Selamat Milad buat DeBlogger


Banyak acara yang bikin kita terkejut pada kopdar blogger se jawa yang dibungkus dalam kegiatan Milad I Komunitas Blogger Depok alias DeBlogger.

Ice Breaking dulu
Ice Breaking dulu

Dalam undangan tidak disebutkan bahwa acara milad ini ada model outboundnya, sehingga para peserta pada terkekeh-kekeh ketika diajak membuat lingkaran untuk melakukan ice breaking. Waduh kalau tahu ada acara semacam ini bisa ndaftar jadi instruktur deh.

Together Everyone Achieves More, begitu orang memanjangkan arti dari kata Team dan DeBlogger melakukannya untuk membentuk tim yang akrab sebelum melakukan wisata religi ke Masjid Qubah Emas. Wisata hati ini tentu melengkapi wisata hati sebelumnya ke masjid Istiqlal bersama teman-teman Tangan Di Atas (TDA).

“Setiap peserta mendapat kaos dari My Pulau, tapi jangan dipakai sekarang ya. Makainya setelah selesai acara ini, karena acara ini akan berlangsung sampai sore”, begitu kata instruktur pada semua peserta kopdar DeBlogger ini. Wah aku bakal panen kaos lagi nih.

“Pak ukurannya M”, kata Lilo padaku sambil menunjukkan kaos yang ada di tas hadiah dari panitia. Ternyata gak jadi panen kaos nih.

“Ya udah kamu pakai saja, aku pasti perlu XL”, kataku pada Lilo. Pasti pak Amril juga senasib denganku, gak bisa pakai kaos hadiah dari acara komunitas seperti ini.

Pak Amril buat komunitas baru saja. Komunitas Blogger Klas Berat. Anggotanya bisa dipilih yang 90 kg ke atas”

“Pasti muat kalau buat kaos, karena semua anggotanya berbadan kelas berat semua”

Suasana makin meriah setelah ice breaking dilakukan. Setidaknya yang tadinya acuh dan gak senyum sekarang sudah mulai bisa tersenyum pada orang yang tadinya belum pernah disapanya.

Yang unik dari acara kopdar ini adalah keikutsertaan banyak sekali anak ABG yang bukan blogger.

Lupakan hari kemarin, bergembiralah hari ini
Lupakan hari kemarin, bergembiralah hari ini

Keikut sertaan banyak sekali anak ABG ini tentu mempunyai nilai tersendiri dari acara ini. Aku yakin banget, tanpa mereka acara ini akan terasa kurang greget.

Perjalanan naik bis ke Masjid Qubah Emas ini akhirnya bisa dilalui dengan tenang dan sekaligus meriah. Tenang karena semua blogger asyik nulis twitter berhadiah dan meriah karena para ABG tak henti-hentinya menyanyi dan menjawab beberapa kuis dari panitia.

Saat paling seru pasti saat masuk masjid Qubah Emas di waktu siang hari. Kaki yang tanpa alas kaki ini pasti terbakar kalau tidak cepat-cepat berlari menuju tempat penitipan sandal. Ini tentu salah satu dari keterkejutan yang terjadi di acara ini.

Bagi yang berpengalaman, mereka sudah pakai kaos kaki atau menunggu jalan sepi dulu baru berlari kencang menuju lokasi penitipan sandal.

Bagi yang belum pengalaman, terpaksa menahan sakitnya kaki terbakar panas lantai masjid ini. Mau cepat-cepat ke penitipan sandal, tapi jalur sudah penuh dengan orang yang bernasib sama.

“Masjid ini memang sangat indah kalau menjelang malam atau menjelang pagi. Sejuk dan teduh, tapi kalau siang, jangan ditanya lagi deh. Apalagi kalau matahari seperti ini”.

Sehabis sholat Dhuhur, peserta diarak ke perkampungan “99”. Sebuah lokasi yang tadinya gersang tapi dirubah menjadi lokasi yang begitu hijau dan penuh dengan pepohonan.

“Sebelum ada penghijauan di kampung ini, maka panas di sini bisa luar biasa banget. Sekarang sejak ada penghijauan di sini, maka suhu sudah turun menjadi sekitar 30 derajat atau selisih 10 derajat dibanding saat gersang dulu”

Anak-anakpun asyik main sepeda, bahkan yang dewasa juga tidak kalah asyiknya main sepeda tandem di lokasi yang hijau ini (jadi inget sepeda tandemku yang hilang).

