Enaknya Hidup di Bekasi

Sebagai orang Bekasi, saya ini mungkin tergolong orang yang kurang bersyukur atas segala nikmat dan rahmat dari effendi. Beberapa kali atau malah sering sekali saya melontarkan kritik atas banyaknya kebijakan dari Walikota Bekasi yang dirasakan kurang pas atau belum maksimal. Biarlah itu masa lalu.

Banyaknya Mal yang terus tumbuh di wilayah Bekasi Kota, perlahan bisa saya rasakan sebagai keindahan. Mungkin karena Pak Wali kurang pandai membuat hutan dari pohon maka beliau pun mempersilahkan para pengembang properti untuk membangun hutan beton. Hutan beton itu keindahan tersendiri loh, buktinya Jakarta juga senang sekali menghidupkan hutan beton.

Saya teringat nasehat dari Mas Ahu, bahwa nulis tentang Bekasi itu tak perlu yang serius-serius. Bisa dengan candaan. Ucapan yang sangat menyentil, langsung saya sadar bahwa selama ini saya terlalu serius. Menganggap semua hal harus dengan teliti dan fokus tanpa guyonan sedikitpun. Ini pula yang mungkin membuat saya sadar, selama ini terlalu lama gaul sama Bang Komar. Ah semoga Bang Komar tahu kalau Mas Ahu juga merindukan cambangnya.

Sebagai orang yang hidup di kota ribuan motor, Bekasi adalah keindahan tersendiri. Tahukah kalian bahwa Jatiwaringin yang menuju Pondok Gede itu sangat menyenangkan untuk ditinggali. Banyak sekali kuliner di sepanjang jalannya, juga dekat dengan Jakarta. Kalian mau ke Jakarta tinggal nyeberang jembatan Tol, maka sampailah di Jakarta. Dijamin juga Bebas Polisi.

Tidak ada yang lebih enak selain hidup di Bekasi. Pingin bukti? Kalau saya sudah membuktikan, selama 5 tahun hidup di Bekasi dan belum juga pindah. Mau makan bareng keluarga tinggal ke Jatiwaringin, mau ke Mal tinggal jalan ke Bekasi Barat, mau pulang kampung? Tinggal masuk tol.

Jadi kalian yang merendahkan Bekasi namun sebenarnya butuh lewat Bekasi untuk pulang kampung, sebaiknya meminta maaf. Sebelum nanti saya minta tolong Pak Suhardi Alius untuk memarkir bus di jalan arah ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Atau mungkin pingin dicubitin sama Emak Blogger Bekasi Mira Sahid dan Indah Juli?

Oh satu hal lagi, rasa-rasanya Bekasi di Bully itu juga karena orang Bekasinya sendiri yang kurang mempromosikan keindahan Bekasi. Bahkan penggiat blog dari Blogger Bekasinya sendiri saja vakum, ya pantas kalau akhirnya di Bully. Sejak Pilkada dan Pilpres kemarin, masih banyak yang belum move on untuk kembali berteman. Tapi ini cuma dugaan saya saja.

Saya sebagai orang Bekasi selalu bangga menunjukkan bahwa Bekasi itu indah, seindah pikiran saya yang tidak pernah menganggap kesalahan orang lain di masa lalu sebagai kesalahan masa sekarang. Setiap hari adalah baru. Sesuai dengan kata Bekasi yang diambil dari konsonan Be = Dengan dan Kasi = Kasih Sayang artinya Bekasi = Dengan Kasih Sayang. Seperti yang terus didengungkan oleh Mas Amril dengan puisi-puisinya dan Mas Eko Eshape dengan senyum lebarnya.

4 Pesan Pernikahan

Nikah di Bekasi

Alhamdulillah pagi ini, jum’at (9/11) saya berkesempatan menghadiri akad nikah Wardoyo bin Bambang Suwarto dengan Ita Dwiratna binti Sujarwo di Jatikramat Jati Asih Kota Bekasi. Pernikahan yang dipandu oleh Petugas Pencatat Nikah kecamatan Jati Asih Ustadz Khoirun Nur Kala ini berjalan dengan lancar.

