Puasa masa Kecil di Bekasi

Bulan Ramadhan atau saya kecil menyebutnya bulan puasa adalah bulan yang di tunggu-tunggu anak-anak, karena pada bulan ini anak-anak libur sekolah sebulan penuh. Alasan lain adalah pada bulan ini di penghujungnya ada lebaran yang berarti ada baju baru, sepatu baru dan juga banyak makanan enak.

Awal tahun 80an di pinggiran Jakarta tepatnya di sekitar Jatibening kota bekasi, listrik belum masuk di kampung kami, suasana ramadhan begitu kental dengan adat Betawi pinggir, dimana-mana langgar dan masjid penuh walaupun agak berkurang di akhir ramadhan. Ketika itu saya dalam masa kanak-kanak dengan empat bersaudara. Kebun sekitar rumah lumayan luas dengan pohon-pohon buah yang lengkap, mulai dari durian, rambutan, kebembem (kweni), nangka, cempedak, sawo,jambu, pepaya, pisang dan lain-lain.

Kesenangan berpuasa dimulai ketika akan berbuka puasa. Selesai shalat ashar sehabis bangun tidur siang mulailah saya keliling kebun mencari buah-buahan untuk keperluan berbuka puasa. Buah yang di dapat nanti akan di bikin rujak buah, tinggal ditambah syrup dan es batu jadilah rujak buah yang kan jadi rebutan kami sekeluarga. Begitu juga dengan Ibu saya, ketika ingin memasak sayur, tidak perlu membeli, tinggal cari di kebun mau daun singkong, daun pepaya, daun melinjo untuk sayur asem semua tersedia. Oh ya pengalaman membeli batu es pun masih sangat jelas dalam ingatan. Ketika jam 5 sore saya berangkat bersepeda membeli es batu ke pertigaan apotik argia. Waktu itu tidak ramai kendaraan apalagi macet seperti saat ini. Es batu ini berupa potongan dari es batu balokan, yang kemudian di ikat denga tali rafia di belakang bagasi sepeda mungil saya. Pernah sekali waktu es batu ini jatuh dari sepeda saya dan pecah hancur. Es batu ini bertahan sampai kita pulang tarawih, jika rujak buahnya masih ada.

Selesai berbuka puasa, perut ini terasa akan meledak karena semua makanan masuk terlebih lagi rujak buah bersyrup ditambah kelapa muda, jika belum habis pasti akan terus saya meminumnya. Berangkat taraweh dalam keadaan perut kekenyangan, tapi kami senang-senang saja karena pulang taraweh pasti perut kosong lagi karena taraweh kami 23 raka’at he he he…

Masa itu listrik belum masuk kampung kami, jalanan masih tanah becek yang jika hujan licin dan berlumpur serta sendal atau sepatu akan berat karena tanah menempel dibawahnya, kami sebut itu ‘dibel’. ‘ Jika jalan tanah sering di lindas mobil jalanan yg tadinya becek akan licin karena mengering dan bekas ban mobil itu jadi licin kami menyebutnya ‘lebeg’. Nah jalan yg ‘lebeg’ itu setelah mobil lewat anak-anak akan bersujud dan mencium tanah bekas mobil lewat tersebut. Jika bulan puasa musim hujan memang enak tidak panas, tapi kalo malam sepi paling hanya suara jangkrik dan tonggeret saja yang terdengar. Sepulang taraweh yang masih saya ingat adalah makan bakso yang sangat nikmat. Dalam keadaan gelap pulang dari masjid terdengar kentungan tukang bakso, maka ketika jamaah masjid masih membaca : ‘Subhanal malikil kuddus……berhamburanlah anak-anak dari mesjid buru-buru pulang, nah di jalan pulang dekat rumah itulah saya makan bakso yang nikmat tadi.

Masih kental dalam ingatan saya ketika selesai sahur dan shalat subuh, kami anak-anak kampung tidak tidur tapi main galasin atau main asen atau main benteng rame-rame sampai jam 7 pagi. Permainan ini adalah permainan tradisional dimana untuk membuat garisnya menggunakan abu dapur, yaitu abu dari hasil pembakaran kayu bakar di dapur. Biasanya kita bikin garis-garis kotak-kotak, setiap garis ada yang jaga team yg kalah dan ada yang memasuki area, jangan sampai ada yang terkena. Tiap team terdiri dari 4-5 anak. Kalo permainan benteng yang jadi benteng adalah pohon, masing-masing team harus menyerbu benteng lawan dan harus di jaga jangan sampai terpegang oleh lawan benteng tersebut. Wah seru banget kalo udah main.

