas sore ini 20 Juli 2013. Beragam komunitas yang ada di Bekasi diundang dan akan hadir di Amprokan yang diadakan di NICs Café. Diperkirakan seratus orang blogger dan bukan blogger akan hadir, dua kali lipat dari target panitia Beblog. Selain itu akan hadir petinggi kota Bekasi Achmad Syaikhu yang juga Wali Kota Bekasi dan anggota DPRD Ronny Hermawan.

Amprokan ini tentu saja menarik karena dikoordinasikan secara mandiri oleh komunitas blogger yang pernah terpilih sebagai komunitas terbaik pada 2010. Dengan jumpalitan para jagoan dan srikandi Beblog mengupayakan sponsor dan dana kas agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. Bukan hanya menyediakan makan dan minum untuk berbuka puasa secara gratis, tetapi juga menghandirkan pembicara handal yang ilmunya dapat bermanfaat bagi peserta yang hadir.

‘Wah asyik bener tuch peserta Amprokan Komunitas, udah kenyang berbuka puasa dengan gratis, bisa bersilahturahmi, dapat ilmu dan tentu juga temen baru’ komentar Sanip

‘Bener Nip, sayang banget kalau yang udah dan daftar dan kasih konfirmasi kemudian batal hadir’ kali ini Bang Nawi yang berkomentar

‘Iye, gue juga berharap mereka-mereka yang hadir bisa mendapatkan manfaatnya semaksimal mungkin. Biar Amprokannya berkah dan tujuan untuk saling memberi dan berbagi bisa tercapai. Kata bang Kokom, istilah kerennya dalam bahasa Inggris adalah ‘giving and sharing’

‘Bukannya ‘sharing, connecting’ seperti tagline sebuah blog keroyokan milik sebuah korporasi media besar Nip?

‘Iye, itu juga bisa. Sharing dan connecting antar komunitas, biar ke depannya kalau mau bikin kegiatan bisa saling sinergi dan menggabungkan kekuatan masing-masing komunitas. Baik itu blogger ataupun bukan blogger. Kan di Bekasi, selain komunitas blogger, ada komunitas pengusaha, guru, pelukis, fotografi dan lain sebagainya’

‘Wah elo sekarang udah pinter ngejelasin ya Nip’ ujar Bang Nawi kagum

‘Ha ha ha … kan abang juga yang ngajarin’

‘Omong-omong elo datang gak Nip ke Amprokan Komunitas sore ini?’

‘Nach itu die bang, dengan penuh penyesalan gue kagak bisa dateng. Padahal pengen banget. Pada saat yang bersamaan gue disuruh ikut boss buka puasa di kampung China’

‘Nach lho’ Bang Nawi cuma bisa bengong

‘Iye bang kagak enak banget sama teman2 Beblog. Tapi apa boleh buat. Gue cuma berharap, mereka-mereka yang dateng ke acara Amprokan Komunitas bisa menuliskan reportasenya di blog bloggerbekasi.com , baik yang ngaku blogger atau kagak. Jangan cuma kondangan, abis makan dan ngobrol-ngobrol terus bablas angine. Padahal yang kagak bisa ikutan acaranya kan banyak dan pengen juga merasakan nuansanya dari jauh dan bisa ketularan ilmu yang ditebar selama acara’

‘Iye Nip, nanti gue sampein harapan elo ke Bang Komar, Mas Rawi, Uda Irfan, Mas Yulef, Kang Harun, Pak Dian, Mba Ajeng, Mba Injul, Mbah Mira, Teh Irma, Mba Anggi dan Mas Bene, Mba Suzie, mas Slamet dan Ilham serta anak-anak Ibote, temen-temen dari komunitas pengusaha dan nama lain yang kagak kesebut namanya … mudah2an mereka bukan blogger kondangan apalagi blogger pingsan, jadi bisa bikin tulisan’

‘Juga Mas Eko dan twin brother Daeng Amril dan om Jay juga ya bang?’ sela Sanip

‘Beres … kalau mereka bertiga sich gak perlu diragukan lagi soal reportasenya, kagak diminta juga pasti buat’

‘Ok sip bang, sampaikan juga salam ke temen2 Beblog yang rajin-rajin dan juga semua peserta Amprokan Komunitas . Mohon maaf kalau ada salah-salah kata’

