Bekasi Cyber Park vs Baros Cyber Creative Center

Sebagai warga Bekasi kita semua pasti tahu Bekasi Cyber Park (BCP) yang lokasinya berada di samping Metropolitan Mall (MM), hanya di batasi kalimalang dan jalan protokol saja. Belum lama ini saya mampir ke sana untuk sekedar refreshing dan melihat-lihat seperti apa bagian dalam dari BCP setelah sekian lama tidak ke sana. Ternyata setelah bergerilya selama kurang lebih satu jam, saya dapat membuat kesimpulan sementara sesuai apa yang saya lihat saat itu bahwa BCP adalah pusat penjualan barang-barang elektronik khususnya komputer dan handphone, meskipun ada juga swalayan, tempat fitness dan food court yang melengkapi BCP.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas ya ?. Begini, pagi tadi saya baru dapat informasi melalui salah satu website forum terbesar di Indonesia yaitu www.kaskus.us. Pada salah satu hot thread-nya ada judul ‘Cimahi Potensi Menjadi Ikon Cyber City‘. Lalu rasa penasaran saya membawa jari tangan saya menggerakkan mouse untuk membuka thread tersebut dan membaca isinya. ‘Hmmm… nice info‘, gumam saya.

Ternyata Pemkot Cimahi telah mendirikan sebuah bangunan yang diberi nama Baros Cyber  Creative Center (Baros C3), sebuah bangunan yang akan menjadi pusat kegiatan kreatifitas sebagai tempat kegiatan dan pelayanan yang berskala nasional maupun internasional di bidang teknologi informasi yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dan perlengkapan IT yang lengkap dan canggih. Gedung ini akan difasilitasi ruang pelayanan publik atau ruang display informasi layanan umum dan tempat untuk mengenalkan dunia teknologi informasi kepada masyarakat, perdagangan, serta ruang penelitian dan pengembangan bidang industri telematika. Selain itu, akan disediakan pula ruang untuk Studio Research and Development bidang informatika dan telekomunikasi, fasilitas untuk tenaga ahli IT dalam melakukan penelitian, ruang komputer untuk mengakses perkembangan teknologi, ruang tempat pelatihan IT, ada juga ruangan untuk display dan simulasi multimedia (auditorium), tempat seminar, diskusi dan rapat serta ruang sarana prasarana film dan animasi.

Di Gedung Baros C3 ini pula nantinya akan dikembangkan menjadi Internet Data Centre (IDC), fasilitas penyimpanan data bagi para Internet Sevices Provider (ISP), tempat pengembangan investasi infrastruktur untuk sentral TV Kabel, fasilitas pengembangan dan produksi software untuk film dan animasi. Demikian pula tempat untuk meningkatkan akses ICT seluas-luasnya kelokasi pemukiman, fasilitas sosial dan umum, tempat pengembangan Rumah Desain dan Packaging House untuk memberikan pelayanan jasa dibidang desain kemasan dan produk kemasan yang ramah lingkungan, serta menghasilkan inovasi teknologi pengolahan dan produksi untuk usaha kecil menengah (UKM) di Kota Cimahi.

Wah, luar biasa banget kalo melihat masterplan-nya Baros C3 seperti di atas, lalu bagaimana dengan Bekasi ?. Awalnya, saya menduga BCP akan dibangun dan di design seperti Baros C3, namun ternyata dugaan saya meleset. Sesuai pengamatan saya, justru BCP merupakan tempat jual-beli elektronik, kalo boleh dibilang glodoknya Bekasi he…

Namun, meskipun Pemkot Cimahi telah selangkah lebih maju dari Pemkot Bekasi dalam urusan IT, saya masih berharap besar kepada Pemkot Bekasi untuk membuat sarana dan prasarana seperti Baros C3. Bisa saja bekerjasama dengan pengelola BCP atau Pemkot Bekasi ingin membangun sendiri dengan menggunakan APBD. Tapi kalo menurut saya untuk menghemat budget Pemkot Bekasi lebih baik bekerjasama dengan pengelola BCP untuk mengemas BCP dan men-design-nya seperti Baros C3, bahkan bisa lebih dari itu. So, tinggal tergantung Pak Walikota, saya dan blogger Bekasi (BeBlog) lainnya pasti akan mendukung. *irm

