Pemenang Lomba Pilkada Bekasi

Seperti yang pernah diumumkan di blog ini tentang Lomba Pilkada Bekasi 2012 , dan setelah melakukan penjurian serta diskusi yang sempat deadlock untuk mencapai kesepakatan siapa pemenang lomba ini.

Dengan ini diumumkan para pemenang Lomba Pilkada Bekasi 2012.

Penilaian Kompetisi:

  1. Konten harus dapat menjelaskan dengan mudah dan santun tentang jawaban yang diharapkan dari Pertanyaan Umum.
  2. Orisinalitas dan ketajaman analisis
  3. Kualitas dan kuantitas komentar pembaca pada setiap artikel akan menjadi nilai tambah.
  4. Setelah diputuskan sebagai pemenang, maka publik memiliki kesempatan 1 (satu) minggu untuk memberikan masukan /menyanggah jika ada indikasi artikel yang menang tersebut adalah hasil copy-paste! Jika nanti setelah dicek-silang ternyata artikel tersebut terbukti hasil plagiarisme, kemenangannya akan dibatalkan dan diganti oleh yang lain.

Berikut ini adalah para pemenang sesuai dengan penilaian dari Juri: @amriltg, @ajengkol, @indahjuli dan @eshape

  1. Nelfi Syafrina : http://nelfisyafrina.blogspot.com/2012/12/hilangnya-gairah-memilih-di-pilkada.html

  2. Sumiyati Yati: http://sumi1299.blogdetik.com/2012/12/18/pesta-demokrasi-pemilihan-kepala-daerah-kota-bekasi/

  3. Giyat Yunianto: http://www.giyatyunianto17.blogspot.com/2012/12/sepinya-pesta-di-kota-bekasi.html

 

Selamat kepada para pemenang!

Silakan mengirimkan data diri ke email: indahjuli@gmail.com cc ajengkol@gmail.com

Terima kasih, sampai jumpa lagi di lomba berikutnya.

Salam persahabatan

Partisipasi Warga Bekasi di Pilkada Ternyata Rendah

Bersilancar pagi-pagi di internet dapat berita dari berbagai media online mengenai hasil Pilkada Kota Bekasi 16 Desember 2012 lalu. Meski hasil resminya baru akan diumumkan pada tanggal 2 Januari 2012, namun perhitungan suara manual oleh KPUD Bekasi yang dilakukan pada Rabu malam (26/12) sudah diketahui dan tersebar luas.

Hasil perhitungan dari KPUD Bekasi adalah Pasangan Rakhmat Effendi dan Ahmad Syaikhu memperoleh suara sebanyak 336.900, pasangan Dadang-Lucky sebanyak 196.823 suara, pasangan Sumiyati-Anim sebanyak 146.218, Salih-Aam sebanyak 46.112 suara dan pasangan Awing-Andi sebanyak 44.187. Selamat untuk pasangan Rakhmat Effendi dan Ahmad Syaikhu yang berhasil mengungguli pasangan lainnya dengan jumlah suara sebanyak 42 persen dari 800.598 warga pemilih (770.240 suara sah dan 30.358 suara tidak sah).

Ya hanya 800.598 warga kota Bekasi yang berpartisipasi dalam pilkada. Padahal menurut data dalam Daftar Pemilih Tetap tercatat 1.617.479 warga Bekasi yang berhak memilih. Artinya hanya 49,46 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Sisanya sebanyak 50,64 persen warga tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Jumlah pemilih di bawah angka 50 persen ini jelas-jelas menunjukkan rendahnya minat warga kota Bekasi untuk berpartisipasi dalam pilkada. Padahal pilkada dilaksanakan pada hari Minggu, hari libur. Kalau saja pilkada dilaksanakan di hari kerja, mungkin bisa dimaklumi karena sebagian besar warga kota Bekasi bekerja dan mencari nafkah di Jakarta. Bekasi ibaratnya cuma tempat numpang tidur saja.

