Bukan Hanya Terkotor

Bagi orang yang tinggal di Bekasi sebutan kota terkotor merupakan hal yang biasa saja bahkan mungkin mereka tidak terpengaruh dengan “gelar” tersebut.Banyak warga Bekasi yang memang boleh dikatakan sudah tidak peduli lagi dengan gelar kota Terbersih maupun kota Terkotor.

Sebagai salah satu warga Bekasi saya merasakan sendiri dalam kehidupan sehari – hari.Salah satu contoh yang paling konkret adalah ketika kita mengendarai kendaraan kita di jalan raya maupun di jalan – jalan sekitar kompleks perumahan di Bekasi.

Sangat terasa sekali kesemrawutan maupun kesumpekan.Para pengendara motor khususnya sudah tidak mempedulikan lagi rambu – rambu lalu lintas yang ada di jalan.Lampu merah sebagai tanda berhenti sudah tidak mereka pedulikan.

Tidak ada tenggang rasa dalam berkendara.Saling serobot sudah menjadi hal yang biasa, mengerikan rasanya melihat anak – anak sekolah yang sedang bersepeda.Saya khawatir sekali jika anak – anak tersebut akan terserempet oleh para pengendara yang ugal – ugalan.

Kesemrawutan itu terjadi karena Pemerintah kota Bekasi memang tidak pernah serius dalam menata kotanya.Saya menyesalkan banyaknya mini market yang tumbuh bertebaran di setiap sudut kota.Seharusnya Pemkot harus banyak menyediakan Ruang Terbuka Hijau.

Sebagai daerah penyangga Ibukota pertumbuhan kota Bekasi memang sangat cepat.Hal ini dapat dilihat dengan banyak berdirinya komplek perumahan baru setiap tahun.Dengan demikian pertumbuhan penduduk di kota Bekasi memang sangat cepat di banding kota – kota lain.

Walikota Bekasi Rahmat Efendi seharusnya dapat mencontoh kebijakan Walikota Solo Joko Widodo yang berani melarang berdirinya mini market – mini market baru di kota yang dipimpinnya.Jika kebijakan ini dapat diterapkan di Bekasi Insya ALLOH kemacetan dan kesemrawutan akan berkurang.

Mayoritas warga Bekasi adalah orang – orang yang bekerja di Jakarta sehingga banyak dari mereka adalah pendatang dari luar kota dan bagi mereka Bekasi adalah “tempat tidur” atau tempat “melepas rasa lelah” setelah seharian bergelut dengan kemacetan dan pekerjaan.

Saya juga menyoroti rendahnya mental aparat pemerintah kota Bekasi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.Hal ini dapat saya rasakan ketika saya berkunjung ke kantor – kantor pemerintahan kota Bekasi.Semoga Bekasi dapat naik tingkat menjadi Kota “Sedikit Bersih” di kemudian hari.Aamiin.

GIYAT YUNIANTO
www.giyatyunianto17.blogspot.com

Pilih Samsung S3 atau iPhone 4S

“Temenku di Amrik mau beli S3 punyaku, karena katanya lebih bagus dari iPhone!:-)”, begitu kira-kira dialog antara dua penggemar gadget tercanggih saat ini. Samsung Galaxy SIII Quadcore dan iPhone 4S dualcore.

Dari sisi harga, dua ponsel cerdas ini mempunyai harga yang setara, meskipun iPhone selalu lebih mahal dari pesaingnya. Mungkin itu memang strategi Apple untuk selalu menjual gadgetnya di atas harga pasaran. Strategi yang bagus dan terbukti ampuh, meski sebenarnya kurang disukai para konsumen.

Lalu apa kelebihan S3 dibanding iPhone 4S? Marikita lihat satu demi satu.

1. Support Adobe Flash !:-)
Saat ini semua produk Apple memang mengharamkan flash berjalan di SISOP-nya. Jadi kalau kita suka dengan flash, maka artinya kita putus dengan Apple.

2. Prosessor Quad core
Sekarang adalah eranya ponsel dengan empat otak (quad core), sehingga produk dengan dual core sudah mulai terpinggirkan bagi penggemar fanatik gadget canggih.

3. Memory card
Tidak bisa tidak, keberadaan micro SD Card membuat S3 lebih ramah pada para pengguna miniSD Card.

4. RAM 1 GB
Kapasitas RAM 1 GB dari S3 dua kali lebih besar dari kapasitas iPhone 4S yang hanya 512 MB.

5. Radio FM
Meskipun sepele, tapi adanya fitur radio membuat Samsung S3 terasa lebih menarik.

6. Ukuran Screen
Tampilan S3 yang 4,8 inch tentu terasa lebih lega dibanding iPhone 4S yang hanya 3,5 inch.

7. Network 4G
Inilah generasi terkini yangdiadopsi oleh S3, sementara itu iPhone masih menggunakan generasi standard, yaitu 3.5 G.

8. Type layar Super Amoled
Dengan type Super Amoled, maka tampilan S3 terasa lebih bening dibanding iPhone 4S.

Lalu dimana kelebihan iPhone 4S dibanding Samsung Galaxy S3 ?

1. Memori internal
Disediakan memori internal mulai dari ukuran 16 GB sampai 64 GB, sementara S3 maksimal hanya 32 GB.

2. Aplikasi yang stabil
Dibanding Android, maka aplikasi yang berjalan di Apple memang lebih stabil, mengingat aplikasi di app store hanya didisain untuk satu macam ratio tampilan. Bandingkan dengan Android yang mempunyai beragam ratio tampilan dari berbagai vendor.

3. Ukuran kecil dan nyaman
Meskipun iPhone lebih berat dari Samsung S3, tetapi ukurannya jauh lebih kecil sehingga terasa nyaman di genggaman dan pas di taruh di saku.

Dari beberapa kelebihan Samsung S3 dibanding iPhone 4S di atas, tidak salah kalau banyak orang bilang bahwa Samsung Galaxy S3 lebih menarik dibanding iPhone 4S. Anehnya, apapaun yang dikatakan oleh orang maupun para kritikus, tetap saja Apple tidak goyah dan tetap setia dengan kecermatannya dalam melakukan perubahan.

Android mempunyai kelebihan dalam melakukan perbaikan ataupun inovasi terhadap sistem operasinya, sehingga berturut-turut terius muncul versi terbaru mereka. Apple baru akan muncul versi 6.0 preview dalam waktu dekat ini. Sementara itu, sejak Android Froyo, maka terus bermunculan seri Ginger Bread, Honey Comb, Ice Cream Sandwich dan yang terakhir Jelly Bean.

Anda pilih mana?

 

Berbagi Sukses Mulia bersama @JamilAzzaini di ultah BeBlog ke 3

Dalam acara Amprokan Blogger setahun lalu, mas Nukman Luthfie di depan audiens, bercerita tentang pergeseran minat menulis blog dengan minat menulis di microblogging (twitter atau FB). Padahal dari sisi manfaat, Blog mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibanding twitter ataupun FB. Blog bisa bercerita lebih detil dan lebih menarik karena panjang karakternya jauh lebih banyak.