The True Love is… Bekasi !

bekasi-bcp

Suara klakson kendaraan berbunyi ramai disepanjang jalan Kalimalang dipagi hari saat puluhan ribu warga Bekasi pergi bekerja untuk mengais nafkah di ibukota Jakarta, pun sebaliknya ketika jam pulang kerja suasana itu berulang. Sepanjang jalan Kalimalang kita melihat puluhan ribu bahkan ratusan ribu mobil dan motor berjejal, saling salip, saling serobot yang pada akhirnya membuat kemacetan panjang. Padahal sekeras apapun klakson dibunyikan yang terjadi tetap kemacetan, toh jalan yang sempit tidak mungkin melebar hanya karena bunyi klakson dari puluhan ribu kendaraan itu.

Nampaknya orang sudah mulai hilang kesabaran. Rasa lelah, panas dan gerah, belum lagi pressure yang ketat dikantor serasa menumpuk dikepala membuat stress dan ingin segera diledakan atau dibuang setiba dirumah dengan cara mandi berguyur dipancuran atau berendam santai di dalam bathtub. Ya, kemacetan bukan lagi barang aneh di sepanjang jalan Bekasi ini. Jalan raya Bekasi yang pada umumnya sempit, banyak gajlugan, berlobang, lampu lalu lintas yang kurang teratur, angkot yang kalau berhenti suka mendadak dan seenaknya, belum lagi dipersimpangan banyak “ pak Ogah’ yang seperti pahlawan dengan berani mengatur laju kendaraan adalah seabreg-abreg keruwetan yang melanda transportasi di Bekasi. Dan panasnya mulai meninggi di siang hari.

Melihat suasana kota Bekasi dari jendela Metropolitan Mall pada malam hari membuat kita sedikit tentram, bahwa ternyata kota Bekasi sudah menjelma menjadi metropolis dengan gemerlap lampu hampir disetiap pojok. Cyber Park yang hangar bingar, Giant yang seperti raksasa betulan, Bekasi Square yang mirip kastil jaman Romawi serta beberapa gedung diseputar mata memandang menunjukkan jatidirinya dengan billboard menyala cerah.

Lampu-lampu kendaraan berwarna terang dilihat dari arah depan seperti ribuan kunang-kunang yang berterbangan ketika kota Bekasi masih merupakan lahan persawahan yang subur atau melihat warna lampu merah merona berjajar panjang mengingatkan lampu tempel yang digantung disepanjang jalan dibungkus kertas wajik. Jalan tol Jakarta – Cikampek yang membelah kota Bekasi menjadi dua bagian yang hampir simetris seakan membelah memori di dalam tempurung kepala kita untuk sedikit mengenang kota Bekasi tempo doeloe, sebuah ingatan masalalu yang indah, sederhana, gelap gulita, padang rumput, ternak kambing domba, bebek beriring, macul di kebun atau nandur disawah dan ngoyos eceng gondok atau mungkin sekumpulan bocah mandi dikali sambil main tekuil,…indah benar.

Sedangkan dibelahan memori yang lain terukir dengan cermat langkah pembaharuan kota yang terus membahana dimana gedung-gedung dan ruko seperti tumbuh dari dalam tanah menggilas lahan padi yang luas, jalan-jalan beraspal bahkan Jakarta Outer Ringroad menerobos jalan setapak yang dulu hanya dilewati sepeda ontel atau gerobak sayur membawa hasil panen menuju proyek dan pasar tradisional Bekasi. Sekarang jalan itu sudah lumayan halus dan lebar dilengkapi pula dengan tiga lampu merah kuning hijau disetiap persimpangan.