Rendahnya minat warga berpartisipasi di pilkada di hari libur tentu saja bisa menimbulkan sejumlah tanya. Beragam alasan bisa dimunculkan. Dalam postingan saya terdahulu misalnya sudah disinggung komentar warga Bekasi di milis-milis, misalnya tidak adanya calon yang bagus dan memiliki kompetensi memadai.

Alasan lain, warga lebih memilih waktu libur untuk bersantai bersama keluarga. Jalan-jalan keluar kota atau sekedar nongkrong di rumah. Bahkan seorang teman saya, yang saya tahu rajin menulis dan sering membuat postingan reportase, kali ini tidak mereportase pilkada sama sekali, meski hanya sekedar foto jempol. Denger-denger, teman saya tersebut ternyata lebih memilih undangan bersantai di sebuah hotel di Ancol daripada nyoblos.  

Alasan lain yang justru sangat penting adalah tidak semua warga Bekasi yang namanya tercatat dalam Daftar Tetap Pemilih atau masih ber KTP Bekasi yang menerima surat undangan untuk datang ke TPS. Karena tidak dapat undangan, banyak yang tidak tahu kalau tanggal 16 Desember 2012 adalah tanggal pelaksanaan penyoblosan. Untuk hal ini, lagi-lagi saya gunakan contoh teman saya, sebut saja namanya Yanto. Meski yanto saat ini tidak lagi tinggal di Bekasi karena baru pindah rumah ke Jakarta, namun ia masih ber KTP Bekasi dan tempat tinggal orang tuanya pun masih di Bekasi (sama dengan alamat di KTP Yanto). Menurut Yanto, kalau saja ada pemberitahuan penyoblosan yang dikirim ke alamat orang tuanya, ia pasti datang dan ikutan memilih.

Jadi kesimpulannya, partisipasi warga Bekasi dalam pilkada rendah karena alasan tidak adanya calon yang bagus dan layak untuk dipilih. Ibarat pepatah ‘tak ada rotan akar pun jadi’, bisa jadi dalam pandangan warga Bekasi, calon-calon walikota dan wakil walikota yang maju saat ini cuma sekelas akar pohon.

Alasan kedua, warga Bekasi tidak peduli dengan pilkada, karena apapun hasilnya tidak akan mempengaruhi kehidupan warga. Sementara alasan ketiga adalah lebih kepada kekurangan penyelenggara pilkada dalam mengelola pelaksanaan pilkada sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan pemberitahuan yang semestinya.

Nah itu pendapat saya, bagaimana pendapat teman-teman semuanya?

INGSUN TITIP TAJUG LAN FAQIR MISKIN

Warga Cirebon di Kota Bekasi Beri Dukungan Dalam Pilkada Kota Bekasi

Rabu (7/11) saya diundang oleh masyarakat Kranji. Alhamdulillah berbaur hadir di acara tersebut tokoh- tokoh masayarakat Kranji asli Bekasi maupun yang dari berbagai daerah, termasuk di antaranya 20 pemuda asal Cirebon, Kota kelahiran saya, dari berbagai tempat yang tersebar di Kota Bekasi.

Bertemu dengan warga Cirebon di Bekasi tentu saja mengingatkan kampung halaman. Bahkan jadi teringat dengan pesan sesepuh Cirebon, seorang wali yaitu Syaikh Sunan Gunung Jati yang pernah berpesan “Ingsun Titip Tajug lan Faqir Miskin” (Aku titipkan musholla dan orang-orang miskin).

Memang sederhana apa yang diwasiatkan tetapi dari sinilah justru semangat kebangkitan dan kebersamaan bisa dibangun dan muncul menjadi sebuah geraqkan yang menakjubkan.

Pertama, Tajug adalah suatu tempat yang biasa digunakan untuk sholat berjamaah, dalam bahasa Indonesia bermakna mushollah (tempat sholat) atau masjid. Islam sangat menganjurkan pada para pengikutnya untuk menegakkan sholat di masjid. Berbagai keutamaan akan didapatkan oleh orang yang berjamaah di masjid 27 kali lipat daripada sholat sendirian di rumah.