Puasa ketika saya kecil, yang saya masih ingat samapi sekarang adalah ketika mandi, mandinya masih di sumur yang menggunakan lahang (semacam bak mandi dari kayu) yang di tempatkan lebih tinggi jadi setelah diisi air dengan timba sumur kerek ada semacam pancuran keluar dari lahang tersebut. Nah ketika haus tak tertahankan maka, ketika air segar menyiram kepala, kucuran air itu mampir di cecap mulut yang haus dan puasa tetap berlanjut sampai magrib dengan haus yang hilang.. he he he he…dasar anak-anak.

LAILATUL QADR

Disaat memasuki pertengahan Ramadhan, dalam realitas dan fakta di masyarakat, masjid-masjid atau musola mulai mengalami penurunan tingkat jama’ah jika di bandingkan waktu-waktu awal ramadhan, bahkan tak sedikit pula saudara-saudara kita sesama muslim ada yang nekat tidak berpuasa tanpa ada undzur. Nampaknya terdapat penurunan tingkat Motivasi untuk melaksanakan perintah Tuhan YME, maka berkenaan dengan itulah maka Lailatul Qadr  hadir sebagai alat pemacu motivasi untuk menggapai derajat Taqwa beserta bonus-bonus lainnya yang telah di janjikan dan di sarankan oleh Allah dan  Rasulnya, sebagaimana telah tertera dalam Al-Qur’an maupun di dalam Al-Hadis.

Allah berfirman dalam Q.S.Al-Qadr ayat 1-5:

Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1], Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

            Apa yang dimaksud dengan lailatul qadar?. Pertama, qadar berarti ketentuan Allah yang berkaitan dengan hidup dan mati kita, suka dan duka kita, sehat dan sakit kita. Inilah malam ketika Tuhan menetapkan takdirnya bagi kita. Dalam Q.S. Al-Dukhan 3-4 Allah berfirman:

Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.[1]

Pada Lailatul Qadar malaikat turun untuk “menuliskan” takdir kita buat tahun berikutnya. Karena itu, dimalam itu kita dianjurkan untuk membaca do’a-do’a; seraya bermohon agar Allah menuliskan kebaikan buat kita. Salah satu di antara do’a itu ialah: “ya Allah, panjangkanlah usia ku, luaskan rezeki ku, sehatkan tubuhku, dan sampaikan aku pada harapanku. Jika aku sudah termasuk pada kelompok yang celaka, hapuskanlah namaku dari kelompok itu dan tuliskanlah aku termasuk kelompok yang berbahagia. Karena engkau berfirman di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu sang utusan SAW. Allah menghapus apa yang dia kehendaki dan menetapkan apa yang dia kehendaki dan pada sisi dia ada Ummul Kitab.

Jawaban Kedua, “qadr”artinya kemuliaan, keagungan. Lailatul Qadar artinya malam keagungan, malam kemuliaan, the night of honors. Lailatul Qadar itu menjadi mulia karena ada peristiwa mulia yang terjadi padanya. Ada tiga kemuliaan yang terjadi di malam Qadar. Pertama, turun kitab suci yang mulia. Keagungan Al-Qur’an, yang melintas ruang dan waktu, membuat malam itu menjadi sangat istimewa. Kedua,Al-Qur’an turun kepada Nabi yang mulia, yang tanpa dia tidak akan diciptakan alam semesta. Ketiga, kemuliaan juga diberikan kepada mereka yang menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah dan amal shalih. Kerena itu, pada surah Al-Qadar yang tadi telah di baca pada awal kultum ini, kata lailatul qadar disebut tiga kali.

 


[1] yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.


[1]Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

+++

sumber gambar disini

Puasa untuk Mengenal Nilai Kenikmatan

Sudah begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, namun sedikit sekali kita mensyukuri nikmat – nikmat yang Allah berikan kepada kita. ketidak puasan sering kali membuat kita tidak bersyukur,mendapat 1 nikmat menginginkan 2,dapat 2 ingin dapat 3, dan seterusnya. padahal jika kita renungkan belum tentu semua orang mendapatkan nikmat tersebut.

dengan berpuasa kita tidak hanya di ajakarkan untuk merenungkan sebuah nikmat namun juga merasakan betapa besarnya sebuah nikmat yang Allah berikan. pada saat berbuka puasa terasa betul nikmat yang Allah berikan walaupun hanya sebiji kurma dan 1 gelas air. kelebihan puasa adalah mendidik kita agar mengenal nilai sebuah kenikmatan yang Allah berikan agar kita menjadi pribadi – pribadi yang pandai bersyukur.