Penertiban dan regulasi budaya modern yang kerap masih saja diterobos oleh pengendara yang kurang sopan padahal Polantas sudah sigap diujung dengan aba-aba dan dering suara peluit,..priiit! “Saudara kami tilang, karena menerobos lampu merah!”. Dan kemudian pengendara itu menepi, pura-pura bego supaya dianggap tidak bersalah, lalu ngajak damai dan ngasih beberapa lembar cash money dari dalam dompetnya, beres! Geblek! Pengendara seperti itu adalah orang-orang bodoh yang mengatur regulasi sesuai selera mereka sendiri, atau oknum polantas yang juga culas dan mau menukar kartu tilang hanya dengan selembar uang?

Itu baru soal kecil yang pernah kita cermati, selebihnya puluhan bahkan ratusan budaya kotor berlangsung dikota yang kita banggakan ini setiap waktu. Bekasi tidak harus dibangun dengan budaya jahiliah tersebut, tetapi dengan kemampuan intelektual, etika dan estetika yang elegan. Budaya disiplin, disiplin masuk kantor dan pulang kantor, disiplin melayani masyarakat, disiplin pribadi sebagai masyarakat seperti membayar pajak tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, budaya antre dan semua keluguan yang pernah diwariskan oleh nenek moyang kita dulu, masih adakah itu semua? Kita semestinya khawatir karena budaya ketimuran yang lugu itu sudah mulai hilang karena dianggap norak oleh generasi sekarang!. Keterlaluan. Sungguh keterlaluan! Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan bangsanya, melestarikan budayanya serta menjunjung tinggi bahasanya? Banyak belajarlah dari moment penting memperingati hari Sumpah Pemuda ke- 81 tahun ini.

Memasuki peradaban baru dalam gemerlap budaya dan kekinian harus memberikan semangat militan yang kental dengan budaya kerja keras, bersaing dengan sehat, fair dan legowo. Bahwa setiap kemenangan maupun kekalahan dalam situasi dan kondisi apapun sebenarnya sudah diatur oleh yang mengaturnya, yaitu Allah SWT. Sehingga ketika kita ingin menorehkan tinta emas atau mengukir sejarah dalam mengisi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kota Bekasi, siapapun dia dan darimanapun berasal dia, semestinya dilandasi sense of belonging..i’m Bekasi’s community now!. Sehingga ketika membangun kota tercinta ini tidak ada lagi friksi, fikiran kedaerahan, tidak ada lagi perbedaan antara putra daerah dan kaum pendatang, toh Bekasi ini adalah bumi Indonesia juga, milik kita bersama yang harus dibangun, dikelola, dikembangkan, diberdayakan dengan kearifan lokal untuk menyiasati kemandirian global.

Kita boleh belajar dari Barrack Obama, seorang lelaki hebat yang mampu meraih mimpinya untuk membangun Amerika. Sehingga rasanya tidaklah berlebihan ketika kita semua menitipkan pembangunan laju kota Bekasi yang memiliki visi “ Bekasi Kota Unggul dalam Jasa dan Perdagangan bernuansa IHSAN” menjadikan kota Bekasi sebagai komunitas masyarakat modern serta dengan suatu misi yang luhur menjadikan kota Bekasi sebagai daerah kondusif mulai dari kehidupan beragama, sumber daya manusianya, ekonomi, hukum, sumber daya alam, sumber daya buatan maupun keamanan. Kehadiran duet M2M dan Bang Pepen atau H. Mochtar Muhamad dan H. Rahmat Effendi sebagi petinggi kota Bekasi adalah sebuah realitas yang harus terus diberikan dukungan oleh seluruh komponen dan lapisan masyarakatnya dalam mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat Bekasi yang menginginkan daerahnya menjadi sebuah wilayah penuh dengan ketentraman dan kemakmuran.

