Terbitkan Bukumu!

Selamat pagi kawan-kawn. Semoga sehat selalu. Dengan keadaan sehat itu kawan semua bisa menerbitkan buku dari tulisanmu di blog dan media sosial lainnya. Seperti kawan-kawan di blog kompasiana yang sudah menerbitkan bukunya.

Contoh Bentuk Foto yang sudah digabungkan
Contoh Bentuk Foto yang sudah digabungkan

Tidak mudah menerbitkan buku. Tetapi juga jangan dianggap susah. Sebab proses itu akan dialami dengan sendirinya, bila kita fokus melakukannya. Siapa yang fokus pasti akan berhasil menerbitkan bukunya. Mantra Manjada Wajada bisa jadi pemicunya. Siap yang bersungguh-sungguh pastilah akan berhasil.

Pengalaman saya menerbitkan buku, awalnya ditolak beberapa penerbit. Namun saya tak pernah menyerah. Saya betulkan naskahnya, lalu saya kirimkan ke penerbit lainnya. Bagi saya, pantang memberikan kembali naskah buku kepada penerbit yang sudah menolaknya. Masih banyak penerbit lainnya yang pasti akan menerima naskah yang saya tuliskan.

Ibarat orang jatuh cinta, belum tentu cinta kamu diterima. Bisa jadi hanya bertepuk sebelah tangan. Pada saat seperti itu, jangan pasrah dan menyerah. cari wanita lain, pasti akan ketemu jodohnya. begitulah bila penulis mencari penerbit. Penolakan demi penolakan akan kau temui. Kamu akan gembira sekali bila ada penerbit yang mau menerbitkan naskahmu itu.

Namun jangan cepat puas dulu ketika bukumu terbit. Sebagai orang baru yang bukunya terbit, kita harus bantu juga pemasarannya. Dengan begitu, bukumu akan dikenal dan banyak dibaca orang. Tentu kawan perlu mengadakan acara yang membuat bukumu dikenal pembaca yang akan kamu sasar. Bila dananya kecil, bawalah selalu bukumu dan jadikan doorprize buat peserta. Bisa di saat seminar atau acara lainnya.

Kalau kamu seorang blogger, publikasikan bukumu melalui blog di internet dan media sosial lainnya. Ajaklah teman-teman blogger lainnya untuk membuat resensi dari buku yang kamu tuliskan. Bila ada 10 orang blogger yang menuliskannya, wow akan semakin banyak orang mengenal buku yang dituliskan.

Dalam menerbitkan buku, kamu bisa menerbitkan sendiri melalui jalur indie, atau menyerahkannya pada penerbit mayor. Bagi saya, menerbitkan buku pada penerbit mayor akan memudahkan penulis dalam memasarkan bukunya. Memang sih royaltinya cuma 10 %, tetapi kalau lakunya banyak ya jadi besar juga. Daripada royaltinya besar persentasinya, tetapi lakunya malah sedikit, hehehe.

Enaknya menerbitkan buku sih sederhana saja. Kita merasa senang karena apa yang dituliskan mendapatkan apresiasi dari orang lain. Apresiasi itu berasal dari editor, dan pemilik penerbitan atau pengelolanya. Mereka tentu sudah berhitung dan yakin kalau buku yang dituliskan akan dibeli banyak orang. Pada dasarnya, penerbit itu melirik tulisan kita karena ada unsur keuntungan di sana.

Satu hal enaknya jadi penulis. Kita dianggap pakar dan di mata pembaca kita adalah penulis yang menguasai ilmunya. Itulah mengapa banyak penulis yang naik statusnya jadi pembicara. Oleh karenanya, seorang penulis bukan hanya mampu menulis, tetapi juga harus mampu untuk bicara. Dengan bicara, akan terlihat wawasan luas sang penulisnya.

