Kurawat Istriku Dengan Penuh Cinta

Tidak pernah aku bercerita kepada siapapun. Tidak juga kepada engkau. Aku hanya menyimpan kisahku ini dalam hati. Sebuah kisah suami yang merawat istrinya dengan penuh cinta. Baginya, cinta adalah kekuatan. Cinta adalah daya pengungkit yang membuatnya bertahan merawat istrinya yang lumpuh dan tak bisa terbangun dari tempat tidurnya.

Tak terasa sudah 15 tahun lamanya. Sebuah penantian yang membutuhkan kesabaran. Ada banyak air mata menetes, namun ketegaran seorang suami diuji di sana. Ada keperkasaan yang pantang menyerah dengan keadaan. Aku harus menjadi superhero bagi keluargaku.

Kesetiaan teruji, dan pengorbanan yang tak sia-sia itu akhirnya menemukan kebahagian. Itulah buah dari kesabaran. Tak banyak orang yang mengalaminya. Mungkin hanya 1001 manusia saja yang mengalaminya dari 5 milyar penduduk di di dunia. Mungkin juga aku yang ke 1001 itu. Entahlah!

Ujian itu dimulai ketika istriku mengalami sebuah kecelakaan. Truk kontainer yang berisi muatan elektronik telah menabrak motornya. Kakinya patah, dan harus diamputasi. Namun bukan hanya itu saja masalahnya. Tangannya tak bisa digerakkan, jadilah ia manusia lumpuh yang tanpa daya. Aku harus melayaninya dengan sepenuh hati. Cinta kami yang menguatkan aku bertahan.

Segala upaya sudah aku lakukan. Mulai dari pengobatan modern sampai alternatif. Semua tabunganku sudah ludes, dan rumah yang aku tempati beserta anak-anakku terpaksa kujual. Biaya pengobatan yang besar harus membuatku kalah dengan keadaan. Tinggallah kami di rumah yang sangat sederhana.

Pekerjaanku memang agak sedikit terganggu.   Untunglah aku mempunyai teman-teman yang baik hati. Aku sering meninggalkan tempat kerja untuk merawat istriku. Mereka mengerti dan memahami keadaanku. Sampai suatu ketika surat itu datang kepadaku. Pimpinan tempat aku bekerja memanggilku. Aku dirumahkan dari tempat kerjaku.

Aku seperti orang gila kala itu. Tapi aku sadar bahwa aku tak boleh pasrah dengan keadaan. Pasrah berarti kalah, dan aku bukan lagi lelaki tangguh yang melindungi anak dan istriku. Mereka harus makan, dan mereka tidak boleh tahu apa yang aku alami.

Sampai suatu ketika, istriku tahu akan keadaanku.

“Mas Kukuh, kok kelihatan muram? Ada apa? Tak seperti biasanya Mas Seperti ini?”. Istriku menyapaku ketika aku pulang dari tempat kerjaku. Tempat yang terakhir kalinya aku singgahi. PHK memaksaku meninggalkan tempat kerja yang penuh kenangan. Disitulah cinta kami bersemi.

“Tidak ada apa-apa Surti! Mas Kukuh hanya capai saja. Pekerjaan di kantor cukup melelahkan hari ini”, itulah perkataanku yang berbohong kepada istriku sendiri. Rasanya, baru kali ini aku berbohong dengan istriku. Tapi dia tak boleh tahu apa yang sesungguhnya terjadi.


(Bersambung)

Diary Cinta

Sebelumnya, dipublikasikan di blog :

 

 

======================

Dear Diary,

Aku sangat suka melihatnya. Dia begitu tampan tampak dari kamar. Rapih. Dia begitu mempesona dengan sedikit buliran air diwajahnya. Baju kokonya begitu putih bersih. Sangat matching dengan kain sarungnya yang bercorakkan garis-garis, yang membuat ia nampak lebih tinggi dan gagah.

Dia berjalan begitu tergesa-gesa subuh ini. Nampaknya dia agak telat pergi ke mushallah. Iyah, saat itu iqamah sudah terdengar. Wajar saja dia terburu-buru.

Ketika selesai shalat, ia kembali dari mushallah bersama ayah. Hatiku tergetar. Dia sempat mengobrol lama di depan rumahku. Hatiku pun semakin bergemuruh tak karuan. Baru kali ini aku melihatnya sangat lama. Tidak salah dugaanku, dia sangat dewasa. Terlihat dari caranya bicara dengan ayah. Ya allah, dia sedang bicara dengan ayahku.

Diary,

Aku sangat ingin bertanya kepada ayah. Tapi aku malu. Aku sangat malu. Lain kali mungkin.

Diary,

Siapakah pemuda itu?

 

18 Nopember 2008

Dear Diary,

Subuh ini dia memakai kemeja lengan panjang bermotif garis-garis. Warnanya biru muda. Baru kali ini saya meihatnya berkemeja dan bercelana panjang. Jalannya nampak begitu santun. Ia menuju mushallah ditemani dengan Ust. Rahman. Caranya bicara dengan Ust Rahman, sepertinya mencerminkan bahwa ia adalah seorang yang sangat dewasa, walau saya kira usianya mungkin tidak jauh dari saya, sekitar 23-24 tahun.

