Saya “terjebak” diantara otak kiri dan otak kanan

Saya mungkin termasuk orang yang paling beruntung di dunia kali ya… Saya berada di 2 dunia yang berbeda, berada diantara 2 pola pikir yang berbeda, diantara 2 cara pengambil keputusan yang berbeda, diantara beberapa orang yang dominan menggunakan otak kiri dan otak kanan.

Kenapa saya bilang begitu..?? Saya mempunyai banyak kawan dalam 2 komunitas yang berbeda yaitu komunitas bisnis Tangan Di Atas dan komunitas Blogger Bekasi. Di 2 tempat ini saya sama-sama menjadi pengurus malahan kalau di komunitas Blogger Bekasi saya termasuk salah satu pendiri.

Yang saya sebut perbedaannya itu adalah :

1. Tangan Di Atas “TDA”, Di komunitas Tangan Di Atas wilayah Bekasi atau saya sebut TDA saya termasuk pengurus untuk divisi HR & Networking. TDA ini adalah komunitas bisnis yang kerjaannya tiap hari adalah action bisnis. Kalau mereka sudah masuk ke komunitas ini, ditanggung akan “kejebak” dan bakalan tidak bisa keluar dari “jebakan”. Di TDA ini semua membernya saling memberikan support terutama di bidang bisnis. Bisnis yang dijalankan juga beragam, mulai dari kelas kaki lima sampai kelas ratusan juta rupiah. Di TDA ini kebanyakan mereka “tidak pakai otak” untuk menjalankan usaha. Setelah melihat ada peluang biasanya mereka akan melanjutkan dengan action. Biarpun tidak semua member melakukan hal yang sama tetapi dengan seringnya dikompori melalui media milist dan pertemuan rutin mastermind, Continue reading Saya “terjebak” diantara otak kiri dan otak kanan

Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, leatak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir.

Continue reading Sejarah Bekasi