13911881712140034312

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

Menulis adalah Jalan Menuju Eksistensi Diri

Forum idekita mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengundang saya untuk menjadi pembicara dan memberikan materi  dengan tema“menulis akses menuju eksistensi” pada Sabtu, 26 Mei 2012 di Aula Perpustakaan UNJ. Kegiatan ini diberi nama Planeducation 2012, yang di kop suratnya tertuliskan tema besar,” Buku, Kegalauan Guru, dan Masa Depan Bangsa”. Sebuah tema yang sangat menarik sekali untuk dibicarakan. Apalagi didiskusikan oleh teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan kemahasiwaan yang bernama forum ide kita.
Surat Undangan dari Forum Ide Kita FIP UNJ
Surat Undangan dari Forum Ide Kita FIP UNJ
Di dalam Term of Reference (TOR) yang diberikan kepada saya, panitia meminta saya memberikan materi yang berisi:
  1. Motivasi pendidik dalam mempertahankan keinginan menulis
  2. Panduan membuat dan mengembangkan tulisan kreatif
  3. Kendala yang dapat membuat tidak termotivasi menulis
  4. Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penulisan
  5. Simulasi menulis kreatif
Cukup kelimpungan juga saya mendapatkan TOR yang super ini. Saya takut tak bisa memuaskan audience atau peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Saya khawatir apa yang saya sampaikan sangat bertolak belakang dengan teori yang ada dalam buku-buku panduan menulis. Apalagi menulis kreatif versi saya yang sulit dicari referensinya. Mungkin para pakar ilmu menulis akan bilang saya ngawur. Tapi tak apalah ngawur karena benar (ngikutin buku Sujiwo Tedjo) akan jauh lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa atau membuat para guru dan mahasiswa akhirnya tidak mampu menulis. Sebab menulis menurut saya bukan hanya sebagai akses menuju eksistensi diri, tapi lebih dari itu. Menulis bagi saya adalah mencapai keabadian.
Pak Onno W Purbo dan Omjay. saya belajar menulis dari karya besar Pakar Internet
Pak Onno W Purbo dan Omjay. Saya belajar menulis dari karya besar Pakar Internet Indonesia, Pak Onno W Purbo yang senang berbagi ilmu

 


Setidaknya, bila besok saya dipanggil oleh sang pemilik langit dan bumi serta isinya, ada 8 buku yang sudah saya tuliskan. Saya membuat 3 buku pelajaran TIK untuk SMP, 1 buah buku pengayaan untuk siswa SMP, dan 4 buah buku motivasi untuk mahasiswa, guru, dan khalayak ramai. Kedelapan buku itu sudah beredar secara nasional, dan dapat anda lihat di blog pribadi saya di http://wijayalabs.com.
Sebagai seorang pendidik, saya harus memotivasi diri saya sendiri untuk mampu menulis. Keinginan menulis itu bukan hanya sekedar keinginan, tetapi langsung saya praktikkan. Saya menulis, dan membaca setiap hari. Ada bahan bacaan yang saya baca untuk mendukung tulisan saya. Jadi tidak asal tulis, dan kemudian saya sebarkan dalam dunia maya.
Motivasi yang kuat dalam mempertahankan keinginan menulis membuat saya menyusun sebuah buku untuk dibaca khalayak ramai, “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”. Isi Buku ini adalah merupakan kumpulan tulisan saya di kompasiana, dan blog pribadi saya lainnya di dunia maya. Dengan membuat buku tentang menulis, saya berharap ada panduan bagi para penulis pemula untuk mempertahankan keinginan menulis.
Foto Bersama di Acara Intip Buku
Foto Bersama di Acara Intip Buku
Setidaknya saya sudah berbuat sekaligus mencontohkan pengalaman nyata saya, sehingga apa yang saya tuliskan bukanlah sesuatu hal yang teoritis, tetapi langsung praktik di lapangan dan lengkap dengan hasil yang didapat. Tak salah bila banyak blogger menuliskan resensinya secara sukarela seperti tulisan mbak Ani berta di sini. Beliau sangat terinspirasi setelah membaca buku yang saya susun, dan diterbitkan oleh penerbit indeks.
Menulis merupakan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat. Salah satu manfaat dari menulis adalah sebagai sarana pertukaran informasi yang efektif dan efisien. Lewat sebuah tulisan bisa didapatkan banyak orang yang menjadi pembacanya bandingkan bila kita hanya berbicara saja, informasi yang kita sampaikan hanya diterima oleh orang yang mendengar pembicaraan kita saja. Terlebih lagi tulisan adalah sebuah bentuk fisik sehingga dimungkinkan untuk diperbanyak dan memudahkan untuk disebarluaskan agar lebih banyak lagi orang yang membacanya.
Buku Best Seller PTK yang banyak dibaca oleh para guru
Buku Best Seller PTK yang banyak dibaca oleh para guru
Banyak sekali panduan membuat dan mengembangkan tulisan kreatif yang bisa kita dapatkan dari buku bacaan atau mencari informasinya di internet. Salah satu contohnya adalah tips jitu untuk mulai menulis yang dapat anda baca di http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/05/29/tips-jitu-untuk-mulai-menulis/ karya Mochammad Firdaus Agung.

