Bersepeda dan Car Free Day di Bandung

Ini pengalaman saya pada suatu hari Minggu beberapa waktu yang lalu, sewaktu saya sekeluarga berkunjung ke rumah ibu di Bandung.

Kebetulan di rumah kami di Bandung ada sepeda menganggur, sehingga pada saat kakak saya mengajak bersepeda pagi ke Jl. Ir. H. Juanda, atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Dago, saya langsung bersedia. Katanya, di sana pada setiap hari Minggu pagi orang-orang se-Bandung berkumpul, jalan-jalan, berolah raga dan melakukan aktivitas pagi hari lainnya. Karena Jalan Dago, sebagian ruas, pada hari itu dari jam 6 hingga jam 10 pagi ditutup bagi masuknya kendaraan bermotor, para pesepeda dan pejalan kaki bebas melakukan kegiatan di sana.

Menyusuri jalanan Kota Kembang pada Minggu pagi

Dari rumah yang berada di bilangan perumahan Turangga, saya berdua dengan kakak saya menggowes sepeda menuju Dago, melalui jalan-jalan Martanegara-Lodaya-Burangrang-Gatsu-Sunda, lalu belok kiri ke Jalan Jawa untuk selanjutnya masuk Jalan Merdeka. Kami menggowes dengan santai, sambil menikmati udara Bandung di pagi hari yang terasa masih segar, meskipun jalanan sudah dilintasi beberapa kendaraan bermotor. Di sepanjang perjalanan, kami berjumpa dengan beberapa kelompok pesepeda lain yang kelihatannya menuju ke arah atas juga (Daerah Dago berada di bagian kota Bandung yang biasa di sebut “Atas”). Yang membuat saya kagum dan juga heran, ada sekelompok pesepeda yang termasuk golongan lansia. Hebat!…Mereka masih bersemangat untuk bersepeda. Terlebih-lebih ada beberapa di antara mereka yang perempuan. Benar-benar luar biasa!

Melewati kawasan Prapatan Lima (Hehehe…prapatan kok lima! Salah kaprah yang sudah kadung melekat di benak dan lidah orang Bandung, tapi ini uniknya), makin banyak pesepeda yang terlihat. Di saat itu kami yang bersepeda merasa istimewa…karena banyaknya pesepeda di jalan raya, kendaraan-kendaraan bermotor harus sedikit mengalah, memberi jalan untuk kami. Bandung terasa agak ramah bagi pengendara sepeda!

Memasuki Jalan Merdeka di sebelah mapolwiltabes, kami disambut plang penutup jalan, yang menandakan bahwa jalan tersebut dilarang dimasuki oleh kendaraan bermotor. Sudah beberapa minggu Jalan Merdeka ini dinyatakan sebagai bagian dari program Car Free Day yang diberlakukan oleh pemerintah kota Bandung, setelah hampir setahun program itu di-launching dan selama itu penutupan jalan di Minggu pagi hanya berlaku terhadap sebagian ruas Jalan Dago.

Berbeda dengan di ibukota, yang lebih dahulu memberlakukan program serupa, Car Free Day di kota Bandung berlangsung setiap minggu. Setelah ruas Jalan Dago dinilai berhasil, program tersebut diperluas ke Jalan Merdeka.

Jalan tertutup bagi kendaraan bermotor

Di pinggiran badan Jalan Merdeka, telah disediakan pula jalur khusus pengendara sepeda yang bisa digunakan sehari-hari di luar waktu Car Free Day (CFD). Mantaabs…jempol ke atas buat pemkot Bandung yang telah menunjukkan keberpihakan kepada warganya, yang tidak turut membuat udara makin kotor, dengan memfasilitasi para pesepeda berupa jalur khusus ini, meskipun baru sebatas di Jalan Merdeka ini, belum tersambung ke jalan-jalan lain. Namun ini merupakan terobosan yang luar biasa, mengingat Jalan Merdeka adalah jalan protokol yang di hari-hari biasa cukup padat dengan kendaraan bermotor.

Di hari Minggu jalan ini menjadi area khusus pejalan kaki dan pesepeda….asyiik punya! Sementara di sebelah kiri terlihat jalur khusus sepeda.