Pernikahan adalah sebuah tanda kekuasaan Allah Swt. Akad nikah yang terjadi dalam sebuah pernikahan bukanlah sesuatu yang main-main tetapi sebagai perjanjian yang agung (mitsaqan gholidzan). Rasulullah saw bersabda “takwalah dalam masalah wanita. Sesungguhnya engkau mengambilnya dari walinya adalah amanat dari Allah swt.”

Dalam kesempatan yang baik itu saya diiminta menyampaikan nasehat pernikahan, maka saya sampaikanlah 4 pesan kepada sepasang mempelai tersebut. Tiga pesan untuk suami sebagai kewajiban seorang suami dan satu pesan untuk istri dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Mengingat pasangan pengantin ini berasal dari Jawa maka saya sampaikan peristilahannya dalam bahasa Jawa.

Pertama, kewajiban seorang suami adalah ngayani (memberikan nafkah). Laki-laki adalah pemimpin keluarga. Oleh karenanya, sebagai kepala keluarga ia berkewajiban menafkahi keluarga. Maka setelah dilangsungkan akad nikah seorang suami harus semakin semangat etos kerjanya, bukan hanya berdiam diri di dalam kamar.

Kedua, kewajiban suami juga adalah ngajari (mendidik) isteri dan anak-anak dengan ajaran Islam sehingga menjadi istri yang sholihah dan anak-anak yang sholih/sholihah.

Ketiga, kewajiban berikutnya adalah ngademi (memberikan suasana kesejukan dan menenteramkan). Suasana kehidupan berkeluarga tidak selamanya diliputi dengan kebahagiaan tetapi ada kalanya ada kesulitan hidup. Ibarat bahtera rumah tangga, saat baru berlayar belum mennghadapi gelombang yang besar dan angin yang bertiup pun masih angin yang sepoi-sepoi. Semakin bahtera berlayar ke tangah lautan maka gelombang pun semakin besardan angin yang bertiup pun semakin kencang. Pada saat seperti inilah seorang suami sebagai nakhoda harus mampu mengendalikan perahu agar tetap berlayar menuju pantai kebahagiaan yang dicita-citakan. Ia tidak boleh mengatakan kata-kata “cerai”.

Pantas Rasulullah mengajarkan doa yang kita ucapkan kepada mempelai yaitu “barokallahu laka wa baroka alaika wajama’’a bainakuma fii khoirin” (semoga Allah memberkahi pada saat penuh bahagia, semoga Allah memberkahi di saat-saat yang sulit dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.”

Keempat, kewajiban isteri adalah ngabekti (berbakti) kepada suami. Kedudukan suami dalam pandangan Rasulullah sedemian tinggi. Rasululllah mengingatkan “Andaikan boleh aku perintahkan seseorang bersujud sebagai tanda hormat kepada orang lain tentu aku akan perintahkan seorang isteri untuk sujud sebagai tanda hormat kepada suaminya.

Andai empat hal ini dilakukan oleh pasangan suami isteri, saya sangat yakin bahwa keluarga yang akan terbangun adalah keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga seperti ini adalah merupakan surga di dunia. Baiti jannati (rumahku adalah surgaku)

Pengalaman Berobat di RSUD Bekasi

RSUD Bekasi
RSUD Bekasi

Kamis, 17 Februari 2011 saya diantar oleh  istri tercinta berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi. Kaki sebelah kanan dari kemarin sakit (snut-snut), dan kata dokter umum yang memeriksa saya di sekolah (kemarin), saya harus berobat ke dokter syaraf. Di sana akan dilihat apakah ada syaraf yang kejepit atau kecentet. Sebab kalau sudah digerakkan, rasanya sakit banget. Kayak disayat-sayat atau ditusuk-tusuk pisau. Pokoknya sakit sekali. Padahal hasil pemeriksaan general Check up kemarin, saya sehat-sehat saja. Kolesterol normal, asam urat pun normal. Saya pun mendapatkan surat rujukan dari dokter untuk berobat ke rumah sakit terdekat.