Banyak kendala yang akan ditemui dan membuat anda tidak termotivasi menulis. Kendala terbesar yang saya alami adalah dari diri saya sendiri. Saya sudah memvonis diri saya tidak bisa menulis pada saat itu. Bahkan saya sempat dicemooh banyak orang dan diminta untuk berhenti menulis ketika saya mengeluarkan mantra ajaib saya, “menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”.

Saya diundang ke istana Bogor setelah menulis buku Yuk Kita Ngeblog!
Saya diundang ke istana Bogor setelah menulis buku Yuk Kita Ngeblog!
Bila kita tak tahan mental, dan tidak mau belajar dengan banyak membaca tulisan orang lain, maka anda tidak akan pernah mendapatkan tulisan yang berkualitas. Anda hanya menulis, tetapi tidak diimbangkan dengan proses membaca. Pada akhirnya orang akan bosan membaca tulisan anda yang itu-itu saja. Itulah sebuah kritikan yang saya alami sendiri ketika saya asyik hanya menulis tanpa membaca tulisan  orang lain sebagai bahan referensi.
sumber gambar: Presentasi.net
sumber gambar: Presentasi.net
Motivasi menulis akan didapatkan ketika kita membaca karya tulis orang lain, dan akan lebih terasa bahagia bila kita dapat bertemu langsung dengan penulisnya. Apalagi bila di buku itu ada tanda tangan penulisnya secara langsung. Sesuatu yang sangat mahal sekali harganya. Tak akan bisa dibeli dari toko buku manapun yang ada di dunia. Kecuali, bila sang penulis memang sudah punya niat menandatangani langsung 5000 buku yang dicetaknya dari penerbit, hehehe.
Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh seseorang agar mampu dan mulai menulis.
Pertama, dia harus punya tekad dan kemauan yang kuat. Tanpa tekad dan kemauan yang kuat, mustahil kita bisa menulis sesuatu yang bisa menginspirasi orang lain. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Kedua, banyak membaca. Pengertian membaca di sini bukan hanya buku bacaan saja, tetapi anda dapat membaca dan memperhatikan keadaan di sekitar. Dari situ anda akan menemukan inspirasi yang sangat orisinil. Apalagi bila anda terbiasa membawa catatan kecil untuk mencatat apa yang anda lihat atau baca.
Ketiga, menulis itu pada hakekatnya menyampaikan pesan. Jadi tulislah sesuatu yang sederhana saja. sesuatu yang mudah dimengerti oleh pembaca. Dengan begitu tulisan yang dibuat akan mengalir bagai air yang terjun dari atas ke bawah. Anda tidak akan pernah kehabisan ide dalam menulis karena menulis seperti layaknya kita berbicara.
Keempat, menulis itu sebuah keterampilan dan bukan bakat. Jadi bila anda ingin bisa menulis, ya banyak-banyaklah menulis dan terus berlatih menulis. Jangan malu bila ditertawakan orang, dan jangan ragu tulisan anda tidak dibaca oleh banyak orang. Terus saja menulis, dan rasakan manfaat dari apa yang dituliskan. Semakin banyak anda menulis, maka semakin banyak anda tahu kelemahan dan kekuatan anda dalam menulis.  Tak ada seorang pun penulis yang kini jadi terkenal tanpa melalui proses menulis dan terus menulis. Jangan pernah berhenti untuk menulis bila anda ingin menjadi seorang penulis handal seperti Mas Hernowo Hasim.
Pernahkah anda bermimpi mendapatkan mobil baru dari hasil menulis?
Pernahkah anda bermimpi mendapatkan mobil baru dari hasil menulis?
Aku membaca, karena aku ada. Aku menulis karena aku ingin berbagi dari apa yang telah aku baca. Tanpa terasa menulis akan membuatmu menemukan jalan menuju eksistensi diri. Teruslah berbagi, dan rasakan pahala yang terus mengalir dari apa yang anda tuliskan.
Buku Terbaru Omjay di tahun 2012
Buku Terbaru Omjay di tahun 2012
Salam Blogger Persahabatan

Mau Ikutan Acara Intip Buku? Sabtu, 28 April 2012

Hai teman-teman blogger. Wijaya Kusumah atau Omjay akan mengundang teman-teman di acara bincang buku bersama Johan Wahyudi, Imam FR, Pepih Nugraha, Iskandar Zulkarnaen, Hasan Chabibie, dan penulis buku best seller lainnya sebagai bintang tamu.