Sholat di masjid juga akan memunculkan interaksi sosial di masyarakat dalam suasana kebersamaan, tidak terlalu membedakan kaya miskin dan tidak membedakan pejabat dan rakyat. Rasulullah SAW sendiri menyatukan hati orang-orang Muhajirin dan Anshor dilakukan di masjid. Memang Allah memberikan jaminan bahwa di masjid yang didirikan sejak awal atas dasr ketakwaan akan dijumpai orang-orang yang cinta akan kesucian, sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalam mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri  dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

Kebersihan diri diperlukan karena dari sini seseorang akan berani mengambil langkah dan kebijakan yang benar. Kebersihan diri akan memunculkan sikap lapang dada. Sikap lapang dada diperlukan untuk membangun komunikasi efektif. Jika komunikasi efektif sesungguhnya banyak persoalan yang bisa diurai dan diselesaikan dengan tuntas secara mudah. Pantaslah jika semangat kebangkitan dan reformasi (ishlah) di masa Rasulullah dan kehidupan sesudahnya banyak dimulai dari masjid.

Kedua, faqir miskin merupakan para mustahiq zakat. Distribusi pendapatan yang tidak merata di tengah kehidupan masyarakat akan memunculkan problematikan sosial. Kesenjangan (gap) antara kaya dan miskin bisa menyebabkan petaka nasional dan revolusi sosial. Itulah sebabnya, salah satu terobosan Islam, Allah mewajibkan penunaian zakat kepada orang-orang kaya yang didistribusikan kepada faqir miskin. Mereka inilah harus diberdayakan secara manusiawi.

Di samping kewajiban zakat yang besarannya sudah ditentukan langsung oleh Allah (dari 2,5 % hingga 20 %), Islam memberikan motivasi kepada orang kaya untuk melakukan infaq dan sedekah yang tidak ada batasannya besarannya. Sebagai contoh Umar bin Khaththab pernah menginfaqkan separuh hartanya, bahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah menginfaqkan seluruh hartanya.

Bilamana dua wasiat Syaikh Sunan Gunung Jati ini dipegang dengan baik, insya Allah tidak akan terjadi gejolak sosial. Justru sebaliknya akan tercipta suasana damai dalam naungan ridho Allah SWT. Semoga bisa diwujudkan di Kota Bekasi.

Amprokan Blogger 2012 Goes to Pilkada Kota Bekasi

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004.

Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu.

Seperti halnya pilres, pemilihan kepala daerah (pilkada) juga merupakan ajang untuk menyeleksi para pemimpin sudah selayaknya menjadi momentum perubahan bagi masa depan bangsa, terutama di daerah yang bersangkutan dan mewujudkan kedaulatan rakyat sebagai instrumen perwujudan pemerintahan yang responsif dan memiliki legitimasi untuk lima tahun ke depan.

Dalam kaitan ini, suksesnya pilkada menjadi harapan masyarakat di daerah setempat.

Dan dalam rangka menjalankan amanat undang-undang, Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, pada Rabu, 10 Oktober 2012, telah menetapkan lima pasang peserta pemilihan wali kota dan wakil wali kota.

Lima pasang peserta itu adalah Shalih Mangara Sitompul-Anwar Ansori Mahdum (independen), serta  pasangan dengan dukungan partai politik yakni Sumiyati Mochtar Mohamad-Amin Imamudin, Dadang Mulyadi-Lukman Hakim, Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu, dan Awing Asmawi-Andi Zabidi.  Kelima pasang kandidat akan memperebutkan ratusan ribu suara warga Bekasi dengan menjual visi dan misi memajukan kota Bekasi.

Kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bekasi, Jawa Barat, digelar sejak Kamis, 29 Nopember 2012. Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi periode 2013-2018 diawali dengan pemaparan visi dan misi di depan para anggota DPRD Kota Bekasi yang dihadiri KPUD Kota Bekasi, Panitia Pengawas Pemilu, kepolisian serta kejaksaan negeri setempat.