Diary,

Lama sekali aku menunggunya. Tidak seperti biasanya. Aku kira aku sudah telat melihat dari jendelaku akan kepulangannya dari mushallah. Aku akan sangat menyesal kiranya demikian. Tapi ternyata tidak. Saat kembali, dia bersama dengan para tetangga lainnya.

“Ya allah, dia masih terlihat sangat tampan.”

Diary,

Entah kenapa hati ini ingin selalu memandangnya setiap subuh datang.

 

20 Nopember 2008

Dear Diary,

Aku menunggunya lama subuh ini. Tapi dia tidak juga muncul. Satu per satu orang menuju mesjid. Tapi dia tidak ada. Kemana dia? Saya tidak tahu. Saat Ust Rahman lewat, saya ingin sekali membuka jendela kamar dan bertanya berteriak padanya tentang keberadaan pemuda itu.

Diary,

Subuh ini aku kecewa. Tapi, saya akan selalu menunggunya di jendela kamar ini tiap adzan subuh berkumandang.

 

21 Nopember 2008

Dear Diary,

Setelah kemarin aku kecewa, subuh ini aku sangat senang sekali. Dia ada subuh ini. Yang membuat aku semakin senang, dia sempat melihat jendela kamarku. Saat itu langsung saja aku tutup tirainya. Aku takut ketawan olehnya. Entah apa yang ada dipikirannya. Apakah dia tahu bahwa ada seorang wanita yang selalu memandangnya lewat jendela? Aku tak tahu pasti apa yang ada dipikirannya. Namun itu telah membuatku merasa tersanjung dan senang luar biasa. Paling tidak dia melihat jendela kamarkku.

Dia begitu gagah dengan setelan koko putih dan sarung hijau dengan corak garis yang mungkin kesukaannya. Kali ini pecinya lain, nampaknya baru. Tapi itu sangat membuatnya tambah manis.

“Ya allah, aku semakin suka melihatnya. Aku sangat ingin berada disampingnya saat itu untuk menemani ia pergi ke mushallah.”

Diary,

Subuh ini aku sangat senang sekali. Aku sangat senang.

 

22 Nopember 2008

Dear Diary,

Aku sangat kecewa hari ini. Aku telat bangun tidur. Aku sedih. Aku sangat menyesal. Andai saja waktu ini bisa kuputar. Tiada tenanga aku menulis ini. Semuanya habis seiring penyesalan. Seiring kekecewaan.

Diary,

Entah perasaaan apa ini??

 

25 Nopember 2008

Dear Diary,

Aku telat bangun. Tapi aku terus menuggunya. Karena aku yakin shalat shubuh belum berakhir di mushalah. Aku akan terus menunggu dia pulang. Dan betul saja. Dia ada. Dia bersama rombongan tetangga. Dan termasuk ayah. Dia tampak sangat dekat dengan ayah. Dia tampak memilih mengobrol dengan ayah dibanding dengan para tetangga lainnya.

“Ya Allah, apa yang mereka bicarakan. Apakah ayah membicarakan saya, putrinya. Ataukah yang lain?”

Diary,

Ia terlihat sangat dewasa.

“Ya Allah, dia membawa mushafMu, Alquran. Begitu dekatnya kah dia terhadap agamaMu dan terhadapMu? Ya Allah sudah cukup bukti itu. Dan sudah cukup kau buat aku sangat tergila-gila ingin selalu melihatnya.”

Diary,

Aku mulai aneh dengan perasaan ini…

 

28 Nopember 2008

Dear Diary,

Dia tak ada subuh ini. Aku sedih.

 

1 Desember 2008

Dear Diary,

Kemana dia??? Aku tak tahu. Haruskah aku bertanya pada ayah? Tapi aku masih malu.

 

3 Desember 2008

Dear Diary,

Aku sangat sedih. Aku sedih sekali. Entah kenapa hati ini ini terus mencarinya. Hatiku telah jatuh padanya. Tapi dimana dia??

 

6 Desember 2008

Dear Diary,

Walau kurasa sakit ini terasa semakin parah. Aku tak pernah berhenti menunggunya.

Wahai pemuda… dimana gerangan dirimu??

 

8 Desember 2008

Dear Diary,

Aku sudah merasa tidak kuat menahan sakit dan rindu ini. Kepalaku sangat sakit. Hatiku pun demikian.

Wahai pemuda pengobat hati. Dimanakah dirimu sekarang…??

Aku sadar, Aku telah jatuh cinta padamu…

———————————–

 

13 Nopember 2008,

Lagi-lagi, subuh ini, aku merasa ada seseorang yang telah melihatku di jendela rumah Pak Sarwo. Siapakah ia? Nanti suatu saat saya tanyakan ke Pak Sarwo.