‘siip …’  

—–

Update Postingan:

1. Foto diambil dari postingannya Mas Amril (dengan terlebih dahulu minta ijin).

2. Sejauh ini yang sudah posting re kegiatan Amprokan Komunitas adalah: Mas Amril (di beblog dan pribadi), Mas Eko (masih diblog pribadi) dan Bang Nur (di harian Terbit)

3. Yang lainnya ditunggu, biar gak dibilang blogger pingsan atau blogger kondangan. Silahkan isi kolom komentar dan letakkan link tulisan agar dikunjungi teman2

Pre Event Amprokan Blogger : Buka Bersama Amprokan Komunitas Bekasi

Selasa, 9 Juli 2013, kubaca keputusan ketua Panitia “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” mas Irfan yang sudah ketok palu tentang pelaksanaan acara pre-Amprokan Blogger 2013 atau AB2013. Ini acara yang rutin dilakukan oleh komunitas Blogger Bekasi pada bulan Ramadhan, seperti tahun lalu.

Kalau tahun lalu tema kegiatan adalah tentang berinternet dengan sehat, kali ini temanya adalah bagaimana kita memberdayakan komunitas agar lebih bermanfaat bagi lingkungan, baik di lingkungan komunitas blogger maupun lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Kemajuan di bidang komunikasi sebenarnya sudah tidak bisa membuat sebuah daerah menjadi terkotak-kotak, sekarang tapal batas sudah tidak ada lagi. BeBlog (Blogger Bekasi) sudah lama menembus tapal batas dan akan terus bergerak tanpa kenal batas wilayah.

Bagi komunitas Blogger Bekasi, batas yang ada adalah batas etika menulis. Bagaimana kita tetap menulis dengan bebas merdeka tetapi tanpa menimbulkan konflik yang tidak perlu di masyarakat pembacanya. Labibah, dedengkot blogger Makassar, pernah bilang bahwa saat ini sudah saatnya blogger Makassar diurus oleh yang lebih muda, demikian juga mas Aris HU, ketua BeBlog yang sudah melanglang buana dan sekarang menetap di China. Mas Aris merasa bahwa Komunitas Blogger Bekasi sudah saatnya dimeriahkan oleh blogger-blogger yang lebih muda.

Mas Irfan, salah satu founder BeBlog, tentu paling cocok menjadi ketua panitia “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” untuk menggerakkan para blogger yang lebih muda, lebih bergairah dan lebih eksplosif !:-)

Amprokan Komunitas PreAB-2013
Amprokan Komunitas PreAB-2013

Acara yang bertemakan “The Power of community” ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2013 bertempat di NIC’s Cafe, jalan Ir. Haji Juanda No. 84-86 Bekasi pada pukul 14:00-19.00. Seperti biasa resto ini tidak menyediakan tempat untuk sholat tarawih, sehingga seusai buka bersama harus segera mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat tarwikh berjamaah.

Amprokan Komunitas sebagai pre event Amprokan Blogger 2013 akan mengupas tuntas tentang kekuatan sebuah komunitas dan bagaimana memanfaatkan kekuatan itu untuk tujuan yang baik dan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Kalau tahun lalu acara buka bersama dimeriahkan dengan adanya acara Live Tweet Competition, maka tahun ini diadakan juga acara ini. Keuntungan dari acara Live Tweet Competiton adalah teman-teman yang tidak bisa hadir di acara ini tetap dapat memantau acara ini dari lokasi masing-masing.

Kalau ada lomba TwitPic mungkin akan lebih seru, tetapi pesertanya mungkin akan kesulitan mencari obyek foto dan bahkan mungkin akan mengganggu suasana, karena semua peserta sibuk mencari obyek foto mereka. Jangan-jangan isi dari twitpic adalah foto Salsabeela “Ollie” saja. Maklum selain terlihat cerdas dan pandai menyampaikan gagasan, Ollie dikenal memang mempunyai penampilan yang membuat oara tukang foto demen mengabadikannya.

Ollie Salsabeela
Ollie Salsabeela

Amprokan Komunitas Blogger Bekasi 2013 ini akan mengundang semua blogger yang ada di Bekasi dan juga mereka yang tergabung dalam komunitas apa saja untuk dapat bersinergi dalam bidang-bidang yang bisa disinergikan.