Jalan yang sedang bebas kendaraan bermotor ini bukan saja dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berolahraga dan bersepeda ini, namun ternyata juga diwarnai oleh pertunjukan musik yang diselenggarakan di depan pusat perbelanjaan terkenal di Bandung, Bandung Indah Plaza atau yang lebih kesohor dengan nama BIP.

Panggung musik untuk menghibur masyarakat yang sedang berolahraga pagi

Terasa sekali warga kota Bandung menikmati hari liburnya, mereka berolahraga atau sekedar jalan-jalan, dan banyak yang sambil membawa segenap anggota keluarga.

Suasana di halaman sebuah bank di Jalan Merdeka

Di ujung Jalan Merdeka, adalah perempatan yang merupakan pertemuan Jalan Dago dan Jalan RE Martadinata (lebih dikenal dengan Jalan Riau). Selepas Jalan Merdeka ini, kami mulai memasuki ruas Jalan Dago yang masih boleh dimasuki kendaraan bermotor hingga bertemu dengan Jalan Cikapayang. Nah, mulai dari perempatan Cikapayang kembali jalan ditutup bagi kendaraan bermotor, dan dari titik sini suasana CFD khas kota Bandung benar-benar terasa. Berbagai macam komunitas, kelompok di masyarakat tumpah ruah di kawasan ini. Mulai dari yang berjalan kaki, yang membawa sepeda dari rumah, hingga yang ke sananya menggunakan kendaraan bermotor namun diparkir di suatu tempat. Benar-benar ramai, seru dan terasa itu merupakan sebuah pesta rakyat.

Menurut penilaian saya, Car Free Day di Bandung meskipun idenya meniru program serupa di Ibukota, memiliki kekhasan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain. Benar-benar keren, unik dan seru! Membuat kita benar-benar “excited”!

Kalau dipikir-pikir, penyebabnya adalah…warga kota Bandung yang sangat kreatif dan “nyeni”, didukung oleh kondisi masyarakat yang multikultur serta adanya anak-anak muda dengan berbagai latar belakang budaya dan tradisi dari seluruh pelosok Indonesia, yang sedang menimba ilmu di kota ini.

Sebagai kota seni dan budaya, kota pelajar, kota wisata, kota mode, dan kota pusat belanja serta tentunya kota kuliner, Bandung menjadi habitat yang amat kondusif bagi tumbuhnya industri kreatif. Lihat saja, usaha distro-distro/factory outlet, berbagai rumah makan dengan hidangan yang enak-enak dan unik-unik, butik hotel yang menarik dan sangat khas, serta usaha-usaha lain yang berhubungan dengan kreativitas, bisa dengan mudah kita temukan. Bukti lain adalah banyaknya kelompok musik dan seni yang lahir di kota Bandung, bahkan hingga pelawak/komedian pun banyak yang berasal dari kota di dataran tinggi Parahyangan ini.
Tidak salah kalau Bandung memiliki motto “Bandung Emerging Creative City“ karena kreativitas warganya. Dan kesemuanya ini menjadi magnet yang kuat bagi pengunjung dari kota-kota lain untuk datang.

Di sepanjang jalan Dago yang merupakan area CFD ini, kita bisa menemukan dan menyaksikan berbagai macam stand dan kelompok musik yang menghibur pengunjung dan memeriahkan suasana, termasuk radio-radio swasta yang mengadakan siaran langsung dari kawasan ini dengan “studio mobil”-nya mereka. Juga ada pertunjukan teater dan seni lain yang membuat kita terhibur dan bertambah wawasan.
Dengan didukung udara pagi Bandung yang sejuk dan nyaman untuk para pendatang (Orang yang biasa tinggal di kawasan Jabodetabek akan sangat merasakan. Yakin deh!), kita akan merasakan kesegaran suasana dan kegembiraan hati di sini. Cocok bagi kita yang sehari-hari sibuk dan stress di tempat pekerjaan atau sekolah/kampus kita.

