Hadiah Perdana Dari Ngeblog

Rasa-rasanya tak henti hasrat kesyukuran ingin menyelinap terus di hati ini lantaran berbagai kenikmatan yang Allah berikan kepada saya. Pertama selalu diberi kesempatan bisa bersilaturahim, sharing, belajar bersama orang-orang hebat yang punya dedikasi tinggi di bidangnya masing-masing. Kedua, memperluas jaringan dan koneksi merupakan hal yang saya yakini sebagai sarana memperpanjang umur, mengentengkan jodoh, dan memperluas rezeki. Untuk yang kedua mungkin tak terlalu dominan, karena jodoh saya sudah ada, tapi kalau jodoh yang lain mungkin saja iya, seperti jodoh mendapatkan hadiah yang akan saya bagi ini…

Nah, yang ketiga ini yang saya gak pernah nyangka berkaitan dengan yang kedua tadi yaitu, HADIAH. Awalnya saya memulai aktivitas di dunia bloging sekitar 3 tahun (di blogspot) yang lalu hanya sekedar mengikuti trend saja dan ingin coba-coba nulis di dunia maya. Namun nampaknya coba-coba saya ini menjadi hal yang menarik, dan saya pun mulai membuat blog lagi di wordpress, kebetulan waktu itu pas pelatihan blog untuk guru yang digawangi oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi dan BeBlog (Blogger Bekasi). Dari situ blog saya pun mulai saya ramaikan dengan berbagai tulisan, embed, sampai banner-banner komunitas. Berbagai lomba pun saya ikuti hanya karena ingin mencari pengalaman bagaimana rasanya tulisan (blog) kita dilombakan sambil belajar dari para peserta lainnya.

Kini, dalam hitungan yang relatif masih muda blog saya akhirnya bisa merasakan atmosfir lomba yang berbuah juara. Blog (tulisan) saya dengan tema “Rabun Membaca Lumpuh Menulis” yang diikut sertakan dalam lomba blog pelatihan guru menulis dipercaya mendapatkan nilai lebih oleh para juri. Jujur saja sebetulnya saya tidak membayangkan bisa menang, di samping karena banyak juga peserta yang bagus-bagus bahkan yang sudah pengalaman mengikuti ajang seperti ini. Sebut saja bu Mugi yang juga ikut meramaikan lomba tersebut. Saya banyak belajar juga dari tulisan-tulisan bu Mugi yang sudah pernah jadi juara, sering HL di kompasiana bahkan edisi cetak (freez) Kompasiana pun pernah dirasakan.

Namun Allah mungkin ingin memberikan kesempatan kepada saya. Menurut penuturan koordinator juri ketika saya mengambil hadiah, ternyata semua juri memberikan nilai lebih pada tulisan saya, ko’ bisa kayak aklamasi begitu, tidak ada “dissenting opinion” (kayak sidang Mahkamah Agung aja…heee…). Lomba ini memang diperuntukkan bagi peserta Pelatihan Guru Menulis saat Hari Guru 2012 tanggal 25 Nopember di Wisma UNJ. Saya awalnya mendaftar sebagai peserta, kemudian Omjay sebagai ketua panitia SMS saya untuk minta bantuan sebagai panitia juga. Sungguh kesempatan yang luar biasa saya diberi kepercayaan untuk ikut mengelola kegiatan ini. Ketika saya tahu bahwa sponsor dari Acer memberikan sebuah laptop untuk dilombakan ini saya pun bertanya kepada Omjay, “saya juga peserta kan..?”, jadi bisa juga ikutan lombanya..heee… (ngarep.com).