Bagi yang belum kenal BeBlog (Blogger bekasi), info dibawah ini mungkin bisa sedikit memperkenalkan BeBlog untuk anda.

  1. Blogger Bekasi (BeBlog) dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 2009 dan diresmikan oleh Walikota Bekasi, Bapak H. Mochtar Muhammad pada tanggal 17 Oktober 2009.
  2. BeBlog mendapat Penghargaan Komunitas Blog Berbasis Wilayah Terbaik tahun 2010
  3. BeBlog saat ini beranggotakan 2.050 blogger berkiprah dengan semangat berbagi, antara lain berbagi tulisan dan pengalaman dalam media blog keroyokan http://bloggerbekasi.com (online), serta semangat berbagi yang senantiasa digaungkan dalam berbagai kegiatan baik lokal maupun nasional.
  4. Untuk melanjutkan kiprah positifnya, Blogger Bekasi bertekad secara berkesinambungan untuk terus berkarya menembus tapal batas. Dalam menyusun dan melaksanakan kegiatannya BeBlog selalu mengajak berbagai pihak untuk turut bersama-sama berpartisipasi mensukseskan acara.

Tentang Visi dan Misi, BeBlog menulis sebagai berikut :

Visi
Menjadikan budaya “blog” sebagai salah satu media alternatif untuk menyampaikan informasi melalui jurnalisme warga (citizen journalism), agar bisa berperan aktif dan ikut serta untuk memajukan Kota Bekasi kearah yang lebih baik lagi.

Misi
Mensosialisasikan pengetahuan blog bagi penduduk Kota Bekasi dan sekitarnya
Memperkenalkan keunikan dan potensi (wisata, kuliner, budaya, dan sebagainya) Kota Bekasi kepada masyarakat diluar Kota Bekasi melalui blog agar tertarik dan mau berkunjung ke Kota Bekasi
Menggunakan blog sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi (sharism) di kalangan masyarakat (citizen journalism) Kota Bekasi dan sekitarnya
Menjadikan blog sebagai media penghubung antara penduduk dan Pemerintah Kota Bekasi dan sekitarnya untuk membangun tali silaturahmi serta membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik

Tentang komunitas yang ada di Bekasi, sangat banyak yang bisa diajak untuk bersinergi. Beberapa di antaranya antara lain adalah :

  1. TDA Bekasi : @TDA_bekasi
  2. Komunitas Emak-Emak Blogger: @emak2blogger
  3. Hijabers Bekasi: @KomhijabersBKS
  4. Young on Top Bekasi: @YoTBekasi
  5. Standup Indo Bekasi: @StandUpIndo_BKS
  6. Relawan TIK: @RelawanTIK
  7. Ayah ASI Bekasi : @AyahASI_Bekasi
  8. Bekasi Berkebun: @BekasiBerkebun
  9. Komunitas Nebeng: @nebengers
  10. Siswa Wirausaha : @siswawirausaha
  11. Komunitas Fotografi Bekasi
  12. Komunitas Cyberline Bekasi
  13. Komunitas Android Developer Bekasi
  14. Kaskus Reg Bekasi
  15. Bekasi Cyber Community
  16. Komunitas Silat Budaya Bekasi
  17. Earth Hour Bekasi
  18. Komunitas Besar Indonesia
  19. Komunitas Para Gembel Bekasi
  20. Klub Buku Bekasi
  21. Hijabsi Bekasi
  22. Stand Up Indo Bekasi
  23. … dll

Tentu selain komunitas tersebut, masih banyak komunitas lain yang bisa bersinergi. Jadi mari kita sinergikan semua komunitas yang ada di sekitar kita, sesuai tema acara “Amprokan Komunitas Blogger Bekasi” yaitu “The Power of Community”

Informasi:

 

Susi Sukaesih – Koordinator Acara

E: suzie_icus@yahoo.com

T: 085711433250

@suzieicus

 

Fida – Sekretaris

E: mufiyda@gmail.com

T: 08176870139

@fiduy

 

dengan menyebutkan nama, no hp dan asal komunitas.

 

 

Salam sehati

Blogger Bekasi
Blogger Bekasi

Dirjen yang ‘bener’ paling rumahnya di Bekasi?