 

15 Nopember 2008

Subuh ini aku beranikan diri untuk bertanya pada Pak Sarwo. Aku sengaja berlama-lama mengobrol didepan rumahnya. Karena aku sangat penasaran, siap gerangan yang selalu melihatku dibalik tirai jendela itu.

Aku kaget. Ternyata jendela itu adalah kamar putrinya Pak Sarwo yang sedang sakit keras. Aku sangat bersimpati mendengarnya. Dia terkena kanker otak. Sekarang sudah tak berdaya untuk berjalan. Hanya berbaring dan duduk didipan kamarnya. Aku diberitahu puterinya bernama Layla Badriyah. Nama yang indah. Tapi apakah putrinya merasa demikian terhadap nasibnya. Aku harap dia mengerti arti hidup.

Aku dijanjikan akan ditunjukkan foto Layla oleh Pak Sarwo.

 

19 Nopember 2008

Aku masih meliatnya. Tirai jendela kamar layla sedikit terbuka subuh ini. Ingin sekali aku menyapanya. Karena kemarin saat di mushallah Pak Sarwo sempat menunjukkan fotonya. Dan Layla sangat cantik, secantik namanya. Hati ini sangat tertarik ketika melihat foto dirinya. Andai saja saya boleh menyapanya subuh ini dan berbagi simpati padanya. Tapi itu tidak mungkin. Dia wanita bukan muhrimku, apalagi ini subuh buta. Belum pantas bertamu.

 

20 Nopember 2008,

Duh aku tidak shalat shubuh berjamaah hari ini. Aku telat bangun. Kerjaan sangat mengganggu aku. Ya Allah, Apakah aku termasuk orang yang lebih mementingkan kehidupan duniawi?? Astagfirullah…

 

22 Nopember 2008

Aneh. Hari ini Jendela kamar Layla tertutup rapat. Tidak seperti biasanya. Kemanakah ia? Ataukah ia sakitnya mulai keras? Ah semoga saja Allah melindungi putri cantik itu.

Entah kenapa, hari ini sangat terasa aneh ketika tirai jendelanya tak terbuka sedikit. Aku merasa ada yang hilang hari ini. Aneh.

Subuh itu Pak Sarwo juga tak tampak di Mushallah.

 

23 Nopember 2008

Alhamdulillah, perasaanku mengatakan ia baik-baik saja. Subuh ini aku melihat tirainya jendela kamarnya terbuka. Aku sangat yakin ia tak apa-apa. Tapi apakah ia melihatku? Kenapa kemarin lusa, ketika saya coba menegaskan penglihatan saya ke jendela itu, tirainya langsung segera tertutup? Ah, ini perasaanku saja. Aku tarlampau geer kali…

 

25 Nopember 2008

Aku mengobrol banyak dengan ayahnya. Aku sangat penasaran tentang dirinya. Ternyata dia baru berumur 22 Tahun. Kasihan. Padahal usianya masih muda. Namun beban hidupnya sudah luar biasa. Kanker Otak. Dia Lulusan Pondok pesantren di jawa tengah.

Dia sangat pandai, cerita Pak Sarwo. Dia selalu juara kelas di sekolahnya. Sejak Sekolah Dasar hingga Lulus Madrasah Aliyah. Banyak sekali saat dia di Pondok Pesantren, ustad-ustadnya, berusaha melamarnya. Namun karena cita-citanya tinggi, jadi dia tidak ingin menikah muda. Dan akhirnya Pak Sarwo dengan perasaan tidak enak selalu menolak pinangan para ustad.

Sangat luar biasakah Layla Badriyah itu?

Lusa aku harus tugas ke Samarinda kurang lebih selama dua minggu. Aku harus persiapkan diri dan arsip-arsip untuk keperluan kerja di sana.

 

9 Desember 2008

Akhirnya aku sampai di rumah kontrakan yang belum lama aku tempati ini. Walau sangat kecil, tapi aku sangat rindu berada di sini. Lingkungannya sangat bersahabat. Sudah malam, besok harus jamaah subuh. Karena aku sudah rindu juga dengan suasana ketika layla melihatku lewat jendela kamarnya waktu subuh. Ah, lagi-lagi aku geer.

 

10 Desember 2008

Berita sangat besar aku terima pagi ini. Dan entah mengapa aku sangat terpukul. Aku sangat menyesal tidak berada di sini kemarin lusa.

Innalillahi wa inna ilaihi raajiun…..

Layla telah meninggal dunia kemarin lusa. Aku sangat terkejut. Dan entah mengapa ada perasaan kehilangan, padahal aku belum pernah melihat apalagi mengenalnya. Tapi entah mengapa berita itu membuat hatiku bagai terinjak-injak tronton. Aku kehilangan. Yah aku merasa kehilangan.

Apalagi saat ayahnya menyodorkan aku sebuah catatan harian layla. Aku sangat terkejut. Ternyata yang selama ini aku pikirkan benar adanya. Dia selalu melihatku. Dia selalu menunggu aku di jendela kamarnya saat subuh datang. Aku merinding. Aku bingung.