Diumpamakan oleh mas Nukman, dengan menulis di blog, maka seolah-olah kita sedang membuat matahari-matahari kecil yang bermanfaat untuk menerangi para pembaca blog kita.

“Kita adalah pencipta matahari kecil yang menyinari pembaca kita”, ujar mas Nukman waktu itu.

Kumpulan dari matahari kecil inilah yang kemudian menjadi sebuah komunitas blogger dan berubahlah matahari kecil itu menjadi matahari yang lebih besar. Semakin banyak kita menulis artinya semakin terang sinar matahari kecil kita, apalagi kalau tulisan kita disenangi pembaca dan bermanfaat bagi orang lain, maka matahari kitapun akan menjadi semakin besar dan terang.

“Saat ini para blogger senior juga ada yang terpengaruh oleh asyiknya menulis di Twitter maupun FB. Hanya beberapa blogger yang masih setia menulis secara rutin. Sebut saja mas Bukik, mas Jamil Azzaini ataupun mas Eshape

Setelah kubaca blog mas Jamil Azzaini, maka akupun sepakat bahwa mas Jamil tidak hanya sekedar menulis untuk hobi, tetapi lebih banyak menulis untuk dimanfaatkan pembacanya. Blog Jamil Azzaini merupakan sebuah blog yang sangat hidup. Selalu update dengan tulisan yang segar mencerahkan.

Melalui diskusi di twitter akupun akhirnya sukses mengajak mas Jamil untuk mengisi acara ulang tahun Blogger Bekasi yang dijatuhkan pada tanggal 8 September 2012 nanti. Bagi mas Aris, ultah BeBlog tetap tanggal 17 Agustus, karena itulah hari kelahiran sang Ketua Beblog. Tentu mas Jamil harus memberikan diskon besar-besaran agar panitia sanggup mendatangkannya. Untungnya Indosat masih setia mendukung Blogger Bekasi sebagai sponsor, sehingga acara ulang tahun BeBlog 8 September 2012 nanti dapat menghadirkan sosok Motivator Internasional Jamil Azzaini.

Dengan tema “3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan”, maka diusunglah segala macam acara untuk memeriahkan pesta tahunan blogger bekasi ini. Pesta yang murni untuk para komunitas blogger dan juga komunitas lain yang mempunyai konsep berbagi berkah pada lingkungannya.

BeBlog Milad

Mas Jamil akan mengajak para blogger untuk tidak hanya sekedar menulis, tapi bagaimana agar energi menulis seorang blogger bisa membuat mulianya seorang blogger, bisa membuat sukses seorang blogger dan ujung-ujungnya adalah Blogger yang Sukses dan Mulia, tidak hanya sukses doang tetapi tidak mulia atau hanya mulia saja tapi tidak sukses.

Melihat jadwal mas Jamil Azzaini yang begitu padat, sungguh sebuah kehormatan besar bagi Blogger Bekasi dapat mendatangkan beliau dalam acara ulang tahun ini. Patut diacungi jempol kinerja panitia ulang tahun BeBlog yang ketiga ini. Mereka adalah kumpulan emak-emak dan babe-babe blogger yang cantik dan ganteng.

JamilAzzainiInspiratorSuksesMulia

Semakin cantik dan ganteng karena mereka selama ini terus berhasil dalam menjalankan keputusan rapat dalam kopdar rutin REBOAN di BCP (Bekasi Cyber Park). Panitia ini diketuai oleh seorang emak blogger yang cantik yaitu mbak Mira, dengan dukungan banyak emak maupun calon emak, nisalnya Suzie Kepal Sekolah Akber Bekasi, juga mbak Indah Juli Sibarani yang begitu setia berkorban waktu untuk mengurusi kepanitiaan ini.

Masih banyak panitia yang tidak bisa disebut disini dan kepada merekalah kita patut menjura hormat. Mereka sudah cukup capek dan lelah menerima tugas diluar tugas mereka sehari-hari, tapi mereka tetap etrsenyum dan terus berkepala dingin untuk menyelesaikan masalah demi masalah satu demi satu.

Kesabaran dan keuletan adalah kunci utama kesuksesan acara ini. Catat waktu kegiatannya. Sabtu, tanggal 8 September 2012, Mas JamilAzzaini  akan berbagi dengan anggota Blogger Bekasi ataupun blogger dari wilayah lain untuk menjadi blogger yang Sukses dan sekaligus Mulia.

Salam sehati.

Jamil Oke Eshape
Jamil Oke Eshape

LAILATUL QADR

Disaat memasuki pertengahan Ramadhan, dalam realitas dan fakta di masyarakat, masjid-masjid atau musola mulai mengalami penurunan tingkat jama’ah jika di bandingkan waktu-waktu awal ramadhan, bahkan tak sedikit pula saudara-saudara kita sesama muslim ada yang nekat tidak berpuasa tanpa ada undzur. Nampaknya terdapat penurunan tingkat Motivasi untuk melaksanakan perintah Tuhan YME, maka berkenaan dengan itulah maka Lailatul Qadr  hadir sebagai alat pemacu motivasi untuk menggapai derajat Taqwa beserta bonus-bonus lainnya yang telah di janjikan dan di sarankan oleh Allah dan  Rasulnya, sebagaimana telah tertera dalam Al-Qur’an maupun di dalam Al-Hadis.

Allah berfirman dalam Q.S.Al-Qadr ayat 1-5:

Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1], Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

            Apa yang dimaksud dengan lailatul qadar?. Pertama, qadar berarti ketentuan Allah yang berkaitan dengan hidup dan mati kita, suka dan duka kita, sehat dan sakit kita. Inilah malam ketika Tuhan menetapkan takdirnya bagi kita. Dalam Q.S. Al-Dukhan 3-4 Allah berfirman:

Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.[1]

Pada Lailatul Qadar malaikat turun untuk “menuliskan” takdir kita buat tahun berikutnya. Karena itu, dimalam itu kita dianjurkan untuk membaca do’a-do’a; seraya bermohon agar Allah menuliskan kebaikan buat kita. Salah satu di antara do’a itu ialah: “ya Allah, panjangkanlah usia ku, luaskan rezeki ku, sehatkan tubuhku, dan sampaikan aku pada harapanku. Jika aku sudah termasuk pada kelompok yang celaka, hapuskanlah namaku dari kelompok itu dan tuliskanlah aku termasuk kelompok yang berbahagia. Karena engkau berfirman di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu sang utusan SAW. Allah menghapus apa yang dia kehendaki dan menetapkan apa yang dia kehendaki dan pada sisi dia ada Ummul Kitab.

Jawaban Kedua, “qadr”artinya kemuliaan, keagungan. Lailatul Qadar artinya malam keagungan, malam kemuliaan, the night of honors. Lailatul Qadar itu menjadi mulia karena ada peristiwa mulia yang terjadi padanya. Ada tiga kemuliaan yang terjadi di malam Qadar. Pertama, turun kitab suci yang mulia. Keagungan Al-Qur’an, yang melintas ruang dan waktu, membuat malam itu menjadi sangat istimewa. Kedua,Al-Qur’an turun kepada Nabi yang mulia, yang tanpa dia tidak akan diciptakan alam semesta. Ketiga, kemuliaan juga diberikan kepada mereka yang menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah dan amal shalih. Kerena itu, pada surah Al-Qadar yang tadi telah di baca pada awal kultum ini, kata lailatul qadar disebut tiga kali.