Di area CFD Dago ini, memang kita akan merasa kurang nyaman untuk menggowes sepeda, saking padatnya orang-orang yang memenuhi badan jalan. Namun dengan banyaknya pemandangan dan hiburan yang ada di sana, kita tetap akan merasa puas. Di beberapa sudut, komunitas-komunitas pesepeda berkumpul dan melakukan rendevouz. Dari lokasi ini, para pesepeda serius bisa melanjutkan ke tempat lain, misalnya menggowes naik ke arah Dago Pakar, di utara kota Bandung.

Yang membuat saya salut, warga dan pemerintah kota Bandung sudah berhasil menciptakan kondisi bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle) kota. Seperti tadi saya ceritakan, di seluruh penjuru kota pada hari Minggu banyak sepeda berseliweran dengan pengendaranya dari segala umur dan jenis kelamin. Lalu kalau tidak salah, ada dua hari dalam seminggu di mana Gerakan Bersepeda ke Tempat Kerja digalakkan dan diserukan kepada semua pegawai instansi pemerintah maupun karyawan perusahaan swasta. Di kawasan Dago ini pun, saya melihat sebuah pusat perbelanjaan yang terbilang elit, dengan pede-nya menyediakan tempat parkir sepeda di halaman depannya persis, terlihat dari jalan. Menjadikan sepeda dan pengendaranya naik status sosial. Luar biasa, bukan?

Bahkan sebuah pusat perbelanjaan elit pun sengaja menyediakan fasilitas tempat parkir bagi sepeda.

Kebetulan hari itu juga, berlokasi di salah satu sudut perempatan Cikapayang, sedang ada acara anjangsana dari wakil walikota Bandung “Kang” Ayi dengan masyarakat Bandung. Rupanya, Kang Ayi ini pun seorang biker, yang pada setiap hari Minggu bisa kita temui di jalanan kota Bandung. Pantesan…Bandung begitu serunya dengan sepeda.

Program CFD merupakan bagian dari rangkaian program kerja pemkot Bandung dalam mengurangi polusi udara dan menciptakan ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat luas dalam suasana nyaman, aman dan sehat. Lihat saja baliho di belakang panggung nu aya gambar Kang Ayi! Slogan “BANDUNG CLEAN AIR & BLUE SKY” tertulis besar-besar. Wah, …ini harus benar-benar kita dukung!

Anjangsana Wakil Walikota dengan warga Bandung

Pentas musik dan seni di berbagai tempat bisa kita saksikan di sini

Berbagai komunitas sepeda datang ke area Bandung CFD (Teman-teman Ibote pasti ikut yang bawah ya…hehehe…)

Minggu pagi yang menjadi ajang silaturahim dengan teman-teman maupun handai taulan, di tengah jalan pula. Suatu hal yang tidak mungkin dilakukan di hari biasa.

Ajang unjuk diri para mahasiswa jurusan seni

Sebuah bank swasta memanfaatkan event mingguan ini untuk menjaring nasabah baru

Kegiatan sosial di tengah-tengah keramaian

Keramaian di pertigaan Dago-Ganesha

Jika kita dari Jalan Dago berbelok kiri masuk ke Jalan Ganesha ini, kira-kira dalam seratus meter kita bisa melihat sebuah kompleks bangunan megah antik dengan seni arsitektur yang amat tinggi, dengan atap-atap yang berbentuk sangat khas, yang bernama nama Atap Julang Ngapak. Ya…di sanalah terdapat kampus tempat presiden pertama kita Ir. Sukarno menimba ilmu, yaitu kampus ITB. Kita boleh kok sekedar jalan-jalan masuk ke dalamnya dan berfoto-foto di sana!

Perkumpulan penggemar sepeda onthel berkumpul di sini

Aneka jajanan untuk sarapan atau sekedar penghilang dahaga, bisa kita dapatkan di sini, di halaman sebuah FO yang belum buka.

Para penggemar fotografi akan menemukan surganya di sini

Bandung memang kotanya kembang. Lihat saja banyak sekali kembangnya! Ibu-ibu, perhatikan Bapaknya kalau jalan-jalan di sini. Jangan dilepas jauh-jauh…:)

Mojang-mojang Parahyangan anu gareulis yang bisa membuat Bapak-bapak terasa muda kembali.