Acara makan siang ini benar-benar santai. Semua bebas memilih lokasi makan. Di dalam rumah, di luar rumah, di teras atau di atas rumput, bebas dipilih.

Selesai makan siang, pada ngumpul di tempat para artis berlatih band. Dari sejak datang sampai menjelang Asar, para pemain band ini asyik memainkan koleksi Rolling Stones. Mungkin ada beberapa album yang mereka mainkan, tanpa jeda dan tanpa terlihat lelah.

Setelah perut sudah bisa diajak kompromi untuk jalan-jalan, maka kitapun siap-siap menuju bis untuk balik ke Kantor Walikota.

Ternyata, acara disini masih berlanjut. Ada kejutan baru lagi. Semua peserta diminta untuk membuat kelompok baru lagi, sehingga ada yang protes.

“Tadi kan sudah dibentuk kelompok? Mengapa dibentuk kelompok baru lagi?”

Akhirnya disepakati kelompok baru merupakan penjelmaan kelompok lama. Beberapa kelompok dijadikan satu. Kelompok satu “Beji” (kelompoknya Lilo anakku dan Andra anak pak Ceppi) dan kelompok dua “Pancoran Mas” (kelompokku) dijadikan satu. Wah pas banget nih, pikirku.

Ditunjuk sebagai ketua kelompok gabungan ini adalah aku, dengan anggota mbak Ratu Sya, mas Yul, mbak Irma, dan masih banyak lagi, karena anggota kelompok lain membelot juga ke kelompok ini (mas Amril dan pak Ceppi).

Akhirnya penugasanku sebagai ketua kelompok kuserahkan pada Aril Gunawan, ABG yang terlihat sangat pro aktif untuk memimpin rekan-rekannya.

Acara kejutan demi kejutan muncul begitu kelompok ini terbentuk. Mulai dari melihat kolam pembibitan ikan, peternakan sapi sampai peternakan kambing.

Ada seekor sapi yang luar biasa besarnya di peternakan sapi ini. Sayang aku tidak sempat mengambil gambarnya karena tertutupi oleh para penonton yang berjubel.

Di peternakan kambing, para peserta saling berebut untuk mencuci kambing, memotong buu kambing maupun memberi minuman pada para anak kambing.

Suasana bener-bener riuh rendah karena hampir semua ABG sangat tertarik dengan acara ini. Para blogger senior kulihat asyik memberi support saja dari kejauhan.

Tak bisa kubayangkan kalau tidak ada anak-anak ABG ini. Pasti semua blogger hanya nonton dari kejauhan dan memanfaatkan camera mereka untuk mengintip kegiatan dari jauh.

Tak terasa tahu-tahu waktu sudah menjelang sore dan kelompok Blogger Cikarang harus kembali lagi ke Cikarang karena ada acara lain yangharus diikuti di NetCoMM Cikarang.

Selamat Milad Buat DeBlogger. Sampai ketemu tahun depan. Insya Allah. Amin.
+++
Dimuat juga di Blog Pribadi

Hati-hati Penipuan Kompor AOWA di Cibubur Junction

Sekitar satu tahun setengah tahun setelah istri saya di tipu di Mall Lippo Cikarang, praktek penjualan kompor oleh AOWA ternyata terus berlanjut. Saya sendiri sering menerima email dari beberapa korban AOWA. Mereka menghubungi saya setelah membaca tulisan saya di blog. Dan hari Jumat 28 Mei 2010, ketika saya dan keluarga berjalan-jalan ke Mall Cibubur Junction, kami melihat bahwa praktek penjualan kompor AOWA masih berlangsung dan mereka membuka stand di tengah mall.

