Program Kali Bersih Bekasi

“Program Kali Bersih Bekasi ini menurut saya akan berhasil di Bekasi pak”, kataku ketika pak Wakil Walikota mengajakku berbincang tentang program kali bekasi yang bersih. Obsesi kebersihan kali di Bekasi begitu terlihat di setiap pembicaraanku dengan pak Ahmad Syaikhu. Apapaun topik pembicaraan pasti selalu kembali ke masalah kebersihan kali Bekasi.

Surabaya sudah sukses membuat kalinya bersih dan nyaman dilihat.  Sudah saatnya kali Bekasi juga bisa sebersih kali di Surabaya, bahkan mungkin bisa saja lebih bersih. Program Kali Bersih Bekasi memang program nasional. Program Kali Bersih disingkat dengan PROKASIH adalah program kerja pengendalian pencemaran air sungai dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai agar tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Saat ini hasil beberapa pengukuran di kali menunjukkan adanya penurunan kualitas air sungai, sehingga perlu segera ditanggulangi agar dapat kembali pada kualitas air yang sesuai standard.

Program PROKASIH mulai dikenal pada tanggal 9 Juni 1989 oleh Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup sebagai Clean River, PROKASIH merupakan pendekatan dasar dalam mengontrol debit limbah industri yang masuk ke badan/jalan air. Pada kenyataannya, meskipun berbagai usaha telah dilakukan tetapi secara kasat mata terlihat bahwa kualitas air sungai menurun dari tahun ke tahun.

Pidato singkat tentang Kali Bersih di Bekasi ini mewarnai sambutan Wawali Ahmad Syaikhu dan pembicaraan terus berlanjut ke meja makan saat acara buka bersama.

Wawali Ahmad Syaikhu
Wawali Ahmad Syaikhu

“Amprokan Blogger itu apa mas?”

“Amprokan Blogger yang kita singkat dengan AB2013 adalah kegiatan tahunan dari Blogger Bekasi yang mepertemukan berbagai komunitas blogger dalam acara yang akan kita arahkan untuk memperkenalkan Bekasi ke dunia luar”, jawabku

“Apa bedanya dengan acara sekarang?”

“Ini adalah acara pemanasan menjelang acara AB2013 pak. Pesertanya juga berbeda, kalau saat ini hanya melibatkan komunitas yang ada di Bekasi, maka untuk Amprokan Blogger akan melibatkan juga seluruh komunitas yang ada di luar Bekasi”

Dari ujung meja, mbak Ajeng ikut juga memberi masukan,”Acara ini akan kita sinergikan dengan acara kampanye Kali bersih Bekasi pak”.

“Benar pak, jadi kalau acara Program Kali Bersih Bekasi dilaksanakan setelah acara AB2013, maka kita akan promosikan acara Pemkot dalamkegiatan kita dan begitu juga sebaliknya”, kataku menimpali.

Pak Wawali Ahmad Syaikhu rupanya tergerak hatinya melihat banyaknya komunitas anak muda yang ikut hadir dalam acara ini. Seperti juga yang disampaikan oleh salah satu pemateri, mbak Salsabeela,”Komunitas kalau sudah berumur sebaiknya segera melakukan regenerasi, karena biasanya para founder sudah mulai melemah dan memerlukan semangat dan tenaga yang lebih membara untuk menjalankan roda komunitas”

Mungkin hal ini yang menyebabkan Pak Ahmad Syaikhu merasa perlu bercerita tentang Kali Bekasi yang bersih di hadapan audiens yang dipenuhi oleh anak muda dari berbagai komunitas. Semangat yang terpancar dari audiens rupanya telah membuat pak Ahmad ikut bersemangat untuk tetap hadir di sepanjang acara, sejak dimulai sampai selesainya acara. Bang Komar sempat memasukkan kondisi ini dalam kultumnya.

Bang Komar Bekasi
Bang Komar Bekasi

“Dari tadi saya sudah menebak bahwa selesai sambutan, pasti pak wawali akan langsung pulang. Eh ternyata tidak. Maafkan ya pak Ahmad”, kata Bang Komar mengawali tauziahnya.

“Kita harus salut dengan pak Ahmad, yang sudi menemani kita sampai acara ini selesai. Kalau semua orang di Bekasi sudah saling bersinergi, maka Bekasi pasti akan maju. Hidup Bekasi !!!”

“Hidup”

“Wah kurang bersemangat, HIDUP BEKASI !!!”