Rasa syukur akan membuat nilai kenikmatan menjadi lebih banyak dan berharga,Allah berfirman

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat”. (QS. Ibrahim : 7)


Dengan mengenal nilai kenikmatan yang Allah berikan akan membuat kita semakin merasakan kasih sayang dan ridha Allah Swt.



:astig:

penaksi.blogspot.com

I am so crispy (Puasa)

Ngga tau kenapa, kayanya kok gue merasa lebih khusuk menjalankan ibadah puasa, kalo pas hari libur. {Bilang aja karena loe bisa tidur seharian!}. Jam udah menunjukkan pukul 3 sore, bentar lagi  waktu berbuka tiba. Gue memutuskan untuk jalan-jalan ngabuburit, sekalian nyari bukaan.

Kebetulan deket kosan gue ada sebuah taman yang biasanya rame dipake orang untuk menunggu waktu berbuka. Di situ juga ada beberapa jajanan yang bisa kita beli untuk menu buka puasa, dari mulai makanan ringan seperti gorengan, kolak, kue-kue pasar sampai dengan mercon dan petasan! {Emang enak, buat menu berbuka???}

Setelah selesai mandi sore, gue pun memutuskan untuk pergi ke taman itu. Siapa tau aja di situ gue bisa berkenalan dengan salah seorang wanita solehah pujaan hati {Teuteueueup!!}. Kira-kira jam empat sore gue udah nyampe di taman yang memang letaknya ngga begitu jauh dari kosan gue.

Gue duduk di salah satu bangku yang terbuat dari batu di taman itu. Sambil menikmati sejuknya angin yang bertiup dari pepohonan yang banyak terdapat di taman itu.

Saat gue lagi enak-enakan duduk, tiba-tiba datang seorang anak lelaki kecil berpakaian kumal nyamperin, lalu duduk di sebelah gue. Ngga lama kemudian, dia mengeluarkan barang dari kantong plastik hitam yang dibawanya.

Ternyata yang dia keluarkan dari kantong plastik itu adalah sebuah roti. Dan dengan cueknya, dia membuka bungkus roti tersebut serta memakannya di depan muka gue. Sebenernya sih gue bete juga ngeliat hal itu, dia Bukannya nghargain orang puasa, malah enak-enakkan makan roti di depan congor gue. “Mau, om?” Anak kecil tersebut malah nawarin gue roti yang saat ini sedang ia makan.

“Ngga, makasih!” Jawab gue singkat dengan nada yang agak ketus. “Emangnya kenapa, Om? Makan aja, daripada laper! Ntar mukanya makin jelek, loh!” Jujur banget sih anak kecil ini! Tau aja kalo lagi laper muka gue emang jelek banget! “Ngga, De. Om lagi puasa.” Jawab gue ngejelasin bahwa gue saat itu lagi menjalankan ibadah puasa.

Mendengar jawaban gue, anak kecil itu bukannya berhenti makan atau pindah duduknya, dia malah ngeluarin minuman dari kantong plastik hitam yang dibawanya. “Enaknya, kalo abis makan roti, minum yang dingin-dingin ya Om?” Kata anak kecil itu, sambil nyeruput minuman yang tadi dia keluarin dari kantong palstiknya.

Kejadian itu, sebenernya membuat gue semakin jengkol. {Halaaaah…?!?!} Maksudnya gue jadi semakin jengkel ngeliatnya. Udah tau gue puasa, dia bukannya berhenti makan, malah ngelanjutin minum minuman dingin di depan mata gue.

Dalam hati gue sempet mikir gini, “Ntar loe, kalo gue udah buka puasa, bakal gue bales!” Karena gue ngerasa kesel banget sama kelakuannya yang ngga ngehormatin orang yang sedang berpuasa, dengan makan dan minum seenaknya. Ngga lama kemudian, hari pun semakin sore, dan sebentar lagi menjelang waktu berbuka. Gue mulai keliling nyari makanan untuk bukaan dan kembali ke kosan.

Setelah tiba saatnya berbuka dan gue selesai dengan makan cemilan untuk membatalkan puasa, gue berniat untuk mencari makan malem di deket kosan. Tiba-tiba gue kembali teringat dengan anak kecil yang tadi sore udah kurang ajar ngeganggu puasa gue dengan makan sembarangan. Dan gue memutuskan untuk membalas kelakuan anak kecil itu.

Gue sengaja beli makanan dan roti yang enak-enak, terus gue juga beli minuman dingin, es campur, teh kotak, juice, pokoknya lumayan banyak deh. Soalnya terus terang gue masih kesal banget sama kelakuan anak kecil itu tadi sore.

