Yuuk Berhenti Merokok

no tobacco day2“Bang, ente tau gak kalau nich hari adalah hari tanpa tembakau sedunia”, tegur Sanip melihat Bang Nawi klepas klepus ngisep sebatang rokok kretek di warung mpok Ijah.

“Waduh, hari apaan lagi tuch … gue mah tahunya hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus ama hari lahir gue”, sahut Bang Nawi dengan cueknya.

“ya … makanya blog walking (berkunjung dari satu blog ke blog lain) dong kalau elo ngaku blogger, biar elo tahu kalau banyak blogger yang hari ini nulis tentang hari tanpa tembakau sedunia atau bahasa Inggrisnya World No Tobacco Day, contohnya disini nich”, ujar Sanip sambil nunjukin sebuah situs blog keren yang ada di telepon genggamnya.

“Ya Nip, gue kan blogger abal-abal … gue jarang blog walking, tapi kalau ada undangan acara blogger gue usahain datang, kan gue blogger kondangan”, bales Bang Nawi sedikit tersipu

“Terus hari tanpa tembakau sedunia tuch apaan”, tanya Bang Nawi kemudian sebelum si Sanip nyerocos nanya yang macem-macem.

“Gini Bang, dari yang gue baca di blog, hari tanpa tembakau sedunia adalah hari yang diperingati oleh badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) setiap tanggal 31 Mei. Hari tanpa tembakau sedunia dimulai sejak tahun 1997 sebagai bagian dari kampanye untuk membatasi konsumsi tembakau”, jelas si Sanip

“Terus kenapa perlu ada kampanye tanpa tembakau segala”, tanya Bang Nawi mulai penasaran

“Karena menurut data WHO, tembakau terbukti merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian orang dewasa di seluruh dunia. Kampanye diperlukan agar tidak muncul perokok-perokok pemula yang umumnya anak muda”, jelas Sanip

“Karena itu juga, tema kampanye tahun ini adalah “larangan pemberian sponsor, promosi dan iklan tembakau’. Tema ini diambil karena larangan iklan dan pemberian sponsor tembakau merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi permintaan akan tembakau dan mengurangi jumlah perokok pemula” papar Sanip lebih jauh

“Wah hebat elo Nip, bisa jelasin panjang lebar soal hari tanpa tembakau sedunia”, ujar Bang Nawi dengan nada sedikit iri

“ha ha ha … enggaklah Bang, gue kan cuma baca dari blog ini. Yang hebat tuch blogger-blogger yang nulis tentang hari tanpa tembakau sedunia, mau bantu ikutan kampanye, padahal gue tahu gak ada yang bayar, bukan pay per posting. Sempet-sempetnya si blogger cari bahan tulisan untuk blog dan tahu kalau hari ini merupakan hari tanpa tembakau sedunia”.

“Terus emangnya efektif kampanye hari tanpa tembakau sedunia, gue aja kagak tahu?” sela Bang Nawi

“Iye sich … seperti yang dituliskan di blog, bisa jadi kampanye yang dilakukan masih kurang efektif dibandingkan iklan rokok. Tapi setidaknya bisa mengingatkan kalau merokok itu berbahaya bagi kesehatan seperti apa yang ditulis di bungkus rokok” jelas si Sanip.

“Benar juga elo Nip, mungkin itu sebabnya para blogger di Beblog gak ada yang merokok. Gue gak pernah lihat Bang Komar, jawara Bekasi yang aktif ngeblog ngerokok. Begitu juga blogger sehat yang jadi guru”

“Om Jay maksud Abang?”, sela Sanip sebelum Bang Nawi menyelesaikan kalimatnya

“Iye ye .. om Jay dan satu lagi penasihat BeBlog yang juga 86 ukuran badannya dengan om Jay setahu gue kagak ngerokok. Elo sebutin deh di Beblog siapa yang merokok, elo pasti kesulitan ngejawabnya”, ujar Bang Nawi sambil mematikan rokoknya yang masih setengah batang.

