Terbitkan Bukumu!

Selamat pagi kawan-kawn. Semoga sehat selalu. Dengan keadaan sehat itu kawan semua bisa menerbitkan buku dari tulisanmu di blog dan media sosial lainnya. Seperti kawan-kawan di blog kompasiana yang sudah menerbitkan bukunya.

Contoh Bentuk Foto yang sudah digabungkan
Contoh Bentuk Foto yang sudah digabungkan

Tidak mudah menerbitkan buku. Tetapi juga jangan dianggap susah. Sebab proses itu akan dialami dengan sendirinya, bila kita fokus melakukannya. Siapa yang fokus pasti akan berhasil menerbitkan bukunya. Mantra Manjada Wajada bisa jadi pemicunya. Siap yang bersungguh-sungguh pastilah akan berhasil.

Pengalaman saya menerbitkan buku, awalnya ditolak beberapa penerbit. Namun saya tak pernah menyerah. Saya betulkan naskahnya, lalu saya kirimkan ke penerbit lainnya. Bagi saya, pantang memberikan kembali naskah buku kepada penerbit yang sudah menolaknya. Masih banyak penerbit lainnya yang pasti akan menerima naskah yang saya tuliskan.

Ibarat orang jatuh cinta, belum tentu cinta kamu diterima. Bisa jadi hanya bertepuk sebelah tangan. Pada saat seperti itu, jangan pasrah dan menyerah. cari wanita lain, pasti akan ketemu jodohnya. begitulah bila penulis mencari penerbit. Penolakan demi penolakan akan kau temui. Kamu akan gembira sekali bila ada penerbit yang mau menerbitkan naskahmu itu.

Namun jangan cepat puas dulu ketika bukumu terbit. Sebagai orang baru yang bukunya terbit, kita harus bantu juga pemasarannya. Dengan begitu, bukumu akan dikenal dan banyak dibaca orang. Tentu kawan perlu mengadakan acara yang membuat bukumu dikenal pembaca yang akan kamu sasar. Bila dananya kecil, bawalah selalu bukumu dan jadikan doorprize buat peserta. Bisa di saat seminar atau acara lainnya.

Kalau kamu seorang blogger, publikasikan bukumu melalui blog di internet dan media sosial lainnya. Ajaklah teman-teman blogger lainnya untuk membuat resensi dari buku yang kamu tuliskan. Bila ada 10 orang blogger yang menuliskannya, wow akan semakin banyak orang mengenal buku yang dituliskan.

Dalam menerbitkan buku, kamu bisa menerbitkan sendiri melalui jalur indie, atau menyerahkannya pada penerbit mayor. Bagi saya, menerbitkan buku pada penerbit mayor akan memudahkan penulis dalam memasarkan bukunya. Memang sih royaltinya cuma 10 %, tetapi kalau lakunya banyak ya jadi besar juga. Daripada royaltinya besar persentasinya, tetapi lakunya malah sedikit, hehehe.

Enaknya menerbitkan buku sih sederhana saja. Kita merasa senang karena apa yang dituliskan mendapatkan apresiasi dari orang lain. Apresiasi itu berasal dari editor, dan pemilik penerbitan atau pengelolanya. Mereka tentu sudah berhitung dan yakin kalau buku yang dituliskan akan dibeli banyak orang. Pada dasarnya, penerbit itu melirik tulisan kita karena ada unsur keuntungan di sana.

Satu hal enaknya jadi penulis. Kita dianggap pakar dan di mata pembaca kita adalah penulis yang menguasai ilmunya. Itulah mengapa banyak penulis yang naik statusnya jadi pembicara. Oleh karenanya, seorang penulis bukan hanya mampu menulis, tetapi juga harus mampu untuk bicara. Dengan bicara, akan terlihat wawasan luas sang penulisnya.

13911881712140034312

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

Apa Sih Manfaatnya Menulis dan Meneliti Bagi Guru?

omjay
omjay

Seorang guru bertanya kepada saya melalui email wijayalabs@gmail.com. Pertanyaannya panjang banget kayak kereta. Daripada disimpan di dalam email saja, lebih baik saya bagikan saja dalam blog kompasiana, hehehe. Semoga bermanfaat!

  • Manfaat dari menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk apa om?
Wah banyak banget, diantaranya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