 


[1] yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.


[1]Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

+++

sumber gambar disini

Lomba Penulisan Blog Semi-SEO Dalam Rangka 3 Tahun Komunitas Blogger Bekasi

Tema :  3 TAHUN BEBLOG, SEMANGAT KEBERSAMAAN DALAM HARMONI PERUBAHAN”

A. JENIS DAN WAKTU LOMBA (Revisi 31 Agustus 2012)

Sosialisasi dan Pendaftaran :  8 Agustus – 29 September 2012
PelaksanaanLomba : 8 Agustus – 16 September 2012

Capture SEO di Google : 16 September 2012, pukul 24.00 malam

Penjurian  : 16 September 2012 – 22 September 2012
Pengumuman : 23 September 2012

B. KETENTUANLOMBA

1. Tulisan

Tema :  3 TAHUN BEBLOG, SEMANGAT KEBERSAMAAN DALAM HARMONI PERUBAHAN”

Tulisan berupa artikel populer yang menyajikan informasi, argumentasi dan pendapat tentang Bagaimana menurut anda Blogger Bekasi memaknai keberadaannya sebagai media kontrol sosial dengan merajut semangat kebersamaan dalam harmoni perubahan zaman yang terus bergerak

Panjang tulisan minimal 2 halaman A4,spasi 1,5 atau setara dengan 800-1000 kata

Hasil karya asli penulis (kutipan pada beberapa bagian entry diperbolehkan, dengan mencantumkan sumber kutipan)

Menggunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari)

Tulisan tidak mengandung kalimat yang mengandung hujatan, pornografi dan soal yang menyinggung SARA

2. Peserta Lomba

– Peserta lomba adalah perorangan dan memiliki blog, serta wajib follow akun resmi twitter Beblog @bloggerbekasi

– Peserta adalah anggota komunitas blogger bekasi yang sudah mendaftar disitus www.bloggerbekasi.com (syarat keanggotaan bisa dibaca disitus Blogger Bekasi)

– MENDAFTAR sebagai peserta lomba dengan mengisi kolom komentar dibawah postingan ini dengan format Nama, Asal,  Alamat Blog, Akun twitter (jika ada) URL Postingan,

– Pendaftaran dilakukan mulai 8 Agustus 2012 – 15 September 2012

– Peserta memasang banner Blogger Bekasi di blog masing-masing (khusus untuk yang blognya di multiply atau friendster, banner bisa dipasang pada posting blog nanti)

– Peserta wajib memberikan minimal satu link/tautan menuju situs blogger bekasi (www.bloggerbekasi.com) dan sponsor utama kegiatan ini yaitu Indosat (www.indosat.com)

– Peserta wajib untuk posting link Blog mereka di twitter dengan mention @bloggerbekasi & tagar #Lomba3thnBeblog

3. Hasil Posting yang di Lombakan

Hasil karya peserta yang dilombakan, dipublikasikan diblog masing-masing pada tanggal 8 Agustus 2012-15 September 2012 dengan mencantumkan kode #Lomba3thnBeblog

Pada tanggal 16 September 2012, pukul 24.00 malam akan dilakukan seleksi peringkat SEO Google dengan kata kunci “3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan”, akan diambil halaman pertama dan kedua untuk dilakukan penilaian konten

Juri konten akan menilau tulisan yang masuk sesuai nominasi yang diserahkan oleh Panitia dan menentukan pemenangnya

Peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan lomba di atas, tidak akan diikutsertakan ke proses selanjutnya, yaitu penjurian.

Panitia dan juri berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pengumuman Pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2012 di Website Blogger Bekasi (www.bloggerbekasi.com)

 

C. ASPEK PENILAIAN

1. Kesesuaian dengan tema.

2. Penyajian

3. Orisinalitas


D. HADIAH

Pemenang Pertama : Blackberry Curve

Pemenang Kedua :  Samsung Galaxy Pocket

Pemenang Ketiga : Modem dan uang cash Rp 200.000

 

E. JURI LOMBAPOSTING BLOGGER BEKASI

1. Amril Taufik Gobel

2. Aris Heru Utomo

3. Wijayakusumah

 

 

Sumber foto

Renungan Inspiratif Seorang Ayah

Judul Buku : River’s Note 

Penulis : Fauzan Mukrim

Penerbit : Noura Books

Tebal  :  xii + 255 halaman

Cetakan : Pertama, April 2012

Saat pertama kali membaca buku ini, ingatan saya melayang 10 tahun silam ketika saya pertama kali ngeblog dengan motivasi mengabadikan kisah-kisah kelahiran putra pertama saya–yang sudah kami tunggu setelah 3 tahun menikah–Muh.Rizky Aulia Gobel. Ketika itu saya menulis cerita seolah-olah Rizky sedang bercerita tentang dirinya, sejak lahir hingga berusia 7 tahun. Alhamdulillah catatan-catatan tersebut dibukukan oleh Penerbit Gradien pada tahun 2006 dengan judul “Warna Warni Hidupku”.

Buku River’s Note (selanjutnya saya singkat dengan RN) ditulis dalam perspektif berbeda. Fauzan Mukrim, seorang jurnalis Trans TV menuturkan cerita kepada sang anak dengan sudut pandang sebagai seorang ayah. Dengan gaya bahasa yang sederhana, Fauzan–yang akrab dipanggil Ochan–dengan jernih bertutur beragam hikmah kehidupan yang dikemas dalam cerita keseharian kepada sang anak, River Ifham Asfari, secara memikat dan menyentuh. Ochan menyimpan catatan-catatan tersebut dalam blog www.riversnote.blogspot.com.

Yang paling berkesan buat saya adalah, Ochan menampilkan kisah River bahkan sejak masih dalam kandungan sang ibu.  Cara bertuturnya mengingatkan saya pada dongeng pengantar tidur yang kerap disampaikan ibu atau ayah, dulu saat saya masih kecil. Lugas. Spontan. Menyentuh. Membuai imajinasi pembaca dalam sejumlah pengalaman-pengalaman sederhana sarat hikmah.

Lihatlah bagaimana Ochan bercerita pada River dalam tulisan “Oleh-Oleh Ayah” (halaman 199)

Malam itu, Nak, aku membawa pulang oleh-oleh untukmu. Aku bawa melintasi sisa gerimis. Malam masih sibuk. Orang-orang yang tadi sempat terhalang pulang, mulai beranjak. Seorang tamu agung baru saja datang ke negara kita. Obama namanya. Presiden Amerika Serikat itu akhirnya benar-benar tiba di Jakarta setelah beberapa kali gagal datang. Ada yang senang. Ada yang gusar. Mereka yang terhalang pulang itu yang gusar. Jalan mereka ditutup selama satu hingga dua jam untuk memberi jalan kepada sang presiden. Pengendara motor membawa anak-anak kehujanan tak sempat berteduh. Ibu-ibu terpaksa berjalan kaki. Pedagang-pedagang kaki lima digusur. Sementara katanya. Lalu keesokan harinya, Obama berpidato bahwa Indonesia tak seperti dulu lagi. Jalan-jalan lancar, katanya. Pak Beye yang berdiri di sebelahnya tersenyum mesem-mesem seperti anak gadis baru dilamar.

