Mimpi PLN : Tak ada pemadaman lagi !

Sehabis acara buka bersama dan sosialisasi pameran kelistrikan di PLN,  salah satu direktur PLN cerita tentang banyak hal seputar masa depan PLN. Mimpi-mimpi para petinggi PLN untuk membuat PLN menjadi makin berkibar dan makin bermanfaat bagi rakyat banyak, kudengarkan satu demi satu.

Pak Sinaga, Direktur Operasi Wilayah Timur ini kalau ditinjau dari nama marganya pasti masuk Wilayah Indonesia Barat bagian Utara, tapi justru dia ditempatkan untuk mengurusi Indonesia Wilayah Timur. Gayanya yang ceplas ceplos memang terlihat sangat cocok untuk menjadi direktur operasional. Beberapa teman yang mengenal beliau secara pribadi, bilang padaku kalau beliau ini adalah type pekerja keras yang tidak puas hanya duduk di depan meja saja.

Ceritapun dimulai dari kendala demi kendala yang selalu muncul pada saat melakukan eksekusi PLN, untungnya ide kreatif yang tadinya tidak banyak bertebaran di komunitas pegawai PLN terus mengalir lancar, sehingga berbagai kendala yang muncul tersebut dapat diatasi satu demi satu dengan baik. Iklim keterbukaan terlihat lebih kental di era kepemimpinan Dirut baru PLN ini.

“Masyarakat kita ini keinginannya sebenarnya amat sangat sederhana. Mereka hanya ingin agar lampu listriknya tidak mati. Itu saja yang mereka butuhkan dan kita (PLN) siap mewujudkan keinginan itu. Jadi kita hanya perlu berusaha agar listrik PLN tidak byar pet. Kalaupun nantinya terpaksa pet, maka harus cepet byar!”

Kalimat yang bernada humor ini sebenarnya memang merupakan perwujudan keinginan rakyat banyak kita dan merupakan kebulatan tekad PLN untuk memberi pelayanan terbaik buat rakyat. Bahwa kemudian rakyat menanggapi dengan sudut pandang yang berbeda memang menjadi PR bagi PLN untuk menyikapinya secara arif. Berpolemik tentang hal ini tentu hanya akan makin menyudutkan PLN yang sedang bebenah ini.

Dirut PLN sempat mendapat aplause ketika menyampaikan sebuah kegagalannya ketika berjanji pada rakyat Indonesia.

“Saya jamin tidak ada pemadaman lagi!”

Begitu janji yang diucapkan oleh Dirut PLN yang ternyata banyak menuai protes dari masyarakat, karena ternyata masih saja terjadi pemadaman listrik di beberapa tempat setelah janji itu diluncurkan. Padahal dari sudut pandang PLN janji itu sudah terwujud, karena yang dimaksud tidak ada pemadaman adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan listrik. Namun dalam pemahaman masyarakat arti kalimat itu adalah tidak adanya listrik yang padam lagi. Dua sudut pandang yang berbeda ini membuat rakyat mencemooh janji sang Dirut.

Ketika para hadirin bertepuk tangan untuk penjelasan ini, maka Dirut sempat berucap getir. “Seharusnya saya mendapat tepuk tangan seperti ini karena sudah berhasil membuat kebutuhan listrik rakyat sesuai dengan pasokan listrik yang disediakan PLN, tapi ….?”

Hadirin makin terhenyak ketika pak Dirut mengucapkan kalimat selanjutnya, “Baik… itu memang tuntutan rakyat dan itu pula yang sekarang menjadi tekad kita untuk membuat listrik tidak pernah padam dimanapun dia”

Sebuah tekad yang sangat tidak mungkin dicapai. Listrik padam penyebabnya bisa bermacam-macam, meskipun pasokan listriknya cukup. Trafo yang meledak, jaringan yang rusak ditimpa pohon rubuh atau tertabrak mobil, semuanya itu bisa menyebabkan listrik menjadi padam dan masyarakat tidak akan pernah tahu kenapa listrik menjadi padam padahal PLN sudah berjanji tidak ada listrik padam lagi. Bahkan pemeliharaan jaringan bisa juga menyebabkan pemadaman listrik, karena pada proses penyambungan pasti terjadi proses pemadaman listrik meskipun hanya sebentar.

