Gaya Blusukan Pak Lurah

Pagi ini agak terkesan kacau. Bayangkan, perjalanan ke sekolah yang biasanya hanya sekitar sepuluh menit harus dilalui hingga empat jam setengah. Saya mengira banjir yang menjadi kendala. Tapi ternyata bukan.

Seperti biasa, pagi jika tidak ada Pak polisi di perempatan kali malang – Setu, jalanan pasti macet. Empat ruas jalan semuanya disesaki kendaraan satu arah. Akan ke mana kendaaraan kita jadinya? Ini terjadi lagi pagi ini. Setelah empat setengah jam dalam emosi yang hampir meluap, kendaraan kami alhamdulillah mulai bisa bergerak. Tiba di perempatan, saya penasaran. Polisinya mana ya? Ternyata tidak ada.

Hari memang hujan. Kadang deras kadang hanya rintik.. Pagi ini tambah dingin dengan awan hitam yang menghiasi langit. Tapi apakah Pak Polisi lantas libur? Kami warga pemakai jalan sangat membutuhkan kehadiran Polantas. Mengapa demikian? kadang jika petugas DLLAJ yang jaga, mereka tidak begitu diindahkan oleh para pengendara motor yang sepertinya tidak mau berempati mencegah macet. Apalagi jika hanya pak Ogah. Mungkin mereka berkejar-kejaran dengan waktu, karena kebanyakan yang melewati ruas ini adalah karyawan pabrik di kawasan industri MM 2100.

Namun di sela-sela padat dan merayapnya kendaraan yang mulai terurai, tiba-tiba saya melihat pak lurah sedang mengatur lalu lintas. Nah loh ! Ternyata pak lurah toh. Wahh.. dengan semangat, pak lurah ditemani para pak ogah yang juga semangat. Mereka mengatur kendaraan satu persatu dengan gagah. Kadang dengan sedikit teriakan dan bentakan untuk para pengemudi yang bandel. Tapi itu cukup efektif. Terbukti penantian kami terlepas dari kemacetan total ini menjadi kenyataan.

Dalam hati, saya senang melihat penampilan pak lurah yang beda dari biasanya. Gaya blusukannya tepat waktu. Pas ketika saya membutuhkan. Rupanya, disadari atau tidak oleh para pemimpin yang sudah mendahului menggunakannya, blusukan sudah mulai digemari. Keempatian entah perasaan tanggung jawab mulai tidak malu ditunjukkan pada khalayak. Ini baik, mengingat masyarakat perlu penanganan secara langsung. Apalagi jika pemimpinnya itu sendiri yang menjadi role model.

Besok-besok, para pemimpin yang lain, ayo-ayo… mendekat pada masalah. Namun jangan lupa selesaikan yaaa…

gaya blusukan pak lurah

Mau menang sendiri

Kalau semua orang maunya menang sendiri biasanya ada saja masalah timbul, entah itu perkelahian, tawuran sumpah serapah dan lain lain yang sifatnya tidak teratur,berantakan,rusuh,bising…….pusiing…??????!!!!!!!.

Ini mungkin bentuk uneg uneg saya tentang kejadian sore tadi di perjalanan pulang selepas bekerja.

Bayangkan yang seharusnya perjalanan bisa ditempuh dengan waktu 1 jam jadi molor sampai 3 jam. Belum lepas dari kawasan Industri Pulogadung sudah dihadang kemacetan parah di Buaran,akhirnya punya inisiatif pakai jalur lama jalur kalimalang menuju Bekasi, tetap saja kondisi tidak berbeda jauh…macet parah dan klakson bersahutan melampiaskan kemarahan dan kekesalan.Sudah tidak ada lagi senyum, ataupun muka ramah yang ada hanya emosi umpatan,klakson, tangisan bayi dan teriakan bapak polisi yang sibuk mengatur lalu lintas.

kemacetan akut

Apakah memang ini budaya di jakarta atau sudah merambah ke seluruh Indonesia,sikap gak mau kalah dan maunya menang sendiri.

Kalau kita lihat kemacetan di jakarta bukanlah murni dari pembangunan jalan yang terlambat ataupun lebar jalan yang tidak memadai atau juga jumlah kendaraan yang diproduksi terus menerus sehingga jalanan di jakarta terjadi kemacetan akut.

Tapi kalau kita perhatikan fenomena dijalan lebih dominan di mental para pemakai jalan itu sendiri. Saling serobot, ngetem sembarangan,melanggar lampu merah,melanggar jalur kendaraan lain dan lain lain,yang seharusnya apabila sikap itu dihindari kemacetan akut/parah tidak akan terjadi.