Peranan pihak swasta pun dalam progam CFD ini sangat besar, contohnya seperti pom bensin berbendera Malaysia ini. Areanya direlakan untuk ajang pertunjukan ketangkasan bersepeda. (Lagian siapa yang mau beli bahan bakar, kendaraannya masih dilarang masuk!…hehehe)

Pom bensin yang berubah menjadi arena ketangkasan bersepeda

Kampanye untuk Sungai Cikapundung (sungai terbesar yang melalui jantung kota Bandung) yang lebih baik

Pak Guru Umar Bakri pun ikut sepedaan di Dago

Si Cepot ikut menyapa pengunjung area CFD (“Sayah nyapa anda baraya-baraya jalma Jakarta, jangan kamana-mana ya!”)

Begitulah, begitu unik, nyeni dan sangat meriahnya suasana CFD di kota Bandung, dan ini berlangsung setiap minggu! CFD yang menjadi sebuah event sosial, olahraga, seni dan budaya berdaya tarik tinggi bagi para pengunjung kota ini. Tentunya hal ini amat positif bagi pengembangan pariwisata di Kota Lautan Api ini.

Kalau anda sekeluarga jalan-jalan ke Bandung, dan ada kesempatan untuk menginap, coba luangkan waktu pagi-pagi di hari Minggu pergi ke kawasan CFD ini. Olahraga jogging bisa di Sabuga atau sepedaan dari rumah atau tempat anda menginap…lalu lanjutkan dengan sightseeing di kawasan CFD ini. Nggak akan nyesel deh!

Atau kapan-kapan BeBlog kopdar di Bandung?

Salam,
Ceppi

Setahun Be-Blog, Setahun Semangat Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 2010 ini tepat setahun usia Be-Blog. Jika diibaratkan sebagai seorang manusia, maka Be-Blog adalah seorang bayi yang baru saja belajar berjalan, tertatih-tatih dan kadang terjatuh. Masih hangat dalam ingatan saya ketika kami (saya, Yulyanto, Wijaya Kusumah, Rawi Wahyudiono dan Irfan Zj) bertemu di rest area KM-19 untuk membicarakan embrio Komunitas Blogger Bekasi dan urunan untuk membeli domain dan menyewa hosting yang akan dijadikan tempat nongkrong blogger Bekasi di ranah maya.

Dari KM-19 pula dilakukan pembagian tugas kepengurusan sesuai kompetensi masing-masing, dimana saya kemudian dipercaya sebagai ketua, Wijaya Kusumah sebagai penasehat, Yulyanto Sebagai Sekretais, Rawi Wahyudiono sebagai Humas dan Irfan sebagai Admin. Tidak lupa pula kami mengontak Eko Sutrisno dan Amril Taufiq Gobel, yang awalnya akan datang ke pertemuan tapi kemudian berhalangan, untuk menjadi pengurus. Eko Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai Komisaris di Blogger Cikarang didapuk sebagai wakil ketua dan Amril Taufiq Gobel sebagai penasehat mendampingi Wijaya Kusumah alias Om Jay.

Setelah ada kepengurusan dan semua persiapan tuntas dilakukan, maka Komunitas Blogger Bekasi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2009  dalam suatu acara sederhana di Food Court Center Bekasi Cyber Park (BCP). Hadir antara lain saya dan keluarga, Eko Sutrisno dan putranya, Amril Taufik Gobel dan putranya, Om Jay, Yulyanto dan putranya, Abi Hasantoso dan putranya. Sementara Rawi Wahyudiono dan Irfan Zj berhalangan hadir. Sebagai tampilan awal situs Be-Blog adalah themes dua kolom bertema merah putih yang mencerminkan semangat kemerdekaan. Adapun tagline yang disepakati adalah “Menembus Tapal Batas”, suatu tagline visioner yang mencerminkan keinginan para blogger Bekasi untuk go internasional, melepaskan diri dari segala sekat yang ada disekelilingnya.