Saya tentu saja tidak mungkin melarang mereka berdagang karena semestinya yang melarang adalah pihak kantor kementerian perdagangan (berdasarkan laporan-laporan yang masuk) dan juga pengelola mall. Yang bisa saya lakukan adalah mengingatkan beberapa calon korban yang kebetulan berpapasan dengan saya. Selain itu saya juga mengambil beberapa gambar untuk dimuat di internet dengan harapan bisa mengurangi calon korban. Continue reading Hati-hati Penipuan Kompor AOWA di Cibubur Junction

Akhirnya Partai Gerindra Bergabung Dengan Fraksi Golkar di DPRD Kota Bekasi

Dinamika politik di Kota Bekasi mengalami riak-riak yang cukup menarik, ini ditandai dengan dipenuhinya persyaratan pengajuan hak angket oleh para inisiator. Walaupun dalam proses lebih lanjut hak angket ini sepertinya kempes sebelum sampai ke tujuan.

Rapat Badan Musyawara (Bamus) DPRD Kota Bekasi pada Kamis (27/5) tidak dapat mengambil kata sepakat dalam menindaklanjuti persoalan hak angket mengenai Pasar Baru Bekasi. Rapat Bamus hanya mampu mengagendakan rekomendasi LKPJ Walikota tahun 2009 dan pembacaan perubahan susunan Fraksi Golkar pada rapat paripurna hari Senin (01/6). Continue reading Akhirnya Partai Gerindra Bergabung Dengan Fraksi Golkar di DPRD Kota Bekasi

Renungan Jum’at: Petani dan Pengemis

Tidak seperti Hari Jum’at biasanya, Jum’atan kali ini bertepatan dengan hari raya libur, sehingga Saya bisa menunaikan Sholat Jum’at kali ini dilingkungan sekitar tempat tinggal saya, yaitu dikawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Saat menerima “Buletin Mimbar Jum’at, seperti biasa saya membacanya. Namun mata Saya tertuju pada sebuah kisah renungan mengenai seorang Petani, yang menurut saya kisahnya sangat sederhana namun cukup menggelitik. Oleh karena itu saya ingin sekali sharing kisahnya disini, berikut ini adalah kutipan kisahnya:

Continue reading Renungan Jum’at: Petani dan Pengemis

Dilarang Membuang Sampah, Kecuali Monyet!

Foto diambil pada hari Rabu 26 Mei 2010 pukul 19.30 dalam kondisi hujan (CP)

Alkisah, di kampung tempat tinggal si Kabayan terdapatlah sebidang tanah kosong di pojokan jalan. Seperti kebiasaan orang kampung pada umumnya, tanah kosong tersebut menjadi tempat penampungan sementara atau pun juga akhir sampah dari rumah-rumah warga di situ.

Pak Dadang pemilik tanah kosong tersebut merasa gemas dan kesal melihat kebiasaan orang-orang di kampungnya yang sering membuang sampah di tanahnya. Jika dia berjaga-jaga di tanah tersebut untuk melihat siapa saja yang suka membuang sampah di sana, tidak ada seorangpun yang terlihat datang. Padahal, keesokan harinya sampah baru terlihat menumpuk.

Untuk memberitahu bahwa tanahnya bukanlah tempat penampungan sampah, dipasanglah oleh Pak Dadang papan bertuliskan besar-besar “DILARANG KERAS MEMBUANG SAMPAH DI SINI” di lokasi tersebut. Namun, setelah beberapa waktu, sepertinya tulisan itu tidak ada artinya. Tetap saja sampah bertambah. Apakah warga kampung tidak bisa membaca tulisan larangan itu, sepertinya tidak mungkin. Pak Dadang tahu persis bahwa penduduk kampungnya sudah bebas dari buta huruf.
“Atau mungkin mereka merasa tidak suka terhadap kesuksesanku, dengan cara membuang sampah ke tanahku?”, Pak Dadang merasa penasaran.

Saking kesalnya, tulisan pada papan tersebut ditambahnya. Menjadi “DILARANG KERAS MEMBUANG SAMPAH DI SINI, KECUALI MONYET!” Dengan harapan harga diri orang yang mau membuang sampah di situ tersinggung, sehingga tidak lagi membuang sampah di sana.
“Masak sih orang nggak kesentil dengan tulisan ini?!” pikir Pak Dadang sambil tersenyum-senyum menang.