  • Ada prospek ndak untuk menambah pemasukan saku, misal ada gak event lomba2 tentang PTK ?
Kalau kita menulis laporan ptk dan anak didik merasa puas dengan pelayanan kita sebagai guru, tentu rezeki dengan sendirinya akan mengalir. Jadi niatnya bukan karena duit, tetapi dalam rangka refleksi diri. Enak gak cara ngajar kita dan disukai oleh peserta didik. Kalau begitu terus, kita akan berusaha untuk emmperbaiki cara mengajar kita menjadi lebih baik.
  • Mengapa omjay suka sekali dengan PTK?
Wow, sebab dengan melakukan ptk saya menjadi tahu kekurangan saya dalam mengajar dan menemukan metode baru dalam pembelajaran. PTK itu dimulai dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang menantang, pengamatan yang cemerlang, dan refleksi diri yg gemilang. Itulah mengapa saya suka sekali melakukan PTK.
  • Omjay, saya sangat berminat dengan dunia kepenulisan..godaan terbesar adalah tidak istiqomah, banyak faktor penyebabnya….misal keluarga, masalah pekerjaan, dan urusan lain yang menyita..minta kiatnya, agar istiqomah..
Kiatnya cuma satu. konsisten dan komitmen. Bila berjanji pada diri sendiri ya ditepati. Jangan seperti lagu dangsut eh dangdut, “Kau yang berjanji kau yang mengingkari”, hehehe, Jadi godaan itu lebih besar kepada melawan kemalasan diri.
  • Saya ikut lomba sayembara pengayaan puskurbuk 2 kali, tapi tidak lolos…mengharap bansos pun juga tidak dapat…..sebabnya kira2 apa ya om?apa karena saking banyaknya peserta?
Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri, jangan mengeluh. Jadi kalau baru 2 kali mah itu masih kalah dengan saya, saya sudah 10 kali gak menang dan terus saja mengirimkannya dan akhirnya jadi juara pertama, alhamdulillah. Jadi kalau kita kalah jangan lantas terus menyerah. Perbaiki dan pelajari kembali kekurangannya.
  • Om punya jadwal lomba kepenulisan tahunan ndak om?minta share nya om, coba2 saya ikuti..
Wah banyak banget di internet. Tinggal googling aja. Setiap tahun pemerintah selalu membuat lomba karya tulis untuk guru. ketik saja di google lomba karya tulis guru.
  • Omjay bisa ke berbagai kota di Indonesia dalam rangka apa om? undangan dari sana atau delegasi dari lembaga tertentu ?

Dalam rangka menyebarkan ilmu menulis, dan undangan saya dapatkan dari mereka yang belum saya kenal sebelumnya. Mereka banyak membaca tulisan saya di internet, dan kemudian mengundang saya menjadi pembicara. Saya bergabung dalam komunitas Ikatan Guru Indonesia (IGI).

  • Punya link dengan perusahaan penerbitan buku om? Barang kali mereka masih butuh penulis…
Penerbit jelas sangat butuh penulis. Hanya saja, mereka harus selektif dalam memilih penulisnya. Ya  jangan sampai buku yang diterbitkan tidak layak jual dan akhirnya hanya tersimpan di gudang, hehehepenerbit jelas tak mau rugi.
  • Tentang tema menulis, biasanya penerbit menyerahkan pada penulis , atau kita mengikuti penerbit ?
Hmm, bisa tergantung penulis, dan bisa juga tergantung pesanan penerbit. Prinsipnya layak jual dan laku dijual kepada pembaca. Penerbit itu urusannya bisnis, jadi bila tak menguntungkan mereka tak mau menerbitkan, kecuali mereka punya misi sosial.
  • Minta nasehat dan motivasi terus, om…,
Nasehat saya teruslah menulis, dan jangan takut tulisan kita tak dibaca oleh orang lain. Ingatlah motto ajaib omjay, Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
  • Terima kasih, om..
sama-sama

1382947680191799105

spanduk ptk

 

 

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Menulis itu Pekerjaan yang Tak Pernah Habis

Menulis itu pekerjaan yang tak pernah habis. Selalu ada saja hal baru yang bisa dituliskan. Bagi mereka yang kreatif dalam menulis, kisah keseharian menjadi sesuatu yang enak untuk dibaca.

 Flyer TWC #3

Bagi saya yang baru belajar menulis, pekerjaan menulis tetap saja menjadi asyik. Menulis menjadi teman di kala kita sedang gundah gulana. Menulis juga menjadi sesuatu yang menggembirakan.

 

Seperti kejadian hari ini. Saya meminum jamu yang sudah kadaluarsa. Begitulah kejadiannya. Saya pikir saya akan meminum madu, tapi ternyata itu bukan madu, tapi jamu. Hanya botolnya saja yang tertuliskan madu. Baru ketahuan setelah kita meminumnya. Rasanya pahit dan tak enak di tenggorakan.

 

Saya jadi tertawa sendiri di siang hari. Inilah akibat dari tidak meminta izin dulu kepada pemiliknya. Untunglah rasa jamunya terasa menyegarkan. Tapi sayang, kegembiraan itu cuma sebentar. Sang pemiliknya mengatakan kalau jamunya sudah kadaluarsa. Jadilah saya terkejut tiba-tiba di ruang TU sekolah.

 

Oh my god! Saya takut terjadi sesuatu pada tubuh yang tambun ini. Saya takut diri ini berubah menjadi langsing tiba-tiba. Untunglah sepotong buah pisang menyelamatkanku. Rasa segar berubah menjadi enek ketika tahu jamunya sudah kadaluarsa. Pisang itu menolongku dari mual yang amat dahsyat.

 

Menulis memang pekerjaan yang tak pernah habis. Saya hanya bisa menulis di saat teman-teman lain tertawa terpingkal-pingkal melihat saya meminum jamu yang kadaluarsa. Saya tak tahu apa yang terjadi beberapa jam kedepan. Semoga saja saya masih bisa menulis di rumah sehat kompasiana. Hahahaha.