Melalui twitter dan email saya sudah mengundang pak Chappy Hakim, dan semoga beliau bisa hadir bersama kita. Juga pak Prayitno Ramelan yang sudah saya japri via BBM. Kita pun yang hadir akan mendapatkan Motivasi luar biasa dari Taufiq Effendi, seorang Tuna Netra yang telah berkeliling dunia dengan mendapatkan 8 beasiswa keluar negeri.

 

Brosur Acara Intip Buku, Silahkan Dicetak untuk Tiket Masuk Gedung Bank Indonesia

 

Continue reading Mau Ikutan Acara Intip Buku? Sabtu, 28 April 2012

Wow! Mahasiswi di Kota Padang Cantik-cantik loh!

Hari ini adalah hari yang bahagia karena bisa berjumpa dengan teman-teman mahasiswa-mahasiswi di kota padang. Tepatnya di universitas bung hatta padang. Saya diminta menjadi nara sumber seminar nasional menjadi guru tangguh berhati cahaya bersama dengan Muhammad Yunus yang merupakan salah seorang kompasianer yang saya jumpa di acara kompasianival beberapa waktu lalu.

Hari ini adalah hari nyepi. Hari dimana umat hindu merayakan hari sucinya. Di hari nyepi ini, jumat 23 maret 2012 saya berangkat ke kota padang dari terminal bus rawamangun jakarta timur menuju bandara soekarno hatta. Saya naik pesawat lion air penerbangan jam pertama.

Tak terasa, jakarta – padang ditempuh hanya memakan waktu 1,5 jam menumpang peswat terbang. Setiba di bandara minangkabau saya dijemput oleh mas yunus dan mas riki yang ganteng-ganteng. Kedua pemuda tampan ini menemani saya ke tempat acara seminar nasional menjadi guru tangguh berhati cahaya.

 

Di tengah jalan, mas yunus membelokkan mobilnya untuk sarapan lotek padang yang lezat. Wow nikmat sekali rasa loteknya. Mirip kayak gado-gado jakarta. Pantesan banyak polisi yang datang sarapan pagi di warung simpang presiden. Saya pun dibuatkan jus jeruk hangat sebagai pendamping lotek santapan saya pagi ini di kota padang.

13325447751344503234

Usai makan lotek khas padang, kami langsung meluncur ke kampus universitas bung hatta. Kampus yang luas dan berada dekat tepi pantai kota padang. Berdecak kagum juga saya berada di kampus sang proklamator ri ini. Sudah 4 kali ke kota padang, tapi baru kali ini saya menjejakkan kaki di kampus yang mahasiswa FKIP-nya (fakultas ilmu keguruan dan pendidikan) sekarang ini bertambah banyak. Rata-rata didominasi oleh para mahasiswi. Hal itulah yang saya lihat di aula bung hatta. Tempat acara dipenuhi bidadari cantik. Lebih dari 250 orang peserta hadir mengikuti seminar nasional guru tangguh berhati cahaya.

Ketika sampai, saya diperkenalkan dengan dosen pembimbing kegiatan dan perwakilan kepala dinas kota padang. Saya pun diperkenalkan dengan pak Krisnamukti, mantan pembantu rektor 3 universitas bung hatta yg kini usianya sudah 74 tahun. Meski beliau terkena stroke, tetapi semangatnya untuk berbagi masih sangat tinggi.

Sambil menunggu acara dimulai, saya diminta oleh panitia (komunitas cinta menulis) untuk menanda tangani sertifikat acara. Saya hitung ada sekitar 300 lembar sertifikat yang harus saya tanda tangani. Saya lihat jumlah peserta yang hadir semakin bertambah. Saya ucapkan sukses untuk panitia yang mampu mendatangkan peserta dengan jumlah yg luar biasa. Tidak mudah mencari peserta, apalagi di saat libur panjang seperti ini. Tentu akan banyak mahasiswa yang pulang kampung.

Kota padang adalah kota pelajar dimana para mahasiswanya kebanyakan berasal dari kampung atau daerah. Mereka datang ke kota padang untuk menuntut ilmu.

Ketika saya diminta untuk tampil mempresentasikan materi menjadi guru tangguh berhati cahaya, saya lihat banyak mahasiswi yang cantik-cantik. Sayang ya saya sudah tak muda lagi. Kalau masih muda sudah saya pacari salah satunya, hehehe.

Saya memulai presentasi dengan menampilkan 3 sosok pahlawan nasional, yaitu Buya Hamka. Bung Hatta dan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Ketiga tokoh itu adalah contoh daripada guru tangguh berhati cahaya. Hal yang membuat mereka berbeda dengan guru lainnya adalah mereka mampu menulis. Mereka mampu membuat karya tulis berupa buku sebelum ajal menjemput. Tak salah bila buku-buku mereka saat ini masih kita baca padahal orang sudah tiada. Menulis buku membuat mereka mencapai keabadian. Jasad mereka boleh saja mati, tapi tulisan mereka selalu terjaga sepanjang masa.