Langsung saja saya membaca ketentuan dan persyaratan untuk lomba tersebut, dan sepulang dari acara itu mulai menulis. Rencananya dua minggu setelah acara pelatihan tersebut tepat acara Teacher Writing Camp (TWC) tanggal 8-9 Desember akan diumumkan pemenangnya. Namun karena ada beberapa juri yang belum menyelesaikan penilaian maka diundur. Tepat keesokan harinya saya mendapat SMS dari seorang teman di IGI Bekasi yang mengucapkan selamat karena saya memenangi lomba tersebut. What…? Serasa tidak percaya, saya pun balas SMS dengan gaya alay, “ciyus…?, karena posisi waktu itu saya sedang menjenguk orang tua dari kepala sekolah SDIT Mentari Indonesia yang sedang dirawat di daerah bintara Bekasi. Teman saya pun membalas, “enelan…” heeee….. sesampainya di rumah saya pun langsung melihat pengumuman tersebut di blog komunitas Guru Era Baru (Guraru) yang dikelola oleh Acer. Ternyata benar adanya.

penyerahan hadiah dari panitia: Mas Yulef “Be-Blog”

Dalam hati saya bergumam, benar mantranya Omjay, “menulislah setap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Ini saya baru satu tulisan dan belum setiap hari yang terjadi seperti ini, apalagi kalau setiap hari. Itulah kekuatan dan berkah menulis dan ngeblog yang ingin saya bagi kepad para pembaca. Saya ucapkan kepada para pengunjung blog saya, baik sekedar nengok, like, komen, saran bahkan mengkritik. Saya pun tak ketinggalan menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga terutama kepada Acer yang memberikan hadiah laptop Acer Aspire One (AO) 756 ini. Kepada para juri sekaligus guru menulis saya juga yang sudah meluangkan waktunya untuk menilai tulisan sederhana saya, mereka adalah inspirasi dan motivasi kami para guru untuk terus menulis dan berbagi, diantaranya ada Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay), Agus Sampurno, S.Pd (@gurukreatif), Drs. Dedi Dwitagama, M.Si (trainerkita), mas Yulef Dian, ST (BeBlog), dan pak Ukim Komarudin, M.Pd (Kepsek SMP Labschool Kebayoran). Kepada mba Dita (juri wakil Acer) juga tak lupa saya berterima kasih. Yuk, terus menulis untuk berbagi dan menginspirasi.. keep writing…

Salam,

http://abuabbad.wordpress.com

Speaker Acer Iconia A101 Dolby Stereo System

Apa yang beda dari tablet Acer Iconia dibanding tablet sejenis? Ternyata tablet yang satu ini mempunyai kelebihan dalam hal pengatur suara.

Tablet 7 inchi Acer Iconia A101 ini adalah hasil kemenanganku dalam ajang ON | OFF, Kelebihannya adalah pada Speaker stereonya yang sudah mengusung system Dolby Stereo,

Memang kesan pertama yang muncul adalah body yang cukup “berat”. tablet ini beratnya memang di atas 400 gram. Sedikit dibawah Ipad2 yang punya bobot sekitar 600 gram.

kotak Acer Iconia A101

Tablet ini belum bisa kupakai untuk menelpon, karena aku belum menemukan caranya untuk menelpon, sehingga aku cukup membeli paket XL Unlimited umur 3 bulanan dengan harga 100 ribu rupiah. Kupasang dan kudaftarkan dengan ponsel dan bukan dengan fasilitas yang ada di tablet ini.

Setelah selesai mendaftarkan kartu itu, akupun mulai berselancar memakai Iconia 101A. Rasanya kurang nyaman ketika harus mengetik dengan dua tangan, sehingga aku putuskan untuk memakai satu tangan dan mencoba mencari sarung Acer ini.

XL 3 bulanan

Tutup belakang yang licin memang membuat kesulitan saat mengetik dengan dua tangan. Di pasaran yang ada adalah aksesoris untuk Samsung, Ipad atau merk China, sehingga agak sulit mencari aksesoris untuk tablet ini. Tidak banyak toko ponsel yang mengenal model ini dan akhirnya mereka angkat tangan ketika mencoba beberapa pelindung body gadget Acer ini.

Akhirnya aku pulang membawa microSD 16 GB seharga 190 ribu, lengkap dengan beberapa lagu “asli” versi penjualnya. Ketika lagu tersebut kusetel di Acer, maka suaranya benar-benar memukau untuk sound system sekelas tablet. Benar kata orang bahwa Speaker Acer Iconia A101 sudah menanamkan teknologi Dolby Stereo System di pengatur suaranya.