 

 

1382001924524536744
ada omjay di surabaya

 

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

Menulis Itu Memang Harus Dipaksakan

13740751081579462934Menulis itu Memang Harus Dipaksakan oleh diri sendiri. Kemalasan diri harus dilawan, dan akhirnya kita akan menjadi pemenangnya.

Usai sholat subuh berjamaah di masjid, saya berangkat menuju sekolah. Hari ini sengaja saya tak membawa mobil ke sekolah. Saya memilih naik kendaraan umum saja. Biasanya ada bus metromini 62 langsung menuju terminal Manggarai. Dari sini saya naik busway ke sekolah dan turun di halte bus kampus unj rawamangun. Dengan uang Rp.6000 pasca kenaikan bbm, saya sudah tiba di sekolah dengan selamat.
Alhamdulillah.

Berangkat pagi hari sungguh nikmat. Tak ditemui kemacetan sepanjang jalan. Beginilah nikmatnya bila berangkat jam 05.05 wib. Jalan masih longgar dan mobilpun berjalan dengan sangat lancar. Selancar pikiran kita yang memaksakan diri untuk menulis.

Saya bersyukur kepada Allah diberikan kenikmatan sholat subuh berjamaah di masjid. Sesuatu kenikmatan yang tidak bisa didapat kalau kita hanya berdiam diri di rumah. Itulah mengapa Rasulullah SAW selalu memberi contoh umatnya untuk sholat subuh berjamaah di masjid.

Guru ngaji saya pernah berkata, bila kamu ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah atau mati yang baik, maka jangan pernah meninggalkan sholat subuh berjamaah.

Di dalam metromini 62 saya tuliskan ini. Betapa nikmatnya berangkat ke sekolah di pagi hari. Kita harus mampu mengelola waktu dengan baik. Sebab waktu tak akan pernah kembali lagi. Kurangi waktu tidurmu, dan ingatlah selalu tentang waktu yang terus mengejarmu.

Selama 2 hari ini saya memang tidak menulis di blog seperti biasanya. Kesibukan tahun ajaran baru dengan kurikulum baru sangat menyibukkanku. Hal yang paling mudah kulakukan adalah menulis status di facebook seperti sekarang ini. Ponsel jadulku masih sanggup untuk itu.

Menulis memang harus dipaksakan. Usahakan menulis walaupun hanya menulis status di facebook atau berkomentar di tulisan orang lain. Dengan begitu, engkau akan terbiasa menulis dan tidak takut lagi menulis.

Ketika menulis sudah menjadi kebiasaan, maka dia akan menjadi sebuah kebutuhan. Engkau akan merasa haus dan lapar ketika belum menulis. Hal itulah yang kualami sendiri ketika menulis sudah masuk alam bawah sadarku. Tiada hari tanpa menulis, dan tentu saja tiada hari tanpa membaca.

Menulis memang harus dipaksakan. Seperti bangun pagi hari yang harus dipaksa. Kemalasan diri harus dilawan. Tanpa terasa bus metromini yang saya tumpangi sudah sampai terminal Manggarai. Saya akhiri tulisan saya di sini.

Eh kok malah nyambung lagi. Habis enak sih! Busway sudah di depan mata. Dengan uang Rp. 2000, meluncurlah saya menuju sekolah tanpa terkena macet. Ongkos busway masih murah sebelum jam 6 pagi. Nikmatnya bangun pagi, dan menikmati ibu kota Jakarta di pagi hari yang lengang.

Waktu di ponsel saya sudah menunjukkan pukul 05.47 wib. Busway yang saya tumpangi sudah sampai matraman. Jadi ingat waktu dapat voucher belanja buku di gramedia matraman. Rasanya puas banget belanja buku sebesar Rp. 500.000. Saya dapatkan itu ketika tulisan saya menang dalam lomba menulis di http://guraru.org. Tulisan saya menjadi tulisan terpopuler.

Makanan terpenting seorang penulis adalah buku. Dengan banyak membaca buku, maka kamu tak akan pernah lumpuh menulis. Mereka yang senang menulis, pastilah akan rakus membaca. Demikian juga dengan saya sebagai seorang penulis.

Menulis itu memang harus dipaksakan, tak terasa sudah mau sampai Prapatan pramuka. Busway berhenti karena lampu merah. Sesudahnya meluncur kembali menuju halte kampus UNJ Rawamangun. Sudah dulu yah!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Gak bisa nulis bisanya motret

“Mas Eko, aku itu Gak bisa nulis bisanya motret. Gimana mau jadi blogger kalau gak punya tulisan?”

Pertanyaan ini biasanya dilontarkan saat mereka mencari alasan untuk tidak bisa update rutin blog mereka. Update rutin blog memang merupakan salah satu kunci untuk suksesnya sebuah blog. Dengan rutin diupdate, maka Google akan rajin menghindeksnya, akibatnya blog akan makin mudah dicari. Kalau sudah tidak rutin melakukan update blog, maka makin lama blog akan makin penuh sarang laba-laba, tidak lagi diindeks dan kalau punya PR, lama-lama akan turun dan menjadi nol !:-)

Blog buku harianku di http://eshape.blogspot.com makin lama makin turun PR-nya. Dari punya PR 3/10, lama-lama menjadi 2/10 dan mungkin entah kapan akan jadi 0/10. Maklum aku memang tidak rutin mengisi buku harian onlineku itu.

