PLN : Tanpa Ampun

Tanpa Ampun alias “No Mercy”, begitulah kegeraman yang muncul ketika pulang dari kantor malem-malem. langsung masuk kamar mandi, siram air ke badan, gosok sabun dan…..PET !

Lampu mati dan air pancuran juga ikut mati. Di kamar mandi ini hanya ada shower tanpa ada bak mandi.

“Think..think..think…!”, begitu biasanya yang diucapkan seorang tokoh dalam film barat.

Kalau aku langsung kepikiran, “Wah ini bisa ditulis di blog deh…”

Untung ada lentera pramuka
Untung ada lentera pramuka

Tak biasanya lampu mati air ikut mati, biasanya lampu mati ya biarkan saja, yang penting mandi terus jalan. Sayangnya untuk malam ini lampu mati dan air ikut mati.

Bener-bener kejam deh perlakukan PLN padaku di hari “naas” itu.

Untung kakiku menyenggol ember yang ternyata berisi air, meskipun sangat sedikit, tapi cukuplah untuk menghilangkan licinnya sabun yang menempel di tubuhku.

Begitu listrik hidup akupun langsung search ke Om Gugel. Rupanya kinerja PLN ini memang bikin sakit hati deh. Inilah BUMN yang boleh merugi dan ruginya tidak hanya 1 atau 2 Trilyun, tapi di tahun 2008 sudah di atas 10 Trilyun. Wouw…. gak tahu juga di tahun 2009 ini makin naik atau sudah turun

Untung ada Pertamina yang untungnya lebih dari 30 T, begitu juga ada Telkom yang labanya masih bisa untuk membayar kerugian PLN. Coba tidak ada Pertamina atau Telkom, wah gak tahu lagi mau kayak apa negeri ini dihajar oleh PLN.

Meski begitu, kebanyakan penggede PLN tidak terima kalau dibilang rugi mereka sampai sebegitu besarnya.

Bagi mereka angka itu hanyalah angka di atas kertas saja. Kerugian itu banyak ditopang oleh adanya beda kurs [hmmm…beli dalam dolar jual dalam rupiah ya?]. Jadi jangan terlalu dalam mikirnya.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir, yang ada adalah penyalaan bergilir!”, begitu ucapan dari mereka yang sakit hati dengan kinerja PLN dan mencoba mengekspresikannya dalam bentuk komedi satire.

Di jaman Cicak dan Buaya bisa berseteru ini, maka masalah PLN, Lumpur Lapindo dan bencana alam yang lain hanyalah angin lalu yang tanpa suara dan tanpa membawa apa-apa.

Semoga bekasiku tidak porak poranda oleh keangkuhan para petinggi kita. PAk Walikota sudah menunjukkan kedekatannya pada masyarakat pengguna internet dan rasanya itu lebih dari cukup untuk membuat kita merasa sejuk di hati.

PLN boleh mati sekali-sekali, tapi hati kita tidak boleh mati. Kita isi hati dan jiwa kita dengan semangat berbaik sangka. Semoga Bekasiku makin Jaya!

“Aku Cinta [kau] BekasiKu!”