Continue reading Pengalaman Berobat di RSUD Bekasi

SeBUAI,21 Feb ’10

Minggu, 21 februari 2010

Jl. A Yani, Bekasi  terlihat lengang.Jalan protokol yang biasanya ramai kendaraan bermotor bener-bener steril. Dari mulai Pemda sampai BCP. Dan disaat suasana masih gelap gulita selepas subuh,di sebuah tempat di bekasi timur justru udah mulai menggeliat menunjukan aktifitas yang cukup tinggi. Tepat jam 5.15 , 5 orang pengurus SeBUAI mulai meluncur ke TKP. Tepat di depan toko buah Tropis,kami memarkir mobil dan bersiap melaksanakan tugas. Kami membuka stand SeBUAi disana. Dari mulai suasana sepi & lengang sampai ramai karena pawai  udah di mulai.Hari itu pengurus SeBUAI kompak pake baju biru & hitam. Hampir full team yang turun walaupun minus Putri, Luthfie, Pras, dan Fitra. Kita menunggu temen-temen yang datang buat nyumbangin bukunya, karena sebelumnya kita udah promo lewat On Air di radio Dakta & udah info di facebook. Kita juga membagikan pamflet ke orang-orang yang lewat supaya mereka tau SeBUAi itu apa. Banyak yang respon ternyata (ini yang bikin terharu…).

Stand SeBUAI

karena berangkat pagi buta, Arief & Anggri sampe sarapan di mobil

Pa Aris (BeBlog) yang dateng bersama keluarga untuk menikmati pawai pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke stand SeBUAI & menyumbangkan buku (terima kasih ya Pa….). Ada Ibu Eni dari Bumi Lestari yang dateng dengan ransel besar untuk bawa buku-buku (terima kasih Bu…..). Ada Chayo dari Tarumajaya yang keukeuh pengen dateng supaya bisa ketemu sama pengurus SeBUAI, tapi karena akses kendaraan umum masih di tutup, akhirnya pengurus SeBUAi yaitu Fai & Anggri menjemput buku yang di bawa Chayo ke Harapan Indah (lain kali pasti kita bisa ketemu ya Chay….). Di menit-menit terakhir ada keluarga Ibu Yani dari harapan indah yang rela parkir mobil di Pemda & jalan ke stand kami (padahal jaraknya cukup jauh : pemda – kayuringin) dan membawa 3 kardus besar yang berisi buku (makasih banyak Bu…). Lukman yang sebelumnya udah pernah nyumbang waktu 1st Action SeBUAI tanggal 13 Feb ‘ 10 juga ikutan. Wah pokonya buku SeBUAI jadi banyaaaaaak banget. Makasih ya semuanya.

Pa Aris lagi di wawancara buat dokumentasi SeBUAI

Ibu Yani dari Harapan Indah

Jam 10.00 kami membereskan perlengkapan & bergegas menuju UNISMA. Ceritanya numpang parkir motor & mobil disana sambil sortir buku-buku yang akan kita kasih ke anak-anak jalanan di lampu merah UNISMA yang menamakan diri KPJ (kelompok pengamen jalanan) & di koordinir oleh Bang Min. Kami memang udah janji sama mereka untuk memberikan buku. Makanya waktu kami datang kesana, mereka begitu gembira (ini bagian yang ngga bisa di lukiskan dengan kata-kata).

Karena belum ada rak,jadi sementara buku-buku itu disimpan dalam kardus. Mereka langsung menyerbu buku-buku & ngga berapa lama asik sama kegiatan membaca. Bahkan ada anak yang langsung meminta pulpen & mencoba mengisi lembar LKS. Hmmm….mereka kelihatan begitu berseri sewaktu membaca buku. Ada kebahagiaan terpancar dari mata mereka. Ada senyum tulus di bibir mungil mereka. Sambil membaca,kami pun ngobrol. Obrolan ringan yang seru & menyentuh hati. Mereka bercerita dengan polosnya bahwa mereka ngga bisa sekolah lagi karena ngga ada biaya,bahwa mereka juga ingin seperti anak-anak lain yang bisa sekolah,dan ada sebuah kalimat yang ngga bisa saya lupakan sewaktu mereka bilang “kami juga ingin di ngertiin ka….” Dan ada bulir air mata di sudut matanya yang sayu. Akh……sebuah pengakuan sederhana tapi menyayat hati. Bahkan mereka juga meminta kami sering-sering datang untuk mengajari mereka membaca,belajar bahasa inggris,belajar baca huruf arab,juga belajar berhitung. Bener-bener ngga bisa dilupain pengalaman ini & kami berjanji akan berbuat semampu kami.