Jadi penyebab padamnya listrik bisa bermacam-macam dan janji Dirut ini bisa jadi akan kembali sulit untuk dipenuhi. Hal ini mungkin yang menyebabkan munculnya kalimat “kalau PET ya cePET dibuat BYAR!”

Salah satu hal yang membuat hadirin makin salut dengan Dirut PLN adalah ketika salah satu penanya langsung menyerang sang Dirut.

“Saya tagih janji PLN untuk memakai mini turbin. Itu akan menyebabkan berkurangnya pemadaman listrik!”, begitu ucapnya berapi-api.

Pak Dirut langsung dengan tergopoh-gopoh setengah berlutut mendekati penanya dan meminta penjelasan lebih rinci tentang mini turbin. Sebuah sikap rendah hati yang membuat sang penanya jadi tersanjung.

Salut buat PLN dan semoga ini bukan hanya isapan jempol saja. Mari kita dukung Indonesia untuk menjadi lebih baik. Semoga memang tidak ada lagi pemadaman listrik di Indonesia, seperti janji pak Dirut PLN :”Saya jamin tidak ada pemadaman..!”

+++

PLN sudah mulai untung nih

PLN : Tanpa Ampun

Tanpa Ampun alias “No Mercy”, begitulah kegeraman yang muncul ketika pulang dari kantor malem-malem. langsung masuk kamar mandi, siram air ke badan, gosok sabun dan…..PET !

Lampu mati dan air pancuran juga ikut mati. Di kamar mandi ini hanya ada shower tanpa ada bak mandi.

“Think..think..think…!”, begitu biasanya yang diucapkan seorang tokoh dalam film barat.

Kalau aku langsung kepikiran, “Wah ini bisa ditulis di blog deh…”

Untung ada lentera pramuka
Untung ada lentera pramuka

Tak biasanya lampu mati air ikut mati, biasanya lampu mati ya biarkan saja, yang penting mandi terus jalan. Sayangnya untuk malam ini lampu mati dan air ikut mati.

Bener-bener kejam deh perlakukan PLN padaku di hari “naas” itu.

Untung kakiku menyenggol ember yang ternyata berisi air, meskipun sangat sedikit, tapi cukuplah untuk menghilangkan licinnya sabun yang menempel di tubuhku.

Begitu listrik hidup akupun langsung search ke Om Gugel. Rupanya kinerja PLN ini memang bikin sakit hati deh. Inilah BUMN yang boleh merugi dan ruginya tidak hanya 1 atau 2 Trilyun, tapi di tahun 2008 sudah di atas 10 Trilyun. Wouw…. gak tahu juga di tahun 2009 ini makin naik atau sudah turun

Untung ada Pertamina yang untungnya lebih dari 30 T, begitu juga ada Telkom yang labanya masih bisa untuk membayar kerugian PLN. Coba tidak ada Pertamina atau Telkom, wah gak tahu lagi mau kayak apa negeri ini dihajar oleh PLN.

Meski begitu, kebanyakan penggede PLN tidak terima kalau dibilang rugi mereka sampai sebegitu besarnya.

Bagi mereka angka itu hanyalah angka di atas kertas saja. Kerugian itu banyak ditopang oleh adanya beda kurs [hmmm…beli dalam dolar jual dalam rupiah ya?]. Jadi jangan terlalu dalam mikirnya.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir, yang ada adalah penyalaan bergilir!”, begitu ucapan dari mereka yang sakit hati dengan kinerja PLN dan mencoba mengekspresikannya dalam bentuk komedi satire.

Di jaman Cicak dan Buaya bisa berseteru ini, maka masalah PLN, Lumpur Lapindo dan bencana alam yang lain hanyalah angin lalu yang tanpa suara dan tanpa membawa apa-apa.

Semoga bekasiku tidak porak poranda oleh keangkuhan para petinggi kita. PAk Walikota sudah menunjukkan kedekatannya pada masyarakat pengguna internet dan rasanya itu lebih dari cukup untuk membuat kita merasa sejuk di hati.

PLN boleh mati sekali-sekali, tapi hati kita tidak boleh mati. Kita isi hati dan jiwa kita dengan semangat berbaik sangka. Semoga Bekasiku makin Jaya!

“Aku Cinta [kau] BekasiKu!”