Dua speaker mini yang ada di bawah berteknologi Dolby System benar-benar nyaman untuk memperdengarkan suara merdu dari para penyanyi, baik itu Dewi Yull, Agnes Monica apalagi Afgan.

Mungkin gadget ini tidak cocok kalau untuk mendengarkan lagu-lagu metal, tapi untuk lagu-lagu ala Afgan, gadget ini benar-benar memukau telinga. Agak sedikit kesulitan ketika harus membuat daftar lagu yang akan diputar, namun kelihatannya ini masalah kebiasaan saja.

Acer Iconia A101

Kelengkapan gadget ini terlihat sangat mini, mirip dengan model Ipad yang hemat asesori. Hanya ada kabel data dan kabel charger, tidak ada asesoris headset, atau CD aplikasi. Kita dipaksa untuk melakukan download manual ke server Acer, sesuai lokasi  kita berada.

Yang membuat nyaman adalah ketika kita memasukkan alamat imil kita di gadget ini. Secara otomatis, semua aplikasi yang pernah kit aunduh dari Android market sudah terinstall langsung dalam gadget ini.

Rasanya seperti masih memakai gadget yang lama, karena tampilannya meskipun berbeda tetapi isi aplikasi yang terinstall sudah kita pahami penggunaannya.

Spesifikasi model Acer Iconia A101 ini memang menggiurkan. Sebut saja prosesornya yang sudah dual Core ARM Cortex A9 CPU dan cameranya yang sudah 5 MP di belakang serta 2 MP di depan. Flash memory kapasitas 8 GB dan RAM 1 GB. Sebuah kapasitas yang cukup memadai.

Baterainya juga lumayan besar meskipun tidak sebesar Ipad2, yaitu berkapasitas 1.530 mAh. Ketahanannya masih belum teruji, karena Acer menjanjikan setelah tiga kali pakai baru muncul kapasitas murni dari gadget ini.

OS yang ditanamkan juga sudah OS khusus untuk tablet yaitu Honeycomb 3.xx tidak seperti Galaxy Tab1 versi awal yang masih memakai Froyo 2.xx

Yang tidak kalah menarik adalah adanya slot untuk microSD ataupun slot untuk HDMI. Aku sudah pernah mencobanya di seri Acer yang lama ketika memainkan Need for Speed dengan mencolokkan kabel HDMI ke gadget dan disambungkan ke TV layar lebar. hasilnya gambar dan suara sangat mulus dan jernih.

Kelihatannya aku harus belajar lebih banyak lagi tentang gadget ini. Biar nanti bisa kusambung lagi tulisan ini.

Salam sehati

Blogger Bekasi mencatatkan Mie Sehati sebagai Nominator Apresiasi Blog oleh Acer

Setahun lalu, Wakil ketua Blogger Bekasi mencatatkan nama blognya sebagai salah satu dari tiga besar dalam ajang Blog Award PB 2010, tahun ini blog Mie Sehati kembali masuk Nominasi Apresiasi Blog oleh Acer OnOff 2011.

Bila diputuskan sebagai pemenang dalam ajang Apresiasi Blog dari Acer  ini, maka aku akan mendapat sebuah Tablet Iconia A101-3G dari ACER. Pengumuman Pemenang Utama & Pengambilan Hadiah rencananya akan dilaksanakan pada acara ON|OFF #byAcer, pada hari Sabtu 3 Desember 2011, di Epicentrum Rasuna, Jakarta.

Pelaksanaan acara On Off ini bertepatan dengan hari Bakti PU, dimana aku juga diharapkan hadir untuk menyaksikan teman-teman mendapat penghargaan sebagai pemenang lomba Metode Konstruksi pembuatan terowongan di Jati Gede Sumedang Bandung. Sebagai Manajer Penelitian dan Pengembangan di kantor, aku memang ikut aktif mengelola metode konstruksi yang dijalankan di perusahaan. Tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagiku bisa memenangkan award ini, meskipun yang paling berjasa adalah tim proyek yang punya ide briliyan.

Tahun lalu aku punya nazar, bila memenangkan hadiah Blog Award, maka hadiahnya akan kusumbangkan ke panitia korban bencana alam dan ternyata aku tidak menang sehingga akupun gagal memberikan sumbangan ke korban bencana alam tersebut.