Lalu apakah aku peduli dengan nilai PR blog buku harianku itu?

Tentu aku tidak peduli. Konsep blog itu kubuat hanya untuk tempat mencurahkan apa yang ada dalam hidupku dan keluargaku, jadi mau dibaca atau tidak, tentu tidak ada masalah. Kalau ada pembaca yang bisa mengambil hikmah dari kehidupanku, tentu aku ikut senang, tapi kalau tidak ada yang berkunjung ke blogku tentu aku tidak perlu sewot. Konsep blog http://eshape.blogspot.com itu memang begitu.

Ini mirip dengan konsep blog fotoku http://kupoto.wordpress.com

pengatur sony

Aku hanya ingin menyimpan foto-foto yang kuanggap menarik dan punya nilai historis bagi para pengunggahnya meskipun tidak diindeks dengan baik oleh Google. Blog kupoto ini juga kubuat untuk menjawab pertanyaan “Gak bisa nulis bisanya motret”

Ada banyak template untuk para blogger yang lebih fokus pada unggah foto daripada unggah artikel. Bisa memakai blogspot bisa juga memakai wordpress. Tentu tidak hanya wordpress dan blogspot yang bisa dipakai. Semuanya terserah hasrat masing-masing.

Mari kita lihat kiprah para tukang poto yang suka mengirimkan fotonya dibanding artikelnya. Misalnya punya Rizky Inayati di bawah ini

Rizky Inayati’s Photography

Rizky poto blog
Rizky poto blog

Atau juga bisa dilihat pada situs Cirebon Daily Photo.

Cirebon Daily Photo
Cirebon Daily Photo

Dua situs ini lebih cenderung mengirimkan gambar (foto) dibanding artikel. Sayangnya karena mereka kurang rutin memngirimkan foto, maka peringkat alexanya masih di angka jutaan.

Aku sendiri membuat blog khusus untuk menampung foto-foto yang bertebaran di FB. Awalnya aku bersama-sama dengan teman-teman Cikarang memmbuat blog Citography yang merupakan rekam jejak para tukang foto Cikarang. Blog dengan PR 1/10 ini akhirnya tidak terawat dengan baik, karena pengunggahnya sudah sibuk sepedaan dan lupa untuk unggah di internet.

Akhirnya aku bersama anakku membuat blog baru khusus foto dengan nama kupoto.wordpress.com Selanjutnya teman-temanku juga ikut menyumbangkan fotonya sehingga blog ini lumayan rame. Data peringkat dari alexa juga lumayan bagus untuk situs yang tidak banyak bercerita tentang dunia menulis.

kupoto.wordpress.com

Alexa Traffic Rank
Traffic Rank in ID
(No reviews yet)
Sites Linking In
Top queries driving
traffic to kupoto.wordpress.com
See how kupoto.wordpress.com
looked in the past
No Data
Slow

(2.862 Seconds)
80% of sites are faster

Average Load Time

Jadi kalau ada pertanyaan, “Gak bisa nulis bisanya motret”, maka jawabannya sudah jelas, jadilah blogger yang punya blog tentang poto.

Kupoto Dunia
Kupoto Dunia

+++

Dimuat juga di blog pribadi

Menunggu adalah Saat Tepat Untuk Menulis

Hari ini adalah hari dimana saya menjadi supir pribadi istri tercinta. Kemanapun istri mengajak pergi saya siap mendampingi. Itulah suami sejati yang sayang sama istri.

Menunggu adalah saat tepat untuk menulis

Menunggu adalah saat tepat untuk menulis

Di hari libur nyepi ini, sebenarnya saya ingin menyepi dan tak mau kemana-mana. Tapi istri tercinta dan putri bungsu saya mengajak saya untuk menemaninya berbelanja di pasar pondok gede, Bekasi.

Mendengar nama pasar pondok gede saja sudah kebayang kemacetan di depan mata. Namun demi membahagiakan anak dan istri, saya pun meluncur ke pasar pondok gede.

Untunglah macetnya tak seperti hari biasa. Bener-bener nyepi di pondok gede ini. Macet yang biasa saya temui tak begitu parah. Jalanan lancar dan kami tiba di pasar pondok gede Bekasi dengan senyuman manis di bibir.

 

Apalagi istriku, dia sangat bahagia sekali kelihatannya. Sebab sudah lama tak belanja di pasar pondok gede ini. Pasti sudah ada barang yang disukainya untuk dibeli.

 

Wanita memang makhluk Tuhan yang sulit dimengerti. Sudah hampir dua jam lebih saya menemani istri membeli sepatu. Sebenarnya sudah geregetan hati ini, tapi disimpan saja di dalam hati. Untunglah ada tempat duduk buat naruh pantat yang seksi ini. Mulailah saya menulis dengan ponsel jadul kesayanganku ini. Nulis apa ya?