Buktinya ketika bapak polisi yang gagah dan baik hati membereskan kesimpangsiuran jalan ,tidak lama kok,arus lalu lintas mulai cair dan lancar walaupun masih tetap padat.

Jadi memang harus ada pengarahan atau training khusus kali ya, tentang sopan santun di jalan raya, ataupun tentang rambu rambu lalu lintas yang diadakan dan sasarannnya ke semua lapisan masyarakat.

Harus ada kerjasama yang solid antara produsen kendaraan bermotor,aparat pemerintah dan pemakai jalan demi suksesnya keteraturan dan kesopanan di jalan raya, yang kita sebut saja” KAMPANYE SOPAN SANTUN DAN TAAT RAMBU RAMBU LALU LINTAS MENUJU KETERATURAN DAN KELANCARAN DI JALAN RAYA “.

Jadi tidak ada lagi tuh,

-orang menyeberang jalan seenaknya

-Angkutan umum ngetem sembarangan

-Menyerobot rambu rambu lalu lintas

-Ambil jalur kendaraan lawan

-Tidak memberi kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan

-Ambil jalur pejalan kaki/trotoar untuk dilewati kendaraan

dll.dll..dll..

Akhirnya pasti akan berdampak

-Kemacetan di jalan turun drastis

-Angka kecelakaan lalu lintas turun drastis

-Penderita penyakit Stroke turun drastis

-Pemakaian BBM turun drastis

-Waktu tempuh turun drastis

Itulah harapan saya, mudah mudahan ada yang mendengar ………………..

 

 

 

 

Bekasi Barat Padat Merayap

Penumpukkan kendaraan terjadi pada jalur yang mengarah ke Kranji dan sekitarnya.

Hiruk pikuk kendaraan dan rentetan klakson yang berbunyi saling bersahutan di jalanan menjadi suasana yang sudah akrab bagi warga Kota Patriot, Bekasi. Tak hanya di kota, di daerah pinggiran pun mengalami hal serupa. Rutinitas kemacetan seperti itu biasanya terjadi pada pagi hari disaat orang-orang memulai aktivitasnya masing-masing, saat jam pulang kantor, dan pada akhir pekan. Apalagi menjelang lebaran

Penumpukkan kendaraan terjadi pada jalur yang mengarah ke Kranji dan sekitarnya.

seperti ini, tak sedikit warga yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halamannya. Seperti suasana kemacetan yang terjadi sepanjang jalan Jenderal Sudirman menuju kranji, Bekasi Barat kemarin (Kamis, 2/09/2010). Penumpukan kendaraan terjadi di bawah jembatan penyebrangan yang menghubungkan GM dengan Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Kendaraan hanya dapat memacu kecepatan 20 Km/Jam saja dan hanya dapat beranjak satu meter disetiap tarikan gasnya. Menurut pengamatan saya, kemacetan yang terjadi pada pukul 16:28 itu, disebabkan oleh angkutan perkotaan (angkot) yang membuka terminal bayangan alias nge-tem sepanjang daerah yang dilarang untuk berhenti sehingga lebar jalan menjadi menyusut, lalu didukung oleh volume kendaraan roda dua dan roda empat yang terlampau banyak melebihi kapasitas lebar jalan terutama kendaran roda empat yang berbadan besar seperti truk dan bus. Walau kemacetan telah terjadi kurang lebih satu jam, namun polisi belum terlihat mengatur carut marutnya kendaraan.

Angkutan perkotaan (angkot) membuka terminal bayangan di area larangan berhenti.

Terjebak macet adalah hal yang menyebalkan, karena waktu dan bahan bakar kendaraan terbuang sia-sia. Namun tak perlu khawatir, bagi anda yang memiliki tujuan ke daerah kranji dan sekitarnya. Anda dapat menggunakan jalan alternatif untuk menuju pasar kranji baru, yaitu melalui gang yang terdapat di belakang kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, tetapi khusus untuk pengendara sepeda motor saja karena lebar jalan yang tak lebih dari dua mobil sejenis sedan. Berhati-hatilah dalam berkendaraan, gunakanlah perlengkapan keselamatan standar karena keluarga menanti anda di rumah. Tak lupa, sikap saling menghargai antarsesama pengendara pun diperlukan saat berada di jalanan.