Ini bukan cerita tentang Obama, Nak. Insya Allah, dia orang yang lebih baik dibanding pendahulu-pendahulunya. Mari kita doakan.

Teman-temanku dibuat sibuk. Pagi-pagi sekali mereka sudah mengantri di logistik untuk mengeluarkan alat-alat liputan, siap memberitakan apa saja tentang kedatangannya. Seperti biasa, kami pekerja stasiun TV harus berlomba. Euforia Obama di mana-mana. Mungkin bila ada anak yang lahir hari itu, bisa jadi dia diberi nama Obama. Sejenak kita dibuat lupa pada Wasior, Mentawai dan Merapi yang baru saja dihantam bala.

Narasi bernuansa sastra disajikan Ochan dengan sangat menarik seakan membawa pembaca larut dalam kisah-kisahnya. Tak ada kesan menggurui dalam buku ini. Ochan dengan lincah merangkai kata-kata dalam harmoni yang indah. Petuah-petuah yang disampaikan begitu membumi, karena begitu dekat dengan keseharian, begitu lekat dengan rutinitas kita sesungguhnya. Saya merasa buku ini menjadi “gue banget” karena merefleksikan cinta sejati sang ayah kepada anaknya. Menyajikan sebentuk romansa keluarga yang inspiratif dan penuh makna. Saya seakan menyaksikan diri saya di “cermin” sepanjang membaca buku ini. Tak salah bila sutradara terkenal, Riri Riza menyampaikan testimoni mengenai “River’s Note”: “Cerita tentang kota, bangsa, dan berbagai peristiwa. Lebih dari itu, ini surat cinta yang menyentuh dari seorang ayah kepada anaknya. Saya sangat menikmatinya”.

Ochan yang lahir di Watampone Sulawesi Selatan, 13 November 1978 dan 2 tahun lalu menerbitkan novel “Mencari Tepi Langit” (Gagas Media), juga mengangkat sisi-sisi yang akrab dengan kebudayaan Bugis, tempat ia tumbuh besar. Pada tulisan “Malaikat yang Terinjak Sayapnya” (halaman 217) misalnya, suami dari Desanti Sarah ini menulis

Di kultur ayahmu ini, Nak, ada yang disebut pattola palallo. Arti kata per katanya aku tidak paham benar, yang pasti kalimat itu sering diucapkan sebagai doa. Ketika orang-orang tua melihat anak kecil, mereka biasanya berucap “tannapodo pattola palallo ko wa, Na’.” Artinya seorang anak diharapkan menjadi pattola palallo, tumbuh dengan menjadi lebih baik daripada orangtuanya. Jika bapaknya doktorandus, sang anak diharapkan akan menjadi doktor, misalnya. Kalau bapaknya dulu ranking 39, sang anak bolehlah ranking 38 atau 37. Intinya, menjadi lebih baik. Maka, bisa jadi orang Bugis yang paling sial adalah yang bapaknya profesor, karena mau jadi apa lagi dia yang lebih hebat dari profesor? Kompresor, mungkin.

Sebagai orang bugis, Nak, dari lubuk hati yang paling dalam aku juga berharap kamu menjadipattola palallo, menjadi lebih baik daripada kami di segala aspek. Pendidkan, soisal, ekonomi, religi, dan lain-lain. Tapi kamu tak perlu merasa terbebani, toh standar kami juga tidak tinggi-tinggi amat. Kalau tadi aku menyinggung orangtua yang ranking 39, ketahuilah, Nak, bahwa itu adalah aku, ayahmu ini sewaktu berguru di bangku SMA.

Sampai di sini, mari kita coba mendiskusikan sesuatu. Bila Allah SWT memberi umur panjang, mungkin pada saat kamu membaca ini, aku masih ada di ruang tengah membaca buku, atau di teras belakang rumah kita memberi makan ikan koi. Bila kamu tidak sedang sibuk pacaran, hampirilah aku. Insya Allah, aku adalah ayah yang selalu membuka ruang diskusi. Bahkan ruang debat, bila perlu. Open mind for different view. Begitu kata Metallica dalam lagu Nothing Else Matters, Nak.

Tulisan-tulisan Ochan di buku ini tidak melulu menyajikan hal-hal serius dan menerbitkan rasa haru pada pembacanya. Bagai seorang koki handal, penulis yang menjadi participant writer dalam Makassar International Writers Festival 2012 ini, memberikan sentuhan humor yang renyah pada tulisannya yang membuat pembaca tersenyum-senyum sendiri.

Buku ini terdiri atas 7 Bab (dengan isi masing-masing 7 – 8 tulisan) yaitu “Mencintai & Mensyukuri Hidup”, “Kehormatan dan Integritas Diri”, “Cinta yang tak kenal batas”, “Bisik Nurani”, “Ujian vs Kesabaran”, “Asa dan Doa”, dan “Melihat Lebih Dekat”.  Beragam setting peristiwa tersaji dalam ulasan yang cerdas dan bernas. Juga kritis. “Surat Cinta” sang ayah ini tidak hanya sekedar menjadi catatan kenangan Ochan kepada sang putra namun menjadi rujukan bermanfaat buat kita semua dalam menjalani hidup dan kehidupan, dengan lebih baik dan bermakna. Terimakasih Ochan!

 

Pengendalian Diri

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183)

Secara piqih puasa merupakan menahan diri dari hal-hal yang dapat  membatalkannya di mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pada dasarnya puasa sebagai media untuk melatih diri agar manusia memiliki kemampuan mengendalikan diri  atau mengendalikan hawa nafsu. Pada umunya manusia butuh perjuangan untuk mengendalikan diri. Dengan contoh yang sangat baik Al-Qur’an mengisahkan bagaimana Adam di tempatkan Allah bersama Istrinya dengan segala fasilitas kenikmatan yang telah tersedia. Bahwa drama kosmis kejatuhan Adam dari surga ke dunia dilatar belakangi oleh ketidak mampuan Adam mengendalikan dirinya, terutama sifat rakus (tamak).

Dalam bahasa Al-Qur’an peristiwa ini disebut dengan hubut. Allah SWT berfirman:

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (Al-Baqarah [2]: 36)

Dari ayat tersebut dapat di analisis bahwa orang yang tidak mampu mengendalikan diri dari godaan hawa nafsu akan mengalami kejatuhan moral- spiritual. Oleh sebab itu, keberhasilan Ramadhan akan terlihat pada kemampuan setiap orang yang berpuasa dalam mengendalikan dirinya. Ia tidak akan pernah memperturutkan hawa nafsunya yang cendrung mendorong manusia untuk melakukan kemaksiatan. Sebaliknya, ia lebih memberi kesempatan pada nafsu, qalbu, dan ru’yu-nya untuk menjelajahi keangkasa raya untuk melihat kebesaran-kebesaran Allah SWT.

