Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali Bekasi

Si Pitung dari Kali Pesangrahan untuk Kali BekasiDia jauh-jauh datang ke Bekasi demi sebuah impian dan keinginan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu. Dalam setiap pembicaraan ia selalu mengatakan ini semua demi anak cucu kita. Alam yang ada saat ini hanyalah titipan yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Pria yang sangat peduli dengan lingkungan terutama sungai atau kali itu adalah Bang Idin dari Kali Peranggrahan. Barangkali sosoknya sudah tidak asing lagi. Pria yang banyak mendapat pengakuan dari masyarakat setempat, nasional bahkan masyarakat internasional. Ia begitu diapresiasi banyak pihak karena kegigihannya menghijaukan Kali Pesaranggrahan.

Dengan memberdayakan masyarakat setempat ia berhasil menghijaukan Kali Pesanggrahan. Dengan semangat tinggi, Kali Pesanggrahan menjadi hijau dan ramah lingkungan. Aliran kali menjadi bersih dari sampah berkat perjuangan panjang Bang Idin bersama teman-temannya.

Dengan semangat yang sama Bang Idin menggugah hati kita untuk berpikir dan bertindak melakukan konservasi terhadap Kali Bekasi. Dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi dengan Bang Idin tentang masa depan Kali Bekasi. Ia banyak memberikan masukan berharga bagi saya untuk menyelamatkan Kali Bekasi dari kerusakan yang lebih parah.

Bang Idin datang ke Bekasi membawa sejumlah harapan dan obsesi menghijaukan Kali Bekasi, ia jauh-jauh dari Kali Pesanggrahan hanya untuk meyakinkan kita bahwa Bekasi memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itu bernama Kali Bekasi. Kali yang membelah Bekasi itu bukan sekadar kekayaan alam namun menjadi aset budaya dan peradaban.

Selain berbicara banyak panjang lebar dengan saya, beliau juga sudah bertemu dengan Bang Pepen selaku Wali Kota Bekasi. Dengan Bappeda dan BPLH pun sudah intens berbagi informasi dan pengalaman terkait konservasi Kali Bekasi. Bahkan dalam acara Bappeda yang terkait dengan lingkungan Bang Idin selalu kita jadikan narasumber.

Semoga dengan kedatangan beliau di Bekasi akan membawa inspirasi baru bagi kita dalam melakukan konservasi Kali Bekasi. Dan semoga inspirasi itu menggerakan kita semua melakukan sesuatu untuk masa depan Kali Bekasi. Selamat datang Bang Idin di Bumi Patriot.

Jika Pengelola Kompleks Jadi Pengelola Kota

banjir-jualanBeton-beton “pasak bumi” berukuran raksasa tersebut dengan pelan tapi pasti dihujamkan ke dalam tanah di sepanjang sungai yang dikenal oleh warga dengan nama Kali Bekasi. Setelah beton-beton tersebut berjajar rapi masuk belasan meter di bawah tanah, bagian atasnya diurug dengan tanah dan kembali ditanami rumput, sehingga tidak terlihat jika sebenarnya terdapat barisan beton yang angkuh yang bertugas menahan derasnya aliran air Kali Bekasi itu. Bahkan sekarang ini di sekitar beton tersebut dilepas kijang tutul jinak yang setiap sore menjadi hiburan gratis penduduk sekitar.

Kejadian di atas itu berlangsung sudah sekitar dua tahun silam. Meski “penanaman” beton tersebut menciptakan suara berisik sepanjang hari, namun ketika semua sudah tertanam menimbulkan ketenangan hati bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran kali yang sudah dibeton itu tadi. Mengingat banjir yang lumayan merepotkan pernah terjadi di tahun 2004 akibat jebolnya tanggul penahan aliran kali tersebut.

Rupanya pada awal tahun 2013 ini banjir kembali menggenangi perumahan tersebut meskipun bukan disebabkan oleh jebolnya tanggul yang sudah diperkuat itu tadi, tapi dari tanggul di kompleks lain yang sepertinya memang belum dibuat dari beton “pasak bumi” seperti itu. Hari Jumat tanggal 18 Januari 2013 lalu adalah puncak dari meluapnya air Kali Bekasi yang kali ini memakan waktu yang cukup lama untuk kembali surut, lebih lama dari kejadian tahun 2004.

Limpahan air Kali Bekasi yang sempat menggenangi sebagian jalan utama di kompleks tersebut ternyata membuat beberapa bagian jalan yang dibangun dari conblock tersebut mengalami kerusakan. Meski kerusakan tidak parah, namun pihak pengembang kompleks tersebut sepertinya tidak ingin mengecewakan para pengendara yang sering melewati jalan di situ. Sehari setelah peristiwa tersebut, sudah terlihat beberapa pekerja mulai membongkar susunan conblock untuk kembali dipasang dengan rapi sehingga tidak turun naik.

Meskipun jalan tersebut sudah dihibahkan dari pengembang kepada Pemkot Bekasi, tapi pihak pengembang tidak tinggal diam begitu saja menunggu jalan jadi semakin rusak. Memang tindakan seperti inilah yang diperlukan warga. Tindakan cepat pengelola kompleks itu memang sudah dilakukannya sejak dahulu terutama yang berhubungan dengan kepentingan umum, dan hal ini patut diberi apresiasi.

Memang tidak bisa membandingkan pengelolaan sebuah kota dengan pengelolaan sebuah kompleks perumahan. Tapi mungkin jika pengelolaan kota kita serahkan kepada para pengelola kompleks perumahan yang tanggap seperti contoh di atas, bisa jadi warga kota akan merasa lebih nyaman ketimbang dikelola oleh para politisi.

Limbah Rumah Sakit di Bekasi Diteliti

Liputan6.com, Bekasi: Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah meneliti limbah buangan rumah sakit di kota itu untuk mengetahui kualitas limbah cair yang kemungkinan mencemari lingkungan. “Kita melakukan pengambilan sampel limbah dari 15 rumah sakit di Kota Bekasi. Rumah sakit harusnya memiliki instalasi pengolahan air limbah yang memenuhi persyaratan sehingga lingkungan sekitarnya tidak tercemar,” kata Kepala BPLH Kota Bekasi, Dudy Setyabudhi, di Bekasi, Rabu (19/8).

Seperti dilansir ANTARA, hasil sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kadar kandungan bahan kimia yang masih tersisa setelah dilakukan pengolahan limbah oleh pihak rumah sakit. Rumah sakit yang diperiksa limbahnya adalah RSUD Kota Bekasi, dan rumah sakit besar seperti RS Mitra Keluarga.

Continue reading Limbah Rumah Sakit di Bekasi Diteliti