Untuk melaksanakan pilkada yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2012, sebanyak 3.476 tempat pemungutan suara (TPS) akan disebar di 56 wilayah kelurahan dan 12 kecamatan.

Sebagai bagian dari anggota masyarakat di Bekasi, baik yang memiliki hak pilih karena merupakan penduduk kota Bekasi ataupun yang tidak memiliki hak pilih karena berbagai alasan, peristiwa pilkada yang berlangsung 5 tahun sekali ini tentu saja menarik untuk dicermati dan diberitakan oleh para blogger kepada masyarakat luas sebagai bagian dari perwujudan jurnalisme warga.

Untuk itu, sebagai perwujudan dari partisipasi Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) dalam kegiatan pilkada dan sesuai dengan peran dan tanggungjawab blogger untuk ikut mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang faktual dan menampung opini warga, maka BeBlog akan menyelenggarakan kegiatan Amprokan Blogger 2012 Goes to Pilkada.

Berbeda dengan kegiatan Amprokan Blogger sebelumnya dimana makna “amprokan” diartikan bertemu secara fisik, maka dalam Amprokan Blogger 2012 ini makna “amprokan” diartikan sebagai bertemunya para blogger di dunia maya.

Para blogger di Bekasi maupun di luar Bekasi yang tertarik dengan peristiwa pilkada kota Bekasi diajak bertemu di dunia maya dengan mengirimkan artikel aktual dalam bentuk reportase pelaksanaan pilkada. Kenapa mesti bertemu di dunia maya? Hal ini juga tidak terlepas dari komitmen BeBlog untuk menghormati pelaksanaan pilkada yang menyarankan untuk tidak melakukan keramaian pada saat atau menjelang pilkada, yang dapat disalahartikan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu pasangan calon tertentu.

Seperti biasa, BeBlog tidak akan lupa untuk memberikan hadiah bagi para blogger yang tulisannya dianggap terbaik dan sesuai dengan tema lomba yaitu Reportase Pemilihan Kepada Daerah Kota Bekasi. Karena hanya yang terbaik yang akan mendapatkan hadiah, maka akan ada kompetisi diantara tulisan para blogger yang masuk.

Syarat Kompetisi

  1. Kompetisi  ini bebas diikuti oleh siapapun yang berdomisili di Indonesia.
  2. Mengirimkan artikel ke: lombaamprokanblogger@gmail.com
  3.  Tulisan dalam bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang sopan. Tulisan yang masuk akan ditayangkan oleh admin BeBlog ke bloggerbekasi.com.
  4. Konten diharapkan sejalan dengan thema diatas dengan menjawab dengan baik dan jelas 2 (dua) pertanyaan umum:
    • Bagaimana kondisi Pemilihan Kepala Daerah di TPS yang Anda saksikan ? Jelaskan secara lengkap dan analisis menurut pendapat Anda !
    • Figur pemimpin seperti apa yang diharapkan warga kota Bekasi ? Jelaskan menurut analisis pribadi Anda !
  5. Satu peserta boleh mendaftarkan maksimal 3 (tiga) artikel. Artikel dilarang keras copy-paste!
  6. Setiap artikel harus menampilkan foto pelaksanaan pilkada.
  7. Artikel boleh diupload di blog masing-masing peserta. Aktifkan fitur komentar pada blog/artikel Anda, promosikan artikel Anda seluas-luasnya (melalui twitter, facebook, dll) dan biarkan pembaca bebas memberikan komentar. Komentar boleh dimoderasi ataupun tidak.
  8. Pendaftaran artikel dimulai tanggal 16 Desember 2012 dan ditutup 31 Desember 2012.
  9. Pengumuman pemenang tanggal 15 Januari 2013, via online! Hadiah akan ditransfer 2 minggu setelah pengumuman lomba.