Besok paginya, Si Kabayan yang merupakan salah satu warga kampung yang rutin membuang sampah di tanah kosong itu, menjadi orang pertama yang datang untuk membuang sampah. Begitu dia membaca tulisan pada papan yang sudah ada tambahannya, dia tertegun sejenak. “Sialan,..masak sayah dibilang monyet. Sayah kan orang!” Tersinggung juga rupanya hati si Kabayan membaca tulisan itu, dan dia pergi dari situ tidak jadi membuang sampah. Berikutnya orang-orang kampung yang lain pun mengikuti si Kabayan, tidak mau lagi membuang sampah di tanah Pak Dadang, karena merasa tersinggung dikatakan monyet.

Selama seminggu Pak Dadang merasa senang, karena tidak ada sampah baru yang terlihat di tanahnya. Namun hanya dalam sembilan hari saja kegembiraannya, karena di hari kesepuluh dia mendengar kabar dari pembantunya bahwa dalam tiga hari terakhir tanahnya sudah ditambahi sampah baru.
“Kurang ajarrr…! Kok, orang-orang itu masih membuang sampah di tanahku. Apa mereka sudah meras menjadi monyet beneran ya?!”, penasaran dia dibuatnya terhadap perubahan sikap orang-orang kampung yang sudah kembali membuang sampah di tanah kosong miliknya.

Pak Dadang mencari tahu, dan dia dapatkan. Dari kabar orang-orang, katanya, setiap pagi, bolak-balik seekor monyet datang ke tanah kosong itu, membawa sekeranjang sampah dan membuangnya di situ.
“Oaalah…pinter amat sih orang-orang itu! Pantesan mereka tidak tersinggung. Wong monyet yang buang sampah di sana!”, Pak Dadang bertambah kesal karena akalnya telah terkalahkan.

Rupanya, selama seminggu orang-orang tidak membuang sampah di sana, si Kabayan telah melatih seekor monyet untuk bisa membawa dari rumah dan membuang sampah di tempat itu. Setelah satu minggu berlalu, si Kabayan tiap pagi tinggal menyuruh monyetnya untuk membuang sampah di sana. Dan, tetangga-tetangganya ikut-ikutan dengan menyewa monyetnya untuk membuang sampah di tanah pojokan jalan itu.

Pak Dadang tahu bahwa monyet yang sering disuruh orang-orang untuk membuang sampah di tanahnya itu adalah milik si Kabayan. Dengan penuh kegemasan dan kegeraman, dia pun memodifikasi lagi tulisan pada papan itu “DILARANG KERAS MEMBUANG SAMPAH DI SINI, KECUALI MONYET! MANUSIA. YANG MENYURUHNYA MONYET!

Hari-hari berikutnya, orang-orang membuang sampah seperti biasa di tanah milik Pak Dadang itu, termasuk si Kabayan.

(Cerita ini saya tulis kembali, bersumber dari cerita di majalah Kuncung sewaktu saya duduk di kelas 5 SD. Majalahnya sendiri entah sudah ada di mana!)

Salam,
http://ceppi-prihadi.blogspot.com


Khan di mataku

Fan photos from My Name Is Khan - Official Page

Kawanku harus nunggu 6 (enam) jam di mall untuk menyaksikan film My Name is Khan. Sebuah film yang diunggulkan untuk menyabet banyak gelar di berbagai ajang penghargaan insan perfilman.

Inilah film Cinta yang sangat mudah ditebak endingnya tetapi ternyata sangat menguras air mata saat mengikuti perjalanan Cinta Khan (Shahrukh) pada Mandira (Kajol). Di awali dengan plot cerita yang agak terasa lambat dan monoton, cerita terus bergulir dan makin lama makin asyik untuk diikuti.

Adalah Khan, seorang penderita sindrom Asperger yang dididik dengan sangat baik oleh Ibunda tercintanya. Begitu sayang sang ibunda pada Khan kecil, sehingga Zakir, adik Khan, jadi sedikit terabaikan. Kecerdasan yang luar biasa dari Khan membuat ia lebih diperhatikan dibanding adiknya. Untungnya plot cerita tidak membahas hal ini dengan lebih detil, karena bisa jadi cerita akan lari dari fokusnya.