Sejatinya, Ramadhan melahirkan manusia yang memiliki orientasi hidup yang bersifat ilahiyah. Bukan manusia yang berorientasi dunawiyah yang hidupnya sebatas hanya untuk memenuhi kebutuhan fa’ali seperti makan, harta dan jabatan saja, tetapi manusia yang berfikir jauh kedepan, yaitu kebahagiaan dan keselamatan di akhirat yang bersifat Abadan-abada. Sebagai akhir dari tausiyah yang singkat ini, semoga kita semua menjadi ummat muslim yang bahagia di dunia maupun di akhirat. Amien ya Raabbal Aaalamin,…

 

 

 

Menulis Itu Mengabadikan Eksistensi

“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. (Alm.Pramoedya Ananta Toer dalam buku “Jejak Langkah” , Von Kollewijn, 32)

Apa yang membuat saya untuk tetap konsisten menulis di blog hingga saat ini?. Untaian kalimat inspiratif karya penulis novel terkenal sekaligus kontraversial di Indonesia, alm.Pramoedya Ananta Toer seperti yang saya kutip diatas menjadi salah satu alasannya. “Pribadi Individu” yang saya sampaikan lewat cerita-cerita, lewat tulisan-tulisan di blog tidak akan bisa tergantikan. Ia tidak hanya sekedar representasi atas eksistensi buah karya olah fikir seseorang namun lebih dari itu, menulis adalah bagian dari merangkai kenangan, memadukan mozaik-mozaik yang terserak disepanjang jejak perjalanan dan menjadikannya abadi, sepanjang masa.

Sudah beberapa kali saya menceritakan pengalaman dan motivasi saya ngeblog namun dorongan terpenting buat saya untuk terus menulis adalah bagaimana agar otak saya bisa terus bekerja, menganalisa, mencatat berbagai hal yang menarik dan membaginya lewat tulisan di blog. Secara kritis dan jernih. Saya masih ingat betul,  pertama kali merintis “karir” di bidang penulisan justru diawali oleh kegemaran saya membaca.
Sejak masih SD, ayah saya berlangganan majalah anak-anak seperti Bobo, Ananda, dll. Saya “melahap” semua bacaan yang tersedia itu dengan antusias. “Virus” membaca itu tumbuh kian subur ketika saya memasuki jenjang SMP dan SMA. Ada sebuah lapak penyewaan buku komik dan novel tak jauh dari rumah saya yang menjadi langganan. Kerapkali uang jajan yang diberikan orang tua saya “tabung” untuk biaya menyewa komik atau novel.

Memasuki jenjang mahasiswa, perpustakaan UNHAS selalu menjadi tempat saya nongkrong. Betah rasanya berlama-lama disana membaca, membiarkan imajinasi saya melayang, berkelana jauh bersama jalinan kisah atau informasi yang tersaji di buku. Kadang-kadang lantaran keasyikan petugas perpustakaan datang mengingatkan bahwa akan tutup sebentar lagi karena jam kerja sudah selesai. Saya menjadi salah satu “tukang pinjam buku” yang aktif di perpustakaan kampus.

Saya mulai aktif menulis sejak duduk di bangku SMA (1986-1989). Bersama kawan, Andi Kurniawan, kami membuat bulletin sekolah SMA. Saya masih ingat betul kami membuat 4 halaman bulletin stensilan disekolah dengan dibantu oleh petugas administrasi serta restu dari Kepala Sekolah alm.M.Samud Panondo.Saya masih ingat betul beberapa kali baju saya kena percikan noda stensil atau betapa letihnya lengan saya “mengayuh” engkol mesin stensilan yang masih manual. Penulis bulletin tersebut mayoritas adalah saya dan Wawan –nama panggilan Andi Kurniawan. Melalui Bulletin yang terbit sebulan sekali ini, saya melatih kebiasaan menulis dan juga konsistensi. Menjelang terbit selalu menjadi masa-masa paling deg-deg-an buat saya dan Wawan. Bila tidak ada kontribusi tulisan, maka, apa boleh buat, kamilah yang menulis.

Saya akhirnya berhasil “menembus” media lokal di Makassar, “Pedoman Rakyat” di masa awal memasuki jenjang kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Mesin UNHAS dengan tulisan resensi film (sayangnya klipping tulisan bersejarah itu rusak dan hanyut bersama banjir yang melanda tempat kos saya dulu di Cawang, tahun 1997). Itulah yang kemudian menjadi pemicu awal menjadi penulis aktif disana serta menulis fiksi (cerpen dan puisi) di Harian Fajar, Makassar serta sejumlah media cetak nasional.

Saya kemudian bergabung dengan penerbitan Kampus Identitas UNHAS dan mendirikan Surat Kabar Mahasiswa Fakultas Teknik Channel 9 yang justru kian menggairahkan minat menulis saya. Pada kurun waktu 1991-1994 merupakan masa-masa aktif saya untuk menuangkan fikiran dan perasaan saya lewat tulisan. Saya seperti mendapatkan apa yang selama ini yang saya cari lewat menulis. Dan tentu saja hobi saya membaca menjadi pilar utama hingga saya bisa memperoleh dan memperkaya rujukan untuk menulis dengan baik dan memikat.

Akhir Tahun 2002 saya pertama kali ngeblog. Bagai menemukan media berekspresi melalui tulisan saya pun mengisi blog dengan antusias, termasuk kemudian memakai domain sendiri dengan nama “Daeng Battala”. Berbagai “keajaiban” saya temui tidak hanya blog saya bisa dibukukan, menang berbagai lomba penulisan di dunia maya, mendapatkan penghasilan tambahan sampai berkesempatan mengunjungi Hongkong Disneyland tahun lalu berkat aktifitas blogging. Semuanya berkah dari menulis.

Akhirnya, disinilah saya saat ini. Ekspektasi saya dengan ngeblog dan menulis sesungguhnya sederhana saja : saya ingin berbagi dan mengabadikan eksistensi. Menjelmakan tulisan-tulisan yang saya buat membuat “tetap hidup” bahkan ketika saya sudah tak berada di dunia fana ini. Saya berharap jejak-jejak ini tak sekedar sebagai kenangan yang tak pernah sirna dibenak orang-orang yang mengenal serta mencintai saya namun juga menjadi hikmah, manfaat bahkan hiburan bagi yang membacanya.

Dan saya akan tetap eksis, hadir dan mengalir.

Melalui tulisan. Hingga akhir waktu.