“HIDUUUP!”

Kuperhatikan pal Ahmad ikut berteriak dengan lantang menyambut teriakan bang Komar. Benar-benar pejabat yang gaul. Sambil emmperhatikan semua pembicara yang tampil di depan, tanghan pak Ahmad juga rajin memencet keyboard virtualnya. Lihat saja akun twitternya di @Syaikhu_Ahmad pasti penuh dengan kicauan suasana Amprokan Komunitas.

Sesuai teman AB2013 tentang kegiatan oenanaman mangrove di pantai utara Bekasi, maka Bang Komar menunjukkan usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam menekan laju intrusi air laut ke darat. Meski begitu usaha masyarakat masih terasa kurang, perlu corong yang lebih keras untuk menyadarkan masyarakat bahwa menata pantai adalah membangun daratan juga. Penduduk daratan harus mulai berpikir tentang perlunya menata pantai dengan lingkungan yang cocok untuk keseimbangan alam.

Sampai bertemu dengan Program Kali Bersih Bekasi 2013 dan juga Amprokan Blogger 2013 beberapa bulan lagi.

Salam sehati.

Wawali Ustadz Ahmad Syaikhu
Wawali Ustadz Ahmad Syaikhu

 

 

Jika Pengelola Kompleks Jadi Pengelola Kota

banjir-jualanBeton-beton “pasak bumi” berukuran raksasa tersebut dengan pelan tapi pasti dihujamkan ke dalam tanah di sepanjang sungai yang dikenal oleh warga dengan nama Kali Bekasi. Setelah beton-beton tersebut berjajar rapi masuk belasan meter di bawah tanah, bagian atasnya diurug dengan tanah dan kembali ditanami rumput, sehingga tidak terlihat jika sebenarnya terdapat barisan beton yang angkuh yang bertugas menahan derasnya aliran air Kali Bekasi itu. Bahkan sekarang ini di sekitar beton tersebut dilepas kijang tutul jinak yang setiap sore menjadi hiburan gratis penduduk sekitar.

Kejadian di atas itu berlangsung sudah sekitar dua tahun silam. Meski “penanaman” beton tersebut menciptakan suara berisik sepanjang hari, namun ketika semua sudah tertanam menimbulkan ketenangan hati bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran kali yang sudah dibeton itu tadi. Mengingat banjir yang lumayan merepotkan pernah terjadi di tahun 2004 akibat jebolnya tanggul penahan aliran kali tersebut.

Rupanya pada awal tahun 2013 ini banjir kembali menggenangi perumahan tersebut meskipun bukan disebabkan oleh jebolnya tanggul yang sudah diperkuat itu tadi, tapi dari tanggul di kompleks lain yang sepertinya memang belum dibuat dari beton “pasak bumi” seperti itu. Hari Jumat tanggal 18 Januari 2013 lalu adalah puncak dari meluapnya air Kali Bekasi yang kali ini memakan waktu yang cukup lama untuk kembali surut, lebih lama dari kejadian tahun 2004.

Limpahan air Kali Bekasi yang sempat menggenangi sebagian jalan utama di kompleks tersebut ternyata membuat beberapa bagian jalan yang dibangun dari conblock tersebut mengalami kerusakan. Meski kerusakan tidak parah, namun pihak pengembang kompleks tersebut sepertinya tidak ingin mengecewakan para pengendara yang sering melewati jalan di situ. Sehari setelah peristiwa tersebut, sudah terlihat beberapa pekerja mulai membongkar susunan conblock untuk kembali dipasang dengan rapi sehingga tidak turun naik.

Meskipun jalan tersebut sudah dihibahkan dari pengembang kepada Pemkot Bekasi, tapi pihak pengembang tidak tinggal diam begitu saja menunggu jalan jadi semakin rusak. Memang tindakan seperti inilah yang diperlukan warga. Tindakan cepat pengelola kompleks itu memang sudah dilakukannya sejak dahulu terutama yang berhubungan dengan kepentingan umum, dan hal ini patut diberi apresiasi.

Memang tidak bisa membandingkan pengelolaan sebuah kota dengan pengelolaan sebuah kompleks perumahan. Tapi mungkin jika pengelolaan kota kita serahkan kepada para pengelola kompleks perumahan yang tanggap seperti contoh di atas, bisa jadi warga kota akan merasa lebih nyaman ketimbang dikelola oleh para politisi.