Wajah Kota Bekasi
Wajah Kota Bekasi

Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) di hadapan peserta Raker Departemen Perdagangan bilang bahwa jika dahulu para Direktur Jenderal (Dirjen) selalu punya rumah di daerah Menteng, Kebayoran, atau Bintaro, sekarang jika para Dirjen itu berperilaku benar (tidak korupsi?) paling-paling rumahnya ya cuma di Bekasi (lihat beritanya di sini).

“Dulu kalo dirjen, rumahnya paling tidak di Menteng, Kebayoran atau Bintaro. Tapi sekarang, untuk dirjen yang benar, Bekasi lah,” guyon Wakil Presiden Jusuf Kalla disambut tawa hadirin.

Apa yang dikatakan pak JK cukup menarik untuk dibahas. Memang sih rumah dan tanah di Bekasi tidak semahal di Jakarta atau bahkan mungkin di Bintaro, tapi bukan berarti jika seorang Dirjen punya rumah di Bekasi ia bersih dari ‘uang haram’, atau sebaliknya bukan berarti Dirjen yang punya rumah di Menteng sudah pasti korupsi. Bisa saja dia tinggal di rumah warisan ortunya yang OKL (orang kaya lama) di Menteng, sehingga bukan berarti dia korupsi dulu untuk bisa tinggal di sana.

Tapi apa yang diucapkan pak Wapres ada benarnya juga. Kalau dulu para pejabat sangat menjaga gengsinya, sehingga jika ada seorang Dirjen (atau setingkatnya) yang rumahnya cuma biasa-biasa aja apalagi di Bekasi pula, maka dia akan jadi bahan pergunjingan para pejabat lain koleganya (terutama para istrinya). Sekarang tak ada lagi gengsi-gengsian begitu, seorang menteri tak perlu malu punya rumah di dalam gang yang bahkan tidak bisa dimasuki mobil dinas Volvonya, seperti yang terjadi pada Nur Mahmudi Ismail ketika ia diangkat jadi Menteri Kehutanan, dan kalau tidak salah malah ada juga yang masih tinggal di rumah susun.

Meskipun JK mengucapkan sambil bercanda, tapi ketika candaan itu keluar dari seorang pejabat tinggi negara, pastinya sedikit banyak akan berpengaruh. Bagi Kota dan Kabupaten Bekasi akan sedikit diuntungkan dengan guyonan tersebut. Paling tidak memperlihatkan bahwa daerah Bekasi sudah dikenal sebagai wilayah hunian untuk kelas menengah atas, tetapi tidak terlalu mewah.

Bagi wilayah Menteng dan Kebayoran, mungkin sedikit agak dirugikan karena bisa saja dianggap sebagai tempat para pejabat ‘nggak bener’ menyimpan harta hasil tilepannya dengan membangun rumah di sana. Padahal di kawasan Menteng tak semua pemilik rumah gedong di sana adalah orang kaya. Banyak di antaranya pensiunan atau janda yang mendapat rumah dari negara hingga kini tak kuat bayar pajaknya yang setinggi langit, tapi tak boleh dijual oleh Pemda DKI karena merupakan bangunan bersejarah. Di sisi lain Pemda tidak memberi keringanan pajak untuk para penghuninya yang sudah renta. Sementara mau pindah rumah ke Bekasi sudah tak berdaya untuk membelinya. [bw]

* tulisan ini dimuat pada 11 Agustus 2008 di benwal.multiply.com yg sudah tidak bisa diakses lagi seiring dengan runtuhnya multiply.com

Janji Bang Idin untuk Kali Bekasi

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali BekasiSetelah sukses melakukan konservasi terhadap Kali Pesanggrahan dan penghijauan di kali yang memiliki panjang 75 KM tersebut. Kini, Bang Idin membidik Kali Bekasi sebagai ladang amal selanjutnya. Ia merasa terdorong untuk melakukan hal yang sama terhadap Kali Bekasi. Penghijauan sepanjang kali dan membersihkan kali dari berbagai kotoran dan polusi.