Launching internal Komunitas Blogger Bekasi, 17 Agustus 2009

Setelah acara peluncuran Be-Blog di dunia maya, yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir, berbagai pertemuan pun kemudian digelar, termasuk buka puasa bersama, untuk mempersiapkan acara pengenalan Be-Blog ke masyarakat luas. Disini kemudian bergabung teman-teman blogger Bekasi lainnya dalam kepanitiaan seperti Syaifudin Sayuti, Ajengkol, Dodi Mulyana, Ratu Sya, Devy, Nini, Rizky,Yolanda dan Masim Sugianto yang bersama-sama berupaya menyukseskan acara pengenalan Be-Blog.

Buka Puasa Bersama 12 September 2009
Dari kiri: Marsekal Muda (Purn) Prayitno Ramelan, Marsekal (Purn) Chappy Hakim (Mantan KSAU), Walikota Bekasi Mochtar Mohammad dan Ketua BeBlog Aris Heru Utomo saat grand launching beBlog 17 Oktober 2009

Dengan semangat kerjasama dan kebersamaan yang tinggi, acara pengenalanan Be-Blog ke masyarakat luas berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2009 di teras BCP. Acara berlangsung dengan sangat sukses. Sekitar 150 blogger dari Bekasi dan wakil komunitas blogger dari berbagai daerah hadir dalam acara ini. Hadir pula blogger dan penulis kondang seperti Chappy Hakim (Mantan KSAU), Taufik Miharja dan Pepih Nugraha (Kompas.com), Budi Putra (Country Manager Yahoo),  Antyo Rentjoko, Prayitno Ramelan dan Linda Djalil (Kompasiana). Dan yang tidak kalah dahsyatnya adalah kehadiran Walikota Bekasi Mochtar Mohammad, yang tidak hanya hadir tetapi juga memberikan hadiah uang tunai untuk lomba menulis dan foto yang diselenggarakan Be-Blog.

Penandatanganan MOU Telkom - BeBlog

Sejak acara tersebut berbagai kegiatan pun terus dilakukan dengan penuh semangat antara lain dua kali pelatihan ngeblog atau blogshop di STMIK Bani Saleh dan Unisma serta ditandatanganinya MOU dengan Telkom yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Be-Blog.

Puncak pencapaian kegiatan Be-Blog pada tahun pertama ini adalah gelaran Amprokan Blogger 2010 yang layak dibanggakan. Kegiatan ini dapat dikatakan merupakan pertemuan blogger terbesar di Indonesia yang dielenggarakan suatu komunitas blogger karena dihadiri sekitar 300 orang blogger dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Selama dua hari blogger yang hadir dimanjakan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pemahaman mereka tentang Bekasi dan pengelolaan lingkungan serta e-governance.

Panitia Amprokan Blogger 2010

Ya selama dua hari para blogger diajak melihat beberapa sudut kota dan kabupaten Bekasi seperti Bantar Gebang dan kawasan Jababeka serta berdiskus dengan Budi Putra, Nukman Lutfie dan wakil Pemkab Sragen menyangkut e-governance. Semuanya diikuti para blogger tanpa dipungut biaya apapun alias gratis, bahkan blogger dari luar Bekasi mendapatkan penginapan dan penggantian uang transportasi.  Dari Amprokan Blogger ini muncul nama-nama baru di kepanitiaan seperti  Komar Ibnu Mikam, Anggi Kusumah, Harun Al Rasyid, Mira Ayank, Irma Senja, Mila, Yulef dan Ibnu Susilo.

Sosialisasi ASEAN bersama Komunitas Blogger Bekasi

Kegiatan berikutnya yang juga layak dicatat tebal adalah keberhasilan merespon tawaran Kementerian Luar Negeri RI dalam menyelenggarakan seminar mengenai ASEAN. Selain sukses dalam hal penyelenggaraan, kegiatan ini juga sukses secara substansi dimana Be-Blog ikut menggulirkan gagasan pembentukan Komunitas Blogger ASEAN.