Dan ternyata dalam tulisan terakhirnya dia mengatakan bahwa ia jatuh cinta padaku. Bagaimana ini mungkin?? Dan aku adalah pengobat hatinya yang selalu merindu. Aku gemetar membacanya. Tak kuasa aku menangis. Andai saja aku tidak pergi kemarin. Mungkin ia masih tertawa memandang ke jendela saat subuh.

Ya Allah, aku kah penyebab semua ini…??

Ya Allah, engkau zat maha pencinta, Cintailah ia selalu disisimu… hanya itu pintaku…

Sudah nonton film 5 cm ?

“Sudah nonton film 5 cm ?”

Setelah beberapa minggu gagal nonton film itu akhirnya aku bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban “sudah!”.

Pertanyaan itu memang sempat mengusikku selama beberapa minggu ini, maklum aku memang sudah beberapa kali “check in” di studio 21 untuk antri film itu dan selalu tidak pernah kebagian tempat favoritku di kursi “best view”. Jadinya aku malah nonton film yang lain, mulai dari “STOLEN” sampai Life of PI. Minggu kemarin akhirnya sukses juga menonton film ini, istimewanya kita bisa nonton sekeluarga. Sebuah peristiwa yang langka di keluargaku bisa kumpul berlima dalam sebuah acara. Mungkin karena kita baru saja jagong manten di trah “Sukoharjo”, sehingga pulang dari acara “jagong manten” langsung mampir ke gedung bioskop.

Akibatnya istriku tertidur ketika menonton film ini saking capeknya.

Untungnya anak-anak serius nonton film ini, jadi ada sesuatu yang didapat dari film ini. Apalagi kalau bukan bertambah cintanya kita pada negeri tercinta Indonesia dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan memukau. Sang sutradara telah mengekploitasi seluruh keindahan Gunung Semeru dengan begitu detil, sehingga hanya decak kagum yang bisa kita buat.

“Setelah nonton film ini, apakah tertarik naik gunung?”

Pertanyaan itu sekarang ganti kutanyakan pada mereka yang sudah nonton film ini. Sebagian besar dari mereka menjadi ingin naik gunung dan sebagian lagi malah jadi takut naik gunung.

“Batu-batu dan lereng gunung yang susah dilalui bikin aku takut tuh”

“Wah ngeri ya naik gunung itu, tapi kok pingin ya?”

“Pemandangannya luar biasa indahnya, kapan ya bisa kesana?”

“Apa benar seorang pendaki gunung pemula bisa naik gunung tertinggi di Jawa?”

“Wah bukit cintanya bikin keki deh !”

“Dingin banget ya di gunung itu?”

“Memang harus tengah malam untuk naik ke puncak gunung?”

“Kalau dibandingkan Merapi, masih lebih curam Merapi tuh, tapi pingin juga nih jalan-jalan ke Semeru”

Komentar teman-temanku memang sebagian besar tertarik pada film itu. Keindahan alam memang menjadi daya tarik tersendiri film 5 cm ini. Jalan cerita yang tidak rumit, persahabatan yang begitu indah membuat film ini jadi nyaman ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Ini film keluarga yang sangat pas ditonton di minggu yang penuh liburan ini.

 

+++

Sinopsis versi 21cineplex silahkan dibaca dibawah ini.

“ 17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya”

Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk  lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi  mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia.

Sebuah perjuangan atas impian, perjalanan hati yang merubah hidup mereka untuk selamanya.

+++

Simak juga sinopsis dari FB 5 cm

5 cm adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 12 Desember 2012. Film ini disutradarai Rizal Mantovani. Film ini dibintangi oleh Herjunot Ali dan Fedi Nuril.

Film ini diangkat dari novel berjudul sama 5 cm.

Sinopsis

Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit “gila”, apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.

Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.

+++


Selamat nonton film 5 cm

+++

Gambar dari FB 5 cm

Jumping The Broom (film)

Tak sengaja aku nonton film #JumpingTheBroom di HBO saat menginap di sebuah hotel ketika aku dalam perjalanan dinas ke Sulawesi Utara.

Film yang sangat sederhana ini menceritakan sebuah perkawinan dari keluarga yang tidak “sekufu”. Seorang laki-laki dari keluarga menengah ke bawah menikah dengan seorang cewek cantik yang kaya raya.

jumping-the-broom-1

Pesta pernikahanpun dilaksanakan dengan sangat meriah dan tentu saja mewah. Di acara inilah konflik mulai dibangun sedikit demi sedikit dan makin lama makin hangat dan akhirnya sangat panas. Begitu panasnya konflik ini, sehingga membakar semua tokoh utama film ini.

 

Suasana yang begitu romantis sontak berubah menjadi neraka bagi kedua keluarga mempelai. Keluarga miskin merasa tradisi leluhur telah diinjak-injak oleh modernisasi keluarga kaya. Sementara keluarga kaya merasa sangat terhina dengan sikap ibu mempelai pria yang begitu sinis memandang kehidupan orang kaya.

Pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi menit demi menit. Semakin lama semakin rumit dan membuat sepasang mempelai yang tadinya sudah berjanji sehidup semati terpaksa memikirkan kembali kalimat mereka terhadap makna kata CINTA.

Sebuah kata yang sudah muncul sejak jaman Adam Hawa dan sampai saat ini masih menjadi penyebab hancur luluhnya kekerabatan atau bersatunya perpecahan keluarga.

Film ini mencob amenunjukkan bahwa CINTA bisa beraneka wajah dan bisa beraneka penyebab. Film ini juga menggambarkan betapa rapuhnya CINTA bila sudah mulai bersinggungan dengan keluarga, terutama ibu.

Suasana menjelang pesta perkawinan yang tadinya diharapkan meriah dan khidmat awalnya sudah diganggu dengan adanya isu selingkuhnya ayah mempelai wanita. Hal ini dipicu dengan adanya wanita lain yang hadir dalam acara itu padahal tidak diundang.

Tradisi pernikahan yang biasanya ada adegan melompati sapu #JumpingTheBroom ternyata tidak ada dalam susunan perencana perkawinan. Inilah konflik awal yang memanas sampai ke menit-menit selanjutnya. Adegan terus memanas ketika ternyata mempelai wanita bukan anak kandung dari sang empunya hajat.

Pernikahan terancam batal ketika suasana sudah semakin kacau. Namun masalah terus muncul. Ayah mempelai wanita akhirnya menyampaikan uneg-unegnya di hadapan sang istri ketika akhirnya mereka berkesempatan berduaan.

“Aku mengalami bangkrut dan kekayaan kita smeua habis, tinggal rumah yang kita tinggali saat ini. Bahkan untuk membayar pesta pernikahan besok saja belum tentu aku mampu membayarnya, apalagi berlibur ke Cina “, ucap sang suami sendu.

Pagi hari ketika rahasia anak adopsi terbuka, maka larilah sang calon pengantin wanita. Meledaklah semua yang tadinya tersimpan di dalam hati masing-masing. Pesta yang tinggal menghitung menit akhirnya harus tidak jelas nasibnya.

“Apakah undangan perlu diberi tahu hal ini?”, tanya perencana perkawinan ketika waktu terus berjalan dan tempat pernikahan sepi karena semua orang mengejar calon mempelai wanita yang lari.

Layaknya film mimpi, maka tuntutan happy ending menjadi mutlak adanya, tetapi dengan kondisi yang sudah separah ini, mampukah sutradara mengakhiri film ini dengan akhir bahagia?

Penonton masih bertanya-tanya tentang ending film #JumpingTheBroom ketika adegan sudah sampai ke pamitnya ibu mempelai pria karena merasa menjadi penyebab bubarnya perkawinan anak tersayangnya.

Sang Ibu merasa semua ini terjadi karena salahnya yang terlalu usil dan suka mencampuri urusan orang lain. Sang Ibu merasa tak berharga lagi di depan sang anak dan keputusan sudah tetap, pamit dari acara yang dihadiri oleh orang yang tidak mengharapkannya.

Malu dan sedih campur aduk di hati Ibu mempelai pria. Dinaikkannya semu akopernya ke mobil dan pergilah dia meninggalkan tempat perkawinan.

Sampai disini sutradara masih merasa perlu untuk mengocok perasaan penonton dengan membuat adegan larinya lagi sang calon mempelai wanita tanpa alasan yang jelas. Orang-orangpun dibuat sibuk dan silahkan tonton akhir film #JumpingTheBroom ini dengan pop corn di tangan kanan dan tangan kiri sebuah sapu tangan atau handuk juga perlu kalau anda masuk kategori cengeng.

jumping the broom 2

+++

Foto diambil dari FB film #JumpingTheBroom

Cinta Itu Memang Buta

Pernahkah kamu Jatuh Cinta? Pasti pernah. Boong kalau kamu gak pernah jatuh cinta. Bisa jadi ada kelainan dari dalam dirimu. Bisa jadi kamu perlu pergi ke psikolog karena belum mengalami jatuh cinta.

Setiap manusia pasti mengalami apa yang disebut jatuh cinta. Itulah yang kurasakan ketika masih sekolah di SMA. Sekolah anak baru gede yang biasa orang sebut ABEGE. Anak remaja yang menjenag dewasa.

Kata orang cinta itu buta. Seringkali mereka yang jatuh cinta tak peduli dengan omongan orang lain. Pokoknya, sang pujaan hati harus ikutan jatuh cinta pula. Padahal belum tentu. Bisa jati eh jadi cinta itu bertepuk sebelah tangan. Kitanya seneng, dianya kagak, hahaha. Kalau sudah begitu sedih banget ya?

Kamu pasti akan mengalami kegagalan cinta. Untaian lagu dangdut di bawah ini akan mendayu-dayu lucu menghiburmu.

Cukup sekali aku merasaaaaaaa…. kegagalan cinta……..

Tak ‘kan terulang kedua kaliiii…..di dalam hidupku…..