Melihat kondisi Kali Bekasi yang tercemar, Bang Idin merasa sedih mengingat Kali Bekasi salah satu kali “besar” di wilayah Jabodetabek. Dalam sejarahnya Kali Bekasi merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kota Bekasi. Bang Idin merasa penting untuk menghijaukan sepanjang Kali Bekasi. Selain nilai historis, bagi Bang Idin Kali Bekasi memiliki cerita tersendiri yang sangat privat. Berdasarkan penuturannya, di Kali Bekasi itu kakeknya wafat ketika melawan agresi Belanda. Kali Bekasi menjadi tumpah darah leluhurnya.

Atas dasar latar belakang tersebut, Bang Idin terdorong untuk berbuat sesuatu. Ia pun berjanji untuk Kali Bekasi. Janji Pertama, Bang Idin berjanji akan menyampaikan keluhan warga Bekasi kepada presiden tentang Kali Bekasi. Bagaimana pun Kali Bekasi tidak bisa ditangani sendiri oleh warga setempat karena Kali Bekasi terkait dengan beberapa pemerintahan daerah. Disamping itu anggaran yang diperlukan untuk konservasi dan penghijauan di Kali Bekasi membutuhkan anggaran yang besar. Untuk itu perlu intervensi kebijakan dari pemerintah pusat.

Pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia, 5 Juni 2013, Bang Idin berkesempatan hadir dalam perayaan tersebut yang juga dihadiri langsung oleh presiden. Sebelumnya Bang Idin berjanji kepada kami jika kesempatan tersebut akan ia gunakan untuk menyampaikan keluhan warga Bekasi tentang kondisi Kali Bekasi.

Alhamdulillah, janji tersebut telah beliau sampaikan. Semoga pesan warga Bekasi tersebut mendapat perhatian dari presiden. Pemerintah pusat berkenan memberikan anggaran konservasi dan penghijauan di sepanjang Kali Bekasi. Tentu, kita sangat berharap sebelum Presiden SBY mengakhiri masa jabatannya, perhatian terhadap Kali Bekasi terwujud.

Janji Kedua, Bang Idin berjanji akan bersama warga Bekasi melakukan penghijauan dan konservasi di sepanjang Kali Bekasi. Ia bersedia hadir dan menjadi pendorong agar Kali Bekasi terselamatkan dari bahaya kerusakan yang lebih parah. Berbagai pengalaman dan pengetahuan selama melakukan konservasi Kali Pesanggrahan akan ia tularkan kepada masyarakat Kota Bekasi.

Kedua janji tersebut menurut saya sangat bermakna bagi kita warga Bekasi. Pasalnya, Bang Idin tidak memiliki kepentingn apa pun dengan Bekasi. Ia hanya terdorong secara moral dan historis untuk berbuat perbaikan di Kali Bekasi.

Jika pria setengah baya itu berani berjanji untuk Kali Bekasi, mengapa kita yang tinggal di Bekasi tidak memiliki kebulatan semangat untuk menyelamatkan Kali Bekasi dari kerusakan. Janji untuk Kali Bekasi. Menyelamatkan dari kerusakan. Menjadikan Kali Bekasi sebagai kekayaan yang membanggakan. Jika Bang Idin saja berani, warga Bekasi seharusnya lebih berani berjanji untuk Kali Bekasi yang hijau.

Saya sudah memulai…

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali Bekasi

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali BekasiDia jauh-jauh datang ke Bekasi demi sebuah impian dan keinginan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu. Dalam setiap pembicaraan ia selalu mengatakan ini semua demi anak cucu kita. Alam yang ada saat ini hanyalah titipan yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Pria yang sangat peduli dengan lingkungan terutama sungai atau kali itu adalah Bang Idin dari Kali Peranggrahan. Barangkali sosoknya sudah tidak asing lagi. Pria yang banyak mendapat pengakuan dari masyarakat setempat, nasional bahkan masyarakat internasional. Ia begitu diapresiasi banyak pihak karena kegigihannya menghijaukan Kali Pesaranggrahan.

Dengan memberdayakan masyarakat setempat ia berhasil menghijaukan Kali Pesanggrahan. Dengan semangat tinggi, Kali Pesanggrahan menjadi hijau dan ramah lingkungan. Aliran kali menjadi bersih dari sampah berkat perjuangan panjang Bang Idin bersama teman-temannya.