Penilaian Kompetisi:

  1. Konten harus dapat menjelaskan dengan mudah dan santun tentang jawaban yang diharapkan dari Pertanyaan Umum di atas
  2. Orisinalitas dan  ketajaman analisis
  3. Kualitas dan kuantitas komentar pembaca pada setiap artikel akan menjadi nilai tambah.
  4. Setelah diputuskan sebagai pemenang, maka publik memiliki kesempatan 1 (satu) minggu untuk memberikan masukan /menyanggah jika ada indikasi artikel yang menang tersebut adalah hasil copy-paste! Jika nanti setelah dicek-silang ternyata artikel tersebut terbukti hasil plagiarisme, kemenangannya akan dibatalkan dan diganti oleh yang lain.

Hadiah Kompetisi Blogging

  • Juara Pertama  : Uang Tunai Rp. 600.000,-
  • Juara Kedua      :  Uang Tunai Rp. 400.000,
  • Juara Ketiga     : Uang Tunai Rp. 300.000.-
  • Juara Harapan I : Uang Tunai Rp. 200.000,-

Dewan Juri Kompetisi: @amriltg@arisheruutomo@ajengkol @indahjuli @eshape

Pilkada Kota Bekasi Out Of Topic (OOT): “Belajar dari Bupati Garut, Aceng Fikri”

Tulisan ini masih terkait dengan akan dilaksanakannya Pilkada Kota Bekasi, 16 Desember 2012 mendatang. Hajatan milik rakyat Kota Bekasi ini akan menjadi penentu siapakah orang yang paling layak menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kota Bekasi. Dari 5 (lima) pasang calon orang nomor satu dan nomor dua di Kota Bekasi itu, tentunya saya, anda dan kita semua punya calon atau kandidat masing-masing.

Kelima pasang calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan meramaikan bursa Pilkada Kota Bekasi kali ini diantaranya adalah: (1) Shalih Mangara Sitompul dan Anwar Anshori Mahdum, (2) Sumiyati Mochtar Mohamad dan Anim Imanudin, (3) Dadang Mulyadi dan Lukman Hakim, (4) Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu, dan (5) Awing Asmawi dan Andi Zabidi. Seperti apa sepak terjang para calon pemimpin Kota Bekasi hingga 5 (lima) tahun mendatang tersebut? Jawabnya merupakan tugas kita semua untuk mencari tahu.

Continue reading Pilkada Kota Bekasi Out Of Topic (OOT): “Belajar dari Bupati Garut, Aceng Fikri”

Ahlul Qur’an

Ahlul Qur'an Kota BekasiSeusai jalan sehat bersama Kang Aher pada Ahad (4/11), saya duduk di kursi di bawah tenda mendampingi gubernur Jawa Barat, Dr H. Ahmad Heryawan. Pada saat Gubernur menuju panggung untuk membagikan hadiah, tiba-tiba sekelompok remaja berseragam kaos olah raga berwarna merah mendatangi saya dan meminta foto bersama di depan tenda.Setelah puas mereka mengambil gambar, saya pun bertanya kepada mereka dari manakah mereka datang. Salah seorang di antara mereka menjawab bahwa mereka dari Yayasan Al-Amanah di Jatiluhur Jati Asih Bekasi.

Sebelumnya, saya pernah mendengar bahwa yayasan ini banyak menghasilkan penghafal-penghafal Al-Qur’an bahkan pada saat peletakan batu pertama masjid Darul Ittihad di Jatisari, salah seorang qori, masih kanak-kanak, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang indah seperti qori terkenal dari Timur Tengah.