Pengkhianatan Kucing di malam minggu

Seperti biasa setiap malam minggu, Kosasih selalu menyambangi rumahku sekedar bercerita berbagai hal mulai dari cerita asmara, karir, main tebak-tebakan, sampai cerita masa kecilnya. Malam minggu kali ini ia kembali bercerita, sementara aku menjadi pendengar yang baik karena tak mempunyai stok cerita yang banyak. Ia langsung teringat kakeknya yang selalu bercerita tentang asal-usul hewan dan tanaman di kampungnya. Sang kakek menjadi teman berceritanya saat masih kecil. Ia pun teringat pada satu cerita kakeknya tentang asal-usul kucing dan anjing yang tak pernah akur. Kosasih bertanya padaku, “sudah mendengar belum ceritanya” tanyanya. Aku mencoba mengingat-ingat memori masa kecil, “rasa-rasasnya sudah, tapi tidak sampai selesai” ucapku.
“begini cerita kakeku” ungkapnya. Alkisah pada dahulu kala saat hewan-hewan menguasai bumi, sebelum manusia ada. Di tanah ada Jawa sebuah kerajaan hewan yang dipimpin Singa. Kucing dan Anjing adalah tentara kerajaan, mereka merupakan sahabat sejati. Saling membantu sesama menghadapi musuh. Namun si kucing tak memiliki senjata lengkap, hanya bermodalkan taring sebaliknya Anjing memiliki kuku sakti, dan jurus seribu bayangan. Karena senjatanya itu Anjing dipercaya Singa sebagai jenderal besar.
Sejak naik Jabatan Anjing tak berpisah dengan sahabatnya itu. Hingga suatu saat datang surat yang ditujukan kepadanya.“sahabat kita sudah lama berjuang, susah senang bersama. Kini kau sudah meraih cita-citamu. aku ingin bertemu denganmu. Aku tunggu di pasar” kata kucing dalam sebuah suratnya. Usai membaca surat itu, si Anjing teringat sahabat lamanya, segera ingin menemuinya.
Sampailah di hari H, Anjing bersiap-siap dengan mengenakan baju kebesarannya menemui sahabat lamanya. “mungkin ia ingin bernostalgia denganku” pikirnya dalam hati. Setelah melewati perjalanan 5 mil, tibalah Anjing di pasar dekat ibu kota kerajaan.
Di kedai kopi, kucing duduk dengan kopi di hadapannya. “sepertinya itu kucing” kata Anjing. Ia mendekat kesana dan ternyata memang benar itu sahabatnya. “hai kawan sudah lama kita tak bertemu. Kau sudah terlihat beda dengan dulu yang masih dekil” sambungnya. “ah bisa saja kau Cing, sama saja” merendah Anjing.
“hebat ya sekarang kau sudah menjadi jenderal besar” puji si kucing sembari menepuk badan Anjing. “aku juga tak menyangka bisa seperti ini, kamu juga tak menutup kemungkinan untuk berprestasi” kata Anjing. Mereka sangat menikmat obrolan sore itu, sehingga tak terasa kopinya sudah tiris. Sesekali diselingi tawa terbahak-bahak dari mulut mereka berdua yang menyita perhatian orang yang kebetulan lewat.
Tiba-tiba di pertengahan obrolan Kucing berkata “sebenarnya aku ingin minta bantuanmu, itu pun jika tak keberatan” pintanya. Anjing merasa terdiam sejenak, “ada apa, kalau bisa aku bantu ya aku bantu” tawarnya. Diam sebentar si kucing melanjutkan pembicarannya, “aku ingin meminjam senjatamu itu”. “untuk apa “ anjing bertanya. “aku ingin menggunakannya untuk menghadapi perang yang akan terjadi di tahun-tahun ini, sebab kamu sudah tak turun ke lapangan lagi, sayang jika tak digunakan” papar kucing.
“benar juga, tapi gimana ya, aku sangat menyayanginya, sebab dengan itu aku menempati posisi seperti saat ini” kata Anjing. “baiklah karena kita sahabat, dan aku ingin melihat sahabatku berprestasi pula” lanjutnya. “jadi aku boleh meminjam senjata itu” kata kucing. Anjing mengangguk petanda boleh. “terima kasih sahabat, aku tak akan melupakan jasamu ini”. “pesanku setelah perang usai, senjata itu kembalikan padaku” kata Ajing. “tenang jangan khawatir” kata kucing seraya tersenyum lebar.
Anjing menyuruh menemuinya besok untuk mengambil senjatanya itu. Percakapan mereka pun berakhir bersamaan dengan gelapnya malam, bergegas kembali ke rumahnya masing-masing. Anjing pulang dengan perasaan sedikit khawatir tentang niatan si kucing. Tapi ia tak mau berburuk sangka dengan sahabat karibnya itu. sementara si kucing terus tersenyum setelah si Anjing membolehkan meminjam senajatanya itu.
Keesokan harinya Kucing tiba di rumah sahabatnya yang luas dan megah itu. Terkagum-kagum matanya berpindah –pindah arah menatap setiap sudut yang ada. Bila dibandingkan dengan rumahnya sendiri sangat berpindah, ia tinggal di pekampungan yang dikelilingi sawah. Kucing masih berdiri di halaman rumah sahabatnya itu. dari dalam rumah si Anjing melihat ke jendela dan mendapati temannya sudah ada di luar. Segera ia menemui temannya.
“kenapa tidak mengetuk-ngetuk pintu” tanya si Anjing. “aku kagum dengan rumahmu yang besar ini berbeda dengan rumahku” kata si kucing. “cepat masuk sini” ajaknya masuk ke dalam rumah. Seperti seorang tamu pada umumnya, si kucing disediakan makanan ringan, dan segelas kopi. Di dalam rumah ia pun menengok-nengok ke berbagai perabotan yang ada. Sementara si Anjing sedang bersiap mengeluarkan senjata yang akan dipinjamkannya.
Anjing keluar dari kamarnya dengan membawa kotak persegi empat, terbuat dari kayu jati dihiasi dengan ukiran-ukiran Jepara, di kotak itulah senjatanya disimpan. Semenjak menjabat jenderal besar senjatanya tak dipakai lagi, lebih banyak bertugas di keraton. “inilah senjataku” ucap Anjing. “kamu sangat hati-hati menyimpannya” tanya kucing. “ya aku sangat menjaganya seperti menjaga diriku” katanya. “sebenarnya aku tak mengijinkan kepada siapapun, namun karena kau sahabat seperjugananganku, aku pinjamkan ini” sergahnya. “aku selalu berpikir positif dan ingin melihat temanku berprestasi” lanjutnya. Kucing hanya terdiam mendengar ucapan temannya itu. “pesanku sekali lagi, setelah kau berhasil memenangi pertempuran itu, tolong kembalikan senjata itu” kata Anjing. “terima kasih kawan, aku akan menjaga senjata ini seperti kau menjaganya, dan aku segera akan mengembalikannya” kata kucing.
Senjata itu pun berpindah tangan, setelah menerimanya Kucing lantas berpamit. Anjing mempersilahkan sahabatnya pergi, sementar hatinya masih tak tenang. ia segera menghapus kekhawatirannya dengan beraktifitas kembali, bersiap-bersiap menuju keraton menghadap sang raja.
——–
Keadaan perbatasan semakin genting, pasukan musuh mulai mendekat. Raja segera memerintahkan Anjing menyiapkan pasukan untuk dikirim kesana. Setelah mendengar berita itu, ia memerintahkan Kerbau menjadi panglima memimpin pasukan tempur kerajaan. Kucing sendiri ada di dalam kesatuan itu.
Berbagai persenjataan dikeluarkan mulai dari pelontar api, sampai meriam besar. Ribuan pasukan sudah berkumpul di alun-alun depan keraton, menunggu komando. Usai mendapat komando pasukan bergerak menuju wilayah konflik yang terletak di perbatasan timur, daerah pegunungan dan hutan lebat Kerbau sendiri cukup berpengalaman, karena berhasil menumpas pemberontakan di wilayah selatan.
Perjalanan sangat jauh, melewati perkampungan, hutan belantara, dan perbukitan. Dengan semangat tinggi pasukan terus merangsek medan yang susah itu. Tak jarang saat melintasi perkampungan, warga memberi bantuan kepada mereka berupa air minum, nasi, dan sekedar tempat mengasoh. Perjalanan menuju kesana memakan tiga haru waktu perjalanan. Di hari keempat mereka sudah dekat dengan wilayah perbatasan, hanya beberapa jam lagi mereka sudah sampai.