Dengan semangat yang sama Bang Idin menggugah hati kita untuk berpikir dan bertindak melakukan konservasi terhadap Kali Bekasi. Dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi dengan Bang Idin tentang masa depan Kali Bekasi. Ia banyak memberikan masukan berharga bagi saya untuk menyelamatkan Kali Bekasi dari kerusakan yang lebih parah.

Bang Idin datang ke Bekasi membawa sejumlah harapan dan obsesi menghijaukan Kali Bekasi, ia jauh-jauh dari Kali Pesanggrahan hanya untuk meyakinkan kita bahwa Bekasi memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itu bernama Kali Bekasi. Kali yang membelah Bekasi itu bukan sekadar kekayaan alam namun menjadi aset budaya dan peradaban.

Selain berbicara banyak panjang lebar dengan saya, beliau juga sudah bertemu dengan Bang Pepen selaku Wali Kota Bekasi. Dengan Bappeda dan BPLH pun sudah intens berbagi informasi dan pengalaman terkait konservasi Kali Bekasi. Bahkan dalam acara Bappeda yang terkait dengan lingkungan Bang Idin selalu kita jadikan narasumber.

Semoga dengan kedatangan beliau di Bekasi akan membawa inspirasi baru bagi kita dalam melakukan konservasi Kali Bekasi. Dan semoga inspirasi itu menggerakan kita semua melakukan sesuatu untuk masa depan Kali Bekasi. Selamat datang Bang Idin di Bumi Patriot.

PPDB Berdasarkan Nilai UN Menjamin Keadilan untuk Semua

PPDB Berdasarkan Nilai UN Menjamin Keadilan untuk SemuaPenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013 menggunakan mekanisme persyaratan nilai UN sebagai syarat masuk ke Sekolah SMP dan SMA/SMK Negeri. Jadi, Pemerintah Kota Bekasi hanya menggunakan mekanisme penjaringan masuk dengan menggunakan nilai UN calon peserta didik. Dengan demikian, tahun ini tidak ada lagi bina lingkungan dan bina prestasi.

Biasanya dalam menerima siswa baru, sekolah menggunakan dua metode dalam menerima siswa baru. Pertama, menggunakan nilai UN atau Nem. Kedua, melalui mekanisme tes.

Sebenarnya apa pun mekanisme yang ditempuh, entah menggunakan nilai UN atau melalui tes bukan persoalan krusial selama berdasarkan asas keadilan dan transparan.

Seperti halnya masuk perguruan tinggi negeri, menggunakan beberapa mekanisme, melalui jalur ujian atau melalui jalur minat dan bakat. Selama ini tidak ada persoalan dengan hal tersebut.

Namun agak sedikit ‘memanas’ karena terjadi pro-kontra. Apa soal? Tahun ini Pemerintah Kota Bekasi menetapkan kebijakan PPDB berdasarkan nilai UN seratus persen. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan dua mekanisme penerimaan siswa baru. Tahun lalu menggunakan jalur berdasarkan nilai UN dan melalui jalur bina lingkungan dan bina prestasi.

Berdasarkan kajian dan evaluasi, jalur bina lingkungan dan bina prestasi banyak disalahgunakan oleh beberapa orang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dengan adanya kecurangan tersebut ada hak publik yang dikebiri.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi memutuskan untuk menghentikan mekanisme jalur bina lingkungan dan bina prestasi.

PPDB berdasarkan UN membuka kesempatan kepada semua anak untuk mendapat pendidikan di sekolah yang dikehendaki (negeri). Terhadap kelompok masyarakat miskin dengan ini memberikan peluang dan kesempatan kepada mereka. Hal ini bisa memutus mata rantai ketidakadilan dalam penerimaan siswa baru. Prinsip yang kita anut adalah education for all (Unesco). Dengan menjadikan nilai UN sebagai satu-satunya syarat penerimaan siswa baru maka menjamin semua memiliki hak yang sama.

Dan parameter yang paling diterima adalah basis akademik atau nilai UN. PPDB berdasarkan Nilai UN adalah bentuk proteksi untuk kelompok miskin dari hal-hal ketidakadilan.

Kami berharap dengan nilai UN sebagai parameter penerimaan siswa baru akan menjamin hadirnya keadilan dalam penerimaan siswa baru. Semoga, semua pihak bisa menerima keputusan Pemerintah Kota Bekasi. Toh, pada akhirnya tidak ada yang dirugikan dengan kebijakan ini.