 

Menunggu memang saat yang tepat untuk menulis. Apapun bisa dituliskan. Saya melihat bapak satpam toko matahari celingak celinguk mencari mangsa eh salah, mencari orang-orang yang dia curigai. Meleng sedikit, akan ada barang berpindah tangan dengan cara yang tidak benar. Sebel juga saya, sambil berkaca di cermin, saya tanya kepada diri sendiri. “Apakah aku ini bertampang maling?”

Akh untunglah wajah saya masih terlihat imut dan enak dipandang. Saya melihat banyak wanita yang sakit hati kepada saya begitu tahu saya sudah beranak istri. Hehehe, ge er banget sih omjay ini, hahaha.

 

Maklumlah, sewaktu muda dulu saya adalah seorang pria idaman para gadis. Sudah banyak wanita yang jatuh ke dalam pelukan saya. Tapi sayang, semua itu hanya terjadi dalam mimpi, wahahaha, wkwkwkwk.

Menulis di saat menunggu istri belanja memang mengasyikkan. Saya bisa senyum-senyum sendiri. Inilah kemajuan teknologi. Orang bete bisa menulis status di media sosial dan menulis di blog. Sampai nanti ya!

 

Omjay
Omjay

Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Margareth Hilda Thatcher: “You may have to fight a battle more than once to win it”

Menulis bukanlah perkerjaan yang sulit, mempertahankan agar tetap bisa menulis secara konsisten itu yang lebih sulit”. Kalimat tersebut nampaknya sangat sesuai dengan apa yang saya atau mungkin rekan-rekan alami saat ini. Walaupun dahulu saya sangat aktif menulis, namun setelah sempat fakum hampir 2 (dua) tahun lamanya untuk menulis, membuat saya sangat kesulitan untuk kembali aktif menulis.

 

Berpuluh-puluh kalimat motivasi dari rekan-rekan sesama penulis, bahkan ratusan motivasi dan tips menulis dari artikel, buku atau majalah dan sejenisnya ternyata tidak mampu membuat saya bisa aktif kembali menulis seperti dulu lagi, karena biar bagaimanapun komitmen serta kemauan dari dalam diri sendiri adalah kuncinya, tanpa komitmen dan kemauan tersebut nampaknya semuanya akan menjadi sia-sia saja.

 

Meskipun sempat ber-komitmen dengan diri sendiri untuk kembali menulis lagi diawal tahun ini (2012), namun hingga bulan Juli 2012 ini, ternyata saya hanya mampu menulis 2 (dua) artikel saja. Sebuah jumlah yang sangat sedikit untuk target saya sebenarnya, karena komitmen awalnya adalah minimal 1 (satu) artikel per bulan kemudian meningkat secara bertahap.

 

Alasan kesibukan aktivitas untuk keluarga dan pekerjaan tidak menjadikan pembenaran akan itu semua, karena ini hanya bicara komitmen terhadap diri sendiri dan rasanya tidak mungkin dalam 1 (satu) bulan saya tidak memiliki waktu kosong hanya sekitar 30-60 menit untuk menyempatkan diri menulis sebuah artikel sederhana.

 

Faktanya, beberapa materi tulisan yang sempat terlintas akan saya tulis kini hanya menumpuk dalam sebuah folder database yang tidak pernah dibuka sama sekali, dan saat mulai dipilah-pilah lagi untuk dijadikan sebagai bahan tulisan nampaknya sudah tidak up to date lagi. Tulisan yang informatif memang harus seketika saat terlintas langsung ditulis. Masalahnya saat terlintas akan ditulis, kebanyakan dari kita (termasuk saya)  tidak punya waktu untuk menulis pada saat yang bersamaan.

 

Solusinya adalah untuk sementara saya simpan dalam sebuah folder database untuk kemudian ditulis saat saya sudah punya waktu untuk menulis. Namun dengan berjalannya waktu dan kesibukan, seringkali materi-materi tersebut terlupakan sehingga akan tetap terbingkai rapih dalam folder database tersebut, meskipun tetap saja ada beberapa materi tulisan yang mungkin tak lekang dimakan waktu.

 

Kembali untuk bertanggung jawab terhadap komitmen diri sendiri adalah hal yang paling penting, ketimbang hal lainnya. Kondisi ini sebenarnya mutlak berlaku untuk hal apapun, bukan hanya terhadap komitmen untuk menulis saja. Seringkali kita melanggar komitmen terhadap diri kita sendiri karena kurangnya disiplin dan terlalu pemaaf bagi diri kita sendiri.

 

Jika hanya sesekali karena alpa atau sejenisnya mungkin bisa dimaklumi, namun jika sudah seringkali terjadi dan terhadap segala hal tentunya kita harus lebih berhati-hati dan mulai waspada, karena hal ini bisa berarti sebuah refleksi atau pertanda yang kurang baik bagi diri kita sendiri.

 
Mantan Perdana Menteri Inggris, Margareth Hilda Thatcher pernah menyampaikan kata-kata yang sangat sederhana mengenai komitmen, yaitu: “You may have to fight a battle more than once to win it” atau jika kita terjemahkan secara sederhananya dalam bahasa Indonesia akan menjadi seperti ini: “Anda mungkin harus melawan pertempuran lebih dari sekali untuk memenangkannya (maksudnya untuk mewujudkan komitmen tersebut)

 

Ya, memang ternyata untuk mewujudkan sebuah komitmen itu memang tidak se-sederhana saat kita niatkan atau ucapkan, tetap bersabarlah karena kita mungkin masih akan membutuhkan waktu hingga berkali-kali untuk mewujudkan komitmen tersebut.