Saya mencoba menanyakan satu per satu kepada mereka berapa juz Al-Qur’an yang sudah mereka hafalkan? Salah seorang di antara mereka menjawab sudah 6 juz dan yang lainnya menjawab sudah hafal 18 juz. Saya pun bertanya siapa di antara kalian yang paling banyak hafalannya? Salah seorang di antara remaja tersebut menunjuk kepada temannya seraya mengatakan “dia hafalannya sudah 28 juz” Subhanallah, dua juz lagi hafal seluruh Al-Qur’an, fikir saya. Kegembiraan pun muncul mendengar jawaban-jawaban spontan dan lepas dari remaja-remaja itu. Bagaimana tidak, jika Kota Bekasi banyak memiliki para penghafal Al-Qur’an tentunya akan banyak keluarga Al-Qur’an. Itulah orang-orang yang mendapatkan kemulliaan dan ketinggian dari Allah sehingga Rasulullah SAW mengatakan dalam sabdanya bahwa mereka adalah keluarga Allah yang memiliki kekhususan di sisi Allah.
Senin (5/11) Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Efendi, membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Bekasi, mudah-mudahan MTQ kali ini mengembalikan semangat masyarakat Kota Bekasi untuk kembali kepada Al-Qur’an; bukan hanya sekedar semangat untuk membacanya, tetapi juga untuk memahami kandungannya, mengamalkan ajarannya dan menghafalkan ayat demi ayat Al-Qur’an.
Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan kembali kepada Al-Qur’an maka berbagai nilai yang ditanamkan Al-Qur’an akan mewarnai kebijakan-kebijakan pemerintah Kota Bekasi ke depan, seperti kejujuran, integritas, amanah dan sebagainya.
Allahummarhamna bilqur’an
Waj’alhu lana imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah
Allahumma dzakkirna minhu maa nasina wa allimna minhu maa jahilna
Warzuqna tilawatahu ana allaili wa athrofan nahar
Waj’alhu lana hujjatan
Ya Rabbal alamin
(Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Qur’an.
Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat.
Ya Allah, ingatkan kami dengan Al-Qur’an apa-apa yang tersilap dari ayat-ayatnya dan ajari kami dengan Al-Qur’an apa yang tidak kami ketahui.
Beri kami kesempatan untuk membacanya di waktu siang yang terang benderang maupun di waktu malam yang kelam.
Jadikanlah Al-Qur’an bagi kami sebagai hujjah (argumentasi), wahai Tuhan Rabb semesta alam)
Amin…

 

GOLPUT Menang Lagi di Pemilukada Bekasi

Pada 12 Maret 2012 14:34, Munawar Fuad menulis:
Release Pernyataan dan Respons Munawar Fuad, Dosen FBI President University/Direktur Eksekutif Asosiasi Forum Investor Bekasi. 0811 139 379. www.munawarfuad.com :

1. Analisa hasil sementara Pemilukada Bekasi 11 Maret 2012 : yang Menang adalah GOLPUT.

2. Menurut Sumber dr KPU dr 23 Kec. Raihan Suara Pemilukada Bekasi : 1. Nero = 433.905 / 41 % 2. Saja = 305.396 / 30 % 3. Dahsyat=276.219/29 %.

3. Dengan perolehan tsb maka ada 41 persen pemilih GOLPUT atau sekitar 731.360 suara dari DPT : 1.746.880. Total yg memilih 1.015.520. Legitimasi NERO sekitar 16 persen dari jumlah penduduk Bekasi (2,7 juta) atau 24 persen dari Jumlah DPT.

4. Kualitas Demokrasi Pemilukada 2012 tak lebih baik dari 2007, bahkan lebih jelek dari sisi angka partisipasi rakyat. Bandingkan : Pemilukada 2007 terdapat suara rakyat 621.929 tidak dapat menyalurkan hak suaranya dalam sebuah Pilkada dari 1.439.987 pemilih terdaftar, sementara pasangan Sa’duddin-Darip menang dengan 195.857 suara alias 13,6 persen dari seluruh jumlah pemilih terdaftar dan suara 858.878 tidak memilih SADAR.

5. KPUD hrs bertanggung jawab. Sikap apatis n apriori rakyat juga karena Partai2 dipandang belum sesuai harapan dalam munculkan Calon Pemimpin yg berkualitas n visioner utk memberikan solusi dan jadi kebanggaan Bekasi. Belum lagi cost politic atau biaya budaya korupsi yg makin mendominasi. Dibalik itu, kekalahan incumbent menunjukkan adanya vonis hukuman rakyat terhadap incumbent dan semangat perubahan dan kecerdasan pemilih yg makin baik. Apriori n diamnya kelas menengah (pengusaha) ikut andil tentukan seluruh aspek kualitas demokrasi.