Separuh jalan telah beliau wujudkan dengan menata kota baik berupa kebijakan yang mencerminkan performa infrstruktur maupun suprastruktur. Perluasan jalan-jalan menuju kota, merehabilitasi gedung-gedung sekolah yang rusak, memberikan pelatihan bagi aparat pemerintahan, pelayanan gratis untuk kesehatan bagi masyarakat tidak mampu dan pendidikan dasar gratis bagi anak usia sekolah adalah sebagian dari kemajuan regulasi. Dan kemudahan dalam mendown load informasi maupun pengaduan warga sudah disediakan lewat website pemkot Bekasi maupun beberapa departemen didalamnya, dan baru-baru ini launching bloggerbekasi.com adalah sebagai jawaban bahwa pemerintah kota Bekasi memiliki kepedulian yang tinggi dalam merespon segala kebutuhan warganya.

Sekarang marilah kita mulai surfing didunia maya yang tanpa batas ini. Silahkan anda berhahahihi, sekedar say hello, curhat, berkomentar, kritik membangun, memberi saran atau mengeluarkan unek-unek seputar Bekasi, syah-syah saja sepanjang tidak bersinggungan dengan SARA. Bekasi adalah milik kita bersama, segalanya harus kita berdayakan sebagaimana kita memberdayakan potensi yang ada dalam diri kita. Karena maju mundurnya peradaban masyarakat Bekasi menjadi tanggung jawab kita bersama.

Curahkanlah segala cinta sesejatinya cinta, karena menaruh rasa cinta pada bangsa adalah bagian dari iman kita. Membangun kota Bekasi dengan segenap potensi, sesuai keahlian profesi, minimal sesuai dengan keinginan hati, meskipun kecil, hanya secuil tentu akan dicatat oleh sejarah dan peradaban. Toh berbuat sesuatu yang sangat besar yang dilakukan dengan arogan dan kesombongan tidak memiliki nilai yang lebih baik dari berbuat sebutir jahrah yang dilakukan dengan tulus ikhlas.

Menemukan cinta yang sebenarnya,…ya cinta apa adanya. Sebuah keadaan yang semestinya, seasli-aslinya, mencumbuinya, menggelorakannya, dan cinta itu ada dihadapan kita,…Bekasi!. *Majayus Irone, adalah penulis dan dosen tinggal di Jatiasih – Bekasi.

Menggoyang Bekasi Melalui Buk-ber Be-Blog

Foto bareng para Blogger bekasi
Foto bareng para Blogger bekasi

Sabtu, 12 September 2009 para blogger Bekasi yang dikomandani Mas Aris berkumpul di BCP. Tepatnya di Cyber Food Center Lantai 2. Mereka berkumpul dalam rangka buka puasa bareng para blogger bekasi yang disebut Be-blog. Kami pun sangat antusias menghadiri buk-ber ini. Apalagi acara ini akan berkembang lebih dahsyat dengan akan dilaunchingnya blog komunitas bloggerbekasi.com yang akan dilaunching pada 17 Oktober 2009. Lebih dari 30 orang blogger berkumpul dalam acara buk-ber be-blog ini.

Continue reading Menggoyang Bekasi Melalui Buk-ber Be-Blog

Pre Launching “BB” [bloggerbekasi]

Pre launching Blogger Bekasi akhirnya diadakan di Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat yang meski agak bising tapi lumayan bersih dan makanannya juga mantap.

Acara intinya sebenarnya adalah menyusun draft final terakhir lay out wajah blogger bekasi, tapi yang terjadi adalah pertemuan keluarga besar kompasiana cabang Bekasi. Sebagian besar peserta memang mengajak buntutnya masing-masing. Sungguh ini persis dengan kejadian pagi tadi saat ada demo masak mie di Sami Kuring yang kemudian juga berubah menjadi rekreasi keluarga besar TDA Bekasi.

Continue reading Pre Launching “BB” [bloggerbekasi]