Sampai lah di wilayah perbatasan di tandai dengan tiang perbatasan. Mereka beristirahat sembari mendirikan tenda mempersiapkan amunisi meriam, anak panah, dan perisai. Di depan berjarak 5 kilo meter tenda-tenda pasukan musuh sudah berdiri dilengkapi dengan meriam-meriam. Kerbau menulis surat kepada tentara kerajaan Harimau yang dipimpin Badak. Surat itu berisi ajakan menyelesaikan masalah melalui jaur dialog, guna menghindari pertempuran yang menumpahkan banyak darah, dan memboroskan anggaran negara.
Kerbau mengutus Kambing utusan untuk mengantarkan surat itu ke tenda pasukan Badak. Siap tidak siap, kambing menerima perintah atasan dengan berat hati ia melaksanakannya. “ini demi tugas negara, segala sesuatunya demi negara” Kerbau menguatkan hati bawahannya itu. “baik panglima” kata Kambing. Sampailah di tenda tentara lawan, ia segera dihadang. “ada apa” tanya prajurit itu. Kambing menjelaskan kedatangannya, ingin menemui panglima Badak, menyampaikan surat dari panglima Kerbau. Diijinkanlah kambing menemui panglima.
Badak membaca dengan seksama isi surat itu. Tak lama lalu menyobeknya, dan menyuruh ajudan untuk membunuh Kambing. “surat macam apa ini, tidak bisa seperti itu, ini harus diselesaikan dengan perang” kata badak. “bunuh dia” perintahnya. Kambing tak bisa melarikan diri, karena sudah dikelilingi tentara dengan pedang siap menghujamnya, dan akhirnya tusukan pedang membunuhnya. Perang dimulai tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Badak memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Esok hari saat pagi menyingsing pasukan Badak bergerak menuju perbatasan, kearah pasukan Kerbau berada. Saat menunggu utusannya kembali, Kerbau dikejutkan oleh serangan mendadak. Dengan persiapan seadanya ia menyuruh pasukannya bersiap-siap dengan perlatan yang ada.
Perang tak terhindarkan, hujan panah dari kedua pihak saling berganti. Keadaan semakin terjepit, panglima kerbau mengambil inisiatif untuk tidak bertahan melainkan menyerang. Mengerahkan pasukan cadangan menuju kearah pasukan badak. Kerbau memaksakan kehendak dengan bermodalkan pasukan yang sedikit, hasilnya dapat dipatahkan pasukan badak, dan terbunuh lah kerbau.
Pasca serangan itu, Badak segera menarik pasukannya mundur, mengambil waktu istirahat di malam hari. Ia merasa yakin memengangkan pertempuran ini, karena sudah terbunuhya Kerbau. Mengetahui panglimanya terbunuh, para tentara yang tersisa membawa kembali mayatnya ke kamp. Kini mereka tak memiliki panglima yang mempiminnya, wajah-wajah mereka masam khawatir akan mengalami kekaalahan. Sapi, Banteng, dan Owa Jawa berdiskusi menentukan siapa pengganti panglima kerbau. Mereka adalah hewan kepercayaan panglima kerbau.
Usai panjang lebar berdiskusi akhirnya mereka sepakat menunjuk Kucing menggantikan posisi Kerbau. Kucing yang sedang ngobrol bersama teman-temannya dipanggil oleh Owa Jawa. “sini ikut, ada hal penting yang ingin dibicarakan” kata Owa. Kucing terheran dengan ajakan owa itu, ia pun segera mengikuti perintahnya. “setelah berdiskusi kami sepakat menunjuk kamu sebagai pengganti panglima” kata Banteng, diikuti dengan anggukan kepala Sapi, dan owa Jawa.
“Aku tak siap dengan perintah ini” kata kucing. Mereka melihat Kucing adalah teman seperjuangan Jenderal Anjing, memiliki lumayan banyak pengalaman mengikuti perang bersamanya. “kami melihat kamu sebagai teman seperjuangan Jenderal Besar” papar Banteng. Kucing berpikir lama, lantaran bingung perihal putusan ini dan merasa dirinya belum siap. Ia teringat senjata yang dibawanya saat ini. Senjata yang dipinjamkan temannya waktu itu. Hatinya pun kini menjadi yakin, segera ia mengiyakan tawarannya itu. “baiklah aku terima tawaran ini”.
Tibalah di hari berikutnya, melanjutkan pertempuran. Kali ini kucing yang memimpin pasukan mengahadapi gempuran bala tentara kerajaan Harimau. Pertempuran berlangsung alot, kedua pihak mulai kehabisan suplai baik persenjataan maupun tentara. Kucing membiarkan pasukan badak terus menyerang, ia sendiri memilih bertahan sekuat tenaga menunggu kekuatan lawannya habis. Prediksinya terbukti, pasukan Badak mulai kehabisan tenaga, dan kucing segera menyerang balik. Menggunakan senjata andalannya berupa Kuku Sakti, dan Jurus Seribu Bayangan. Tak dinyana pasukan badak dapat dikalahkan, sekaligus membayar nyawa Kerbau dengan kemenangan. Badak pun terbunuh dalam pertempuran itu dengan sayatan kuku saktinya Kucing, menjadikan tawanan pasukan yang tersisa.
Berita kemenangan tersiar di seluruh kota, Raja beserta rakyat menyambut rombongan tentara. Kucing mendapatkan penghargaan dari raja berupa medali, serta menaikan posisi jabatannya menjadi panglima tertinggi. Para pejabat keraton memberikan selamat, pesta pun digelar guna merayakan kemenangan ini. Anjing turut bergembira dengan prestasi temannya itu dan memberikan ucapan selamat. Sekaligus gembira karena senjatanya akan kembali ke tangannya selepas kucing mengikuti pertempuran itu.
———–///
Anjing gundah sebab sudah lima bulan Kucing tak memenuhi janjinya mengembalikan senjatanya. Sudah berkali-kali ia menyurati namun tak dibalas, hingga akhirnya kesabarannya sirna. Anjing segera memerintahkan pasukannya untuk membawa Kucing ke hadapannya. Pasukannya pun menemui Kucing di kediamannya, dan mereka dihadang oleh pasukan kucing sehingga tak bisa masuk.
Pasukan anjing memaksa masuk namun tak diperbolehkan, maka mereka terus menerobos. Kucing memberikan komando ke anak buahnya untuk menghabisi utusan Anjing, sehingga terjadilah bentrokan. Pasukan Anjing kalah jumlah dengan pasukan kucing yang berjumlah lebih banyak, dalam bentrokan itu pasukan anjing terbunuh semua.
Setelah insiden itu, kucing segera melapor kepada Raja, bahwa pasukan Anjing telah menyerang kediamannya, dengan membeberkan serta merekayasa bukti-bukti yanga ada seperti senjata tajam. Menerima laporan itu Singa berang dan segera mengutus bawahannya untuk segera membuat keputusan pemberhentian Anjing sebagai seorang menteri.
Sudah sehari semalam Anjing menuggu tak ada kabar dari utusannya. Dari kejauhan terlihat ada yang datang, mereka adalah utusan raja membawa surat keputusan pemberhentiannya. “ada apa kalian datang” tanyanya. “kami datang atas perintah raja untuk memberikan surat ini kepada mu”. Anjing membaca suratnya itu, tak lama kemudian wajahnya memerah dan giginya mengancing. “maksudnya apa ini, saya tidak berbuat seperti ini”. “saya tidak tahu hanya diperintah oleh raja”.
Anjing kesal dengan pemberhentiannya secara sepihak oleh raja, ia menuduh kucing ada di balik ini semua. Ia merasa Kucing telah menghasut raja untuk segera menggulingkannya. perkara ini ia tak ingin menghadap ke Raja sebab pikirnya semuanya sia-sia, lebih memilih menerimanya. Segara bersumpah tak akan melupakan pengalaman ini, dan mewariskan dendam ini kepada cucunya. “aku akan menuntut dendam sampai anak cucuku”.
“Begitulah ceritanya, kenapa Kucing dan Anjing selalu ribut” kosasih mengkahiri cerita malam itu. Setelah mendengar itu kami tertawa. Obrolan kami pun malam itu berakhir, karena sudah tak ada bahan cerita lagi dari kosasih. “nanti cerita lagi ya” kataku.