6. Bagi pemenang Pemilukada, langkah utama dan prioritas ya g diperlukan adalah menyatukan dan galang kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat, lintas partai, lintas kandidat dan team sukses untuk membangun rekonsiliasi bersama dengan spirit membangun Bekasi secara bersama dan berpadu. Saatnya membuktikan komitmen siap kalah, siap menang. Yang menang tanpa ngasorake, yang kalah legowo.

7. Segala sengketa Pemilukada sebaiknya diselesaikan secara hukum melalui Mahkamah Konstitusi, bukan dengan cara anarkhi, radikal ataupun kekerasan sebagaimana pernah terjadi di beberapa daerah lain.

8. Rakyat Bekasi tetap harus mengedepankan kontrol dan sikap kritis, mitra kritis untuk mendukung pemenang Pemilukada agar dapat mencapai target dan gol kebijakan sesuai dengan harapan dan kebutuhan rakyat.

Bekasi, 12 maret 2012

Blogger Kelola Pilkada Bekasi

Pilkada Bekasi 2012 –  Berawal dari iseng-iseng  tanya Bang Google, sang jawara pencarian di ranah maya, mengenai informasi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bekasi atau PILKADA BEKASI yang konon akan berlangsung tahun 2012 ini, saya menemukan satu situs dengan domain pilkadabekasidotcom di urutan pertama.

Awalnya saya mengira situs ini milik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) guna menyosialisasikan pelaksanaan PILKADA BEKASI tahun 2012 ini. Tapi setelah melongok ke dalamnya, ternyata tidak ada jejak-jejak KPUD di situs tersebut. Yang ada justru jejak seorang blogger yang saya kenal yaitu blogger ganteng yang sangat peduli pemekaran dan nasib petani serta mereka yang kinyis-kinyis. Inisial blogger yang ada dalam berbagai tulisan dan akun twitter di situs tersebut adalah kim.

Namun bukan soal situs atau blog yang dimiliki blogger ganteng tersebut yang mengherankan saya. Wajar jika bloger punya blog sendiri. Yang saya sedikit heran (sedikit aja ga usah banyak-banyak), kenapa situsnya bisa nangkring di urutan pertama halaman pertama Google?  Karena setahu saya, blogger ini sangat gaptek dengan apa yang dinamakan teknik SEO.

Belum reda keheranan saya, teman saya yang berprofesi sebagai dukun SEO bilang “ya gak usah heran lah, kan dia blogger Bekasi. Bergaulnya sama blogger Bekasi. Di Bekasi kan banyak pakar-pakar SEO. Bahkan ada blogger Bekasi yang plat motornya saja pakai nomor SEO di belakangnya”.

“Dia kan bisa minta bantuan admin BeBlog atau pakar SEO di BeBlog untuk pilihkan alamat domain yang Google friendly, gampang dicari pakai mesinnya Google, salah satunya adalah “PILKADA BEKASI” , jelas teman saya yang juga temannya blogger pemilik pilkadabekasidotcom.

“o iya ya, saya kok bisa lupa kalau di Bekasi banyak pakar SEO ataupun pakar berjaket yang bisa dimintakan bantuan teknis ataupun sekedar saran dan nasihat”, ujar saya

“Tapi kira-kira siapa yang memilihkan tagline “mempolitikkan kedewasaan, mendewasakan politik?”, tanya teman saya yang dukun CEO tersebut.

“Saya gak paham maksud tagline tersebut”, ujarnya kemudian.

“Wah jangan tanya saya, tanya saja langsung kalau ketemu dia”, ujar saya

“Enggak ach, takut disenggol bacok kalau tanya langsung”, ngeles teman saya tersebut

“Hahahahaha kayak judul film aja, senggol bacok”, “Ya udah kalau takut, saya buatkan postingan saja dech, siapa tahu dia baca dan kasih penjelasan di kolom komentar”

“Kalau dia gak baca?”

