Maafkanlah, Dan Hidup Akan Terasa Jauh Lebih Indah

Rela Memaafkan Adalah Jalan Terpendek Menuju Tuhan”(Gerard G.Jampolsky dalam bukunya “Forgiveness, The Greatest Healer of All”)

Saya mengelus pipi dengan rasa geram luar biasa.

Bahkan oleh ayah sendiri sekalipun, saya tidak pernah merasakan ditampar seperti ini. Sakitnya terasa sampai ke tulang sum-sum. Harga diri saya seakan dicabik-cabik.Kemarahan berkecamuk dalam dada, namun saya tak kuasa melampiaskannya. Saya tak berdaya. Pasrah.

Saya ketika itu hanyalah satu diantara sekitar 200-an junior-junior lelaki mahasiswa baru berkepala plontos yang sedang menjalani OPSPEK Fakultas Teknik 20 tahun lalu yang memang terkenal keras gemblengannya. Memang bukan hanya saya kena tampar Senior yang galak itu tapi juga kawan-kawan saya yang lain. Tapi saya menandainya. Saya mengingat wajah dan namanya. Kelak, janji saya dalam hati, saya akan membalasnya, yang membuatnya lebih menderita dan menyesal telah melakukan kekejian seperti ini pada saya.

Continue reading Maafkanlah, Dan Hidup Akan Terasa Jauh Lebih Indah

Detik-detik Menuju Kemenangan

Hari ini adalah hari terakhir kita di bulan suci Ramadhan 1430 H. Ada perasaan sedih karena akan ditinggalkan bulan Ramadhan. Namun, ada secercah kebahagiaan karena sebentar lagi kita akan menuju detik-detik kemenangan. Kemenangan mengendalikan hawa nafsu. Kemenangan diri untuk mendapatkan ridho ilahi Robbi. Sebulan penuh lamanya kita berpuasa dan kini kita akan memasuki detik-detik pintu kemenangan. Kemenangan hakiki melawan diri kita sendiri.
Continue reading Detik-detik Menuju Kemenangan

Malam Ramadhan Terakhir Tahun ini

enggano

Apa yang paling anda kenang di setiap malam terakhir Bulan Ramadhan?

Yang pasti bagi saya, malam itu adalah malam paling mengharukan yang pernah saya lewatkan. Sebuah malam dimana segenap jiwa luruh pasrah dalam genggaman KeagunganNya yang Maha Suci, dimana lirih dzikir yang dilantunkan memenuhi langit penuh tawadhu‘ dan berdentang syahdu di dinding hati, dimana diatas hamparan sajadah terbit kesadaran penuh betapa kecilnya kita dihadapan sang Maha Pencipta, dimana pelupuk mata basah oleh keharuan yang menyesak kalbu bersama dengan harapan besar agar kelak bisa bertemu kembali dengan bulan penuh berkah ini ditahun berikutnya.

Ya, setiap menjalani malam terakhir di Bulan Ramadhan seusai I’tikaf, terasa benar aura keharuan selalu menyelusup pelan dalam hati. Seperti melepaskan kekasih hati yang sangat disayangi dan akan pergi meninggalkan jejak rindu mendalam di sanubari.

Continue reading Malam Ramadhan Terakhir Tahun ini

H-2

bekasi-sepi

Dua hari lagi lebaran datang. Bekasi sebagai salah satu pendamping ibu kota mengalami nasib yang sama sebagai kota migran: ditinggal mudik oleh para penduduknya. Jalanan yang biasanya penuh; ramai oleh bunyi klakson, pengap oleh kelelahan, dan sesak dengan hawa ketidaksabaran, sekarang seperti diberi cuti. Setelah terlalu banyak cerita yang terjadi. Cerita-cerita yang sekarang sedang dibawa ke beratus-ratus kampung halaman.