Cerita selanjutnya lebih menitikberatkan pada kisah cinta Khan pada seorang janda beranak satu, Mandira. Penontonpun dibuat tersenyum-senyum melihat cara Khan memikat Mandira dan juga anak kecintaan Mandira, Sameer.

http://adigannys.files.wordpress.com/

Cerita berubah menjadi menegangkan ketika terjadi peristiwa tanggal 11 September 2001 atau lebh dikenal dengan peristiwa 9/11. Warga muslim India dianggap sama dengan etnis Afghanistan. Kecurigaan masyarakat Amerika terhadap kaum muslim begitu membabi-buta, sehingga kehidupan Khan dan keluarganya ikut terseret dalam suasana yang sangat tidak menguntungkan.

Puncaknya ketika Samer harus menerima perlakuan kejam dari para pembenci kaum muslim. Adegan ini meskipun digarap kurang begitu bagus, namun cukup menimbulkan kesan betapa sakitnya kaum muslim di Amerika pasca 9/11.

Mandira bahkan rela untuk berpisah dengan Khan yang muslim, karena gara-gara kemusliman Khan, maka Samer dianiaya oleh teman-teman Amerikanya. Betapa hancur hati Khan berpisah dengan Mandira, sehingga Khan perlu menanyakan kapan bisa kembali berkumpul dengan Mandira.

Disinilah film mulai makin memikat. Ucapan Mandira yang minta agar Khan pergi menemui presiden untuk menyatakan bahwa mereka -etnis India- bukan teroris, telah membuat Khan punya niat untuk melaksanakan permintaan Mandira itu.

Perjuangan yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang rakyat etnis India muslim. Dari sudut pandang manapun rasanya tidak mungkin seorang etnis India muslim bisa bertemu dengan seorang presiden Amerika Serikat.

Ini memamg petualangan yang luar biasa dari seorang yang biasa-biasa saja untuk menemui presiden sebuah negara Adidaya yang sangat sulit untuk ditemui.

Tidak pelak lagi, akting Khan memang sangat memikat. Ia begitu ganteng dan begitu pas memerankan sosok penderita autis. Pasti diperlukan penghayatan yang luar biasa dari seorang Khan yang biasanya berperan sebagai orang yang normal.

Kekuatan Cinta terasa sangat mendominasi cerita ini. Inilah kisah Cinta yang digarap dengan seting yang sangat berbeda dibanding kisah cinta yang pernah ada di film lain.

Akankah film ini sehebat pendahulunya, Slumdog Millionaire? Ataukah justru lebih hebat lagi, kita tunggu saja saat ajang penghargaan pada para insan perfilman dilaksanakan.

Tidak rugi antri berjam-jam untuk nonton film ini. Semua jempol untuk “My Name is Khan”

+++
Fan photos from My Name Is Khan - Official Page

+++

Dimuat juga di Blog Pribadi

Selamat buat LoenPia dan DeBloGGeR

Bekerja sama dengan Telkom, maka para blogger Semarang yang tergabung dalam wadah Loenpia.net menyelenggarakan kumpul Blogger dengan mengambil fokus bahasan Photoblogging.

“PICTURES SPEAKER LOUDER THAN WORDS!”

Acara seru ini bersamaan dengan acara Milad yang diadakan oleh blogger Depok.

Puncak acara miladeBlogger yang diadakan pada tanggal 29 mei 2010 akan dibuka oleh acara Tour Depok yang akan membawa setiap peserta ke situs-situs bersejarah kota Depok dan objek wisata seperti Masjid Kubah Emas. Kemudian diteruskan dengan acara kontes blogging live, community sharing, talkshow interaktif dan tentunya hiburan yang tak kalah menarik.

Ini adalah acara seru yang akan kuikuti (karena sudah terlanjur daftar, hehehe….), sementara itu di Kota Semarang juga ada acara yang sama menariknya, itulah acara kupas tuntas Photoblogging.

Ada dua nara sumber yang didatangkan untuk acara ini, yaitu Rahman Hakim dan Ahmedee. Mereka akan mengupas tuntas lika-liku photo dan blog.

Silahkan langsung datang saja di Lobby Lantai dasar Kantor Telkom di Jalan Pahlawan No.10 Semarang. Langsung daftar di tempat saja.

Semoga acaranya bermanfaat bagi kita semua.
Amin.
+++

+++

Dimuat juga di Blog Pribadi