Setelah selesai membeli semua makanan dan minuman tersebut, gue langsung jalan ke arah taman. Siapa tau aja anak kecil yang tadi, masih ada di situ. Agak lama gue celingukan di sekitar taman, sebelum akhirnya gue melihat sosok anak lelaki kecil berbaju kumal, yang tak lain adalah anak kecil yang tadi sore makan sembarangan. Ngga pake lama, langsung gue samperin anak kecil yang terlihat sedang bengong sendirian di salah satu kursi taman tersebut.

Pas gue duduk di samping dia dan mengeluarkan salah satu makanan yang gue bawa untuk ngebales apa yang telah dilakukannya tadi sore, sekilas gue ngeliat anak kecil itu sedang menangis. Gue jadi bingung ngeliat kejadian itu.

“Emang kenapa kamu nangis?” Tanya gue jadi ngga tega ngeliat anak kecil itu menangis tersedu-sedu. “Kenapa sih Om, orang-orang puasanya cuma sampe Maghrib doank?” Tanya anak kecil itu sambil masih tetap menangis. Mendengar pertanyaan itu, gue jadi semakin bingung? Karena menurut gue meskipun dia anak kecil, seharusnya dia tau bahwa orang yang berpuasa itu memang cuma sampe maghrib doank. “Emangnya kenapa, kamu nanya gitu?” Gue jadi balik nanya ke dia.

“Aku tuh terus terang merasa kesal sama orang-orang yang punya banyak uang. Pas bulan lain selain bulan puasa, mereka bisa makan makanan yang enak-enak di depan aku. Sedangkan aku cuma bisa menahan lapar, karena ngga punya uang untuk beli makanan. Dan saat aku minta uang ke mereka untuk membeli makan, mereka tidak acuh sama aku dan ngga ngasih aku uang.”

“Makanya pas bulan puasa ini, aku ingin mereka rasain apa yang aku rasain pada bulan-bulan lain. Supaya mereka tau, bagaimana rasanya melihat orang lain makan dengan enaknya, sementara mereka menahan lapar!” Pernyataan anak kecil itu, bukan saja membuat gue bengong, tapi gue juga jadi ikutan menitikkan air mata.

“Tapi om dan orang-orang yang mampu lainnya masih enak, karena pas waktu Maghrib tiba, om bisa membeli semua makanan dan minuman yang om inginkan. Bahkan kadang-kadang makanan dan minuman yang udah dibeli itu, tidak habis dimakan dan dibuang-buang. Sementara aku, ketika malam tiba, kadang aku harus tidur tetap dalam keadaan lapar!” Lanjut anak lelaki kecil berbaju kumal itu, yang membuat gue ngga sanggup lagi menahan tangis karena merasa terharu dengan kata-katanya.

Gue dan anak lelaki kecil berbaju kumal itu mengisi malam dengan sama-sama menangis di taman. Dan obrolan pun gue lanjutkan dengan menanyakan seputar kehidupan dia, sambil sama-sama memakan makanan yang tadinya gue beli untuk membalas perbuatan yang dilakukannya tadi sore.

Sejak saat itu gue jadi sadar, bahwa rasa lapar yang gue rasakan saat sedang berpuasa, ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa lapar yang dirasakan oleh anak lelaki kecil itu serta orang-orang miskin lainnya yang tidak punya cukup uang untuk membeli makan.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga bulan Ramadhan ini mengingatkan kita bahwa masih banyak orang-orang yang menahan lapar bukan karena adanya kewajiban berpuasa, tapi karena memang mereka tidak punya cukup uang untuk membeli makanan. Dan ketika Adzan Maghrib berkumandang, mereka tetap menahan lapar, bukan karena mereka tidak tahu kapan waktunya berbuka, namun karena mereka tidak punya makanan untuk dimakan.

Terinspirasi dari Sebuah Cerpen

Ramadhan Air

Ass wr wb

Selamat datang dalam penerbangan “RAMADHAN AIR” tujuan Bandara Internasional “IDUL FITRI” dengan nomor penerbangan RA 1430 H dengan ketinggian 2009 M di atas permukaan air laut.

Tidak lama lagi kita akan menempuh perjalanan selama 30 hari & memasuki wilayah “PUASA”. Mari kita tegakkan kursi KEIMANAN & sandaran TAKWA.

Bila terjadi guncangan dalam perjalanan, kuatkan sabuk pengaman ZIKIR,TAHAJUD & AMAL SHODAQOH qt, supaya dalam memasuki wilayah “PUASA”, kita aman selama 30 hari & mendarat mulus di Bandara Internasional “IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430H”

Selamat memasuki “gerbang Check-in” bulan ramadhan, mohon maaf lahir & batin.

Wass wr wb

“Be Blog”

dan keluarga

Selamat Berpuasa
Selamat Berpuasa

sumber gambar disini