Tapi tidak semua cerita akan menempuh perjalanan besar. Beberapa tidak keluar dari kota ini, entah karena tidak punya tujuan. Beberapa karena terpaksa tinggal. Beberapa karena terlalu sedih, bahkan untuk diungkapkan.

abang-abang

ibu-ibu

Selamat menikmati kampung halaman. Selamat bercerita.
Bagi yang tidak pulang kampung, mari kita nikmati, cuti-cuti para jalanan besar ini :)

Idul Fitri Tiba, Mari Memaafkan Lewat SMS

sms5Saat Idul Fitri tiba, apa yang biasanya anda lakukan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada orang-orang yang kita kenal namun keberadaan mereka jauh dari kita ? Kirim saja melalui Short Message Service (SMS), lebih praktis dan cepat sampai atau kalau mereka punya account fesbuk kirim saja lewat fesbuk, mudah tinggal ngetag saja begitu kata seorang teman.

Ya ditengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, pengiriman permohonan maaf jarak jauh memang dapat lebih mudah dilakukan. Cukup dengan menekan tombol-tombol di telepon genggam, dalam hitungan detik pesan-pesan yang dikirimn dapat diterima saat itu juga dan tepat sasaran. Continue reading Idul Fitri Tiba, Mari Memaafkan Lewat SMS

Biarkan Emas itu Tergadai, Asal Bukan Cinta Kita..

Catatan Pengantar:

Butuh sebuah “keberanian” tersendiri menuliskan kisah ini kembali disini. Sungguh, setiap kali membacanya lagi menjelang lebaran tiba senantiasa membuat mata saya basah mengenangnya. Maafkan bila kurang berkenan di hati anda.

—————————

SETELAH prosesi resepsi pernikahan yang sakral kami jalani di gedung wayang Kekayon Jl.Raya Yogya Wonosari, 10 April 1999, babak baru kehidupan sudah menyongsong didepan mata. Saya telah menjadi suami dari Sri Lestari, gadis yogya yang memiliki senyum memikat dan memboyong anak kelima dari Bapak/Ibu Harjoijoyo itu ke rumah kontrakan saya yang kecil dan sempit di Jl.DR.Sutomo didepan UKI-Cawang.

Ketika itu, saya baru saja bekerja sebagai karyawan di PT.Framas Plastic Technology Cibitung setelah sebelumnya terkena PHK dari PT.Timori Putra Bangsa (sebuah perusahaan otomotif milik Tommy Soeharto yang berencana membuat pabrik sepeda motor nasional) pasca krisis moneter 1998. Alhamdulillah, saya diterima di PT.Framas tepat ketika pengumuman PHK keluar. Dengan demikian, saya tidak perlu menyandang predikat “penganggur”. Bahkan sempat mendapat pesangon/uang jasa dari PT.Timori yang kemudian kelak saya jadikan “modal” untuk menikah.

Continue reading Biarkan Emas itu Tergadai, Asal Bukan Cinta Kita..

Bukber Be Blog 2009: Bersahabat dan Tak Terduga

2009-09-12 (beblog-bukber) (16)Rangkaian buka puasa bersama saya dengan komunitas online pun akhirnya berakhir di Bekasi Cyber Park (BCP), Sabtu 12 September kemarin. Bersama dengan 30-an Blogger Bekasi, kami pun memadukan buka puasa dengan silaturahim yang akrab dan keren. Keren karena ada saya pastinya *dipentung*

Datang ke acara sebenarnya telat dari yang direncanakan, baru jam 5 sampai di Stasiun Bekasi padahal acaranya sendiri jam 4. Tapi oke lah, pasti mereka ngerti kalo Depok itu jauuuuuuhhh banget *lebay*. Kontak Mba Ajeng ketika sampai, eeee malahan saya duluan yang sampe sana. Selidik punya selidik ternyata doi bawa motor *weleh-weleh*

Continue reading Bukber Be Blog 2009: Bersahabat dan Tak Terduga

Kutub Utara – Kutub Selatan Be-Blog

images (2)Pagi-pagi saat buka bloggerbekasi, tertarik dengan artikelnya mas udin “kemesraan komunitas di be-blog“, setelah kasih komen dikit, trs kepikir untuk ide posting… :)

masih ttng seputar kemesraan di be-blog dan sedikit rencana untuk tidak  mudik lebaran…(cari temen gak mudik nich critanya… :) )

bagi yang gak mudik dan tidak punya rencana keluar kota selama liburan lebaran, dan untuk menyatukan kutub utara dan kutub selatan be-blog gimana kalau kita kumpul-kumpul di cyber bekasi di sela-sela hari libur panjang.

Continue reading Kutub Utara – Kutub Selatan Be-Blog