SARA itu diperbolehkan dan HALAL

Sepertinya Pilkada DKI kali ini bener-bener memberikan pelajaran yang sangat banyak. Dari mulai calon independen hingga pelajaran bertoleransi. Faisal-Biem berhasil menjadi calon independen dengan pemilih yang lumayan banyak dan meninggalkan simpati besar dari kalangan orang banyak. Dan sejak awal Pilkada, kemunculan cawagub Ahok telah memancing “kepentingan” etnis yang (mungkin) sedikit dibungkus bumbu Agama. Otomatis isu SARA sebenarnya sudah dimulai jauh-jauh hari.

Tentu saja, isu SARA itu boleh dan HALAL. Karena memang pada kenyataannya kita semua terdiri dari berbagai macam etnis bahkan suku. Hanya orang-orang yang mudah terpengaruh dengan “gesekan” akan perbedaan itu semua yang takut untuk membahas SARA. Berbeda dengan cara didik kita sewaktu kecil dulu, yang banyak diwarnai kepentingan penyelenggara negara, saya katakan bahwa kita perlu untuk mempelajari semua ini dengan rendah hati dan lapang dada.

Apa yang salah dengan kenyataan bahwa Ahok itu China dan bukan islam? Apakah Katolik atau apapun agamanya?. Sekali lagi, kenyataan bahwa orang-orang takut untuk menyinggung tentang SARA bahkan membicarakannya adalah karena masih banyak orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan dengan baik bahwa kita ini berbeda-beda. Bila orang-orang tersebut adalah muslim, maka saya katakan bahwa mereka tidak benar-benar memaknai Rahmatan Lil Alamin.

Yang menjadi kesalahan bagi kita, apabila kita terus berargumen untuk memandang perbedaan agama, etnis atau suku sebagai dasar pedoman diri sendiri untuk berpihak. Obyektifitas dalam berpihak juga sangat didukung oleh tingkat kesadaran masing-masing pribadi. Semestinya kepentingan (obyektifitas) yang muncul adalah untuk kemajuan. Entah kemajuan dalam sosial, budaya, maupun daerah. Tidak selalu pula orang daerah asli bisa menjadi ahli untuk daerahnya.

Ada sebuah analog, Orang asli dari sebuah daerah (misalnya Jog-jakarta) cenderung akan merasa lebih hebat dari orang-orang pendatang lainnya di daerahnya tersebut. Kenapa begitu? Karena sebagai manusia, memang sudah trah-nya sebagai jago kandang. Sehingga sering lupa bahwa kemajuan daerah tersebut banyak berhasil karena peran serta orang-orang dari luar daerah, dan orang-orang aslinya tersingkir ke sudut-sudut kota. Semua ini kesalahan mereka sendiri yang cenderung “merasa bisa” bukan “bisa merasa” karena menganggap diri sebagai pemilik tanah/daerah.

Ini hampir mirip dengan pendidikan lingkungan yang terjadi hampir puluhan tahun di hampir semua wilayah Indonesia. Bahwa sebagai orang islam, kita harus benci orang china. Karena orang-orang china banyak merugikan dan serakah dengan uangnya dan banyak alasan-alasan lainnya. Dulu, sewaktu kecil sangat saya sadari bahwa saya pun sempat membenci etnis China disebabkan oleh pendidikan lingkungan yang ada di waktu itu.

Setelah sekian tahun hidup dan sekarang saya menjadi seorang pengusaha, saya menjadi tahu bahwa kebencian yang dulu ditanamkan oleh lingkungan hanya karena kecemburuan ekonomi. Karena umat islam banyak yang miskin dan orang china banyak yang kaya di daerahku. Padahal, sebenarnya Umat Islam sendirilah yang SALAH. Banyak orang islam yang tidak berusaha lebih keras untuk menjadi lebih kaya dari etnis lain. Itu disebabkan oleh ketidakmampuan orang islam sendiri. Sehingga kecemburuanlah yang akhirnya dimunculkan untuk menutupi ketidakbisaannya. Dan kembali lagi, ini karena banyak orang Islam tidak belajar untuk “bisa merasa” namun terus menghidupkan “merasa bisa”.

Dari pandangan di atas, pada dasarnya SARA itu diperbolehkan dan HALAL. Dan menyebut bahwa Foke – Islam dan Jokowi – Jawa itu aneh. Mengapa begitu, karena Jokowi juga Islam. Mungkin akan lebih baik bila menyebutnya Foke – Betawi – Islam dan Jokowi – Jawa – Islam. Lah terus emang kenapa??? Saya yakin pembaca lebih paham dari saya…

Dan sekarang, para penghembus isu SARA akhirnya merasa bahwa yang mereka lakukan adalah Blunder. Karena pihak yang diserang dengan isu SARA justru semakin mendapatkan simpati yang lebih banyak. Dan untuk membela diri dengan semua itu, maka para penghembus isu sengaja menghembuskan bahwa semua isu itu sengaja dihembuskan untuk Self Victim oleh pihak korban sendiri.

Duh makin aneh saja orang-orang ini demi kepentingan. Mereka yang selalu sadar dan mengatakan “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” segera lupa ketika sedang memiliki kepentingan. Dan siapapun orang yang menggunakan segala cara untuk menang, maka ketika menang nanti akan menjadi orang yang congkak. (HR. Kika Syafii).

Salam Air.

Cross Post di www.kompasiana.com/kikasyafii