#NgabuburITBKS Hangat dan Narsis

“Tanggal berapa ulang tahun beblog, apa nama website beblog dan aku twitter beblog?”

Tiga pertnyaan untuk sebuah hadiah itu ternyata dijawab beberapa peserta dengan salah. Mereka semua paham situs blogger bekasi maupun akun twitter blogger bekasi, tapi giliran menjawab tanggal lahir beblog, maka jawabannya salah.

“Tanggal 8 September 2012!”, jawab mereka tegas dan penontonpun menganggap itu jawaban yang benar. Padahal acara 8 September 2012 yang akan datang bersama Motivator Internasional Jamil Azzaini adalah perayaan ulang tahun BeBlog bukan tanggal ulang tahun.

Untunglah akhirnya ada yang bisa menjawab, meski malu-malu dan hadiahpun berpindah tangan ke penjawab putri anggota Akber bekasi (?) yang ternyata menyimak apa yang diucapkan di depan panggung oleh para pengisi acara.

“Tugas blogger itu, menulis, maka menulislah. Urusan yang lain serahkan pada ahlinya. Toh saya sendiri bisa mendapat uang dengan hanya menulis”, ucap seorang tokoh muda blogger yang sempat kuajak diskusi soal Amprokan Blogger 2012 ini.

Ketua Panitia ultah beblog

Kegiatan #NgabuburITBKS memang merupakan pemanasan dari panitia ulang tahun BeBlog yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2012, persis sama dengan hari lahir ketua Beblog mas Aris HU yang saat ini berada di China. Para panitia tentu sangat merasa berterima kasih pada Internet Sehat yang telah membuat acara ini bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan semua pihak, baik peserta acara maupun para sponsor.

Mas Wisnu Samikuring meskipun tidak bisa hadir, tetapi tetap menjadi langganan BeBlog untuk masalah Sponsor. Begitu juga Kang Harun yang sibuk keliling Bekasi juga tidak bisa hadir, tapi tetap menyempatkan memberikan hadiah untuk para pemenang lomba.

Kalaulah ada yang kurang adalah kehadiran beberapa blogger senior yang ingin kuajak ngobrol tetapi ternyata tidak terlihat di acara #NgabuburITBKS. Jagoan Bekut Bang Komar tidak terlihat di kursi peserta, begitu juga teman sehidup seCIKARANG, mas Amril juga tidak terlihat.

Yang bikin senang adalah kehadiran mas Vavai dan Mas Irfan, dua admin beBlog ini jarang ketemu bareng dalam sebauah acara dan di acara ini mereka bisa kumpul berdua. Apalagi mbak Ajeng juga ikut gabung di acara ini sebagai pemateri, rasanya kopdar ini jadi terasa istimewa.

Sebagian panitia ultah beblog

Banyak juga blogger yang kukenal lewat dunia maya dan hari ini bisa bertemu langsung berjabat erat dengan mereka, meskipun tidak semua tamu bisa kusalami, tapi sebagai awal pertemanan tentu sudah lumayan. Terima kasih pada semua peserta maupun pemateri acara ini, buat panitia tentu sebuah prestasi tersendiri. Maklum di tengah kesibukan sebagai emak-emak di rumah maupun emak di blogger dan ditambah waktu persiapan yang begitu mepet ternyata mereka bisa menyelenggarkan acara ini.

Para emak itu juga sempat dibuat stress karena begitu dibuka pendaftaran langsung full. Pendaftar berikutnya langsung masuk daftar tunggu. Ini mungkin rekor tersendiri bagi acara beblog yang selama ini baru penuh di akhir pendaftaran. Untunglah mbak Ajeng bisa menggeret Kominfo untuk membuat kapasitas ruangan ditambah, sehingga bisa menerima pendaftar baru yang sudah masuk daftar tunggu.

Acarapun berlangsung seru karena ruangan memang didisain untuk bisa santai dan berdiskusi secara terbuka. Suasana yang sempat “resmi” di awal acara akhirnya berubah menjadi suasana kopdar blogger seperti lazimnya. Penuh celetukan segar dan penuh canda tawa.

Pembagian hadiah

Yang tidak suka canda tawa dan punya hobi serius menikmati keahliannya menghisap juga tahu diri dan menyelinap ke luar ruangan sebentar untuk memastikan hisapannya tidak mengganggu teman yang lain.

Aku sendiri sempat menyelinap keluar bersama mas Vavai dan Mas Kika untuk membahas final touch penampilan website BeBlog yang baru.

“Kita sudah lihat kelebihan situs-situs yang ada di Indonesia, mulai dari Kompasiana, Detik, Politikana dll dan semua itu kita ambil baiknya dan kita jadikan sebuah wajah baru beblog yang lebih segar, lebih membuat pengunjung kepingin datang lagi”

“Kita ingin BeBlog jadi acuan dalam merujuk sebuah berita. Misalnya ingin mendengar berita tentang gadget yang menarik, orang akan mengarahkan browsernya ke blogger bekasi dulu baru ke yang lain.”

Acara ini memang istimewa, di luar ruangan maupun di dalam ruangan semuanya bisa meriah. Mereka hanya sempat duduk bersama di waktu pemutaran film, yang sebenarnya belum dirilis untuk umum. Inilah film yang membuat angan kita bisa melayang kemana-mana. Mmebuat kita ingin Indonesia yang lebih baik dan membuat kita yakin bahwa kita bisa mewujudkannya.

Saat kulihat adegan Jembatan Merah Putih, akupun langsung berucap.

“Wah aku baru saja dari sana kemarin. Hoi.. ketemu dengan teman-teman blogger Maluku yang ramah dan jauh dari kesan yang diberitakan di mass media”

bersama blogger maluku

Terima kasih sekali lagi buat mas Donny Internet Sehat dan juga mas Banyumurti ketua Relawan TIK yang telah bersusah payah mengajak timnya untuk meramaikan acara ini. Sampai ketemu di ulang tahun Beblog, 8 September 2012 bersama mas Jamil Azzaini. Acara ulang tahun itu akan bertemakan 3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan dan mas Jamil Azzaini akan mengemasnya menjadi acara yang tak terlupakan.

Tunggu juga acara Amprokan Blogger 2012 yang akan dikemas berbeda dibanding dua amprokan sebelumnya.

Salam sehati.

Narsis berjamaah

Tulisan di Blog Masuk Jurnal Ilmiah

“Mas, dua buah tulisanmu dimuat di Jurnal Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri yah”, tanya seorang rekan saya sambil menunjukkan dua buah jurnal yang terbit setiap 4 bulan sekali, dimana di kedua jurnal tersebut terdapat tulisan saya.

“Iya, benar. Tahun 2010 lalu saya memang mengirimkan dua buah tulisan ke redaksi Jurnal Luar Negeri, tapi tidak dalam waktu yang bersamaan” ujar saya. “Alhamdullilah kedua tulisan yang berjudul “Kualitas Kepemimpinan Indonesia di ASEAN” dan “Resensi 60 tahun hubungan Indonesia-Rusia”, dimuat dalam jurnal edisi Januari-April 2010 dan Mei-Agustus 2010, sementara untuk edisi September-Desember 2010 saya tidak mengirimkan”, tambah saya kemudian.

“Wah asyik dong, berarti dari 3 edisi Jurnal luar Negeri yang terbit pada tahun 2010, dua diantaranya memuat tulisanmu” tanya teman saya lebih lanjut.

“Benar sekali, dua buah tulisan saya tersebut memang berasal dari blog http://arisheruutomo.com dan http://arishu.blogspot.com. Hanya saja, sebelum mengirimkan ke redaksi Jurnal Luar Negeri, tulisan tersebut saya perbaiki sedikit agar lebih sesuai dengan bahasa jurnal” jawab saya segera.

“Terus terang saya tidak menduga kalau kedua tulisan saya dilirik oleh Redaksi Jurnal Luar Negeri. Sepengetahuan saya. jurnal yang diterbitkan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu tersebut merupakan jurnal serius yang mengupas perkembangan politik dan hubungan luar negeri RI. Biasanya pula, tulisan yang dimuat di jurnal tersebut merupakan tulisan para pakar yang sudah dipresentasikan di forum-forum seminar atau diskusi dengan audiens kelompok tertentu. Sedangkan tulisan saya di blog ringan-ringan saja dengan audiens (yaitu pengunjung blog) yang beragam”, saya mencoba memberikan penjelasan tambahan.

“Tulisan ringan saya seputar politik dan hubungan luar negeri memang sengaja dibuat ringan agar informasi yang disampaikan mudah dicerna para pembaca. Selain itu, dengan menempatkan tulisan kita di blog, kita bisa memperoleh masukan dan pertanyaan dari pengunjung, dimana semua itu bisa digunakan untuk memperkaya konten tulisan. Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa blog merupakan suatu inkubator, tempat kita mengendapkan pemikiran-pemikiran dalam suatu tulisan sebelum nantinya disempurnakan menjadi sebuah tulisan yang lebih baik langit” tambah saya lagi.

“O begitu, baru tahu kalau blog bisa jadi inkubator tulisan dan bisa menjadi semacam show room pemikiran kita. Dan saya juga baru tahu, kalau tulisan yang dipajang di blog bisa dilirik penerbit atau redaktur media. Keren banget mas” samber teman saya tersebut.

“Iya mas, banyak kok tulisan para blogger yang dilirik para penerbit dan redaktur media. Teman-teman saya malah ada yang sudah menerbitkan buku dari tulisan-tulisannya di blog. Ada yang menerbitkan buku cerita pendek, ada pula yang menerbitkan buku pendidikan, ya macam-macam lah”, sahut saya

“Wow makin keren donk. Kalau gitu saya mau ngeblog juga, siapa tahu bisa ngikuti jejak sampeyan dan teman-teman sampeyan yang blogger kondang itu”,

“Oke sip kalau gitu, selamat ngeblog ya dan jangan jadikan kegiatan ngeblog sebagai trend sesaat saja. Jadikan kegiatan rutin untuk mengasah pemikiran dan berlatih menulis. Saya pamit dulu ya, mau ambil honor tulisan di kantor Jurnal Luar Negeri” kata saya mengakhiri perbincangan.

“oke mas, terima kasih ya sudah berbagi pengalaman”

“sama-sama”

Narsis via 4Square

Kalau ada yang suka dengan Koprol, mungkin akan tertarik juga dengan layanan Social Network berbasis lokasi ini, FourSquare (4Sq). Bisa juga terjadi sebaliknya, bagi penggemar 4Sq dapat mencoba menjadi anggota komunitas Koprol. Layanan yang diajukan oleh 4Sq memang cukup menarik, apalagi kalau kita sudah merasa bosan dengan PLURK atau bila kita ingin mengembangkan “kicauan” twitter + “status” Fisbuk kita, maka 4Sq menjadi sesuatu yang pantas dicoba.

Layanan 4Sq ini memang seperti juga Social Network (SN) lainnya, dapat langsung terintegrasi dengan Twitter dan Facebook. Untuk menjadi pengguna 4Sq, maka bisa dilakukan via PC maupun langsung ke ponsel, namun saat pengisian “shout out” ataupun saat proses “check in”, maka hanya bisa dilakukan via ponsel.

Meskipun ponsel kita tidak dilengkapi dengan GPS, tetapi layanan 4Sq mampu mendeteksi tempat kita berada dengan memanfaatkan fasilitas GPS dari penyedia layanan ponsel kita. Hasilnya tentu tidak tepat benar, tetapi cukup mewakili posisi kita saat itu.

Yang membuat layanan ini menarik adalah fasilitas nilai/skor yang didapat setiap kita melakukan check in di suatu tempat. Makin sering kita melakukan check in di suatu tempat, maka makin besar kemungkinan untuk menjadi “MAYOR” atau boleh dibilang “PENGUASA” tempat kita check in tersebut.

Pengguna 4Sq yang menjadi Mayor di beberapa tempat akan mendapat sebuah badge “Super Mayor”, sedangkan bagi mereka yang sering bepergian naik kapal laut, maka 4Sq juga menyiapkan badge untuk para pelancong ini.

Sedangkan untuk mereka yang sering bepergian dengan pesawat terbang, disediakan juga badge yang lain.

Layanan ini makin menarik, karena skor yang kita capai dapat dibandingkan dengan nilai yang didapat oleh teman kita. Misalnya seperti yang ditampilkan dalam leaderboard di bawah ini.

Terlihat bahwa eko s melakukan 70 kali check in dan mempunyai nilai 861 poin, sedangkan eko e dengan jumlah check in yang sama hanya mendapat nilai 789 poin.

Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Ada nilai khusus untuk pembuat VENUE, yaitu sebesar 5 poin
  2. Ada nilai khusus untuk check in di suatu tempat yang belum pernah didatangi, yaitu sebesar 5 poin.
  3. Ada pertambahan nilai bagi yang sering check in, misalnya  check in yang pertama akan mendapat poin 1, sedangkan check in yang ke sepuluh akan mendapat nilai 10.

Sebagai contoh pada saat check in yang ke sepuluh kita membuat VENUE baru, misalnya SENISONO LAMA, maka kita akan mendapat nilai sebesar 10 + 5 + 5 atau 20 poin. Nilai 10 (sepuluh) didapat dari nilai check in yang ke sepuluh, nilai 5 ( lima) dari VENUE baru dan nilai 5 (lima) lagi dari pertama kali kita check in ke VENUE baru tersebut.

Layanan 4Sq akhirnya menarik minat juga bagi mereka yang mempunyai bisnis yang berdekatan dengan hobi para pelancong, misalnya bisnis resto, hotel atau tempat wisata. Kita bisa membuat VENUE tentang bisnis kita dan tunggu sampai ada yang check in di VENUE buatan kita tersebut.

Apakah layanan ini menarik atau tidak, semua terserah anda. Mari kita berbagi tips untuk layanan ini. Silahkan isi di kolom komentar dan berbagi amal dengan pembaca yang lain.