Teks & Foto: Aries Rachmandy

Bekasi Poenya Macet

Photo ini diambil dilokasi sekitar pintu keluar Perumahan Bumi Anggrek, tepatnya di depan SDN Karang Satria, Bekasi. Semua orang berangkat bersamaan dipagi hari untuk memulai segala aktivitas-nya diawal minggu yang cerah. Kemacetan di sudut-sudut wilayah Bekasi terkadang menjadi momok yang tak pernah berujung, mudah-mudahan saja pemerintahan setempat bisa lebih memperhatikan kondisi tersebut.

Commuter Bekasi

elangbekasiLima tahun saya pernah tinggal di Kota Bekasi, tepatnya pinggiran Bekasi, karena saya tinggal di Bintara Jaya. Persis Perbatasan Bekasi Barat dengan Jakarta Timur. Dan Saya bekerja di daerah Kembangan Jakarta Barat. Ini menyebabkan saya harus tiap hari sepanjang tahun pulang pergi Jakarta-Bekasi. Atau sebutan singkatnya commuter.

(Gambar diambil dari dimasnino.wordpress.com)

Selama menjadi commuter, walau jarak wilayah bekasi yang saya lewati cukup pendek, yaitu dari bintara jaya, masuk ke jalan KH. Noer Ali (sepanjang kalimalang) terus arah masuk tol pondok gede timur, banyak hal yang bisa saya amati. Terutama lalu-lintasnya wow macet. macetbekasi1 Saya sendiri sampai di kalimalang masih bisa lancar dan macet di pertigaan kalimalang-kincan.
Tetapi yang dari perumahan Galaxy, Jaka Sampurna,jatibening dan sekitarnya, kemacetan itu sudah dimulai dari jalan turun dibawah tol JORR kalimalang. Atau yang dari jatibening sudah dari keluar perumahan. Cukup membutuhkan waktu untuk sampai tol, tapi dalam 2 tahun terakhir pilihan masuk tol sudah cukup banyak dengan dibukannya pintu tol alternatif di bekasi seperti cikunir, kalimalang, bintara bekasi barat, jati asih, jati mekar. (Gambar diambil dari foto.detik.com

Commuter Bekasi semuanya ada, baik yang naik mobil, naik motor, maupun yang naik angkutan. Untuk yang naik angkutan juga merupakan dinamika sendiri, karena mereka punya tempat-tempat favorit untuk menunggu angkutan. Sayang tempat tunggu ini masih jadi salah satu biang kemacetan, macetcommuter karena angkutan umum juga nge-tem untuk menunggu para penumpangnya, seperti di pertigaan jatibening-tol, pertigaan kalimalang-kincan, pertigaan kalimalang-Galaxy, perempatan ahmad yani-kalimalang (depan metropolitan  mall), pertigaan depan bekasi square. Dan Paling top adalah ada terminal Bayangan di dalam tol dekat pintu tol Pondok Gede Timur (Saya akan menulis tersediri tentang terminal bayangan ini nanti-penulis. Hal ini memang menjadi PR juga buat PEMDA Kota Bekasi. Agar para commuter yang naik angkutan nyaman dan aman untuk menunggu dan tidak mengganggu commuter lain (mobil-motor yang selalu terkena macet)(gambar diambil dari polri.go.id)

Mungkin ada kurang lebih 50% warga bekasi adalah commuter Jakarta-Bekasi,  bekasimalam Karena sebelumnya pilihan perumahan di Bekasi, adalah orang-orang yang bekerja di jakarta tapi membeli rumah di Bekasi, kehidupan mereka dimulai dari pagi sebelum subuh sampai malam hampir tengah malam. Sampai akhirnya ada anekdot bagi yang sudah berkeluarga, ‘pergi anak belum bangun tidur, pulang anak sudah tidur’ sedih kalau ingat anekdot ini. Tapi live must go on (gambar diambil dari forum.detik.com)

Commuter Bekasi membikin kota bekasi hidup sudah dari jam 5.00 Wib, dan kemacetan sudah terjadi dari jam 6.00 sampai jam 9.00 pagi. Tapi commuter bukan hanya yang dari Bekasi ke Jakarta, Tapi banyak juga yang dari arah jakarta ke Bekasi, Dibilang arah jakarta, karena bisa ada yang dari tangerang, depok, bogor. Mereka hebat-hebat juga karena sudah lintas propinsi dan lintas kabupaten. Jalan tol yang melintasi Kota Bekasi memungkinkan mereka untuk itu. Dan ada Commuter yang dari Bekasi ke Bekasi (bekasi-cikarang, bekasi – cibitung dan sebaliknya).