Tahun ini aku tidak mau sesumbar lagi. Takutnya malah jadi riya dan sia-sia, sehingga kuputuskan untuk menerima hadiah itu kalau menang dan akan kupakai sendiri selama aku masih menyukainya.  Tablet Iconia A101-3G dari ACER rasanya pantas kupegang tuh.

Sebenarnya ada dua blogku yang terdaftar di ajang itu. Yang satu adalah blog personal (pribadi) yang isinya berita seputar Gadget, mulai dari Ipad, Samsung Android, Blackberry dan hal-hal yang berhubungan dengan gadget. Alamat blognya di http://ekoshp.com dengan trafik sekitar lima kali lipat dibanding trafik blog http://miesehati.com

Ternyata dengan trafik yang hanya seperlimanya, blog http://miesehati.com malah menjadi nominasi Apresiasi Blog dari Acer ini. Dari satu hal ini, kusimpulkan secara kasar bahwa blog yang menjadi nominasi Apresiasi Blog Acer ini adalah blog yang harus unik dan punya sesuatu yang lebih bermakna dibanding hanya sekedar trafik.

nominasi blog terbaik

 

Konsep blog mie sehati memang dibuat untuk memudahkan para pencari kerja ataupun wirausahawan baru/pemula agar segera dapat memulai usahanya tanpa banyak berpikir. Cukup dengan uang 100 ribu, sudah didapat ilmu membuat mie sehati dan ilmu menjual mie sehati termasuk merasakan kelezatan mie sehati. Inilah mie buatan sendiri tanpa pengawet, penyedap maupun pewarna kimiawi.

Akibatnya, mie ini tidak tahan lama, hanya sekitar 8 jam sudah disarankan untuk tidak dijual lagi, meskipun masih aman dan enak untuk dimakan. Angka 8 jam itu sudah menjadi komitment kita berdasar pengalaman yang sudah dilakuakn bertahun-tahun oleh master Mie Sehati.

Mie ini dibuat dari tepung dengan kadar protein sedang, sehingga harganya tetap terjangkau dan kualitasnya juga bagus. Mie jadi terasa enak karena langsung dibuat hari itu juga dan dimakan pada hari itu juga.

“Kalau tidak laku apa yang harus dilakukan? Apakah mienya dibuang?”, begitu biasanya para peserta pelatihan bertanya.

“Kita harus merubah mindset kita dengan bertanya hal yang kurang lebih sama actionnya tapi dari sudut pandang yang lain”

“Bagaimana pertanyaannya?”

“Kalau hampir tutup dan mie sudah habis, apakah perlu menggiling mie baru atau bagaimana?”

“Hehehehe…ternyata keputusannya giling mie baru dan ternyata tidak habis, lalu apa yang dilakukan?”

“Gampang mas. Waktu giling terakhir, jangan banyak-banyak gilingnya, misalnya cukup setengah kilo sajaatau setara 9 porsi. B isa juga kita lakukan action yang ekstrem, kita tutup warungnya pada jam mienya habis, kemudian buat tulisan besar di pintu warung MIE HABIS !”

“Hahahaha….”

“Orang yang tidak kebagian mie, biasanya besok akan datang lagi karena penasaran…”

Mie Sehati juga tidak memakai penyedap dan warna mie yang berwarna warni diambil dari pewarna alami. Misalnya warna hijau diambil dari daun Sawi yang diblender dan disaring (dibuang ampasnya). Dengan demikian disamping ;ezat, mie ini juga bergizi tinggi karena ada campuran daun Sawi yang kaya gizi.

Akui siap untuk menang dalam Ajang Apresiasi Blog dari Acer ini seperti aku juga siap untuktidak menang lagi seperti tahun lalu. Yang penting blog ini terus dapat eksis dan menolong teman-teman yang membutuhkan ilmu jualan secara cepat dan penuh berkah. Amin.

Terima kasih buat siapa saja yang telah membuat hal ini terjadi. Semoga yang terbaik untuk anda semua. Amin.

Salam sehati.

Logo Mie Sehati