Kau beri dan ajarkan…..aku

 

Gaib adalah sesuatu yang tak terlihat atau tersembunyi.

Gaib juga merupakan sesuatu yang bisa terlihat, hanya saja belum saatnya untuk terlihat.

Tidaklah menjadi arti tentang gaib itu sendiri jika hanya ujud atau tidak.

Sehingga sesuatu yang dikatakan gaib bahkan tidak ada kuasa atas sesuatu itu.

Salahkah aku jika ku katakan gaib itu terlihat.

Benarkah aku jika gaib itu tak terlihat dan terjangkau oleh ku.

 

Ya Robb….ajja wajala….

Engkau adalah gaib diatas yang gaib.

Sehingga saat aku berkata engkau tak terlihat disaat yang sama engkau terlihat.

Saat aku belum gila… justru engkau tak terlihat.

Saat aku gila…. Tampaklah bahwa engkau ada.

Sehingga aku yakin… saat aku gila dan semakin gila untuk bisa cinta bahkan melebihi sesuatu yang aku cintai saat ini, engkau bersanding bersama aku…

 

Kau ajarkan aku untuk cinta hanya padamu…

Saat yang sama kau larang aku mencintaimu, jika ku tinggalkan semua yang kucintai saat ini yang aku miliki…..

 

Kau berikan aku ilmu untuk bisa berjalan lurus…

Disaat yang sama kau lebih menambahkan ilmu yang semakin lama semakin bulat dan membesar dan selalu mengulang.

 

Kau ajarkan aku untuk selalu lebih banyak memberi…

Disaat yang sama justru engkau ajarkan aku lebih banyak dan banyak lagi untuk menerima dan terus menerima.

 

Ilmu atau pengajaran dari-MU semakin hari semakin tidak berwujud dan terpola.

Bukankah suatu ujud dan terpola, bentuk dari suatu ketidak sempurnaan.

Sehingga benarlah adanya.

 

Engkau ada tak harus terlihat…..

Engkau terlihat tak harus berujud bentuk…..

ITULAH  ENGKAU.

 

 

Jika ALLAH Terlihat

Judul tulisan diatas cukup menarik untuk dikaji, disimak atau dipahamkan kembali, karena ALLAH itu suatu dzat yang memang berbeda dengan makhluk lainnya. Karena IA memang pencipta sedangkan makhluk adalah hasil dari ciptaanNYA.

Akhir-akhir ini kita banyak saksikan baik itu di sinetron-sinetron, tulisan-tulisan, ataupun kejadian sehari-hari semakin banyak orang mencari TUHAN-nya sesungguhnya. Sehingga banyak pula kalimat-kalimat bernada nyeleneh, atau memang apa adanya tentang TUHAN.

Bahkan tak jarang diantara anak-anak muda saat ini berbicara / melakukan sesuatu yang mungkin tidak tepat atau dzalim dengan kalimat “ DOSA itu tidak bejendol “ atau dosa itu tak tampak…hehehehe

Dalam tulisan saya terdahulu yang dikutip dari Alqur’an itu sendiri dalam surat Al-Ikhlas disebutkan:

- Aku tak serupa dengan apapun.

- Aku tidak dilahirkan atau melahirkan.

- Tidak makan atau minum

Dari keterangan-keterangan yang disampaikan sendiri oleh ALLAH tentang siapa DIA sesungguhnya merangsang kita untuk kenal lebih jauh lagi. Walaupun usaha kita untuk kenal dengan ALLAH masih-masih terlalu jauh dari apa sesungguhnya, minimal kita tidak terlalu tidak mengerti siapa DIA sesungguhnya.

Banyak kisah-kisah yang disampaikan/terdapat dalam Alqur’an sehingga ketika kita cermati ternyata hal itu bisa membimbing kita untuk lebih kenal lagi.

Dikisahkan seorang nabi yaitu Musa yang bisa bercakap-cakap langsung kepada TUHAN-nya sehingga ada suatu permintaan beliau untuk bisa melihat siapa ALLAH sesungguhnya, pada saat akan di tampakkan beliau pingsan dan gunung-gunung pun hancur.