Pekerjaan mereka menuntut seperti itu, dan lowongan pekerjaan memang banyak tersedia di Bekasi, dengan berbagai industri dan pabrik yang berkembang di Bekasi. Commuter Bekasi adalah merupakan dinamika kota Bekasi. Pabrik-pabrik yang bertebaran di wilayah-wilayah bekasi, maupun yang berada di kawasan seperti MM 2100 Cibitung, Jababeka 1-3, EJIP, BIIE, Delta Silicon 1-3, Murinda, Karyadeka, Newton Technology, Jalan Raya Narogong, Jalan Raya Bekasi-Karawang dan lain-lain. Semua ini menciptakan para Commuter Bekasi.

Kesempatan dan Peluang Bisnis juga tercipta dengan adanya commuter ini, yang paling mengherankan adalah begitu megabekasiberaninya investor membikin mall atau plaza dalam satu titik saling berhadapan. Srukobekasieperti di perempatan Jalan Ahmad Yani dan KH. Noer Ali (Kalimalang), ada Mall metropolitan (sudah diperluas), Bekasi Cyber Park (eks Hero),  Mega Mall Bekasi  , dan Gedung Ramayana, Diseberang jembatan tol buka juga Bekasi Square, semuanya satu titik juga dengan pintu tol keluar masuk Bekasi Barat. Dan Ditambah komplek Ruko/pertokoan di Jalan Ahmad Yani dan Kalimalang (KH. Noer Ali)(Gambar diambil dari ranarisna.wordpress.com dan cybertravel.cbn.net.id)

Di sisi timur setelah keluar tol Bekasi Timur, Ada Bekasi Trade Centre, Carrefour dan komplek ruko-ruko baik yang keluar tol bekasi timur terus belok kiri atau belok kanan. Bisnis sangat hidup, karena commuter baik yang naik angkutan, motor atau mobil. Mau lihat ‘lebah-lebah’ bersliweran di pagi hari. lebah-lebah Keluar saja ke jalan utama bekasi, pasti akan bertemu ratusan ‘lebah-lebah’ tersebut, hanya harus hati-hati karena ‘lebah-lebah’ ini senang mengebut dan zig-zag, mengejar waktu agar tidak terlambat kerja. Ya! Benar! ‘lebah-lebah’ ini adalah sebutan bagi pengendara motor yang adalah para commuter bekasi juga. (gambar diambil dari creativeculturebychristo.blogspot.com)

Demikian banyak dampak dari adanya para commuter ini, baik dampak positif dan negatif, dan kalau di ceritakan satu persatu, bisa berpuluh-puluh halaman. Tapi yang jelas commuter bekasi adalah merupakan dinamika kota bekasi, salah satu yang menjadi bekasi hidup, baik dari keramaian kota maupun nadi ekonominya, mungkin saya juga akan menulis commuter bekasi jilid 2, apalagi saya sekarang tinggal di pinggiran timur bekasi. Lebih banyak yang bisa diamati, commuter bekasi, I lop u pull.

Bapak [tidak] Jahat Nak….

“Kenapa bapak pulang malam?”, protes LiLo padaku.

“Jalan macet nak, jadi gak bisa cepat pulang”, jawabku sambil mencoba tetap tersenyum, meskipun badan rasanya capek dihajar kemacetan di depan pertamina Cikarang.

“Kenapa tidak naik sepeda saja ke kantor, kan naik sepeda tidak kena macet”, Lilo terus mengejar.

“Wah bapak tidak kuat kalau harus naik sepeda dari Cikarang ke Cawang nak”

“Kawan-kawanku bapaknya naik sepeda ke kantor. Bapak ikut B2W saja biar sehat !”

“Yah…mereka kantornya kan di sekitar Cikarang, jadi bisa cepat pulang, biarpun naik sepeda. Kalau bapak naik sepeda dari Cawang, jam 12 malem baru nyampai di rumah nak…”

Lilo terdiam mendengar semua penjelasanku. Aku lihat dia masih belum mau terima penjelasanku, tapi dia sudah males ngomong, jadi kulihat dia diam dalam kemarahan yang tertahan.

Kupeluk erat Lilo dan kurasakan tidak ada pelukan balasan dari Lilo.

“Ya Allah, jangan jadikan Lilo sebagai anak yang tidak bisa menerima keadaan ini. Mudahkan hati Lilo menerima kenyataan ini. Aku bukan bapak yang jahat dan semoga Lilo mengetahuinya”

Perlahan-lahan kurasakan pelukan balasan dari Lilo. Aku tidak tahu apakah ini balasan doaku atau kesadaran Lilo memang sudah sampai pada taraf memahami perasaan bapaknya yang sangat mencintainya.

