Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan

peraudaraanindexDi beberapa daerah yang tingkat pendidikannya cukup tinggi, kesadaran untuk membentuk komunitas cukup tinggi. Sebut saja Yogyakarta, komunitas sosialnya cukup tinggi. Dari sekian komunitas yang ada, satu diantaranya dikenal komunitas pecinta buku-buku tua. Komunitas ini memiliki informasi buku-buku tua lengkap dengan harganya. Biasanya komunitas ini menjadi refrensi untuk riset sejarah atau riset literatur klasik.

Itu satu potret komunitas sosial yang tumbuh dan berkembang di daerah lain. Di Bekasi sendiri kesadaran untuk menghimpun diri dalam komunitas sosial ini cukup tinggi. Dalam Amprokan Komunitas Bekasi Sabtu lalu, saya melihat cukup besar perkembangannya.

Ini kabar gembira sekaligus harapan besar untuk pembangunan Kota Bekasi kedepan. Mengapa kabar gembira? Karena pada dasarnya keberadaaan komunitas-komunitas ini adalah bentuk kebangkitan modal sosial yang konon katanya mulai luntur di negeri ini. Modal sosial atau sivil society ini menjadi penting dalam membangun kota yang kita cintai ini. Continue reading Amprokan Komunitas Bekasi: Kebersamaan Untuk Kemajuan

Pesta itu sudah usai, mari tengok yang tidak bisa pesta

Blogger Bekasi sudah menyandang predikat sebagai komunitas blogger yang layak dihargai. Sebuah award bergengsi telah disandangnya dari ajang pesta blogger 2010. Tahun depan, mungkin gantian Amprokan Blogger 2011 akan memberi penghargaan pada komunitas lain yang dianggap layak menyandang gelar sebagai komunitas blogger terbaik di Indonesia, tentu denga kriteria yang berbeda.

Gelar ini makin lengkap karena beberapa blogger yang ada di Bekasi juga mendapat nominasi sebagai blogger yang dianggap punya prestasi di bidangnya masing-masing. Belum lagi stand blogger bekasi yang selalu hiruk pikuk dengan tamu bahkan masih tetap hiruk pikuk saat tamunya sudah pergi.

Tahun ini memang adalah tahunnya BeBlog (blogger Bekasi). Setelah sukses menggelar acara Amprokan Blogger, lengkap dengan acara lomba menulis dengan hadiah yang terbesar sepanjang tahun ini (CMIIW), Beblog juga sukses menelorkan beberapa kegiatan yang mengundang decak kagum komunitas blogger lainnya.

Di luar segala kegiatan internal maupun eksternal yang dilakukan BeBlog, mereka juga sangat peduli dengan kegiatan komunitas blogger lainnya. Hampir selalu ada wakil yang dikirim beBlog jika komunitas blogger di kota lain mengadakan acara dan mengundang BeBlog. Entah itu di Surabaya (mas Irfan yang berangkat), atau di Solo (rombongan Ibote yang dikawal oleh pejabat teras BeBlog, mulai dari Ketua, Wakil Ketua lengkap dengan keluarganya dan Bendahara BeBlog) ataupun di Depok (dihadiri oleh rombongan Ibote, Srikandi BeBlog dan dikawal oleh Wakil Ketua serta Sekretaris Umum BeBlog).

Semua hal itu menjadikan BeBlog sebagai komunitas yang mudah akrab dan diakrabi oleh komunitas lainnya. Lihat saja ketika mesin beBlog digerakkan, maka Mas Amril yang dijagokan BeBlogpun tampil sebagai Blogger Favorit tingkat internasional.

Wajar kalau saat ini BeBlog merasa layak untuk berpesta. Wajar kalau wajah sumringah muncul dimana saja. Wajar juga kalau ada yang terkena euforia dan memakai kaos yang dipajang untuk tanda tangan sebagai kaos untuk mejeng di depan camera.

Seharian, selama pesta blogger berlangsung, para beBlogers berpesta dengan lagak ragam masing-masing. Sementara itu aku sendiri harap-harap cemas menunggu pengumuman pemenang blog wirausaha terbaik tahun ini. Blog Mie Sehati masuk nominasi 3 besar dalam kategori blog wirausaha dan aku punya harapan besar untuk memenangkan lomba ini.

“Juaranya bukan kita mas. Aku sudah dapat bocorannya”

“O…iya ya? Tak pikir yang menang kalau tidak Mie Sehati ya blognya pak Rawi”

Ternyata benar bocoran yang kuterima dari pak Rawi. Aku jadi sadar bahwa pagi tadi aku sudah disalami oleh sang pemenang. Rupanya itu adalah salaman sebagai pertanda kemenangan bukan di tanganku.

Aku tentu kecewa dengan hasil ini, karena aku punya angan-angan untuk menyumbangkan hasil kemenanganku ini ke ACT untuk diteruskan ke korban bencana alam di Indonesia yang beritanya setiap hari tambah memilukan saja.

Untung aku kemudian sadar bahwa ini adalah keputusan terbaik dari Tuhan. Kuyakinkan diriku bahwa ini adalah kondisi terbaik buat blog Mie Sehati, buat diriku dan buat lingkunganku. AKupun menyadari bahwa blog Mie Sehati masih memerlukan penanganan yang lebih serius, baik di bidang tampilannya, “content”-nya maupun kegiatan-kegiatannya.

Beberapa hari lalu aku juga sudah singgah ke blog sang pemenang dan di blog itu aku menulis kalau blog sang pemenang memang layak menang karea isinya memang bagus.

Tidak jadi menang lomba tidak menyurutkan niatku untuk mengajak teman-teman untuk berpaling sebentar ke Merapi, Wasior maupun Mentawai. Betapa sulitnya mereka di lokasi bencana. Kapal yang mau menuju ke Mentawai untuk membantu korban disana malah terbalik sebelum sampai tujuan. Beberapa helikopter juga tidak bisa maksimal melakukan bantuan ke Mentawai.

Kondisi di Wasior juga tidak kalah susahnya. Lokasi yang begitu jauh dari keramaian membuat bantuan sangat sulit masuk ke lokasi bencana. Bahkan di Merapi yang lokasinya sangat dekat juga masih banyak kendalanya. Masker maupun obat tetes mata langka di pasaran, meskipun ada beberapa penjual masker dadakan yang kemudian mendapat untung dadakan karena bencana ini, namun pada umumnya para korban bencana di Merapi sangat rawan sakit pernafasan dan penglihatan.

Semoga selepas pesta ini para blogger mau melanjutkan pestanya di lokasi bencana. Mau Pesta Blogger di Merapi? Silahkan. Mau di tempat lain juga silahkan. Semua itu adalah hak kita. Tinggal bagaimana kita bisa memilih tindakan etrbaik untuk lingkungan kita, itulah yang paling utama.

Mari peduli sesama.

Saat ini sudah banyak badan sosial yang masuk ke Merapi dan beberapa relawan “dadakan” sudah menghentikan aksi mereka agar proses pertolongan pada korban lebih tertata rapi dan terkoordinir dengan baik.

Salah satu status dari relawan yang langsung terjun ke lapangan terbaca seperti ini :

SAYA TIDAK MENYANGKA.. dgn hanya mengandalkan fesbuk, Twitter, Blackberry dan Nama Baik, kami tim KDCorp bisa mengumpulkan dana Rp. 84.512.400 dan beberapa bahan makanan untuk Merapi dalam waktu 4 hari. mungkin masih jauuuh dr kebutuhan, tapi paling tidak kami bisa melakukan langkah kecil untuk menyampaikan amanah rekan2 semua…

Kini saatnya tim berpengalaman masuk ke lokasi bencana. para korban tidak butuh isak tangis kita di depan mereka. Para korban lebih membutuhkan bantuan yang terkoordinir dan merata di semua lokasi dan di semua titik waktu.

Kubaca melalui beberapa kotak yang masuk ke ponselku, gerakan dari Tim DERU (Disaster Response Unit) yang sudah mulai aktif masuk ke semua lokasi bencana, baik di Mentawai, Wasior maupun di Merapi. Semoga mereka mampu membantu semua korban bencana dengan baik. Kepada para partai yang ada di lokasi bencana, sebaiknya jangan memasang bendera partai mereka, marilah kita lupakan partai apa yang kita anut. Kita lakukan saja semua kegiatan ini untuk saling memudahkan urusan orang lain.

Salam Sehati.

+++

Pesta itu sudah usai, mari tengok saudara kita yang tidak bisa pesta

BeBlog Peduli Anggun Sari

Sekitar jam delapan malam, saat menuju arah rumah, sebuah panggilan telepon berbunyi tak putus-putus. Akupun menepi dan menjawab telepon itu.

“Pak Eko, aku ada undangan gratis untuk teman-teman yang ingin ikut acara milad TDA besok. Tolong dikontak teman-teman kita ya”

“Wah undangan gratis senilai 600 ribu mau dibagikan secara gratis?”, begitu ucapku dalam hati. Kalau jawabanku ke pak Ato, sang penelpon tentu lain.

“Siap pak. aku langsung kontak semua teman-teman”

Arah kendaraan kubelokkan ke warung mie SEHATI, dari sana aku kontak semua teman-teman Cikarang yang data ponselnya ada di hapeku. Dasar pecinta missedcall, ternyata gak banyak nomer hape teman-teman yang ada di ponselku.

Dari sekitar sepuluh orang lebih yang kuhubungi, kebanyakan langsung menyatakan siap berangkat. Mereka sudah sangat ingin ikut acara itu tetapi gak punya kesempatan untuk membeli tiket, jadi ini tentu kesempatan yang harus segera diraih.

Sekitar jam sembilan malam, selesailah sudah acara telpon menelpon masalah tiket ini. Aku jadi tertawa sendiri dengan kejadian ini.

“Aku sudah beli dua tiket untuk acara ini dan ternyata ada tiket gratis di malam ini”, begitu kataku pada istriku yang disambut senyum manis istriku.

“Ya ini memang bukan rejeki kita”

Yang membuat aku lebih merasa lucu lagi adalah acara telpon menelpon ini. Beberapa orang yang ketelepon rata-rata menyatakan sanggup dan bertanya berangkat darimana naik apa, begitu kata mereka.

Setelah kujawab berangkat dari Montana bersama-sama teman-teman yang sudah punya tiket, maka mereka kemudian malah mengirimkan sebuah sms yang bikin aku ketawa geli.

“Pak ternyata aku sudah punya acara besok!”

Kok ya sms dari beebrapa orang itu bisa sama ya isinya. Dari berapi-api bin menggebu-nggebu ikut tiba-tiba membatalkan keikutsertaannya karena sudah punya acara lain.

Akupun melangkah menuju mobil untuk pulang ke rumah. Meski masih geli tapi saat ini kondisiku sudah tinggal lima watt, jadi harus segera ketemu tempat peristirahatan yang cocok, malu kan kalau ketiduran di warung.

Tiba-tiba ponselku berbunyi lagi dan ada teman yang sanggup ikut acara besok, bahkan dia ingin bertemu dengan aku malam ini.

“Oke, pak Nas segera kasih tahu pak Ato bahwa mau ikut acara ini besok dan kalau mau ketemuan sama aku, tak tunggu di rumah”

“Siap pak, saya langsung ke rumah bapak”

Sampai di rumah kuhidupkan komputer sambil membaca pesan masuk di BB. Ternyata acara di Samikurimng meriah banget.

Salut buat mas Ade, poliTDA Malang dan Cikarang, yang telah berjuang begitu keras untuk mewujudkan pertemuan antara Malang, Bandung dan Cikarang Bekasi. Mungkin ada juga teman dari Surabaya dan Yogya yang hadir, tapi aku tidak tahu persis. Yang jelas pertemuan meriah itu belum selesai meskipun mereka sudah keluar dari samikuring. Masih ada pertemuan lanjutan di rumah mas Ade.

Tiba-tiba aku terkejut, kudengar lagi bunyi ponselku.

Ups… rupanya aku tertidur sambil menanti kedatangan pak Nas dan pak Nas saat ini sudah ada di depan pagar rumah menunggu pintu dibuka.

Kami ngobrol panjang lebar tentang nasib Anggun Sari yang sangat memprihatinkan. Lahir dengan kondisi yang sehat tetapi tidak mempunyai anus. Betapa susahnya keluarga Anggun mengasuh gadis kecil ini.

Pernahkah kita bayangkan bagaimana rasanya tidak punya anus dan harus BAB dari kemaluan kita?

Sungguh penderitaan yang susah dilukiskan. Dokter yang didatangi menyatakan bahwa mereka hanya mau melakukan operasi bila Anggun sudah berumur enam tahun, sehingga selama itulah Anggun harus tersiksa lahir dan batin.

Saat ini enam tahun telah berlalu dan Anggun masih juga belum dapat naik ke meja operasi. Ayah Anggun hanya seorang sopir angkat barang dan ibunya tidak bekerja, sehingga tidak terbayangkan bagi mereka darimana mereka bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi yang cukup besar dan lama ini.

Operasi akan memakan waktu sekitar 9 bulan sampai satu tahun, karena akan dilakukan secara bertahap, sesuai prosedur medis yang harus diikuti.

Pak Nas tercenung di depanku dan ingin supaya aku mengangkat cerita ini ke blog bekasi [BeBlog], siapa tahu ada yang peduli dengan nasib adik kecil kita ini. Mungkin bisa juga dibuatkan halaman khusus di fisbuk agar lebih banyak lagi yang membaca dan dengan harapan ada yang terketuk hatinya untuk membantu biaya operasi Anggun.

Dalam hati aku terenyuh mendengar cerita pak Anas ini. Aku tahu persis kehidupan pak Anas tidak berlebih-lebihan dan waktu pak Anas juga sangat terbatas untuk mengurusi hal-hal seperti ini, bahkan dia sering curhat masalah mengelola waktu, karena kesibukannya yang luar biasa di beberapa tempat yang berjauhan.

Hari ini pak Anas terlihat begitu bersemangat untuk mencari donatur, mencari dermawan untuk membantu penderitaan keluarga Anggun ini.

Semoga konser amal tanggal 25 April 2010 di Cikarang nanti sedikit banyak bisa menyisihkan sumbangan yang masuk untuk membantu adik Anggun ini.

Insya Allah pak Anas, selama tujuan kita baik dan selalu berprasangka baik pada Tuhan, maka Tuhan akan memudahkan urusan kita.

Amin.

+++

Bagi para pembaca blog ini yang ingin berpartisipasi untuk membantu meringankan biaya operasi Adik Anggun, dapat menghubungi pak Anas di nomor telepon 085959441012.

Adik Anggun saat ini tinggal di Kampung Poncol, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara Bekasi Jawa Barat.

GreenPeace salut untukmu

“Para aktifis Greenpeace, semoga kalian selalu istiqomah, aku salut sama kalian !”

Aku gak paham juga, apakah para aktifis Grenpeace paham dengan arti Istiqomah, tetapi semoga mereka menangkap makna dari Istiqomah.

Aku selalu salut dengan kiprah Greenpeace, karena aku tidak mampu untuk meniru mereka. Aku hanya supporter Greenpeace dan tidak pernah punya kemampuan maupun keberanian seperti mereka.

Supporter ID No 12568
Supporter ID No 12568

Dunia ini semakin tua dan semakin kompleks masalahnya, tentu menyakitkan melihat dunia ini makin diporak porandakan oleh para perusak lingkungan.

Dalam era ISO 14001 [lingkungan] yang makin kental ini, ternyata masih juga ada yang dipandang oleh Greenpeace sebagai tindakan yang tidak sesuai nilai-nilai prikebumian [analogi dari prikemanusiaan untuk bumi]. Masih banyak terlihat pabrik-pabrik yang tidak ramah lingkungan.

Semua ini bisa saja terjadi kerena hukum kita yang “pandai” membedakan antara pelaku yang perlu segera dihukum dan pelaku pelanggar hukum yang tidak harus segera masuk bui.

Koran Tempo hari Minggu, 29 Nop 2009, mengambil teman bedanya pelaku pencurian kakao senilai uang 2.100 [Mbok Minah] dibanding dengan pencuri uang negara sebesar 14,8 Milyar [Mardijo]. Mbok Minah harus segera dikuhum dengan hukuman penjara, sementara itu mas Mardijo cukup dihukum percobaan saja.

Wuihhh… sungguh “pintar” para penegak hukum kita ini dalam memutuskan suatu kasus hukum. Ini juga yang mungkin menyebabkan masih banyaknya pabrik yang lebih mudah bernegosiasi dengan para ahli hukum daripada dengan para ahli lingkungan.

“Rasa Keadilan Yang terluka”, begitu koran Tempo menyebutnya.

Andai saja Mandor Sutarno tidak main kuasa, mungkin kasus mbok Minah sudah selesai di tingkat lapangan. Namun kejengkelan mandor Sutarno terhadap para pencuri kakao membuatnya hilang akal sehat dan melaporkan kejadian ini ke tingkat yang lebih lanjut dan akhirnya sampai ke tingkat pengadilan.

Anda saja ada mandor-mandor Sutarno lain yang begitu ganas melihat perilaku para perusak lingkungan, alangkah indahnya dunia ini. Langit akan terlihat bersih dan daratanpun akan terlihat hijau menyejukkan.

Apakah ini mimpi?

Aku percaya ini bukan mimpi, karena kita semua akan mewujudkan impian ini agar menjadi kenyataan. Kita mulai tunjukkan pada lingkungan kita bahwa kita peduli lingkungan.

Blogger bekasi sudah peduli Aids dan tidak ada salahnya kalau Blogger Bekasi juga peduli lingkungan. Semua blogger dimanapun dia berada, apapun nama komunitasnya, akan peduli pada lingkungan dan semua ini nantinya akan membuat yan gtadinya hanya impian seseorang ini kan menjadi kenyataan dan bukan hanya sebuah mimpi.

Itulah kenyataan yang lebih indah dari mimpi.

Kenapa aku peduli dengan greenpeace?

Greenpeace adalah lembaga yang dananya berasal dari anggotanya dan tidak ada campur tangan dari institusi atau lembaga lain, sehingga campur tangan pihak tertentu bisa diminimalisasi sekecil mungkin.

Benarkah Greenpeace bisa sesuci itu?

Semoga !

[CMIIW]

Bekasi Peduli Aids, sebuah kontes SEO yang seru

Bekasi Peduli Aids
Bekasi Peduli Aids

Kontes SEO Bekasi Peduli Aids diawali ketika mbak Ajeng cerita padaku tentang serunya kontes SEO di beberapa situs.

“BeBlog perlu juga kontes SEO mas, biar terlihat gairah para blogger bekasi dalam memajukan situs Bekasi”

“Ada salah satu kontes yang hadiahnya cuma sebuah batu akik sederhana, tetapi hasilnya seru banget tuh”, begitu kira-kira yang diucapkan oleh Mbak Ajeng saat cerita tentang kontes SEO. Aku tentu saja manggut-manggut saja. Aku yang belum sempat ikut belajar SEO, tentu tidak bisa nanggapin banyak, soalnya memang gak mudeng sih.

Akhirnya kontes SEO berhadiah sederhanapun digelar oleh BeBlog. Itulah Kontes SEO Bekasi Peduli Aids.

Kubaca lagi cerita mbak Ajeng yang ternyata begitu membuat artikel langsung muncul di urutan pertama. Akupun tiba-tiba iseng ingin membuat tulisan tentang kontes ini.

Ternyata tulisanku langsung nongkrong di bawah tulisan mbak Ajeng. Wah, kok bisa ya?

Sejak itu aku coba untuk tanya secara rutin ke Om Gugel dan ternyata beberapa saat kemudian tulisanku malah muncul di atas mbak Ajeng. Wouw…kok bisa begini ya?

Jadi makin penasaran deh pingin belajar SEO. Sayang minggu lalu gagal ikut pelatihan SEO oleh Ali Akbar.

Akhirnya bener juga yang kuduga. Setelah beberapa waktu kemudian, maka yang ahli SEO asli mulai muncul dan bertengger di atasku.

Ada mas McDiN, ada mas Tedy yang nongkrong di atasku. Mereka berdua ini gantian naik turun di atasku. Apa ya dilakukan oleh mereka kok bisa naik turun?

Kayaknya perlu ada pelajaran tentang SEO deh di Blogger bekasi, biar kalau ditanya tentang SEO aku juga bisa menjawab. Sekarang ini aku sendiri gak bisa njawab kalau ditanya kenapa kok tulisan mas McDin atau Mas Tedy bisa naik turun dan bisa menggeserku. Sampai akhirnya aku tahu bahwa ada aturan dasar SEO yang harus dilakukan. Misalnya menulis judul yang memuat kata kunci (keyword), memuat kata kunci di isi artikel dan url yang mengandung kata kunci. Ternyata sederhana ya?

Atau ada teman ahli SEO yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang kontes SEO BEkasi Peduli Aids?

TDA Bekasi dan Cimarter peduli Gempa Sumbar 2009

Awalnya hanya acara HBH [halal bi halal] seperti biasanya, namun sikon yang berubah begitu cepat membuat acara ini berubah juga. Tadinya hanya sepedaan dari Montana [rumahku] menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] tempat halal bi halal MMB [mastermind bekasi]. Yah seperti acara sepedaan bulan Mei dulu

Mengingat toko Cimart baru buka gerai di ruko Anggrek, maka lokasi start kupindahkan ke toko Cimart saja, jadi bisa lebih nyaman nunggu teman-teman yang ingin sepedaan. Continue reading TDA Bekasi dan Cimarter peduli Gempa Sumbar 2009