Orang sedih kok joget? Itulah lagu dangdut. Sedih, gembira tetap ceria sambil berjoget menghapus duka lara. Tapi tidak demikian dengan temanku. Sebut saja namanya Amir. Dia baru saja ditolak cintanya. Cewek yang dia taksir ternyata menolak cintanya. Amir pun sedih, dan akhirnya berkonsultasi denganku.

“Lay, gue sedih banget nih! Cinta gue ditolak sama si Wati. Padahal gue demen banget sama die. Lo bisa kasih solusi gak? Gue kayak patah hati nih!” begitulah Amir memulai curhatannya kepadaku yang dia biasa memanggilku “Lay”. Singkatan dari Alay, hehehe.

“Gimana ya Mir, cewek itu khan gak hanya Wati. Loh bisa cari wanita lain. Jangan cengeng kenapa kalau jadi lelaki. Loh harus terima penolakannya. Soalnya kalau die kagak cinta sama elo masak elo mau paksa?” Aku mencoba ngomong apa adanya dengan Amir sambil kebut-kebut baju batikku yang sudah mulai memudar warnanya. Maklumlah anak kost. Belum punya duit buat beli batik baru. Kiriman dari babe terkadang juga datangnya telat.

“Iye lay, tapi gue cinta mati sama wati. gue gak akan kawin kalau bukan sama wati. Titik. Pokoknya gue harus cari akal. Cinta ditolak, dukun bertindak! Lo setuju kan kalau gue pergi ke orang pinter?” Amir bicara dengan amarah yang begitu tinggi, Sambil menikmati nasi uduk mpok Minah yang dijual deket rumah kost kami. Buat kami yang masih sekolah, nasi uduk adalah pilihan terbaik buat mengisi perut kami di pagi hari.

“Lo kayak bukan orang beragama aja Mir. Tuhan itu sudah kasih jodoh pada saat kita lahir. Kalau sekarang lo ditolak sama si Wati, itu artinya Tuhan sayang sama elo. Tuhan mau kasih cewek yang lebih baik dari Wati. Jangan putus asa gitu Mir! Cewek bejibun sekarang. Lo bisa cari lagi yang lain. Kagak bakal kebagian stok. Lo kagak lihat Rina udah cinta mati sama elo? Kenapa lo gak tempel die aja?” Aku mencoba membuka pikirannya yang sempit, dan mencoba mencari solusi. Sebab ada cewek lain yang suka sama Amir.

“Gue bukan kagak seneng sama Rina. Cuma entah kenapa gue kagak punya perasaan apa-apa. Rina udah gue anggap adek gue sendiri. Beda banget sama Wati. Setiap kali ketemu sama die, jantung gue berdetak lebih kenceng. Loh tahu kan lagu Ahmad Dani?” Lalu Amir pun bernyanyi…., sementara bungkus nasi uduknya dijadikan mic.

Setiap ada kamu

jantung hatiku berdetak

berdetak lebih keras……..

” Hahaha” , aku tertawa lepas menyaksikannya. Baru kutahu kalau cinta itu buta. Sudah jelas ada cewek yang suka sama Amir. Tapi Amir lebih memilih wanita yang disukainya. Padahal sudah jelas bertepuk sebelah tangan. Akupun hanya bisa berjoget mengikuti gaya Ahmad Dani yang plontos. Botol aqua pun kuambil dan kujadikan microphone.

Setiap ada kamu

jantung hatiku berdetak

berdetak lebih keras………

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

(Lagi belajar bikin cerita fiksi, jangan diketawain ya, hehehe, dan mohon masukannya)

Catatan film “Dalam Mighrab Cinta”

Ada dua pilihan film yang bisa ditonton oleh istriku dan akhirnya dipilihlah film “Dalam Mighrab Cinta” daripada film humor Kabayan. Pertimbangannya, takut kehabisan jatah waktu nonton dan mumpung belum penuh penontonnya. Kecintaan akan film nasional (+ sinetron) membuat istriku begitu menunggu kehadiran film ini dan selayaknya aku sebagai suami yang baik-baik (saja) tidak ada salahnya menemani istri tercinta untuk nonton film ini.

Sebaiknya memang nonton berduaan sama pasangan masing-masing dari pada nonton sendiri-sendiri. Akibatnya memang kasihan tetangga nonton disamping. Pasti dia jadi agak terganggu dengan dialog antara aku dan istriku, sepanjang berlangsungnya film “Dalam Mighrab Cinta” (DMC). Sebuah film yang enak untuk dikomentari pada setiap adegannya.

Film yang sarat dengan potret kehidupan manusia ini memang disampaikan dengan sangat lugas oleh sang sutradara. Kelihatannya batasan durasi tayang film yang terbatas membuat sutradara harus berpikir keras untuk mewujudkan isi buku DMC ke layar lebar.

Akhirnya semuapun digampangkan saja, yang penting tujuan tercapai. Kalau dikumpulkan pasti akan banyak sekali pertanyaan sepele tentang jalan cerita ini, tetapi kalau kita ikut saja maunya sang sutradara, maka dijamin kita akan bisa menikmati film ini dengan nyaman dan tanpa cacat.