Puas ngobrol,kami disuguhi penampilan ciamik anak-anak ini dengan lagu yang berjudul Debu Jalanan. Karena matahari makin terik & kami masih punya agenda untuk ikut rapat  sama Blogger Bekasi,kami pun pamit. Dengan janji di hati untuk berbuat lebih dari hari ini untuk mereka.

Terima kasih untuk semua pengurus SeBUAI yang rela bergerilya dari pagi buta sampai senja menjelang. Apa yang kita lakukan baru permulaan. Jalan di depan masih panjang. Dan kami akan berbuat semampu kami agar anak-anak yang bergelut di jalanan, anak-anak yang tidak mampu juga bisa melihat dunia.

posted by : Adyanti Rahmarina

MARAKNYA PEMBANGUNAN JALAN UTAMA DI KOTA BEKASI

MARAKNYA PEMBANGUNAN JALAN –JALAN UTAMA DI KOTA BEKASI
Oleh : Elvira Suryani

Kalau adan melintasi jalanan sepanjang Cut Meutia kota Bekasi, anda akan disuguhi dengan pemandangan adanya beton-beton besar yang bertebaran dipinggir jalan. Ada mesin traktor yang digunakan untuk mengangkat benda-benda berat yang dapat dipindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Suasana ini tidak hanya kentara di sepanjang jalan Cut Meutia, namun juga di sepanjang jalan protokol Ahmad Yani. Hal serupa juga terjadi. Siang dan malam para pekerja jalan melakukan pekerjaannya dengan baik. Sampai-sampai mereka membuat rumah singgah sementara di pinggir sungai kalimalang, tepatnya disamping Balai Irigasi Bekasi.

Pemerintah kota berusaha memenuhi keluhan masyarakat yang entah beberapa tahun yang lalu sempat tercuap ke permukaan. Namun baru sekarang realisasinya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di kota Bekasi. Tidak hanya pelebaran jalan yang dilakukan, tapi juga pembuatan taman-taman kota yang ada di pinggir jalan atau di tengah-tengah jalan raya, trayek jalan dan halte-halte untuk tempat pemberhentian penumpang di tempat-tempat strategis. Hal ini diharapkan dapat mengurangi polusi asap kendaraan yang lalu-lalang setiap harinya. Pohon-pohonnya masih kelihatan kecil. Masih bayi, butuh proses beberapa tahun untuk menanti nya menjadi pohon-pohon yang rindang. Kebijakan penghijauan tersebut seiring dengan penggalakan untuk “Save Our World”.
Dengan pelebaran jalan diharapkan tidak menimbulkan kemacetan lagi. Kemudian ditambah lagi dengan tatanan taman yang baik, tentunya akan menambah keasrian kota Bekasi yang kita cintai ini.

Facebook cinta Bekasi

Facebook kini menjadi idola semua kalangan masyarakat, yang mengena ke siapa saja seperti artis, pejabat, karyawan, rakyat biasa, pelajar dan lain sebagainya. Facebook yang telah menjadi fenomenal ini dapat mengekspresikan apa yang dialami oleh semua orang. Facebook juga lebih tajam dan berarti keberadaannya setelah apa yang telah kita ketahui seperti untuk dukungan, kampanye, tempat usaha dan lain-lain.
Jadikanlah Facebook menjadi sesuatu yang positif, maksimalkan dengan hal-hal yang benar dan manfaatkan sebaik-baiknya.

Judul Foto : Facebook cinta Bekasi
Lokasi : sekitar area jalan Cikarang Baru, Bekasi.