PLN harus adil dalam pemadaman listrik

lampu-teplokMinggu-minggu lalu adalah saat yang membingungkan bagi saya sebagai warga Bekasi. Nggak ada angin ngggak ada hujan, eh…tiba-tiba listrik mati dari jam 10.00 – 17.00 WIB. Setelah telepon ke PLN, ternyata ada pengurangan beban untuk mengurangi krisi listrik di Jakarta akibat adanya kerusakan Gardu Induk (GI) Cawang. Selain itu, menurut PLN, mereka sudah mengumumkan masalah pemadaman lewat Masjid dan radio.

Wah, kalau radio memang saya nggak dengerin, lha wong numpang kerja di Jakarta. tapi kalau lewat Masjid, mestinya saya dengar. Di sekitar rumah saya di Pekayon ada 3 Masjid dalam radius 100 m.

Ya, sudah…diterima dengan lapang dada. Eh, ternyata minggu depannya begitu lagi. Yang lebih parah adalah:

  1. PLN susah dihubungi
  2. Dicari di websitenya PLN Jabar-Banten, tidak ada jadwal pemadaman untuk Bekasi.
  3. Pemadaman tidak merata. Kawasan pertokoan di Perumahan Galaksi tidak padam.

Akhirnya, semua pertanyaan terjawab esok harinya di media masa:

  1. Jakarta dan sekitarnya masih harus bersabar sampai pertengahan Desember 2009 untuk menerima giliran pemadaman listrik.
  2. kawasan industri dan pertokoan diminimalisir pemadamannya.

Setelah ramai di media masa, ada berita yang menyejukkan bahwa PLN sudah membeli daya listrik dari perusahaan swasta di Bekasi untuk menutup kekurangan daya listrik akibat kerusakan GI Cawang. Jakarta dan sekitarnya tidak ada pemadaman lagi. Alhamdulillah…

Belum genap satu minggu merasa tenang, eh…hari ini ada berita bahwa akan ada pemadaman lagi mulai tanggal 30 November 2009 selama 6 – 9 hari pukul 06.00 – 16.00 WIB karena ada penggantian menara di Klender. Selengkapnya silakan baca alamat di bawah:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/23/06440132/listrik.bakal.padam.lagi

Akhirnya, dengan hati yang direndah-rendahkan (udah cape kali, ya …:)), penulis hanya meminta:

  1. WAHAI PLN, BERSIKAPLAH ADIL DALAM PEMADAMAN. Walaupun perumahan memang pelanggan yang kecil, tapi ketahuilah bahwa pemadaman di kawasan perumahan juga membawa dampak kerugian yang tidak sedikit, yaitu: makanan di kulkas pada rusak, bayi & anak kecil mudah sakit karena kepanasan, ikan hias mati, bahaya kebakaran apabila ada lilin/lampu minyak yang terjatuh.
  2. Umumkanlah jadwal pemadaman di website. Kalau website PLN Jabar-Banten tidak bisa digunakan, manfatkanlah BLOG BEKASI ini.
  3. Usahakanlah agar pemadaman hanya satu hari untuk tiap pelanggan.

Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dari PLN.

Wassalam

Listrik Boleh Padam, Blogshop Be-Blog Jalan Terus

plnJauh-jauh hari acara blogshop blogger Bekasi (Be-Blog) telah direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 14 November 2009. Awalnya kegiatan akan diselenggarakan di Balai Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi, namun karena tempatnya terlalu besar dan pertimbangan lainnya, akhirnya acara dipindahkan ke STMIK Bani Saleh. Persiapan pun telah diatur sedemikian rupa, termasuk penggunaan komputer dan akses internet yang didukung Telkom Speedy.

Sayang, sehari menjelang acara digelar, Perusahaan Listrik Negara alias PLN dengan tenangnya menyampaikan bahwa pada tanggal 14 November 2009 kawasan dimana STMIK Bani Saleh berada terkena giliran pemadaman listrik. Saya yang berada jauh dari Bekasi (kebetulan sedang berdinas di Den Haag, Belanda) kemudian membayangkan bagaimana teman-teman panitia Be-Blog yang dikomandani Om Jay menjadi sedikit bingung mengenai kelanjutan pelaksanaan kegiatan. Continue reading Listrik Boleh Padam, Blogshop Be-Blog Jalan Terus