Dikisahkan seorang nabi yaitu Isa yang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati serta didalam penyampaian tentang ajaran yang benar, sehingga kalimat yang keluar dari mulutnya adalah firman, perbuatannya adalah firman maka tak salah jika sampai saat ini ada yang mengklaim ISA=TUHAN.

Karena dia adalah refleksi langsung tentang TUHAN sesungguhnya karena setiap perkataan dan perbuatan langsung dalam bimbingan TUHAN-nya. Dijelaskan lagi dalam surat-surat yang lain di dalam Alqur’an tentang perumpamaan tentang TUHAN.

ALLAH bagaikan cahaya yang terpancar dari miskiat/sumber api.

ALLAH menciptakan hanya dengan satu kata KUN FAYAKUN…

ALLAH adalah cahaya diatas cahaya.

Sedikit kita coba untuk menarik benang merah tentang beberapa pernyataan dari ALLAH sendiri sehingga didapat pemahaman yang holistic yang mendekati apa yang dimaksud.

Kita coba mengenal ALLAH dengan kemampuan yang ALLAH berikan kepada kita yaitu akal/pikiran. Karena ALLAH lebih menyukai hambanya yang ber-Ilmu, ber-kekuasaan dan ber-Harta. Sehingga nanti di akhirat yang dihisab lebih dahulu adalah yang ilmu, berkekuasaan dan ber-harta. Sehingga tak salah Rasulullah mendapat wahyu pertama adalah iqra.

Iqra adalah baca, melihat, mendengar, merasakan, memahami serta merefleksikan kembali semua yang terhampar di alam semesta dan dalam tiap diri, karena semua itu adalah bentuk membelajaran TUHAN kepada manusia.

Saat ini banyak peneliti-peneliti yang berusaha mengetahui tentang alam semesta seperti NASA. Suatu pertanyaan yang mendasar kenapa manusia ada……?

Tak salah jika ada kalimat mahsyur dari kalangan sufi yang mengatakan

Man arofa robbahu minal arofa nafsahu…

Siapa kenal TUHANnya maka ia kenal akan dirinya.

Siapa TUHAN sesungguhnya…..

Dapatkah kita melihat matahari langsung dengan mata telajang….???? Dapatkah kita melihat didalam pekatnya malam tanpa sedikitpun sinar….??? Dapatkah kita melihat bakteri/virus dengan mata telanjang…..???

Dapatkah kita melihat ujud dari angin…..????

Dari pertanyaan diatas sesungguhnya menjadi jawaban atas pertanyaan itu sendiri. Jangankan untuk melihat matahari yang bersinar dalam ukuran yang kecil, jika ada matahari yang jauh lebih besar dan lebih bersinar apakah kita mampu….

Jika ALLAH terlihat, maka ia bukan ALLAH yang maha besar yang memang tidak terhitung dalam satuan apapun.

Jika ALLAH terlihat, maka ia bukan ALLAH yang maha besar yang memang tidak berjarak antara pencipta dan ciptaan seperti dekatnya urat leher.

Jika ALLAH terlihat, maka ia bukan ALLAH yang maha besar yang memang dekat sehingga dapat mengetahui segala sesuatu baik di bumi, dilangit atau semesta alam.

Sehingga cukuplah ALLAH tidak perlu menampakkan diri-NYA kepada Manusia. Cukuplah manusia melihat dari apa-apa yang telah dilakukan baik itu bentuk ujud ciptaan atau dalam bentuk sifat-sifat yang telah ditanamkan kedalam diri manusia.

TUHAN adalah cahaya diatas cahaya yang manusia tidak akan sanggup untuk melihat, karena melihat matahari saja manusia tidak sanggup.

TUHAN adalah materi yang sangat besar sehingga untuk melihat bulan atau bintang yang jauh diperlukan alat untuk melihatnya, bagaiman untuk melihat yang lebih besar dan lebih jauh dari apa yang manusia bisa melihatnya.

ALLAH maha meliputi segala sesuatu baik yang dapat dilihat atau tidak. ALLAH maha meliputi segala sesuatu baik yang dapat disentuh atau tidak. ALLAH maha meliputi segala sesuatu baik yang dapat dirasa atau tidak. ALLAH maha meliputi segala sesuatu baik yang dapat di dengar atau tidak.

Sehingga cukuplah satu ALLAH itu harus dimengerti/dihayati

sumber foto