Kisah dimulai ketika seorang santri ketemu dengan adik pemimpin pondok pesantrennya. Adegan disini benar-benar tidak logika otak kiri, tetapi kalau kita pakai otak kanan, maka kita anggap saja itu adalah adegan untuk menunjukkan betapa baiknya hati seorang Syamsul.

Adegan kemudian makin sulit diterima otak kiri kita, misalnya saat Syamsul dituduh mencuri dompet di pesantren. Di novelnya mungkin adegan ini sangat logis, tetapi sutradara terlihat sulit menuangkannya dalam layar lebar, sehingga yang terjadi adalah sebuah pengadilan yang sangat tidak bisa diterima oleh otak kiri kita.

Jadi sebaiknya sejak dari awal sudah siap-siap untuk menanggalkan dulu logika berpikir otak kiri kita dan segera pasang otak kanan dengan kekuatan penuh.

Saat kita sudah memakai otak kanan untuk menonton film ini, maka semua adegan menjadi logis dan bisa dinikmati dengan penuh senyum. Kalau kita nonton berdua dengan pasangan hidup kita, demi  untuk menyenangkan hati pasangan kita, maka dijamin tanpa sadar air mata tahu-tahu sudah membasahi pipi kita.

Secara garis besar, film ini sebenarnya sangat baik menunjukkan potret kehidupan yang sangat realistis. Bukankah banyak sekali orang yang dipanggil ustadz tetapi sebenarnya dalam dirinya tidak ada sifat ustadz sama sekali.

Semua kejadian dalm film ini menjadi sangat manusiawi, karena para tokoh film ini digarap agar berakting sesuai dengan potret kehidupan manusia sehari-hari. Semua orang bisa salah dalam bertindak dan tugas kita adalah memaafkannya.

Seorang yang tidak pernah mencuri dan akhirnya dituduh mencuri, bisa saja akhirnya menjadi pencuri betul dan khusus untuk yang satu ini, maka film ini menceritakannya dengan sangat indah.

Kalau ada yang benar-benar kurang dalam film ini adalah akting dari adik Syamsul yang tidak terlihat karakternya demikian juga El Manik, ayah Syamsul terlihat main tidak dalam form terbaiknya (emangnya main bola ya?).

Zizi (Meyda Sefira) putri pemilik pesantren juga mainnya standard saja. Asmirandah seperti biasa main dengan baik karena kecantikannya dan wajah yang terlihat tanpa dosa. Intinya sebenarnya tidak ada pemain yang menonjol dalam film ini. Hanya kekuatan cerita saja yang membuat film ini jadi sangat menguras air mata.

Untung ending film ini standard saja, sehingga saat lampu menyala kembali air mataku sudah sempat kukeringkan dulu.

Buat para pasutri, sebaiknya tonton film ini agar kita mampu memahami dan menerima pasangan kita seutuhnya dalam kehidupan pribadi kita. Sesungguhnya suami istri adalah satu nyawa, sehingga dalam filosofi Jawa, istri adalah separuh nyawa suami.

Selamat menonton.

+++

Gambar diambil dari situs kapanlagi, facebook Film Dalam Mighrab Cinta dan Asmirandah.

Derita Ibu Bekerja

Dari sebuah milis yang kuikuti, kubaca rangkaian posting yang menarik untuk disebarkan. Langsung saja kutulis di salah satu posting di topik itu permohonan ijin “share” tulisan ke blog.

Silahkan dinikmati.

+++

Assalamualaikum

Maafkan aku bapak..
Aku terpaksa memintamu datang untuk menemani anak2 ku karena aq harus bekerja pagi hingga sore..

Wassalam..

(Hiks..hiks..import ortu krn gapunya pengasuh..cutiku dh habis..)

+++

Mbak XXX,

Itu terjadi sama saya dari tgl 2 Oktober bulan ini, tiba2 saja si mbaknya hari minggu bilang mau pindah ke tangerang, dan hari seninnya
langsung tidak masuk kerja.

Bisa dibayangkan aku punya bayi usia 13 bulan hiks… untuk punya teman yang sudah seperti saudara di Jalan XXX, jadi deh anak dititip ke teman. Saya bilang ke suami, dalam 2 minggu tidak dapat pengasuh, aku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga full sambil usaha kecil2an dirumah dan suami setuju. Tapi pas tepat di minggu ke dua hari minggu sore saya dapet pengasuh dan Alkhamdulillah anakku langsung mau, jadi seninnya sudah langsung bisa ditinggal kerja, positif think nya ya Alloh masih berkenan aku bekerja membantu kehidupan perekonomian keluarga…..