“ya di BBM aja atau SMS, susah amat, kasih link tulisan dan suruh dia baca. Gitu aja repot”, sergah saya

“Tapi yang jelas, dia baca atau gak baca tulisan ini. Saya salut dengan upayanya membuat blog khusus soal PILKADA BEKASI. Semoga saja dengan adanya blog tersebut, akan semakin banyak masyarakat yang peduli dan berbondong-bondong ke bilik suara setelah berkunjung kesana. Kalau pada Pilkada 2007 partisipasi pemilih hanya 56 persen, barangkali saja pada PILKADA BEKASI tahun 2012 ini jumlahnya akan lebih meningkat lagi”, tambah saya kemudian sambil mencoba menutup pembicaraan.

“Ok dech, ngomong-ngomong, tulisan ini kok banyak kata PILKADA BEKASI yang diulang-ulang?, mau nembak SEO ya”, tanya teman saya yang dukun SEO tersebut.

“hahahaha tau aja …, udah ach sampai ketemu lagi ya”

DEMOKRASI OR DEMO CRAZY DI BEKASI

Maret, atau tepatnya 11 Maret, mestinya jadi hari sejarah demokrasi baru di Bekasi. Kenapa sepi ? Karena Demokrasi itu belum terjadi pada 11 Maret 2007 lewat Pilkada Kabupaten Bekasi. Yuk kita tengok catatan penting 3 tahun lalu.

Pilkada 11 Maret, kali pertama Bupati-Wakil Bupati dipilih rakyat Bekasi. Versi KPU memenangkan Sa’duddin-Darip (Sadar) dengan suara cuma : 195.857 suara doank. Apa artinya angka itu. Itu cuma 13,60 persen dari jumlah pemilih sah yang terdaftar sebanyak 1.439.987. Subhanaloh, itu artinya juga : cuma 9,79 persen saja dari seluruh warga kabupaten Bekasi jika dihitung 2 juta jiwa. Celakanya, 621.929 kehilangan dan/atau dihilangkan hak suaranya secara sistematis. Jadi yang nyoblos cuma 811.079. Lagi-lagi, mencengangkan : 36.323 yang yoblos, hak suaranya dinyatakan tidak sah. Dan, masih ada lagi, pengesahan KPu hanya ditandatangani p;eh satu orang saja saksi pendukung Sadar atau PKS. Dahsyat kan ? Mau yang lebih dahsyat : subhanalloh, 60 lebih Pilkada berlangsung dalam suasana budaya korupsi di atas ambang batas, yang tidak normal (angka hasil survey LSI).

Nah, dengan hasil begitu, apa mau kita bilang tentang demokrasi di Bekasi ? Sebagai mantan Ketua Panitia Pemilihan Daerah Kabupaten Bekasi (sejenis KPU) di tahun 1999, kita menyaksikan keprihatinan, betapa kualitas demokrasi belum sesuai dan masih jauh dari harapan ? Apa yah nama demorasinya atau belum demokratis sama sekali ?

Apa manfaat Pilkada untuk rakyat dengan hasil pemimpin tanpa legitimasi dan kepercayaan rakyat ? Sudahkah janji-janjinya terpenuhi ? Bagaimana masalah rakyat yang paling mendasar bisa diatasi : kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, kesehatan, pendidikan yang rendah dan seterusnya…

Moga rakyat Bekasi bisa memetik hikmah dan terus bertafakkur untuk menyiapkan sistem dan budaya demokrasi yang sehat, bebas dari korupsi, bersih dari kecurangan sistematis dan intimidasi, serta jauh dari manipulasi dan tipu daya. Perubahan memang harus dipersiapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Salam Perubahan,

munawar fuad
Dosen FBI_President University, Mantan Ketua Panitia Pemilu Daerah Kabupaten Bekasi.