Selain acara-acara diatas yang terkesan serius,  sebenarnya BeBlog juga melakukan kegiatan yang sifatnya lebih santai seperti karaokean bersama. Setidaknya dua kali kegiatan karaokean bersama telah dilakukan dan terlihat bakat-bakat menyanyi luar biasa dari BeBloggers yang tidak kalah hebatnya dengan penyanyi sungguhan. Tidak heran jika komunitas blogger lain takut untuk menantang lomba nyanyi (lirik Dodi).

Nggak ada loe nggak Rame
Nggak ada loe nggak Rame - Dalam kegiatan agak serius pun BeBloggers tetap tersenyum manis

Segala pencapaian di atas, tanpa bermaksud menyombongkan diri, patut disyukuri bersama. Betapa pun pencapaian ini tidak terlepas dari kerja kleras dan kerjasama semua anggota Be-Blog. Namun meski berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan spektakuler di tahun pertamanya, harus diakui Be-Blog belum begitu kuat untuk mewujudkan visinya menembus tapal batas. Seperti lazimnya suatu organisasi, selalu saja terdapat dinamika internal dan tantangan yang mesti dihadapi,  yang jika tidak dikelola dengan hati-hati bisa memunculkan kesalahpahaman.

Tantangan utamanya adalah bagaimana memelihara semangat dan sense of belonging anggota komunitas agar berbagai program kegiatan yang direncanakan Be-Blog dapat diimplementasikan secara dinamis, baik online maupun offline. Beragamnya latar belakang pendidikan dan pekerjaan anggota Be-Blog , seperti murid SMU, Mahasiswa, Pegawai, Pengusaha, ibu rumah tangga dan sebagainya,  menjadikan beragam pula sikap dan perilaku dalam merespon permasalahan yang mengemuka.

Tingginya kesibukan dan urusan personal para pengurus Be-Blog dan anggotanya mengakibatkan tingginya frekuensi keluar masuk personil dalam setiap kegiatan komunitas. Saya sendiri pernah sekali absen ketika penyelenggaraan blogshop di STMIK Bani Saleh bulan Nopember 2009, saat itu selama sebulan saya mendapat penugasan kantor ke Belanda.

Kondisi fisik pun bisa menjadi masalah ketika banyak anggota jatuh sakit bersamaan waktunya dengan persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Karenanya kita selalu mendoakan agar kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Seperti kata pepatah:  mensana in corpora sano (di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat).  Dan keberhasilan kegiatan komunitas akan dapat diraih tergantung pada komitmen dan kesiapan para anggotanya untuk dapat saling berbagi dan bekerjasama serta tentu saja berkat badan yang sehat.

Akhirnya sebagai ketua Be-Blog tentu saja  saya berharap agar semangat tinggi untuk saling berbagi dan bekerjasama yang telah ada selama ini kiranya dapat dipupuk, dipelihara dan ditumbuhkembangkan untuk kepentingan bersama. Be-Blog bukanlah milik saya atau pengurus lainnya, tapi milik bersama para blogger Bekasi yang dikelola secara gotong royong. Maju mundurnya komunitas berada di tangan kita semua blogger Bekasi dan teman-teman be-Blog. Untuk itu ramaikan aktifitas komunitas dengan postingan yang bermanfaat tentang Bekasi ataupun berbagai isu lainnya serta melakukan kegiatan offline lainnya. Kita jadikan bloggerbekasi.com sebagai landmark Bekasi di dunia maya dan wadah berkumpulnya blogger Bekasi  dan teman-temannya di dunia nyata.

Setahun usia Be-Blog, setahun pula kebersamaan kita lalui dengan dinamikanya. Saat ini saya dan beberapa teman yang menjalankan kepengurusan Be-Blog, ke depan giliran anda. Untuk itu, tanpa kerjasama dan semangat berbagi, tujuan bersama untuk dapat menembus tapal batas lewat blog mustahil tercapai. Tanpa kerjasama dan semangat berbagi, Be-Blog akan tetap berada di landasan ketika berbagai komunitas lainnya justru telah terbang tinggi.

Salam Be-Blog dan selamat milad pertama, sukses selalu unuk kita semua. Merdeka !!!

Posting terkait:

Satu Tahun Blogger Bekasi: Sebuah Mimpi Yang Menjadi

Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Penuhi Tembolok Google dengan Gambar Bekasi

Pernahkan anda menggunakan mesin pencari Google untuk mencari  artikel atau gambar di internet? Jangan ngaku blogger atau onliner deh jika anda menjawab tidak. Saya yakin anda sering memanfaatkan jasa baik paman Google untuk mencari halaman situs atau gambar yang diinginkan dengan berbagai macam bahasa.

Untuk mencari data atau informasi di internet, pengguna cukup mengetikkan satu kata kunci dan mesin pencari Google akan melacaknya sesuai kata kunci terebut  serta menampilkannya dalam waktu tidak terlalu lama. Sebagai contoh, jika kita ingin mencari gambar tentang Bekasi dan memasukkan “Bekasi” sebagai kata kuncinya, maka dalam beberapa detik muncul sekitar 97.500 gambar yang memakai nama Bekasi, sementara untuk website terdapat 4.190.000 entry. Semakin dekat suatu artikel atau nama file suatu gambar dengan kata kunci yang digunakan dan semakin sering diklik dan ditautkan, maka artikel atau gambar tersebut akan muncul di halaman depan Google.

Nach terkait dengan pencarian gambar dengan kata kunci Bekasi ada satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Coba anda iseng-iseng cari gambar di mesin pencari Google dengan kata kunci “Bekasi”, apa yang anda dapatkan?

Di halaman pertama anda akan lihat ada sekitar gambar yang menggunakan nama file Bekasi. Pada urutan pertama adalah logo kota Bekai (nama file: logo-bekasi.jpg), disusul gambar seorang wanita pegawai negeri di Bekasi sedang berfose seronok (bekasi-pns.jpg), iklan sebuah minuman penyegar (landmark-bekasi1.jpg), sampah di terminal Bekasi (terminal-bekasi-1.jpg) dan seterusnya.

Dari ke-13 gambar tentang Bekasi pada halaman pertama Google, maka gambar kedua yang memilki nama file bekasi-pns.jpg adalah gambar yang mungkin menyita perhatian, khususnya para pria. Karenanya tidak dapat disalahkan jika gambar semacam ini selalu muncul di halaman pertama Google. Tapi dari segi pencitraan tentang Bekasi, apakah gambar semacam ini layak tampil di halaman depan?

Beragam jawaban bisa dikemukakan mengenai hal ini, meski banyak pula yang kemungkinan tidak akan mempedulikannya, termasuk pejabat-pejabat terkait di pemerintahan kota dan kabupaten Bekasi. Karenanya saya pun tidak ingin memperdebatkannya. Hanya saja sebagai blogger Bekasi , saya ingin sedikit memberikan kontribusi bagi Bekasi yang saya tinggali ini dengan mencoba memberikan alternatif pilihan tentang gambar-gambar Bekasi.

Caranya sederhana saja, setiap kali mengupload tulisan di bloggerbekasi.com, maka nama file gambar yang saya upload saya beri nama Bekasi dengan berbagai variannya seperti bekasi-kota.jpg, bekasi-tugu.jpg. jalan-jalan-bekasi.jpg, makanan-bekasi.jpg, rambu-bekasi.jpg dan sebagainya (untuk postingan ini nama file untuk gambar yang saya sertakan adalah blogger-bekasi-mereka.jpg) . Pokoknya ada kata Bekasi dalam gambar yang saya upload.

Kalau saya sendiri yang melakukannya, tentu saja tidak akan terlalu signifikan untuk menambah jumlah gambar tentang Bekasi, tapi kalau kalau teman-teman blogger Bekasi mengikuti apa yang saya lakukan, mudah-mudahan di masa depan akan semakin banyak gambar-gambar tentang Bekasi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan tembus di atas ratusan ribu dalam waktu tidak terlalu lama.

Untuk itu, dengan semangat kemerdekaan saya mengajak teman-teman semua, agar saat memposting artikel di bloggerbekasi.com atau di blog masing-masing, jangan lupa merubah nama file gambar yang akan diupload dengan memberikan kata Bekasi di dalamnya.

Salam Semangat Kemerdekaan dari be-blog. Merdeka !!!