 

Jadi, mulai sekarang coba anda hitung-hitung lagi sudah berapa banyak komitmen di awal tahun 2012 lalu yang sudah anda realisasikan atau minimal sudah di eksekusi atau sedang berjalan. Jika belum ada satupun yang di eksekusi berarti anda masih butuh perjuangan sekali atau beberapa kali lagi untuk mewujudkan komitmen tersebut!…

 

Atau barangkali saja, selama ini Anda memang tidak pernah memiliki KOMITMEN dalam HIDUP?………………………….

 

 

Menulis adalah Jalan Menuju Eksistensi Diri

Forum idekita mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengundang saya untuk menjadi pembicara dan memberikan materi  dengan tema“menulis akses menuju eksistensi” pada Sabtu, 26 Mei 2012 di Aula Perpustakaan UNJ. Kegiatan ini diberi nama Planeducation 2012, yang di kop suratnya tertuliskan tema besar,” Buku, Kegalauan Guru, dan Masa Depan Bangsa”. Sebuah tema yang sangat menarik sekali untuk dibicarakan. Apalagi didiskusikan oleh teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan kemahasiwaan yang bernama forum ide kita.
Surat Undangan dari Forum Ide Kita FIP UNJ
Surat Undangan dari Forum Ide Kita FIP UNJ
Di dalam Term of Reference (TOR) yang diberikan kepada saya, panitia meminta saya memberikan materi yang berisi:
  1. Motivasi pendidik dalam mempertahankan keinginan menulis
  2. Panduan membuat dan mengembangkan tulisan kreatif
  3. Kendala yang dapat membuat tidak termotivasi menulis
  4. Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penulisan
  5. Simulasi menulis kreatif
Cukup kelimpungan juga saya mendapatkan TOR yang super ini. Saya takut tak bisa memuaskan audience atau peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Saya khawatir apa yang saya sampaikan sangat bertolak belakang dengan teori yang ada dalam buku-buku panduan menulis. Apalagi menulis kreatif versi saya yang sulit dicari referensinya. Mungkin para pakar ilmu menulis akan bilang saya ngawur. Tapi tak apalah ngawur karena benar (ngikutin buku Sujiwo Tedjo) akan jauh lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa atau membuat para guru dan mahasiswa akhirnya tidak mampu menulis. Sebab menulis menurut saya bukan hanya sebagai akses menuju eksistensi diri, tapi lebih dari itu. Menulis bagi saya adalah mencapai keabadian.
Pak Onno W Purbo dan Omjay. saya belajar menulis dari karya besar Pakar Internet
Pak Onno W Purbo dan Omjay. Saya belajar menulis dari karya besar Pakar Internet Indonesia, Pak Onno W Purbo yang senang berbagi ilmu

 


Setidaknya, bila besok saya dipanggil oleh sang pemilik langit dan bumi serta isinya, ada 8 buku yang sudah saya tuliskan. Saya membuat 3 buku pelajaran TIK untuk SMP, 1 buah buku pengayaan untuk siswa SMP, dan 4 buah buku motivasi untuk mahasiswa, guru, dan khalayak ramai. Kedelapan buku itu sudah beredar secara nasional, dan dapat anda lihat di blog pribadi saya di http://wijayalabs.com.
Sebagai seorang pendidik, saya harus memotivasi diri saya sendiri untuk mampu menulis. Keinginan menulis itu bukan hanya sekedar keinginan, tetapi langsung saya praktikkan. Saya menulis, dan membaca setiap hari. Ada bahan bacaan yang saya baca untuk mendukung tulisan saya. Jadi tidak asal tulis, dan kemudian saya sebarkan dalam dunia maya.
Motivasi yang kuat dalam mempertahankan keinginan menulis membuat saya menyusun sebuah buku untuk dibaca khalayak ramai, “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”. Isi Buku ini adalah merupakan kumpulan tulisan saya di kompasiana, dan blog pribadi saya lainnya di dunia maya. Dengan membuat buku tentang menulis, saya berharap ada panduan bagi para penulis pemula untuk mempertahankan keinginan menulis.
Foto Bersama di Acara Intip Buku
Foto Bersama di Acara Intip Buku
Setidaknya saya sudah berbuat sekaligus mencontohkan pengalaman nyata saya, sehingga apa yang saya tuliskan bukanlah sesuatu hal yang teoritis, tetapi langsung praktik di lapangan dan lengkap dengan hasil yang didapat. Tak salah bila banyak blogger menuliskan resensinya secara sukarela seperti tulisan mbak Ani berta di sini. Beliau sangat terinspirasi setelah membaca buku yang saya susun, dan diterbitkan oleh penerbit indeks.
Menulis merupakan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat. Salah satu manfaat dari menulis adalah sebagai sarana pertukaran informasi yang efektif dan efisien. Lewat sebuah tulisan bisa didapatkan banyak orang yang menjadi pembacanya bandingkan bila kita hanya berbicara saja, informasi yang kita sampaikan hanya diterima oleh orang yang mendengar pembicaraan kita saja. Terlebih lagi tulisan adalah sebuah bentuk fisik sehingga dimungkinkan untuk diperbanyak dan memudahkan untuk disebarluaskan agar lebih banyak lagi orang yang membacanya.
Buku Best Seller PTK yang banyak dibaca oleh para guru
Buku Best Seller PTK yang banyak dibaca oleh para guru
Banyak sekali panduan membuat dan mengembangkan tulisan kreatif yang bisa kita dapatkan dari buku bacaan atau mencari informasinya di internet. Salah satu contohnya adalah tips jitu untuk mulai menulis yang dapat anda baca di http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/05/29/tips-jitu-untuk-mulai-menulis/ karya Mochammad Firdaus Agung.