Si Pitung

pitung‘Nip elo tau kagak? Beberapa waktu yang lalu, waktu gue lagi nyusurin laman fesbuk, gue dapet foto anak Bekasi yang gagah mirip si Pitung’ ujar Bang Nawi

‘Foto siape tuch Bang?’, bales si Sanip mendadak penasaran

‘Ach elo kagak gaul nich, makanye mainnya jangan di tempat cucian motor mulu’

‘Bukan begitu bang, gue kan jarang-jarang buka fesbuk. Abang mesti maklum, ane kan fakir benwit’

‘Baeklah kalau gitu, nich lo liat aje sendiri … mirip kan?’ ujar Bang Nawi sambil menunjukkan sebuah foto yang konon mirip si Pitung dari henponnya.

‘eh iya … mirip banget ya seperti si Pitung dalam film yang dibintangi alm. Dicky Zulkarnaen’, bales Sanip sambil cengar-cengir

‘Nach encer juga ingatan elo … ngomong-ngomon elo tau kagak sejarah si Pitung?’

‘Dikit-dikit si Bang, cuma dari film yang pernah ane tonton’

‘Nach kalau gitu gue kutipin dech riwayat si Pitung sepertim yang ditulis di Wikipedia … ya buat bacaan elo kali-kali entar ade yang nanya’ ujar Bang Nawi

‘Gini,  cerita Si Pitung menggambarkan sosok pendekar Jakarta dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa Hindia Belanda pada masa itu.

Kisah ini diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi terutama di daerah Kampung Marunda di mana terdapat Rumah dan Masjid lama.

Si Pitung sendiri katanye lahir di daerah Pengumben sebuah kampung di Rawabelong yang pada saat ini berada di sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah. Ayahnya bernama Bang Piung dan ibunya bernama Mpok Pinah. Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin (seorang pedagang kambing).

Pitung sendiri merupakan nama panggilan asal kata dari Bahasa Jawa Pituan Pitulung (Kelompok Tujuh), kemudian nama panggilan ini menjadi Pitung. Nama asli Si Pitung sendiri adalah Salihun (Salihoen).

Beragam pro dan kontra banyak menyelubungi di balik kisah legenda Si Pitung ini, tetapi pada dasarnya bahwa tokoh Si Pitung adalah cerminan pemberontakan sosial yang dilakukan oleh “Orang Betawi” terhadap penguasa pada saat itu yaitu Belanda.

Valid atau tidaknya, kisah Si Pitung tersebut memang banyak yang mempertanyakan, namun namanya begitu harum didengar dari generasi ke generasi oleh masyarakat Betawi sebagai tanda pembebasan sosial dari belenggu penjajah. Hal ini ditunjukkan dari Rancak Pitung di atas bagaimana Si Pitung begitu ditakuti oleh pemerintah Belanda pada saat itu.

‘Lalu apa hubungannya Pitung sama Bekais?’, tanya Sanip

‘Nach kalau itu gue kagak tau, tapi mengingat bahwa orang Bekasi sebagian besar juga berasal dari Betawi, maka bisa jadi cerita tersebut turun temurun di masyarakat Bekasi dan membuat cerita si Pitung menjadi terkenal’ jelas Bang Nawi

‘Terus tampang si Pitung itu sebenarnya kayak apa ye?, tanya Sanip lagi

‘Nach gue juga kagak tau, kan jaman itu belon ada fotografi dan juga kagak ada yang buat lukisan potretnya. Jadi daripada susah-susah, elo bayangin aja si Pitung kayak Bang Komar Bekasi yang terkenal dengan taglinenya “patok besi penjaga tradisi”, jelas Bang Nawi lagi.

‘Ha ha ha bisa aja Abang ini’ ujar Sanip sambil ngakak

‘Nach sekarang kita serahkan ke pembaca aja dech, mirip kagak tuch foto seperti Bang Pitung’ ujar Bang Nawi menutup pembicaraan

Kampung China, 28 Juni 2013

Postingan iseng pelepas lelah di akhir pekan

Yuuk Berhenti Merokok

no tobacco day2“Bang, ente tau gak kalau nich hari adalah hari tanpa tembakau sedunia”, tegur Sanip melihat Bang Nawi klepas klepus ngisep sebatang rokok kretek di warung mpok Ijah.