Gak kerasa sudah satu jam saya memberikan materi. Saya serahkan waktu kepada mas Yunus sebagai pemakalah untuk mempresentasikan makalahnya. Saya lihat mas Yunus membuka tulisannya di kompasiana. Katanya menjadi guru tangguh berhati cahaya seperti melihat kelok 44 di Sumatera Barat. Penuh medan yang berliku dan turun naik pula. Dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian untuk sampai ke sana. Untuk lengkapnya, anda dapat membaca tulisannya di kompasiana dengan mengetik muhammad yunus di menu search kompasiana.com.

Pada saat sesi tanya jawab, saya lihat banyak mahasiswi cantik bertanya kepada kami sebagai pembicara. Ternyata mahasiswi di kota padang bukan hanya cantik tetapi juga cerdas. Hal itu terlihat dari pertanyaan-pertanyaannya yang super sekali. Saya pun menjadi teringat dengan guru wanita yang mengajar di STM Negeri 3 Jakarta dulu. Cantik dan cerdas. Makanya dulu ketika masih sekolah, saya sempat jatuh cinta dan menuliskan cerpen dengan judul “guruku cinta pertamaku”, hehehe.

Senang sekali bisa berbagi pengalaman menjadi guru tangguh berhati cahaya. Apa yang saya presentasikan sudah ada lengkap dalam buku terbaru saya “menjadi guru tangguh berhati cahaya”. Saya melihat banyak mahasiswi yg berniat membelinya. Semoga bisa anda dapatkan di toko buku gramedia. (Promosi ni yee, hehehe).

1331042770642858725
Buku terbaru Omjay, pemesanan ke hp. 08159155515

Akhirnya, berada di kota padang yang singkat ini membuat saya menemukan kegembiraan. Sebuah kegembiraan yang belum pernah saya temui sebelumnya. Wow! Ternyata mahasiswi di kota padang cantik-cantik ya! Hehehe.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Http://wijayalabs.com

Buku Terbaru Omjay: Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya

Buku Terbaru Omjay, Hubungi Wiranto di hp. 081398916712
Buku Terbaru Omjay, Hubungi Wiranto di hp. 081398916712

Guru tangguh berhati cahaya adalah guru yang tak pernah mengenal kata putus asa. Selalu optimis menghadapi tantangan kehidupan. Baginya pendidikan adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi, dan tak perlu lari untuk menghindarinya.

Continue reading Buku Terbaru Omjay: Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya

Gara-gara Rajin Ngeblog, Saya Jadi Orang kaya!

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda sedang dalam kondisi yang sehat rohani dan badani. Saya pun berharap anda akan menjadi orang kaya baru setelah membaca postingan saya ini yang agak lain dari biasanya. Mengapa? Sebab gara-gara rajin ngeblog saya jadi orang kaya. Kaya ilmu dan kaya teman, serta pemasukan. Baik yang saya dapatkan secara langsung, dan tidak langsung. Tahu-tahu jumlah tabungan saya sudah melambung.

Saya tidak perlu menunjukkan jumlah kekayaan saya kepada anda. Tapi saya cukup menunjukkan kepada anda inilah karya tulis saya dari hasil menulis di blog setiap hari, dan akan saya launching dengan sangat sederhana di rumah kami yang mungil. Kebetulan bertepatan dengan hari sumpah pemuda, dan tanggal kelahiran saya pada 28 Oktober 2011. Inilah hadiah ulang tahun yang terindah sepanjang hidup saya bersama keluarga tercinta.

Terima kasih kepada semua pembaca dan komentator tulisan saya di kompasiana dan blog saya lainnya. Kehadiran anda para pembaca tulisan saya menginspirasi diri ini untuk membuat sebuah buku baru yang berjudul “MENULISLAH SETIAP HARI, DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”.

Inilah kekayaan saya itu! Semoga menginspirasi anda untuk terus ngeblog setiap hari, dan merajut tulisan itu menjadi sebuah buku yang bermutu. Sehingga anda pun tahu bahwa ngeblog bukan pekerjaan yang menyia-nyiakan waktu.

http://www.wijayalabs.com/sinopsis-kata-pengantar-buku-terbaru-omjay-guru-tangguh-berhati-cahaya/

 

Buku Terbaru Omjay
Buku Terbaru Omjay

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com