Banyak kendala yang akan ditemui dan membuat anda tidak termotivasi menulis. Kendala terbesar yang saya alami adalah dari diri saya sendiri. Saya sudah memvonis diri saya tidak bisa menulis pada saat itu. Bahkan saya sempat dicemooh banyak orang dan diminta untuk berhenti menulis ketika saya mengeluarkan mantra ajaib saya, “menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”.

Saya diundang ke istana Bogor setelah menulis buku Yuk Kita Ngeblog!
Saya diundang ke istana Bogor setelah menulis buku Yuk Kita Ngeblog!
Bila kita tak tahan mental, dan tidak mau belajar dengan banyak membaca tulisan orang lain, maka anda tidak akan pernah mendapatkan tulisan yang berkualitas. Anda hanya menulis, tetapi tidak diimbangkan dengan proses membaca. Pada akhirnya orang akan bosan membaca tulisan anda yang itu-itu saja. Itulah sebuah kritikan yang saya alami sendiri ketika saya asyik hanya menulis tanpa membaca tulisan  orang lain sebagai bahan referensi.
sumber gambar: Presentasi.net
sumber gambar: Presentasi.net
Motivasi menulis akan didapatkan ketika kita membaca karya tulis orang lain, dan akan lebih terasa bahagia bila kita dapat bertemu langsung dengan penulisnya. Apalagi bila di buku itu ada tanda tangan penulisnya secara langsung. Sesuatu yang sangat mahal sekali harganya. Tak akan bisa dibeli dari toko buku manapun yang ada di dunia. Kecuali, bila sang penulis memang sudah punya niat menandatangani langsung 5000 buku yang dicetaknya dari penerbit, hehehe.
Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh seseorang agar mampu dan mulai menulis.
Pertama, dia harus punya tekad dan kemauan yang kuat. Tanpa tekad dan kemauan yang kuat, mustahil kita bisa menulis sesuatu yang bisa menginspirasi orang lain. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Kedua, banyak membaca. Pengertian membaca di sini bukan hanya buku bacaan saja, tetapi anda dapat membaca dan memperhatikan keadaan di sekitar. Dari situ anda akan menemukan inspirasi yang sangat orisinil. Apalagi bila anda terbiasa membawa catatan kecil untuk mencatat apa yang anda lihat atau baca.
Ketiga, menulis itu pada hakekatnya menyampaikan pesan. Jadi tulislah sesuatu yang sederhana saja. sesuatu yang mudah dimengerti oleh pembaca. Dengan begitu tulisan yang dibuat akan mengalir bagai air yang terjun dari atas ke bawah. Anda tidak akan pernah kehabisan ide dalam menulis karena menulis seperti layaknya kita berbicara.
Keempat, menulis itu sebuah keterampilan dan bukan bakat. Jadi bila anda ingin bisa menulis, ya banyak-banyaklah menulis dan terus berlatih menulis. Jangan malu bila ditertawakan orang, dan jangan ragu tulisan anda tidak dibaca oleh banyak orang. Terus saja menulis, dan rasakan manfaat dari apa yang dituliskan. Semakin banyak anda menulis, maka semakin banyak anda tahu kelemahan dan kekuatan anda dalam menulis.  Tak ada seorang pun penulis yang kini jadi terkenal tanpa melalui proses menulis dan terus menulis. Jangan pernah berhenti untuk menulis bila anda ingin menjadi seorang penulis handal seperti Mas Hernowo Hasim.
Pernahkah anda bermimpi mendapatkan mobil baru dari hasil menulis?
Pernahkah anda bermimpi mendapatkan mobil baru dari hasil menulis?
Aku membaca, karena aku ada. Aku menulis karena aku ingin berbagi dari apa yang telah aku baca. Tanpa terasa menulis akan membuatmu menemukan jalan menuju eksistensi diri. Teruslah berbagi, dan rasakan pahala yang terus mengalir dari apa yang anda tuliskan.
Buku Terbaru Omjay di tahun 2012
Buku Terbaru Omjay di tahun 2012
Salam Blogger Persahabatan

Jangan terlalu percaya BAKAT. Percaya saja pada NIAT. Bukan niat yang biasa, tetapi NIAT KUAT untuk menulis

Kang Pepih dan Omjay
Kang Pepih dan Omjay

Membaca tulisan tips menulis dari kang pepih Nugraha di facebook membuat saya menjadi semakin bersemangat menulis. Isi pesannya sebagai berikut:


Dalam menulis, jangan terlalu percaya BAKAT. Percaya saja pada NIAT. Bukan niat yang biasa, tetapi NIAT KUAT untuk menulis. Sekali berpikir menulis itu bakat, maka tidak akan pernah ada satu paragraf pun yang kita hasilkan. Bagi yang punya niat kuat menulis, anggaplah menulis itu BERENANG. Orang yang belum pernah berenang sekalipun, asalkan ada niat kuat untuk belajar berenang, pasti memilih kolam atau laut yang dangkal, tidak langsung air dalam. Kita bisa belajar mengapung sambil lihat-lihat orang yang sudah pandai berenang. Belajar menyelam untuk mengukur kedalaman. Setelah bisa mengapung, selanjutnya kita bisa memilih gaya apapun dalam berenang. Sangat penting dicatat adalah: mulailah MENCEBURKAN diri ke air untuk belajar berenang. Jangan takut tenggelam dalam menulis!

Apa yang disampaikan oleh kang pepih dalam alinea di atas benar adanya. Saya sendiri adalah orang  yag awalnya tak biasa menulis. Dulu saya percaya kalau menulis itu adalah karena bakat. Tetapi sekarang, setelah lama menulis di kompasiana, saya besetuju dengan kang pepih bahwa niat yang kuat adalah modal kita untuk menulis. Tanpa niat yang kuat mustahil kita bisa menulis.

Selain niat yang kuat, kita harus menikmati proses menulis. Dengan begitu ada perasaan dalam diri bahwa menulis itu sebuah kebutuhan. Kalau sehari saja tak menulis, akan membuat kita merasa haus dan lapar. Oleh karena itu, alam bawah sadar kita harus digiring untuk menyenangi dunia tulis menulis dan merasakan keajaiban kata. Siapa yang mampu membuat kata-kata bermakna, maka dia akan mendapatkan manfaatnya. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain yang membaca tulisannya.

Keajaiban kata telah menghantarkan saya mampu merajutnya menjadi sebuah buku. Sebuah buku yang disusun dari cara-cara alamiah karena mampu menulis setiap hari. Keajaiban kata telah menghantarkan saya mengerjakan sesuatu yang awalnya alamiah menjadi ilmiah. Itulah makanya saya tak menyangka, keajaiban kata telah membawa saya kepada dunia tulis menulis dan menjadikan saya sebagai guru yang juga berprofesi sebagai penulis. Guru-penulis. Keren khan?

Belum banyak guru yang merangkap penulis. Apalagi mampu membuat buku dari materi yang diampunya. Saya bersyukur, dengan memiliki niat yang kuat akhirnya buku-buku itu lahir satu demi satu. Ikut memenuhi toko buku dan menjadi khasanah ilmu yang semoga terus menerus mengalir bagai air. Semoga disukai oleh pembaca.

Menulis itu bukan bakat. Menulis itu adalah kekuatan niat dari seseorang yang ingin berbagi ilmu dari yang dikuasai, dan disukainya. “Ikatlah lmu dengan cara menuliskannya”, demikian pesan Sayidina Ali. Saya pun bersyukur kepada Allah, karena mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Semoga berkenan di hati para pembaca.

1326753330576795515Pemesanan Buku Karya Omjay hubungi Wiranto di hp 081398916712

 

Saam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Gara-gara Rajin Ngeblog, Saya Jadi Orang kaya!

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda sedang dalam kondisi yang sehat rohani dan badani. Saya pun berharap anda akan menjadi orang kaya baru setelah membaca postingan saya ini yang agak lain dari biasanya. Mengapa? Sebab gara-gara rajin ngeblog saya jadi orang kaya. Kaya ilmu dan kaya teman, serta pemasukan. Baik yang saya dapatkan secara langsung, dan tidak langsung. Tahu-tahu jumlah tabungan saya sudah melambung.

Saya tidak perlu menunjukkan jumlah kekayaan saya kepada anda. Tapi saya cukup menunjukkan kepada anda inilah karya tulis saya dari hasil menulis di blog setiap hari, dan akan saya launching dengan sangat sederhana di rumah kami yang mungil. Kebetulan bertepatan dengan hari sumpah pemuda, dan tanggal kelahiran saya pada 28 Oktober 2011. Inilah hadiah ulang tahun yang terindah sepanjang hidup saya bersama keluarga tercinta.

Terima kasih kepada semua pembaca dan komentator tulisan saya di kompasiana dan blog saya lainnya. Kehadiran anda para pembaca tulisan saya menginspirasi diri ini untuk membuat sebuah buku baru yang berjudul “MENULISLAH SETIAP HARI, DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”.

Inilah kekayaan saya itu! Semoga menginspirasi anda untuk terus ngeblog setiap hari, dan merajut tulisan itu menjadi sebuah buku yang bermutu. Sehingga anda pun tahu bahwa ngeblog bukan pekerjaan yang menyia-nyiakan waktu.

http://www.wijayalabs.com/sinopsis-kata-pengantar-buku-terbaru-omjay-guru-tangguh-berhati-cahaya/

 

Buku Terbaru Omjay
Buku Terbaru Omjay

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com