Salam

YYY

+++

Ibu-ibu yang baik

Menjadi ibu rumah tangga, dengan mengurus ketiga anak tidak kalah hebatnya… malahan, waktu yang tersedia selama 24 jam, terkadang serasa kurang… kaki jadi tangan, tangan jadi kaki…
Suatu pagi, sambil asyik mengucek cucian, saya perhatikan kesibukan istri saya…
Kompor dua tungku dinyalakan bersama… sebelah kanan untuk menghangatkan makanan, dan sebelah kiri untuk merebus air buat teh manis. sambil menunggu matang, istri memandikan anak kedua yang akan sekolah. di sela2 acara mandiin anak, konsentrasi terpecah dengan sesekali melongok, apakah masakan dan rebusa air di atas kompor sudah matang….
Masih belum cukup, tiba2 si dimas yg baru 3 bulan lebih dikit terbangun… anak kedua yg sedang mandi cepat2 segera diselesaikan dan disuruh mengeringkan dengan handuk sendiri… istri langusng bergegas ke kamar dan menggendong dimas sambil dinenenin….
kemudian kembali ke dapur untuk mengendalikan kembali kompor yg sedang menyala, sambil tetap memberikan ASI terbaiknya…
Setelah kompor dimatikan, memindahkan masakan ke piring, mengaduk teh (tentu saja sambil tetap meng-ASI), langsung dilanjutkan dengan membantu memakaikan baju seragam sekolah…
Cerita belum selesai, karena masih banyak kerjaan di jam 7, 8, 9, 10, dst.. sampai tidur kembali… tapi sudah terbayang bagaimana ribetnya…
bapaknya asyik dengan hanya 1 item pekerjaan mengucek baju… sementara istri sudah menyelesaikan bebarapa item pekerjaan sekaligus…
banggalah menjadi ibu rumah tangga…
salam hangat,
ZZZ
+++
Salam Salut buat para Ibu-ibu kita.
+++
artikel terkait : Untuk Ibuku tercinta

+++

sumber gambar disini, disini dan disini

Menanti di Batas Waktu

Ku bentangkan sabar seluas – luasnya

Ku buka ketulusan hati selebar – lebarnya

Tidak saja untuk mengikhlaskan segala yang telah beranjak dari sisi

Tapi juga untuk menguatkan hati bahwa ini bukan akhir

***

Pun ketika senyumnya bukan lagi untukku

Ketika tawa & rayuannya dilabuhkan pada dia,dia atau dia

Saat cintanya diuntai manis bersama yang lain

Aku sadar, dia sudah bahagia

***

Maka air mata itu sudah tak ada lagi guna

Gelisah malam ku tak akan terjawab apapun

Lukisan rindu menjadi tak bermakna

Hati yang terserak ku himpun

***

Dan disini aku berdiri

Menanti

Ditemani sang bayu

Di batas waktu

Jangan Bicara Cinta

Untuk saat ini,

Jangan lah dulu bicara Cinta,,,,,

Terlalu Indah,,,,Terlalu Tinggi,,,,

Aku bukannya tak ingin bicara Cinta

Tapi hati ini masih pilu,,,,

Kala ku tahu ternyata Cintanya masih ada di Cintamu,,,,,

Aku sungguh bukan tak ingin menguntai tentang Cinta,,,,,

Tapi rasanya sudah tak sama

Ketika ku tahu,Cintamu tak hanya untuk aku,,,,

Cinta,

Sudah jangan dibicarakan,,,,

Ia hanya fatamorgana

Anggap saja begitu,,,,

Ia hanya sepintas lalu singgah terbawa sang Bayu,,,,,

Mengalir begitu cepat sederas air mata ku

Saat ku tahu,Kau ungkapkan Cinta,bukan hanya padaku,,,,

Jangan bicara Cinta

Ketika kau tak lagi bisa menetapkan Cinta untuk siapa,,,,,

Westlife – Fool Again

Ketika Hati Dipertanyakan

Ku terbata menerima cinta

Euforia ketika rasa ini bukan hanya sekedar asa

Bahagia ketika ada pertemuan antara harapan & kenyataan

Hasrat ku berembun ketika ku tatap indah matamu

+++

Tapi mengapa masih ada ruang samar di hatimu?

Katakanlah,

jangan kaburkan sesuatu yang seharusnya di nyatakan

jangan kelamkan yang seharusnya kau terangkan…….

+++

Tergugu raga ku ketika kudapati masa lalu mu

kembali menyeruak hadir ke dalam episode dirimu & diriku

Aku di sergap rasa takut

Aku di kurung rasa cemburu

Meski masih tetap ku belai lembut dirimu & ku katakan “Cinta….”

+++

Ada sakit disini….

Ada tangis disini….

Ada amarah disini…

Dan ada hati yang terluka….

+++

Mengapa ia hadir kembali?

Mengapa masih kau simpan dia di hatimu?

Sementara ada aku disana?

Aku tak ingin berbagi,Hati…..

Aku tak ingin disakiti…..

Aku tak ingin alasan apapun….

+++

Jika cinta ku masih belum cukup mengisi ruang hatimu,jelaskanlah…..

Jika senyum ku masih belum cukup menyejukan jiwamu,katakanlah….

dan jika kau masih ingin dia,

aku pergi…..