“Waduh, hari apaan lagi tuch … gue mah tahunya hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus ama hari lahir gue”, sahut Bang Nawi dengan cueknya.

“ya … makanya blog walking (berkunjung dari satu blog ke blog lain) dong kalau elo ngaku blogger, biar elo tahu kalau banyak blogger yang hari ini nulis tentang hari tanpa tembakau sedunia atau bahasa Inggrisnya World No Tobacco Day, contohnya disini nich”, ujar Sanip sambil nunjukin sebuah situs blog keren yang ada di telepon genggamnya.

“Ya Nip, gue kan blogger abal-abal … gue jarang blog walking, tapi kalau ada undangan acara blogger gue usahain datang, kan gue blogger kondangan”, bales Bang Nawi sedikit tersipu

“Terus hari tanpa tembakau sedunia tuch apaan”, tanya Bang Nawi kemudian sebelum si Sanip nyerocos nanya yang macem-macem.

“Gini Bang, dari yang gue baca di blog, hari tanpa tembakau sedunia adalah hari yang diperingati oleh badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) setiap tanggal 31 Mei. Hari tanpa tembakau sedunia dimulai sejak tahun 1997 sebagai bagian dari kampanye untuk membatasi konsumsi tembakau”, jelas si Sanip

“Terus kenapa perlu ada kampanye tanpa tembakau segala”, tanya Bang Nawi mulai penasaran

“Karena menurut data WHO, tembakau terbukti merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian orang dewasa di seluruh dunia. Kampanye diperlukan agar tidak muncul perokok-perokok pemula yang umumnya anak muda”, jelas Sanip

“Karena itu juga, tema kampanye tahun ini adalah “larangan pemberian sponsor, promosi dan iklan tembakau’. Tema ini diambil karena larangan iklan dan pemberian sponsor tembakau merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi permintaan akan tembakau dan mengurangi jumlah perokok pemula” papar Sanip lebih jauh

“Wah hebat elo Nip, bisa jelasin panjang lebar soal hari tanpa tembakau sedunia”, ujar Bang Nawi dengan nada sedikit iri

“ha ha ha … enggaklah Bang, gue kan cuma baca dari blog ini. Yang hebat tuch blogger-blogger yang nulis tentang hari tanpa tembakau sedunia, mau bantu ikutan kampanye, padahal gue tahu gak ada yang bayar, bukan pay per posting. Sempet-sempetnya si blogger cari bahan tulisan untuk blog dan tahu kalau hari ini merupakan hari tanpa tembakau sedunia”.

“Terus emangnya efektif kampanye hari tanpa tembakau sedunia, gue aja kagak tahu?” sela Bang Nawi

“Iye sich … seperti yang dituliskan di blog, bisa jadi kampanye yang dilakukan masih kurang efektif dibandingkan iklan rokok. Tapi setidaknya bisa mengingatkan kalau merokok itu berbahaya bagi kesehatan seperti apa yang ditulis di bungkus rokok” jelas si Sanip.

“Benar juga elo Nip, mungkin itu sebabnya para blogger di Beblog gak ada yang merokok. Gue gak pernah lihat Bang Komar, jawara Bekasi yang aktif ngeblog ngerokok. Begitu juga blogger sehat yang jadi guru”

“Om Jay maksud Abang?”, sela Sanip sebelum Bang Nawi menyelesaikan kalimatnya

“Iye ye .. om Jay dan satu lagi penasihat BeBlog yang juga 86 ukuran badannya dengan om Jay setahu gue kagak ngerokok. Elo sebutin deh di Beblog siapa yang merokok, elo pasti kesulitan ngejawabnya”, ujar Bang Nawi sambil mematikan rokoknya yang masih setengah batang.

“Hari ini gue berhenti ngerokok dulu dech, ngikutin kampanye hari tanpa tembakau sedunia”, sambung Bang Nawi

“Mantab Bang, mudah-mudahan besok-besok abang bisa berhenti merokok selamanya”, ujar Sanip menutup pembicaraan

“Amiiin … tks atas doanya Nip”