“Hari ini gue berhenti ngerokok dulu dech, ngikutin kampanye hari tanpa tembakau sedunia”, sambung Bang Nawi

“Mantab Bang, mudah-mudahan besok-besok abang bisa berhenti merokok selamanya”, ujar Sanip menutup pembicaraan

“Amiiin … tks atas doanya Nip”

 

Berhentilah Merokok Dan Buktikan Apa Yang terjadi

Maksud hati hendak menanggapi postingan mbak Irma mengenai ajakan berhenti merokok, saya jadi teringat beberapa postingan di blog lama saya (masih ada tapi jarang diupdate) tentang rokok, salah satunya adalah postingan World No Tobacco Day. Pada postingan tertanggal 31 Mei 2011 saya menganggap berbagai kegiatan untuk menggalang World No Tobacco Day (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) ternyata cuma lucu-lucuan semata bagi para perokok, pedagang rokok dan petani tembakau.

Mereka beranggapan bahwa kampanye hari tanpa tembakau cuma sekedar kegiatan aktivitis kesehatan yang tidak memahami bahwa rokok merupakan suatu industri massal beromzet triliunan rupiah dan  melibatkan banyak orang dalam mata rantai distribusinya, mulai dari produsen, pedagang, petani, buruh tani, hingga pegawai pajak.

Menurut mereka, lucu dan tidak masuk diakal jika semua orang mesti berhenti merokok. Bayangkan, kalau semua orang tiba-tiba berhenti merokok, maka tidak akan ada lagi pedagang rokok, pabrik rokok tutup dan petani tembakau tidak bisa menjual tembakaunya. Ujung-ujungnya, produsen rokok, petani tembakau tidak mendapatkan penghasilan, begitu pun pemerintah yang tidak mendapat pemasukan dari cukai rokok.  Bukan hanya itu, kegiatan sampingan lainnya, seperti konser musik ataupun pertandingan yang disponsori pabrik rokok pun menjadi tehenti. Artis dan olah ragawan pun terancam tidak mendapat bantuan sponsor.

Jadi maksud tulisan ini sebaiknya kampanye berhenti merokok sebaiknya dihentikan saja karena hal itu sama saja akan mendorong berhentinya industri rokok?

Ho ho ho, ya tentu saja tidak. Saya justru mendukung kampanye untuk berhenti merokok. Sebagai bukti, sejak 11 tahun lalu saya berhenti merokok, bukan karena tidak sanggup beli rokok atau ingin berhemat, tapi lebih karena kesadaran sendiri bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan (suatu argumen yang sering dipatahkan oleh argumen lain “ach gue ngerokok juga sehat2 aja”).

Saya cuma ingin menegaskan, agar kampanye untuk tidak merokok berjalan efektif dan mencapai sasaran, maka kampanye harus lebih cerdas dan sebaiknya dilakukan sejak dini bukan setelah seseorang menjadi terbiasa dengan rokok. Kampanye sejak dini tentu saja diawali dari rumah dengan memulai dari sendiri dan sejak sekarang dengan tidak memberikan contoh kepada anak-anak kita dan lingkungan sekitar.  Bukan rahasia lagi jika anak-anak SMP dan SD saat ini sudah mulai merokok karena tertular pengaruh lingkungan.

Kalau kampanye di rumah sudah berhasil, barulah kampanye di sekolah dengan melibatkan peran serta para guru (Lagi-lagi, tentunya si guru juga harus berhenti merokok agar bisa menjadi tauladan).  Dan jika saja sejak dini anak-anak sudah memahami mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan, maka diharapkan ketika dewasa mereka tidak akan terbawa-bawa kebiasaan buruk untuk merokok.

Akhirnya, melengkapi tips mbak Irma untuk berhenti merokok, saya punya tip ampuh untuk berhenti merokok dan ini sudah saya pratekkan yaitu BERHENTILAH MEROKOK SEKARANG JUGA DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI.