Dari Mana Kita Menilai Manfaat Internet ?

Sejak teknologi internet mulai berkembang beberapa tahun silam khususnya di Indonesia, beragam reaksi yang terlihat di tengah masyarakat kita dalam menyikapinya. Beragamnya reaksi tersebut memunculkan beragam segmen dan cara pandang terhadap manfaat internet itu sendiri. Sehingga boleh dibilang garis besarnya memunculkan dua kutub penilaian bagi teknologi bernama internet yaitu internet negatif dan internet positif. Masing-masing punya argumen sendiri terhadap penilaian mereka. Pada awalnya kelompok yang menilai bahwa internet itu negatif di masyarakat kita boleh jadi jauh lebih banyak dibandingkan dengan penilaian positif. Pengguna internet pun terkesan eksklusif. Namun seiring perkembangan dan berjalannya waktu, saat ini bisa diprediksi peta kekuatan sudah jauh berubah kearah yang lebih baik.

Yahoo Messenger (YM)

Saya sendiri baru mengenal internet pada akhir 1998 ketika diajak seorang teman kuliah untuk belajar chatting menggunakan internet messenger, waktu itu sangat populer  aplikasi MIRC dan YM. Karena orang baru, Sayapun bisanya hanya membuat tiga  akun email (email account) Yahoo!, plasa.com  dan telkom.net,  Alhamdulillah  dua dari akun-akun tersebut masih terpakai sampai sekarang.

logo mirc
Internet Relay Chat

Teman-teman saya banyak yang hobi bolak-balik ke warnet sekedar melepas kejenuhan usai kuliah, tapi hanya santai dengan ber-Chatting Ria. Melihat gelagat seperti itu saya pun spontan menilai ternyata teknologi internet cuma untuk chatting dan menghabiskan waktu saja, selain itu banyak menemukan pengunjung warnet dalam bilik-bilik kecil yang cekikikan karena masih leluasa mengakses gambar-gambar tidak baik. Melihat hal itu, secara jujur saya langsung menilai bahwa Internet ternyata negatif ya..? ini kesimpulan saya pada saat itu. Dua tahun setelahnya, penilaian saya sangat berbalik 180 derajat, berubah secara drastis karena saya sudah melihat manfaat yang luar biasa dari Internet.  Saat ini saya merekomendasikan penggunaan internet secara luas, karena manfaatnya yang dahsyat bila segi positifnya dieksplorasi lebih jauh. Internet bagaikan sebuah perpustakaan raksasa dan guru maya yang kaya ilmu.

Lihatlah fenomena baru saat ini, kalangan bisnis yang mengerti dan paham manfaat positif internet langsung menyambar dengan “otak kanan” mereka lalu segera memanfaatkan teknologi internet untuk pengembangan bisnisnya. Walhasil, banyak toko-toko online bermunculan. Banyak perusahaan memanfaatkan website sebagai online company profile, pada business card sudah umum ditemukan alamat email dan url website. Jarang sekali perusahaan saat ini yang tidak mempunyai akses internet bahkan banyak yang lebih canggih dengan teknologi nirkabel seperti WIFI. Pebisnis kuliner, menarik pelanggan dengan menyediakan hotspot gratis pada gerai mereka.

Di pemerintahan, perubahan dari Menparpostel menjadi Menkominfo  saja sudah terlihat bahwa porsi komunikasi dan informasi semakin memerlukan konsentrasi pengelolaannya. Di daerah banyak bermunculan  Cyber City yang diawali dengan menjamurnya website-website pemerintahan daerah, seperti halnya www.bekasikota.go.id  dan www.bekasikab.go.id bahkan masing-masing dinas sudah mempunyai website sendiri. Komunikasi dengan surat elektronik (email) sudah bukan hal baru lagi, digunakan lebih efektif karena terbukti lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah.

Kalangan akademisi, mulai memanfaatkan teknologi internet untuk mempermudah riset dan melakukan publikasi hasil riset. Menjadikan internet sebagai digital library. Tahun 2005, ada perbedaan yang sangat jauh antara negara tetangga Malaysia dengan Indonesia dalam hal pemanfaatan internet. Ketika  itu saya berkesempatan mampir ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) di Kuala Lumpur dan University Teknology Malaysia (UTM) di Johor. Saya tercengang karena mereka punya infrastruktur internet  WIFI seluruh kampus dengan kecepatan 1-2 Mbps dan gratis untuk semua mahasiswa. Sedangkan di Indonesia khususnya di sumatera baru mencapai  256 kbps paling tinggi dan itupun hanya bisa akses internet di beberapa Warnet saja, belum  ada fasilitas di kampus-kampus. Sekarang ? sangat jarang kampus yang tidak memiliki ruang ICT dan akses internet gratis untuk mahasiswanya.

Pada masyarakat umum, fenomena jaring sosial seperti Friendster, Facebook, koprol, Twitter, Email, Blog, milis  sudah menjadi hal perbincangan sehari-hari. Bermunculan komunitas-komunitas pengguna internet, salah satunya Komunitas Blogger Bekasi www.bloggerbekasi.com yaitu kumpulan blogger dari Bekasi yang semakin menembus tapal batas.  Lihatlah betapa aktifnya mereka menebar salah satu manfaat internet “Blog”, semangat berbagi online dan offline, hingga menjadi komunitas blog berbasis wilayah terbaik 2010.  Kegiatan terbaru yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat adalah Pelatihan Blog Guru bekerjasama dengan IGI Kota/Kabupaten Bekasi dengan Sponsor utama salah satu provider telekomunikasi terkenal Indonesia yaitu Indosat.

Banner Pelatihan Blog Guru

Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) mencoba menebar manfaat positif dari Internet melalui Blog menggandeng Guru-guru khususnya di Kota Bekasi agar menjadi teladan dalam memanfaatkan internet secara positif bagi peserta didiknya. Kegiatan ini mengambil tema “Menjadi Guru Kreatif Dengan Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran”. Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 30 Oktober 2011 bertempat di Islamic Center Bekasi, selengkapnya silahkan baca di sini.

Prospek Pertumbuhan Pengguna Internet

Cobalah kita telaah sejenak data statistik 2011 yang dirilis oleh Internet World Stats, Indonesia menempati urutan 3 asia dalam hal pertumbuhan pengguna internet. Diperkirakan ada sekitar 2 juta blogger dari 39,6 juta pengguna internet di Indonesia. Potensi bertambahnya jumlah ini cukup besar. Jumlah ini satu tingkat di bawah Jepang yang lebih banyak 2 kali lipat.

Sumber : www.internetworldstats.com

Dari uraian saya di atas, terlihat semakin berkembangnya penggunaan internet berbagai bidang, seiring dengan semakin paham dan sadarnya masyarakat akan manfaat positif dari teknologi internet ditunjang dengan fasilitas yang semakin memadai. Manfaat positif tersebut akan terasa bila kita langsung ikut merasakan manfaatnya sebagai pengguna yang aktif, mengeksplorasi fungsi-fungsi dan aplikasi internet yang sudah semakin banyak dan gampang dipelajari.

Walaupun tidak dapat kita pungkiri, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa internet itu sesuatu yang negatif, minim manfaat. Pun juga ada sebagian oknum  yang masih menggunakan internet untuk tujuan negatif. Ketimbang memikirkan tindakan mereka, lebih baik biarkan saja mereka berbuat demikian, karena memang internet adalah area public yang bebas, kita cukup menuai manfaat positifnya saja, sambil berharap agar mereka berubah fikiran menjadi baik.

Hmm.. Ternyata internet sudah semakin berkembang yaa?  Setiap orang tentu mempunyai sudut pandang yang berbeda. Akhirnya, tanpa memaksakan pendapat, saya tutup ulasan ini dengan satu pertanyaan sederhana, “Dari sudut pandang mana anda menilai manfaat internet  ?”

Dan mohon izinkan saya numpang iklan ya Bung Admin yang baik.

Brosur Pelatihan Blog Guru

Salam BeBlog.

 

Pelatihan Linux Blogger Bekasi : 11 Desember 2010

Berdasarkan diskusi singkat secara online, berikut diumumkan rencana pelatihan sistem Linux untuk beblog dengan materi sebagai berikut :

  1. Pengenalan dasar + Keuntungan Penggunaan Linux
  2. Instalasi Linux
  3. Linux untuk kegiatan sehari-hari (Word, Spreadsheet, Presentasi, PDF)
  4. Ngeblog dengan komputer berbasis Linux
  5. Manajemen penggunaan & trouble shooting

Tempat : Excellent Infotama Kreasindo Training Center/Warnet Vavai.com

Alamat            : Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328
Bekasi 17111 Telp : 021-881 6671, 0818 489629, 0838 9247 8780
Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Desember 2010
Waktu             : 09.00 WIB-13.00 WIB
Kuota              : 15 Peserta
Biaya              : Rp. 50.000,-/peserta

Fasilitas :

  1. 1 peserta 1 PC (Boleh bawa laptop sendiri)
  2. DVD Linux
  3. Modul Panduan
  4. Snack
  5. Makan Siang
  6. Sertifikat

Mekanisme Pendaftaran :

1. Kirim email pendaftaran ke : ilhammi.gani@gmail.com di cc ke ms@vavai.com dengan subject : “Pelatihan Linux Beblog”
2. Transfer biaya ke salah satu rekening berikut :

* BCA KCP Jababeka Cikarang – Bekasi Ac No : 876 019 6755 atas nama Masim Sugianto

* Jika anda Pengguna Group Bank ATM Bersama (Mandiri, BNI, Bukopin, BII dll) Silakan menggunakan Rekening Bank Muamalat, A/C No : 305 218 2022 atas nama Masim Sugianto.

* Jika anda pengguna Bank Niaga atau Bank Lippo, silakan menggunakan nomor rekening Bank Niaga : 9080103275145 kantor cabang Kelapa Gading atas nama Masim Sugianto.

Konfirmasi transfer bisa di email ke alamat : ilhammi.gani@gmail.com di cc ke ms@vavai.com atau SMS/Telp ke 0818 489 629 (Vavai) /0813 1792 2838

Jika ada pertanyaan silakan sampaikan melalui forum komentar dibawah ini.

Sinergi Mie Ayam di Bejing

Tidak terasa kiprah master Mie Perto Syamsu Irman dalam urusan berbagi ilmu terus berlanjut, bahkan makin meningkat intensitasnya. Sebentar lagi pak Syamsu akan terpaksa jadi selebritis, karena akan sulit untuk mencari waktu luang dari bapak ini untuk sekedar minum kopi berdua atau ngobrol di warung nasi.

Waktu sudah menjadi begitu berharga buat pak Syamsu. Untuk melaksanakan suatu jadwal pelatihan, kadang harus ada jadwal lain yang dikorbankan. Alhamdulillah, pada pelatihan di Bejing (Bebek Jingkrak) waktu pelatihan sudah dipesan jauh hari sebelum bulan puasa, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik tanpa menggeser acara lainnya.

Di daerah lain, Asisten master Mie Perto yang mempopulerkan label mie SEHAT(i), Ibu Yeni, juga tak kalah hebatnya berkeliling di berbagai daerah, terutama di Jogyakarta dan Surabaya. Minggu, 26 September 2010 ini Mie Sehati dan TK Nurul Azizi 3 Surabaya melakukan acara berbagi ilmu bersama pakar otak kanan Ippho Santosa.

Seperti biasa yang diutamakan dalam pelatihan bisnis (UKM) Mie Ayam adalah yang datang bukan yang ndaftar, sehingga biarpun belum mendaftar tetapi kalau nekad datang ya tetap dapat kebagian ilmu dari pak Syamsu Irman. Bisnis UKM memang sedang menjamur dimana-mana, sampai-sampai diplesetkan menjadi Usaha Kecil Milyardan. Inilah sektor riil yang sebenarnya sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Setiap diadakan pelatihan bisnis ini, maka pesertanya selalu beragam dan biasanya punya status pegawai aktif di perusahaan masing-masing.

Secara kasar dapat dipahami bahwa gaji yang mereka terima masih dibawah standard mereka, sehingga mereka memerlukan usaha tambahan yang berskala kecil menengah dan tidak banyak ribet. Artinya modalnya sedikit, pengelolaannya mudah dan cepat berputar.

“Para hadirin ini saya yakin gajinya sudah 10 koma, artinya kalau sudah tanggal 10 sudah mulai koma”, begitu biasanya pak Syamsu beranekdot.

Banyak sekali hal-hal baru yang dialami oleh para peserta maupun panitia pelatihan. Mereka baru “ngeh” kalau ternyata warna hijau dari Mie Ayam Perto Group adalah warna alami dari daun sawi yang diambil sari warnanya dengan cara dibuat juice memakai mesin blender.

Warna-warni yang dipakai untuk memberi warna pada Mie Ayam ini memang semuanya diambil dari warna yang ada pada beberapa sayuran dengan cara diblender dan dibuang ampasnya. Air hasil dari blenderan tersebut kemudian dicampurkan ke dalam adonan tepung dan “biang mie”. Satu sachet “biang mie” ini dicampurkan ke dalam 1 kg tepung dan nantinya akan menghasilkan mie ayam sebanyak 18 mangkok (porsi). Masing-masing mangkok mempunyai porsi mie seberat 80 g.

Suasana pelatihan biasanya memang jadi seperti “pasar tiban” yang riuh rendah dengan gurauan dan obrolan di sana-sini. Semua peserta biasanya mencoba berperan sebagai koki yang bisa mengerjakan segala pekerjaan yang ada di bisnis mie ayam nantinya.

Bila ada warung yang menjadi berubah cita rasa menunya karena kokinya pergi, maka itu tidak akan terjadi di warung mie ayam ini. Pemilik warung adalah koki, sehingga bila pekerjanya keluar, maka tinggal mencari pekerja yang baru dan kokinya tetap sang pemilik warung.

Penyakit bisnis UKM pada satu dua tahun pertama biasanya adalah pada masalah sumber daya manusianya. Mereka sering keluar masuk dengan berbagai sebab. Bisa jadi terlalu sedikit gajinya, tidak cocok model pembayaran gajinya atau komunikasi yang tidak nyambung dengan pemilik warung yang juga masih dalam tahap pembelajaran.

Dengan sistem pemilik warung adalah koki, maka sedikit banyak masalah sumber daya manusia sudah ada pemecahannya.

Masalah yang lain adalah masalah permodalan. Pertanyaan itu selalu muncul di setiap sesi pelatihan. Demikian juga pada acara pelatihan  yang baru saja diadakan di Bejing Kampung Cerewet Bekasi.

“Modal yang diperlukan agar bisa segera buka usaha adalah tiga juta rupiah”

“Termasuk tempat?”

“Tentu tidak, angka itu hanya untuk membeli peralatan seperti mesin giling mie, kompor, panci dsb. Soal tempat, maka perlu dipahami bahwa tempat jualan tidak harus mewah. Bahkan kadang hanya cukup satu kursi panjang tanpa meja, karena kadang pelanggan hanya butuh tempat duduk untuk menunggu kita memasak mie. Setelah mienya jadi, mereka bawa pulang ke rumah”

“Silahkan buka penjelasan tentang cara memulai usaha mie ayam di situs http://miesehati.com. Disitu cukup lengkap isinya. Termasuk contoh undangan saat grand launching, juga ada resep dan peralatan mie ayam yang bisa langsung diunduh di blog itu”

Peserta juga sangat beragam. Mulai dari anak-anak (yang ikut orang tuanya), sampai ke ibu-ibu yang sudah cukup berumur. Meski begitu suasana pelatihan tetap guyub dan penuh dengan semangat.

Pada pelatihan ini hadir pula salah satu agen penjual mesin giling mie yang terbukti cukup kuat untuk dipakai berjualan. Bila penjualan harian sudah di atas 5 kg per hari, maka mesin giling mie ini bisa dilengkapi dengan (dynamo) motor, sehingga tidak perlu lagi mempergunakan engkol manual tetapi cukup menekan sebuah tombol (ON) dan mesin akan berjalan dengan sendirinya.

Disini terlihat adanya usaha saling menguntungkan antara panitia penyelenggara pelatihan bisnis mie ayam dengan penjual mesin giling mie ayam. Tidak ada sharing profit disini, tetapi sinergi dari sebuah komunitas besar Tangan Di Atas yang memungkinkan semua ini bisa terjadi.

Terlihat para peserta sangat antusias mencatat setiap perkataan yang diucapkan oleh pak Syamsu. Beberapa malah mengabadikan melalui camera ataupun movie camera.

Seusai pelatihan, maka panitia Bejing mulai berpikir untuk mengadakan lagi pelatihan seperti ini lagi dengan mengambil hari, tanggal Minggu, 17 Oktober 2010.

“Untuk pelatihan bulan depan, waktu yang kosong mungkin ya hanya pada tanggal 17 Oktober itu saja”

“Jadi kita adakan saja pelatihan mie ayam untuk tanggal itu. Tanggal 10 dan 24 oktober sudah diambil untuk pelatihan rutin di Jogyakarta”

“Untuk yang akan datang, panitia akan memberi suguhan yang lebih mantap yaitu seporsi Bejing atau Bekar, Bebek Jingkrak yang super pedes dan Bebek Bakar yang super lezat, tinggal pilih salah satu!”

Jadi bagi yang belum ikutan pelatihan silahkan daftar diri anda di pelatihan yang akan datang. Minggu, 17 Oktober 2010.

Panitia yang siap bertugas adalah sebagai berikut :
1. Imam “Bebek Djingkrak” flexi (021) 71063412
2. Putra “Soto Ceker Mas Ojo” flexi (021)33603277
3. Zuwanto “OshKosh fashion” 081319934296

Salam Sehati

+++

Blogger Bekasi Kembali Tebar Virus

Sabtu, 16 Januari 2010, Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog) kembali menebarkan virus ngeblog lewat penyelenggaraan pelatihan blog bagi warga masyarakat Bekasi. Kali ini yang menjadi peserta pelatihan sebagian besar adalah para dosen Universitas  Islam 45 (Unisma) dan pegawai Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kegiatan pelatihan blog ini merupakan salah satu program be-Blog untuk berbagi dan memajukan Bekasi lewat internet dan blog dengan biaya semurah mungkin. Peserta hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000,-, itupun dikembalikan dalam bentuk antara lain goodibag, door prize, konsumsi dan sertifikat. Materi pelatihan dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta pelatihan agar bisa langsung diterapkan. Karena peserta pelatihan kali ini adalah sebagian besar dosen dan pegawai Pemkot Bekasi, maka diharapkan blog yang dihasilkan akan menjadi media yang efektif untuk diskusi antara dosen dan mahasiswa atau antara pejabat Pemkot Bekasi dengan masyarakat. Continue reading Blogger Bekasi Kembali Tebar Virus