“Percayalah nak, bapak selalu ingin cepat pulang dan bermain dengan Lilo”

Alhamdulillah, akhirnya larut malam datang dan membawa angin syukur di keluargaku.

Selamat Datang di Cikarang [exit km 31]

“Siapa yang tahu tentang kondisi Cikarang ya?”

“Mau keluar lewat exit tol km 31 Cikarang takut macet karena ada pekerjaan perbaikan jalan di depan pertamina nich…”

Tidak sampai semenit pertanyaan itu muncul dan jawaban dari kawanpun beragam.

“Keluar saja lewat exit 37 Deltamas”

“Tetep keluar saja lewat exit 31 dan setelah bayar tol ambil jurusan Lippo dan kemudian setelah melewati jembatan tol langsung belok kiri. Masuk ke Cikarang baru lewat belakang”

“Mas, tenang saja. Keluar tetap lewat exit km 31 dan ikuti jalur biasanya saja. Kemarin memang terjadi kemacetan luar biasa di jalur ini, tetapi bapak-bapak polisi kita sudah membuat solusinya”

Memang sejak kemacetan luar biasa pada hari itu, maka telah dibuat “contra flow” di depan pertamina, di lokasi perbaikan jalan itu. Meski tetap tersendat, tetapi kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelum ada solusi ini.

Salut buat mereka yang punya ide ini.

FlyOver Cikarang Km 31
FlyOver Cikarang Km 31

+++

artikel terkait
Hindari Exit tol Jkt-Cikampek Km 31
Latihan sabar di Pembangunan Jalan Cikarang
Jembatan Kalimalang Cikarang

Fenomena beresiko Sepanjang Kalimalang

kalimalangMencoba menganalisa fenomena kejadian-kejadian yang sering terjadi di sepanjang jalan Kalimalang baik dari arah Halim Perdanakusuma ataupun dari arah Cibitung. Kemacetan dan kecelakaan lalu lintas sering terjadi disepanjang jalan Kalimalang itu, dan yang menjadi korbannya pun ada angkot, metromini, truk, motor, mobil pribadi maupun pejalan kaki.

Sepanjang jalan Kalimalang dari Cibitung ke Bekasi Timur, menjadi jalur maut bagi pengendara yang kebut-kebutan. Fenomena yang sering kali saya lihat di sepanjang jalan Kalimalang Cibitung-Bekasi Timur biasanya kecelakaan kendaraan yang ngebut menabrak kendaraan atau orang yang menyebrang. Padahal disepanjang jalan itu banyak ditempel tulisan-tulisan preman yang berisi peringatan untuk tidak ngebut, semisal “ngebut = bonyok”, “dah nabrak baru tau rasa loe”, “hati-hati banyak penyebrang jalan”, dan tulisan preman lainnya.

Continue reading Fenomena beresiko Sepanjang Kalimalang

Latihan Sabar di Kemacetan

Menjelang maghrib sampailah aku di pintu tol Cikarang Barat. Begitulah seperti hari-hari yang lain, biasanya sampai di rumah pas adzan Maghrib selesai dikumandangkan.

Sayang hari ini ada kemacetan setelah membayar tol. Kemacetan ini bener-bener parah banget. Sayang BBM yang dibakar habis-habisan dan hanya menghasilkan beberapa langkah ke depan saja.

Setelah mencoba istighfar, akhirnya sampai juga di sumber kemacetan.

Ada perbaikan jalan di depan Pertamina [depan loket Bis Rosalia], sehingga semua kendaraan berimpitan disitu. Dalam hari aku berpikir, apa para pelaksana pekerjaan ini tidak berpikir, bahwa jam sibuk jalan ini ada di jam pulang kantor dan jam berangkat kantor.

Biasanya untuk daerah seramai ini, maka pelaksanaan pekerjaan dilakukan malam hari, sehingga mengurangi kemacetan dan membuat tidak banyak BBM yang habis terbakar gara-gara kemacetan ini.

Semoga perbaikan jalan ini segera selesai dan masyarakat pengguna jalan bisa memakainya kembali dengan lebih nyaman.

Amin.

+++

para pekerja asyik “nyante” di lokasi pekerjaan [sabar…sabar…sabar…]

Technorati Tags: , , ,

Kemacetan di Tol Pondok Gede

Sejak 18 Agustus 2009 sampai Kamis 20 Agustus 2009, pemakai jalan tol Cikampek Jakarta terpaksa harus banyak bersabar. Bagaimana tidak, begitu selesai antri untuk membayar tol di Pondok Gedhe, mereka harus langsung siap-siap memposisikan diri untuk parkir di kerumunan mobil yang menyemut.

sehabis mbayar tol